100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
303 tayangan18 halaman

Etika Profesional dalam Audit Akuntansi

Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah: Dokumen tersebut membahas etika profesional dan lingkungan audit, termasuk dilema etika, kebutuhan perilaku etis dalam profesi akuntansi, kode etik, independensi, dan peraturan perilaku yang mengatur profesi tersebut.

Diunggah oleh

junabaturante
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
303 tayangan18 halaman

Etika Profesional dalam Audit Akuntansi

Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah: Dokumen tersebut membahas etika profesional dan lingkungan audit, termasuk dilema etika, kebutuhan perilaku etis dalam profesi akuntansi, kode etik, independensi, dan peraturan perilaku yang mengatur profesi tersebut.

Diunggah oleh

junabaturante
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROFESI DAN LINGKUNGAN AUDIT

BAB 4 : ETIKA PROFESIONAL

1. ETIKA PROFESI
 Etika (ethics) adalah serangkaian prinsip atau nilai moral.
Contoh : UU dan peraturan, doktrin gereja, kode etik bisnis bagi kelompok
profesi seperti akuntan publik, serta kode perilaku dalam
organisasi.
Etika  adalah perekat yang dapat mengikat anggota masyarakat.
 Perilaku tidak etis  tindakan yang berbeda dengan apa yang mereka anggap
tepat dilakukan dalam situasi tertentu.
 Enam Nilai Inti Etis menurut Josepshon Institute:
1) Dapat dipercaya (trustwothiness) mencakup kejujuran, integritas, reliabilitas,
dan loyalitas.
2) Penghargaan (respect) mencakup gagasan seperti kepantasan,
kesopansantunan, kehormatan, toleransi, dan penerimaan.
3) Pertanggungjawaban (responsibility) berarti bertanggung jawab atas tindakan
seseorang serta dapat menahan diri.
4) Kelayakan (fairness) dan Keadilan mencakup isu – isu tentang kesamaan
penilaian, sikap tidak memihak, proporsionalitas, keterbukaan, dan
keseksamaan.
5) Perhatian (caring) berarti bersungguh – sungguh memperhatikan
kesejahteraan pihak lain dan mencakup tindakan yang memperhatikan
kepentingan sesama serta memperlihatkan perbuatan baik.
6) Kewarganegaraan (citizenship) termasuk kepatuhan pada undang – undang
serta melaksanakan kewajiban sebagai warga negara.
 Dua alasan utama mengapa seseorang bertindak tidak etis :
a. Standar Etika Seseorang Berbeda dengan Masyarakat Umum, contoh
ekstremnya para pengedar obat terlarang, perampok bank, dan pencuri.
b. Orang Memilih untuk Bertindak Mementingkan Diri Sendiri, contohnya
skandal politik untuk memperoleh kekuasaan politik.

2. DILEMA ETIKA (ethical dilemma)


 Adalah situasi yang dihadapi oleh seseorang di mana ia harus mengambil
keputusan tentang perilaku yang tepat.
 Metode yang merasionalkan perilaku tidak etis:
a. Setiap Orang Melakukannya
b. Jika Sah Menurut Hukum, Hal itu Etis
c. Kemungkinan Penemuan dan Konsekuensinya
 Enam langkah untuk menyelesaikan dilema etika:
1) Memperoleh fakta yang relevan
2) Mengidentifikasi isu – isu etis berdasarkan fakta tersebut.
3) Menentukan siapa yang akan terpengaruh oleh akibat dari dilema tersebut dan
bagaimana setiap orang atau kelompok itu terpengaruhi.
4) Mengidentifikasikan berbagai alternatif yang tersedia bagi orang yang harus
menyelesaikan dilema tersebut
5) Mengidentifikasi konsekuensi yang mungkin terjadi dari setiap alternatif
6) Memutuskan tindakan yang tepat

3. KEBUTUHAN KHUSUS AKAN PERILAKU ETIS DALAM


PROFESI
 Profesional  tanggung jawab untuk bertindak lebih dari sekedar memenuhi
tanggung jawab diri sendiri maupun ketentuan hukum dan peraturan masyarakat.
 Akuntan Publik, sebagai profesional, mengakui adanya tanggung jawab kepada
masyarakat, klien, serta rekan praktisi, termasuk perilaku yang terhormat,
meskipun itu berarti pengorbanan diri.
 Alasan utama mengharapkan tingkat perilaku profesional yang tinggi oleh setiap
profesi adalah kebutuhan akan kepercayaan publik atas kualitas jasa yang
diberikan oleh profesi, tanpa memandang individu yang menyediakan jasa
tersebut. Bagi akuntan publik, kepercayaan klien dan pemakai laporan keuangan
eksternal atas kualitas audit dan jasa lainnya sangatlah penting karena jika para
pemakai jasa tidak memiliki kepercayaan maka kemampuan para profesional itu
untuk melayani klien serta masyarakat secara efektif akan hilang.
 Kantor akuntan publik (KAP) memiliki hubungan khusus dengan para pemakai
laporan keuangan yang berbeda dengan bentuk hubungan antara profesional lain
dengan para pemakai jasanya. Jika pemakai laporan yakin bahwa kantor akuntan
publik tidak memberikan jasa yang bernilai (mengurangi risiko informasi), maka
nilai laporan audit serta laporan jasa atestasi lainnya dari kantor akuntan publik
tersebut akan berkurang dan karenanya permintaan akan jasa audit juga
berkurang.
 Cara – cara Akuntan Publik Didorong untuk memperlakukan Diri secara
Profesional :
GAAS dan interpretasi, Ujian CPA, Pengendalian mutu, Persyaratan peer review,
PCAOB dan SEC, Kode Perilaku Profesional, Seksi praktik AICPA, Kewajiban
hukum, Persyaratan pendidikan yang berkelanjutan.

4. KODE PERILAKU PROFESIONAL


 Kode Perilaku Profesional AICPA menyediakan baik standar umum perilaku
yang ideal maupun peraturan perilaku khusus yang harus diberlakukan. Kode etik
ini terdiri dari empat bagian: prinsip – prinsip, peraturan perilaku, interpretasi atas
peraturan perilaku, dan kaidah etika.
 Bagian kode etik AICPA yang membahas prinsip – prinsip perilaku profesional
mencakup diskusi umum tentang karakteristik sebagai akuntan publik. Bagian
dari kode ini mencakup peraturan khusus yang harus dipatuhi oleh setiap akuntan
publik dalam praktik akuntansi publik.
5. INDEPENDENSI
 Independensi dalam fakta (independensi in fact) ada bila auditor benar – benar
mampu mempertahankan sikap yang tidak bias sepanjang audit
 Independensi dalam penampilan (independence in appearance) adalah hasil dari
interpretasi lain atas independensi ini.
 Jasa Nonaudit, jasa yang tidak diperkenankan menurut aturan independensi SEC :
1) Jasa Pembukuan dan akuntansi lain
2) Perancangan dan implementasi sistem informasi keuangan
3) Jasa penaksiran atau penilaian
4) Jasa aktuarial
5) Outsourcing audit internal
6) Fungsi manajemen dan sumber daya manusia
7) Jasa pialang atau dealer atau penasihat investasi atau bankir investasi
8) Jasa hukum dan pakar yang tidak berkaitan dengan audit
9) Semua jasa lain yang ditentukan oleh peraturan PCAOB sebagai tidak
diperkenankan.
 Empat kategori fee harus dilaporkan :
a) Fee audit
b) Fee yang berkaitan dengan audit
c) Fee perpajakan
d) Semua fee lainnya
Fee yang berkaitan dengan audit adalah untuk jasa – jasa seperti comfort letter
dan review atas pengajuan ke SEC yang hanya dapat diberikan oleh kantor
akuntan publik.
 Komite audit sejumlah anggota dewan direksi perusahaan yang tanggung
jawabnya termasuk membantu auditor agar tetap independen dari manajemen.
6. PERATURAN PERILAKU DAN INTERPRETASINYA
o Kaidah Etika (ruling) adalah penjelasan oleh komite eksekutif dari divisi etika
profesional tentang situasi faktual khusus (specific factual circumtances).
Sejumlah besar kaidah etika dipublikasikan dalam versi yang diperluas dari Kode
Perilaku Profesional AICPA.
o Peraturan 101 – Independensi Seorang anggota yang berpraktik untuk
perusahaan publik harus independen dalam pelaksanaan jasa profesionalnya
sebagaimana disyaratkan oleh standar yang dirumuskan lembaga yang dibentuk
oleh Dewan.
- Interpretasi Peraturan 101 melarang anggota yang terlibat untuk memiliki
saham atau investasi langsung lainnya dalam klien audit karena hal itu
berpotensi merusak independensi audit aktual (independensi dalam fakta), dan
pasti akan mempengaruhi persepsi pemakai atas independensi auditor
(independensi dalam penampilan).
- Peraturan 101 berlaku untuk anggota yang terlibat yang dapat mempengaruhi
penugasan atestasi :
1. Orang – orang pada tim penugasan atestasi
2. Orang – orang yang dapat mempengaruhi penugasan atestasi, seperti orang
yang mengawasi atau mengevaluasi partner penugasan
3. Partner atau manajer yang memberikan jasa non atestasi kepada klien
4. Partner di kantor partner yang bertanggung jawab atas penugasan atestasi
5. Kantor akuntan dan program tunjangan karyawannya
6. Entitas yang dapat dikendalikan oleh setiap anggota yang terlibat tersebut
di atas atau oleh dua orang atau lebih anggota yang terlibat atau entitas
yang beroperasi bersama.
- Kepentingan keuangan langsung kepemilikan lembar saham atau ekuitas
lainnya oleh para anggota atau keluarga dekatnya.
- Kepentingan keuangan tidak langsung muncul ketika terdapat hubungan
kepemilikan yang dekat, tetapi bukan hubungan langsung, antara auditor dan
kliennya.
- Menurut Peraturan 101, independensi dianggap terganggu bila fee yang
ditagih atau belum ditagih atas jasa profesional yang diberikan masih belum
dibayar lebih dari 1 tahun sebelum tanggal laporan.
o Peraturan 102 – Integritas dan Objektivitas Dalam melaksanakan setiap jasa
profesional, seorang anggota harus dapat mempertahankan objektivitas dan
integritas, bebas dari konflik kepentingan, dan tidak secara sadar melakukan
kesalahan penyajian data atau menyerahkan penilaiannya kepada pihak lain.
- Interpretasi Peraturan 102 menyatakan bahwa konflik kepentingan yang
terlihat mungkin tidak melanggar peraturan perilaku jika informasinya
diungkapkan kepada klien anggota atau yang memperkerjakan.
o Peraturan 201 – Standar Umum Seorang anggota harus mematuhi standar
berikut dan interpretasinya yang ditetapkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh
Dewan.
A. Kompetensi profesional. Hanya mengerjakan jasa profesional di mana anggota
atau kantor anggota menganggap secara wajar dapat diselesaikan dengan
kompetensi profesional.
B. Keseksamaan profesional (due professional care). Menggunakan kemahiran
profesional dalam pelaksanaan jasa profesional.
C. Perencanaan dan supervisi. Merencanakan dan mengawasi secara mencukupi
pelaksanaan jasa profesional.
D. Data relevan yang mencukupi. Memperoleh data relevan yang mencukupi
sebagai dasar yang layak untuk membuat kesimpulan atau rekomendasi dalam
hubungannya dengan jasa profesional yang dilaksanakan.
o Peraturan 202 – Kepatuhan pada Standar Seorang anggota yang
melaksanakan jasa audit, review, kompilasi, konsultasi manajemen, perpajakan,
atau jasa profesional lainnya harus mematuhi standar yang ditetapkan oleh
lembaga yang ditunjuk oleh Dewan.
o Peraturan 203 – Prinsip – prinsip Akuntansi Seorang anggota harus mematuhi
standar pelaporan audit profesional yang disusun oleh badan – badan yang
dibentuk oleh Dewan dalam menerbitkan laporan tentang ketaatan entitas
terhadap prinsip – prinsip akuntansi yang berlaku umum.
o Peraturan 301 – Informasi Rahasia klien Seorang anggota yang berpraktik bagi
publik tidak boleh mengungkapkan informasi rahasia klien tanpa persetujuan
khusus dari klien, kecuali untuk empat situasi khusus :
1) Kewajiban yang berhubungan dengan standar teknis
2) Panggilan pengadilan dan ketaatan pada hukum serta peraturan
3) Peer review
4) Respons terhadap divisi etika
o Peraturan 302 – Fee Kontinjen Seorang anggota yang berpraktik bagi publik
tidak boleh menerima fee kontinjen dalam melakukan jasa profesional apapun jika
ia juga melakukan jasa audit, review, atau kompilasi tertentu atas laporan
keuangan, atau pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif. Seorang anggota
yang berpraktik bagi publik juga tidak diizinkan untuk menyiapkan SPT pajak
penghasilan asli atau yang diperbaiki atau klaim restitusi pajak guna memperoleh
fee kontinjen dari klien
o Peraturan 501 – Tindakan yang dapat didiskreditkan Seorang anggota tidak
diizinkan untuk melakukan tindakan yang dapat merusak kredibilitas profesi.
- Penahanan catatan klien
- Diskriminasi dan gangguan dalam praktik karyawan
- Standar tentang audit pemerintah dan persyaratan badan serta agen pemerintah
- Kelalaian dalam penyiapan laporan atau catatan keuangan
- Kelalaian mengikuti persyaratan dari badan pemerintah, komisi, atau lembaga
pengatur lainnya
- Permohonan atau pengungkapan pertanyaan dan jawaban ujian akuntan publik
- Kelalaian mengisi SPT pajak atau membayar kewajiban pajak.
o Peraturan 502 – Iklan dan Bentuk Permohonan Lainnya Seorang anggota
yang berpraktik bagi publik tidak diperbolehkan untuk menggunakan iklan atau
bentuk permohonan lainnya guna memperoleh klien dengan suatu cara yang
salah, menyesatkan, atau menipu. Permohonan yang menggunakan paksaan,
melampaui batas, atau cara – cara yang mengganggu tidak diperkenankan.
o Peraturan 503 – Komisi dan Fee Referal Seorang anggota yang berpraktik bagi
publik tidak boleh menerima atau membayar komisi atau fee referal bagi setiap
klien jika anggota itu juga melaksanakan jasa audit, review, atau kompilasi
tertentu atas laporan keuangan, atau suatu pemeriksaan atas laporan keuangan
prospektif klien. Untuk komisi dan fee referal yang tidak dilarang, seorang
anggota harus mengungkapkan keberadaan fee tersebut kepada klien.
 Komisi kompensasi yang dibayarkan untuk merekomendasikan atau
mereferensikan produk atau jasa pihak ketiga kepada klien atau
merekomendasikan atau mereferensikan produk atau jasa klien kepada pihak
ketiga.
o Peraturan 505 – Bentuk dan Nama Organisasi Seorang anggota boleh
berpraktik sebagai akuntan publik hanya dalam bentuk organisasi yang diizinkan
oleh hukum atau peraturan negara bagian yang karakteristiknya sesuai dengan
resolusi Dewan, dan tidak diperkenankan melakukan praktik akuntan publik
dengan nama kantor yang dapat menyesatkan.
- Peraturan 505 mengizinkan para praktisi untuk membentuk organisasi sesuai
dengan salah satu dari enam bentuk ini:
a. Perusahaan perorangan
b. Persekutuan umum
c. Korporasi umum (general corporation)
d. Korporasi Profesional (professional corporation/PC)
e. Perusahaan dengan kewajiban terbatas (limited liability company/LLC)
f. Persekutuan dengan kewajiban terbatas (limited liability partnership/LLP)
- Kepemilikan kantor akuntan publik oleh bukan akuntan publik diizinkan
menurut kondisi berikut :
a) Akuntan publik harus mempunyai mayoritas kepentingan keuangan dan
hak pengambilan suara pada kantor itu.
b) Seorang akuntan publik harus mempunyai tanggung jawab akhir atas
semua atestasi laporan keuangan, kompilasi, dan jasa lain yang diberikan
oleh kantor itu yang diatur oleh Statements on Auditing Standards atau
Statements on Standards for Accounting and Review Services.
c) Pemilik harus selalu mempunyai ekuitas dalam hak mereka sendiri.
d) Peraturan berikut berlaku bagi semua pemilik yang bukan akuntan publik :
1) Mereka secara aktif harus memberikan jasa kepada klien kantor
akuntan sebagai pekerjaan utamanya.
2) Mereka tidak dapat menyebut dirinya sebagai akuntan publik tetapi
dapat menggunakan gelar yang diizinkan oleh hukum negara bagian
seperti ketua, pemilik, pejabat, anggota atau pemegang saham.
3) Mereka tidak dapat memikul tanggung jawab akhir atas setiap atestasi
laporan keuangan atau penugasan kompilasi.
4) Mereka tidak memenuhi syarat dalam keanggotaan AICPA tetapi
harus mematuhi Kode Profesional Perilaku AICPA.

7. PEMBERLAKUAN
 Tindakan oleh Divisi Etika Profesional AICPA
- Divisi Etika Profesional AICPA bertanggung jawab untuk menyelidiki
pelanggaran atas Kode dan menentukan tindakan disipliner.
- Tingkat pertama dari tindakan disipliner adalah untuk yang tidak terlalu
serius, dan mungkin pelanggaran yang tidak disengaja, divisi ini membatasi
hukuman hingga persyaratan untuk mengambil tindakan perbaikan atau
korektif.
- Tingkat kedua dari tindakan disipliner adalah tindakan di hadapan Dewan
Pengadilan Gabungan (Join Trial Board). Dewan ini memiliki otoritas untuk
menskors atau mengeluarkan anggota dari AICPA karena berbagai
pelanggaran atas etika profesional.

 Tindakan oleh Dewan Akuntansi Negara Bagian


- Hal yang bahkan jauh lebih penting ketimbang dikeluarkan dari AICPA
adalah peraturan perilaku, yang serupa dengan AICPA, yang telah
diberlakukan oleh Dewan Akuntansi dari seluruh 50 negara bagian di Amerika
Serikat. Karena setiap negara bagian memberikan lisensi kepada para praktisi
untuk berpraktik sebagai akuntan publik.
- Pelanggaran serius atas kode perilaku Dewan Akuntansi negara bagian dapat
mengakibatkan hilangnya sertifikat akuntan publik dan lisensi praktiknya.
Hilangnya kedua hal itu akan menyingkirkan praktisi tersebut dari akuntansi
publik. Sebagian besar negara bagian mengadopsi peraturan perilaku AICPA,
tetapi beberapa bahkan mempunyai kode yang lebih restriktif.
REVIEW QUESTIONS 4

4 – 1 Sebutkan enam nilai etis inti yang dijelaskan oleh Josephson Institute?
Sebutkan beberapa sumber nilai etis lainnya?
Nilai etis menurut Josephson Institute:
1) Dapat dipercaya mencakup kejujuran, integritas, reliabilitas, dan
loyalitas
2) Penghargaan mencakup gagasan seperti kepantasan,
kesopansantunan, kehormatan, toleransi, dan penerimaan
3) Pertanggungjawaban bertanggung jawab atas tindakan seseorang
serta dapat menahan diri
4) Kelayakan dan Keadilan mencakup isu-isu tentang kesamaan
penilaian, sikap tidak memihak, proporsionalitas, keterbukaan, dan
keseksamaan
5) Perhatian sungguh – sungguh memperhatikan kesejahteaan pihak
lain dan mencakup tindakan yang memperhatikan kepentingan
sesama serta memperlihatkan perbuatan baik
6) Kewarganegaraan termasuk kepatuhan pada undang – undang serta
melaksanakan kewajiban sebagai warga negara.
4 – 2 Uraikan sebuah dilema etis. Bagaimana seseorang menyelesaikan suatu dilema
etis?
Dilema Etis adalah situasi yang dihadapi oleh seseorang di mana ia harus
menganbil keputusan tentang perilaku yang tepat.
Cara menyelesaikan Dilema Etis:

1) Memperoleh fakta yang relevan

2) Mengidentifikasi isu – isu etis berdasarkan fakta tersebut


3) Menentukan siapa yang akan terpengaruh oleh akibat dari dilema
tersebut dan bagaimana setiap orang atau kelompok itu
terpengaruhi

4) Mengidentifikasikan berbagai alternatif yang tersedia bagi orang


yang harus menyelesaikan dilema tersebut

5) Mengidentifikasi konsekuensi yang mungkin terjadi dari setiap


alternatif

6) Memutuskan tindakan yang tepat

4 – 3 Mengapa ada kebutuhan khusus akan perilaku etis oleh para profesional?
Mengapa persyaratan etis dari profesi akuntan publik berbeda dengan profesi
lainnya?
- Karena para profesional membutuhkan kepercayaan publik atas kualitas
jasa yang telah diberikan, tanpa memandang individu yang menyediakan
jasa tersebut.
- Karena jika pemakai laporan yakin bahwa kantor akuntan tidak memberikan
jasa yang bernilai (mengurangi risiko informasi), maka nilai laporan audit
serta laporan jasa atestasi lainnya dari kantor akuntuan publik tersebut akan
berkurang dan karenanya, permintaan akan jasa audit juga berkurang.
4 – 4 Sebutkan empat bagian dari Kode Perilaku Profesional, dan nyatakan tujuan
dari masing – masingnya.
Empat bagian Kode Perilaku Profesional :
a. Prinsip – prinsip standar perilaku etis yang dinyatakan dalam istilah
filosofis
b. Peraturan perilaku standar minimum dari perilaku etis yang
dinyatakan sebagai peraturan spesifik
c. Interpretasi atas Peraturan perilaku interpretasi atas peraturan
perilaku oleh Divisi Etika Profesional dari AICPA
d. Kaidah etika Penjelasan yang diterbitkan dan jawaban atas
pertanyaan tentang peraturan perilaku yang diserahkan kepada AICPA
oleh para praktisi dan pihak lain yang berkepentingan dengan
persyaratan etis.
4 – 5 Jelaskan perbedaan antara independensi dalam fakta dan independensi dalam
penampilan. Sebutkan tiga aktivitas yang mungkin tidak mempengaruhi
independensi dalam fakta tetapi kemungkinan besar mempengaruhi independensi
dalam penampilan.
Independensi dalam fakta bila auditor benar – benar mampu
mempertahankan sikap yang tidak bias sepanjang audit
Independensi dalam penampilan hasil dari interpretasi lain atas atas
independensi ini.
Tiga aktivitas :
a) Konflik yang timbul dari hubungan personalia
b) Rotasi partner
c) Kepentingan kepemilikan
4 – 6 Mengapa independensi auditor itu begitu penting?
Karena nilai auditing sangat bergantung pada persepsi publik atas
independensi auditor. Independensi dalam audit berarti mengambil sudut
pandang yang tidak bias. Auditor tidak hanya harus independen dalam fakta,
tetapi juga harus independen dalam penampilan.
4 – 7 Jasa konsultasi atau nonaudit apa yang dilarang bagi auditor perusahaan
publik? Apa pembatasan dan persyaratan yang berlaku bagi auditor yang
memberikan jasa nonaudit kepada perusahaan publik?
1) Jasa pembukuan dan akuntansi lain
2) Perancangan dan implementasi sistem informasi keuangan
3) Jasa penaksiran atau penilaian
4) Jasa aktuarial
5) Outsourcing audit internal
6) Fungsi manajemen dan sumber daya manusia
7) Jasa pialang atau dealer atau penasihat investasi atau bankir
investasi
8) Jasa hukum dan pakar yang tidak berkaitan dengan audit
9) Semua jasa lain yang ditentukan oleh peraturan PCAOB sebagai tidak
diperkenankan.
Pembatasannya : kantor akuntan publik tidak dilarang melaksanakan jasa –
jasa tersebut untuk perusahaan swasta dan perusahaan publik yang bukan
klien audit. Selain itu, KAP juga masih dapat memberikan jasa – jasa yang
tidak dilarang kepada klien audit perusahaan publik.
Persyaratannya : perusahaan diwajibkan untuk mengungkapkan, dalam
laporan proksinya atau pengajuan tahunan ke SEC, jumlah total pembayaran
fee audit dan nonaudit kepada KAP untuk dua tahun terakhir.
Perusahaan juga diwajibkan untuk memberikan perincian lebih lanjut kategori
“fee lain” dan memberikan informasi kualitatif mengenai sifat jasa yang
diberikan.
4 – 8 Jelaskan bagaimana peraturan mengenai kepemilikan saham diterapkan
kepada partner dan staf profesional. Berikan contoh kapan kepemilikan saham
akan dilarang untuk masing – masing pihak.
merupakan pelanggaran atas peraturan jika seseorang melakukan sesuatu
atas nama anggota yang merupakan pelanggaran jika anggota tersebut yang
melakukannya. Contohnya: sebuah Kantor Akuntan Publik (KAP) dapat
memberikan jasa manajemen kepada perusahaan yang sebagian sahamnya
dimiliki oleh partner KAP itu. Tentu saja, kantor akuntan publik itu juga
memberikan jasa audit kepada perusahaan tersebut, hal itu melanggar
persyaratan independensi bagi jasa – jasa atestasi.
4 – 9 Banyak orang percaya bahwa seorang akuntan publik tidak benar – benar
independen apabila pembayaran fee bergantung pada manajemen klien. Jelaskan
dua pendekatan yang dapat mengurangi penampilan tidak adanya independensi ini.
Yaitu dengan menggunakan peraturan ISB standar NO. 1, Independence
Disscussion with Audit Commitees, mengharuskan auditor perusahaan yang
melapor ke SEC untuk secara tertulis mengungkapkan kepada komite audit
atau dewan direksi semua hubungan antara kantor akuntan publik (KAP) dan
perusahaan, yang menurut penilaian profesional auditor mungkin dianggap
dapat mempengaruhi independensi. Kantor akuntan publik juga harus
mengkonfirmasikan secara tertulis bahwa menurut penilaian profesionalnya,
kantor akuntan itu independen terhadap perusahaan. Auditor juga diwajibkan
untuk membahas independensi kantor akuntan publik dengan komite audit.
4 – 10 Setelah menerima penugasan, seorang akuntan publik menemukan bahwa
industri klien bersifat lebih teknis dari yang diperkirakannya dan bahwa ia tidak
kompeten dalam bidang operasi tertentu. Apa opsi bagi akuntan publik itu?
Anggota staf audit tidak boleh menyerahkan penilaiannya kepada penyelia
dalam suatu penugasan audit. Auditor staf bertanggung jawab atas penilaian
mereka sendiri yang didokumentasikan dalam arsip audit, dan tidak boleh
mengubah kesimpulan tersebut atas permintaan penyelia kecuali auditor staf
itu setuju dengan kesimpulan penyelia.
4 – 11 Asumsikan bahwa auditor mengadakan perjanjian dengan klien bahwa fee
audit akan menjadi kontinjen sesuai dengan jumlah hari yang diperlukan untuk
menyelesaikan penugasan itu. Apakah ini melanggar Kode Perilaku Profesional?
Apakah inti dari peraturan etika profesional berkenaan dengan fee kontinjen, dan
apa alasan bagi peraturan itu?
Ya, karena untuk membantu akuntan publik mempertahankan objektivitas
dalam melaksanakan audit atau jasa atestasi lainnya, dilarang mendasarkan
fee pada hasil penugasan.
4 – 12 Kertas kerja auditor biasanya dapat diberikan kepada orang lain hanya
seizin klien. Berikanlah tiga pengecualian untuk peraturan umum ini.
1) Kewajiban yang berhubungan dengan standar teknis
2) Panggilan pengendalian dan ketaatan pada hukum serta peraturan
3) Peer review
4) Respons terhadap divisi etika
4 – 13 Identifikasi dan jelaskan faktor – faktor yang harus mempertahankan mutu
audit tetap tinggi walaupun periklanan dan penawaran kompetitif diizinkan.
Faktor – faktor yang mempertahankan mutu audit:
a. Adanya exposure hukum bagi kantor akuntan publik
b. Persyaratan peer review
c. Potensi campur tangan SEC serta pemerintah telah membuat mutu
audit tetap tinggi
4 – 14 Ikhtisarkan batasan atas periklanan oleh kantor akuntan publik dalam
peraturan perilaku dan interpretasinya.
Sesuai peraturan 502 – Iklan dan Bentuk Permohonan lainnya
“Seorang anggota dalam praktik publik tidak boleh berusaha memperoleh
klien dengan iklan atau bentuk permohonan lainnya dengan cara yang palsu,
menyesatkan, atau menipu. Permohonan dengan menggunakan paksaan,
melampaui batas, atau menggangu sangat dilarang.”

4 – 15 Apa tujuan dari batasan Kode Perilaku Profesional AICPA atas komisi
seperti yang dinyaakan dalam Peraturan 503?
Tujuannya adalah kebutuhan untuk memastikan bahwa kantor akuntan
publik tetap independen.
4 – 16 Nyatakan bentuk organisasi yang dapat digunakan oleh akuntan publik.
Perusahaan Perorangan, Persekutuan Umum, Korporasi umum (general
corporation), Korporasi Profesional (professional corporation/PC), Perusahaan
dengan Kewajiban Terbatas (limited liability company/LLC) atau Persekutuan
dengan Kewajiban Terbatas (limited liability partnership/LLP)
4 – 17 Jelaskan perbedaan antara pengaruh dari pemberlakuan peraturan perilaku
AICPA versus Dewan Akuntansi negara bagian terhadap praktik kantor akuntan
publik.
AICPA bertanggung jawab untuk menyelidiki pelanggaran atas Kode dan
menentukan tindakan disipliner, Penyelidikan timbul akibat informasi yang
diperoleh terutama dari keluhan praktisi atau orang lain, perkumpulan
akuntan publik negara bagian, atau agen pemerintah.
Dewan Akuntansi negara bagian mengakibatkan hilangnya sertifikat akuntan
publik dan lisensi praktiknya yang akan menyingkirkan praktisi tersebut dari
akuntan publik.
TUGAS KELOMPOK PENGANTAR AUDIT
WA 321 A
PROFESI DAN LINGKUNGAN AUDIT
BAB IV : ETIKA PROFESIONAL

DISUSUN OLEH :

JIMI KURNIAWAN 232008122

OKTANIA MAHARANI 232008129

IVAN WIDHYASMORO 232008248

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2010

Anda mungkin juga menyukai