Pengertian Analisis Pelanggan
Pengertian Analisis Pelanggan
STRATEGIC MARKETING
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Strategic Marketing
dengan Dosen Pengampu Reminta Lumban Batu, [Link]., M.M.
Disusun oleh:
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehdirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
Costumer Analysis, Segmentation, and Targetting ini tepat waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah Strategic Marketing. Untuk menambah wawasan tentang bagaimana
menganalisa costumer, penempatan strategi, dan target pasar yang lebih efektif
bagi para pembaca dan juga penulis.
Kami menyadari bahwasannya makalah yang kami tulis ini masih jauh
dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami
nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Penyusun
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................2
DAFTAR ISI......................................................................................................................3
BAB I MATERI.................................................................................................................4
1.1. COSTUMER ANALYSIS......................................................................................................4
1.1.1. SURVEY KEPUASAN PELANGGAN............................................................................4
1.1.2. INFORMASI PELANGGAN............................................................................................5
1.1.3. PROFIL PELANGGAN/KONSUMEN.............................................................................6
1.1.4. STRATEGI PEMASARAN...............................................................................................7
1.1.5. STRATEGI SEGMENTASI PASAR.............................................................9
1.2. SEGMENTASI......................................................................................................................11
1.2.1. Jenis-jenis Segmentasi Pasar....................................................................11
1.2.2. Prosedur Segmentasi Pasar.......................................................................13
1.2.3. Maanfaat Segmentasi Pasar......................................................................13
1.2.4. Keuntungan Segmentasi Pasar..................................................................14
1.3. KEPUTUSAN PENARGETAN...........................................................................................14
BAB II STUDI KASUS...................................................................................................18
2.1. PENJELASAN STUDI KASUS.............................................................................................18
2.1 Pertanyaan dan Jawaban Studi Kasus.....................................................................................19
BAB III KESIMPULAN..................................................................................................21
3.1. KESIMPULAN.............................................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................23
3
BAB I MATERI
Pemasaran tidak akan berjalan efektif tanpa memahami costumer kita dengan
baik. Semakin baik pemahaman kita terhadap costumer maka akan semakin
mudah pula untuk kita memenuhi dan mengetahui kebutuhan-kebutuhan apa saja
yang diinginkan costumer. Kenali siapa costumer kita, darimana mereka
mengetahui produk kita, dan apa saja yang disukai dan tidak disukai costumer
terhadap produk kita. Secara umum menurut Kotler, untuk mengenal costumer
kita dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan 5W + 1H yaitu :
1. Who (who buys and uses the product), include heavy users
2. What costumer buy and how they use it
3. Where costumer buy
4. When costumer buy
5. Why costumer choose
6. How costumer choose or uses your product
4
merekomendasikan produk kepada kerabatnya. Sebaliknya, pelanggan
yang tidak puas merupakan awal masalah bagi sebuah perusahaan. Karena
pelanggan yang tidak puas kemungkinan besarnya tidak akan kembali
melakukan transaksi apalagi merekomendasikan produk. Oleh karena itu
perusahaan perlu mengukur atau mengetahui sejauh mana pelanggan puas
terhadap produknya dengan melakukan beberapa survey alternatif :
Wawancara langsung (face to face), ini bisa dilakukan saat
costumer sedang berbelanja atau berkunjung ditoko kita.
Wawancara melalui telepon
Email/web survey
5
Informasi Pemasaran/Penjualan Produk
Menetapkan strategi
Memilih dan membuat produk dengan cepat dan lebih murah
Membuat produk yang sesuai dengan segmentasi
Membuat inovasi, membuat desain produk baru atau kombinasi
6
Berikut adalah contoh Profil Diagram Pelanggan/Konsumen:
7
untuk memasarkan produknya secara langsung kepada konsumen, dan produknya
akan sulit dikenali banyak orang.
8
Promosi bisa dilakukan dengan cara membagikan brosur kepada
orang-orang disekitar atau menyebarkan produk diakun Social
media untuk menarik konsumen. Biasanya cara “mouth to mouth”
atau mulut ke mulut adalah cara promosi yang biasa dilakukan.
Memilih Tempat Usaha yang Strategis
Dalam memilih tempat usaha yang strategis juga berpengaruh
kepada proses pemasaran produk, misalkan jika perusahaan yang
bergerak dibidang kosmetik ingin membuka gerai atau toko carilah
tempat yang mudah dijangkau oleh konsumen yang menggunakan
produk kosmetik yaitu remaja perempuan. Membuka gerai dimall
bisa dijadikan tempat yang strategis, sebab pada umumnya orang
yang datang atau berbelanja dimall kebanyakan adalah perempuan
yang umurnya bisa berkisar 14 – 20 tahun.
Menjalin Hubungan Yang Baik dengan Konsumen
Menjaga hubungan yang baik dengan konsumen sangatlah penting
sebab dapat menarik konsumen untuk datang kembali pembeli
produk atau melakukan pengulangan transaksi. Tanggapi
feedback-feedback yang mereka berikan dan dengar masukan-
masukannya. Perusahaan bisa meminta testimoni-testimoni
tentang produknya kepada konsumen dengan cara memberikan
reward diskon kepada mereka. Dengan begitu konsumen akan
sangat merasa dihargai. Ini akan menjadikan citra perusahaan akan
sangat baik dimata konsumen.
9
Sedangkan menurut Kotler, segmentasi pasar adalah suatu proses untuk
membagi pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang lebih homogeny,
dimana tiap kelompok konsumen dapat dipilih sebagai target pasar untuk dicapai
perusahaan melalu strategi bauran pemasarannya.
Bagi perusahaan melakukan segmentasi memiliki tujuan untuk
mengelompokkan individu-individu yang memiliki kebutuhan,kegiatan, serta
respon yang sama terhadap produk ataupun layanan yang ditawarkan perusahaan.
Selain itu, dengan melakukan segmentasi pasar perusahaan juga dapat
merangsang pelanggan potensial agar bisa menjadi konsumen yang loyal terhadap
produk yang ditawarkan. Dengan mengetahui secara pasti para pelanggan loyal
dan spesifik inilah pihak perusahaan dapat mengoptimalkan kegiatan pemasaran
dan pelayanannya.
Syarat yang bisa dijadikan sebagai acuan agar proses segmentasi pasar
dapat berjalan efektif. Menurut Kotler, Bowen, dan Makens, beberapa syarat
tersebut diantaranya adalah :
1. Measurable (dapat diukur)
Artinya segmen pasar yang dituju dapat diukur, baik jumlahnya
maupun ciri dan sifatnya. Semakin akurat ukuran yang digunakan
maka akan semakin mudah kegiatan pemasaran yang dilakukan
perusahaan.
2. Accessible (dapat dijangkau)
Segmen pasar dapat dicapai/akses sehingga perusahaan dapat dengan
mudah mengarahkan usaha pemasarannya pada segmen tersebut.
Kemudahan akses ini bisa berupa jarak tempuh yang dekat,kemudahan
transportasi, luas wilayah yang dijadikan target dan lain-lain.
3. Substantiable (cukup besar)
Yaitu segmen pasar yang dituju harus cukup besar, karena dengan
segmen pasar yang besar maka perusahaan akan memiliki peluang
yang lebih besar dan dapat memberi keuntungan lebih besar.
4. Diferentiabel (dapat dibedakan)
10
Segmen pasar secara jelas dapat dibedakan dengan segmen lainnya.
Menentukan perbedaan ini bisa dari jenis kelamin, status perkawinan,
latar belakang pendidikan dan lainnya.
1.2. SEGMENTASI
11
tidak perlu skala nasional, tetapi cukup pada skala kota, seperti: spanduk, radio
lokal, televisi lokal, dll.
12
produk yang memiliki keterlibatan yang tinggi, produk khusus, dan produk
mewah.
pembentukan profil :
1 Tahap Survey.
Pada tahap ini periset harus melakukan wawancara untuk mencari
penjelasan dan membentuk kelompok focus untuk mendapatkan pemahaman
atas motivasi, sikap dan perilaku konsumen. Selanjutnya periset menyiapkan
kuesioner dalam rangka untuk mengumpulkan data mengenai atribut yang
dibutuhkan.
2 Tahap Analisis.
Periset menerapkan analisis factor terhadaap data untuk membuang
variable-variabel yang berkorelasi tinggi, kemudian periset menerapkan
analisis kelompok untuk menghasilkan jumlah segmen yang berbeda-beda
secara maksimum.
3 Tahap Pembentukan.
Masing-masing kelompok dibentuk berdasarkan perbedaan sikap, perilaku,
demografis, psikologis, psikografis, dan pola media. Masing-masing segmen
dapat diberi nama berdasarkan sifat-sifat dominan yang ada pada kelompok
tersebut.
13
1.2.3. Maanfaat Segmentasi Pasar
Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk
memilih kesempatan-kesempatan pemasaran.
Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap
respon pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan
anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen.
Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik
pemasarannya
14
2. Mengatur produk menjadi lebih baik.
3. Menemukan dan membandingkan kesempatan pasar,
4. Mengelompokkan budget yang dimiliki secara tepat.
5. Menciptakan daya tarik dibidang pemasaran.
6. Perusahaan akan berapada pada posisi yang lebih baik.
1.3.1 Tinjau Kembali Fitur Dan Manfaat Yang Cocok Dengan Target Pasar
15
Setelah kita mendapatkan kata kunci dari proposisi nilai produk di atas,
yaitu: Rp. 500.000,- per bulan, cepat, unlimited, sharing, sepakbola, maka kita
dapat membuat asumsi/hipotesis/dugaan tentang target pasar yang sesuai:
a. Pengguna internet: saat ini pengguna internet sudah sangat luas, namun
secara statistik remaja adalah pengguna internet tertinggi.
b. Rp. 500.000,- per bulan: katakanlah untuk berlangganan produk kita plus
biaya listrik, air, dan telepon, konsumen akan membutuhkan minimal Rp.
1.200.000,- dipotong dari penghasilan mereka. Dengan asumsi bahwa
tagihan tersebut akan mengambil porsi 25% dari penghasilan, maka
penghasilan minimum target pasar kita adalah Rp. 4.800.000,- per bulan.
c. Cepat, unlimited, sharing koneksi: Menggunakan fakta ini, akan terlihat
jelas bahwa target pasar yang sesuai adalah orang yang sudah berkeluarga.
Asumsi ini dibangun atas dasar karena orang yang single tidak akan
memiliki banyak waktu di rumah, yang membuat
fitur unlimited dan sharing menjadi tidak menarik di mata mereka.
d. Sepakbola: sepakbola adalah olahraga untuk semua kalangan, tetapi
biasanya laki-laki akan lebih menyukai sepakbola, sehingga target pasar
kita adalah laki-laki, atau setidaknya memiliki anak laki-laki remaja.
Dalam langkah ini hasil dari segmentasi akan menambah asumsi kita dalam
melakukan targeting, apabila kita melakukan pembagian segmen dengan lebih
rinci, maka asumsi yang dibangun akan semakin menarik untuk dianalisis.
16
Sama seperti bagian sebelumnya, langkah ini juga sangat subyektif dan bisa
diperdebatkan. Meskipun demikian bangunlah argumen yang logis, sistematis,
dan didukung dengan data. Misalkan dari data, urutan daerah yang paling sesuai
adalah: (1) Jakarta, (2) Surabaya, (3) Bandung, (4) Semarang, dan (5)
Surakarta/Solo.
Mari kita coba rangkum keputusan targeting kita dalam satu paragraf
singkat: “Kita akan fokus di kota Semarang, karena memiliki basis pengguna
internet, kelas menengah, penggemar bola, dan remaja laki-laki yang cukup besar,
yang menurut analisis kita adalah kelompok konsumen yang paling relevan.
Terlebih lagi, kompetisi di kota ini juga tidak sekeras Jakarta, Surabaya, dan
Bandung, sehingga akan memperbesar peluang kita untuk memasuki pasar dan
mengakuisisi pasar.”
17
SESI TANYA JAWAB
1. Niken (1810631020152)
Apakah ada Studi Kasusnya ?
Jawab :
Teh Javana merupakan teh siap minum dalam kemasan botol plastik 350 ml yang
diproduksi dari daun teh berkualitas ekspor. Dengan tagline ‘Cita Rasa Teh
Indonesia’, teh Javana menawarkan rasa teh khas Indonesia. Teh kualitas terbaik
yang dulu khusus dipersembahkan untuk jamuan minum teh para raja dan
diekspor ke seluruh dunia itu kini dapat dinikmati semua kalangan masyarakat
Indonesia. Inilah yang menghasilkan cita rasa khas teh Javana.
Sensasi terbaik minum teh adalah ketika kita mencium wangi pertama kali teh
itu diseduh. Teh Javana mengembalikan sensasi tersebut melalui teknologi Aroma
Recovery System. Ketika membuka botol Javana, aroma teh Javana ketika
pertama kali diseduh tetap akan terasa. Aroma Recovery System, memiliki 3 tahap
yaitu extraction system yaitu proses pengambilan rasa dan aroma, repository
system yaitu proses penyimpanan rasa dan aroma, dan infusing system, yaitu
proses mengembalikan kesegaran rasa dan aroma teh Javana.
18
lewat talkshow tentang Potensi Indonesia Mendunia, Komunitas iPhonesia lewat
workshop Smartphonegraphy, dan talkshow Comic Javana dengan Komunitas
re:ON Comic. Selain itu, Teh Javana juga massif melakukan pendekatan ke
mahasiswa lewat program roadshow workshop jurnalistik di delapan kampus di
Jakarta. Pada kesempatan itu, Teh Javana menantang mahasiswa untuk mengikuti
kompetisi karya tulsi dan foto, untuk kemudian hasilnya dipamerkan di acara
puncak “Gebyar Teh Javana Kebanggaanku” pada 11- 17 Mei 2015 di Grand
Indonesia, Jakarta.
Jawaban :
Segmentation
Segmentasi Geografis
Pada segmentasi geografis ini produk teh Javana terdapat di berbagai tempat di
Indonesia. Kita dapat menjumpai produk Teh Javana tidak hanya di perkotaan
tetapi juga di pinggiran kota bahkan produk Teh Javana sudah sampai di
pedasaan. Produk Teh Javana ini dapat dinikmati tidak hanya pada saat musim
kemarau namun juga pada saat musim penghujan. Jadi produk Teh Javana ini
selalu ada pada setiap musim. Dan cita rasanya yang khas disukai oleh smua
kalangan diseluruh penjuru Nusantara.
Segmentasi Demografis
Pada segmentasi demografis dapat berupa umur, jenis kelamin, keluarga,
pekerjaan, dan pendapatan. Produk Teh Javana dapat ditujukan untuk semua
kalangan, jenis kelamin, dan usia. Baik wanita maupun pria dapat mengkonsumsi
produk Teh Javana. Setiap kalangan usia juga dapat mengkonsumsi Teh Javana,
kecuali kalangan usia bayi. Produk Teh Javana memiliki harga yang terjangkau
19
sehingga setiap kelurga dapat mengkonsumsinya, baik yang berpenghasilan
menengah kebawah atau menengah keatas. Produk Teh Javana ini diproduksi
untuk mencakup semua kalangan dan dapat dikonsumsi oleh siapa saja.
Segmentasi Psikografis
Pada segmentasi psikografis produk teh javana yaitu segi lifestyle, target
audience-nya adalah masyarakat yang aktif, dinamis, dan memiliki mobilitas yang
tinggi dan membutuhkan kepraktisan dalam mengkonsumsi minuman yang baik.
Sasaran Pasar (Target Pasar)
Target pasar pada produk Teh Javana dapat kita lihat berdasarkan iklan
dan promosi dari produk tersebut. Dapat kita lihat bahwa untuk saat ini target
pasarnya cenderung kepada mahasiswa yang aktif dan dinamis. Hal ini dapat
terlihat dari gerakan kampanye Mana Indonesiamu yang dilakukan disaat
launching hingga sekarang telah mendapatkan respon positif. Kampanye
“ManaIndonesiamu” adalah gerakan untuk mengajak masyarakat untuk
mengumpulkan cerita, tulisan, quote, foto, video dan segala bentuk ungkapan
positif lainnya mengenai potensi Indonesia yang tanpa disadari telah diakui dunia
Internasional selama ini.
Selain itu iklan Teh Javana lebih menekankan pada kekayaan alam
Indonesia dalam hal ini yang disoroti adalah hasil perkebunan teh sehingga
banyak menonjolkan bahwa produk tersebut diperuntukkan kepada masyarakat
penikmat teh dalam negeri sehingga menumbuhkan rasa bangga pada negeri
sendiri. Dari segi lifestyle, target audience-nya adalah masyarakat yang aktif,
dinamis, dan memiliki mobilitas yang tinggi dan membutuhkan kepraktisan dalam
mengkonsumsi minuman kemasan dengan kualitas terb
20
21
Jawab :
Wifi Portable, harus melakukan strategi pemasaran yang lebih baik
Seperti
1. Kenali pasar atau pelanggan agar mereka tau kepada siapa produk mereka
akan di jual dan meminimalkan biaya pemasaran, dengan mengenali pasar
sebuah produk dapat memfokuskan ke arah mana produk mereka akan
dipasarkan, untuk wifi Portable biasa digunakan oleh orang-orang yang
memilik hp lebih dari 1 sperti para pekerja kantor, dan banyak juga pada
usia remaja, oleh karena itu mereka harus menitik beratkan promosi ke
sekola-sekola dan kantor untuk memperkenalkan produk mereka
2. Gencar promosi, agar produk dapat di ketahui oleh pasar yang lebih luas
bagian pemasaran harus gencar melakukan promosi dan membuat promosi
tersebut terkesan menarik dan dapat mudah di terima oleh masyarkata,
karena sekarang jalannya sosial media akan lebih bagus jika wifi portbale
menarget para selebgram untuk promosi produk mereka
3. Pemilihan tempat pemasaran yang baik, diharapkan kedepannya wifi
portable dapat tersedia disetiap pasar sperti mall konter-konter besar dan
pasa-pasar, dengan melihat peluang pasar seperti dekat dengan sekola
univesrsitas dan kantor dapat menjadi tempat pemasaran terbaik wifi
portable dan di setiap toko diharapkan tersedia Spg untuk menjelaskna
kelebihan produk tersebut
4. Menjalin hubungan yang baik dengan pembeli tentu saja sangat
dibutuhkan, seperti bersikap ramah sering mengdakan caseback kepada
pembeli dapat membuat pembeli betah terhadap prduk kita, Curtumer
server juga sangat di perlukan, agar setiap keluahan terhadap produk dapat
di ketahui oleh perusahaan untuk kedepannya meningkatkan kualitas
produk.
5. Di samping itu semua lebih baik jika wifi portable terus melakukan
inovasi terhadap prdouk mereka, seperti penambahan kekuatan jaringan
dan lebih baik sistem yang dapat terhubung dengan aplikasi mereka.
kekuatan jaringan sangat di butuhkan pada saat ini apabila produk tersebut
tidak menambahkan kekuatan jaringan mereka kemungkinan besar produk
tersebut akan ditinggalan kan oleh pengguna.
21
22
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Pemasaran sasaran menghendaki tiga langkah utama. Pertama, Analisa
Konsumen yaitu Analisis konsumen merupakan dasar dari managemen
pemasaran, Perilaku konsumen pada dasarnya merupakan tindakan/perilaku,
termasuk didalamnya aspek-aspek yang mempengaruhi tindakan itu, yang
berhubungan dengan usaha untuk mendapatkan produk (barang dan jasa) guna
memenuhi kebutuhannya. Kedua sasaran segmentasi pasar yaitu tindakan
membagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang mungkin memerlukan
produk / bauran pemasaran berbeda. Ketiga, menetapkan pasar sasaran yaitu
tindakan mengevaluasi dan menyeleksi satu atau lebih segmen pasar yang hendak
dimasuki.
22
23
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
tentang-target-pasar/
23