0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
165 tayangan15 halaman

Penyuluhan Diabetes Mellitus 2020

Dokumen tersebut membahas tentang satuan acara penyuluhan diabetes mellitus. Ringkasannya adalah: dokumen tersebut merangkum pengertian diabetes mellitus, gejala, penyebab, risiko, dan pengelolaannya seperti gaya hidup sehat dan makanan yang dianjurkan atau dilarang bagi penderita diabetes. Tujuan penyuluhan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang diabetes mellitus.

Diunggah oleh

Irsyad Ibad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
165 tayangan15 halaman

Penyuluhan Diabetes Mellitus 2020

Dokumen tersebut membahas tentang satuan acara penyuluhan diabetes mellitus. Ringkasannya adalah: dokumen tersebut merangkum pengertian diabetes mellitus, gejala, penyebab, risiko, dan pengelolaannya seperti gaya hidup sehat dan makanan yang dianjurkan atau dilarang bagi penderita diabetes. Tujuan penyuluhan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang diabetes mellitus.

Diunggah oleh

Irsyad Ibad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIABETES MELLITUS

DI SUSUN OLEH :

Nama kelompok :
1. Dwi Aji Srirasa ([Link].P)
2. Muhammad Firul H ([Link].P)

PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN
TAHUN PELAJARAN 2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN/PEMBELAJARAN
TENTANG DIABETES MELLITUS

A. Latar Belakang
Penyakit diabetes mellitus adalah ketidakmampuan tubuh untuk mengubah makanan
menjadi energy karena gangguan metabolism yang terjadi dalam tubuh. Diabetes
mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemi yang
berhubungan dengan abnormalitas metabolism karbohidrat, lemak, dan protein yang
disebabkan oleh penurunan sensitivitas insulin atau keduanya dan menyebabkan
komplikasi kronis keduanya dan menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler,
makrovaskuler, neuropati.
Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di
dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia
yang mengidap diabetes. Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita
diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50% yang
sadar mengidapnya dan diantara mereka baru sekitar 30% yang datang berobat teratur
(WHO, 1990). Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak
menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau
kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang
diabetes terutama gejala-gejalanya. Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe
2 yang disebebkan factor keturunan. Tetapi factor keturunan saja tidak cukup untuk
menyebabkan seseorang terkena diabetes karena resikonya hanya sebesar 5%. Ternyata
diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas alias
kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya.
B. Pokok  bahasan : Diabetes Mellitus
C. Sub pokok bahasan : 
1. Pengertian DM
2. Penyebab penyakit DM
3. Gejala dan Tanda – Tanda DM
4. Orang-orang yang dapat beresiko mengidap DM
5. Pengelolaan DM
6. Makanan yang diperbolehkan dan dipantangkan oleh DM
7. Penatalaksaan Diabetes Mellitus
8. Manajemen DM dengan gaya hidup sehat
D. Sasaran : Kelompok khusus
E. Tempat :
F. Waktu :
G. Tujuan :

Umum :
setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang diabetes mellitus peserta mampu
melakukan perubahan gaya hidup untuk mencegah penyebaran diabetes di tubuh serta
dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam sehari-hari.
Khusus :
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang diabetes mellitus peserta dapat:
a. menjelaskan kembali tentang pengertian diabetes mellitus
b. menyebutkan kembali penyebab diabetes mellitus
c. menyebutkan kembali gejala dan tanda- tanda diabetes mellitus
d. menjelaskan kembali orang-orang yang dapat beresiko mengidap diabetes mellitus
e. Menjelaskan cara pengelolaan diabetes mellitus
f. Makanan yang dipantangkan dan diperbolehkan bagi penderita diabetes mellitus
g. Menjelaskan penatalaksaan diabetes mellitus
h. Manajemen diabetes mellitus dengan gaya hidup sehat

H. Media dan alat : LCD, Leaflet


I. Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi
J. Pengorganisasian : Pemateri

Denah posisi penyuluhan

LCD

Modera penyaji
tor

Fasilitator Peserta Peserta Peserta Peserta

Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta

Peserta Peserta Peserta Peserta


Fasilitator
K. Kegiatan Penyuluhan :                                                         

Alat yg
Tahap Kegiatan penyuluhan Kegiatan audiens
dipakai
Pembukaan  Memberi salam  Membalas salam penyaji   
5 Menit pembukaan  Mendengarkan dan
 Memperkenalkan diri memperhatikan
 Menjelaskan tujuan  Mendengarkan dan
penyuluhan mengenai memperhatikan
materi
 Menjelaskan kontrak 4.     
waktu
Pelaksanaan  Penyaji menggali  Menjelaskan penyakit
20 Menit pengetahuan  audiens diabetes setahunya
tentang diabetes mellitus  Mendengarkan dan
 Menjelaskan materi memperhatikan
tentang diabetes mellitus
Mengenai :
a. Pengertian Diabetes
Mellitus
b. penyebab diabetes
mellitus
c. gejala dan tanda-
tanda diabetes
mellitus
d. orang-orang yang
dapat beresiko
mengidap diabetes
mellitus
e. cara pengelolaan
diabetes mellitus
f. Makanan yang
dipantangkan dan
diperbolehkan bagi
penderita diabetes
mellitus
g. Manajemen diabetes
mellitus dengan
gaya hidup sehat
 Memberikan waktu
audien untuk bertanya
 Audience bertanya
Penutup  Memberikan beberapa  Menjawab pertanyaan
5 menit pertanyaan untuk
mengevaluasi sejauh
mana pemahaman
Audience tentang materi
yg dijelaskan.
 Menyimpulkan secara  Menyimpulkan
bersama-sama
 Mengakhiri penyuluhan  Mendengarkan dan
memperhatikan
 Memberi salam penutup  Membalas salam penutup

L. Kriteria Evaluasi
a) Evaluasi struktur
kegiatan yang dilakukan penyuluh sebelum pelaksanaan, yaitu :
 Materi dan media sudah disiapkan 1 hari sebelum pelaksanaan
 Undangan sudah diberikan ke peserta 2 hari sebelumnya
b) Evaluasi Proses
Semua kegiatan yang dilakukan oleh penyuluh dan peserta sejak mulai penyuluhan
sampai selesai
 Penyuluh memberikan materi sesuai SAP
 Peserta tidak ada yang meninggalkan tempat selama kegiatan berlangsung
 Peserta dapat berperan aktif selama kegiatan berlangsung
 Penyuluh
c) Evaluasi Hasil
Hasil yang dicapai peserta selama proses penyuluhan.
 100 % peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
 80% peserta mampu menyebutkan pengertian
 80% peserta mampu menyebutkan penyebab dll
 DLL

Lampiran Materi
PENYAKIT DIABETES MELLITUS

A. PENGERTIAN DIABETES MELLITUS


Diabetes Mellitus ( bahasa latin : diabetes = penerusan, mellitus = manis). Diabetes
Mellitus, penyakit gula, atau penyakit kencing manis, diketahui sebagai suatu penyakit
yang disebabkan oleh adanya gangguan menahun terutama pada system metabolism
karbohidrat, lemak, dan juga protein dalam tubuh.
Gangguan metabolisme tersebut disebabkan kurangnya produksi hormon insulin, yang
diperlukan dalam proses pengubahan gula menjadi tenaga serta sintesis lemak. Kondisi
yang demikian itu, mengakibatkan terjadinya hiperglikemia, yaitu meningkatnya kadar
gula dalam darah terdapatnya kandungan gula dalam air kencing dan zat- zat keton
serta asam (keto-acidosis) yang berlebihan. Keberadaan zat- zat keton dan asam yang
berlebihan ini menyebabkan terjadinya rasa haus yang terus menerus, banyak kencing,
penurunan daya tahan tubuh (tubuh lemah dan mudah sakit). Penderita kencing manis,
tidak jarang yang harus meninggal pada usia muda.
Kurang lebih 20% dari total penduduk dunia, merupakan penderita penyakit kencing
manis. Diagnosis khas Diabetes Mellitus pada umumnya adalah bahwa terdapat
keluhan khas DM yaitu, poliura (banyak kencing), polidisia (banyak minum), polifagia
(banyak makan), dan penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya, dan keluhan
lainnya : kesemutan, gatal, mata kabur, dan impotensia pada pria, prioritas vulva pada
wanita menurut WHO 1990.
Pada penyakit DM ada beberapa penyulit yaitu :
1. Penyulit akut berupa hipoglikomia dengan gejala berdebar, banyak keringat,
gemeta, dan rasa lapar.
2. Penyulit menahun seperti microangiopati (penyempitan pembuluh darah kapiler)
jika pada retina mata disebut (retinopati diabetic) dan jika pada ginjal disebut
(nefropati diabetic), jika sampai terjadi kelainan urat saraf akibat DM (neuropatik
diabetic ) serta rentan infeksi (TB paru, infeksi saluran kemih), dan kaki Diabetes.
3. Penyulit lainnya adalah rentan infeksi .

B. PENYEBAB DIABETES MELLITUS


Ada beberapa faktor penyebab penyakit diabete mellitus pada umumnya, yaitu :
1. Factor genetic
Penebab DM yang biasa terjadi salah satunya yaitu dikarenakan oleh adanya factor
genetic. Karena memiliki keluarga yang juga menderita penyakit DM maka dari itu
kemungkinan besar untuk menderita penyakit DM. oleh sebab itu jika keluarga
memiliki riwayat penyakit diabetes maka ada kemungkinan juga untuk menderita
penyakit diabetes jika tidak menjaga kesehatan dan juga kadar gula darah.
2. Factor berat badan (obesitas)
Berat badan memang bisa mempengaruhi kesehatan, karena berat badan pun bisa
menjadi suatu penyakit, dan penyakit diabetes pun bisa terjadi dikarenakan oleh
berat badan. Memiliki berat badan yang besar atau pun berlebihan memiliki
kemungkinan untuk menderita penyakit diabetes salah satu [Link] sebab itu
penyebab diabetes bisa di sebabkan oleh berat badan.
3. Factor makanan
Penyebab diabetes pun bisa terjadi dari makanan yang di konsumsi, jika sering
mengkonsumsi makan makanan yang tidak sehat seperti hal nya makanan yang
mengandung lemak tinggi atau pun memiliki kadar manis dari gula yang banyak
maka bisa menjadi penyebab diabetes. Oleh sebab itu jaga asupan makanan yang
baik agar tidak mengalami naik nya kadar gula darah.
4. Factor merokok
Rokok merupakan sumber penyakit, dan rokok pun bisa menjadi penyebab
diabetes juga oleh sebab itu mengapa penggunaan rokok itu di larang dan tidak
baik untuk di gunakan.

C. GEJALA DAN TANDA – TANDA DIABETES MELLITUS


Dapat digolongkan menjadi gejala akut dan gejala kronik
1. Gejala Akut
Gejala penyakit DM ini dari satu penderita ke penderita lainnya tidaklah selalu
sama, dan gejala yang disebutkan disini adalah gejala yang umum timbul dengan
tidak mengurangi kemungkinan adanya variasi gejala lain, bahkan ada penderita
diabetes yang tidak menunjukkan gejala apa pun sampai pada saat tertentu.
a. Pada permulaan gejala ditunjukkan meliputi tiga serba banyak yaitu :
 Banyak makan ( poifagia)
 Banyak minum (polidipsia)
 Banyak kencing (poliuria)
Atau disingkat ‘’3P’’. dalam fase ini biasanya penderita menunjukkan berat
badan yang terus naik dan bertambah gemuk, karena pada saat ini jumlah
insulin masih mencukupi.
b. Bila keadaan tersebut tidak diobati, lama kelamaan mulai timbul gejala yang
disebabkan oleh kurangnya insulin. Jadi, bukan 3P lagi, melainkan hanya 2P
saja ( polidipsia dan poliura ) dan beberapa keluhan lain seperti nafsu mkan
mulai berkurang, bahkan kadang-kadang timbul rasa mual jika kadar glukosa
darah melebihi 500 mg/dl, disertai :
 Banyak minum
 Banyak kencing
 Berat padan turun dengan cepat (bisa 5-10kg dalam waktu 2-4 minggu).
 Mudah lelah
 Bila lekas diobati akan timbul rasa mual, bahkan penderita akan jatuh
koma (tidak sadarkan diri) dan disebut koma diabetic.
2. Gejala kronik
Kadang-kadang penderita DM tidak menunjukkan gejala akut (mendadak) tapi
baru menunjukkan gejala sudah beberapa bulan atau beberapa tahun mengidap
penyakit DM. gejala ini disebut gejala kronik atau menahun.
Gejala kronik yang sering timbul adalah seorang penderita dapat mengalami
beberapa gejala tersebut yaitu :
a. Kesemutan
b. Kulit terasa panas (wedangan) atau seperti tertusuk- tusuk jarum
c. Rasa tebal di kulit sehingga kalau berjalan seperti diatas bantal atau kasur
d. Kram
e. Capai
f. Mudah ngantuk
g. Mata kabur, biasanya sering ganti kaca mata
h. Gatal disekitar kemaluan, terutama wanita
i. Gigi mudah goyah dan mudah lepas
j. Kemampuan seksual menurun, bahkan impoten
k. Para ibu hamil sering mengalami keguguran atau kematian janin dalam
kandungan atau dengan berat badan lhir >4kg

D. ORANG – ORANG YANG BERESIKO MENGIDAP DIABETES MELLITUS


Penyakit DM kebanyakan adalah penyakit keturunan, bukan penyakit menular.
Meskipun demikian tidak berarti penyakit ini pasti menurun ke anak. Walaupun kedua
orang tua menderita DM. kadang- kadang anaknya tidak ada yang menderita DM.
Namun apabila dibandingkan dengan kedua orangtua yang non-DM, jelas penderita
DM lebih cenderung mempunyai anak yang menderita penyakit DM.
Berikut ini adalah urutan yang menunjukkan siapa saja yang mempunyai kemungkinan
akan menderita penyakit DM, yaitu :
1. Kedua rangtuanya mengidap penyakit DM
2. Salah satu orangtuanya atau saudara kandungnya mengidap penyakit DM
3. Salah satu anggota keluarga (nenek,paman, bibi,keponakan,sepupu) mengidap
DM.
4. Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lahir >4kg
5. Pada waktu pemeriksaan kesehatan pernah ditemukan kadar glukosa darah
melebihi antara 140-200 mg/dl
6. Menderita penyakit lever (hati) kronik atau agak berat
7. Terlalu lama minum obat-obatan, mendapat suntikan atau minum tablet golongan
kortikosteroid (sering digunakan oleh penderita asma, penyakit kulit, penyakit
reumatik, dan lain-lain) missal prednisone, oradexon, kenacort, rheumacyl,
kortison, hidrokortison.
8. Terkena infeksi virus tertentu misalnya virus morbili,virus yang menyerang
kelenjar ludah,dll
9. Terkena obat-obatan antiserangga (insektisida).

E. PENGELOLAAN DIABETES MELLITUS


Dalam pengelolaan diabetes mellitus ada 4 pilar penting yang harus dilakukan secara
bersamaan. Ibaratkan pilar yang menyangga sebuah bangunan, satu pilar akan
mempengaruhi kekuatan pilar lainnya. Nah, ke 4 pilar itu adalah :
1. Pola Makan Sehat.
Penyandang diabetes itu tidak boleh makan seperti orang lain yang normal, tidak
boleh minum gula, perlu makanan khusus. Padahal sebetulnya tidak demikian,
penyandang diabetes pada dasarnya makannya sama saja dengan orang normal.
Tidak ada makanan yang mutlak dilarang, hanya saja barangkali beberapa
makanan dikonsumsi lebih sedikit. Bahkan gula boleh saja dikonsumsi, kalau
hanya untuk teman minum teh pagi hari.
2. Aktifitas Fisik
Seperti pola makan yang sehat, aktifitas fisik, olahraga juga sangat menentukan
regulasi gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga memperbaiki
gangguan toleransi glukosa, menurunkan gula darah, mengurangi kebutuhan
obat-obatan. Semakin besar massa otot terutama otot-otot besar seperti paha,
bokong, lengan yang dibangun dengan olahraga maka akan semakin banyak
gula yang diambil dari peredaran darah.
3. Obat-Obatan
Pada pasien diabetes tertentu, gula darah yang tidak begitu tinggi, yang pertama
kali didiagnosis, dengan obesitas, diabetes tanpa komplikasi, obat diabetes baru
diberikan apabila dengan pola makan yang sehat, dan olahraga, kadar gula
darah yang diinginkan tidak tercapai. Dan, obat bukan pilihan pertama pada
penyandang diabetes, dan obat-obatan tidak menggantikan fungsi makanan
yang sehat dan olahraga. Pada beberapa penelitian, olahraga, pola makan yang
sehat bahkan lebih unggul mengontrol gula darah pada diabetes  tipe 2 dan
mencegah berkembangnya diabetes dibandingkan obat-obatan.
4. Edukasi.  Pengetahuan itu adalah kekuatan, bagi seorang penyandang diabetes,
pengetahuannya tentang seluk beluk penyakit diabetes ini merupakan salah satu
kunci penting yang menentukan lamanya harapan hidup mereka. Belajar,
menggunakan informasi tentang apa saja mengenai diabetes, dapat memotivasi
penyandangnya untuk mengontrol melakukan hal-hal yang terbaik untuk
dirinya.  Mereka yang memahami  tentang bagaimana penyakit ini berkembang,
tahu faktor resikonya, menyadari kemungkinan komplikasi yang
mengancamnya, tentunya akan menjadi lebih waspada

F. MAKANAN YANG DIPANTANGKAN DAN DIPERBOLEHKAN


Makanan yang diperbolehkan untuk penderita Diabetes Mellitus
1. Nasi Merah
2. Sayur Bayam
3. Oatmeal
4. Popcorn tawar
5. Daging tanpa lemak
6. Ikan laut
7. Brokoli
8. Dark chocolate
9. Ubi jalar
10. Tomat

Makanan yang tidak diperbolehkan untuk penderita Diabetes Mellitus :


1. Kue manis
2. Buah kering (kemasan)
3. Jus buah kemasan
4. Jus buah dengan gula
5. Susu dengan lemak
6. Nasi putih
7. Roti putih
8. Daging berlemak
9. Semua snakck ringan atau makanan kemasan
10. Gorengan
11. Minuman bersoda
12. Semua minuman yang mengandung kafein
13. Makan cepat saji
14. Kentang goreng
15. Coklat
16. Ayam goreng
17. Semua jenis daging olahan
18. Hamburger kue yang dipanggang
19. Makanan beku
20. Semua jenis minuman ringan
21. Pizza
22. Pisang dan melon
23. Sereal manis
24. Makanan instan
25. Makanan pengganti energy tubuh

G. PENATALAKSANAAN DIABETES MELLITUS


Penatalaksanaan diabetes mempunyai tujuan akhir untuk menurunkan morbiditas dan
mortalitas DM, yang secara spesifik ditujukan untuk mencapai 2 target utama, yaitu :
1. Menjaga agar kadar glukosa plasma berada dalam kisaran normal.
2. Mencegah atau meminimalkan kemungkinan terjadinya komplikasi diabetes.
The American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan beberapa parameter
yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan penatalaksanaan diabetes.

Target Penatalaksanaan Diabetes

Parameter Kadar Ideal Yang Diharapkan

Kadar Glukosa Darah Puasa 80-12-mg/dl

Kadar Glukosa Plasma Puasa 90-130mg/dl

Kadar Glukosa Darah Saat Tidur 100-140mg/dl


(Bedtime blood glucose)
Kadar Glukosa Plasma Saat Tidur 110-150mg/dl
(Bedtime plasma glucose)
Kadar Insulin <7%

Kadar HbA1c <7mg/dl

Kadar Kolestrol HDL >45mg/dl (pria)

Kadar Kolestrol HDL >55mg/dl (wanita)

Kadar Trigliserida <200mg/dl

Tekanan Darah <130/80mmHg

Pada dasarnya ada dua pendekatan dalam penatalaksaan diabetes, yang pertama
pendekatan tanpa obat dan yang kedua adalah pendekatan dengan obat. Dalam
penatalaksaan DM, langkah pertama yang harus dilakukan adalah penatalaksanaan
tanpa obat berpa pengaturan diet dan olahraga. Apabila dengan langkah pertama ini
tujuan penatalaksanaan belum tercapai, dapat dikombinasikan dengan langkah
farmakologis berupa terapi insulin atau terapi obat hipoglikemik oral, atau kombinasi
keduanya.
Bersamaan dengan itu, apa pun langkah penatalaksaan yang diambil, satu factor yang
tidak boleh ditinggalkan adalah penyuluhan atau konseling pada penderita diabetes
oleh para praktisi kesehatan baik dokter, apoteker, ahli gizi, mapupun tenaga medis
lainnya.
1. Terapi tanpa obat
a. Pengaturan diet
diet yang baik merupakan kunci keberhasilan penatalaksaan diabetes. Diet yang
dianjurkan adalah makanan dengan komposisi yang seimbang dalam hal
karbohidrat, protein, dan lemak, sesuai dengan kecukupan gizi baik sebagai
berikut :
 Karbohidrat : 60-70%
 Protein : 10-15%
 Lemak : 20-25%
Jumlah kalori desesuaikan dengan pertumbuhan, status gizi, umur, stress akut
dan kegiatan fisik, yang pada dasarnya ditujukan untuk mencapai dan
mempertahankan berat badan ideal.
Penurunan berat badan telah dibuktikan dapat mengurangi resistensi insulin
dan memperbaiki respons sel-sel terhadap stimulus glukosa. Dalam salah satu
peneltian dilaporkan bahwa penurunan 5% berat badan dapat mengurangi
kadar HbA1c sebanyak 0,6% (HbA1c adalah salah satu parameter status DM) ,
dan setiap kilogram penurunan berat badan dihubungkan dengan 3-4 bulan
tambahan waktu harapan hidup.
Selain jumlah kalori, pilihan jenis bahan makanan juga sebaiknya diperhatikan.
Masukan kolestrol tetap diperlukan, namun jangan melebihi 300mg per hari.
Sumber lemak diupayakan yang berasal dari bahan nabati, yang mengandung
lebih banyak asam lemak tak jenuh dibandingkan asam lemak jebuh. Sebagai
sumber protein sebaiknya diperoleh dari ikan, ayam (terutama daging dada),
tahu dan tempe, karena tidak banyak mengandung lemak.
Masukan serat sangat penting bagi penderita diabetes, diusahakan paling tidak
25gr per hari. Disamping akan menolong menghambat penyerapan lemak,
makanan berserat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh juga dapat membantu
mengatasi rasa lapar yang kerap dirasakan penderita DM tanpa resiko masukan
kalori yang berlebih. Disamping itu makanan sumber serat seperti sayuran dan
buah- buahan segar umumnya kaya akan vitamin dan mineral.
b. Olahraga
berolahraga secara teratur dapat menurunkan dan menjaga kadar gula darah
tetap normal. Saat ini ada dokter olahraga yang dapat dimintakan nasehatnya
untuk mengatur jenis dan porsi olahraga yang sesuai untuk penderita diabetes.
Prinsipnya tidak perlu olahraga berat, olahraga ringan asal dilakukan secara
teratur akan sangat bagus pengaruhnya bagi kesehatan.
Olahraga yang disarankan adalah yang bersifat CRIPE (Continuous, Rhytmical,
Interval, Progressive, Endurance Training). Sedapat mungkin mencapai zona
sasaran 75-85% denyut nadi maksimal (220-umur), disesuaikan dengan
kemampuan dan kondisi penderita. Beberapa contoh olahraga yang disarankan,
antara lain jalan atau lari pag, bersepeda, berenang, dan lain sebagainya.
Olahraga aerobic ini paling tidak dilakukan selama total 30-40 menit perhari
didahului dengan pemanasan 5-10 menit dan diakhiri pendinginan antara 5-10
menit. Olahraga akan memperbanyak jumlah dan meningkatkan aktivitas
reseptor insulin dalam tubuh dan juga meningkatkan penggunaan glukosa.
2. Terapi obat
Apabila penatalaksanaan terapi tanpa obat (pengaturan diet dan olahraga) belum
berhasil mengendalikan kadar glukosa darah penderita, maka perlu dilakukan
langkah berikutnya berupa penatalaksaan terapi obat, baik dalam bentuk terapi
obat hipoglikemik oral, terapi insulin, atau kombinasi keduanya.

H. MANAJEMEN DIABETES MELLITUS DENGAN GAYA HIDUP SEHAT


1. Rencana diet dimaksudkan untuk mengatur jumlah kalori dan karbohidrat yang
dikonsumsi setiap hari. Rencana diet harus didapakan dengan berkonsultasi dahulu
dengan ahli gizi yang terdaftar dan berdasarkan pada riwayat diet pasien, makanan
yang disukai, gaya hidup, latar belakang budaya, dan aktivitas fisik. Pada
konsensus PERKENI telah ditetapkan bahwa standar yang dianjurkan adalah
santapan dengan komposisi seimbang berupa KH 60-70%, protein 10-15%, dan
lemak 20-25%. Jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status gizi, umur,
stres akut, dan kegiatan jasmani untuk mencapai berat badan ideal. Jumlah
kandungan kolesterol <300 mg/hari, jumlah kandungan serat ± 25 gr/hari
diutamakan jenis serat larut konsumsi garam dibatasi bila terdapat hipertensi.
Pemanis dapat digunakan secukupnya.
2. Latihan fisik dan pengaturan aktivitas fisik. Dianjurkan latihan jasmani teratur 3-
4x tiap minggu selama ±0.5 jam yang sifatnya sesuai CRIPE (Continous,
Rhytmical, Interval, Progressive, Endurance training). Latihan yang dapat
dijadikan pilihan adalah jalan kala, jogging, lari, renang, bersepeda, dan
mendayung.
3. Batasi gula dalam setiap makanan
4. Utamakan yang tinggi lemak tak jenuh tunggal (kacang-kacangan, alpukat), cegah
dislipidemia
5. Batasi makanan tingi purin (asam urat)
6. Stop merokok
7. Cegah kegemukan: IMT <25
8. Tidur min 6 jam sehari
9. Stop minum alcohol
10. Check up teratur terutama untuk usia >40 tahun
11. Pakai alas kaki untuk menghindari luka karena akan beresiko menimbulkan luka
ulkus
12. Berpuasa
13. Pengawasan glukosa di rumah
14. Pengetahuan tentang diabetes dan perawatan diri. Diabetes adalah penyakit kronik
dan pasien perlu menguasai pengobatan dan belajar bagaimana menyesuaikan agar
tercapai kontrol metabolik yang optimal.

DAFTAR PUSTAKA

[Link]
penting-pengelolaan-diabetes-melitus

[Link]
penyebab-gejala-hingga-cara-mencegahnya

[Link]
aman-buat-penderita-diabetes
Lanywati, Endang. 2010. Diabetes Mellitus Penyakit Kencing Manis. Yogyakarta:
Kanisius (Anggota IKAPI).

Misnadiarly. 2008. Diabetes Mellitus Gangguan,Ulcer, Infeksi. Jakarta: Pustaka Populer


Obor.

Muchid,Abdul. 2005. PHARMACEUTICAL CARE UNTUK PENYAKIT DIABETES

Anda mungkin juga menyukai