Knowledge management / Manajemen
Pengetahuan / Ilmu
Pembahasan
[Link] Knowledge Management
Knowledge Management ialah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi
atau perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan dan
mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui dan dipelajari dalam
sebuah organsisai.
Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif organisassi dan ditujukan untuk mencapai
suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan
kompetitif atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.
Konsep Knowledge Management ini meliputi pengelolaan Sumber Daya Mansuia (SDM)
dan teknologi informasi (IT) dalam tujuannya untuk mencapai organisasi perusahaan
yang semakin baik sehingga mampu memenangkan persaingan bisnis
Belakangan ini, persaingan bisnis semakin pesat terjadi. Terlebih, akan diadakannya
pasar bebas ASEAN pada tahun 2015 perusahaan – perusahaan yang tidak memiliki daya
saing tinggi dan perencanaan yang matang akan tertinggal. Untuk itulah peran
Knowledge Management sangan penting.
B. Jenis Penerapan Knowledge Management
[Link] Knowledge
Tacit knowledge adalah manajemen pengetahuan yang sulit dilihat secara kasat
mata, atau bersifat personal. Pengetahuan ini dikembangkan memlalui pengalaman
yang sulit untuk diformulasikan dan dikembangkan. Pengetahuan ini biasanya tidak
terlihat dalam bentuk tulisan namun dapat terukur melalui kinerja seseorang.
[Link] Knowledge
Explicit knowledge bersifat formal dan sistematis yang mudah untuk
dikomunikasikan dan dibagi (Carrillo et al., 2004). Menurut pernyataan Polanyi (1966)
pada saat tacit knowledge dapat dikontrol dalam benak seseorang, explicit knowledge
justru harus bergantung pada pemahaman dan aplikasi secara tacit, maka dari itu semua
pengetahuan berakar dari tacit knowledge. Secara umum explicit knowledge dapat
dijabarkan sebagai :
* Dapat diucapkan secara tepat dan resmi.
* Mudah disusun, didokumentasikan, dipindahkan, dibagi, dan dikomunikasikan.
Penerapan explicit knowledge ini lebih mudah karena pengetahuan yang diperoleh
dalam bentuk tulisan atau pernyataan yang didokumentasikan, sehingga setiap
karyawan dapat mempelajarinya secara independent.
Penerapan contoh explicit knowledge adalah adanya Standard Opertional Procedure
(SOP) yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai manajemen yang ada
di suatu perusahaan.
Standard Operation Procedure atau prosedur pelaksanaan dasar dibuat untuk
mempertahankan kualitas dan hasil kerja. Dengan menggunakan Standard Operation
Procedure maka tugas-tugas akan semakin mudah dikerjakan, juga tamu akan terbiasa
dengan sistem pelayanan yang ada. Disamping itu Standard Operation Procedure
diciptakan agar para tamu merasa nyaman dalam mendapatkan apa yang dibutuhkan
dan diinginkan. Standard Operation Procedure sendiri dalam pelaksanaannya sangat
fleksibel karyawan dapat memberikan masukan berdasarkan pengetahuan yang didapat.
Lebih lanjut menurut Sulastiyono (2001) :
Standard adalah sebagai langkah awal untuk mendapatkan derajat kesesuaian suatu
produk, dibandingkan dengan harapan-harapan tamu. Oleh sebab itu, agar suatu jenis
pekerjaan dapat menghasilkan produk yang standard dari waktu ke waktu, maka cara-
cara mengerjakan untuk menghasilkan produk tersebut juga harus dilakukan dengan
cara-cara yang standard pula. Yang dimaksudkan dengan produk yang standard adalah :
1. Memiliki derajat kesesuaian untuk pemakai.
2. Setiap jenis produk yang dihasilkan untuk digunakan, secara konsisten memiliki
spesifikasi yang sama.
Keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya atau digunakannya
Standard Operation Procedure adalah:
Mempunyai nilai sebagai alat atau saluran komunikasi bagi manajemen dengan para
staf dan para pelaksananya. Melalui Standard Operation Procedure, seluruh staf dan
karyawan akan mengetahui secara jelas, berusaha untuk memahami tentang tujuan dan
sasaran, serta kebijakan dan prosedur kerja perusahaan. Dengan demikian setiap orang
dalam organisasi akan menerima pesan yang jelas dari Standard Operation Procedure
tersebut.
Standard Operation Procedure juga dapat digunakan sebagai alat atau acuan untuk
melaksanakan pelatihan baik bagi para staf dan karyawan, serta bagi karyawan baru.
Standard Operation Procedure dapat mengurangi waktu yang terbuang, dengan
demikian diharapkan akan meningkatkan produktivitas kerja baik bagi manajemen
ataupun bagi para staf dan karyawan. Apabila tidak tersedia manual pekerjaan, maka
bila terjadi sesuatu kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan harus dicari dahulu jalan
pemecahannya, atau didiskusikan dahulu dengan rekan sekerja dan atasannya, dan ini
berarti membuang waktu. Lain halnya bila cara penyelesaiannya sudah tersedia secara
tertulis, maka akan lebih cepat pelaksanaanya dan waktu lebih banyak dihemat, serta
dapat lebih dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan lain.
Dengan dibantu oleh pengawasan yang dilaksanakan dalam proses pekerjaan, maka
Standard Operation Procedure dapat dilaksanakan secara lebih konsisten, dan
menjamin terciptanya produk yang standar, sekalipun dikerjakan oleh orang-orang yang
berbeda dan waktu pelaksanaan yang tidak bersamaan.
TechnologyTeknologi merupakan salah satu elemen pokok yang terdapat pada
knowledge management, dikenal sebagai media yang mempermudah penyebaran
explicit knowledge. Berdasarkan pernyataan Gillingham dan Roberts (2006) awal
mulanya knowledge management digerakkan oleh teknologi, khususnya explicit
knowledge yang lebih mudah disusun. Menurut Marwick (2001) teknologi bukanlah hal
baru dalam knowledge management, dan pengalaman yang telah dibentuk oleh para
ahli sebelumnya menjadi bahan pertimbangan terbentuknya teknologi itu sendiri.
Seiring dengan berjalannya waktu teknologi yang mendukung knowledge management
akan selalu berkembang dalam bentuk sistem-sistem yang mempermudah proses
penyebaran knowledge. Salah satu teknologi paling mutakhir yang saat ini digunakan
oleh banyak perusahaan untukproses penyebaran knowledge adalah intranet, dimana
hal ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengakses knowledge dan melakukan
kolaborasi, komunikasi serta sharing knowledge secara ”on line”. Intranet merupakan
salah satu bentuk teknologi yang diterapkan di Surabaya Plaza Hotel. Intranet atau yang
disebut juga internal internet menawarkan kesempatan untuk menggunakan
telekomunikasi yang maju yang telah dikembangkan dari internet. Menurut pendapat
Merali peralatan seperti intranet dan internet dianggap sebagai sistem knowledge
management yang utama untuk menjalankan dan mendukung forum diskusi dan
praktek (1999). Intranet bukan merupakan jaringan tunggal juga bukan merupakan
perangkat yang menghubungkan jaringan-jaringan seperti internet. Nama intranet
digunakan sebagai perwujudan dimana standar dan alat- alat dikembangkan dalam
internet digunakan untuk menyimpan dan mengirim data perusahaan kepada pengguna
dalam jaringan internal.
C. Elemen – Elemen Knowledge Management
1. People
Knowledge Management berasal dari orang. People merupakan bentuk dasar untuk
membentuk knowledge baru. Tanpa ada orang tidak akan ada
2. knowledge.
TechnologyMerupakan infrastruktur teknologi yang standar, konsisten, dan dapat
diandalkan dalam mendukung alat-alat perusahaan.
3. Processes
Yang terdiri dari menangkap, menyaring, mengesyahkan, mentransformasikan, dan
menyebarkan knowledge ke seluruh perusahaan dilengkapi dengan menjalankan
prosedur dan proses tertentu.
[Link] Penerapan Knowledge Management
Implementasi knowledge management atau manajemen pengetahuan akan
memberikan pengaruh positif terhadap proses bisnis perusahaan baik secara langsung
maupun tidak langsung, beberapa manfaat knowledge management atau manajemen
pengetahuan bagi perusahaan antara lain:
1. Penghematan waktu dan biaya.
Dengan adanya sumber pengetahuan yang terstruktur dengan baik, maka perusahaan
akan mudah untuk menggunakan pengetahuan tersebut untuk konteks yang lainnya,
sehingga perusahaan akan dapat menghemat waktu dan biaya.
2. Peningkatan aset pengetahuan.
Sumber pengetahuan akan memberikan kemudahaan kepada setiap karyawan untuk
memanfaatkannya, sehingga proses pemanfaatan pengetahuan di lingkungan
perusahaan akan meningkat, yang akhirnya proses kreatifitas dan inovasi akan
terdorong lebih luas dan setiap karyawan dapat meningkatkan kompetensinya.
3. Kemampuan beradaptasi.
Perusahaan akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan
bisnis yang terjadi.
4. Peningkatan produktfitas.
Pengetahuan yang sudah ada dapat digunakan ulang untuk proses atau produk yang
akan dikembangkan, sehingga produktifitas dari perusahaan akan meningkat.
Daftar sumber
Sangkala, knowledge management, Jakarta. PT. Raja Gravindo Persada 2007
James J. Stapleton. Guide to Knowledge Management. Ciracas, Jakarta 2005
HYPERLINK “[Link]
[Link]”
[Link]
[Link]
Pengertian Knowledge Management
Manajemen pengetahuan (knowledge management) ialah suatu rangkaian kegiatan
yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan,
menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui,
dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif
organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan
bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih
tinggi.
Konsep manajemen pengetahuan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia (SDM)
dan teknologi informasi (TI) dalam tujuannya untuk mencapai organisasi perusahaan
yang semakin baik sehingga mampu memenangkan persaingan bisnis. Perkembangan
teknologi informasi memang memainkan peranan yang penting dalam konsep
manajemen pengetahuan. Hampir semua aktivitas kehidupan manusia akan diwarnai
oleh penguasaan teknologi informasi, sehingga jika berbicara mengenai manajemen
pengetahuan tidak lepas dari pengelolaan.
Pada perkembangan ini menunjukan makin cepatnya perubahan dalam segala bidang
kehidupan, akibat dari efek globalisasi serta perkembangan teknologi informasi yang
sangat akseleratif. Kondisi ini jelas telah mengakibatkan perlunya cara-cara baru dalam
menyikapi semua yang terjadi agar dapat tetap survive. Penekanan akan makin
pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu respon dalam
menyikapi perubahan tersebut, dan ini tentu saja memerlukan upaya-upaya untuk
meningkatkan dan mengembangkan SDM.
Sehubungan dengan itu peranan ilmu pengetahuan menjadi makin menonjol, karena
hanya dengan pengetahuanlah semua perubahan yang terjadi dapat disikapi dengan
tepat. Ini berarti pendidikan memainkan peran penting dalam mempersiapkan SDM
yang berkualitas dan kompetitif. Ketatnya kompetisi secara global khususnya dalam
bidang ekonomi telah menjadikan organisasi usaha memikirkan kembali strategi
pengelolaan usahanya, dan SDM yang berkualitas dengan penguasaan pengetahuannya
menjadi pilihan penting yang harus dilakukan dalam konteks tersebut.
Jenis Penerapan Knowledge Management
Perbedaan yang paling signifikan di antara jenis knowledge ialah tacit versus explicit
(Nonaka dan Takeuchi, 1995). Di dalam organisasi explicit knowledge tidak menjadi
masalah karena mudah didokumentasikan, diarsipkan, dan diberi kode. Di lain pihak,
tacit knowledge merupakan suatu tantangan tersendiri karena pengetahuan sering kali
dirasakan sangat berharga untuk dibagikan dan digunakan dengan cara yang tepat.
Pemahaman akan perbedaan kedua jenis knowledge ini sangatlah penting, dan yang
perlu diperhatikan juga adalah aplikasinya dengan cara yang berbeda untuk
memindahkan jenis knowledge yang berbeda.
1. Tacit Knowledge
Pada dasarnya tacit knowledge bersifat personal, dikembangkan melalui pengalaman
yang sulit untuk diformulasikan dan dikomunikasikan (Carrillo et al.,2004). Tacit
knowledge tidak dinyatakan dalam bentuk tulisan, melainkan sesuatu yang terdapat
dalam benak orang-orang yang bekerja di dalam suatu organisasi.
Menurut Polanyi (1966) tacit knowledge secara umum dijabarkan sebagai:
[Link] dan aplikasi pikiran bawah sadar
2. Susah untuk diucapkan
3. Berkembang dari kejadian langsung dan pengalaman
4. Berbagi pengetahuan melalui percakapan (story-telling)
Berdasarkan pengertiannya, maka tacit knowledge dikategorikan sebagai personal
knowledge atau dengan kata lain pengetahuan yang diperoleh dari individu
(perorangan).
1.1. Personal Knowledge
Menurut Berkeley (1957, p. 23) pengetahuan manusia bermula pada saat orang
mendapatkan ide dimana kesan tersebut muncul dari perasaan dan sistem kerja pikiran
atau dengan kata lain ide dibentuk dengan bantuan dari memori dan imajinasi yang
menambah, membagi, mengungkapkan perasaan sebenarnya.
Selanjutnya menurut Bahm (1995, p. 199) penelitian pada sifat dasar pengetahuan
seketika mempertemukan perbedaan antara knower dan known, atau seringkali
diartikan dalam istilah subject dan object, atau ingredient subjective dan objective
dalam pengalaman. Pengalaman yang diperoleh tiap karyawan tentunya berbeda-beda
berdasarkan situasi dan kondisi yang tidak dapat diprediksi. Definisi experience yang
diambil dari kamus bahasa Inggris adalah the process of gaining knowledge or skill over
a period of time through seeing and doing things rather than through studying. Yang
artinya proses memperoleh pengetahuan atau kemampuan selama periode tertentu
dengan melihat dan melakukan hal-hal daripada dengan belajar.
Davenport dan Prusak dalam Martin (2010, p. 2) mendefinisikan personal knowledge is a
fluid mix of framed experience, values, contextual information and expert insight that
provides a framework for evaluating and incorporating new experiences and
information.” Secara garis besar, berarti gabungan dari pengalaman, nilai – nilai,
informasi kontekstual, dan wawasan luas yang menyediakan sebuah kerangka
pengetahuan untuk mengevaluasi dan menggabungkan pengalaman – pengalaman
daninformasi yang baru.
Menurut Martin (2010), personal knowledge didapat dari instruksi formal dan informal.
Personal knowledge juga termasuk ingatan, story-telling, hubungan pribadi, buku yang
telah dibaca atau ditulis, catatan, dokumen, foto, intuisi, pengalaman, dan segala
sesuatu yang dipelajari, mulai dari pekarangan hingga pengembangan nuklir.
2. Explicit Knowledge
Explicit knowledge bersifat formal dan sistematis yang mudah untuk dikomunikasikan
dan dibagi (Carrillo et al., 2004). Menurut pernyataan Polanyi (1966) pada saat tacit
knowledge dapat dikontrol dalam benak seseorang, explicit knowledge justru harus
bergantung pada pemahaman dan aplikasi secara tacit, maka dari itu semua
pengetahuan berakar dari tacit knowledge. Secara umum explicit knowledge dapat
dijabarkan sebagai:
1. Dapat diucapkan secara tepat dan resmi
2. Mudah disusun, didokumentasikan, dipindahkan, dibagi, dan dikomunikasikan
Penerapan explicit knowledge ini lebih mudah karena pengetahuan yang diperoleh
dalam bentuk tulisan atau pernyataan yang didokumentasikan, sehingga setiap
karyawan dapat mempelajarinya secara independent.
2.1 Job Procedure
Secara terpisah pengertian job adalah a responsibility, duty or function, dan procedure
adalah a formal or official order or way of doing things. Jadi pengertian job procedure
atau prosedur kerja adalah tanggung jawab atau tugas yang bersifat formal atau
perintah resmi atau cara melakukan hal-hal. Berdasarkan pernyataan Anshori selaku
pihak yang mencetuskan knowledge management, salah satu bentuk konkret dari
explicit knowledge adalah Standard Operation Procedure.
Standard Operation Procedure atau prosedur pelaksanaan dasar dibuat untuk
mempertahankan kualitas dan hasil kerja. Dengan menggunakan Standard Operation
Procedure maka tugas-tugas akan semakin mudah dikerjakan, juga tamu akan terbiasa
dengan sistem pelayanan yang ada. Disamping itu Standard Operation Procedure
diciptakan agar para tamu merasa nyaman dalam mendapatkan apa yang dibutuhkan
dan diinginkan. Standard Operation Procedure sendiri dalam pelaksanaannya sangat
fleksibel karyawan dapat memberikan masukan berdasarkan pengetahuan yang didapat.
Lebih lanjut menurut Sulastiyono (2001, p. 244) Standard adalah sebagai langkah awal
untuk mendapatkan derajat kesesuaian suatu produk, dibandingkan dengan harapan-
harapan tamu. Oleh sebab itu, agar suatu jenis pekerjaan dapat menghasilkan produk
yang standard dari waktu ke waktu, maka cara-cara mengerjakan untuk menghasilkan
produk tersebut juga harus dilakukan dengan cara-cara yang standard pula. Yang
dimaksudkan dengan produk yang standard adalah:
1. Memiliki derajat kesesuaian untuk pemakai.
2. Setiap jenis produk yang dihasilkan untuk digunakan, secara konsisten memiliki
spesifikasi yang sama.
Keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya atau digunakannya
Standard Operation Procedure adalah:
1. Mempunyai nilai sebagai alat atau saluran komunikasi bagi manajemen dengan para
staf dan para pelaksananya. Melalui Standard Operation Procedure, seluruh staf dan
karyawan akan mengetahui secara jelas, berusaha untuk memahami tentang tujuan dan
sasaran, serta kebijakan dan prosedur kerja perusahaan. Dengan demikian setiap orang
dalam organisasi akan menerima pesan yang jelas dari Standard Operation Procedure
tersebut.
2. Standard Operation Procedure juga dapat digunakan sebagai alat atau acuan untuk
melaksanakan pelatihan baik bagi para staf dan karyawan, serta bagi karyawan baru.
3. Standard Operation Procedure dapat mengurangi waktu yang terbuang, dengan
demikian diharapkan akan meningkatkan produktivitas kerja baik bagi manajemen
ataupun bagi para staf dan karyawan. Apabila tidak tersedia manual pekerjaan, maka
bila terjadi sesuatu kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan harus dicari dahulu jalan
pemecahannya, atau didiskusikan dahulu dengan rekan sekerja dan atasannya, dan ini
berarti membuang waktu. Lain halnya bila cara penyelesaiannya sudah tersedia secara
tertulis, maka akan lebih cepat pelaksanaanya dan waktu lebih banyak dihemat, serta
dapat lebih dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan lain.
4. Dengan dibantu oleh pengawasan yang dilaksanakan dalam proses pekerjaan, maka
Standard Operation Procedure dapat dilaksanakan secara lebih konsisten, dan
menjamin terciptanya produk yang standar, sekalipun dikerjakan oleh orang-orang yang
berbeda dan waktu pelaksanaan yang tidak bersamaan.
2.2 Technology
Teknologi merupakan salah satu elemen pokok yang terdapat pada knowledge
management, dikenal sebagai media yang mempermudah penyebaran explicit
knowledge. Berdasarkan pernyataan Gillingham dan Roberts (2006) awal mulanya
knowledge management digerakkan oleh teknologi, khususnya explicit knowledge yang
lebih mudah disusun. Menurut Marwick (2001) teknologi bukanlah hal baru dalam
knowledge management, dan pengalaman yang telah dibentuk oleh para ahli
sebelumnya menjadi bahan pertimbangan terbentuknya teknologi itu sendiri. Seiring
dengan berjalannya waktu teknologi yang mendukung knowledge management akan
selalu berkembang dalam bentuk sistem-sistem yang mempermudah proses
penyebaran knowledge. Salah satu teknologi paling mutakhir yang saat ini digunakan
oleh banyak perusahaan untukproses penyebaran knowledge adalah intranet, dimana
hal ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengakses knowledge dan melakukan
kolaborasi, komunikasi serta sharing knowledge secara ”on line”. Intranet merupakan
salah satu bentuk teknologi yang diterapkan di Surabaya Plaza Hotel. Intranet atau yang
disebut juga internal internet menawarkan kesempatan untuk menggunakan
telekomunikasi yang maju yang telah dikembangkan dari internet. Menurut pendapat
Merali peralatan seperti intranet dan internet dianggap sebagai sistem knowledge
management yang utama untuk menjalankan dan mendukung forum diskusi dan
praktek (1999). Intranet bukan merupakan jaringan tunggal juga bukan merupakan
perangkat yang menghubungkan jaringan-jaringan seperti internet. Nama intranet
digunakan sebagai perwujudan dimana standar dan alat- alat dikembangkan dalam
internet digunakan untuk menyimpan dan mengirim data perusahaan kepada pengguna
dalam jaringan internal
Elemen Pokok Knowledge
1. People
Yang berarti Knowledge Management berasal dari orang. People merupakan bentuk
dasar untuk membentuk knowledge baru. Tanpa ada orang tidak akan ada knowledge.
2. Technology
Merupakan infrastruktur teknologi yang standar, konsisten, dan dapat diandalkan dalam
mendukung alat-alat perusahaan.
3. Processes
Yang terdiri dari menangkap, menyaring, mengesyahkan, mentransformasikan, dan
menyebarkan knowledge ke seluruh perusahaan dilengkapi dengan menjalankan
prosedur dan proses tertentu.
Tujuan Penerapan Knowledge Manajemen
Implementasi knowledge management atau manajemen pengetahuan akan
memberikan pengaruh positif terhadap proses bisnis perusahaan baik secara langsung
maupun tidak langsung, beberapa manfaat knowledge management atau manajemen
pengetahuan bagi perusahaan antara lain:
1. Penghematan waktu dan biaya. Dengan adanya sumber pengetahuan yang
terstruktur dengan baik, maka perusahaan akan mudah untuk menggunakan
pengetahuan tersebut untuk konteks yang lainnya, sehingga perusahaan akan dapat
menghemat waktu dan biaya.
2. Peningkatan aset pengetahuan. Sumber pengetahuan akan memberikan
kemudahaan kepada setiap karyawan untuk memanfaatkannya, sehingga proses
pemanfaatan pengetahuan di lingkungan perusahaan akan meningkat, yang akhirnya
proses kreatifitas dan inovasi akan terdorong lebih luas dan setiap karyawan dapat
meningkatkan kompetensinya.
3. Kemampuan beradaptasi. Perusahaan akan dapat dengan mudah beradaptasi
dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi.
4. Peningkatan produktfitas. Pengetahuan yang sudah ada dapat digunakan ulang
untuk proses atau produk yang akan dikembangkan, sehingga produktifitas dari
perusahaan akan meningkat.
Sumber : [Link]
[Link]
[Link]
[Link]
- materi lengkap -
sumber : [Link] :
Pengertian Tacit Knowledge Dan
Explicit Knowledge
Tacit Knowledge adalah pengetahuan yang terdapat di dalam otak/pikiran kita sesuai dengan
pemahaman, keahlian dan pengalaman seseorang biasanya pengetahuan ini tidak terstruktur, susah
untuk didefinisikan dengan bahasa formal dan isinya mencakup pemahaman pribadi. Pengetahuan ini
umumnya belum terdokumentasi karena pengetahuan ini masih ada pada keahlian atau pengalaman
seseorang
Tacit Knowledge memiliki ciri khas yaitu:
Diperoleh dari pengalaman, pengalaman yang kita pernah liat, rasakan dan lakukan akan kita memahami
pengalaman tersebut melalui percakapan yang kemudian kita cerna di dalam otak kita
Tidak mudah di komunikasikan / diberikan kepada orang lain karena sulit untuk di ekspresikan, karena
minimal kita harus menggunakan media dalam penyampaian kepada orang lain.
Dapat di transfer secara efektif melalui person to person basis, yaitu pengetahuan yang di dapat oleh
kita akan mudah untuk di transfer melalui percakapan dari kita ke orang lain.
Contoh Pengetahuan tacit misalnya gagasan, persepsi, cara berpikir, wawasan, keahlian/kemahiran.
Contoh dalam kehidupan nyata :
Ketika seseorang memasak, akan berbeda rasanya ketika memasak menggunakan buku resep sebagai
panduan dengan memasak menggunakan intuisi, karena terkadang memasak dengan menggunakan
intuisi akan terasa lebih enak karena dapat sesuai dengan selera.
Cara mengendarai mobil, akan sulit diajarkan jika hanya melalui teori, lebih baik mengajarkan secara
praktek langsung kepada penerima knowledge.
Ada seorang chef yang sedang memasak kemudian mengutarakan beri saja garam "secukupnya" atau
beri saja gula "secukupnya" kata secukupnya ini sulit untuk diutarakan karna orang tersebut tidak pernah
mengukur seberapa banyak gula atau garam yang dibutuhkan.
Explicit Knowledge adalah pengetahuan yang telah dikumpulkan serta diterjemahkan ke dalam suatu
bentuk dokumentasi sehingga lebih mudah dipahami dan disebarluaskan. Pengetahuan ini bersifat
formal, sistematis dan mudah untuk ditransfer atau dibagikan ke orang lain dalam bentuk dokumentasi
karena umumnya merupakan pengetahuan yang bersifat teori dimana memudahkan para ahli untuk
membagi pengetahuannya kepada orang lain melalui buku, artikel dan jurnal tanpa harus datang
langsung untuk mengajari orang tersebut.
contoh :
Pengetahuan tentang bahasa pemrograman yang terdefinisi dalam berbagai buku ataupun artikel
mengenai hal tersebut.
Buku panduan matematika maupun fisika yang sudah dilengkapi dengan trik-trik untuk menyelesaikanya
danr mudah dipahami.