0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
135 tayangan9 halaman

Analisis Sitologi Tumbuhan II

Laporan praktikum Sitologi II membahas tentang bentuk dan tipe amilum serta kristal Ca-oksalat yang diamati pada beberapa jenis tumbuhan seperti jagung, kentang, pepaya dan talas menggunakan mikroskop.

Diunggah oleh

hawa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
135 tayangan9 halaman

Analisis Sitologi Tumbuhan II

Laporan praktikum Sitologi II membahas tentang bentuk dan tipe amilum serta kristal Ca-oksalat yang diamati pada beberapa jenis tumbuhan seperti jagung, kentang, pepaya dan talas menggunakan mikroskop.

Diunggah oleh

hawa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SITOLOGI II

Oleh :

Nama : Hawa Azwajun Muthohharoh


NIM : B1A017035
Rombongan : A2
Kelompok :4
Asisten : Dian Ageng Nagri

LAPORAN PRAKTIKUM
STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN II

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2018
I. PENDAHULUAN

Sitologi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur dan fungsi sel (Rahmah
et al., 2015). Robert hooke yang menemukan pertama kali dan menentukan sel
gabus yang tidak mempunyai membran atau tidak mempunyai protoplasma (sel
mati). Sel terdiri dari sel hewan dan sel tumbuhan. Terdapat perbedaan antara sel
tumbuhan dan sel hewan, salah satu perbedaan khas yang antara sel tumbuhan
dengan sel hewan adalah adanya dinding sel pada sel tumbuhan yang mengandung
bahan selulosa, pada sel hewan tidak memiliki dinding sel (Gabriel, 1988).
Sel merupakan satu unit fungsional terkecil pada bagian tubuh makhluk hidup.
Sel memiliki organel-organel yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Sel dan
jaringan dapat dibedakan karena memiliki sifat yang berbeda dengan posisinya
dalam tubuh tumbuhan (Hidayat, 1995). Komponen non protoplasmik dapat berupa
zat cair maupun zat padat. Komponen non protoplasmik merupakan benda-benda
mati yang berada di dalam sel. Benda-benda tersebut terdapat di dalam vakuola,
plasma sel, dan plastida. (Kartasapoetra, 1991).

II. TUJUAN

Tujuan praktikum sitologi II adalah mengamati bentuk-bentuk amilum dan


kristal Ca-oksalat.
III. MATERI DAN METODE

A. Materi

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum acara Sitologi II adalah


mikroskop, object glass, cover glass, dan silet.
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum acara Sitologi II adalah irisan
membujur costa daun Carica papaya (pepaya), Irisan melintang tangkai daun
Colocasia esculenta (talas), amilum Zea mays (jagung), amilum Solanum tuberosum
(kentang), dan akuades.

B. Metode

Metode yang dilakukan dalam praktikum acara sitologi II antara lain:


1. Irisan membujur costa tulang daun Carica papaya dibuat setipis mungkin dengan
silet, diletakkan pada kaca benda, tetesi air dan ditutup dengan kaca penutup.
2. Irisan melintang tangkai daun Colocasia esculenta di buat setipis mungkin dengan
silet, diletakkan pada kaca benda, tetesi air dan ditutup dengan kaca penutup.
3. Zea mays dan Solanum tuberosum ditusuk-tusuk menggunakan jarum untuk
diambil cairan amilumnya. Cairan yang keluar masing-masing diletakkan pada
kaca benda, tetesi air dan ditutup dengan kaca penutup.
4. Preparat diamati, bentuk kristal Ca-oksalat diperhatikan, tipe amilum pada
preparat juga diperhatikan. Masing-masing preparat digambar dan diberi
keterangan.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Keterangan :
1. Kristal Ca-Oksalat
Rafida (Jarum)

Gambar 1. Ø Irisan Melintang Tangkai Daun Colocasia esculenta


(Talas) Perbesaran 100X

Keterangan :
1. Kristal Ca-Oksalat
Drussen

11

Gambar 2. Φ. B Irisan Membujur Ibu Tangkai Daun Carica papaya


(Pepaya) Perbesaran 400X
Keterangan :
1. Hilus
11
2. Lamela

2
TipeAmilum:
Eksentris

Gambar 3. Amilum Solanum tuberosum (Kentang) Perbesaran 400X

Keterangan :
1. Hilus
2. Lamela

1 Tipe Amilum:
Konsentris
2

Gambar 4. Amilum Zea mays (Jagung) Perbesaran 400X

B. Pembahasan
Substansi ergastik disebut juga benda ergastik merupakan hasil dari
metabolisme sel yang berisi substansi cair maupun padat. Substansi ergastik yang
bersifat padat adalah amilum, aleuron, kristal Ca-oksalat, kristal kersik, sitolit.
Substansi ergastik yang bersifat cair hasil dari tambahan metabolisme yang bersifat
organik atau anorganik terdapat di dalam cairan sel berupa zat-zat yang larut di
dalamnya, antara lain asam organik, karbohidrat, protein, lemak, gum, lateks tanin,
antosian alkaloid, minyak eteris atau minyak atsiri, dan hars yang ditemukan di
dalam sitoplasma dalam vakuola (Purnobasuki, 2011).
Berdasarkan letak hilus, butir amilum dapat dibedakan menjadi dua yaitu
konsentris dan eksentris. Konsentris yaitu hilus yang terletak di tengah misalnya
pada ubi jalar dan pada jagung. Eksentris yaitu hilus yang terletak di tepi, contohnya
pada amilum kentang (Sumardi, 1993). Berdasarkan jumlah hilus dalam amium
dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu butir amilum tunggal (monoadelph), butir
amilum setengah majemuk (diadelph), dan butir amilum majemuk (poliadelph).
monoadelph yaitu pada sebutir amilum terdapat hilus hanya satu contohnya pada
amilum gandum, diadelph atau setengah majemuk yaitu terdapat hilus berjumlah dua
yang masing-masing dikelilingi oleh lamela, dan poliadelph atau majemuk yaitu
terdapat hilus berjumlah banyak dan tiap hilus dikelilingi oleh lamela (Purnobasuki,
2011).
Kristal Ca-oksalat merupakan hasil akhir atau hasil sekresi dari suatu
pertukaran zat yang terjadi di dalam sitoplasma. Kristal Ca-oksalat terdapat di dalam
plasma atau vakuola dan larut dalam asam kuat (HCl dan H2SO4) (Purnobasuki,
2011). Menurut Ekeke & Agbagwa (2016), secara morfologis ada lima kategori
utama Ca-oksalat, yaitu rafida, prisma, stiloid, dussen, dan bentuk pasir. Kristal juga
dapat ditemukan didalam jaringan apa pun, paling sering terakumulasi dalam vakuola
sel khusus yang disebut dengan kristal idioblas. Jumlah dan lokasi didalam tubuh
tanaman juga bervariasi diantara taksa.
Kristal dengan bentuk piramida yang biasanya terdapat di dalam sel-sel di
bawah epidermis dari daun jeruk. Kristal dengan bentuk pasir banyak ditemukan di
dalam sel-sel daun serta tangkai daun bayam, kristal dengan bentuk rafida (kristal
berbentuk jarum) yang letaknya sejajar terdapat pada sel-sel parenkim dari jaringan
lunak sel-sel daun bunga pukul empat. Kristal drussen (kristal berbentuk bintang)
yaitu hanya terdapat pada sel-sel tertentu dengan bentuk yang tidak teratur. Kristal
ini biasanya ditemukan pada tangkai daun pepaya dan kaktus (Kartesapoetro, 1991)
Oksalat memiliki peranan bagi tanaman yaitu tidak hanya untuk kepentingan
ekologis dari serangan herbivora saja melainkan untuk kepentingan fisiologis
tanaman tersebut. Oksalat dapat berbentuk oksalat terlarut (soluble oxalte) dan
oksalat tidak terlarut (insoluble oxalate). Oksalat terlarut dapat berupa asam oksalat
dan oksalat tidak terlarut dapat berupa kristal kalsium oksalat. Tanaman
angiospermae, oksalat dalam bentuk asam oksalat maupun kristal kalsium oksalat,
disimpan di dalam vakuola sel (Santoso, 2015).
Berdasarkan hasil praktikum kali ini, pada preparat irisan membujur costa
Carica papaya (pepaya) didapatkan kristal Ca-oksalat berbentuk bintang (drussen),
preparat irisan melintang tangkai daun Colocasia esculenta memiliki bentuk kristal
Ca-oksalat berbentuk jarum (rafida). Hal tersebut sesuai dengan pernyataan
Kartesapoetro (1991) bahwa kristal-kristal dalam vakuola sel atau plasma selnya
memiliki berbagai bentuk. Preparat amilum Zea mays didapatkan bagian-bagian
yaitu hilus dan lamela, memiliki tipe amilum konsentris (hilus yang letaknya di
tengah). Preparat amilum Solanum tuberosum didapatkan bagian-bagian yaitu hilus
dan lamela, memiliki tipe amilum eksentris atau hilus yang letaknya di tepi. Hal
tersebut sesuai dengan pernyataan Purnobasuki (2011) bahwa setiap jenis tumbuhan
memiliki butir amilum dengan bentuk dan susunan tertentu serta perbedaan serta
perbedaan tersebut ditentukan oleh letak hilus dan banyaknya hilus pada tiap
amilum.
V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan praktikum sitologi II dapat disimpulkan


bahwa:
Bentuk amilum berdasarkan letak hilusnya dibagi menjadi dua, yaitu konsentris
yang hilusnya letaknya berada ditengah contohnya Zea mays (jagung) dan eksentris
yang hilusnya berada di tepi contohnya Solanum tuberosum (kentang). Bentuk kristal
Ca-oksalat dapat dibedakan menjadi, bentuk jarum, bentuk bintang, bentuk piramida,
dan bentuk pasir. Kristal Ca-Oksalat drussen atau berbentuk bintang contohnya pada
irisan membujur costa tangkai daun Carica papaya (pepaya). Kristal Ca-Oksalat
jarum atau rafida contohnya pada adalah irisan melintang tangkai daun Colocasia
esculenta (talas).

B. Saran
Saat praktikum harus lebih berhati-hati dalam membuat preparat agar
substansi ergastik yang diamati dapat terlihat jelas.
DAFTAR REFERENSI

Ekeke, C., & Agbagwa, I. O. 2016. Ergastic Substance (Calcium Oxalate Crystals) in
the Leaf of Combretum Loefl (Combretaceae) Spesies in Nigeria. American
Journal of Plant Science, 5 (1), pp. 2389-2401.
Gabriel, J. F. 1988. Ringkasan Biologi. Bandung Exack.
Hidayat, E. B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: Institut Teknologi
Bandung.
Kartasapoetra, A. G. 1991. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan (tentang Sel dan
Jaringan). Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Rahmah, A., Khairunnisa, A., Nestiyanto, Yulianti, S., Kholifah, & Sari, N. K. 2015.
Big Book Biologi SMA Kelas 1, 2, & 3. Jakarta: Penerbit Cmedia.
Santoso, A. M., 2015. Distribusi kristal Ca-oksalat, Reduksi Oksalat, dan Efek
Metode Kultivasi pada Struktur Beberapa Sayuran. Jurnal FKIP UNS, 16
(151), pp. 1-6.
Purnobasuki, H. 2011. Inklusi Sel. Surabaya: Universitas Airlangga Press.

Anda mungkin juga menyukai