MAKALAH
ANALISIS JAMU
IDENTIFIKASI KANDUNGAN JAMU “VEGETA HERBAL”
DAN MASING-MASING KHASIATNYA
Disusun oleh :
Hendra Agus Setiawan (FA/09708)
Farika Rahmawati (FA/10022)
Ni’mah Rifka Hanum (FA/10109)
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sembelit atau konstipasi merupakan keadaan tertahannya feses (tinja) dalam
usus besar pada waktu cukup lama karena adanya kesulitan dalam pengeluaran. Hal
ini terjadi akibat tidak adanya gerakan peristaltik pada usus besar sehingga memicu
tidak teraturnya buang air besar dan timbul perasaan tidak nyaman pada perut
(Akmal, dkk, 2010). Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau
berisiko tinggi mengalami stasis usus besar sehingga menimbulkan eliminasi yang
jarang atau keras, serta tinja yang keluar jadi terlalu kering dan keras (Uliyah, 2008).
Vegeta Herbal adalah supplemen yang terdiri dari kombinasi serat, laksatif
alami dan anti kembung yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alami dan berfungsi
untuk melancarkan buang air besar yang sudah macet. Indikasi dari vegeta herba
adalah untuk Membantu melancarkan buang air besar, vegeta herbal bekerja dengan
melunakan feses dengan menyerap air, sehingga feses lebih mudah untuk dikeluarkan.
Manfaat dari vegeta herbal adalah :
1. Melancarkan buang air besar yang sudah terlanjur macet
2. Membantu membersihkan tubuh dari zat beracun
3. Membuat aktivitas menjadi nyaman karena buang air besar lancar.
Adapun kandungan vegeta antara lain :
1. Senna folium extrac 50 mg
2. Rei radix extractum siccum 25 mg
3. Foeniculi Fructus extract 50 mg
4. Liquirittiae extractum siccum 60 mg
5. Plantago ovata semini endosperm pulveratum 1500 mg
2. Rumusan Masalah
1. Apakah indikasi yang tertera di kemasan produk vegeta herbal sesuai dengan
kegunaan medis dari herbal-herbal penyusunnya, baik menurut jurnal modern
ataupun buku kuno?
3. Tujuan
1. Menganalisa keterkaitan indikasi dari produk vegeta herbal terhadap bahan-bahan
penyusunnya menurut jurnal modern ataupun buku kuno.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Definisi Jamu
Jamu termasuk Obat Tradisional yang dibuat dari bahan atau ramuan dari tumbuhan,
hewan atau mineral dan sediaan sarian atau campurannya yang secara turun-temurun
telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan norma yang berlaku di masyarakat.
2. Pembagian Obat Tradisional
Obat Tradisional dibagi menjadi 3 berdasarkan Klaim.
• Jamu
Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, misalnya
dalam bentuk serbuk seduhan, pil, dan cairan yang berisi seluruh bahan
tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut serta digunakan secara
tradisional. Jamu yang telah digunakan secara turun-menurun selama
berpuluh-puluh tahun bahkan mungkin ratusan tahun, telah membuktikan
keamanan dan manfaat secara langsung untuk tujuan kesehatan tertentu.
• Obat Herbal Terstandar (Scientific based herbal medicine)
Adalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan alam
yang dapat berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral. Selain proses
produksi dengan teknologi maju, jenis ini pada umumnya telah ditunjang
dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian pre-klinik seperti
standart kandungan bahan berkhasiat, standart pembuatan ekstrak tanaman
obat, standart pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji toksisitas akut
maupun kronis.
• Fitofarmaka (Clinical based herbal medicine)
Merupakan bentuk obat tradisional dari bahan alam yang dapat disejajarkan
dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar,
ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia.
Dengan uji klinik akan lebih meyakinkan para profesi medis untuk
menggunakan obat herbal di sarana pelayanan kesehatan.
3. Macam-macam sediaan jamu
Berdasarkan cara persiapannya, jamu dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu obat
herbal yang hanya berisi satu jenis tanaman tunggal dan obat herbal mengandung dua
atau lebih spesies tanaman. Ada beberapa metode atau cara untuk menyajikan jamu,
yaitu yang dilakukan secara tradisional dan dengan cara moderen, diantaranya adalah
sebagai berikut (Riswan dan Roemantyo, 2002) :
a. Jamu Segar
Disebut jamu segar karena terbuat dari bahan yang segar dan diminum dalam
kondisi segar.
b. Jamu Godogan
Dalam bahasa Jawa, godog berarti direbus. Dalam jamu godokan material jamu
(tumbuh-tumbuhan) direbus dengan air, dan air hasil rebusan digunakan untuk
mengobati penyakit. Bahan bakunya dapat berupa bahan kering atau bahan yang
masih segar.
c. Jamu seduhan
Dalam bahasa Jawa seduhan berarti powder (serbuk). Jamu ini biasanya diseduh
dengan menggunakan air panas, lalu [Link] Seduhan diproduksi di industri
herbal, misalnya, "Jago", "Nyonya Meneer", dan "Sido Muncul" di Jawa Tengah.
d. Jamu Olesan
Penggunaan jamu ini dilakukan dengan cara dioleskan pada tubuh bagian luar.
Bentuk jamu ini sering disebut pilisatau tapel.
e. Jamu dalam bentuk Pil, Kapsul dan Tablet.
Saat ini dalam masyarakat modern, jamu dapat ditemukan dalam bentuk pil, tablet
dan kapsul. Karena sangat sederhana dan mudah untuk dikonsumsi, seperti obat
modern lainnya. Jamu dalam bentuk godogan, olesan, seduhan, pil, tablet dan
kapsul sekarang sangat mudah ditemukan di apotek, pasar, atau supermarket,
kecuali untuk jamu gendong. Jamu gendongharus dibeli di industri rumah tangga
atau menemui penjual yang menjajakan jamu dari rumah ke rumah (Riswan dan
Roemantyo, 2002).
4. Formulasi
Komposisi Vegeta Herbal
Senna folium extract 50mg
Rei radix extractum siccum 25mg
Foeniculi fructus dry extract 50mg
Liquirittiae extractum siccum 60mg
Plantago ovata semini endosperm pulveratum 1500mg
5. Informasi produk pada website
Vegeta Herbal adalah supplemen yang terdiri dari kombinasi serat, laksatif alami dan
anti kembung yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alami dan berfungsi untuk
melancarkan buang air besar yang sudah macet.
Manfaat
Melancarkan buang air besar yang sudah terlanjur macet
Membantu membersihkan tubuh dari zat beracun
Membuat aktivitas menjadi nyaman karena buang air besar lancar.
Kenapa kita perlu VEGETA Herbal?
Pada umumnya BAB dilakukan sehari sekali, karena kotoran mengandung zat beracun
yang harus didetoksifikasi setiap harinya. Oleh karena itu tidak sehat jika BAB
dilakukan 2-3 hari sekali. Vegeta Herbal berasal dari tumbuh-tumbuhan alami pilihan
yaitu Plantago Ovata dan Senna Folium. Plantago Ovata merupakan tanaman yang
hanya dapat tumbuh di Gujarat, India, namun telah lama dikonsumsi di Amerika
Serikat sebagai suplemen serat makanan sejak tahun 1955. Sedangkan Senna Folium
merupakan ekstrak herbal yang memiliki aktivitas laksatif, yang berfungsi untuk
merangsang dinding usus besar untuk melakukan gerakan perilstatik yang memicu
untuk BAB. Efek terasa setelah 6-8 jam pemakaian
Apakah indikasi bahwa seseorang memerlukan Vegeta Herbal ?
Vegeta Herbal digunakan untuk mengatasi konstipasi (kesulitan BAB) yang sudah
berlangsung/terjadi lebih dari 2 hari
Kapan sebaiknya mengkonsumsi Vegeta Herbal?
Untuk melancarkan buang air besar : 1 bungkus 1 kali sehari diminum sebelum tidur,
sebaiknya sesudah makan. Khasiat akan terasa pagi harinya. Apabila respon kurang
memadai dosis pemakaian dapat ditingkatkan menjadi 2 kali sehari
Apakah mengkonsumsi Vegeta Herbal setiap hari aman untuk kesehatan pencernaan?
Aman, tetapi jika mengkonsumsi lebih dari 7 hari sebaiknya konsultasikan ke dokter
karena penggunaan terus-menerus dapat menyebabkan rangsangan terus-menerus
pada dinding usus besar untuk melakukan gerak perilstatik yang pada akhirnya akan
menyebabkan diare yang parah dan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit.
Pada penggunaan jangka panjang akan mengakibatkan hilangnya kemampuan otot-
otot dinding usus besar untuk melakukan gerakan perilstatik
Apakah ada efek samping setelah meminum Vegeta Herbal?
Jika digunakan sesuai aturan pakai, efek samping yang timbul seperti mencret, mules
yang terus menerus, kram perut tidak terjadi, kecuali untuk orang yang hipersensitif
terhadap produk laksatif. Jika penggunaan melebihi aturan pakai yang dianjurkan, bisa
menyebabkan diare, hipokalemia dan kekurangan elektrolit, atau kram perut
Apakah kontra indikasi dari konsumsi Vegeta Herbal?
Jangan diberikan kepada para penderita dengan obstruksi usus dan gangguan usus
seperti ulserasi colitis atau ileitis atau pada pasien dengan exocrine pancreatic
insuffiency dilarang mengkonsumsi Plantago Ovata/Psyllium karena menghambat
reaksi pancreatic lipase. Vegeta herbal tidak dianjurkan untuk diminum oleh anak
dibawah umur 12 tahun, wanita hamil dan menyusui.
Apakah perbedaan antara Vegeta Jeruk & Vegeta Mangga-Jeruk dengan Vegeta
Herbal?
Vegeta Jeruk/Mangga dan Vegeta Herbal, keduanya mengandung Plantago ovata
yang berfungsi untuk memperbesar volume dan melunakkan tinja sehingga mudah
didorong keluar. Perbedaannya adalah pada fungsi utamanya. Vegeta Jeruk/Mangga
berfungsi sebagai supplemen serat sehari-hari untuk membantu buang air besar (BAB)
secara rutin sedangkan pada Vegeta Herbal berfungsi untuk melancarkan buang air
besar (BAB) yang sudah terlanjur macet. Vegeta Herbal mengandung Senna dan Rei
Radix yang berfungsi untuk memicu gerak otot usus besar agar kuat mendorong tinja,
dan Foeniculli dan Liquirittiae yang akan mengerem gerak otot usus besar sehingga
tidak muncul mulas berlebihan
6. Rincian Kandungan Jamu
a. Kelembak (Rheum officinale Baill.)
Klasifikasi tanaman kelembak adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Polygonales
Famili : Polygonaceae
Genus : Rheum
Spesies : Rheum officinale Baill.
Nama Umum/dagang: kelembak
Nama daerah : Sumatera : kelembak (Melayu)
Jawa : kalemba (Sunda) kalembak (JawaTengah)
kelembak (Madura)
a. Morfologi
Kelembak termasuk tanaman perdu atau terna, yang tumbuh kadang- kadang
memanjat, jarang yang berupa pohon, tidak berduri, tanpa getah lateks. Daunnya
tersusun spiral, kadang-kadang berhadapan atau melingkar, umumnya ada
seludang daun atau upih. Bunganya hermafrodit, jarang berumah 1 atau 2, muncul
di ketiak daun atau di ujung ranting; aktinomorf, ada kelopak tetapi tidak ada
mahkota. Tepala 4-6, benang sari 4-9. Bakal buahnya menumpang, pipih atau
berbentuk segitiga, beruang 1, isi 1 bakal biji. Buahnya kering tidak terbelah dan
bijinya tidak bersayap (Sutrisno, 1998).
Kelembak mempunyai akar berupa potongan padat, keras, berat, bentuknya
hampir silindrik, serupa kerucut atau berbentuk kubus cekung, pipih atau tidak
beraturan. Kadang berlubang dengan panjang 5 cm sampai 15 cm, lebarnya 3 cm
sampai 10 cm, permukaannya yang terkupas agak tersudut-sudut, umumnya
diliputi serbuk berwarna kuning kecoklatan terang, bagian dalamnya berwarna
putih keabuan dengan garis-garis coklat kemerahan. Pada pengamatan dengan
kaca pembesar terhadap bidang melintang terlihat garis-garis tersebut pada
beberapa tempat merupakan bentuk bintang. Patahan melintang tidak rata,
berbutir-butir putih kelabu, merah muda sampai coklat merah. akar dan daun
kelembak mengandung flavonoida, di samping itu akarnya juga mengandung
glikosida dan saponin, sedangkan daunnya juga mengandung polifenol
b. Khasiat
Akar rheum officinale berkhasiat sebagai urus-urusan dan juga dimanfaatkan
untuk bumbu rokok. Untuk urus-urus dipakai ±10 gram akar segar direbus dengan
segelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum
sekaligus.
c. Efek Farmakologis
Pada pengujian terhadap tikus, ditemukan bahwa kandungan rhein pada
kelembak dengan dosis 100 mg/kg bb per hari, mampu mereduksi lemak pada
db/db mencit. Menggunakan diet-induced obese (DIO) C57BL/6 (db/db) mencit,
didapatkan hasil bahwa rhein dapat memblok kadar lemak yang tinggi pada hewan
uji yang mengalami obesitas, diukur berdasarkan massa lemak dan ukuran dari
adiposit putih dan coklat serta penurunan serum kolesterol, LDL kolesterol dan
kadar glukosa darah puasa pada mencit. Berdasarkan penggunaan metode analisis
ekspresi gen dan reporter assay ditemukan bahwa rhein menginhibisi
transaktivitas peroxisome proliferator-activated receptor γ (PPARγ) dan ekspresi
dari target gen, menunjukkan bahwa rhein bisa berfungsi sebagai antagonis dari
PPARγ (Zhang et al., 2012)
b. Adas (Foeniculum vulgare Mill.)
Klasifikasi tanaman kelembak adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Umbellales
Famili : Umbelliferae
Genus : Foeniculum
Spesies : Foeniculum vulgarae Mill.
Nama Sinonim : F. officinale All., Anethum foeniculum L.
Nama daerah : das pedas (Aceh), adas, adas pedas (Melayu), adeh, manih
(Minangkabau); hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa), adhas (Madura);
paapang, paampas (Menado), adasa,
rempasu (Makasar), adase (Bugis); adas (Bali), wala wunga (Sumba).
Nama asing : phong karee, mellet karee (Thai), jintan manis (Malaysia).
Nama simplisia : Foeniculi Fructus (buah adas).
a. Morfologi
Di Indonesia, Adas telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanaman bumbu
atau tanaman obat. Tumbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai
ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada
dataran tinggi. Adas berasal dari Eropa Selatan dan Asia.
Terna berumur panjang, tinggi 50 cm-2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun
biasanya terdiri dari 3-5 batang. Batang berlunbang, beruas, beralur, percabangan
monopodial, hijau keputih-putihan. Daunnya majemuk, menyirip ganda, bentuk
jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 30-50 cm, lebar 15-25 cm,
panjang pelepah 5-7 cm,warna daun hijau muda, hijau. Perbungaan tersusun
sebagai bunga majemuk, bentuk paying, tumbuh di ujung batang, kelopak bentuk
tabung, hijau, daun mahkota lima, berwarna kuning. Buah adas berbentuk lonjong,
eralur, pajang 6-10 mm, lebar 3-4 mm, masih muda hijau setelah tua hijau keabu-
abuan. okelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai
sepenuhnya cokelat. Akarnya tunggang berwarna putih.
b. Kandungan kimia
Buah Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1-6 persen,
mengandung 50-60 persen anetol, lebih kurang 20 persen fenkon, pinen, limonen,
dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12 persen
minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma
yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji
mengandung stigmasterin (serposterin).
c. Khasiat
Buah adas berkhasiat sebagai obat batuk, obat perut kembung, obat sariawan,
dan obat haid tidak teratur. Buah bermanfaat untuk mengatasi:
sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual, muntah, diare,
sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk berdahak, sesak napas (asma),
nyeri haid, haid tidak teratur, air susu ibu (ASI) sedikit, putih telur dalam kencing
(proteinuria), susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), usus turun
ke lipat paha (hernia inguinalis), pembengkakan saluran sperma (epididimis),
penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis), mengurangi
rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya, rematik gout, keracunan
tumbuhan obat atau jamur.
Buah adas sebanyak 3-9 g direbus, atau buah adas digiling halus, lalu diseduh
dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat.
d. Efek farmakologi
Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk
pengobatan TBC pada tikus percobaan. Meningkatkan peristaltik saluran cerna
dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). Menghilangkan dingin dan dahak.
Minyak adas yang menagndung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid
berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu
makan. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, ditemukan bahwa adas
mempunyai efek menghancurkan batu ginjal. Pada percobaan binatang, ekstrak
dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara
lain tidak menunjukkan khasiat ini.
c. Daun Senna (Senna alexandrina)
Klasifikasi tanaman daun senna adalah sebagai berikut :
• Kingdom :Plantae
• Ordo :Fabales
• Famili :Fabaceae
• Subfamili :Caesalpinioideae
• Bangsa :Cassieae
• Subbangsa :Cassiinae
• Genus :Senna Mill.
Daun jati cina (Senna alexandrina) telah lama digunakan dalam
pengobatan sebagai antigungi dan antibakteri, konstipasi, demam, edema, dan
penyakit kulit. Senyawa golongan antrakinon pada kandungan daun jati cina
seperti sennosida, aloe-emodin, rhein dan krisofanol dilaporkan memiliki
aktivitas laksatif. Sennosida merupakan glikosida golongan antrakinon yang
memiliki aktivitas paling aktif sebagai laksatif, dimana di dalam tubuh
mengalami reaksi hidrolisis enzimatis dan reduksi oleh bakteri flora usus
menjadi rheinantron (Sudarsono et al., 2002).
Gambar 1. Senna Folium
Fraksi antrakinon dan musilago dari ekstrak air daun jati cina dosis
2100 mg/kg BB sudah memperlihatkan efek laksatif pada mencit putih jantan
galur Balb/C Mardiyaningsih, 2011). Daun jati cina digunakan sebagai
antiobesitas dengan bekerja sebagai laksansia dan harus diteliti lebih lanjut
penggunaannya untuk alternatif antiobesitas dan efek samping yang dapat
ditimbulkan bila mengkonsumsi dalam waktu lama. Daun jati cina juga
diketahui dapat berfungsi sebagai laksatif stimulan yang dapat meningkatkan
aktivitas saluran pencernaan dan dapat menyebabkan pergerakan usus
(Anonim, 2011).
Gambar 2. Struktur sennosida
Kandungan senosida yang terdapat pada daun senna mampu
mempercepat gerakan hasil pencernaan di usus sehingga bisa meningkatkan
volume hasil pencernaan dan meningkatkan peristaltik usus yang menjadikan
feses menjadi lembek. Waktu aksi senna berkisar antara 8-10 jam, sehingga
sebaiknya diminum pada waktu malam. Senosida dapat menghilangkan
keluhan konstipasi pasien (irritable bowel syndrome). Pada dosis terapi tidak
ditemukan adanya gangguan kebiasaan waktu defekasi; dapat melunakkan
tinja dan meningkatkan kecepatan transit makanan dalam kolon melalui
peningkatan gerakan peristaltik. Senosida sedikit diserap pada bagian atas
saluran gastrointestinal.
d. Akar Manis (Liquiritiae radix)
Liquiritiae radix berasal dari tanaman Glycyrrhiza glabra L., biasa
disebut sebagai liquorice atau akar manis. Tanaman ini merupakan tanaman
tahunan (hijau sepanjang tahun) yang berasal dari Eropa dan beberapa daratan
Asia. Tanaman ini dapat dibudidayakan. Kontituen utama tanaman ini berupa
glikosida triterpen (saponin, 2-15%), glycyrrhizic acid, dan 3β-diglucoronide
dari glycyrrhetic acid, dimana dapat membentuk campuran dengan kalsium
dan potasium yang dikenal sebagai glycyrrhizin. Konstituen lain berupa
flavonoid (liquiritin, glabrol), isoflvonoid (umbelliferone, herniarin), gula
(glukosa, sakarosa), dan minyak atsiri (0,05%).
Akar manis bermanfaat sebagai adjuvan terapi pada gastric dan
duodenal ulcers serta gastritis (antiinflamasi). Selain itu dapat digunakan
sebagai ekspektoran untuk batuk dan bronkhitis. Akar manis memiliki rasa
yang manis yang dihasilkan oleh glycyrrhizin (50 kali lebih manis daripada
sakarosa). Dosis penggunaan sebagai terapi adjuvan duodenal/gastric ulcers
yang dianjurkan adalah 5-15 gram dalam sehari (200-600 mg glycyrrhizic acid
dalam dosis terbagi). Kemudian sebagai pemanis dosis yang dianjurkan tidak
boleh melebihi 100 mg dalam sehari.
Dapat menimbulkan interaksi pada kasus hipokalemia yang dapat
meningkatkan aksi glikosida jantung dan obat antiaritmia. Obat yang
mengandung liquorice atau akar manis sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu
hamil dan menyusui.
e. Musilago (Plantaginis ovatae semen)
Plantago Semen atau biasa disebut sebagai Isphagula seed berguna
sebagai mild laxative (pencahar) dikarenakan kandungan musilagonya,
mengobati konstipasi, Chron-disease, serta meningkatkan penyerapan serat.
Dosis penggunaan yang dianjurkan adalah sebanyak 10-30 gram. Pasien harus
memperhatikan penngunaan yang sesuai karena mengandung musilago yang
dapat menyebabkan obstruksi usus, jika pasien tidak minum air yang yang
cukup. Selain itu musilago dapat mencegah penyerapan obat-obatan, vitamin,
dan glukosa di dalam usus. Klasifikasi tanaman Plantago ovata adalah
Kingdom: Plantae
Ordo : Lamiales
Famili : Plantaginaceae
Genus : Plantago
Spesies : Plantago ovata
Plantago semen
BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN
a. Senna folium bermanfaat sebagai laksatif.
b. Akar kelembak bermanfaat sebagai urus-urusan
c. Buah adas bermanfaat sebagai mengurangi rasa sakit perut (mual)
d. Akar manis bermanfaat sebagai memberi rasa manis
e. Biji plantago bermanfaat sebagai laksatif.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2011, Senna, US national Library of Medicine national institute of health, US
Anonim, 2017, Manfaat Adas, diakses dari
[Link] pada tanggal
30 Oktober 2017
Anonim, 2017, [Link]
[Link].
Anonim, 2017, Produk Vegeta Herbal, diakses dari [Link]
pada tanggal 30 Oktober 2017
Dalimartha, Setiawan & Agriwidya, Trubus, 1999, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1,
Anggota Ikapi, Jakarta.
Horvath, Gyorgyi, Peter Molnar, Timea Bencsik, 2013, Pharmacognosy 2, University Pecs
Mardiyaningsih, A., 2011, Purifikasi Antrakinon dan Musilago Ekstrak Daun senna (Cassia
angustifolia L.) serta Uji Efek Kombinasinya Pada Aktivitas Laksatif, Tesis, Fakultas
Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Sudarsono, Gunawan, D., Wahyuono, S., Donatus, I.A., & Purnomo, 2002, Tumbuhan Obat
II, Hasil Penelitian, Sifat-sifat dan Penggunaan, 96-100, Pusat Studi Obat Tradisional,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Syamsuhidayat, Sri Sugati, Hutapea, Johnny, 1991, Inventaris Tanaman Obat Indonesia (I),
Departemen Kesehatan RI, Jakarta.