0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
233 tayangan63 halaman

Sistem Informasi Penggajian Honorer Bekasi

Ringkasan dokumen tersebut adalah sebagai berikut: Laporan ini membahas analisis sistem informasi penggajian pegawai honorer di Pengadilan Agama Kelas 1A Bekasi. Laporan ini meninjau proses dan prosedur penggajian serta masalah yang dihadapi.

Diunggah oleh

enjelina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
233 tayangan63 halaman

Sistem Informasi Penggajian Honorer Bekasi

Ringkasan dokumen tersebut adalah sebagai berikut: Laporan ini membahas analisis sistem informasi penggajian pegawai honorer di Pengadilan Agama Kelas 1A Bekasi. Laporan ini meninjau proses dan prosedur penggajian serta masalah yang dihadapi.

Diunggah oleh

enjelina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN PEGAWAI

HONORER PADA PENGADILAN AGAMA KELAS 1A

BEKASI

LAPORAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Diajukan untuk memenuhi mata kuliah PKL pada Program Diploma Tiga ([Link])

ENJELINA OKTAVIANA PANGARIBUAN 12164074

INGGIT SAPUTRI 12165577

OKTA VIANA MANDALAHI 12164430

Program Studi Sistem Informasi

Fakultas Teknik Informasi Universitas Bina Sarana Informatika

Jakarta

2018
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
terselesaikannya Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan judul: "Analisa
Sistem Informasi Penggajian Honorer pada Pengadilan Agama Kelas 1A Bekasi".
Yang merupakan salah satu syarat kelulusan mata kuliah Kuliah Kerja Praktik program
studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Bina Sarana
Informatika.

Selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan dan dalam menyelesaikan


laporan ini, penulis telah banyak menerima bimbingan, pengarahan, petunjuk dan
saran yang membantu hingga akhir dari penulisan laporan ini. Untuk itu penulis
menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:

1. Rektor Universitas Bina Sarana Informatika


2. Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Bina Sarana Informatika
3. Ketua Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Bina
Sarana Informatika.
4. Anastasia Siwi Fatma Utami, [Link] selaku Dosen Penasehat Akademik yang
telah memberikan petunjuk dan pengarahan dalam penyelesaian laporan ini.
5. Dra. Hj. Siti Zurbaniyah, [Link], selaku Ketua Pengadilan Agama 1A Bekasi.

Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak
yang membantu, meskipun dalam laporan ini masih banyak kekurangannya. Oleh
karena itu kritik dan saran yang membangun tetap penulis harapkan.

Jakarta, Desember 2018

Penulis

ENJELINA OKTAVIANA PANGARIBUAN

iii
DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Judul Laporan PKL ..................................................................................... i


Lembar Persetujuan Laporan PKL ........................................................................... ii
Kata Pengantar ........................................................................................................ iii
Daftar Isi ......................................................................................................... iv
Daftar Simbol ......................................................................................................... vi
Daftar Gambar ........................................................................................................ vii
Daftar Tabel ........................................................................................................viii
Daftar Lampiran ...................................................................................................... ix
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................1
1.1. Latar Belakang Masalah .................................................................1
1.2. Tujuan dan Manfaat .......................................................................3
1.3. Metode Penelitian...........................................................................3
1.4. Ruang Lingkup ...............................................................................4
BAB II. LANDASAN TEORI ............................................................................5
[Link] Dasar .................................................................................5
[Link] Sistem ..................................................................5
[Link] Informasi .............................................................8
[Link] Sistem Informasi ...............................................10
[Link] Sistem ............................................................11
[Link] Pendukung .....................................................................12
[Link] Modeling Language (UML) ...................................12
2.2.2. Activity Diagram ................................................................13
BAB III. ANALISIS SISTEM BERJALAN ...................................................15
[Link] Perusahaan .....................................................................15
[Link] Institusi/Perusahaan................................................15
[Link] Organisasi dan Fungsi ...........................................17
[Link] Sistem Berjalan ..............................................................23
[Link] Diagram ...........................................................................24
[Link] Dokumen Masukan .....................................................26
[Link] Dokumen Keluaran .....................................................27

iv
[Link] Pokok .....................................................................28
[Link] Masalah ......................................................................29
BAB IV. PENUTUP .....................................................................................30
[Link]....................................................................................30
[Link] ..............................................................................................31
Daftar Pustaka ......................................................................................................32
Daftar Riwayat Hidup .........................................................................................34
Surat Keterangan PKL ........................................................................................37
Nilai Kuliah Kerja Praktik..................................................................................40
Lampiran-Lampiran ............................................................................................50

v
DAFTAR SIMBOL

A. Simbol Activity Diagram

Simbol Deskripsi

Status Awal
Keadaan awal pada saat system mulai

hidup.

Status Akhir Keadaan akhir dari daur hidup suatu

sistem.

Aktivitas Aktivitas yang dilakukan sistem,

aktivitas biasanya diawali dengan kata


aktivitas
kerja.

Percabangan / decision Asosiasi percabangan dimana jika ada

pilihan aktivitas lebih satu.

Penggabungan / join Asosiasi penggabungan dimana lebih

dari satu aktivitas digabungkan

menjadi satu

Swimlame
Memisahkan organisasi bisnis yang

Nama swimlame bertanggung jawab terhadap aktifitas

yang terjadi.

Sumber: Rosa dan Shalahuddin (2014:133)

vi
DAFTAR GAMBAR

Halaman
1. Gambar III.1. Struktur Organisasi Pengadilan Agama Bekasi ......................17
2. Gambar [Link] Diagram Penggajian Pegawai Honorer.......................24
3. Gambar III.3. Activity Diagram Penggajian Pegawai Honorer .....................25

vii
DAFTAR TABEL

Halaman
1. Tabel III.1. Simbol Activity Diagram .......................................................13

viii
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
1. Lampiran A.1. Data Absen Hadir dan Pulang Pegawai Honorer...................50
2. Lampiran A.2. Potongan Bulanan Pegawai Honorer......................................51
3. Lampiran B.1. Rekap Absensi Pegawai Honorer...........................................52
4. Lampiran B.2. Slip Gaji Pegawai Honorer.....................................................53
5. Lampiran B.3. Laporan Penggajian Pegawai Honorer...................................54

ix
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pada era sekarang ini di Indonesia, teknologi dan informasi sangat penting dalam

kehidupan manusia. Teknologi dan informasi sudah maju pesat dan cepat. Penggunaan

komputer mempercepat kegiatan manusia dalam mengakses informasi dalam waktu

singkat dan dapat dilakukan dimanapun penggunanya berada.

Dengan perkembangan teknologi dan informasi yang sudah maju, sistem

informasi yang terkomputerisasi sangat penting untuk dimiliki oleh sebuah instansi

atau organisasi, perusahaaan, bahkan pebisnis berguna untuk mendapatkan informasi,

menyimpan data, mengolah segala data-data penting dan juga untuk meningkatkan

produktivitas kerja dengan cepat, tepat dan akurat.

Pengadilan Agama Bekasi adalah instansi pemerintah yang bernaung

Departemen Agama yang menegakan hukum dan keadilan bagi yang beragama

islam, yang memperkerjakan cukup banyak pegawai honorer. Diperlukan pengolahan

data-data pegawai yang harus terorganisir dengan baik, terutama di bidang penggajian.

Akan tetapi Penggajian Pegawai honorer di Pengadilan Agama belum

terkomputerisasi dengan baik, dan harus diperbaiki agar memiliki suatu sistem

informasi yang jelas dan lebih efisien penggerjaannya. Gaji pegawai honorer

ditentukan oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), bendahara akan memasukkan data

gaji yang telah ditetapkan PPK di Microsoft Excel. Penggajian Pegawai Honorer pada

Pengadilan Agama Bekasi masih menggunakan Microsoft Excel dan Slip gaji dari

1
2

Microsoft Excel. Slip gaji dan Gaji diserahkan kepada pegawai honorer setiap awal

bulan yaitu tanggal 1, gaji tersebut dapat diambil di bendahara. Bendahara telah

menyiapkan gaji para pegawai honorer di dalam amplop putih dan slip gaji tempelkan

di atas amplop.

Oleh karena itulah penulis mencoba untuk membuat sebuah Sistem Informasi

Penggajian pegawai honorer pada Pengadilan Agama Bekasi kelas 1A yang terarah

dan terkomputerisasi, sehingga dapat membantu pegawai dalam mengelola sistem

penggajiannya nanti agar informasi yang diberikan kepada pegawai honorer maupun

pihak lainnya di Pengadilan Agama yang membutuhkan informasi penggajian adalah

benar dan akurat. Berdasarkan uraian diatas maka penulis melakukan penelitian untuk

dijadikan bahan laporan Kuliah Kerja Praktek (KKP) yang mengambil judul “Analisa

Sistem Informasi Penggajian Pegawai Honorer pada Pengadilan Agama Kelas

1A Bekasi”.
3

1.2. Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari penulisan laporan KKP ini adalah untuk memenuhi mata kuliah

Kuliah Kerja Praktek pada Semester V (Lima) supaya bisa mengikuti TA Program

Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik Informasi Universitas Bina Sarana

Informatika (UBSI).

Sedangkan manfaat dari pembuatan laporan KKP ini antara lain:

1. Untuk menerapkan dan mempraktekkan ilmu pengetahuan yang telah di dapat

dalam perkuliahan.

2. Untuk menganalisa sistem informasi penggajian pegawai honorer dan dapat

mengetahui prosedur sistem berjalan yang ada pada Pengadilan Agama Kelas1A

Bekasi.

3. Untuk memberikan solusi atas permasalahan sistem informasi penggajian yang

ada di Pengadilan Agama 1A Bekasi.

1.3. Metode Penelitian

Penulis telah melakukan KKP guna mendapatkan data atau informasi yang

akurat mengenai sistem berjalan untuk dianalisa agar penulis dapat mengetahui

kelemahan atau kekurangan yang ada pada sistem yang dibahas. Metode penelitian

yang merupakan langkah penting dalam penyusunan laporan KKP, penulis melakukan

pengumpulan data melalui cara:


4

1. Wawancara (Interview)

Dalam penulisan laporan KKP ini, penulis melakukan kegiatan tanya jawab secara

langsung untuk mendapatkan informasi secara lengkap dengan KASUBAG

Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan kepada Ibu Nani Suwarni,

[Link].,[Link].

2. Pengamatan Langsung (Observasi)

Penulis melakukan pengamatan secara langsung dengan turun ke lapangan dan

melihat objek yang diteliti. Metode ini bersifat umum tapi meyeluruh dan

manfaatnya dapat dipakai sebagai dasar untuk penelitian yang lebih baik.

3. Studi Pustaka

Penulis juga melakukan studi kepustakaan untuk memperoleh aspek–aspek teoritis

atau referensi- referensi dalam pengumpulan data yang berhubungan dengan

masalah yang ditinjau dalam penyusunan laporan ini.

1.4. Ruang Lingkup

Dalam penulisan laporan KKP ini, penulis membuat batasan permasalahan agar

tidak menyimpang dari pokok permasalahan yaitu hanya membahas mengenai Sistem

Penggajian Pegawai Honorer pada Pengadilan Agama 1A Bekasi. Sampai dengan

pembuatan laporan yang akan ditunjukan kepada Ketua Pengguna Anggaran dan juga

sampai dengan pengarsipan.


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar

Sistem sangatlah diperlukan, agar terciptanya suatu prosedur yang berjalan

secara terstruktur sehingga tercipta suatu sistem ataupun alur yang berjalan dengan

efisien. Sistem merupakan bagian terpenting dalam perkembangan ilmu komputer,

karena setiap kegiatan dan proses kinerja manusia maupun komputer semua

membutuhkan sistem. Oleh karna itu sistem perlu dikembangkan lebih jauh untuk

memenuhi kebutuhan pengguna dimasa depan juga dapat dikembangkan.

2.1.1. Pengertian Sistem

Menurut (Pratama, 2014:7) memberikan batasan bahwa “Sistem merupakan

sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain untuk

melakukan tugas bersama-sama”.

Menurut (Marshall [Link], 2014:3) memberikan batasan bahwa “sistem

adalah serangkaian dua atau lebih komponen yang saling terkait dan berinteraksi untuk

mencapai tujuan”.

Menurut (Romney dan Steinbart, 2015:3) memberikan batasan bahwa “Sistem

adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan,

yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sebagian besar sistem terdiri dari

subsistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar”.

5
6

Menurut (Sujarweni, 2015:1) memberikan batasan bahwa “Sistem adalah

kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan dan bekerja sama dalam melakukan

kegiatan untuk mencapai suatu tujuan”.

Menurut (Maniah dan Dini Hamidini, 2017:1) menyimpulkan bahwa : Sistem


dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen berupa data, jaringan kerja
dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, sumber daya manusia, teknologi
baik hardware maupun software yang saling berinteraksi sebagai satu kesatuan untuk
mencapai tujuan/sasaran tertentu menjelaskan apa yang harus dikerjakan, siapa yang
mengerjakannya, kapan dikerjakan, mengapa dikerjakan dan bagaimana
mengerjakannya.
Menurut (Elisabet Yunaeti ANggraeni dan Rita Irvani, 2017:11) memberi

batasan bahwa “Sistem adalah kumpulan orang yang saling bekerja sama dengan

sistematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan yang melaksanakan suatu

fungsi untuk mencapai tujuan”.

Menurut (Mulyadi, 2016:4) memberikan batasan bahwa “Sistem adalah suatu

jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan

kegiatan pokok perusahaaan”.

Menurut Susanto (Djahir dan Partita, 2015:6) memberikan batasan bahwa

sistem adalah kumpulan/grup dari subsistem/bagian/komponen apapun, baik fisik

ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara

harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.

Menurut ([Link] dan Moch. Irfan, 2014:28) memberikan batasan bahwa

“Kata Sistem berasal dari yunani, yaitu systema yang artinya himpunan bagian atau

komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.

Selain itu bisa diartikan sekelompok elemen yang independen, namun saling berkaitan

sebagai satu kesatuan”.


7

Menurut Murdick R.G ([Link] dan Moch. Irfan, 2014:29) menyimpulkan bahwa:

Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau bagian-bagian

pengolahan yang mencari suatu tujuan dengan mengoperasikan data dan/atau barang

pada waktu tertentu untuk menghasilkan informasi.

Menurut (Sutabri, 2014:6) memberikan batasan bahwa “Sistem adalah

sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi

bersama-sama utuk mencapai tujuan tertentu”.

Dari definisi diatas dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara

umum,yaitu:

1. Setiap sistem terdiri dari beberapa unsur. Sistem pernapasan kita terdiri dari satu

kelompok unsur,yaitu hidung,saluran pernapasan , paru-paru dan darah. Unsur-

unsur sistem terdiri dari subsistem yang lebih kecil,yang terdiri pula dari kelompok-

kelompok unsur yang membentuk subsistem tersebut.

2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem yang

[Link]-unsur sistem berhubungan erat satu sama lain dimana sidat

kerja sama antar unsur dalam sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu.

3. Unsur-unsur di dalam sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.

Setiap sistem mempunyai tujuan [Link] pernapasan kita bertujuan

menyediakan oksigen dan membuang karbon dioksida dari tubuh kita bagi

kepentingan kelangsungan hidup kita. Unsur sistem tersebut berupa hidung,saluran

pernapasan ,paru-paru dan darah yang bekerja sama satu sama satu dengan yang

lainnya dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan tersebut di atas.
8

4. Satu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar. Sistem pernapasan

kita merupakan bagian dari sistem metabolisme tubuh. Contoh sistem lain adalah

sistem pencernaan makanan,sistem peredaran darah,dan sistem pertahanan tubuh.

Menurut Gordon B. Davis didalam (Tata Sutabri, 2014:6) mengemukakan


bahwa “Sistem bisa berupa abstrak atau fisis. Sistem abstrak adalah susunan teratur
dari gagasan-gagasan atau konsepsi yang saling bergantung. Misalnya, sistem teologi
adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan tentang Tuhan, manusia dan lain
sebagainya. Sedangkan sistem yang bersifat fisis adalah serangkaian unsur yang
bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan”.

Menurut (Abdul Kadir, 2014:61) memberikan batasan bahwa “Sistem adalah

sekumpulan elemen yang saling terkait untuk mencapai suatu tujuan”.

Ada 3 elemen yang membentuk sebuah sistem yaitu:

A. Input

Segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk

di proses.

B. Proses

Bagian yang melakukan perubahan dari input menjadi output yang berguna.

C. Output

Hasil dari pemrosesan, misalnya berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan,

dll.

2.1.2. Pengertian Informasi

Menurut (Dra. Hj. Yulia Djahir dan Dewi Pratita, 2015:111) memberikan

batasan bahwa “Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang

lebih berguna bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata

dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan”.
9

Menurut (Elisabet Yunaeti Anggraeni dan Rita Irviani, 2017: 11-12)

memberikan batasan bahwa “Informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna

dan berarti bagi penerimanya, serta untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses

pengambilan keputusan”.

Menurut (Rizki Ahmad fauzi, 2017:10) memberikan batasan bahwa “Informasi

adalah kumpulan data yang relevan dan mempunyai arti yang menggambarkan suatu

kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan”.

Menurut (Srimulyani, 2016:17) memberikan batasan bahwa “Informasi

merupakan data yang sudah diolah yang ditujukan untuk seseorang, organisasi,

ataupun siapa saja yang membutuhkan

Menurut (Krismaji, 2015:14) memberikan batasan bahwa “Informasi adalah

data yang telah diorganisasi yang telah memiliki kegunaan dan manfaat”.

Menurut (Marshall [Link], 2014:4) memberikan batasan bahwa

“Informasi adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan

memperbaiki proses pengambilan keputusan”.

Menurut (Romney dan Steinbart, 2015:3) memberikan batasan bahwa

“Informasi adalah data yang telah dikelola dan di proses untuk memberikan arti dan

memperbaiki proses pengambilan keputusan”.


10

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi

Menurut John [Link] (Dra Hj. Yulia Djahir, 2015:14) memberikan batasan

bahwa “Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas, atau alat teknologi,

media, prosedur, dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang

penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin membantu menajemen dan

pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang

tepat”.

Menurut (Krismaji, 2015:15) memberikan batasan bahwa “Sistem informasi

adalah cara cara yang diorganisasi untuk mengumpulkan, memasukkan, dan mengolah

serta menyimpan data, dan cara cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola,

mengendalikan, dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah

organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.

Menurut (laudon, 2014) memberikan batasan bahwa “Sistem Informasi adalah

secara teknis sebagai sesuatu rangkaian yang komponen-komponen nya saling terkait

yang mengumpulkan (dan mengambil kembali), memproses, menyimpan, dan

mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan

mengendalikan perusahaan.

Menurut (Kadir, 2014:9) memberikan batasan bahwa “Sistem Informasi adalah

sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokkan,diproses menjad

informasi, dan didistriusikan kepada pemakai”.


11

2.1.4. Karakteristik Sistem

Menurut (Hutahaean, 2014:3) agar sistem dapat dikatakan sistem yang baik,

maka sistem harus memiliki:

1. Komponen

Sistem memiliki beberapa komponen yang saling berinteraksi, yang memiliki arti

saling bekerja sama untuk membentuk satu kesatuan.

2. Batasan Sistem (Boundary)

Batasan sistem adalah batasan antara sistem satu dengan sistem lain. Batasan sistem

ini dapat memungkinkan sistem dipandang sebagai satu kesatuan.

3. Lingkungan Luar (Eviroment)

Lingkungan luar sistem adalah kondisi yang ada di luar sistem, namun dapat

mempengaruhi jalan dan beroperasinya sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Penghubung sistem adalah media bantu untuk menghubungkan antara suatu

subsistem dengan subsistem lain.

5. Masukkan Sistem (Input)

Masukkan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang berupa perawatan

dan masukkan sinyal. Perawatan input adalah energi yang dimasukkan agar sistem

dapat beroperasi, sedangkan sinyal input adalah energi yang dipeorses untuk

mendapatkan keluaran.
12

6. Keluaran Sistem (Output)

Keluaran sistem adalah hasil energi yang diolah dan diklasifikasi menjadi keluaran

yang memiliki nilai guna dan sisa pembuangan.

7. Pengolah Sistem

Pengolah sistem adalah bagian yang akan merubah masukkan menjadi keluaran.

8. Sasaran Sistem

Sasaran sistem adalah tujuan (goal) atau sasaran (objective) dari sebuah sistem.

2.2. Peralatan Pendukung (Tool System)

Peralatan pendukung merupakan logika model dari suatu sistem dengan

menggunakan symbol-simbol, lambing-lambang ataupun diagram yang menunjukkan

arti dan fungsi dari sistem informasi kepada user. Peralatan pendukung yang dimaksud

oleh penulis yaitu untuk merancang model sistem yang baru pada penulisan laporan

ini adalah:

2.2.1. Unified Modeling Language (UML)

Menurut Rosa dan Shalahuddin (2014:133), berpendapat bahwa UML (Unified

Modeling Language) adalah “Salah standar bahasa yang banyak digunakan di dunia

industry untuk mendefinisikan requerrement, membuat analisa dan desain, serta

menggambarkan arsitektur dalam pemograman berorientasi objek”.

Menurut (Mulyani, 2016:48) mengatakan UML (Unified Modeling Language)

adalah “Sebuah teknik pengembangan sistem yang menggunakan bahasa grafis

sebagai alat untuk pendokumentasian dan melakukan spesifikasi pada sistem”.


13

Menurut (Pratama, 2014:48) memberikan batasan bahwa “UML atau Unified

Modeling Language merupakan standarisasi internasional untuk notasi yang berbentuk

grafik yang menjelaskan tentang analisis dan desain perangkat lunak yang

dikembangkan dengan pemrograman berorientasi objek”.

2.2.2. Activity Diagram

Menurut Rosa dan Shalahuddin (2016:161) mengatakan bahwa “diagram

aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas

dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”.

Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas

menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang

dapat dilakukan oleh sistem.

Tabel II.1

Simbol Activity Diagram

Nama Simbol Fungsi

Star point Status awal aktivitas sistem, sebuah

(Initial) diagram aktivitas memiliki sebuah

status awal

Aktivitas yang dilakukan sistem,

Activity aktivitas biasanya diawali

Asosiasi Percabangan dimana jika

Decision ada pilihan aktivitas lebih dari satu


14

Join Digunakan untuk menunjukkan

(Penggabungan) kegiatan yang digabungkan

Fork Digunakan untuk menunjukkan

(Percabangan) kegiatan yang dilakukan secara

paralel

Status akhir yang dilakukan sistem,

Activity Final sebuah diagram aktivitas memiliki

sebuah status akhir

Memisahkan organisasi bisnis yang

bertanggung jawab terhadap aktivitas

Swimlame yang terjadi atau sebuah cara untuk

mengelompokkan Activity

berdasarkan Actor

Sumber: Rosa dan Shalahuddin (2016:162)


BAB III

ANALISA SISTEM BERJALAN

3.1. Tinjauan Perusahaan

Dalam tinjauan perusahaan ini berisi sejarah perusahaan, struktur organisasi serta

tugas dan fungsi masing-masing bagian yang ada dalam Pengadilan Agama Bekasi.

3.1.1. Sejarah Perusahaan

Institusi Pengadilan Agama Bekasi secara formal belum terbentuk pada masa

penjajahan Belanda dan Jepang. Setelah proklamasi kemerdekaan, atas tuntutan

undang-undang. Pengadilan Agama Bekasi mulai berdiri tepatnya pada tahun 1950

yang berkantor di [Link] Straat Kampung Melayu Jatinegara dengan Ketua Rd. H. Abu

Bakar, kemudian setelah terjadi pemekaran wilayah yaitu terbentuknya Kabupaten

Bekasi yang memisahkan diri dari Keresidenan jatinegara Pengadilan Agama Bekasi

pindah ke wilayah hukum Kabupaten Bekasi. Namun dengan mengingat kantor belum

tersedia maka kantor Pengadilan Agama Bekasi semula menempati rumah-rumah

kontrakan dimulai dari rumah kontrakan Bapak H. Abdul Kadir selama 3 tahun,

kemudian pindah ke rumah kontrakan Ibu Ja’anih kurang lebih selama 15 tahun dan

pindah lagi ke rumah kontrakan Bapak Maja kurang lebih selama 2 tahun dan terakhir

bergabung dengan Kantor Departemen Agama Kabupaten Bekasi Kurang lebih 3

tahun yaitu dari tahun 1975 sampai dengan tahun 1978.

15
16

Walikotamadya Dati II Bekasi dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 9

tahun 1996 tanggal 19 Desember 1996 yang sebelumnya merupakan bagian dari

Kabupaten Dati II Bekasi, dan pada tahun 1998 berdasarkan Keputusan Presiden

Nomor 145 tahun 1998 dibentuk Pengadilan Agama Kabupaten Bekasi yang dikenal

dengan Pengadilan Agama Cikarang sebagai konsekuensi atas pembentukan

Walikotamadya tersebut adapun peresmian mulai berdirinya Pengadilan Agama

Cikarang dilakukan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagan Agama Islam pada

tanggal 13 April 1999, sehingga oleh karena itu wilayah Hukum Pengadilan Agama

Bekasi yang semula meliputi Kabupaten dan Kotamadya sejak diresmikannya

Pengadilan Agama Cikarang hanya meliputi wilayah Kotamadya Bekasi saja.

Gedung Pengadilan Agama Bekasi saat ini terletak di Jl. Jend A. yani Nomor 10

Bekasi Telp ( 021 ) 8841880 kode pos 17141 yang dibangun pada tahun 1979 diatas

tanah seluas 1080 m2 dengan hak guna pakai dan luas bangunan 150 m2 melalui

anggran DIP Departemen Agam tahun 1978/1979, dengan biaya sebesar Rp.

12.000.000,-, pengadaan tanah melaui dana BADKI Pusat tahun 1980 dengan biaya

sebesar Rp. 1.000.000,-.

Kemudian pada tahun 1982 dilaksanakan perluasan gedung balai sidang seluas

100 m2, berdasarkan DIP 1982/1983 nomor 65/XXV/3/82 tanggal 11 Maret 1982

dengan biaya sebesar Rp. 25.000.000,- dilaksanakan oleh CV KANDANG BESAR

sehingga luas tanah seluruhnya 1080 m2 dan luas bangunan seluruhnya 250 m2.

Selanjutnya dari sisa tanah yang tersedia pada tahun 1996 dibangun pembangunan dua

buah ruang sidang seluas 52 M2. Kemudian pada tahun 1997 dibangun ruang tunggu

sidang seluas 50 M2 dengan swadana.


17

3.1.2. Struktur Organisasi dan Fungsi

KETUA

HAKIM-HAKIM HAKIM-HAKIM

PLT PANITERA SEKRETARIS

KASUBAG KASUBAG
PANITERA MUDA PANITERA MUDA PERENCANAAN IT KEPEGAWAIAN KASUBAG UMUM
PERMOHONAN HUKUM DAN ORTALA dAN KEUANGAN
DAN PELAPORAN

PANITERA MUDA
GUGATAN

JURUSITA
PANITERA JURUSITA
PENGGANTI PENGGANTI

Gambar III.1. Struktur Organisasi Pengadilan Agama Bekasi

1. Ketua

A. Tugas

Memimpin, membina dan mengkoordinasikan penyelenggaraan tugas bidang

tekhnis yustisial dan administrasi/kesekretariatan pengadilan untuk kelancaran

pelaksnaan tugas Pengadilan Agama Bekasi sesuai dengan peraturan perundnag-

undangan yang berlaku.

B. Fungsi

1) Memimpin pelaksanaan tugas Pengadilan Agama.

2) Menetapkan sasaran kegiatan setiap tahun kegiatan.

3) Menetapkan dan menjadwalkan rencana kegiatan.


18

2. Wakil Ketua

A. Tugas

Membantu Ketua dalam membina, mengkoordinasikan dan memimpin

penyelenggaraan tugas bidang tekhnis yustisial dan administrasi pengadilan sesuai

dengan peraturan perundnag-undagan yang berlaku.

B. Fungsi

1) Melaksanakan tugas Ketua apabila berhalangan.

2) Melaksanakan tugas yang didelegasikan oleh Ketua kepadanya.

3) Mengkoordinir pengawasan yang dilakukan oleh Hakim Pengawas Bidang.

3. Hakim

A. Tugas

Membantu tugas-tugas teknis yustisial dalam memeriksa, memutusa dan

menyelsaikan sengketa tata usaha negara di tingkat pertama.

B. Fungsi

1) Mempelajari Gugatan, permohonan dan berkas perkara lainnya.

2) Menetapkan hari pemeriksaan persiapan dan/atau hari sidang dengan

mempertimbangkan jauh dekatnya tempat tinggal para pihak dan

kekhususan acara persidangan.

3) Melaksanakan pemeriksaan persiapan untuk memperbaiki gugatan

yang kurang jelas dan/atau mematangkan perkara.


19

4. Panitera

A. Tugas

Memimpin, membina dan mengkoordinasikan kepaniteraan pengadilan dalam

pemberian dukungan di bidang tekhnis dan administrasi perkara serta menyelesaikan

surat-surat yang berkaitan dengan perkara.

B. Fungsi

1) Melaksanakan koordinasi, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan

tugas dalam pemberian dukungan dibidang tekhnis.

2) Melaksanakan pengelolaan administrasi perkara permohonan.

3) Melaksanakan pengelolaan administrasi perkara gugatan.

5. Sekretaris

A. Tugas

Melaksanakan Pemberian Dukungan di Bidang Administrasi, Organisasi,

keuangan, Sumber Daya Manusia, serta sarana dan Prasarana di Lingkungan

Pengadilan Agama Bekasi Kelas 1A.

B. Fungsi

1) Menyiapkan bahan pelaksanaan urusan perencanaan program dan

anggaran.

2) Melaksanakan urusan kepegawaian.

3) Melaksanakan urusan keuangan.

6. Panitera Muda Gugatan

A. Tugas

Melaksanakan administrasi perkara di bidang gugatan.


20

B. Fungsi

1) Memeriksa, menelaah kelengkapan berkas perkara gugatan.

2) Meregistrasi perkara yang telah diregister untuk diteruskan kepada ketua

majelis hakim berdasarkan perkara gugatan.

3) Mendistribusikan penetapan majelis hakim dari ketua Pengadilan Agama

melalui panitera.

7. Panitera Muda Permohonan

A. Tugas

Melaksanakan administrasi perkara di bidang permohonan.

B. Fungsi

1) Memeriksa, menelaha kelengkapan berkas perkara permohonan.

2) Meregistrasi perkara permohonan.

3) Mendistribusikan perkara yang telah diregister untuk diteruskan kepada ketua

majelis hakim berdasarkan penetapan majelis hakim dari ketua.

8. Panitera Muda Hukum

A. Tugas

Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan penyajian data perkara serta

pelaporan.

B. Fungsi

1) Melaksanakan Pengumpulan, pengelolaan dan penyajian data perkara

2) Melaksanakan Penyajian statistik perkara.

3) Melaksanakan Hisab Rukyat yang dikorrdinasikan dengan Kanor Wilayah

Kementrian Agama.
21

9. Kepala [Link] Kepegawaian, Organisasi Dan Tata Laksana

A. Tugas

Melaksanakan persiapan bahan pelaksanaan urusan kepegawaian, penataan

Organisasi dan Tata Laksana.

B. Fungsi

1) Memimpin pelaksanaan tugas sub bagian Kepegawaian dan Ortala.

2) Menerima, mencatat dan menyelesaikan surat menyurat.

3) Menyelesaikan pengiriman surat-surat Keputusan Ketua Pengadilan.

10. Kepala Sub. Bagian Umum dan Keuangan

A. Tugas

Melaksanakan Penyiapan Pelaksanaan urusan Surat Menyurat, Arsip,

Perlengkapan, Rumah Tangga, Keamanan, Keprotokolan, Perpustakaan, serta

Pengelolaan Keuangan.

B. Fungsi

1) Membuat Program Kerja Umum.

2) Menginventaris Barang-barang Milik Negara, membuat surat penunjukan

penanggung Jawab Inventaris, DIR, memeriksa dan membuat laporan

BMN yang keadaanya rusak berat, rusak ringan dan yang masih layak

pakai, penghapusan dan pelelangan.

3) Mengelola surat dari pencatatan di agenda dan pendistribusian baik surat

masuk dan keluar.


22

11. Kepala sub. Bagian perencanaan, tekhnologi informasi dan pelaporan

A. Tugas

Melaksanakan penyiapan bahan pelaksanaan, program, dan anggaran,

pengelolaan tekhnologi informasi, dan statistik, serta pelaksanaan pemantauan,

evaluasi dan dokumentasi serta pelaporan.

B. Fungsi

1) Mengkordinasikan penyusunan laporan bulanan.

2) Menyusun konsep renstra.

3) Menyusun RKA-KL, RAB dan Kerangka Kerja Acuan (TOR) dan

memasukan data pada Aplikasi RKA-KL Online SIMARI.

12. Panitera Pengganti

A. Tugas

Memberikan dukungan tekhnis atas terselenggaranya pelaksanaan

persidangan pada pengadilan tingkat pertama dilingkungan Pengadilan Agama

Bekasi.

B. Fungsi

1) Pelaksanaan persiapan penyelenggaraan persidangan

2) Menyampaikan perbaikan gugatan kepada petugas Meja II untuk diregister.

3) Memberitahukan isi penetapan dan Putusan sela kepada Petugas Meja II

untuk diregister.

13. Jurusita / jurusita pengganti

A. Tugas

Tenaga fungsional kepaniteraan yang berfungsi membantu kelancaran

pelaksanaan persidangan.
23

B. Fungsi

1) Menyampaikan surat panggilan sidang dan pemberitahuan kepada

pihak-pihak yang berperkara seperti pemberitahuan putusan verstek, gugur

serta pemberitahuan banding, kasasi, dan peninjauan kembali, pemeriksaan

setempat, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan persidangan.

2) Melakulan penyitaan dan membuat berita acara penyitaan.

3) Mengisi Aplikasi SIPP dalam hal pembuatan relaas dan hasil relaas.

3.2 Prosedur Sistem Berjalan

Prosedur yang berjalan pada Pengadilan Agama 1A Bekasi adalah sebagai

Berikut:

A. Penggajian Pegawai Honorer

Pegawai honorer melakukan absensi sebanyak 2 kali yang telah disediakan Staf

Kepegawaian dan Ortala yaitu daftar hadir dan daftar [Link]

Pengumpulan dan pengetikan hasil rekap absen pada akhir bulan dari absen manual

kemudian diberikan kepada Bendahara oleh Kasubag Kepegawaian dan Ortala.

Bendahara akan menghitung gaji pegawai honorer kemudian Kasubag

Perencanaan dan IT memberikan kepada bendahara jumlah potongan bulanan

pegawai honorer. Kemudian Bendahara mengurangi gaji dengan potongan bulanan

pegawai honor, Selanjutnya Bendahara membuat slip gaji dan mencairkan uang

gaji. Pegawai Honorer dapat meminta gaji di bendahara, maka Bendahara akan

memberikan gaji dan slip Gaji.

B. Laporan Penggajian Pegawai Honorer

Pegawai Honorer setelah menerima gaji bulanan maka Pegawai harus

menandatangi lembar tanda terima gaji yang diberikan Bendahara. Bendahara juga

akan menandatangi lembar tanda terima gaji setelah semua pegawai honorer
24

menandatanganinya. Kemudian Bendahara akan memberikan lembar tanda terima

gaji kepada Ketua Pengguna Anggaran untuk dijadikan sebagai arsip dari laporan

penggajian pegawai honorer.

3.3. Activity Diagram

Gambar III.2 Activity Diagram Penggajian Pegawai Honorer


25

Gambar III.2 Activity Diagram Laporan Penggajian Pegawai Honorer


26

3.4. Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan

Dokumen masukan merupakan dokumen yang mengalami proses awal dari

sistem penggajian penggajian pegawai honorer pada Pengadilan Agama Bekasi,

bentuk dokumen masukan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Nama dokumen : Data absen

Fungsi : sebagai bukti absen pegawai honorer

Sumber : pegawai

Tujuan : Keuangan

Frekuensi : Setiap hari/setiap melakukan absensi

Media : Kertas

Jumlah : 2 lembar

Bentuk : Lampiran A.1

2. Nama dokumen : Potongan

Fungsi : mengetahui jumlah potongan pegawai honorer

Sumber : pegawai

Tujuan : kasubag perencanan dan IT

Frekuensi : setiap bulan

Media : Kertas

Jumlah : 1 lembar

Bentuk : Lampiran A.2


27

3.5. Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran

1. Nama dokumen : Rekap absensi

Fungsi : sebagai laporan absensi pegawai

Sumber : Kasubag Pegawai

Tujuan : Bendahara

Frekuensi : setiap bulan

Media : kertas

Jumlah : 2 Lembar

Bentuk : Lampiran B.1

2. Nama dokumen : Slip Gaji

Fungsi : Sebagai bukti penerimaan gaji

Sumber : Bendahara

Tujuan : Pegawai Honorer

Frekuensi : setiap perhitungan gaji

Media : Kertas

Jumlah : 1 lembar

Bentuk : Lampiran B.2


28

3. Nama dokumen : Laporan Penggajian

Fungsi : Sebagai dokumen laporan penggajian

Sumber : Bendahara

Tujuan : Ketua Pengguna Anggaran

Frekuensi : setiap pegawai honorer menerima gaji

Media : Kertas

Jumlah : 2 lembar

Bentuk : Lampiran B.3

3.6. Permasalahan Pokok

1. Proses absensi pegawai honorer masih menggunakan proses manual yaitu

menggunakan kertas.

2. Penggajian pegawai honorer masih manual menggunakan Microsoft excel.

3. Gaji pegawai diberikan secara tunai dan dapat diambil di Bendahara umum

setiap tanggal 1.

4. Keamanan data tidak terjamin sehingga data dapat hilang atau dimanipulasi oleh

pihak yang tidak bertannggung jawab.


29

3.7. Pemecahan Masalah

1. Dibuatkan sistem absensi menggunakan finger print sehingga absensinya menjadi

lebih efisien dan efektif.

2. Dibuatkan aplikasi penggajian pegawai honorer berbasis desktop yang terintegrasi.

3. Lebih efisien jika gaji pegawai ditransfer secara langsung kepada pegawai honorer.

4. Dibuatkan sistem informasi yang didalamnya terdapat password user dan hak

akses.
BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Dari pembahasan mengenai sistem penggajian pegawai honorer pada Pengadilan

Agama Bekasi, penulis mengambil kesimpulan bahwa sistem penggajian pegawai

honorer pada Pengadilan Agama Bekasi masih banyak memiliki kekurangan yaitu:

1. Absensi Pegawai Honorer di Pengadilan Agama masih menggunakan manual.

2. Sistem perhitungan gaji pegawai honorer hanya menggunakan Microsoft Excel

dan gaji setiap bulannya langsung dipotong gaji oleh bagian Perencanaan untuk

potongan bulanan pegawai honorer. Potongan bulanan pegawai honorer seperti:

dana sosial, pokok dan wajib koperasi, cicilan koperasi,simpanan koperasi, arisan

dan potongan lain.

3. Bagian perencanaan memberikan data potongan pegawai honorer kepada

bendahara. Bendahara akan memberikan gaji sesuai data yang telah diberikan

kemudian gaji pegawai honorer dimasukkan ke dalam amplop putih dan di atas

amplop diberikan slip gajinya.

30
31

4.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis mencoba memberikan saran yang

diharapkan dapat berguna khususnya bagi penggajian pegawai honorer di Pengadilan

Agama Bekasi dan juga kepada pembawa secara umumnya, adapun saran-saran yang

penulis sampaikan adalah:

1. Seharusnya dibuatkan sistem absensi menggunakan finger print karena hal itu

merupakan cara yang efektif.

2. Membuat aplikasi web untuk penggajian pegawai honorer sehingga penggajian

pegawai honorer dapat lebih efisien. Sistem penggajiannya dapat diinput dari data

absensi pegawai honorer, input data jabatan, input data gaji pegawai honorer, input

transaksi sampai dengan mencetak laporan dilakukan dengan sistem yang

terkomputerisasi. Dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja dalam

pembuatan laporan gaji pegawai honorer.

3. Dengan adanya web sistem informasi penggajian ini maka perlu diadakan

pelatihan kepada bendahara tentang cara menggunakan dan juga menjalakan web

penggajian yang telah dibuat.


DAFTAR PUSTAKA

Dr. H.A. Rusdiana, M., & Moch. Irfan, S. M. (2014). Sistem Informasi Manajemen.

Bandung:Pustaka Setia.

Dra. Hj. Yulia Djahir, M.M & Dewi Pratita, [Link]., [Link]. 2015. Sistem Informasi

Manajemen. Yogyakarta:Deepublish.

Elisabeth Yunaeti Anggraeni Dan Rita Irviani. 2017. Pengantar Sistem Informasi.

Yogyakarta: Andi Offset.

Hutahean, Jeperson. 2014. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.

Kadir, Abdul. 2014. “Pengenalan Sistem Informasi Edisi Revisi”. Yogyakarta:CV.

Andi Offset.

Krismaji, 2015. “Sistem Informasi Akutansi”. Unit Penerbit: Yogyakarta

Laudon, Kenneth C & Laudon, Jane P. 2014. Sistem Informasi Managemen:

Mengelola Perusahaan Digital Edisi 13. Jakarta: penerbit Salemba Empat

Maniah, [Link], M.T & Dini Hamdini, [Link]., Mba., Mt. 2017. Analisa Dan

Perancangan Sistem Informasi Pembahasan Secara Praktis Dengan Contoh

Kasus. Yogyakarta:Deepublish.

Marshall [Link], dan Paul John Steinbart. 2015. Sistem Informasi Akutansi. Edisi

13. Salemba Empat : Jakarta.

Mulyadi.2016. Sistem Akuntansi : Jakarta:Salemba Empat.

Mulyani, Sri. 2016. “Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit:Analisis dan

Perancangan”. Bandung:Abdi Sistematika.

Rizki Ahmad fauzi. 2017. Sistem Informasi Akutansi (berbasis Akutansi).

Yogyakarta:Deepublish.

Sujarweni, V. [Link] Akuntansi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

32
Sukamto, Rosa A. Dan M. Shalahuddin. 2014. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur

dan Berorientasi Objek. Bandung: Informatika.

Sukamto, Rosa A. Dan M. Shalahuddin. 2016. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur

dan Berorientasi Objek. Bandung: Informatika.

Sutabri, Tata. (2014). Sistem Informasi Manjemen (Edisi Revisi). Yogyakarta: ANDI.

33
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Biodata Mahasiswa
NIM : 12164074
Nama Lengkap : Enjelina Oktaviana Pangaribuan
Tempat & Tanggal Lahir : Lumban Hariara, 12 April 1998
Alamat Lengkap : Bekasi Plaza C 11 RT 005/RW 001 Duren
Jaya

B. Riwayat pendidikan Formal & Non-Formal


1. SDN 173555 Toba Samosir (2004-2010)
2. SMPN 3 Laguboti (2010-2013)
3. SMAN 1 Laguboti (2013-2016)

C. Riwayat Pengalaman Berorganisasi / Pekerjaan


1. Wakil Ketua Natal Ikatan Muda-Mudi September 2015 s/d Januari 2016
2. Sekretaris-Bendara Poe Agape Kaliabang 24 Maret 2018 s/d sekarang

Bekasi, 27 Desember 2018

Enjelina Oktaviana Pangaribuan

34
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. Biodata Mahasiswa
NIM : 12165577
Nama Lengkap : Inggit Saputri
Tempat/Tanggal Lahir : Bekasi, 18 Juni 1998
Alamat Lengkap : Ujung Harapan Gang Al-Ikhlas X Rt003 Rw
043 No 31

II. Riwayat Pendidikan Formal & Non Formal


1. SD Negeri Bahagia 04, lulus tahun 2010
2. SMP Negeri 3 Babelan, lulus tahun 2013
3. SMA Negeri 3 Babelan, lulus tahun 2016

III. Riwayat Pengalaman berorganisasi / Pekerjaan


1. Anggota Pramuka SDN BAHAGIA 04, tahun 2008 s.d tahun 2010
2. AnggotaPaskribra SMPN 3 BABELAN, tahun 2010 s.d tahun 2012
3. AnggotaPaskribra SMAN 3 BABELAN, tahun 2013 s.d tahun 2014

Bekasi, 27 Desember 2018

Inggit Saputri

35
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. Biodata Mahasiswa
NIM : 12164430
Nama Lengkap : Okta Viana Mandalahi
Tempat & Tanggal Lahir : Paropo, 25 September 1996
Alamat Lengkap : KP. Jati Rt001/007 Bekasi 17510

II. Riwayat pendidikan Formal & Non Formal


1. SD INPRES PAROPO, lulus tahun 2008
2. SMP BHAKTI PAROPO, lulus tahun 2011
3. SMA YAPIM MABAR, lulus tahun 2014)

III. Riwayat Pengalaman Berorganisasi / Pekerjaan


1. Anggota OSIS SMA YAPIM MABAR, tahun 2012 s.d tahun 2013
2. Anggota Marching Band SMA YAPIM MABAR, tahun 2012 s.d 2013

Bekasi, 22 Oktober 2018

Okta Viana Mandalahi

36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
Lampiran A-1

50
Lampiran A-2

51
Lampiran B-1

52
Lampiran B-2

53
Lampiran B-3

54

Anda mungkin juga menyukai