80% menganggap dokumen ini bermanfaat (5 suara)
2K tayangan7 halaman

Drama Putri Kerajaan Limau

Drama ini menceritakan tentang lima orang putri bersaudara yang memiliki kemampuan luar biasa di Kerajaan Limau. Mereka berusaha menjaga keamanan kerajaan sambil mencari tahu siapa pelukis ajaib yang sebenarnya datang ke istana untuk melukis mereka. Terdapat kemungkinan pelukis tersebut adalah penyihir jahat yang berusaha mengetahui kelemahan mereka.

Diunggah oleh

ksm
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
80% menganggap dokumen ini bermanfaat (5 suara)
2K tayangan7 halaman

Drama Putri Kerajaan Limau

Drama ini menceritakan tentang lima orang putri bersaudara yang memiliki kemampuan luar biasa di Kerajaan Limau. Mereka berusaha menjaga keamanan kerajaan sambil mencari tahu siapa pelukis ajaib yang sebenarnya datang ke istana untuk melukis mereka. Terdapat kemungkinan pelukis tersebut adalah penyihir jahat yang berusaha mengetahui kelemahan mereka.

Diunggah oleh

ksm
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Drama B.

Indo

The kingdom of limes

Tokoh
1. Manis: baik hati
2. Kasturi: berjiawa kesatria
3. Purut: pemalu
4. Bali: penyayang
5. Nipis: ceria
6. Raja: bijaksana
7. Penyihir: penipu
8. Pelukis: baik hati
Prolog :
di sebuah kerajaan yang bernama kerajaan limau. Ada lima putri bersaudara yaitu Manis anak
sulung yang mempunyai suara merdu, lalu  Kasturi anak kedua yang mempunyai hati seorang
pahlawan, Purut anak ketiga yang pemalu, Bali anak keempat yang penyayang, dan putri yang
paling  bungsu bernama Nipis anak nakal bersama kucingnya yang bernama Jebat. Masing-masing
dari lima bersaudara tersebut mempunyai kemampuan yang luar biasa jika bersatu, dapat menjaga
keamanan dan ketenteraman dalam kerajaan dengan mengalahkan ancaman jahat, makhluk
mistik, dan sihir gelap.

Adegan 1..
Di Suatu pagi raja hendak mengumpulkan anak-anaknya untuk di lukis oleh seorang pelukis ajaib
yang terkenal di kerajaan limau. Raja bersama 1 prajuritnya berkeliling istana untuk mencari para
putrinya.
Raja: Manis..!! (Teriak raja sambil berjalan ke arah prajurit penjaga), mana Manis? ( sambil menarik
baju prajurit penjaga)
Raja: heyy.., pening, pening, beta pening.  Manis, kasturi, Purut, Bali, Nipis..

Adegan 2..
  Kasturi sedang berlatih membidik dengan mata tertutup di kamarnya, tiba-tiba Manis muncul dan
hampir mengenai bidikan kasturi. Manis datang mengingatkan kasturi untuk bersiap-siap.
Manis: Kasturii...
Kasturi: Manis!
Manis: kan Manis sudah pesan, kalo nak memanah bia di lua, heyy bahaye..
Kasturi: hem, Kasturi pun sudah pesan, kalo nak masuk sila gunakan pintu
Manis: baiklah manis tidak buat lagi
Kasturi:  kenapa manis di sini?
Manis: hehe.. bersilap manis nak jumpa ayah hahh!, eh kenapa belum siapp?
Kasturi: hehh kejap lagi. Manis bersiaplah dulu
Kasturi: hahh!, manis!
Manis: wah ini barulah putri Kasturi dari kerajaan limau.., senyum sikit. Haa macam nilah. (berjalan
menuju pintu) oh Kasturi ingatkan adik-adik agar bersiap segera... , manis gunakan pintu. ( keluar
dari kamar kasturi).
Kasturi: heyy malasnya.. ( berjalan lalu berhenti di depan kaca).. ayah handa.

Adegan 3..
  Kasturi pun pergi mengingatkan adik-adiknya. Saat berjalan ia melihat prajurit yang sedang
berjaga dan mengagetkan mereka. Lalu menghampiri Bali di dapur untuk mengagetkannya juga.
Kasturi menahan tawa melihat wajah bali yang penuh tepung.
Bali: hemm kenapa ketawa
Kasturi: hah tengok..
Bali: oh tidakk (lalu membersihkan wajahnya) haa cantik pun Bali. Kas..
Kasturi: Apa ni.. (menusuk-nusuk kue yang Bali buat)
Bali: Turii.. Kasturi jangan main, ini kue Puteri Bali
Kasturi: Puteri Bali..
Bali: haa resepi Bali tau
Kasturi: tak macam Bali pun
Bali: iih, makan nih makan!
Kasturi: hemm sedap
Bali: memanglah Bali yang buat, ih tidak boleh orang lain pun hendak rase
Kasturi: hem prasan, macamlah sedap sangat..
Bali: ape?!, hia ambik nih!
Kasturi: tak kena
  Tiba-tiba kue Bali jatuh
Bali: hahh tidakk.., Kasturi..
Kasturi: ehh ingat kena bersiap, maaf Bali  (lalu kabur keluar dari dapur)

Adegan 4
  Saat Purut sedang berada di taman tumbuhan peribadinya. Lalu Bali mencari Purut untuk
meminjam baju.
Purut: limau purut masak redahan batang selasi condong uratnya, limau purut untuk obatan segala
penyakit adakah ini penawarnya..
Bali: Purut..
Purut: sekejap
Bali: Purut, Purut..
Purut: Bali panggil
  Bali pun menarik Purut ke dalam kamarnya.
Bali: yang ini cantik tak ( menunjukan baju yang Bali pilih), Bali nak pinjam,  bolehkan..
Purut: boleh, tetapi muat?
Bali: hehh!! mestilah muat, terima kasih (berjalan keluar kamar Purut sambil menahan napasnya)
Purut: tetapi kite patut pakai warna Merah muda
  Lalu purut membuka kotak tiaranya dan menyenggol sebuah buku. Saat membuka buku itu purut
mendapatkan cara untuk  menyembuhkan penyakit menggunakan tusuk kondenya.
Purut: hahk.. ini mungkin penawarnya

Adegan 5
Nipis sedang mencari Jebat kucing kesayangannya di luar istana.
Nipis: Jebat keluarlah, nipis kira sampai tige, satu.. due.. tige!!, alaa, jebatt..
( nipis hampir terpeleset dan menggunakan tongkatnya untuk membantunya sehingga iya tidak
kesakitan saat terjatuh).
"Aaaaaaaaaa..." tiba-tiba ada suara teriakan dari istana.
Nipis: hah, Jebat

Adegan 6
  Di kamar Bali. Bali sedang mengatur busana yg akan dia pakai.
Bali: can..tik..nyee..
Nipis: Jebat, Jebat.. keluarlah..
Bali: Jebat hilang lagi
Nipis: ha'a
Bali: kan Bali dah kate kurungkan sahaje
Nipis: Nipis tidak sampai hati nak kurung Jebat.. ( tidak dihiraukan Bali) he'em marilah tolong cari..
marilahh.
Bali: heyy, Nipis dah cari di bilik Nipis?
Nipis: dah.. ( Mereka pun mencari Jebat)

Adegan 7
  Manis sedang mencari tiaranya di kamarnya. Tapi tidak juga ia temukan. Lalu ia melihat Bali dan
  Manis sedang mencari tiaranya di kamarnya. Tapi tidak juga ia temukan. Lalu ia melihat Bali dan
Nipis di halaman dan menghampiri mereka karena belum bersiap. Saat Manis dan Bali sedang
berbicara Purut datang.
Manis: tiade.., bukan.., heyy dimane ye..
Bali: Jebat..
Nipis: mana jebat ni..
Bali: Jebat..
Nipis: Jebat..
Manis: Bali, Nipis, tidak bersiap lagi.. nanti lambat
Bali: hehe pasalnya semua sudah siap, tinggal nak sarungkan sahaje
Purut: Manis, Bali, tiara Purut hilang
Manis: hah sudah cari betul-betul, agaknya Purut tesalah letak
Purut: sudah puas Purut cari, tetapi tiade
Manis: hairan, tiara Manis pun tiade. Nipis mana Jebat?
Nipis: he.. entah Nipis tengah cari Jebatlah ni
Purut: macam mana nih Manis purut risau sangat..
Bali: Jebat.. ( Menunjuk Jebat yang sedang membawa tiara)
Manis, Purut, Bali, Nipis: Jebat!!
Jebat: meow.. Oow.. Lariii
  Mereka pun mengejar Jebat
Nipis: Jebat, Jebat jangan lari
Bali: Jebat berhenti..
  Saat Nipis mau Menangkap Jebat menggunakan tongkatnya malah membuat Purut terjatuh.
Usaha Manis dan Bali juga sia-sia. Jebat pun Kabur tanpa jejak.

Adegan 8
  Di sebuah tempat Rahasia milik Kasturi. Kasturi sedang duduk memainkan pedangnya. Lalu Jebat
tiba-tiba muncul membawa sebuah tiara.
Kasturi: hendak berlatih bersama pun tidak boleh, ingat kita perempuan tidak kuat!!, tidak pandai
berlawan,.. ( tiba-tiba mendengar sesuatu dan melempar pedangnya)
Jebat: meow!!
Kasturi: Jebat!.., apa tu.. ini macam tiara-tiara...
Jebat: Meow
Kasturi: Jebat
Jebat: Maaf meow

Adegan 9
  Di istana Manis sedang menemani Nipis yang sedang sedih, sedangkan Purut dan Bali kembali
tanpa menemukan Jebat. Tiba-tiba pintu terbuka lalu Jebat berlari ke arah Nipis dan di ikuti oleh
Kasturi yang membawa kembali tiara saudara-saudaranya yang hilang.
Nipis: mana Jebat ni..
Manis: sudah Jumpe?
Purut dan Bali: he he'em, tak de
Jebat: Halo meow..
Nipis: hah..Jebat, Jebat, Jebat.. rindu Jebat
Jebat: Aduh Meow..
Kasturi: tengok ni (menunjukan tiara)
Manis, Purut, dan  Bali: tiara!!
Bali: tiara Bali, Masih bersinarkah..
Purut: hemm, benar sangkaan Purut ini semua angkara Jebat
Manis: hahh di mana Kasturi jumpa
Kasturi: Di... Ee
Nipis: Jebat tidak boleh kemane-mane lagi tau
Jebat: iya Meow
Kasturi: hah, taman-taman..
Manis: terima kasih Kasturi, masih baik jumpe
  Tiba-tiba Raja datang..
Raja: Anak nda semua tidak bersiap!!(berteriak dengan suara kerasnya)

Adegan 10
  Raja sedang menunggu putri-putrinya di aula istana. Beberapa saat kemudian lima putrinya pun
datang dengan menggunakan pakaian yang sudah ditentukan.
Purut: ayah handa
Raja: wuah!!, heyy sungguh cantik putri-putri Beta. Jikalau permaisuri masih ada, pasti berbangga
melihat putri sakalian.
  Lima putri tersebut dan Jebat pun memberi hormat kepada Raja.
Manis, Kasturi, Purut, Bali, Nipis, dan Jebat: Ayah Handa../Meow..

Adegan 11
  Pelukis pun datang ke istana. Tapi sayang pelukis yang datang itu palsu dia adalah seorang
penyihir jahat.
Prajurit: siapa tuan hamba?
Penyihir: hamba pelukis yang diundang ke istana, boleh hamba masuk?
  Prajurit pun mengantar penyihir menghadap raja.

Adegan 12
  Saat itu Raja dan Para putrinya sedang bercerita sambil menunggu pelukis yang sudah diundang
ke istana.
Bali: heem Kasturii, lakak lagi Raja
Kasturi: Ayah handa bagaimana pula Bali sewaktu kecil
Raja: Bali hemm, seingat ayah handa.. sewaktu bunda mengandungkan Bali.., Hahaha bunda suke
makan, sampaikan makanan ayah handa pun bunda habiskan..
Kasturi: ooh, patutlah Bali (menirukan badan Bali)
Bali: hekk.. apeee!!
Raja: hehh sudah!..
Kasturi: padan Muke
Bali: Manis tengok Kasturi..
  Lalu tiba-tiba prajurit datang.
Prajurit: ampun tuanku, pelukis yang di tunggu mohon menghadap
Raja: haha.. silahkan dia masuk
Penyihir: ampun tuanku
Jebat: meow (mengamati penyihir)
Penyihir: Aa a aa.. syu syu syu pegi ih ih
Nipis: Jebat sini.. sini sini
Jebat: iya meow
Bali: peliknye.. kucing pun takut
Penyihir: eehm maaf maaf
Nipis: duduk diam-diam
Raja: anak nda sekalian, ini lah pelukis yang akan melukis gambar kita. Pelukis terhandal di
kerajaan limau. Betul?
Penyihir: iya betul!!, haha memang pati orangnya, pati gembira, pati amat merasa bangga di jemput
ke istana.
Raja: beta pun merasa gembira dapat bertemu dengan tuan hamba, siapa nama tuan hamba
Penyihir: ehk Gembira tuanku..
Raja: memang beta gembira, tapi siapa nama tuan hamba
Penyihir: begini tuanku..
Manis: ayah handa namanya Gembira (berbisik)
Raja: oh nama tuan hamba Gembira hahaha, maafkan beta, beta...
Penyihir: tidak mengapa tuanku..
Adegan 13
  Pelukis ajaib yang asli berusaha masuk ke istana tapi dihalang oleh prajurit.
Pelukis: ini suatu kesilapan, lepaskan pati
Prajurit: eh keluar kau!, pegi dari sini ade hati nak masuk.

Adegan 14
  Di dalam istana penyihir hendak menghapal para putri yang memiliki kekuatan yang luar biasa.
Manis: ayah handa..
Penyihir: adakah ini putri limau beradik kerajaan limau, yang terkenal dengan keceritaannya
Raja: iyaa.. yang ini putri manis, putri sulung
Penyisir: rambut mengurai ikau mayang, bibir mungil merah delima, sungguh cantik tidak terbayang
putri manis, oh inilah rupanya
Jebat: meow ( mencakar tangan penyihir)
Manis: Jebat jangn begitu..
Jebat: baik meow..
Raja: Nipis jaga Jebat..
Nipis: baik ayah handa..
Bali: iih Jebat nih nakalnye..
Nipis: kan dah kene marah
Raja: adindanya pula putri..
Kasturi: Kasturi! srikandi kerajaan limau
Penyihir: hah benar bagai dikata putri yang gagah perkasa.. ( melihat ke arah Purut) ini mesti..
Purut: Purut..
Penyihir: hahh mendekatkan telinganya
Bali: Purut
Penyihir: hahhh ( kaget)
Bali: beta Purut
Penyihir: putri yang pandai mengobati segala penyakit hehe..
Bali: beta putri Bali yang cantik, pandai masak
Penyihir: gemmmmm.. gebu, gebu gebu
Bali: terime kasih beta bangga..
Raja: dan ini ana handa beta yang bungsu putri Nipis
Nipis: dan ini Jebat
Jebat: Halo meow
Penyihir: kuss semangat, ehm pati rasa sangat bertuah dapat berjumpe kelima-lima putri tuanku
yang sangat jelita, saling tidak pupa seperti bunda mereka
Raja: bunda mereka?!, bagaimana tuan hamba tau puan..
Penyihir: hah!( menunjuk ke arah gambar mendiang ratu)
Raja: ooh haha, Gembira beta dengar tuan hamba menggunakan bahan ajaib untuk melukis
tunjukan pada beta..
Penyihir: bahan ajaib (tercengang) ooh iya iya sebentar..(membongkar bawaannya)
Nipis: ape yang hendak di cari tu
Bali: habis besepah
Penyihir: taraa, ini tuanku
Nipis: ape tu
Bali: iih berus gigi bekas lah tu
Kasturi: iih berus gigi
Raja: ooh ajaibnye.. hah apa lagi tuan hamba mulai melukis sekarang, beta tidak sabar untuk
melihatnya
Bali: pelukis berus gigi
Raja: tapi ingat mesti cantik kalau tidak grrrs(mengancam penyihir)
Manis dan bali: ayah hande
Purut: janganlah begitu
Raja: hehehe tidak ayah hande hanya bergurau hahaha
Penyihir: iye iye iye
Raja: mulakan sekarang
Penyihir: baiklah
Nipis: yeye dah nak mula, cepat Jebat
  Pelukis pun menyeimbangkan gambar dan posisi para putri dan raja.
Penyihir: ke kiri sikit, lagi-lagi, kiri kiri.. haha bagus tuan. Putri purut ke depan sikit.
Raja: (kesal) iih Gembira!!, iih lukis!!
Pelukis: baik tuan

Adegan 15
  Tiba-tiba prajurit datang memanggil raja sehingga pelukisan pun terhenti.
Perajurit: ape nih..
penyihir kaget, perajurit mendekati raja dan berbisik.
Raja: beta perlu keluar sebentar, kalian tunggu di sini.
  Raja dan perajurit pun pergi.
Perajurit: kau tunggu sini.
  Jebat mendekati penyihir.
Nipis: Jebat, jangan lari, sini sini 
  Kasturi ingin melihat gambar sang penyihir.
Penyihir: tidak boleh!!, pati pantang orang melihat lukisan pati yang belum siap, mengerti!, jangan
coba lihat. Lalu Kasturi pergi dan berencana menjaili penyihir.
Nipis: Jebat
Jebat: meow!!
Penyihir: kau jebat aku jebat eeh kau jebat eeh aku jebat jebat..
Purut: Manis, Purut mau ke taman sebentar
Manis: baiklah Purut
Bali: Bali buat kek baru tau, sedap..
Penyihir: ehm ehm.. pati perlu klua untuk mendapat ilham, ilham, ilham, hahaha.

Adegan 16
  Penyihir keluar hendak mengikuti Purut dan mencari tusuk konde.
Penyihir: Haa (penyihir menabrak perajurit)
Perajurit 2: nak pegi mane?
Penyihir: hamba nak cari ilham
Perajurit 2: hah ilham, ape tu?
Perajurit 1: tak tau, hemm sane sane
Perajurit 2: ade ku rase dekat situ
Perajurit 1: kucing tu, tikus sini hah, tadi aku nampak
Perajurit 2: hah sane sane
Perajurit 1: bukan, kak sini..
  Karena perajurit berdebat penyihir pergi diam-diam terus mengikuti Purut agar menemukan kamar
Purut. Penyihir jahat berhasil mememukan kamar Purut. Ia pun mulai mencari tusuk konde ajaib.
Penyihir: tak de.. ha sane.. hahh. (Penyihir pun membuka kedoknya karena menemukan sebuah
tusuk konde) ahirnye.. wahai cucuk sanggul sembuhkan aku.

Adegan 17
  Para putri masih berkumpul di aulah istana dan bercerita-cerita. Lalu jebat datang.
Jebat: gawat.. gawat.. gawat.. meow.(saat berlari jebat menabrak lukisan)
Manis: kenape macam nii
Bali: kenape Bali macem tu
Kasturi: buruknya lukisan
Nipis: Jebat kenape ni
Jebat: pelukis tu palsu meow
Manis: apee pelukis itu palsu
  Tiba-tiba penyihir masuk aula.
Penyihir: iyee pati memang palsu, tetapi pati hanya ingin sembuh. cucuk sanggul yang kononnya
ada kuasa menyembuhkan rupe-rupenya cerite blake.
  Jebat berlari dan akan mencakar penyihir tapi terkena serbuk beracun milik penyihir.
Nipis: Jebat
  Kasturi dan penyihir bertarung. penyihir hampir kalah tapi karena dia menggunakan serbuk
beracun, kasturi pun menjadi lemah.
Penyihir: serikandi kerajaan limau
Manis: Kasturi jage- jage.
  Kasturi berusaha mendekati penyihir untuk kembali menyerang. tapi karena melihat botol serbuk
beracun mengarah ke saudari-saudarinya dia kembali agar mereka tidak terkena racun
namun,sayangnya sia-sia. saat penyihir melempar sebuah botol lagi sang pelukis ajaib muncul
bersama raja,putri Purut ,dan prajurit untuk menangkap sang penyihir jahat.
Raja: mana si penipu itu,jangan bagi dia telepas, pelukis penipu!
  Karena terkepung penyihir kembali memecahkan botol serbuk beracunnya sehingga perajurit
terjatuh.
Raja: mana dia,mana..
Penyihir :jangan harap dapat menangkap pati,pati Gembira
  Lalu perajurit datang lagi dan membuat sang penyihir terjepit pintu.
Prajurit: mana dia, mana
Raja: gembira lah sangat, tangkap dia dan pejarakan dia. berani sungguh dia menipu beta!!
Prajurit: baik tuanku
Raja: anak anak beta (raja menghampiri kasturi) anak nda tidak mengape
Nipis: ayah handa,Jebat
Raja: iya Nipis
Nipis: jebat sakit
Purut: Jebat
Penyihir: lepaskan lepaskan
  Purut pun menyembuhkan orang orang yang ada di sekitar aula mereka pun sembuh dari serbuk
racun.
Pelukis: wahh hebat juga
Manis: siapa kah gerangan tuan hamba?
Pelukis: pati lah pelukis yang sebenarnya. Beginilah ceritanya penyihir tadi menipu beta. Nasib baik
beta dapat melepas diri
Raja: Ouhh begitu..
Pelukis: ampun tuan ku,ape kate pati melukis sekarang
Raja: ohh iya betul betul betul, silahkan..
  Pelukis tadi pun menggambar dengan ajaib dan menunjukkan hasil yang luar biasa.
Raja: beta sungguh kagum, lukisan ini cantik tidak terkate, tuan hamba memang handal.
  Dan akhirnya Raja mengajak pelukis pergi makan bersama dengan putri-putrinya
     ~TAMAT.

Anda mungkin juga menyukai