Pengantar Frequency Division Multiplexing
Pengantar Frequency Division Multiplexing
15
BPKM Teknik Transmisi
informasi yang digabung telah dibuat standar oleh CCITT, mulai dari yang terkecil 12 kanal
voice sampai yang terbesar sebanyak 1800 kanal voice. Lihat gambar 2-2.
16
BPKM Teknik Transmisi
17
BPKM Teknik Transmisi
mux time division tradisional. Tapi, sekali lagi, jika trafik yang dimuat stat mux besar, bisa
terjadi risiko penundaan dan kehilangan data (gambar 2-6).
18
BPKM Teknik Transmisi
Teknologi digital membuat penggunaan kabel multipair yang ada lebih baik dari pada
teknologi analog. Dengan menggunakan kabel pair yg telah terpasang masing-masing secara
individual per pelanggan ke sentral lokal, dapat ditempatkan sebuah DLC di tengah (antara
sentral dengan pelanggan). Hubungan DLC ke sentral lokal dapat digunakan serat optik atau
microwave, dan kemudian dilakukan multiplexing. Ketika sinyal sampai ke DLC, kemudian
dilakukan demultiplexing untuk menghasilkan kanal individu untuk twisted-pair ke rumah
tangga. Hal ini juga memungkinkan Anda untuk memberikan layanan kepada pelanggan yang
berada di luar spesifikasi jarak antara pelanggan dan sentral lokal. Jadi, pada dasarnya, DLC
dapat digunakan untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan loop panjang.
19
BPKM Teknik Transmisi
dilakukan dua jam pertemuan video conferenced dua kali setiap bulan. Sangat sedikit
pelanggan bersedia membayar untuk sebuah 1,5 Mbps atau 2 Mbps untuk sebuah aplikasi
yang mereka gunakan hanya empat jam setiap bulan. Sebaliknya, mereka ingin ada fasilitas
digital untuk membawa lalu lintas yang diperlukan tersebut. Inverse Mux memungkinkan
melakukan hal ini. Dalam Gambar 2-8, streaming video sebesar 1.5 Mbps dimasukkan ke
multiplekser invers, kemudian invers mux menjadi 24 bagian saluran masing masing 64 Kbps
dan masing-masing dari 24 kanal menempati saluran terpisah pada fasilitas yang sudah ada yg
berupa T-1/E-1, ISDN-PRI. Kemudian pengiriman sinyal data 64 kbps dilakukan di seluruh
jaringan secara terpisah tetapi telah masuk sistem teknik transmisi masing masing. Di titik
tujuan, dilakukan pengambilan kembali sinyal sinyal video semula dan mereproduksi sinyal
bandwidth yang tinggi sehingga dapat ditampilkan pada monitor video tujuan.
20
BPKM Teknik Transmisi
karena keterbatasan keterbatasan akibat redaman di serat optik yang menyerap kekuatan
sinyal. Karena itu, di suatu tempat sebelum sinyal asli menjadi tidak jelas, sinyal optik harus
diregenerasi (yaitu, diberikan kekuatan baru) sehingga akan tetap mempertahankan informasi
sampai mencapai tujuannya atau setidaknya sampai diperkuat lagi. Pada tahun 1994, sesuatu
yang sangat penting terjadi yaitu dengan ditemukannya Optical amplifier yang disebut
Erbium-doped Fiber Amplifier (EDFAs). Erbium adalah bahan kimia yang disuntikkan ke
dalam serat. Pulsa cahaya yang melewati erbium, akan diperkuat sambil terus berjalan, tanpa
harus dihentikan dan diproses sebagaimana penguatan sinyal listrik. Pengenalan teknologi
EDFAs telah memperbaiki unjuk kerja sistem serat optik sehingga mampu beroperasi
menyalurkan bitrate 10 Gbps.
EDFAs juga membuka jalan untuk mengembangkan wavelength devision multiplexer. WDM
adalah suatu methode pengiriman sinyal dengan mengambil keuntungan dari fakta bahwa
beberapa warna, atau frekuensi, cahaya dapat ditransmisikan secara simultan melalui satu
serat optik. Kecepatan data yang dibawa oleh masing masing panjang gelombang tergantung
pada jenis sumber cahaya. Satu hal untuk menjelaskan tentang penggunaan WDM pertama
adalah bahwa tidak seperti jenis multiplexing lain, dalam hal ini tujuannya adalah untuk
memasukkan beberapa saluran kecil ke dalam satu saluran yang lebih besar, WDM
dimaksudkan untuk memberikan saluran terpisah untuk setiap layanan, pada tingkat data
tinggi. Semakin banyak perusahaan-perusahaan memanfaatkan switch kapasitas tinggi dan
router yang dilengkapi dengan interface 2.5 Gbps, jadi keinginan besar komunitas pengguna
untuk plug-in ke saluran yang cukup besar untuk membawa sinyal bandwidth tinggi dari
ujung ke ujung, tanpa harus memecahnya menjadi bitrate lebih kecil.
21
BPKM Teknik Transmisi
sinyal pembawa, dengan frekuensi [Link].000 Hz, yaitu cayaha yang berada
diantara infrared dan ultravioled.
22
BPKM Teknik Transmisi
Teknik transmisi FDM ini memungkinkan untuk mengirimkan beberapa kanal secara simultan
melalui kanal yang sama tanpa tercampurnya informasi kanal satu dengan kanal lainnya
23
BPKM Teknik Transmisi
karena masing masing kanal informasi dalam kanal transmisi frekuensinya telah
ditranslasikan ke frekuensi pembawa yang berbeda beda dengan proses modulasi amplitudo
(AM). Tiap tiap kanal informasi dibawa oleh sinyal pembawa dengan frekuensi berbeda beda.
Pengubahan frekuensi informasi kedalam frekuensi pembawa disebut proses pencampuran
(mixing) atau modulasi dalam modulator AM. Penggabungan dalam sistem FDM dilakukan
pada intertoll trunk dan toll connecting trunk, yaitu saluran yang menghubungkan antar
exchange di satu kota dengan exchange kota lain. Perangkat FDM dipasang setelah exchange
yaitu pada saluran 4 kawat (4-wire transmission) lihat gambar 2-10.
24
BPKM Teknik Transmisi
Dalam proses pencampuran (mixing) dua buah sinyal dengan frekuensi A dan B, maka hasil
mixing adalah A+B dan A-B. Untuk sinyal informasi voice dengan frekuensi 300 Hz sampai
3400 Hz yang dibawa oleh sinyal dengan frekuensi 20 kHz akan menghasilkan output sebesar
20.300 s/d 23.400 Hz (lihat gambar 2-12),
20.000 Hz 20.000 Hz
+ 300 Hz + 3.400 Hz
20.300 Hz 23.400 Hz
Mixer
300 Hz 3.400 Hz 16.600 Hz 19.700 Hz
20 kHz
25
BPKM Teknik Transmisi
26
BPKM Teknik Transmisi
27
BPKM Teknik Transmisi
u
Mixer
Channel 1 12 KHz u 16 KHz
0 Hz s/d 4000 Hz u
12 kHz
Channel 2
Mixer
16 KHz 20 KHz Pregroup
0 Hz s/d 4000 Hz 12 KHz - 24 KHz
16 kHz 3 Channel
Mixer
Channel 3 20 KHz 24 KHz
0 Hz s/d 4000 Hz
20 kHz
28
BPKM Teknik Transmisi
u
Mixer
Pregroup 1 u
96 KHz – 108 KHZ
12 KHz s/d 24 KHz u
120 kHz
Mixer
Pregroup 2 84 KHz – 96 KHZ
12 KHz s/d 24 KHz
108 kHz
Standar Group
60 KHz 108 KHz
Mixer
12 Channel
Pregroup 3 72 KHz – 84 KHZ
12 KHz s/d 24 KHz
96 kHz
Mixer
Pregroup 4 60 KHz – 72 KHZ
12 KHz s/d 24 KHz
84 kHz
30
BPKM Teknik Transmisi
Super Group 8 dengan frekuensi carrier 2900 KHz menghasilkan (2348 – 2588) KHz
Super Group 9 dengan frekuensi carrier 3148 KHz menghasilkan (2596 – 2836) KHz
Super Group 10 dengan frekuensi carrier 3396 KHz menghasilkan (2844 – 3084) KHz
Dalam master group 600 ini terdapat guard band antar super group, hal ini diperlukan untuk
memudahkan dalam penerimaan. Guard band antar super group adalah sebesar 8 KHz,
kecuali untuk super group 6 ke super group 7 terdapat guard band sebesar 56 KHz, sehingga
mengakibatkan meningkatnya bandwidth master group ini menjadi (4x600) + (8x8) + 56 =
2400 + 64 + 56 = 2520 KHz, lebih besar dari bandwidth yang diperlukan minimal, yaitu 4
KHz/ch x 600 ch = 2400 KHz. Heirarkhi master group 600 standar CCITT dapat dilihat pada
Gambar 2-18.
Mixer
Super group 1 564 – 804 KHZ
312 - 552 KHz
1116 kHz
Mixer
Super group 2 812 – 1052 KHZ
312 - 552 KHz
1364 kHz
1612 kHz
1860 kHz
2108 kHz Master Group 600
564 – 3084 KHz
2356 kHz
600 channel
2652 kHz
2900 kHz
Mixer
Super group 9 2596 – 2836 KHZ
312 - 552 KHz
3148 kHz
Mixer
Super group 10 2844 – 3084 KHZ
312 - 552 KHz
3396 kHz
Gambar 2-18. Formasi Master Group 600
2.2.4. Master Group-900
31
BPKM Teknik Transmisi
Master Group 900 berisi 900 channel voice, menempati range frekuensi (312 – 4028) KHz.
Master group 900 ini dibentuk dengan menggabungkan 15 buah super group yang mempunyai
frekuensi masing-masing (312 – 552) KHz dan dimodulasi amplitudo dengan 15 balance
modulator. Tiap super group menjadi input balance modulator dengan frekuensi pembawa
masing masing balance modulator adalah : 1116 KHz, 1364 KHz, 1612 KHz, 1860 KHz,
2108 KHz, 2356 KHz, 2604 KHz, 2852 KHz, 3100 KHz, 3348 KHz, 3596 KHz, 3844 KHz,
4092 KHz, 4340 KHz. Keluaran balance modulator diambil sisi lowernya (LSB) sesuai
rekomendasi CCITT dengan band pass filter yang mempunyai frekuensi cut off pada sisi
upper side band keluaran masing-masing balance modulator.
Keluaran masing masing modulator setelah melalui filter untuk super group 1 sampai super
group 15 adalah sebagai berikut :
Super group 1 langsung (direct) dimasukkan combiner (312 – 552) KHz.
Super Group 2 dengan frekuensi carrier 1116 KHz menghasilkan (554 – 804) KHz
Super Group 3 dengan frekuensi carrier 1364 KHz menghasilkan (812 – 1052) KHz
Super Group 4 dengan frekuensi carrier 1612 KHz menghasilkan (1060 – 1300) KHz
Super Group 5 dengan frekuensi carrier 1860 KHz menghasilkan (1308 – 1548) KHz
Super Group 6 dengan frekuensi carrier 2108 KHz menghasilkan (1556 – 1796) KHz
Super Group 7 dengan frekuensi carrier 2356 KHz menghasilkan (1804 – 2044) KHz
Super Group 8 dengan frekuensi carrier 2604 KHz menghasilkan (2052 – 2292) KHz
Super Group 8 dengan frekuensi carrier 2852 KHz menghasilkan (2300 – 2540) KHz
Super Group 10 dengan frekuensi carrier 3100 KHz menghasilkan (2548 – 2788) KHz
Super Group 11dengan frekuensi carrier 3348 KHz menghasilkan (2796 – 3036) KHz
Super Group 12 dengan frekuensi carrier 3596 KHz menghasilkan (3044 – 3284) KHz
Super Group 13 dengan frekuensi carrier 3844 KHz menghasilkan (3292 – 3532) KHz
Super Group 14 dengan frekuensi carrier 4092 KHz menghasilkan (3540 – 3780) KHz
Super Group 15 dengan frekuensi carrier 4340 KHz menghasilkan (3788 – 4028) KHz
Untuk mengontrol level FDM digunakan pilot tone yang juga digunakan untuk mengaktifkan
alarm perawatan. Dalam gambar 2-17 dan gambar 2-19 pilot tone ditunjukkan dengan garis
vertikal dengan segitiga kecil ujung atas.
32
BPKM Teknik Transmisi
33
BPKM Teknik Transmisi
Master group 1
564- 3084 KHz
Super Master Group
Mixer
Master group 2 3164 – 5684 KHZ 564 – 8284 KHZ
564-3084 KHz 1800 channel
6248 kHz
Mixer
Master group 3 5764 – 8284 KHZ
564-3084 KHz
8848 kHz
80 kHz 80 kHz
Guard band Guard band
34
BPKM Teknik Transmisi
Master Group 3 dengan frekuensi carrier 8848 KHz menghasilkan (5764– 8284) KHz
2.4. Rangkuman
Multiplexing merupakan teknologi yang penting dalam teknik transmisi. Dengan
multiplexing dapat dilakukan penghematan biaya pembangunan jaringan transmisi trunk,
karena dengan multiplexing dapat menghemat jumlah saluran trunk. Terdapat 5 macam jenis
multiplexing yaitu, FDM, TDM, STDM, Intellegent Multiplexing, Inverse Multiplexing dan
WDW, DWDM.
FDM merupakan multiplexing analog, proses translasi kanal kepadatan rendah ke kanal
kepadatan tinggi dilakukan dengan teknik modulasi amplitudo. Untuk menghemat bandwidth
hanya digunakan pada sisi lower atau upper dengan band pass filter.
TDM merupakan multiplexing digital, sehingga semua sinyal analog akan diubah ke dalam
bentuk sinyal digital.
Intellegent multiplexing telah memungkinkan perluasan akses jaringan lokal akses tembaga
bisa menjangkau pelanggan yang jauh dari sentral yaitu dengan diaplikasikannya teknologi
Digital Loop Carrier yang dipasang antara sentral lokal dengan jaringan kabel tembaga.
Inverse multiplexing merupakan kebalikan dari multiplexing yang selama ini dikenal,
multiplexing ini membagi kanal bitrate tinggi menjadi beberapa data bitrate kecil kecil
kemudian dilewatkan pada beberapa kanal transmisi bitrate tinggi, disisi penerima
35
BPKM Teknik Transmisi
2.5. Latihan
1. Jelaskan perbedaan mendasar antara FDM dengan TDM.
2. Jelaskan bagaimana dasar yang digunakan untuk menghitung kebutuhan lebar bandwidth
dalam suatu sistem FDM.
3. Jelaskan apakah dimungkinkan dilakukan pemakaian sistem multiplexing secara
bersamaan dalam suatu sistem, misalnya FDM diginakan bersama dengan DWDM ?.
4. Jelaskan manfaat yang penting dengan diaplikasikannya intellegent multiplexing.
Daftar Pustaka.
1. Roger L. Freeman, 1980, Telecommunication Transmission Handbook, Mc Graw Hill,
New York.
36