SOP POST CONFERENCE
No. Dokumen : Revisi : 0 Hal : 1/1
PROGRAM
STUDI
NERS
UNIVERSIT
AS SARI
MUTIARA
Pengertian Post conferenceyaitu komunikasi katim dan perawat pelaksana
tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan kepada
shift berikutnya.
Tujuan 1. Untuk memberikan kesempatan mendiskusikan penyelesaian
masalah dan membandingkan masalah yang dijumpai.
2. Mengevaluasi hasil asuhan keperawatan yang telah disusun
saat pre conference dan telah diimplementasikan ke pasien.
3. Mendiskusikan dan tindak lanjut asuhan keperawatan untuk
dioperkan kepada perawat atau jaga shift selanjutnya.
4. Meningkatkan koordinasi dalam rencana tindak lanjut
pemberian asuhan keperawatan
5. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam menangani
kasus.
Kebijakan 1. Post conference
dilakukansesudahpemberianasuhankeperawatan
2. Waktuefektif yang diperlukan 10 atau 15 menit
3. Topik yang dibicarakanharusdibatasi, umumnyatentanghasil
asuhan keperawatan, tindakan yang belum dilakukandan
data-data yang perluditambahkan
4. Yang terlibatdalam conference adalahkepalaruangan,
ketuatimdananggotatim.
5. Jika yang dinaspadatimtersebuthanya 1 orang, maka
conference ditiadakan
Prosedur 1. Persiapan
a. Masing-masing tim menyiapkan tempat pelaksanaan post
conference.
b. Masing-masingketuatimsudahmenjadwalkankegiatanpost
conference
2. Pelaksanaan
a. Acaradimulaidenganpembukaansalamolehketuatim
b. Ketuatimmenanyakanhasil dan hambatan dari
pemberianasuhanpada masing-masingpasien
c. Perawat associate menyampaikan hasilasuhanpada kasus
yang ditangani
d. Ketuatimmenanyakantindaklanjutasuhanpasien yang harus
di operkankepadaperawat shift berikutnya
e. Ketuatimmemberikan reinforcement
f. Ketuatim menutup kegiatan post conference.
3. Dokumentasi
a. Ketua timmendokumentasihasildaripost conference
b. Kepalaruanganmenilaikemampuanketuatimdalammelakuk
anpost conference
4. Evaluasi
Kepalaruangmengisi format evaluasipost conference
untukketuatim
Unit terkait RuangRawatinap
SOP PRE CONFERENCE
No. Dokumen : Revisi : 0 Hal : 1/1
PROGRAM
STUDI NERS
UNIVERSITAS
SARI
MUTIARA
Pengertian Pre conference adalah komunikasi ketua tim dan perawat
pelaksana setelah selesai operan untuk rencana kegiatan
pada shift tersebut yang dipimpin oleh ketua tim atau
penanggung jawab tim.
Tujuan 1. Membantu mengidentifikasi masalah-masalah pasien,
merencanakan asuhan dan merencanakan evaluasi hasil
2. Mempersiapkan hal-hal yang akan ditemui di lapangan
3. Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang
keadaan pasien
Kebijakan 1. Pre conference dilaksanakan sebelum pemberian
asuhan keperawatan.
2. Waktu efektif yang diperlukan 10 atau 15 menit
3. Topik yang dibicarakan harus dibatasi, umumnya
tentang keadaan pasien, perencanaan tindakan rencana
dan data-data yang perlu ditambahkan
4. Yang terlibat dalam conference adalah kepala ruangan,
ketua tim dan anggota tim
Prosedur 1. Persiapan
a. Masing-masing tim menyiapkan tempat pelaksanaan
pre conference.
b. Masing-
masingketuatimsudahmenjadwalkankegiatanpre
conference
2. Pelaksanaan
a. Melakukan konferensi setiap hari segera setelah
dilakukan pergantian dinas pagi atau sore sesuai
dengan jadwal pelaksana.
b. Dipimpin oleh ketua tim atau penanggung jawab tim
c. Konferensi dihadiri oleh
ketuatimdanperawatpelaksana
d. Menyampaikan perkembangan dan masalah pasien
berdasarkan hasil tindakan yang diberikan
e. Perawat pelaksana menyampaikan hal-hal meliputi
1) Keluhan pasien
2) TTV dan kesadaran pasien
3) Hasil pemeriksaan laboratorium atau diagnosis
terbaru
4) Masalah keperawatan
5) Rencana keperawatan hari ini
6) Perubahan keadaan terapi medis
7) Rencana medis
f. Ketuatim mendikusikan dan mengarahkan perawat
pelaksana tentang masalah yang terkait dengan
perawatan pasien yang meliputi :
1) Pasien yang terkait dengan pelayanan seperti :
keterlambatan, kesalahan pemberian makan,
kebisikan pengunjung lain, kehadiran dokter
yang dikonsulkan.
2) Ketepatan pemberian infuse
3) Ketepatan pemantauan asupan dan pengeluaran
cairan
4) Ketepatan pemberian obat / injeksi
5) Ketepatan pelaksanaan tindakan lain
6) Ketepatan dokumentasi
g. Mengingatkan kembali standar prosedur yang
ditetapkan.
h. Mengingatkan kembali tentang kedisiplinan,
ketelitian,kejujuran dan kemajuan masing–masing
perawatan asosiet.
i. Membantu perawatpelaksana menyelesaikan
masalaah yang tidak dapat diselesaikan.
P
Unit terkait RuangRawatInap