BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Batuan adalah salah satu elemen pembentuk bumi. Bumi memiliki berbagai
macam batuan. setiap batuan memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. Manfaat
tersebut dipakai manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia. Seperti batu granit
bermanfaat sebagai bahan bangunan, batu marmer untuk interior rumah, serta berlian
sebagai salah satu batu mahal di bumi. selain batu tersebut, terdapat batu alam yang
banyak di pakai untuk kebutuhan interior bangunan.
Jika kita mengartikan secara umum batu alam adalah batuan yang berasal dari
alam, dan biasa dipakai sebagai bagian dari konstruksi bangunan. Dalam pengertian
lain batu alam adalah semua bahan yang menyusun kerak bumi dan merupakan suatu
agregat mineral-mineral yang telah mengeras akibat proses secara alami seperti,
membeku, pelapukan, mengendap dan adanya proses kimia. Unsur-unsur yang
membentuk batuan yang merupakan lapisan (kerak) luar bumi :
Oksigen (O2) : 49,4 %
Silisium (Si) : 25,4 %
Aluminium (Al) : 7,5 %
Besi ( Fe ) : 4,7 %
Kalsium (Ca) : 3,4 %
Natrium (Na) : 2,6 %
Kalium (K) : 2,4 %
Magnesium (Mg) : 2,0 %
Batu alam sebagai bahan bangunan umumnya masih sering digunakan. Semua
itu dibuktikan dengan meningkatnya pesanan jenis-jenis batu alam sebagai bahan
bangunan. Karena tidak setiap wilayah memiliki atau menghasilkan batu alam
yangberbeda-beda, masih sering terjadi minimnya pasokan batu alam sebagai bahan
bangunan yang siap pakai. Biasanya untuk daerah yang jauh dengan penghasil batu
alam lebih memilih menggunakan kayu sebagai bahan bangunan, sedangkan yang
dekat memilih menggunakan batu alam karena relatife [Link] alam memang
dikenal lebih kuat dan awet daripada kayu karena batu alam memiliki sifat kekal,
penyerapan air rendah, kuat tekan tinggi, tahan hancur, dan ketahanan aus tinggi.
Oleh karena itu batu alam tetap manjadi pilihan pertama sebagai bahan bangunan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Bagaimana siklus terbentuknya batu alam?
Jelaskan karakteristik batu alam?
Jelaskan dan sebutkan macam-macam batu alam?
Jelaskan dan sebutkan jenis-jenis batu alam?
Bagaimana sifat fisik dan pengujian batu alam?
Apa syarat mutu batu alam untuk bangunan
Bagaimana cara pemasangaan, dan perawatan batu alam untuk banguanan?
Apa saja kelebihan dan kekurangan batu alam?
1.3 TUJUAN
Untuk mengetahui apa dan bagaimana batu alam itu terbentuk, jenis dan macam
batu alam, sifat dan pengujian dari batu alam, syarat mutu, cara penggunaan,
pemasangan dan perawatan pada batu alam untuk bangunan. Serta, dapat mengetahui
kelebihan dan kekurangan batua alam pada bangunan itu sendiri.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 SIKLUS TERBENTUKNYA BATU ALAM
2.2 KARAKTERISTIK BATU ALAM
Batu alam yang digunakan untuk pembangunan biasanya yang memiliki
karakteristik kuat. Karakteristik tertentu seperti indah, unik dari corak batu tersebut
menjadi unsur penilaian penting dalam penggunaannya. Bagian yang dikhususkan
memiliki ciri khas bangunan biasanya terletak pada dinding dan lantainya.
Untuk mendapatkan kesan menarik dan unik pada sebuah dinding,
penggunaan batu alam dinding sangatlah tepat. Batu alam dinding baik dinding luar
maupun dalam akan membuat sebuah bangunan terlihat indah namun alami.
Penggunaan batu alam lantai juga dapat memberikan kesan mewah dan menyegarkan.
Keindahan dan keunikan dinding dan lantai suatu banguan dapat diawali
dengan pemilihan jenis batu alam terbaik yang akan digunakan dalam proses
pembangunannya. Untuk mendapatkan hasil desain akhir yang maksimal tentunya
perlu memahami jenis batu alam yang bagus digunakan sebagai bahan dekorasi
bangunan yang akan dibuat.
2.3 MACAM-MACAM BATU ALAM
Batu ini bisa dipakai sebagai fondasi rumah, bagian dari interior, atau bagian
dari eksterior. Semua jenis batuan adalah batu alam, akan tetapi tidak semua jenis
dapat dipakai untuk kebutuhan konstruksi, atau hiasan di suatu bangunan. Batuan
yang dipakai biasanya memiliki karakteristik yang kuat. Selain itu keindahan serta
corak dari batuan tersebut juga menjadi hal yang menjadi penilaian. Batu alam sendiri
terbagi menjadi 3 macam yaitu ;
1. Batu alam untuk konstruksi adalah batu alam yang biasa dipakai sebagai
fondasi sebuah bangunan. Selain batuan ini memiliki ciri yang kuat
sehingga mampu menopang bangunan.
2. Batu alam untuk media adalah batu alam yang dipakai sebagai bagian
dari interior dan eksterior sebuah bangunan. Batu alam ini memiliki corak
dan nilai seni yang tinggi.
3. Batu alam mulia adalah batu alam yang biasa dipakai sebagai perhiasan.
Batu alam ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi, serta memiliki nilai
seni yang tinggi pula.
Selain itu, batu alam yang digunakan sebagai bagian dari sebuah bangunan
dibedakan menjadi tiga, yaitu ;
a. Batu alam tempel adalah batu alam yang berbentuk pipih. Dalam
pemakaiannya, batu alam ini ditempel di tempat yang dinginkan. Batu
alam ini biasa dijadikan hiasan dinding, atau lantai bangunan.
b. Batu tabur atau batu sikat adalah batuan yang berukuran kecil.
Batuan ini berdiameter antara 0,5 hingga 3 centimeter. Batuan ini
dipasang dengan cara di taburkan, lalu direkatkan. Batuan ini biasa
dijadikan lantai pada halaman atau hiasan koran. Di beberapa taman,
batu ini dapat dipakai sebagai terapi untuk kaki.
c. Batu bentukan adalah batu yang dibentuk sesuai kebutuhan manusia.
Batu ini dapat dibentuk menajdi meja, kursi, patung, atau interior
rumah lainnya.
Apakah kalian mengetahui bahwa batuan yang ada di bumi dibagi menjadi 3
jenis batuan berdasarkan proses pembentukannya? Ke 4 jenis itu antara lain batuan
beku, batuan sedimen, batuan metamorf, dan batuan robohan. Setiap batuan ini
memiliki berbagai jenis batu- batuan. akan tetapi tidak semua batuan ini dapat dipakai
sebagai bagian dari konstruksi sebuah bangunan. Batu alam yang di pakai sebagai
bagian dari konstruksi adalah batuan yang memiliki kekuatan atau batuan yang
memiliki nilai seni yang tinggi. Berikut ini macam- macam batu alam di lihat dari
proses pembentukannya.
2.3.1 Batuan Beku
Batuan beku adalah batuan yang terjadi akibat pembekuan magma.
Magma adalah cairan panas yang berada di dalam bumi. magma yang ada
di dalam bumi, bergerak akibat adanya tekanan panas yang ada di dalam
bumi. Magma ini bergerak ke atas untuk mencari tempat dengan tekanan
yang lebih rendah. Dalam prosesnya, magma akan mengalami
pendinginan dan membeku.
Yang mana, hal ini mengakibatkan pembekuan pada magma dan
terciptalah batuan beku. Batuan beku terdiri dari dua jenis, yaitu batuan
beku dalam dan batuan beku luar. Batuan beku dalam adalah batuan
beku yang pendinginannya berada di dalam bumi. sedangkan batuan
beku luar adalah batuan yang pendinginannya berada di permukaan bumi.
Batuan beku dalam disebut juga batuan instrusi atau platonik.
Sedangkan batuan beku luar disebut sebagai batuan vulkanis. Tidak semua
batuan beku dapat dipakai sebagai bagian dari konstruksi bangunan.
Batuan beku yang biasa di pakai sebagai bagian dari konstruksi rumah
antara lain:
A. Batu Andesit: batu ini biasa di pakai dalam candi. Batu ini
berwarna abu- abu dan bisa dipakai sebagai pengeras jalan.
B. Batu Lavastone: batu ini adalah batu candi yang berwarna
merah hati. Batu ini banyak ditemukan di daerah Cirebon. Batu
ini sering dipakai sebagai penghias pagar.
2.3.2 Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari proses
sedimentasi. Proses ini berasal dari materi sedimen yang mengendap dan
mengeras menjadi batu- batuan. batuan sedimen berasal dari pelapukan
batuan beku yang terbawa oleh angin, air, atau gletser. Pelapukan ini lalu
mengendap bersama materi lainnya, seperti pasir, kerikir, dan sisa- sisa
pelapukan makhluk hidup. Materi yang mengendap ini lalu mengeras, dan
menjadi batuan sedimen. Beberapa batuan sedimen yang dipakai sebagai
batu alam adalah:
a. Limestone adalah batu yang menjadi asal mula terbentuknya
batu marmer. Batu ini memiliki tekstur yang unik, dan biasa
dipakai sebagai lantai atau perabotan rumah tangga.
b. Sandstone memiliki tekstur yang hampir mirip dengan
limestone. Yang membedakan adalah strukturnya yang lebih
keras. Di indonesia batu ini sering disebut sebagai batu
palimanan.
c. Konglomerat adalah batuan sedimen yang memiliki berbagai
macam warna. Warna yang dimiliki oleh batu ini, membuat
batu konglomerat sering dipakai sebagai bagian dari interior
rumah.
2.3.3 Batuan metamorf
Batuan metamorf adalah batuan yang terjadi akibat adanya tekanan
dan panas akibat adanya proses metamorphosis. Batuan metamorf
terbentuk melalui proses kristalisasi batuan beku, yang mnyebabkan
terjadinya perubahan partikel. Hal ini menyebabkan terjadinya
rekristalisasi. Batuan metamorf paling banyak di pakai dalam bidang
konstruksi dan interior. Karena batuan jenis ini memiliki karakter yang
unik akibat penggabungan dari berbagai macam batuan. Beberapa batuan
metamorf yang sering digunakan sebagai bau alam adalah:
a. Marmer memiliki karakter serta corak yang unik. Batu ini biasa
dipakai sebagai lantai atau hiasan rumah.
b. Templek sangat mudah dibentuk menjadi lempengan yang
tipis. Batu ini biasa dijadikan hiasan dinding pada taman, atau
lantai untuk di pinggir kolam. Batu ini sangat tipis, sehingga
bisa di tempel dimana saja.
c. Koral sungai lebih dikenal dengan batu kali.
d. Koral laut batuan yang ada di sekitar laut. Batu ini memiliki
karakteristik yang sama dengan koral sungai. Hanya saja warna
dari batu ini lebih bervariasi.
2.3.4 Batuan Robohan
Batuan robohan ini semacam batuan lapisan yang terdiri dari
bermacam mineral kontak. Contoh : pasir, kerikil, batu kali, batu cadas,
batu paras, dll.
Jika dilihat dari tegangannya suatu batu, maka akan dibagi menjadi
beberapa. Adapun batu yang dibedakan berdasarkan tegangannya sebagai
berikut.
a. Batu lunak ( 4 kg/cm2 – 8 kg/cm2), yaitu batu alam yang
mudah digali dan dipatahkan dengan tangan. Batu ini
mengalami proses pelapukan dan banyak mengandung retakan.
b. Batu sedang ( 8 kg/cm2 – 18 kg/cm2), batuan alam ini sukar
digali dengan peralatan tangan. Bagian pecahan/patahan tidak
dapat dipatahkan dengan tangan tetapi mudah dihancurkan
dengan palu.
c. Batu keras ( 16 kg/cm2 – 50 kg/cm2), yaitu batu alam yang
hanya dapat digali dengan memakai bagan peledak. Batu ini
tidak banyak mengandung retakan.
2.4 JENIS-JENIS BATU ALAM
Sejak zaman dahulu, batu alam sudah menjadi bahan pokok utama untuk
membangun rumah. Batu alam itu merupakan kerak bumi serta mineral yang
mengeras akibat proses yang terjadi secara alami. Ada banyak macam batu alam yang
dapat kita gunakan sebagai komposisi pembangunan rumah ataupun hanya sebagai
dekorasi ruangan.
Akhir-akhir ini, banyak sekali desainer rumah yang menggunakan berbagai
macam batu alam karena multifungsi yang dihasilkan. Batu alam pada rumah, mampu
meningkatkan estetika serta memberikan kesan natural yang [Link] hanya itu,
dengan menggunakan batu alam sebagai bahan pembangun atau dekorasi rumah,
kamu juga bisa meningkatkan harga jual rumahmu di masa depan. Berikut adalah
jenis beserta gambar batu alam yang dapat kita gunakan untuk desain rumah.
1. Batu Palimanan
Batu ini berasal dari sedimentasi butiran pasir, oleh karena itu batu ini
dinamakan sandstone. Batu Palimanan berasal dari kecamatan Palimanan di
Cirebon. Batu yang satu ini diproduksi dari Gunung Ciremai dan sangat terkenal
dengan kekuatan dan keawetannya. Karena hal tersebut batu ini bisa digunakan
untuk dinding, kolam renang, taman, atau sebagai dinding pagar. Terdapat tiga
warna batu ini yaitu batu palimanan putih, kuning dan emas.
Batu ini tidak tahan terhadap kondisi lembab, maka dari itu batu ini cocok
dijadikan sebagai bahan interior. Jika digunakan sebagai bahan eksterior, perlu
dilakukan coating pada batu ini. Selain coating batu ini tentunya memerlukan
perawatan yang intensif untuk menjaga ketahanan batu ini. Batu palimanan sangat
cocok dijadikan sebagai batu alam dinding.
2. Batu Gamping
Batu gamping atau biasa disebut batu kapur sering dijadikan sebagai
bahan untuk mendesain suatu bangunan seperti rumah. Kualitasnya yang tahan
segala suhu dan cuaca, juga kekokohannya menjadi alasan mengapa banyak orang
memilih batu gamping untuk desain rumah mereka. Tidak hanya putih, kamu juga
bisa menemukan batu gamping berwarna abu, biru, coklat, dan merah muda.
Warna yang indah membuat dinding terlihat lebih natural.
Batu gamping ditemukan dalam ukuran yang besar sehingga
mempermudah untuk mendapatkan ukuran yang diinginkan sesuai desain dinding.
Batu ini rentan dan sensitive terhadap cuaca sehingga disarankan untuk digunakan
pada desain interior bangunan.
3. Batu Marmer (Batu Marble)
Dalam pembangunan batu yang seringkali digunakan yaitu batu marmer.
Batu marmer merupakan hasil metamorfosa dari batu kapur atau batu gamping.
Batu marble sering dipakai banyak orang karena dapat dengan mudah dibentuk
menurut keinginan si pemilik rumah. Dengan permukaan yang mengkilap dan
warna yang terang, batu ini dapat memancarkan kesan mewah dan elegan. Selain
itu keindahan yang dihasilkan dari batu ini juga terletak pada corak atau pola
tertentu yang mana membuat batu ini cocok dijadikan sebagai bagian dari
material suatu bangunan. Batu ini biasanya digunakan untuk lantai, dinding dan
berbagai alat-alat lainnya.
Selain itu batu marmer memiliki beberapa kelebihan seperti tahan lama,
mudah untuk dibersihkan, mudah untuk dipahat dan tentunya memiliki visualisasi
yang tidak diragukan lagi. Ketika suatu bangunan menggunakan batu marmer
sebagai dekorasi maka bangunan tersebut akan terkesan mewah. Terlepas dari
indah dan uniknya batu ini, ternyata memiliki sifat sensitif terhadap cuaca
terutama panas dan hujan. Sehingga hindari memasang batu marmer pada dinding
luar rumah yang terkena langsung sinar matahari
4. Batu Granit
Batu granit terbentuk dari magma yang membeku melalui beberapa tahap
dalam. Dari segi visualisasi batu ini tidak kalah indahnya dengan batu marmer.
Warna yang lebih dominan gelap seperti abu-abu menjadikan lantai terlihat
elegan. Kandungan yang terdapat didalamnya merupakan salah satu faktor dari
warna batu ini. Beberapa keunggulan yang menjadikan batu ini digunakan sebagai
salah satu material bangunan yaitu kokoh, keras dan biasanya ditemukan dalam
ukuran yang cukup besar cocok dijadikan sebagai batu alam dinding.
Batu granit pada umumnya diasah dan dipotong-potong untuk dijadikan
lantai. Lantai yang terbuat dari batu granit akan terasa lebih dingin dan tidak licin
dibandingkan dengan lantai lainnya. Batu ini juga anti gores dan anti jamur.
Karena sifatnya yang kuat dan tahan cuaca, batu ini juga sering dijadikan untuk
bahan bangunan lainnya seperti jembatan, kolam ikan, kolam renang, dan gedung-
gedung perkantoran.
5. Batu Candi
Jika mendengar nama dan gambar batu alam satu ini, hal yang pertama
ada dalam pikirkan pasti candi-candi bersejarah di Indonesia. Walaupun namanya
sama, batu ini bukanlah jenis batu yang dipakai orang jaman dahulu untuk
membangun candi. Batu candi mempunyai komposisi yang berbeda dengan batu
andesit yang biasanya digunakan para leluhur kita untuk membangun bangunan.
Pori-pori batu candi lebih terbuka dan juga lebih mudah dirawat dibandingkan
batu andesit.
Batu candi termasuk dalam jenis batuan lavastone karena terbentuk dari
larva yang membeku. Terkstur yang kuat membuat batu ini digunakan sebagai
bahan dekorasi dinding. Permukaan batu ini memiliki pori-pori yang cukup besar
sehingga memudahkan lumut untuk tumbuh. Untuk mengatasi hal itu batu ini
perlu dilakukan pengecetan batu atau coating yang cukup rutin. Pemasangan dan
perawatan batu ini tergolong mudah. Hanya memerlukan sikat dan air saja untuk
perawatannya. Selain perawatan yang cukup mudah harga batu ini juga tergolong
murah. Kesan kuat dan elegan akan terlihat dengan pemasangan batu ini pada
dinding bangunan.
6. Batu Andesit
Batu andesit berasal dari proses erupsi gunung berapi atau lebih tepatnya
batu yang terbentuk akibat pembekuan vulkanik atau lava. Batu ini sudah sering
dijadikan sebagai bahan pembangun dinding rumah karena karakteristiknya yang
kuat, ketahanannya dalam menghadapi cuaca ekstrem, dan mudah dipasang.
Tekstur dari batu ini sangat keras sehingga sangat cocok dijadikan bahan dinding.
Batu andesit juga bertekstrur seperti kayu,sehingga bisa dijadikan eksterior
ruangan, karya seni, ataupun pagar depan rumah.
Batu ini terkesan alami, aestetik dan juga tahan terhadap cuaca sehingga
dapat bertahan cukup lama. Warna hitam dan abu menjadikan batu ini terlihat
elegan dan cocok bila digunakan untuk bangunan yang minimalis terutama jika
dijadikan sebagai batu alam lantai. Mudahnya memotong batu ini menjadikan
para pecinta batu memilih batu andesit sebagai bahan interior bangunan impian.
Tekstur keras membuat batu ini tahan terhadap goresan dan tidak memerlukan
perlakuan khusus dalam merawatnya. Apabila pada batu lain memerlukan proses
coating batu alam untuk menjaga ketahanannya, batu andesit tidak memerlukan
proses itu.
7. Batu Templek
Jenis batu alam ini memiliki khas yaitu sebutan nama tergantung dari
mana asal pembuatannya. Yang membedakan dari masing-masing daerah hanya
pola atau motifnya saja tidak pada kualitas maupun kelebihannya. Meski
berbentuk lempegan tipis, batu templek tergolong bebatuan keras yang kuat. Batu
ini sering sekali digunakan para desainer rumah sebagai hiasan dinding karena
teksturnya yang tidak berarturan terlihat indah jika disatukan dengan lempengan
batu templek lainnya. Biasanya batu ini memiliki pola yang acak dan ukuran yang
beranekaragam. Batu ini terkenal dengan karakteristik yang kuat terhadap cuaca.
Corak yang simple membuat dinding terlihat alami dan minimalis apabila
di desain menggunakan batu ini. Batu ini tidak gampang berlumut dan mudah
[Link] yang menempel pada batu ini bisa kamu bersihkan hanya dengan
cara digosok lap bersih.
8. Batu Sukabumi
Seperti namanya, batu ini berasal dari Sukabumi, dan termasuk batu
langka di dunia. Batu Sukabumi biasanya berwarna hijau, sehingga sering sekali
digunakan sebagai lantai kolam renang, kolam ikan, atau pancuran air.
Keunggulan dari batu Sukabumi adalah sifatnya yang anti licin, sejuk, anti air,
dan memiliki senyawa zeoilit yang bisa menjernihkan air. Karena kelangkaannya,
harganya bisa sangat mahal.
9. Batu Paras Jogja
Batu paras Jogja cocok untuk desain rumah minimalis. Batu alam ini
dijadikan sebagai bahan dekorasi dinding bagian luar. Paras jogja digemari karena
memiliki warna putih seperti salju dan kadang juga ada yang berwarna cream.
Karena kelembutannya menjadikan batu ini mudah dipahat dan dibentuk sesuai
dengan keinginan dan ukuran sehingga digemari oleh banyak pemahat.
Batu produksi Jogja ini biasanya dijadikan sebagai material penutup
dinding rumah. Akan tetapi, karena warnanya yang terang dan permukaan yang
cukup kasar, batu ini memerlukan perawatan yang lebih khusus. Jika tidak
dirawat dengan benar, batu paras Jogja akan mudah berlumut. Merawatnya batu
ini cukup mudah, yaitu dengan cara digosok dan dilap tanpa memerlukan cairan
pembersih.
Batu paras ini digunkan pada dinding kamar mandi, ruang tamu dan
lainnya. Warna putih maupun cream akan memberikan kesan menawan dan sejuk.
Selain warna yang simple teknik pemasangannya pun mudah sehingga banyak
orang yang menggunakan batu ini sebagai desain interior maupun eksterior
rumah.
10. Batu Sabak
Batu sabak, atau yang lebih dikenal dengan istilah batu kali, banyak
digunakan sebagai eksterior rumah. Batu alam ini sangat kokoh dan bisa kamu
jadikan sebagai pondasi bangunan. Harganya pun relatif murah. Untuk memasang
batu ini di rumah, pastikan kamu memiliki alat-alat yang tepat karena batu ini
lumayan susah dipotong dan diukir.
11. Batu Koral
Batu ini biasanya dijadikan sebagai batu hiasan taman dan bangunan, batu
koral juga bisa gunakan sebagai lantai. Batu koral yang dipasang sebagai lantai
dan dibiarkan sedikit menonjol dapat memijit telapak kaki , dan merilekskan otot-
otot tegang pada tubuh. Apabila memakai batu koral, tetapi kurang budget, kita
biasanya bisa menemukan batu-batu ini di sisi sungai.
12. Batu Karang
Batu alam yang biasa ditemukan di sisi pantai ini akan menambahkan
aksen tropis pada rumahmu. Batu ini bisa ditempatkan pada dasar kolam ikan
ataupun akuarium rumah, bisa juga menjadikan batu karang sebagai tempelan
dinding pagar [Link] sifatnya yang tahan air, batu ini bisa bertahan lama
dicuaca buruk sekalipun.
13. Bluestone
Jenis batu alam berikutnya adalah hasil impor negara Amerika
[Link] alam jenis bluestone memiliki tekstur dan komposisi yang
menyerupai batu templek, namun dengan warna yang berbeda. Batu bluestone
berwana biru gelap, dan terlihat lebih mengkilap jika dibandingkan dengan batu
[Link] untuk bangunan rumah, batu ini juga sering diukir untuk dijadikan
perhiasan berharga.
14. Batu Mozaik
Apabila sebuah ruangan akan terlihat unik dan menarik jika didekorasi
menggunakan batu ini. Cocok dipasang sebagai batu alam lantai atau dinding
sebuah ruangan. Batu ini dipasang dengan berbagai warna. Batu ini dipasang
secara cladding yang akan membuat dinding terkesan mozaik, warna-warni dan
juga alami. Batu alam ini sering digunakan untuk mendekorasi lantai kamar
mandi dan juga lantai taman. Pemasangan batu inipun mudah, yaitu seperti
pemasangan keramik pada umumnya. Ukuran batu ini pun dapat disesuaikan
dengan pesanan.
15. Dolomit
Terjadi karena proses peresapan unsure magnesium dari air laut ke dalam
batu gamping. Memiliki fungsi seperti batu gamping.
16. Batu Gipsum
Ditemukan dalam bentuk lembaran pipih, kristal, serabut di daerah batu
gamping. Gipsum hasil penambangan diolah dengan cara dipanaskan sehingga
berbentuk tepung gips. Dapat digunakan untuk bahan tambah semen portlad,
untuk plafond dan partisi.
17. Batu Diorit
Batu diorit merupakan salah satu dari jenis batuan beku yang tersusun
antara batu granit hingga batu gabro atau batu basalt. Batu diorit ini merupakan
batuan hasil intrusi yang terjadi di kerak benua baik secara dike maupun sill. Batu
diorit ini seringkali terbentuk di atas lempeng konvergen dimana subduksi
lempeng samudera menyusup ke bawah lempeng benua. Batu diorit ini
merupakan batuan beku yang kasar atau sedang. Batu diorit berwarna campuran
antara warna abu- abu dan juga warna hitam dan seringkali memiliki corak
tertentu yang nampak hitam putih. Batu diorit lebih banyak digunakan dalam
bidang bangunan. Beberapa manfaat yang dimiliki oleh batu diorit antara lain
adalah:
Sebagai batuan ornamen dinding
Lantai bangunan gedung
Pengeras jalan
Sebagai pondasi bangunan
Sebagai gemstone atau batu yang digunakan sebagai perhiasan
Manfaat batu diorit sebagai gemstone memang tidak terlalu banyak, hal ini
tergantung pada jenis dioritnya.
18. Batu Tras
Batu ini bisa disebut juga sebagai posolan, terbentuk dari batuan vulkanik
yang banyak mengandung feldspar dan silica yang mana seperti andesit dan granit
yang telah mengalami pelapukan lanjut.
Akibat proses pelapukan feldspar akan berubah menjadi mineral
lempung/kaolin dan senyawa silika amorf. Bila dicampur dengan kapur tohor dan
air akan mempunyai sifat seperti semen. Digunakan sebagai bahan pengikat pada
adukan, tras dapat dicetak untuk membuat batako.
2.5 SIFAT-SIFAT FISIK DAN PENGUJIANNYA
2.5.1 Sifat Fisik batu alam untuk bangunan
Mempunyai kuat tekan dan kuat lentur yang tinggi
Keras dan tidak mudah hancur
Daya serap air relative kecil
Tahan terhadap pengaruh cuaca
Tahan terhadap keausan
2.5.2 Pengujian Batu Alam
Analisa Petrografi, analisa batuan secara mikroskopis untuk
mengetahui jenis, tekstur, struktur komposisi mineral dan nama
batuan.
Analisa kimia, analisa batuan secara kimia untuk mengetahui
komposisi kimia batuan.
Analisa defraktometer sinar X, digunakan pada batuan yang berbutir
sangat halus seperti tanah liat untuk mengetahui unsur kimianya.
Analisa besar butir, dilakukan dengan cara diayak menggunakan
ayakan berjenjang yang mempunyai ukuran tertentu.
Analisa berat jenis (bulk density), dilakukan dengan cara : batuan
dipanaskan dalam oven pada suhu 100°C selama 24 jam, kemudian
didinginkan pada suhu kamar. Batuan ditimbang beratnya dan diukur
volumenya. Berat jenis batuan diperoleh dengan membagi berat
dengan volume.
Pengujian Daya serap air pada batuan.
Pengujian ketahanan batuan terhadap pelapukan, untuk mengetahui
seberapa jauh pengaruh reaksi kimia unsur-unsur alkali (K dan Na)
pada batuan. Unsur-unsur ini apabila prosentasenya tinggi, akan
merugikan bila digunakan untuk agregat pada konstruksi bangunan.
Pengujian ketahanan batuan terhadap keausan, ketahanan batauan
terhadap aus ini diartikan sebagai sifat daya tahan batuan terhadap
penggosokan bahan lain. Pengujian dilakukan menggunakan bola-bola
baja yang terdapat pada mesin LOS ANGELES.
Pengujian Kuat Tekan Bebas. Untuk mencegah kerusakan konstruksi
akibat beban yang bekerja, maka agregat harus cukup kuat menahan
tekanan. Kuat tekan batuan adalah kemampuan batuan dalam menahan
beban yang diberikan sehingga batuan tersebut pertama kali
mengalami deformasi.
2.6 SYARAT MUTU BATU ALAM UNTUK BANGUNAN
2.7 CARA PEMASANGAN DAN PERAWATAN BATU ALAM UNTUK
BANGUNAN
2.7.1 PEMASANGAN BATU ALAM
Ada cara yang mesti diperhatikan secara detail, guna mendapatkan
hasil yang diinginkan. Sehingga dengan menerapkan material ini, tampilan
hunian jadi estetis dan artistik. Pada umumnya, pemasangan semua jenis
batu alam menggunakan bahan dasar yang sama, yaitu semen bercampur
pasir halus. Namun, untuk memaksimalkan hasilnya terutama pada saat
prosesnya, yang harus diperhatikan dengan benar adalah kekuatan,
terutama pada bidang-bidang yang tinggi. Hal ini dilakukan guna
menghindari kerusakan batu alam di kemudian hari. Kekuatan
pemasangan tergantung pada mutu semen yang dipergunakan. Begitu pula
ketepatan campurannya. Berikut ini adalah cara pemasangan batu alam.
[Link] PADA DINDING
a.) Tentukan dinding yang akan digunakan
Pertama, pastikan dinding yang anda pilih sesuai dengan
karakteristik batu alam sehingga batu alam tidak mudah rusak dan
sia-sia. Pastikan dinding benar-benar kuat karena bobot yang
terlalu berat dapat menjadi penyebab dinding rumah retak
struktrur.
b.) Siapkan alat dan bahan dinding batu alam
Siapkanlah alat-alat dan bahan-bahan yang hendak
dipergunakan yaitu paku beton, benang, dan adukan semen.
Benang akan digunakan sebagai acuan agar pemasangan lebih
rapi, siku, dan rata. Sedangkan untuk proses finishing,
siapkanlah pelapis/cairan coating yang nantinya akan digunakan
untuk melapisi permukaan dinding batu alam supaya tidak
mudah terserang lumut.
c.) Pastikan batu alam berbentuk siku-siku
Pastikanlah bahwa batu alam sudah terbentuk siku-siku.
Apabila belum, maka dapat dibentuk siku-siku sendiri
menggunakan alat pemotong keramik (gerinda).
d.) Siapkan dinding yang akan ditempel batu alam
Cara memasang batu alam selanjutnya adalah dengan
menyiapkan dinding yang hendak ditempel. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara mengupas atau membobok permukaan
dinding dengan acak. Langkah cara memasang batu alam ini
penting untuk dilakukan supaya adonan atau adukan semen yang
akan ditempel dapat merekat dengan baik antara batu dengan
dinding.
e.) Pasang paku beton untuk patokan
Selanjutnya, pasanglah paku beton di bagian atas dinding
yang telah dipasangi benang. Benang ini nantinya akan
digunakan sebagai patokan untuk memasang batu alam supaya
siku dan rapih hasilnya.
f.) Rendam batu alam dengan air
Langkah cara memasang batu alam dinding berikutnya
adalah dengan merendam batu alam dengan air. Hal ini
berfungsi untuk menjaga agar batu tetap lembab. Seperti yang
diketahui batu alam memiliki pori-pori yang cukup besar. Jika
kondisi batu alam terlalu kering maka air akan cepat tersedot ke
dalam adukan semen ketika diaplikasikan. Maka dari itu, agar
batu alam dapat menempel dengan sempurna maka harus
direndam atau dibasahi lebih dulu.
g.) Gunakan adukan semen
Gunakanlah adukan semen pasir atau semen khusus agar
dapat batu alam dapat menempel dengan sempurna. Pastikanlah
komposisi perbandingan adonan semen sudah pas dan sebaiknya
gunakan jasa tukang yang telah berpengalaman di bidangnya.
h.) Pasang batu alam mulai dari bawah
Cara memasang batu alam adalah dimulai dari bawah
terlebih dahulu. Jangan lupa untuk memberi ganjalan supaya
batu alam yang telah dipasang tidak turun ke bawah, karena batu
alam ini cukup berat massanya.
i.) Pasang dinding batu alam dengan pola timbul tenggelam
Jika ingin dinding terlihat lebih indah dan berestetika,
anda dapat menggunakan pola pemasangan timbul tenggelam.
Pola seperti ini dapat membuat tampilan dinding tidak monoton.
j.) Bersihkan sisa semen pada dinding batu alam
Cara memasang batu alam dinding selanjutnya adalah
membersihkan sisa semen. Ketika pemasangan batu alam pada
dinding sudah selesai, pasti akan muncul sisa-sisa semen dari
setiap sisi batu alam. Sisa-sisa ini harus segera disingkirkan
sebelum kering dan menjadi sulit untuk dibersihkan.
k.) Lapisi dinding batu alam dengan cairan coating
Langkah terakhir dari cara memasang batu alam dinding
adalah melapisinya dengan cairan coating agar dinding batu
tidak mudah berjamur atau berlumut. Selain itu, fungsi coating
dinding batu alam adalah untuk membuat tampilannya menjadi
lebih indah.
Aplikasi dinding batu alam sendiri dapat diterapkan di
berbagai tempat seperti taman, pagar, bahkan kamar mandi. Namun,
bagian-bagian rumah yang rentan kotor seperti dapur atau garasi
tidak dianjurkan menggunakan dinding batu alam, karena sulit pada
proses pembersihannya. Untuk merekatkannya, Anda bisa
menggunakan adukan semen instan. Adonan dipastikan memiliki
proporsi semen yang baik. Ingin pemasangannya aman? Gunakan
tukang yang berpengalaman. Supaya hasilnya memuaskan, usahakan
sisa semen yang keluar pada saat pemasangan dibersihkan dengan
cepat.
[Link] PADA LANTAI
Teknis memasang batu alam di lantai, pada dasarnya hampir sama
dengan cara memasang keramik lantai. Perbedaannya adalah ketika
memasang keramik harus diperhatikan nat-nya, kesimetrisan pasangan
keramik dan tata letak corak atau motifnya jika keramiknya bermotif.
a.) Ukur ruangan yang akan dipasang batu alam, sehingga
diperoleh luasnya (meter persegi).
b.) Jika telah diperoleh luas bidang yang akan dipasang batu alam,
maka Anda dapat menentukan jumlah kebutuhan batu alam,
biasanya juga dapat dibeli dalam ukuran meter persegi.
c.) Pilih bentuk batu alam yang bertekstur kasar tapi agak rata,
dengan ukuran yang bermacam-macam, misalnya berukuran 20
cm X 40 cm.
d.) Siapkan pasir, semen abu-abu, dan semen adhesive khusus
untuk perekat batu alam.
e.) Peralatan yang digunakan juga sama dengan alat yang
digunakan ketika memasang keramik, antara lain martil karet,
centong semen, cangkul dan sekop, benang tukang dan selang
waterpas.
f.) Siapkan adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3,
siapkan campuran semen abu-abu dengan semen adhesive
diberi air dan diaduk hingga menyerupai pasta. Adonan ini
dipergunakan sebagai perekat batu alam dengan adukan.
g.) Ukur panjang dan lebar bidang yang akan dipasang batu alam,
cari titik tengahnya untuk dipasang ornamen berupa batu sikat
berbentuk bunga. Disamping itu titik tengah ini juga berfungsi
sebagai patokan pertama sekali memasang batu alam.
h.) Pasang benang sebagai patokan kelurusan batu alam. Sebarkan
adukan semen dan pasir tadi secukupnya sehingga diperoleh
pasangan batu alam per baris. Oleskan semen berbentuk pasta
dipermukaan batu alam bagian bawah, kemudian letakkan batu
alam di atas adukan dan pukullah dengan martil karet hingga
padat dan rata dengan benang.
i.) Lakukan hal di atas satu per satu sampai pasangan batu alam
selesai. Pasangan dibentuk seperti pasangan batu-bata. Untuk
bagian pinggir atau bagian yang bersinggungan dengan
ornamen, harus Anda potong dengan angel grinder bermata
tajam.
j.) Jika kepingan batu alam telah selesai, kemudian lakukan
pemasangan ornamen batu sikat di tengahnya. Ornamen ini
tersedia dengan bermacam ukuran, pada kasus ini saya
memasang ornamen berukuran 1,5 meter terdiri dari 4
lembar/bagian. Caranya tebarkan adukan semen dan pasir pada
bidang yang akan di pasang ornamen.
Ratakan dengan alat perata dari kayu, taburkan semen
kering secara merata di atas adonan tadi.
Pasang ornamen yang terdiri dari empat lembar tadi
satu per satu, ratakan, pukul perlahan agar padat dan
lengket.
Jika telah kering telah agak kering tebarkan adonan
pasir dan semen yang agak basah di atasnya secara
merata agar pori-pori antara batu sikat tertutup rapat.
k.) Jika pasangan batu alam dan ornamen telah selesai semua,
maka bersihkan kotoran yang ada dipermukaan batu alam
dengna air dan sikat.
l.) Langkah terakhir ketika semua pasangan telah kering, lakukan
hal ini satu hari setelah pemasangan selesai, membersihkan
permukaan batu alam dengan larutan HCl agar lumut dan
kotoran yang membandel terlepas semuanya.
m.) Oleskan permukaan batu alam dengan vernis agar mengkilap,
dilakukan setelah setelah permukaan batu alam bersih dan telah
kering. Demikian cara memasang batu alam pada lantai rumah
(misalnya untuk carpot, teras garasi) semoga bermanfaat.
[Link] PADA CARPORT
Sebenarnya, apa pengertian dari carport? Apa bedanya
dengan garasi? Carport merupakan tempat meletakkan kendaraan,
seperti mobil, motor, atau sepeda agar terlindungi dari panas dan
hujan. Garasi cukup memiliki dinding penuh di keempat sisinya,
sementara carport cukup memiliki dua sisi rangkaian dinding baik
dengan maupun tanpa atap.
Carport juga bisa difungsikan sebagai tempat meletakkan
kendaraan sementara sebelum dimasukkan ke garasi atau digunakan
jika Anda memiliki jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas garasi.
Sedangkan untuk rumah dengan desain minimalis,
kehadiran carport minimalis seringkali difungsikan sebagai garasi
karena keterbatasan lahan. Biasanya, carport minimalis dibangun
semi tertutup dengan atap beserta dinding di sisi kanan dan kiri. Hal
ini agar carport dapat digunakan untuk meletakkan kendaraan dengan
aman.
Meskipun minimalis, pembuatan carport perlu
memperhatikan beberapa hal, termasuk desain yang selaras antara
bangunan dengan lingkungan di luar bangunan. Selain itu, ada
beberapa hal penting yang perlu diperhitungkan saat membuat carport
minimalis yang tepat dan fungsional. Berikut cara pembanguanan
menggunakan batu alam di carport.
1. Letak Carport Minimalis
Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam membuat
carport minimalis adalah letaknya. Sebab, letak carport akan
menjadi akses keluar masuk kendaraan ke jalanan. Posisi
carport minimalis bisa dibuat dari samping atau tengah sesuai
dengan desain fasad rumah minimalis. Tetapi, usahakan untuk
tidak membuat carport minimalis menutupi pintu utama.
Mengapa? Sebab, jika carport minimalis menutupi
rumah, tentu akan mengganggu estetika dan sirkulasi orang
untuk keluar masuk rumah. Bagaimana jika
posisi carport memang harus menutupi pintu utama? Akali
dengan membuat jalan setapak menuju pintu agar tidak
mengganggu akses pejalan kaki.
2. Luas Lahan Carport Minimalis
Saat akan membuat carport minimalis, perhatikan luas
lahan yang akan ditempatkan oleh mobil. Luas ini ditentukan
berdasarkan jenis merek mobil Anda. Adapun ukuran
standar carport minimalis untuk kapasitas satu mobil yakni 3
m x 5 m.
Jika lahan terbatas, bisa menggunakan ukuran
minimal, yaitu 2,5 m x 4,8 m. Tidak hanya itu, jangan lupa
memberi jarak antara mobil dengan dinding sekitar 30 cm – 1
m. Hal ini agar memudahkan Anda membuka pintu dan keluar
dari mobil.
Pastikan juga untuk tidak membuatnya dengan ukuran
yang terlalu pas karena akan mengurangi keleluasan arus
keluar dan masuk mobil. Terlebih jika Anda memiliki
kendaraan lain, seperti sepeda motor, yang berharap dapat
diparkir di sebelah atau belakang mobil. Untuk menambahkan
luas lahan, hal yang perlu diketahui bahwa ukuran sepeda
motor, yakni dengan panjang sekitar 2 m dan lebar 80 cm
dengan posisi berdiri miring.
Selain itu, jangan lupa menentukan tinggi carport yang
tepat agar memudahkan saat memarkir kendaraan. Secara
ideal, lantai carport minimalis memiliki selisih tinggi dengan
jalanan yakni sekitar 10 cm – 15 cm. Posisi tinggi carport
minimalis dibuat sedikit miring namun dengan sudut yang
tidak terlalu besar. Hal ini agar mobil tidak terlalu menahan
sehingga tidak akan berpengaruh pada sistem pengereman.
3. Penggunaan Bahan Carport Minimalis
Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah
penggunaan bahan utama dalam pembuatan carport
minimalis. Sebaiknya, gunakan material yang kokoh dan kuat
sehingga aman digunakan untuk kendaraan atau tempat anak-
anak untuk bermain. Misalnya adalah penggunaan baja ringan
atau batu alam untuk rangka carport minimalis Anda.
Namun, perlu diingat, agar material batu alam tidak
mudah terserang jamur dan lumut, pastikan Anda rutin
melapisi permukaan dengan cairan coating. Sebab, batu alam
yang terkena lumut dan jamur akan menjadi licin dan tidak
bisa digunakan sebagai pijakan. Adapun bahan yang perlu
dihindari saat pembuatan carport adalah kayu. Sebab,
perubahan suhu dan iklim akan mempengaruhi rangka kayu
pada carport minimalis.
Akan tetapi, jika Anda ingin menggunakan kayu
sebagai bahan carport minimalis, gunakan kayu yang kokoh,
seperti kayu jati atau kayu pohon kelapa. Dan pastikan Anda
rajin merawatnya agar terhindar dari rayap dan pelapukan.
4. Desain Konstruksi Carport Minimalis
Dalam mendesain konstruksi carport minimalis,
pastikan untuk menyelaraskan dengan desain rumah. Jangan
sampai terjadi perbedaan yang signifikan atau kontradiksi
pada konsep atau gaya desain. Misalnya, rumah Anda
memiliki konsep minimalis modern, pastikan untuk tidak
membuat model atap carport dengan desain tradisional kayu
ukir.
Ciptakan desain atau model konstruksi yang aman dan
indah dipandang. Rancang carport minimalis dengan konsep
terbuka, misalnya dengan menggunakan material transparan
untuk atap. Atau, bisa membuat atap terlihat lebih terbuka
dengan model partisi bercelah. Adapun ukuran
atap carport secara umum adalah 2,5 m – 3 m. Untuk
mendapatkan stuktur carport minimalis yang kokoh dan
aman, pilihlah bahan konstruksi yang berkualitas. Pilih
material atap carport minimalis dengan mempertimbangkan
desain, kekuatan, dan juga kondisi cuaca.
5. Rancang Talang Air
Rancang talang air dengan tepat sehingga dapat
mengalirkan curahan air hujan dengan baik. Sebab, jika posisi
talang air salah tempat, air hujan bisa menggenangi carport
minimalis dan membuat bangunan cepat rusak. Atur
kemiringan dengan tepat, idealnya adalah sekitar 1 – 2 derajat,
yakni setiap satu meter panjang lantai maka permukaan
lantainya turun sekitar 1 cm pada saluran pembuangan air.
6. Material lantai
Hal penting selanjutnya yang perlu diperhitungkan
adalah material lantai carport minimalis. Lantai carport
berfungsi untuk menahan dan menyangga beban mobil
sehingga membutuhkan material yang kuat dan tahan lama.
Adapun material lantai carport yang bisa Anda gunakan
antara lain batu alam, keramik, cor, beton, grass block,
dan paving block. Material batu alam dan beton memiliki
keunggulan cepat kering saat terkena basah dan juga kokoh
untuk menahan berat kendaraan.
Dengan material batu alam, memberikan tampilan
garis vertikal horizontal untuk mendapatkan kesan minimalis
pada carport. Tidak hanya itu, warna gelap terang batu alam
juga akan memberikan kesan elegan dan menawan
pada carport minimalis. Material batu alam ini dapat
diaplikasikan pada lantai dan dinding carport minimalis.
Adapun jenis batu alam yang umum digunakan antara lain
batu candi, batu paras jogja, batu andesit, dan batu kali
lempeng.
Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan saat
membuat lantai carport minimalis yakni sebagai berikut.
1.) Permukaan lantai harus bertekstur
Agar lantai carport minimalis Anda tidak licin saat
terkena air hujan, pastikan Anda merancang permukaan lantai
dengan tekstur yang kasar. Anda bisa menambahkan rumput
atau parit kecil pada carport guna mencegah genangan air.
2.) Lantai carport harus kokoh
Agar lantai carport minimalis dapat bertahan lama,
pastikan Anda memilih material yang awet dan tahan pecah
karena harus menahan beban mobil yang lebih dari dua ton.
3.) Harus tahan terhadap perubahan cuaca
Carport minimalis juga harus tahan terhadap perubahan
cuaca, mulai dari panas hingga dingin. Sebab, carport
minimalis merupakan tempat meletakkan kendaraan dengan
konsep semi terbuka sehingga berkontakan langsung dengan
udara dan cuaca. Pastikan Anda memilih material lantai
carport minimalis dengan tepat.
2.7.2 PERAWATAN BATU ALAM
Selain mengetahui cara memasang batu alam dinding yang benar,
anda juga perlu tahu tentang cara merawat dinding batu alam yang
mudah dan ampuh. Berikut tips perawatan dinding batu alam yang wajib
anda coba di rumah:
Jika ada kotoran yang menempel, anda dapat membersihkannya
dengan cara menyemprotkan air menggunakan selang pada
dinding batu alam tersebut.
Jika debu atau kotoran yang menempel tidak bisa hilang atau
terlepas, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah menggunakan
sikat dan kuas untuk membersihkannya.
Jika perlu, sebelum dilakukan penyikatan dinding batu alam
tersebut dibasahi atau disiram dengan air yang dicampur sabun.
Setelah disikat bersih, dinding tersebut disiram lagi
menggunakan air dan bilas hingga bersih.
Untuk menghindari adanya lumut yang tumbuh di dinding batu
alam, terutama ketika datang musim hujan, sebaiknya dinding
batu alam diberi lapisan atau coating yang sesuai.
Penggunaan coating pada dinding batu alam harus dilakukan
minimal enam bulan hingga satu tahun sekali.
Hampir semua jenis batu alam mempunyai karakter yang sama,
yaitu berpori. Perlu diingat bahwa, pori-pori tersebut dapat
menimbulkan kelembapan yang tinggi pada iklim tropis. Batu
alam harus dilapisi cairan pelindung, yang mana pelapisan ini
guna melindungi permukaan material batu alam. Material ini
memiliki dua macam permukaan, yaitu doff (tidak mengkilap)
dan glosy (mengkilap). Untuk mendapatkan kesan lebih natural,
Anda bisa memilih coating batu alam yang permukaannya doff.
Biasanya, cairan pelindung tidak berwarna (clear). Khusus batu
candi, untuk menonjolkan warna batu biasanya tersedia pelapis
berwarna hitam. Melakukan perawatan dengan cara
memberikan coating pada permukaannya, dinding batu alam jadi
tidak mudah berlumut dan muka bangunan akan tetap terlihat
mempesona.
Itu dia cara perawatannya batu alam di rumah. Jangan sampai
keindahan dinding batu alam di rumah kita kotor bahkan berlumut.
2.8 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BATU ALAM BANGUNAN
Batu alam memberikan tampilan yang alami sehingga begitu populer pada masa
kini. Keragaman jenis serta cara pemasangannya dapat menghasilkan berbagai varian
pola dan bentuk. Selain itu tampilannya juga membuat batu alam seolah menjadi elemen
wajib dalam proses pembangunan rumah.
Aplikasi batu alam dapat diterapkan diberbagai tempat seperti taman, pagar
bahkan kamar mandi. Namun, tidak semua bagian rumah dapat menggunakan batu alam.
Ruangan-ruangan yang mudah kotor seperti dapur atau garasi sebaiknya tidak
menggunakan batu alam karena akan sulit pada proses pembersihan.
Penerapan batu alam dirumah memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan
yang anda dapatkan biasanya adalah rumah anda akan nampak elegan, natural dan
terkesan mewah. Selain itu, jika digunakan pada lantai maka tidak akan cepat rusak.
Beberapa kelebihan lain diantaranya :
Jika terdapat kerusakan pada lantai tidak akan mengurangi keindahan dari
batu alam.
Ukurannya sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Hal ini akan meningkatkan daya jual rumah.
Diantara beberapa kelebihannya, kekurangan batu alam adalah warnanya yang
tidak seragam sehingga membutuhkan ketelitian dalam memilih. Batu alam juga
merupakan material yang berat dan membutuhkan tenaga ekstra untuk memasangnya.
Sebagai material rumah, harga kisarannya cukup mahal jika dibandingkan dengan
material keramik.
BAB 3
PENUTUPAN
3.1 KESIMPULAN
Dengan menggunakan batu alam sebagai eksterior dan interior suatu
bangunan, maka itu dapat menghasilkan estetika suatu bangunan. Yang mana
penggunaan batu ala mini memberi kesan elegan dan dinamis bagi bangunan tersebut.
3.2 SARAN
Walaupun begitu, tapi cara pemasangan dan perawatannya harus teliti.
Apalagi soal harga batu alam di pasaran yang tinggi, dimana harga tersebut dilihat
dari kualitas dan keindahan yang dihasilkan oleh batu alam.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
pasang-dan-perawatannya/
[Link]
[Link]
pembangunan-carport-minimalis
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
GAMBAR :
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
QshqC_4bHv4/WVxT_6BpISI/AAAAAAAAEc4/IR16pjKkNSAoxhU7A-
CXFcMkmGfI7UehQCLcBGAs/s1600/Batu%[Link]
[Link]
[Link]
medium/8181/14986/[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
gtJ5zHh6Ipk/XOD6AmtU34I/AAAAAAAAGKQ/ehZowe9c6CgUFDqMBGm5ei9G9Kkd5w25
QCEwYBhgL/s1600/BATU%2BHIJAU%2BSUKABUMI%[Link]
[Link]