Sistem Informasi Penggajian Honorer Bekasi
Sistem Informasi Penggajian Honorer Bekasi
BEKASI
LAPORAN
Diajukan untuk memenuhi mata kuliah PKL pada Program Diploma Tiga ([Link])
Jakarta
2018
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
terselesaikannya Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan judul: "Analisa
Sistem Informasi Penggajian Honorer pada Pengadilan Agama Kelas 1A Bekasi".
Yang merupakan salah satu syarat kelulusan mata kuliah Kuliah Kerja Praktik program
studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Bina Sarana
Informatika.
Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak
yang membantu, meskipun dalam laporan ini masih banyak kekurangannya. Oleh
karena itu kritik dan saran yang membangun tetap penulis harapkan.
Penulis
iii
DAFTAR ISI
Halaman
iv
[Link] Pokok .....................................................................28
[Link] Masalah ......................................................................29
BAB IV. PENUTUP .....................................................................................30
[Link]....................................................................................30
[Link] ..............................................................................................31
Daftar Pustaka ......................................................................................................32
Daftar Riwayat Hidup .........................................................................................34
Surat Keterangan PKL ........................................................................................37
Nilai Kuliah Kerja Praktik..................................................................................40
Lampiran-Lampiran ............................................................................................50
v
DAFTAR SIMBOL
Simbol Deskripsi
Status Awal
Keadaan awal pada saat system mulai
hidup.
sistem.
menjadi satu
Swimlame
Memisahkan organisasi bisnis yang
yang terjadi.
vi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
1. Gambar III.1. Struktur Organisasi Pengadilan Agama Bekasi ......................17
2. Gambar [Link] Diagram Penggajian Pegawai Honorer.......................24
3. Gambar III.3. Activity Diagram Penggajian Pegawai Honorer .....................25
vii
DAFTAR TABEL
Halaman
1. Tabel III.1. Simbol Activity Diagram .......................................................13
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1. Lampiran A.1. Data Absen Hadir dan Pulang Pegawai Honorer...................50
2. Lampiran A.2. Potongan Bulanan Pegawai Honorer......................................51
3. Lampiran B.1. Rekap Absensi Pegawai Honorer...........................................52
4. Lampiran B.2. Slip Gaji Pegawai Honorer.....................................................53
5. Lampiran B.3. Laporan Penggajian Pegawai Honorer...................................54
ix
BAB I
PENDAHULUAN
Pada era sekarang ini di Indonesia, teknologi dan informasi sangat penting dalam
kehidupan manusia. Teknologi dan informasi sudah maju pesat dan cepat. Penggunaan
informasi yang terkomputerisasi sangat penting untuk dimiliki oleh sebuah instansi
menyimpan data, mengolah segala data-data penting dan juga untuk meningkatkan
Departemen Agama yang menegakan hukum dan keadilan bagi yang beragama
data-data pegawai yang harus terorganisir dengan baik, terutama di bidang penggajian.
terkomputerisasi dengan baik, dan harus diperbaiki agar memiliki suatu sistem
informasi yang jelas dan lebih efisien penggerjaannya. Gaji pegawai honorer
ditentukan oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), bendahara akan memasukkan data
gaji yang telah ditetapkan PPK di Microsoft Excel. Penggajian Pegawai Honorer pada
Pengadilan Agama Bekasi masih menggunakan Microsoft Excel dan Slip gaji dari
1
2
Microsoft Excel. Slip gaji dan Gaji diserahkan kepada pegawai honorer setiap awal
bulan yaitu tanggal 1, gaji tersebut dapat diambil di bendahara. Bendahara telah
menyiapkan gaji para pegawai honorer di dalam amplop putih dan slip gaji tempelkan
di atas amplop.
Oleh karena itulah penulis mencoba untuk membuat sebuah Sistem Informasi
Penggajian pegawai honorer pada Pengadilan Agama Bekasi kelas 1A yang terarah
penggajiannya nanti agar informasi yang diberikan kepada pegawai honorer maupun
benar dan akurat. Berdasarkan uraian diatas maka penulis melakukan penelitian untuk
dijadikan bahan laporan Kuliah Kerja Praktek (KKP) yang mengambil judul “Analisa
1A Bekasi”.
3
Tujuan dari penulisan laporan KKP ini adalah untuk memenuhi mata kuliah
Kuliah Kerja Praktek pada Semester V (Lima) supaya bisa mengikuti TA Program
Informatika (UBSI).
dalam perkuliahan.
mengetahui prosedur sistem berjalan yang ada pada Pengadilan Agama Kelas1A
Bekasi.
Penulis telah melakukan KKP guna mendapatkan data atau informasi yang
akurat mengenai sistem berjalan untuk dianalisa agar penulis dapat mengetahui
kelemahan atau kekurangan yang ada pada sistem yang dibahas. Metode penelitian
yang merupakan langkah penting dalam penyusunan laporan KKP, penulis melakukan
1. Wawancara (Interview)
Dalam penulisan laporan KKP ini, penulis melakukan kegiatan tanya jawab secara
[Link].,[Link].
melihat objek yang diteliti. Metode ini bersifat umum tapi meyeluruh dan
manfaatnya dapat dipakai sebagai dasar untuk penelitian yang lebih baik.
3. Studi Pustaka
Dalam penulisan laporan KKP ini, penulis membuat batasan permasalahan agar
tidak menyimpang dari pokok permasalahan yaitu hanya membahas mengenai Sistem
pembuatan laporan yang akan ditunjukan kepada Ketua Pengguna Anggaran dan juga
LANDASAN TEORI
secara terstruktur sehingga tercipta suatu sistem ataupun alur yang berjalan dengan
karena setiap kegiatan dan proses kinerja manusia maupun komputer semua
membutuhkan sistem. Oleh karna itu sistem perlu dikembangkan lebih jauh untuk
sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain untuk
adalah serangkaian dua atau lebih komponen yang saling terkait dan berinteraksi untuk
mencapai tujuan”.
adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan,
yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sebagian besar sistem terdiri dari
subsistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar”.
5
6
kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan dan bekerja sama dalam melakukan
batasan bahwa “Sistem adalah kumpulan orang yang saling bekerja sama dengan
sistematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan yang melaksanakan suatu
jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan
ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara
“Kata Sistem berasal dari yunani, yaitu systema yang artinya himpunan bagian atau
komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.
Selain itu bisa diartikan sekelompok elemen yang independen, namun saling berkaitan
Menurut Murdick R.G ([Link] dan Moch. Irfan, 2014:29) menyimpulkan bahwa:
pengolahan yang mencari suatu tujuan dengan mengoperasikan data dan/atau barang
sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi
Dari definisi diatas dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara
umum,yaitu:
1. Setiap sistem terdiri dari beberapa unsur. Sistem pernapasan kita terdiri dari satu
unsur sistem terdiri dari subsistem yang lebih kecil,yang terdiri pula dari kelompok-
2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem yang
kerja sama antar unsur dalam sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu.
3. Unsur-unsur di dalam sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
menyediakan oksigen dan membuang karbon dioksida dari tubuh kita bagi
pernapasan ,paru-paru dan darah yang bekerja sama satu sama satu dengan yang
lainnya dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan tersebut di atas.
8
4. Satu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar. Sistem pernapasan
kita merupakan bagian dari sistem metabolisme tubuh. Contoh sistem lain adalah
A. Input
Segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk
di proses.
B. Proses
Bagian yang melakukan perubahan dari input menjadi output yang berguna.
C. Output
Hasil dari pemrosesan, misalnya berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan,
dll.
Menurut (Dra. Hj. Yulia Djahir dan Dewi Pratita, 2015:111) memberikan
batasan bahwa “Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang
dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan”.
9
memberikan batasan bahwa “Informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna
dan berarti bagi penerimanya, serta untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses
pengambilan keputusan”.
adalah kumpulan data yang relevan dan mempunyai arti yang menggambarkan suatu
merupakan data yang sudah diolah yang ditujukan untuk seseorang, organisasi,
data yang telah diorganisasi yang telah memiliki kegunaan dan manfaat”.
“Informasi adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan
“Informasi adalah data yang telah dikelola dan di proses untuk memberikan arti dan
Menurut John [Link] (Dra Hj. Yulia Djahir, 2015:14) memberikan batasan
bahwa “Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas, atau alat teknologi,
media, prosedur, dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang
penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin membantu menajemen dan
pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang
tepat”.
adalah cara cara yang diorganisasi untuk mengumpulkan, memasukkan, dan mengolah
serta menyimpan data, dan cara cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola,
secara teknis sebagai sesuatu rangkaian yang komponen-komponen nya saling terkait
mengendalikan perusahaan.
Menurut (Hutahaean, 2014:3) agar sistem dapat dikatakan sistem yang baik,
1. Komponen
Sistem memiliki beberapa komponen yang saling berinteraksi, yang memiliki arti
Batasan sistem adalah batasan antara sistem satu dengan sistem lain. Batasan sistem
Lingkungan luar sistem adalah kondisi yang ada di luar sistem, namun dapat
Masukkan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang berupa perawatan
dan masukkan sinyal. Perawatan input adalah energi yang dimasukkan agar sistem
dapat beroperasi, sedangkan sinyal input adalah energi yang dipeorses untuk
mendapatkan keluaran.
12
Keluaran sistem adalah hasil energi yang diolah dan diklasifikasi menjadi keluaran
7. Pengolah Sistem
Pengolah sistem adalah bagian yang akan merubah masukkan menjadi keluaran.
8. Sasaran Sistem
Sasaran sistem adalah tujuan (goal) atau sasaran (objective) dari sebuah sistem.
arti dan fungsi dari sistem informasi kepada user. Peralatan pendukung yang dimaksud
oleh penulis yaitu untuk merancang model sistem yang baru pada penulisan laporan
ini adalah:
Modeling Language) adalah “Salah standar bahasa yang banyak digunakan di dunia
grafik yang menjelaskan tentang analisis dan desain perangkat lunak yang
aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas
dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”.
menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang
Tabel II.1
status awal
paralel
mengelompokkan Activity
berdasarkan Actor
Dalam tinjauan perusahaan ini berisi sejarah perusahaan, struktur organisasi serta
tugas dan fungsi masing-masing bagian yang ada dalam Pengadilan Agama Bekasi.
Institusi Pengadilan Agama Bekasi secara formal belum terbentuk pada masa
undang-undang. Pengadilan Agama Bekasi mulai berdiri tepatnya pada tahun 1950
yang berkantor di [Link] Straat Kampung Melayu Jatinegara dengan Ketua Rd. H. Abu
Bekasi yang memisahkan diri dari Keresidenan jatinegara Pengadilan Agama Bekasi
pindah ke wilayah hukum Kabupaten Bekasi. Namun dengan mengingat kantor belum
kontrakan dimulai dari rumah kontrakan Bapak H. Abdul Kadir selama 3 tahun,
kemudian pindah ke rumah kontrakan Ibu Ja’anih kurang lebih selama 15 tahun dan
pindah lagi ke rumah kontrakan Bapak Maja kurang lebih selama 2 tahun dan terakhir
15
16
tahun 1996 tanggal 19 Desember 1996 yang sebelumnya merupakan bagian dari
Kabupaten Dati II Bekasi, dan pada tahun 1998 berdasarkan Keputusan Presiden
Nomor 145 tahun 1998 dibentuk Pengadilan Agama Kabupaten Bekasi yang dikenal
Cikarang dilakukan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagan Agama Islam pada
tanggal 13 April 1999, sehingga oleh karena itu wilayah Hukum Pengadilan Agama
Gedung Pengadilan Agama Bekasi saat ini terletak di Jl. Jend A. yani Nomor 10
Bekasi Telp ( 021 ) 8841880 kode pos 17141 yang dibangun pada tahun 1979 diatas
tanah seluas 1080 m2 dengan hak guna pakai dan luas bangunan 150 m2 melalui
anggran DIP Departemen Agam tahun 1978/1979, dengan biaya sebesar Rp.
12.000.000,-, pengadaan tanah melaui dana BADKI Pusat tahun 1980 dengan biaya
Kemudian pada tahun 1982 dilaksanakan perluasan gedung balai sidang seluas
100 m2, berdasarkan DIP 1982/1983 nomor 65/XXV/3/82 tanggal 11 Maret 1982
sehingga luas tanah seluruhnya 1080 m2 dan luas bangunan seluruhnya 250 m2.
Selanjutnya dari sisa tanah yang tersedia pada tahun 1996 dibangun pembangunan dua
buah ruang sidang seluas 52 M2. Kemudian pada tahun 1997 dibangun ruang tunggu
KETUA
HAKIM-HAKIM HAKIM-HAKIM
KASUBAG KASUBAG
PANITERA MUDA PANITERA MUDA PERENCANAAN IT KEPEGAWAIAN KASUBAG UMUM
PERMOHONAN HUKUM DAN ORTALA dAN KEUANGAN
DAN PELAPORAN
PANITERA MUDA
GUGATAN
JURUSITA
PANITERA JURUSITA
PENGGANTI PENGGANTI
1. Ketua
A. Tugas
B. Fungsi
2. Wakil Ketua
A. Tugas
B. Fungsi
3. Hakim
A. Tugas
B. Fungsi
4. Panitera
A. Tugas
B. Fungsi
5. Sekretaris
A. Tugas
B. Fungsi
anggaran.
A. Tugas
B. Fungsi
melalui panitera.
A. Tugas
B. Fungsi
A. Tugas
pelaporan.
B. Fungsi
Kementrian Agama.
21
A. Tugas
B. Fungsi
A. Tugas
Pengelolaan Keuangan.
B. Fungsi
BMN yang keadaanya rusak berat, rusak ringan dan yang masih layak
A. Tugas
B. Fungsi
A. Tugas
Bekasi.
B. Fungsi
untuk diregister.
A. Tugas
pelaksanaan persidangan.
23
B. Fungsi
3) Mengisi Aplikasi SIPP dalam hal pembuatan relaas dan hasil relaas.
Berikut:
Pegawai honorer melakukan absensi sebanyak 2 kali yang telah disediakan Staf
Pengumpulan dan pengetikan hasil rekap absen pada akhir bulan dari absen manual
pegawai honor, Selanjutnya Bendahara membuat slip gaji dan mencairkan uang
gaji. Pegawai Honorer dapat meminta gaji di bendahara, maka Bendahara akan
menandatangi lembar tanda terima gaji yang diberikan Bendahara. Bendahara juga
akan menandatangi lembar tanda terima gaji setelah semua pegawai honorer
24
gaji kepada Ketua Pengguna Anggaran untuk dijadikan sebagai arsip dari laporan
Sumber : pegawai
Tujuan : Keuangan
Media : Kertas
Jumlah : 2 lembar
Sumber : pegawai
Media : Kertas
Jumlah : 1 lembar
Tujuan : Bendahara
Media : kertas
Jumlah : 2 Lembar
Sumber : Bendahara
Media : Kertas
Jumlah : 1 lembar
Sumber : Bendahara
Media : Kertas
Jumlah : 2 lembar
menggunakan kertas.
3. Gaji pegawai diberikan secara tunai dan dapat diambil di Bendahara umum
setiap tanggal 1.
4. Keamanan data tidak terjamin sehingga data dapat hilang atau dimanipulasi oleh
3. Lebih efisien jika gaji pegawai ditransfer secara langsung kepada pegawai honorer.
4. Dibuatkan sistem informasi yang didalamnya terdapat password user dan hak
akses.
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
honorer pada Pengadilan Agama Bekasi masih banyak memiliki kekurangan yaitu:
dan gaji setiap bulannya langsung dipotong gaji oleh bagian Perencanaan untuk
dana sosial, pokok dan wajib koperasi, cicilan koperasi,simpanan koperasi, arisan
bendahara. Bendahara akan memberikan gaji sesuai data yang telah diberikan
kemudian gaji pegawai honorer dimasukkan ke dalam amplop putih dan di atas
30
31
4.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis mencoba memberikan saran yang
Agama Bekasi dan juga kepada pembawa secara umumnya, adapun saran-saran yang
1. Seharusnya dibuatkan sistem absensi menggunakan finger print karena hal itu
pegawai honorer dapat lebih efisien. Sistem penggajiannya dapat diinput dari data
absensi pegawai honorer, input data jabatan, input data gaji pegawai honorer, input
3. Dengan adanya web sistem informasi penggajian ini maka perlu diadakan
pelatihan kepada bendahara tentang cara menggunakan dan juga menjalakan web
Dr. H.A. Rusdiana, M., & Moch. Irfan, S. M. (2014). Sistem Informasi Manajemen.
Bandung:Pustaka Setia.
Dra. Hj. Yulia Djahir, M.M & Dewi Pratita, [Link]., [Link]. 2015. Sistem Informasi
Manajemen. Yogyakarta:Deepublish.
Elisabeth Yunaeti Anggraeni Dan Rita Irviani. 2017. Pengantar Sistem Informasi.
Andi Offset.
Maniah, [Link], M.T & Dini Hamdini, [Link]., Mba., Mt. 2017. Analisa Dan
Kasus. Yogyakarta:Deepublish.
Marshall [Link], dan Paul John Steinbart. 2015. Sistem Informasi Akutansi. Edisi
Yogyakarta:Deepublish.
32
Sukamto, Rosa A. Dan M. Shalahuddin. 2014. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur
Sutabri, Tata. (2014). Sistem Informasi Manjemen (Edisi Revisi). Yogyakarta: ANDI.
33
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. Biodata Mahasiswa
NIM : 12164074
Nama Lengkap : Enjelina Oktaviana Pangaribuan
Tempat & Tanggal Lahir : Lumban Hariara, 12 April 1998
Alamat Lengkap : Bekasi Plaza C 11 RT 005/RW 001 Duren
Jaya
34
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I. Biodata Mahasiswa
NIM : 12165577
Nama Lengkap : Inggit Saputri
Tempat/Tanggal Lahir : Bekasi, 18 Juni 1998
Alamat Lengkap : Ujung Harapan Gang Al-Ikhlas X Rt003 Rw
043 No 31
Inggit Saputri
35
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I. Biodata Mahasiswa
NIM : 12164430
Nama Lengkap : Okta Viana Mandalahi
Tempat & Tanggal Lahir : Paropo, 25 September 1996
Alamat Lengkap : KP. Jati Rt001/007 Bekasi 17510
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
Lampiran A-1
50
Lampiran A-2
51
Lampiran B-1
52
Lampiran B-2
53
Lampiran B-3
54