0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
216 tayangan13 halaman

Fungsi dan Aplikasi Rheostat dalam Listrik

Makalah ini membahas tentang rheostat, komponen listrik yang fungsinya untuk mengatur aliran arus listrik. Makalah ini menjelaskan pengertian, jenis, fungsi, dan aplikasi rheostat. Rheostat dapat berupa rotary atau slide, dan fungsinya antara lain untuk mengontrol kecepatan motor atau intensitas cahaya. Aplikasinya termasuk pengaturan kereta listrik dan penerapan teknologi hybrid pada lokomotif.

Diunggah oleh

Putri Utari Kadang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
216 tayangan13 halaman

Fungsi dan Aplikasi Rheostat dalam Listrik

Makalah ini membahas tentang rheostat, komponen listrik yang fungsinya untuk mengatur aliran arus listrik. Makalah ini menjelaskan pengertian, jenis, fungsi, dan aplikasi rheostat. Rheostat dapat berupa rotary atau slide, dan fungsinya antara lain untuk mengontrol kecepatan motor atau intensitas cahaya. Aplikasinya termasuk pengaturan kereta listrik dan penerapan teknologi hybrid pada lokomotif.

Diunggah oleh

Putri Utari Kadang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

“SISTEM KONTROL DAN KELISTRIKAN MESIN”


-Rheostat-

DI SUSUN OLEH

Putri Utari Kadang – 218104

Kelas 2C

AKADEMI TEKNIK SOROAKO


2019
Kata Pengantar
Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberi petunjuk kepada
penulis untuk menyelesaikan tugas makalah ini.

Adapun maksud kami menyusun makalah ini adalah dalam rangka memenuhi tugas mata
kuliah Sistem Kontrol & Kelistrikan. Di samping itu juga untuk menambah wawasan di bidang
pengetahuan rangkaian listrik khususnya mengenai komponen Rheostat , sehingga dapat
membawa manfaat bagi kita semua.

Makalah ini penyusun buat berdasarkan acuan dari berbagai sumber, baik itu buku
rangkaian listrik maupun hasil penjelajahan dari dunia maya (internet). Tidak kalah pentingnya
ucapan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu, yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Akhir kata penulis menyadari bahwa masih ada kekurangan pada makalah ini. Oleh
karena itu, dengan rendah hati penyusun memohon saran dan kritik yang sifatnya membangun
demi kesempurnaan makalah ini.

Sorowako, 29 Oktober 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..........................................................................................................i

DAFTAR ISI..........................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................................1

1.1. LATAR BELAKANG ...............................................................................................1

1.2. TUJUAN ....................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN .....................................................................................................2

2.1. PENGERTIAN DIODA (diac )..................................................................................2

2.2. JENIS JENIS RHEOSTAT .......................................................................................2

2.3. FUNGSI RHEOSTAT................................................................................................3

2.4. APLIKASI RHEOSTAT............................................................................................4

2.5. KARAKTERISTIK RHEOSTAT..............................................................................6

2.6. CARA KERJA............................................................................................................6

BAB III PENUTUP..............................................................................................................8

KESIMPULAN......................................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rheostat adalah peralatan listrik yang memiliki resistansi disesuaikan.
Peralatan ini didefinisikan sebagai suatu jenis Potensiometer yang memiliki
dua terminal, bukan tiga. Ada dua jenis utama alat ini yaitu rotary dan slider.
Ia memiliki simbol, yang adalah sebuah resistor dengan panah diagonal di
atasnya. Ini peralatan yang terutama digunakan dalam berbagai aplikasi
yang akan termasuk cahaya dimmer dan pengendali motor dalam mesin
industri besar. Sebagian besar mesin ini luka kawat jenis yang memiliki
panjang panjang kawat konduktif, yang digulung ke sebuah spiral yang ketat.
jenis linier telah lurus gulungan sedangkan tipe rotary memiliki kumparan
melengkung ke dalam torus dalam rangka untuk menghemat ruang.
Kumparan dan kontak disegel di dalam kasus ini untuk melindungi mereka
dari kotoran, yang dapat menyebabkan rangkaian terbuka, dan dari
kelembaban, yang mampu menyebabkan sirkuit pendek. Ini peralatan dapat
dibuat dari bahan lain seperti pita logam, disk karbon serta cairan tertentu.
Setiap material yang memiliki resistensi perubahan signifikan lebih panjang
pendek mungkin dapat digunakan untuk membuat peralatan.

Prinsip dasar yang digunakan oleh peralatan ini adalah Ohns hukum
yang menyatakan bahwa saat ini berbanding terbalik dengan resistensi untuk
tegangan yang diberikan. Ini berarti bahwa saat ini akan menurun jika
meningkatkan daya tahan atau akan meningkat sebagai perlawanan
menurun.

1.2 Tujuan

a) Memahami pengertian rheostat


b) Memahami jenis-jenis rheostat
c) Memahami cara kerja rheostat
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Rheostat

Rheostat adalah jenis resistor yang nilai resistansi dapat diatur (Variable Resistor) dan biasanya
digunakan untuk mengendalikan arus listrik (current) terutama pada rangkaian atau perangkat
yang berarus listrik tinggi. Jadi dapat dikatakan bahwa Rheostat adalah Variable Resistor yang
berfungsi untuk mengatur aliran arus listrik (current) pada suatu rangkaian elektronik ataupun
listrik. Istilah “Rheostat” berasal dari bahasa Yunani yaitu “Rheos” dan “Statis” yang artinya
adalah perangkat yang mengendalikan arus listrik (current). Istilah tersebut pertama kali
dikemukakan oleh seorang ilmuwan Inggris yang bernama Sir Charles Wheatstone.

2.2 Jenis – jenis dari Rheostat


1. Rheostat Rotary
Rheostat Rotary adalah Rheostat yang paling sering digunakan untuk mengatur daya listrik.
Sebagian besar Rheostat jenis Rotari ini menggunakan konstruksi terbuka namun ada juga
Rheostat Rotari dengan konstruksi tertutup. Rheostat dipasang secara paralel untuk mengatur
tingkat dan rentang daya listrik. Nilai resistansinya diatur dengan cara memutar wiper-nya searah
jarum jam ataupun sebaliknya.

2. Rheostat Slide
Rheostat Slide atau Rheostat Linear banyak digunakan pada laboratorium penelitan dan edukasi.
Rheostat slide terbuat dari kawat beresisten yang digulungkan pada sebuah silinder yang di
isolasi.  Rheostat Slide menggunakan Slider atau Penggeser untuk mengatur nilai resistansinya.

3. Rheostat Trimmer
Rheostat Trimmer adalah Rheostat yang berbentuk kecil dan biasanya dipasangkan pada PCB
dan harus menggunakan obeng atau alat khusus untuk mengatur nilai resistansinya.

2.3 Fungsi Rheostat

Rheostat sering digunakan sebagai perangkat kontrol daya, misalnya untuk mengontrol
atau mengatur intensitas cahaya (dimmer), kecepatan motor, pemanas dan oven. Namun
sekarang rheostat tidak digunakan dalam fungsi ini lagi dikarenakan efisiensinya yang relatif
rendah. Sebagai resistor variabel rheostat sering digunakan untuk tuning dan kalibrasi pada
sirkuit. Dalam kasus ini rheostat disetel/ disesuaikan hanya selama fabrikasi atau penyetelan
sirkuit/ rangkaian (preset resistor).
Seiring perkembangan zaman rheostat juga sudah mulai dilupakan dalam penggunaannya
karena masih sangat pasif dan tergolong jadul. Kuno bukan berarti rheostat tidak lagi digunakan
dalam kehidupan, saat ini rheostat masih digunakan untuk control audio (volume) seperti pada
radio, pengatur equalizer dalam kombinasi jatingan filter, pengatur kecerahan pada TV.
Dalam aplikasinya, Rheostat biasanya digunakan untuk mengendalikan perangkat yang
berdaya tinggi seperti pengatur intensitas lampu, pengatur motor berkecepatan tinggi, pengatur
suhu pada pemanas (heater) dan oven.

2.4 Aplikasi Rheostat dan Temuan Terbaru

1.      Kereta Rel Listrik


Kereta rel listrik sebenarnya merupakan sarana transportasi komuter masal yang paling
ampuh untuk mengurai masalah kemacetan di Jabodetabek. Kereta Rel Listrik, artinya untuk
menggerakkan kereta ini diperlukan energi listrik sebagai sumber. Sangat mudah
mengidentifikasi KRL, jalur KRL selalu memiliki saluran listrik di atasnya. Tentu saja berbeda
dengan jalur kereta lintas jawa (KA. Argo, KA. Parahyangan, dsb) yang tidak memiliki saluran
listrik diatasnya karena yang beroperasi di situ merupakan kereta rel diesel.
Sumber listrik AC dan DC bisa digunakan di KRL. Sumber DC yang umum dipakai
biasanya 1500 Volt, sedangkan untuk kereta super cepat bisa memakai sumber AC hingga 25
kV. Untuk menyalurkan ke kereta yang berjalan digunakan piranti bernama pantograf. Tipe
pantograf ada yang diamond-shaped atau single-arm, kedua tipe ini memiliki fungsi sama untuk
mengalirkan listrik dari sumber diatas ke konverter kemudian diteruskan ke motor (Gambar 1)
sehingga KRL berjalan.  Pantograf harus bisa kontak secara kontinyu dengan konduktor sumber
tanpa cepat aus disamping pantograf harus aerodinamis karena dipakai di kecepatan yang relatif
tinggi terus-menerus.
2.      Teknologi Lokomotif Hybrid sebagai Kampanye Green Energy Application
Kereta api dewasa ini menjadi solusi dari makin berkurangnya energi fosil yang tersedia.
Panjang, hemat ruang, dan mampu menampung banyak orang semakin memperkuat posisinya
sebagai  alat transportasi dengan komsumsi energi tiap penumpang paling rendah dibanding
dengan moda transportasi lainnya. Penghematan energi sudah dimulai dari proses
pembakarannya yang menerapkan teknologi EFI (Electronic Fuel Injection) yang mampu
mengoptimalkan sekaligus meminimalkan konsumsi bahan bakar yang digunakan. Selain itu
masih banyak lagi metode-metode lain yang diterapkan demi meningkatkan efisisensi daya
keluaran pada kereta api seperti teknologi turbocharger. Teknologi turbocharger ini
memanfatkan sisa panas gas buang untuk memutar turbin yang putarannya digunakan untuk
mengkompresi gas masukan sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna.
Akan tetapi semua itu baru dilihat dari segi thermodinamisnya, lalu dari segi elektrisnya
bagaimana. Coba dibayangkan apabila kita mengubah motor traksi pada lokomotif menjadi
generator sehingga energi kinetik pada kereta api dapat diubah menjadi energi listrik.
Pengubahan motor traksi apabila digunakan mesin induksi maka harus diberikan putaran yang
besarnya lebih besar dari kecepatan sinkron. Agar dapat memutar rotornya maka besar torsi
elektris atau torsi pengeremannya tidak boleh lebih dari besar tractive effort dari lokomotif. 
Tractive effort merupakan batasan agar lokomotif tidak mengalami slip mekanis yang akhirnya
menyebabkan putaran rotor akan kembali mendekati slip nol nya sehingga motor gagal menjadi
generator. Proses tersebut akan menghasilkan torsi elektris yang akan menahan torsi mekanis
yang timbul akibat putaran gandar kereta api, sehingga dapat diterapkan untuk proses
pengereman atau setidaknya untuk membatasi kecepatan kereta api pada situasi tertentu. Besar
torsi pengereman tergantung pada besar daya yang diserap oleh beban dari motor traksi . Untuk
saat ini beban yang dicatu berupa brake resistor.
Metode pengereman ini sering disebut regeneration braking. Teknologi regeneratif
braking atau dynamic braking memang sudah diterapkan tetapi teknologi tersebut menjadi sia-sia
karena energi dibuang begitu saja menjadi panas oleh rheostat atau braking resistornya. Agar
tidak terbuang sia sia menjadi panas maka penyimpanan pada baterai menjadi solusi terbaiknya.
Baterai tersebut harus dapat menyimpan semua energi yang dihasilkan pada saat proses
pengereman. Karakteristik baterai itu sendiri harus modular dengan dilengkapi cairan pendingin.
Type baterai yang saat ini sudah mencukupi kriteria diatas adalah tipe Li-Ion yang mana seperti
baterai komponen komponen elektronik rumah tangga biasa.
Bayangkan apabila kereta api meluncur dari dataran yang lebih tinggi , katakanlah
bandung menuju jakarta yang lebih rendah, manfaat dari rem dinamis akan sangat terasa dalam
konsumsi bahan bakar. Kereta api dapat dianggap sebagai roller coaster raksasa yang dapat
dikendalikan kecepatannya dengan teknologi hybrid ini. Aplikasi ini mampu mengemat bahan
bakar hingga 15-20% bayangkan jika ada 100 lokomotif CC 206 dengan daya maksimal 2250
HP per unit yang setara untuk menyalakan 25 ribu lebih rumah. Luar biasa bukan manfaatnya,
selain itu mampu mereduksi emisi gas nitro oksida hingga 10 %. Di Amerika penerapan
teknologi ini telah menyimpan mengasilkan efisiensi energi per kapita sebesar 0,5%.

2.5 Karakteristik

resistor variabel dua terminal dan seringkali didesain untuk menangani arus dan tegangan
yang tinggi. Biasanya rheostat dibuat dari kawat resistif yang dililitkan untuk membentuk koil
toroid dengan penyapu yang bergerak pada bagian atas toroid, menyentuh koil dari satu lilitan ke
lilitan selanjutnya.

2.6 CARA KERJA

Angka di atas mewakili rheostat (kiri) dengan rangkaian ekuivalennya di sebelah kanan.
Terminal A dan B digunakan untuk menghubungkan input yang menandai titik masuk arus.
Terminal C adalah titik output untuk arus melalui rheostat. Kumparan kawat resistif dililitkan
pada inti keramik yang merupakan material non metalik. Kontak geser dengan keramik bagian
atas atau bagian logam dan logam non logam dan bagian bawah dengan kontak logam. Posisi
kontak geser mewakili resistansi di sirkuit.

Sebagai Contoh:

Jika kita mempertimbangkan rangkaian dengan sumber tegangan, resistor dan


ampermeter dihubungkan secara seri dengan bola lampu di sisi keluaran. Jadi kita
menghubungkan input rheostat ke Terminal B dan outputnya didapat di Terminal C. Jadi jika
kontak geser pada titik Terminal B maka itu merupakan posisi resistansi minimum karena arus
memiliki tahanan nol. Resistance berbanding lurus dengan panjang dan berbanding terbalik
dengan Area of Contact. Jadi pada awalnya misal panjangnya kecil dan area kontak juga kecil
sehingga saat ini tidak memiliki resistance karena tegangan suplai penuh akan melintasi bohlam.
Sekarang jika posisi kontak geser berada pada terminal A, maka panjangnya bertambah dan juga
area kontak yaitu Area belokan kawat yang ditutupi juga meningkat karena resistansi rheostat
penuh diterapkan pada tegangan masukan sehingga arus melalui Rheostat akan memiliki
magnitude rendah dan karenanya bohlam akan menyala redup.

Yang harus diperhatikan saat menggunakan rheostat:

 Kontak geser harus dipindahkan dengan menahan bagian atasnya, bukan kontak.
 Kaki atau dukungan rheostat tidak konduktif.
 Bar di mana kontak geser bergerak juga melakukan.
 Kontak geser harus dipindahkan dengan lembut untuk menghindari kecelakaan.

Cara mengukur resistansi rheostat dari setiap posisi kontak geser:

 Ambil multimeter
 Atur ke mode ohm dan pilih skala resistansi tertinggi 2k ohm
 Ketuk Terminal B dan Terminal C dan tahan dengan benar.
 Anda mendapatkan perlawanan dari kontak geser.
BAB III

PENUTUP
KESIMPULAN

Rheostat adalah resistor variabel yang digunakan untuk mengontrol arus


yang mengalir dalam rangkaian atau sirkuit. Rheostat adalah salah satu jenis
potensiometer yang memiliki 2 kawat kaki untuk koneksi. Rheostat
(hambatan geser) merupakan resistor variabel yang didesain untuk
menangani arus dan tegangan yang tinggi. Oleh karena itu sebagian besar
rheostat didesain seperti resistor gulungan kawat (wirewound). Berikut ini
simbol-simbol rheostat:

Rheostat sering digunakan sebagai perangkat kontrol daya, misalnya untuk


mengontrol atau mengatur intensitas cahaya (dimmer), kecepatan motor, pemanas dan
oven. Namun sekarang rheostat tidak digunakan dalam fungsi ini lagi dikarenakan
efisiensinya yang relatif rendah. Sebagai resistor variabel rheostat sering digunakan
untuk tuning dan kalibrasi pada sirkuit. Dalam kasus ini rheostat disetel/ disesuaikan
hanya selama fabrikasi atau penyetelan sirkuit/ rangkaian (preset resistor).

DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
jenis-jenis-resistor-da-fungsi-resistor?page=all
[Link]

Common questions

Didukung oleh AI

Penggunaan pantograf dalam kereta rel listrik (KRL) mempengaruhi efisiensi dengan menyediakan sambungan listrik kontinu ke kereta selama perjalanan. Pantograf yang aerodinamis dan memiliki kontak yang tidak cepat aus adalah kunci dalam menjaga transfer energi yang efisien dari konduktor sumber ke konverter motor. Hal ini memastikan bahwa KRL memiliki sumber energi yang stabil, meningkatkan efisiensi operasional tanpa terhenti oleh gangguan pasokan listrik .

Penggunaan rheostat dalam bidang transportasi menghadapi tantangan terkait efisiensi dan ukuran perangkat. Karena sifatnya yang pasif dan menggunakan prinsip resistansi variabel, rheostat cenderung menghasilkan panas yang tidak efisien. Untuk mengatasi ini, teknologi pengontrol berbasis semikonduktor seperti triac dan SCR ditransisi menggantikan rheostat. Dalam aplikasi kereta api, sistem elektronik modern seperti elektrik kontrol yang lebih hemat energi dan pengembangan teknologi hybrid kini lebih diprioritaskan .

Penggunaan rheostat dalam aplikasi modern menjadi kurang efisien dibandingkan dengan teknologi baru. Rheostat biasanya menghasilkan panas berlebih dan tidak memanfaatkan energi secara optimal. Seiring adanya perangkat semikonduktor yang lebih efisien, seperti triac dan transistor yang menawarkan kontrol daya lebih baik dengan pengurangan energi yang hilang, penggunaan rheostat terus berkurang. Meski masih relevan di beberapa aplikasi spesifik seperti audio dan laboratorium, perangkat modern menggantikan perannya dalam pengaturan daya industri dan penerangan .

Sistem regeneratif braking bekerja dengan mengubah motor traksi lokomotif menjadi generator saat pengereman, yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik. Energi listrik ini dapat disimpan dalam baterai untuk penggunaan selanjutnya. Manfaat utama sistem ini adalah pengurangan konsumsi bahan bakar, meningkatkan efisiensi energi, dan menurunkan emisi gas buang. Ini membantu menghemat bahan bakar hingga 15-20% dan mereduksi emisi gas nitro oksida, merupakan solusi ramah lingkungan untuk transportasi massal .

Perkembangan teknologi kereta api, seperti penggunaan sistem EFI (Electronic Fuel Injection) untuk optimasi bahan bakar dan teknologi turbocharger untuk pembakaran yang lebih efisien, berkontribusi secara signifikan dalam menghemat energi. Selain itu, teknologi hybrid yang mengubah motor traksi menjadi generator memungkinkan konversi energi kinetik menjadi listrik selama pengereman (regenerative braking), yang kemudian dapat disimpan dalam baterai. Ini mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 15-20% dan menurunkan emisi gas nitro oksida .

Dalam desain rheostat, resistansi berhubungan langsung dengan panjang kawat di dalam komponennya. Semakin panjang kawat resistif yang terlibat dalam sirkuit, semakin besar resistansi yang dihasilkan. Dalam aplikasi, ini berarti posisi wiper dapat meningkatkan resistansi saat bergerak menjauh dari terminal input, yang mengurangi arus dan menyebabkan perangkat seperti lampu menyala lebih redup. Desain ini memungkinkan rheostat untuk berfungsi sebagai pengontrol arus dalam rangkaian .

Rheostat bekerja berdasarkan prinsip hukum Ohm, yang menyatakan bahwa arus listrik berbanding terbalik dengan resistansi untuk tegangan yang diberikan. Artinya, arus listrik akan menurun jika resistansi meningkat, dan sebaliknya. Dalam penerapannya, rheostat mengatur aliran arus listrik dalam rangkaian dengan mengubah resistansinya melalui penggeseran posisi wiper. Apabila wiper berada dekat dengan terminal input, resistansi akan rendah, memungkinkan arus mengalir lebih besar. Sebaliknya, jika wiper digeser menjauh, resistansi akan meningkat dan arus menjadi lebih kecil .

Perbedaan utama antara rheostat rotary dan slide terletak pada mekanisme pengaturan resistansi. Rheostat rotary menggunakan mekanisme putar untuk menyesuaikan resistansinya dan sering ditemukan dalam pengaturan daya listrik, sedangkan rheostat slide mengatur resistansi dengan menggeser slider dan biasanya digunakan dalam penelitian laboratorium dan edukasi. Rheostat rotary khas untuk mengontrol kecepatan motor dan intensitas cahaya, sementara rheostat slide lebih sering digunakan dalam setting kalibrasi .

Rheostat banyak digunakan dalam aplikasi industri untuk mengontrol daya pada perangkat yang berdaya tinggi. Contoh aplikasinya meliputi pengendalian intensitas lampu, kecepatan motor berkecepatan tinggi, dan suhu pada pemanas atau oven. Meskipun efisiensinya rendah, rheostat masih digunakan untuk kontrol audio, mengatur volume dalam rangkaian elektronik, serta pengaturan equalizer .

Rheostat tidak lagi digunakan secara luas sebagai dimmer cahaya atau pengontrol kecepatan karena efisiensinya yang relatif rendah. Dalam fungsi ini, rheostat cenderung menghasilkan panas berlebih dan membuang energi secara tidak efisien. Teknologi modern lebih cenderung menggunakan perangkat semikonduktor seperti triac atau SCR yang lebih efisien dalam mengatur daya tanpa kehilangan energi yang signifikan .

Anda mungkin juga menyukai