0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan23 halaman

Pengertian Analisis Pelanggan

Makalah ini membahas analisis pelanggan, segmentasi, dan penetapan sasaran pasar sebagai bagian dari strategi pemasaran. Analisis pelanggan mencakup survei kepuasan pelanggan, informasi pelanggan, profil pelanggan, dan strategi segmentasi pasar. Segmentasi pasar membantu perusahaan menyesuaikan produk dan layanan dengan kebutuhan pelanggan tertentu. Keputusan penetapan sasaran pasar didasarkan pada keuntungan dan manfaat segmentasi tertentu bagi perusaha

Diunggah oleh

Agus Sopiyan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan23 halaman

Pengertian Analisis Pelanggan

Makalah ini membahas analisis pelanggan, segmentasi, dan penetapan sasaran pasar sebagai bagian dari strategi pemasaran. Analisis pelanggan mencakup survei kepuasan pelanggan, informasi pelanggan, profil pelanggan, dan strategi segmentasi pasar. Segmentasi pasar membantu perusahaan menyesuaikan produk dan layanan dengan kebutuhan pelanggan tertentu. Keputusan penetapan sasaran pasar didasarkan pada keuntungan dan manfaat segmentasi tertentu bagi perusaha

Diunggah oleh

Agus Sopiyan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

COSTUMER ANALYSIS, SEGMENTATION, AND TARGETTING

STRATEGIC MARKETING

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Strategic Marketing
dengan Dosen Pengampu Reminta Lumban Batu, [Link]., M.M.

Disusun oleh:

Putri Amelia Dewi 1810631020281


Aina Farhani 1810631020255
Megawati Dewi Yunitasari 1810631020312
Wina Almayanti 1810631020304

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


MANAJEMEN
2020
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
Jl. [Link] Waluyo, Puseurjaya, Kec. Telukjambe Tim., Kabupaten Karawang, Jawa
Barat 41361

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehdirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
Costumer Analysis, Segmentation, and Targetting ini tepat waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah Strategic Marketing. Untuk menambah wawasan tentang bagaimana
menganalisa costumer, penempatan strategi, dan target pasar yang lebih efektif
bagi para pembaca dan juga penulis.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Reminta Lumban Batu,


[Link]., [Link] dosen Mata Kuliah Strategic Marketing yang telah
memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan
sesuai dengan bidang studo yang kami tekuni.

Kami menyadari bahwasannya makalah yang kami tulis ini masih jauh
dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami
nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Karawang, 1 Maret 2020

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................2
DAFTAR ISI......................................................................................................................3
BAB I MATERI.................................................................................................................4
1.1. COSTUMER ANALYSIS......................................................................................................4
1.1.1. SURVEY KEPUASAN PELANGGAN............................................................................4
1.1.2. INFORMASI PELANGGAN............................................................................................5
1.1.3. PROFIL PELANGGAN/KONSUMEN.............................................................................6
1.1.4. STRATEGI PEMASARAN...............................................................................................7
1.1.5. STRATEGI SEGMENTASI PASAR.............................................................9
1.2. SEGMENTASI......................................................................................................................11
1.2.1. Jenis-jenis Segmentasi Pasar....................................................................11
1.2.2. Prosedur Segmentasi Pasar.......................................................................13
1.2.3. Maanfaat Segmentasi Pasar......................................................................13
1.2.4. Keuntungan Segmentasi Pasar..................................................................14
1.3. KEPUTUSAN PENARGETAN...........................................................................................14
BAB II STUDI KASUS...................................................................................................18
2.1. PENJELASAN STUDI KASUS.............................................................................................18
2.1 Pertanyaan dan Jawaban Studi Kasus.....................................................................................19
BAB III KESIMPULAN..................................................................................................21
3.1. KESIMPULAN.............................................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................23

3
BAB I MATERI

1.1. COSTUMER ANALYSIS

Pemasaran tidak akan berjalan efektif tanpa memahami costumer kita dengan
baik. Semakin baik pemahaman kita terhadap costumer maka akan semakin
mudah pula untuk kita memenuhi dan mengetahui kebutuhan-kebutuhan apa saja
yang diinginkan costumer. Kenali siapa costumer kita, darimana mereka
mengetahui produk kita, dan apa saja yang disukai dan tidak disukai costumer
terhadap produk kita. Secara umum menurut Kotler, untuk mengenal costumer
kita dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan 5W + 1H yaitu :

1. Who (who buys and uses the product), include heavy users
2. What costumer buy and how they use it
3. Where costumer buy
4. When costumer buy
5. Why costumer choose
6. How costumer choose or uses your product

Pada prinsipnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tergantung pada


informasi apa saja yang ingin kita dapatkan. Menurut fred R David analisis
costumer mencakup pada survey kepuasan pelanggan, informasi pelanggan, profil
pelanggan, strategi pemasaran, dan strategi segmentasi pasar.

1.1.1. SURVEY KEPUASAN PELANGGAN


Kepuasan pelanggan merupakan harapan bagi setiap perusahaan untuk
terus mengembangkan produknya. Karena kepuasan ini tentu akan
berdampak baik pada peningkatan penjualan dan laba perusahaan. Jika
pelanggan merasa puas diharapkan dapat melakukan perulangan transaksi
dan membawa cerita positif bagi produk, atau bahkan

4
merekomendasikan produk kepada kerabatnya. Sebaliknya, pelanggan
yang tidak puas merupakan awal masalah bagi sebuah perusahaan. Karena
pelanggan yang tidak puas kemungkinan besarnya tidak akan kembali
melakukan transaksi apalagi merekomendasikan produk. Oleh karena itu
perusahaan perlu mengukur atau mengetahui sejauh mana pelanggan puas
terhadap produknya dengan melakukan beberapa survey alternatif :
 Wawancara langsung (face to face), ini bisa dilakukan saat
costumer sedang berbelanja atau berkunjung ditoko kita.
 Wawancara melalui telepon
 Email/web survey

1.1.2. INFORMASI PELANGGAN


Informasi mempunyai manfaat dan peranan yang penting khususnya dalam
dunia usaha. Dengan tersedianya informasi tersebut dapat menjadi bahan
masukan atau pertimbangan para pemilik usaha dalam pengambilan keputusan
secara efektif dan efisien. Sehingga bisa dikatakan bahwa informasi
merupakan sebuah hal yang bermanfaat untuk para pengambil keputusan
dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Dalam dunia usaha terkadang pelanggan memberikan informasi kepada
pemilik usaha yang berupa saran atau kritik, saran dan kritik ini pada
umumnya banyak ditanggapi secara positif oleh para pemilik usaha dalam
melakukan koreksi/perbaikan. Namun tidak dapat dipungkiri banyak juga
pemilik usaha yang menanggapinya dengan negatif. Padahal dengan
memnafaatkan informasi dari pelanggan ini para pemilik usaha dapat
melakukan perubahan atau perbaikan ke arah yang lebih baik. Ada beberapa
informasi yang bisa didapat pemilik usaha dari pelanggan seperti :
 Informasi Produk Pesaing
 Informasi Inovasi Produk
 Informasi Pesaingan Bisnis
 Informasi Ketenaga Kerjaan

5
 Informasi Pemasaran/Penjualan Produk

Dari informasi pelanggan para pemilik usaha dapat melakukan beberapa


hal seperti :

 Menetapkan strategi
 Memilih dan membuat produk dengan cepat dan lebih murah
 Membuat produk yang sesuai dengan segmentasi
 Membuat inovasi, membuat desain produk baru atau kombinasi

1.1.3. PROFIL PELANGGAN/KONSUMEN

Profil membantu pembisnis untuk mengetahui lebih banyak tentang


konsumen mereka, siapa mereka, apa yang mereka beli, dan dimana mereka
membelinya. Dengan pemahaman ini perusahaan dapat merancang bauran
pemasaran yang tepat. Profil pelanggan juga akan memberikan gambaran tentang
kebutuhan, keinginan, dan juga perhatian mereka tentang produk atau layanan
perusahaan.

Bisnis harus membuat profil untuk mengidentifikasi dan mengukur


kebiasaan dan karakteristik konsumen dipasar sasaran. Sebagian besar strategi
pemasaran gagal karena mereka tidak fokus pada siapapun dan mencoba menarik
semua orang. Akibatnya perusahaan menjual produk yang tidak dibutuhkan
pelanggan.

Pengetahuan profil adalah dasar dalam segmentasi pasar. Dengan


segmentasi yang tepat, bisnis dapat mencocokkan produk dan layanan mereka
dengan kebutuhan konsumen, sehingga mendukung keberhasilan strategi
pemasaran.

6
Berikut adalah contoh Profil Diagram Pelanggan/Konsumen:

1.1.4. STRATEGI PEMASARAN

Menurut Philip Kotler, “strategi pemasaran adalah pola pikir pemasaran


yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pemasarannya. Strategi pemasaran
berisi strategi spesifik untuk pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran,
dan besarnya pengeluaran pemasaran”

Dalam strategi pemasaran produk kepada konsumen peran sales sangatlah


penting. Sales bisa dikatakan sebagai ujung tombak perusahaan untuk meraih
kesuksesan produknya. Sebab tanpa adanya sales sebuah perusahan akan kesulitan

7
untuk memasarkan produknya secara langsung kepada konsumen, dan produknya
akan sulit dikenali banyak orang.

Setiap perusahaan memiliki karakterisitknya masing-masing. Untuk itu


dalam menerapkan strategi pada setiap perusahaan pastilah berbeda-beda. Ada
perusahaan yang cocok dengan strategi A namun bagi perusahaan lain tidak.
Untuk itu ada beberapa strategi yang bisa dilakukan perusahaan untuk pemasaran
produknya :

 Kenali pasar atau pelanggan kita ( Research Market )


Research market adalah hal terpenting yang harus dilakukan
pertama kali. Karena pasarlah yang menggunakan produk kita.
Jika perusahaan tidak bisa mengenali pasar yang akan dikuasai
maka bisa dikatakan perusahaan itu telah gagal sejak awal.
Salah satu cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk mengenal
pasar yaitu dengan meneliti terlebih dahulu siapa atau kalangan
mana yang kemungkinan besar akan menggunakan produknya.
Contohnya : Perusahaan yang bergerak dibidang kosmetik. Untuk
itu perusahaan bisa memulai dengan cara membidik pasar yang
sesuai dengan produknya. seperti remaja perempuan yang berusia
antara 14-20 tahun. Dengan begitu pasar yang dikuasai akan
semakin kecil. Sebab semakin kecil pasar yang dibidik, maka akan
semakin besar pula peluang perusahaan untuk sukses dipasar
tersebut. Selain itu perusahaan bisa lebih detail dalam
mengeluarkan produk dan bisa memberikan pelayanan yang ekstra
kepada konsumennya.
 Gencar Promosi
Untuk melakukan promosi, perusahaan harus bisa membuat ide
sekreatif dan inovatif mungkin untuk memikat daya tarik
konsumennya. Ini harus dilakukan secara terus menerus dan
konsisten agar pasar dapat mengingat produk dengan baik.

8
Promosi bisa dilakukan dengan cara membagikan brosur kepada
orang-orang disekitar atau menyebarkan produk diakun Social
media untuk menarik konsumen. Biasanya cara “mouth to mouth”
atau mulut ke mulut adalah cara promosi yang biasa dilakukan.
 Memilih Tempat Usaha yang Strategis
Dalam memilih tempat usaha yang strategis juga berpengaruh
kepada proses pemasaran produk, misalkan jika perusahaan yang
bergerak dibidang kosmetik ingin membuka gerai atau toko carilah
tempat yang mudah dijangkau oleh konsumen yang menggunakan
produk kosmetik yaitu remaja perempuan. Membuka gerai dimall
bisa dijadikan tempat yang strategis, sebab pada umumnya orang
yang datang atau berbelanja dimall kebanyakan adalah perempuan
yang umurnya bisa berkisar 14 – 20 tahun.
 Menjalin Hubungan Yang Baik dengan Konsumen
Menjaga hubungan yang baik dengan konsumen sangatlah penting
sebab dapat menarik konsumen untuk datang kembali pembeli
produk atau melakukan pengulangan transaksi. Tanggapi
feedback-feedback yang mereka berikan dan dengar masukan-
masukannya. Perusahaan bisa meminta testimoni-testimoni
tentang produknya kepada konsumen dengan cara memberikan
reward diskon kepada mereka. Dengan begitu konsumen akan
sangat merasa dihargai. Ini akan menjadikan citra perusahaan akan
sangat baik dimata konsumen.

1.1.5. STRATEGI SEGMENTASI PASAR


Melakukan segmentasi pasar (marketing segmentation) adalah salah satu
strategi pemasaran yang dilakukan dengan cara mengelompokkan pasar menjadi
segmen-segmen tertentu untuk dijadikan target pemasaran. Dengan
pengelompokkan ini diharapkan kegiatan pemasaran dapat berjalan secara efektif
dan efisien.

9
Sedangkan menurut Kotler, segmentasi pasar adalah suatu proses untuk
membagi pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang lebih homogeny,
dimana tiap kelompok konsumen dapat dipilih sebagai target pasar untuk dicapai
perusahaan melalu strategi bauran pemasarannya.
Bagi perusahaan melakukan segmentasi memiliki tujuan untuk
mengelompokkan individu-individu yang memiliki kebutuhan,kegiatan, serta
respon yang sama terhadap produk ataupun layanan yang ditawarkan perusahaan.
Selain itu, dengan melakukan segmentasi pasar perusahaan juga dapat
merangsang pelanggan potensial agar bisa menjadi konsumen yang loyal terhadap
produk yang ditawarkan. Dengan mengetahui secara pasti para pelanggan loyal
dan spesifik inilah pihak perusahaan dapat mengoptimalkan kegiatan pemasaran
dan pelayanannya.
Syarat yang bisa dijadikan sebagai acuan agar proses segmentasi pasar
dapat berjalan efektif. Menurut Kotler, Bowen, dan Makens, beberapa syarat
tersebut diantaranya adalah :
1. Measurable (dapat diukur)
Artinya segmen pasar yang dituju dapat diukur, baik jumlahnya
maupun ciri dan sifatnya. Semakin akurat ukuran yang digunakan
maka akan semakin mudah kegiatan pemasaran yang dilakukan
perusahaan.
2. Accessible (dapat dijangkau)
Segmen pasar dapat dicapai/akses sehingga perusahaan dapat dengan
mudah mengarahkan usaha pemasarannya pada segmen tersebut.
Kemudahan akses ini bisa berupa jarak tempuh yang dekat,kemudahan
transportasi, luas wilayah yang dijadikan target dan lain-lain.
3. Substantiable (cukup besar)
Yaitu segmen pasar yang dituju harus cukup besar, karena dengan
segmen pasar yang besar maka perusahaan akan memiliki peluang
yang lebih besar dan dapat memberi keuntungan lebih besar.
4. Diferentiabel (dapat dibedakan)

10
Segmen pasar secara jelas dapat dibedakan dengan segmen lainnya.
Menentukan perbedaan ini bisa dari jenis kelamin, status perkawinan,
latar belakang pendidikan dan lainnya.

5. Actionable (dapat dilaksanakan)


Yaitu semua program pemasaran dan pelayanan perusahaan dapat
dilaksanakan pada segmen pasar yang dituju.
6. Profitable (dapat memberi keuntungan)
Yaitu bahwa segmen pasar yang dituju dapat memberikan keuntungan
secara finansial buat perusahaan, baik secara langsung maupun tidak
langsung.

1.2. SEGMENTASI

Segmentasi adalah membagi konsumen/pasar ke dalam kelompok-


kelompok (segmen) yang seragam. Seorang pemasar harus melakukan segmentasi
pada fase strategi, karena segmentasi akan membantu mengalokasikan sumber
daya dengan lebih efisien. Telah kita bahas sebelumnya dalam artikel niche
market, bahwa kita tidak dapat membuat produk yang disukai oleh semua
kalangan. Artinya, segmentasi akan membantu kita untuk fokus hanya pada
kelompok konsumen yang relevan, dan menghindari menghabiskan waktu dan
tenaga pada kelompok konsumen yang tidak relevan.

1.2.1. Jenis-jenis Segmentasi Pasar


 Segmentasi Pasar Berdasarkan Geografi
Pemasar dapat melakukan segmentasi pasar berdasarkan kriteria geografi,
seperti: negara, pulau, provinsi, kabupaten, kota, atau kode pos. Segmentasi ini
dapat digunakan untuk membidik produk yang hanya cocok di wilayah geografi
tertentu seperti traktor, peralatan menyelam, dll. Segmentasi ini juga penting
dalam menentukan lingkup area bisnis kita, apakah lokal atau nasional.
Kemudian, hal ini akan mempengaruhi saluran iklan yang akan digunakan.
Misalnya, kita memilih fokus pada kota tertentu, berarti saluran iklan nantinya

11
tidak perlu skala nasional, tetapi cukup pada skala kota, seperti: spanduk, radio
lokal, televisi lokal, dll.

 Segmentasi Pasar Berdasarkan Demografi


Segmentasi pasar ini menggunakan kriteria demografi, antara lain: tingkat
penghasilan, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dll.
Segmentasi ini cocok digunakan untuk produk tertentu yang memberikan nilai
pada karakteristik yang spesifik. Misalnya, apabila kita ingin menjual kosmetik,
maka kita akan menggunakan segmentasi tingkat penghasilan, umur, dan jenis
kelamin. Kita dapat melanjutkan segmentasi dengan kriteria jenis pekerjaan
apabila memang produk kita sangat spesifik untuk pekerjaan tertentu, seperti
kosmetik ibu rumah tangga, atau kosmetik wanita karir.

 Segmentasi Pasar Berdasarkan Perilaku (Behavior)


Segmentasi perilaku membagi konsumen ke dalam kelompok menurut
pengetahuan, tingkat penggunaan (berapa banyak, berapa sering), sikap terhadap
produk, sensitivitas harga, kebiasaan, atau hobi. Banyak pemasar beranggapan
bahwa segmentasi pasar ini adalah titik awal terbaik untuk membuat segmen
pasar [1] Misalnya seseorang adalah seorang pemasar penyedia internet (ISP), ia
dapat melakukan segmentasi berdasarkan tingkat penggunaan internet, apakah
kelas berat, kelas menengah, atau kelas bulu, sehingga ia bisa fokus pada segmen
yang paling relevan dengan produk internetnya.

 Segmentasi Pasar Berdasarkan Psikografik (Psychographic)


Segmentasi ini sering disebut dengan segmentasi gaya hidup (lifestyle) yang
membagi konsumen berdasarkan cara berpikir, termasuk gengsi. Psikografik
sangat penting untuk segmentasi, karena psikografik mengidentifikasi aktivitas
dan membidik gaya hidup dari subjek, atau image yang ingin dicoba diciptakan.
Media massa mempunyai pengaruh yang paling mendominasi dan paling
mempengaruhi segmentasi psikografik. Produk gaya hidup berhubungan dengan

12
produk yang memiliki keterlibatan yang tinggi, produk khusus, dan produk
mewah.

Dengan segmentasi pasar, pemasar akan lebih mudah dalam mendapatkan


gambaran tentang kelompok yang cocok dengan produk sang pemasar. Dalam
segmentasi pasar kita membahas bagaimana cara mengelompokkan konsumen,
selanjutnya dalam targeting kita akan membahas bagaimana cara mengerucutkan
audiens (konsumen) dan memilih kelompok yang paling tepat.

1.2.2. Prosedur Segmentasi Pasar


Ada 3 langkah dalam mengidentifikasi segmen pasar: Survey, analisis, dan

pembentukan profil :

1 Tahap Survey.
Pada tahap ini periset harus melakukan wawancara untuk mencari
penjelasan dan membentuk kelompok focus untuk mendapatkan pemahaman
atas motivasi, sikap dan perilaku konsumen. Selanjutnya periset menyiapkan
kuesioner dalam rangka untuk mengumpulkan data mengenai atribut yang
dibutuhkan.
2 Tahap Analisis.
Periset menerapkan analisis factor terhadaap data untuk membuang
variable-variabel yang berkorelasi tinggi, kemudian periset menerapkan
analisis kelompok untuk menghasilkan jumlah segmen yang berbeda-beda
secara maksimum.
3 Tahap Pembentukan.
Masing-masing kelompok dibentuk berdasarkan perbedaan sikap, perilaku,
demografis, psikologis, psikografis, dan pola media. Masing-masing segmen
dapat diberi nama berdasarkan sifat-sifat dominan yang ada pada kelompok
tersebut.

13
1.2.3. Maanfaat Segmentasi Pasar
 Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk
memilih kesempatan-kesempatan pemasaran.
 Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap
respon pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan
anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen.
 Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik
pemasarannya

1.2.4. Keuntungan Segmentasi Pasar


 Peng”Kotakan “dari segmen pasar
 Sebagai dasar untuk strategi pemasaran
 Membantu menghadapi perubahan permintaan pasar
 Untuk menilai kekuatan dan kelemahan pesaing
 Memudahkan alokasi kegiatan pemasaran

1.3. KEPUTUSAN PENARGETAN

Walaupun tujuan dari pemasaran adalah mendapatkan konsumen


sebanyak-banyaknya, akan tetapi kita harus sadar bahwa perusahaan memiliki
anggaran yang terbatas untuk pemasaran. Oleh karena itu sangat penting untuk
dapat memilih target pasar (targeting), sehingga anggaran pemasaran dapat
digunakan dengan efektif dan efisien untuk mendapatkan tingkat konversi yang
lebih tinggi. Target pasar adalah suatu kelompok konsumen yang menjadi sasaran
perusahaan utnuk menjual suatu produk, dengan mengelompokan konsumen
kedalam beberapa kelompok tentu saja hal itu dapat memudahkan perusahaan
untuk menjual produk mereka, dengan menetapkan konsumen kedalam beberapa
kelompok diharakan perusahaan dapat memaksimalkan biaya dalam pemasaran
sebuah produk.  Berikut adalah beberapa manfaat dalam penentuan target pasar:

1. Menempatkan gagasan pemasaran dengan lebih jelas.

14
2. Mengatur produk menjadi lebih baik.
3. Menemukan dan membandingkan kesempatan pasar,
4. Mengelompokkan budget yang dimiliki secara tepat.
5. Menciptakan daya tarik dibidang pemasaran.
6. Perusahaan akan berapada pada posisi yang lebih baik.

Targeting adalah proses untuk mengerucutkan audiens lalu kemudian


memilih kelompok audiens (target pasar) yang paling sesuai dengan fitur dan
manfaat (proposisi nilai) dari produk kita. Berikut ini adalah langkah-langkah
dalam melakukan targeting:

1.3.1 Tinjau Kembali Fitur Dan Manfaat Yang Cocok Dengan Target Pasar

Setelah melakukan segmentasi pasar, kita akan mendapatkan berbagai


kelompok konsumen yang dapat dianalisis. Misalnya kita ingin menjual paket
internet dan televisi kabel dengan biaya berlangganan Rp. 500.000,- per bulan,
mari kita lihat fitur dan manfaatnya:

a. Koneksi cepat 2 Mbps unlimited.


b. Dapat sharing koneksi via wifi ke 8 device (perangkat gratis selama
berlangganan).
c. 100+ saluran lokal dan premium yang dapat digunakan untuk menonton
liga Inggris, Spanyol, dan Italia.
d. Fitur replay atau rekam acara untuk diputar ulang.
Setelah kita mendaftar kembali fitur dan manfaat dari produk kita,
berikutnya tulis kata kunci dari daftar tersebut. Ingat
bahwa marketing bukanlah rocket science, sehingga asumsi tiap orang mungkin
akan berbeda. Menurut penulis, kata kunci dari proposisi nilai produk ini adalah:
Rp. 500.000,- per bulan, cepat, unlimited, sharing, sepakbola.

1.3.2 Buat Hipotesis Dasar Tentang Target Pasar Yang Cocok

15
Setelah kita mendapatkan kata kunci dari proposisi nilai produk di atas,
yaitu: Rp. 500.000,- per bulan, cepat, unlimited, sharing, sepakbola, maka kita
dapat membuat asumsi/hipotesis/dugaan tentang target pasar yang sesuai:

a. Pengguna internet: saat ini pengguna internet sudah sangat luas, namun
secara statistik remaja adalah pengguna internet tertinggi.
b. Rp. 500.000,- per bulan: katakanlah untuk berlangganan produk kita plus
biaya listrik, air, dan telepon, konsumen akan membutuhkan minimal Rp.
1.200.000,- dipotong dari penghasilan mereka. Dengan asumsi bahwa
tagihan tersebut akan mengambil porsi 25% dari penghasilan, maka
penghasilan minimum target pasar kita adalah Rp. 4.800.000,- per bulan.
c. Cepat, unlimited, sharing koneksi: Menggunakan fakta ini, akan terlihat
jelas bahwa target pasar yang sesuai adalah orang yang sudah berkeluarga.
Asumsi ini dibangun atas dasar karena orang yang single tidak akan
memiliki banyak waktu di rumah, yang membuat
fitur unlimited dan sharing menjadi tidak menarik di mata mereka.
d. Sepakbola: sepakbola adalah olahraga untuk semua kalangan, tetapi
biasanya laki-laki akan lebih menyukai sepakbola, sehingga target pasar
kita adalah laki-laki, atau setidaknya memiliki anak laki-laki remaja.
Dalam langkah ini hasil dari segmentasi akan menambah asumsi kita dalam
melakukan targeting, apabila kita melakukan pembagian segmen dengan lebih
rinci, maka asumsi yang dibangun akan semakin menarik untuk dianalisis.

1.3.3 Gunakan Data Statistik Sebagai Pertimbangan Melakukan Targeting


Lihat data (apabila bisa diperoleh), kemudian carilah mana daerah yang :

a. Memiliki pengguna internet paling besar


b. Memiliki penghasilan di atas Rp. 4.800.000,- per bulan
c. Memiliki basis penggemar sepakbola yang paling besar
d. Memiliki penduduk laki-laki usia 13-22 tahun yang paling besar

16
Sama seperti bagian sebelumnya, langkah ini juga sangat subyektif dan bisa
diperdebatkan. Meskipun demikian bangunlah argumen yang logis, sistematis,
dan didukung dengan data. Misalkan dari data, urutan daerah yang paling sesuai
adalah: (1) Jakarta, (2) Surabaya, (3) Bandung, (4) Semarang, dan (5)
Surakarta/Solo.

1.3.4 Kombinasikan Ukuran Pasar dan Kemungkinan Sukses


Ingat bahwa “ada gula ada semut,” biasanya tempat yang paling sesuai
memiliki kompetisi yang paling ketat. Kita harus bisa mengkombinasikan ukuran
pasar dan probabilitas kesuksesan untuk memilih target pasar yang tepat. Kota
Jakarta, Surabaya, dan Bandung mungkin sudah sulit apabila kita adalah ISP yang
belum kuat, oleh karena itu mungkin keputusan memilih kota Semarang atau
Surakarta/Solo akan lebih masuk di akal dalam kasus ini.

Mari kita coba rangkum keputusan targeting kita dalam satu paragraf
singkat: “Kita akan fokus di kota Semarang, karena memiliki basis pengguna
internet, kelas menengah, penggemar bola, dan remaja laki-laki yang cukup besar,
yang menurut analisis kita adalah kelompok konsumen yang paling relevan.
Terlebih lagi, kompetisi di kota ini juga tidak sekeras Jakarta, Surabaya, dan
Bandung, sehingga akan memperbesar peluang kita untuk memasuki pasar dan
mengakuisisi pasar.”

17
SESI TANYA JAWAB

1. Niken (1810631020152)
Apakah ada Studi Kasusnya ?

Jawab :
Teh Javana merupakan teh siap minum dalam kemasan botol plastik 350 ml yang
diproduksi dari daun teh berkualitas ekspor. Dengan tagline ‘Cita Rasa Teh
Indonesia’, teh Javana menawarkan rasa teh khas Indonesia. Teh kualitas terbaik
yang dulu khusus dipersembahkan untuk jamuan minum teh para raja dan
diekspor ke seluruh dunia itu kini dapat dinikmati semua kalangan masyarakat
Indonesia. Inilah yang menghasilkan cita rasa khas teh Javana.

Sensasi terbaik minum teh adalah ketika kita mencium wangi pertama kali teh
itu diseduh. Teh Javana mengembalikan sensasi tersebut melalui teknologi Aroma
Recovery System. Ketika membuka botol Javana, aroma teh Javana ketika
pertama kali diseduh tetap akan terasa. Aroma Recovery System, memiliki 3 tahap
yaitu extraction system yaitu proses pengambilan rasa dan aroma, repository
system yaitu proses penyimpanan rasa dan aroma, dan infusing system, yaitu
proses mengembalikan kesegaran rasa dan aroma teh Javana.

Menyasar seluruh segmen dengan segala usia—seperti segmen youth,


profesional muda, dan keluarga—Teh Javana memilih melakukan pendekatan
awal kepada segmen youth. Untuk itu, Teh Javana menggelar program bertajuk
“Gebyar Teh Javana Kebanggaanku”. Pada rangakaian kegiatan itu, Teh Javana
menggandeng sejumlah komunitas. Di antarnya, Komunitas Historia Indonesia

18
lewat talkshow tentang Potensi Indonesia Mendunia, Komunitas iPhonesia lewat
workshop Smartphonegraphy, dan talkshow Comic Javana dengan Komunitas
re:ON Comic. Selain itu, Teh Javana juga massif melakukan pendekatan ke
mahasiswa lewat program roadshow workshop jurnalistik di delapan kampus di
Jakarta. Pada kesempatan itu, Teh Javana menantang mahasiswa untuk mengikuti
kompetisi karya tulsi dan foto, untuk kemudian hasilnya dipamerkan di acara
puncak “Gebyar Teh Javana Kebanggaanku” pada 11- 17 Mei 2015 di Grand
Indonesia, Jakarta.

Pertanyaan dan Jawaban Studi Kasus


Pertanyaan :

Apa yang dilakukan Perusahaan Teh javana untuk mempertahankan


pelanggan beserta produknya di pasaran dalam segi Segmentation dan Targeting
Decisions?

Jawaban :
Segmentation
 Segmentasi Geografis
Pada segmentasi geografis ini produk teh Javana terdapat di berbagai tempat di
Indonesia. Kita dapat menjumpai produk Teh Javana tidak hanya di perkotaan
tetapi juga di pinggiran kota bahkan produk Teh Javana sudah sampai di
pedasaan. Produk Teh Javana ini dapat dinikmati tidak hanya pada saat musim
kemarau namun juga pada saat musim penghujan. Jadi produk Teh Javana ini
selalu ada pada setiap musim. Dan cita rasanya yang khas disukai oleh smua
kalangan diseluruh penjuru Nusantara.

 Segmentasi Demografis
Pada segmentasi demografis dapat berupa umur, jenis kelamin, keluarga,
pekerjaan, dan pendapatan. Produk Teh Javana dapat ditujukan untuk semua
kalangan, jenis kelamin, dan usia. Baik wanita maupun pria dapat mengkonsumsi
produk Teh Javana. Setiap kalangan usia juga dapat mengkonsumsi Teh Javana,
kecuali kalangan usia bayi. Produk Teh Javana memiliki harga yang terjangkau

19
sehingga setiap kelurga dapat mengkonsumsinya, baik yang berpenghasilan
menengah kebawah atau menengah keatas. Produk Teh Javana ini diproduksi
untuk mencakup semua kalangan dan dapat dikonsumsi oleh siapa saja.

 Segmentasi Psikografis
Pada segmentasi psikografis produk teh javana yaitu segi lifestyle, target
audience-nya adalah masyarakat yang aktif, dinamis, dan memiliki mobilitas yang
tinggi dan membutuhkan kepraktisan dalam mengkonsumsi minuman yang baik.
Sasaran Pasar (Target Pasar)
Target pasar pada produk Teh Javana dapat kita lihat berdasarkan iklan
dan promosi dari produk tersebut. Dapat kita lihat bahwa untuk saat ini target
pasarnya cenderung kepada mahasiswa yang aktif dan dinamis. Hal ini dapat
terlihat dari gerakan kampanye Mana Indonesiamu yang dilakukan disaat
launching hingga sekarang telah mendapatkan respon positif. Kampanye
“ManaIndonesiamu” adalah gerakan untuk mengajak masyarakat untuk
mengumpulkan cerita, tulisan, quote, foto, video dan segala bentuk ungkapan
positif lainnya mengenai potensi Indonesia yang tanpa disadari telah diakui dunia
Internasional selama ini.
Selain itu iklan Teh Javana lebih menekankan pada kekayaan alam
Indonesia dalam hal ini yang disoroti adalah hasil perkebunan teh sehingga
banyak menonjolkan bahwa produk tersebut diperuntukkan kepada masyarakat
penikmat teh dalam negeri sehingga menumbuhkan rasa bangga pada negeri
sendiri. Dari segi lifestyle, target audience-nya adalah masyarakat yang aktif,
dinamis, dan memiliki mobilitas yang tinggi dan membutuhkan kepraktisan dalam
mengkonsumsi minuman kemasan dengan kualitas terb

20
21

Syifa Milia Kerin (1810631020291)


Bagaimana cara agar wifi portable bisa kembali dikenal oleh masyarakat,
karna pada saat ini wifi portable kurang diminati, hanya diminati pada
saat awal kemunculan?

Jawab :
Wifi Portable, harus melakukan strategi pemasaran yang lebih baik
Seperti
1. Kenali pasar atau pelanggan agar mereka tau kepada siapa produk mereka
akan di jual dan meminimalkan biaya pemasaran, dengan mengenali pasar
sebuah produk dapat memfokuskan ke arah mana produk mereka akan
dipasarkan, untuk wifi Portable biasa digunakan oleh orang-orang yang
memilik hp lebih dari 1 sperti para pekerja kantor, dan banyak juga pada
usia remaja, oleh karena itu mereka harus menitik beratkan promosi ke
sekola-sekola dan kantor untuk memperkenalkan produk mereka
2. Gencar promosi, agar produk dapat di ketahui oleh pasar yang lebih luas
bagian pemasaran harus gencar melakukan promosi dan membuat promosi
tersebut terkesan menarik dan dapat mudah di terima oleh masyarkata,
karena sekarang jalannya sosial media akan lebih bagus jika wifi portbale
menarget para selebgram untuk promosi produk mereka
3. Pemilihan tempat pemasaran yang baik, diharapkan kedepannya wifi
portable dapat tersedia disetiap pasar sperti mall konter-konter besar dan
pasa-pasar, dengan melihat peluang pasar seperti dekat dengan sekola
univesrsitas dan kantor dapat menjadi tempat pemasaran terbaik wifi
portable dan di setiap toko diharapkan tersedia Spg untuk menjelaskna
kelebihan produk tersebut
4. Menjalin hubungan yang baik dengan pembeli tentu saja sangat
dibutuhkan, seperti bersikap ramah sering mengdakan caseback kepada
pembeli dapat membuat pembeli betah terhadap prduk kita, Curtumer
server juga sangat di perlukan, agar setiap keluahan terhadap produk dapat
di ketahui oleh perusahaan untuk kedepannya meningkatkan kualitas
produk.
5. Di samping itu semua lebih baik jika wifi portable terus melakukan
inovasi terhadap prdouk mereka, seperti penambahan kekuatan jaringan
dan lebih baik sistem yang dapat terhubung dengan aplikasi mereka.
kekuatan jaringan sangat di butuhkan pada saat ini apabila produk tersebut
tidak menambahkan kekuatan jaringan mereka kemungkinan besar produk
tersebut akan ditinggalan kan oleh pengguna.

21
22

BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
Pemasaran sasaran menghendaki tiga langkah utama. Pertama, Analisa
Konsumen yaitu Analisis konsumen merupakan dasar dari managemen
pemasaran, Perilaku konsumen pada dasarnya merupakan tindakan/perilaku,
termasuk didalamnya aspek-aspek yang mempengaruhi tindakan itu, yang
berhubungan dengan usaha untuk mendapatkan produk (barang dan jasa) guna
memenuhi kebutuhannya. Kedua sasaran segmentasi pasar yaitu tindakan
membagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang mungkin memerlukan
produk / bauran pemasaran berbeda. Ketiga, menetapkan pasar sasaran yaitu
tindakan mengevaluasi dan menyeleksi satu atau lebih segmen pasar yang hendak
dimasuki.

Penentuan pasar sasaran merupakan proses pengevaluasian dan pemilihan


setiap segmen yang akan dilayani oleh setiap perusahan. Sedangkan strategi
penentuan posisi merupakan kombinasi kegiatan pemasaran yang dilakukan
manajemen untuk memenuhi kebutuhan dan keingina dari setiap pasar sasaran

22
23

DAFTAR PUSTAKA

Fred R David_Manajemen Strategi

[Link]

[Link]
tentang-target-pasar/

23

Anda mungkin juga menyukai