A.
ANALISISIS JURNAL
1. Judul Jurnal: Pengaruh Swedish Massage Therapy terhadap Tingkat Kualitas Hidup
Penderita Leukemia Usia Sekolah.
2. Penulis: Dewi Umu Kulsum, Henny Suzana Mediani dan Argi Virgona Bangun.
3. Penerbit: Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi, Fakultas keperawatan Universitas
Padjadjaran.
4. Tahun terbit:2017.
5. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh swedish massage
therapy terhadap tingkat kualitas hidup penderita leukemia usia sekolah di Rumah Cinta
Anak Kanker Bandung.
6. Metode penelitian: posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah yang
berjumlah 34 orang (masing–masing grup 17 orang) dengan menggunakan consecutive
sampling.
7. Hasil penelitian:menggambarkan terdapat perbedaan kualitas hidup pada kelompok
intervensi sebelum dan sesudah dilakukan swedish massage therapy (p = 0,000 pada α =
5). Hasil penelitian merekomendasikan bahwa swedish massage therapy bisa dipakai
sebagai metode alternatif dalam meningkatkan kualitas hidup penderita leukemia usia
sekolah.
PEMBAHASAN.
Istilah “kanker anak” adalah yang paling sering digunakan untuk menunjuk kanker yang
timbul pada anak-anak sebelum usia 15 tahun (WHO, 2009). Menurut National Cancer Institute
(2009), ALL merupakan kanker yang menyerang sel darah putih yang sering terjadi pada anak
sekitar 68,9% dari semua kasus leukemia pada anak. Di Indonesia ALL menduduki peringkat
tertinggi kanker pada anak yang menyebabkan kematian pada anak-anak. Sekitar 74% anak
penderita kanker yang menjalani pengobatan akan bertahan hidup selama 5 tahun setelah
terdiagnosis (Hockenberry & Wilson, 2009).
Pengobatan bagi ALL bertujuan menghancurkan sel neoplastik dan remisi lengkap
dengan pengembalian fungsi normal sumsum tulang belakang, sekitar 70%-80% mencapai
remisi lengkap dimana penderita kanker 35%- 45% bertahan hidup 2–5 tahun atau lebih lama
(Black & Hawks, 2014) Di samping harga obat yang umumnya mahal, adanya ketidakpuasan
pengobatan konvensional sehingga banyak masyarakat yang menggunakan terapi komplementer
sebagai alternatif pengobatan (Kemper et al., 2008). Alasan lainnya karena orang tua pasien
ingin terlibat untuk pengambilan keputusan dalam pengobatan dan peningkatan kualitas hidup
anak–anaknya dibandingkan sebelumnya, serta memiliki reaksi positif efek samping dari
pengobatan konvensional yang diterima dari sejumlah pasien (Snyder & Lindquis)
Di Indonesia sudah berdiri Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (Himponi) namun
belum banyak perawat onkologi, akan tetapi perawat anak bisa melakukan terapi komplementer
tersebut. Dukungan dari assosiasi Complementary/Alternative Medicine for Pediatric oleh
The American Academy of Pediatrics yang berdiri di tahun 2005 menjadikan bagian dari
sistem perawatan di dunia (Kemper et al.,2008). National Center for Complementary/
Alternative Medicine (NCCAM) membuat klasifikasi dalam lima kategori salah satunya adalah
terapi manipulatif dan sistem tubuh yang dikenal dengan massage therapy
(Snyder & Lindquis,2014). Swedish Massage Therapy merupakan pijat klasik dasar dari semua
metode pijatan yang dikembangakan sejak abad ke-19 untuk peningkatan kesehatan dan terapi
membantu orang sakit (Clavert, 2002; Beck, 2010).
Terapi komplementer dengan Swedish Massage Therapy menjadi pilihan yang
direkomendasikan khususnya pada ALL sebagai pengobatan pendamping mengatasi gejala
kanker dan gejala efek samping akibat kemoterapi, sehingga memperkuat kerja terapi utama
pengobatan kanker.
Konsep Swedish Massage Therapy di Indonesia terhadap penderita kanker dan atau
penyakit yang berhubungan dengan penyakit hematologi pada [Link] Swedish
Massage Therapy memiliki keunggulan dimana Keefektifannya pada tingkat tertinggi hierarchy
of evidence, terapi ini dapat digunakan pada semua rentang usia,pada anak-anak terapi ini
dilakukan untuk stimulasi tumbuh kembang dan palliative care pada kondisi penyakit terminal
atau penyakit kronis, intervensi ini bersifat healing touch manipulasi tubuh yang efektif dan
efisien. Terapi ini juga mempunyai nilai budaya yang kental secara empiris, dan yang terpenting
terapi ini harus dilakukan oleh terapis yang teregistrasi dan bersertifikasi dengan tingkatan
kompetensi. Swedish Massage Therapy efektif untuk populasi pediatrik lain dengan kondisi sehat
bahkan kondisi penyakit kronis, antara lain bayi prematur dan terkena HIV, anakanak dengan
asma, cystic fibrosis, reumatik arthritis, menurunkan kadar gula dalam darah pada anak-anak
penderita diabetesmellitus type 1 dan 2, serta bermanfaat secara holistik pada sistem tubuh (Haun
et al., 2009; Kashanini et al., 2011; Sajedi et al., 2011).
Terapi komplementer sebagai pengobatan, level pencegahan, dan upaya promosi
kesehatan meliputi sistem kesehatan,modalitas, praktik dengan adanya teori dan keyakinan
dengan menyesuaikan kebiasaan dan budaya yang ada (Synder & Lindquis,2014). Penelitian
efektifitas terapi pijat yang dilakukan pada anak-anak penderita kanker masih terbatas sehingga
meskipun massage therapy menyediakan pilihan yang menjanjikan untuk berbagai populasi
pediatrik dengan kanker, tetapi masih jarang dimasukkan kedalam rencana perawatan pasien dan
masih sedikitnya data focus populasi pasien onkologi dan hematologi. (Hughes et
al.,2008;2015).
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh swedish massage
therapy terhadap tingkat kualitas hidup penderita leukemia usia sekolah di Rumah Cinta Anak
Kanker Bandung.
Metode Penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah metode penelitian kuantitatif
dengan menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen. Dalam rancangan penelitian ini,
dilakukan nonequivalent control group design, tetapi tidak dilakukan randomisasi.
Peneliti mengelompokan responden menjadi kelompok intervensi dan kelompok control dengan
pemilihan responden berdasarkan kriteria inklusi, yaitu responden yang sedang menjalani
pengobatan tahap induksi selama 4 minggu dan tahap reinduksi pada sikus 1-2 minggu sekali.
Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah di Rumah Cinta Anak Kanker Bandung
yang berjumlah 20-30 anak tiap bulan. Jumlah besar sampel dalam penelitian ini pada masing-
masing kelompok yaitu 17 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah
non probability sampling, dengan menggunakan metode consecutive sampling.
Dalam satu waktu pemilihan responden dan pengambilan sampel langsung dibagi dua, yang
kemudian dilakukan pre test untuk mengetahui keadaan awal. Setelah dilakukan pre test,
peneliti melakukan kontrak waktu dengan orang tua responden pada kelompok intervensi untuk
memulai terapi dengan menyesuaikan jadwal kemoterapi sehingga terpenuhinya jumlah sesi
terapi 3 kali dalam seminggu dengan waktu pelaksanaan di pagi hari atau di sorehari.
Pelaksanaan terapi swedish massage dilakukan langsung oleh peneliti dengan rata-rata
durasi perlakuan 30 menit. Prinsip-prinsip etik untuk melindungi hak responden selamapenelitian
yaitu respect for person dengan menerapkan prinsip the right to protection from
harm and discomport. Dalam penelitian ini, prinsip justice diterapkan dengan cara
memberikan perlakuan yang sama pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, yaitu
dilakukan pre test dan post test. Prinsip justice juga dilakukan pada kelompok kontrol
yaitu swedish massage therapy yang akan diberikan pada kelompok control setelah
penelitian selesai.
Hasil Penelitian (Karekteristik Anak) .Peneliti menilai karekteristik responden pada
kedua kelompok menurut usia dan jenis kelamin pada kelompok intervensi dan kelompok
kontrol. sebagian besar responden pada dua kelompok (kontrol dan intervensi) berada pada
rentang usia 8-12 tahun, dimana pada kelompok kontrol sebanyak 12 orang (70,6%) dan
kelompok intervensi sebanyak 11 orang (64,7%). Sementara itu, jenis kelamin responden
sebagian besar pada dua kelompok (kontrol dan intervensi) adalah laki – laki. Perbedaan Kualitas
Hidup Penderita Leukemia Usia Sekolah pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Intervensi
Berdasarkan tabel 2 diatas menunjukkan bahwa rata-rata kualitas hidup responden sebelum dan
setelah pengukuran PedsQL 3.0 Cancer Module pada kelompok control adalah senilai 2,34; dan
rata-rata kualitas hidup responden sebelum dan setelah pengukuran PedsQL 4.0 General Score
pada kelompok kontrol adalah senilai 2,94 dengan p value > 0,05. Sedangkan rata-rata kualitas
hidup responden sebelum dan setelah pengukuran PedsQL 3.0 Cancer Module pada kelompok
intervensi adalah senilali 8,5 ; dan dan rata-rata kualitas hidup responden sebelum dan setelah
pengukuran PedsQL 4.0 General Score pada kelompok intervensi adalah senilai 28,39 dengan p
value 0,000.
Hal ini menggambarkan bahwa nilai rata–rata kualitas hidup sebelum dan sesudah pada
kelompok intervensi memiliki nilai yang lebih tinggi jika dibandingkan pada kelompok kontrol.
Perbedaan Kualitas Hidup Responden Setelah Dilakukan Terapi antara Kelompok Intervensi dan
Kelompok Kontrol di RCAK Bandung Tahun 2016,menunjukkan pada pengukuran dengan
PedsQL 3.0 Cancer Module bahwa terdapat perbedaan rata–rata antara kualitas hidup responden
pada kelompok intervensi adalah senilai 23,62; sedangkan kelompok kontrol adalah senilai
11,38. Pengujian statistik dengan Uji Mann-Whitney didapatkan nilai p = 0,000. Dengan
pengukuran PedsQL 4.0 General Score bahwa terdapat perbedaan rata–rata kualitas hidup
responden pada kelompok intervensi adalah senilai 85,9335,; sedangkan kelompok kontrol
adalah senilai 60,3581. Pengujian statistik dengan uji t-independent didapatkan nilai p = 0,000;
maka dapat disimpulkan pada alpha 5% dengan kedua pengukuran terdapat perbedaan yang
signifikan tingkat kualitas dan kelompok kontrol.
Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh swedish massage therapy terhadap
tingkat kualitas hidup penderita leukemia. Peneliti ini menyimpulkan bahwa Swedish
massage therapy dapat dilakukan pada penderita leukemia usia sekolah, dan menjadi salah
satu pilihan bagi orang tua dengan anak penderita leukemia untuk meningkatkan fungsi fisik dan
fungsi psikososial dan
mengurangi efek samping regimen terapi sehingga dapat memperkuat kerja terapi selama
menjalani pengobatan kanker. Hasil penelitian ini menunjukkan dampak langsung terhadap
peningkatan kualitas hidup pada fungsi fisik, fungsi emosional dan sosial anak penderita
leukemia, sehingga swedish massage therapy ini bermanfaat sebagai asuhan paliatif yang
dapat meningkatkan kualitas hidup anak akibat gejala kanker dan efek pengobatan kanker dalam
jangka waktu yang lama. Terapi pijat “swedish massage” merupakan alternative
pendampingan pengobatan konvensional yang dapat memperkuat kerja pengobatan kanker,
dengan selama menjalani pengobatan jangka panjang.
NAMA-NAMA KELOMPOK
1. VALLY BILMASKOSU( 12114201180144).
2. [Link] (12114201180182)
3. APRILIA MALOKA (12114201180160)
4. [Link] (12114201180201)
5. ANGEL .J.F WATILETA (12114201180150)
6. NOVALINDA PERULU (12114201180193)
7. [Link] (12114201180157)
8. [Link] (1211420118086)
9. LISA KOSAPLAWAN (12114201180185)
10. ANTINA ROMER (12114201180192)
11. BENJAMINA MARIA KUWAY (12114201180
12. DORCI WAUMASA (12114201180189)
13. VITA SOUMOKIL (12114201180188)
14. MARIA LIBERTA TAKNDARE (12114201180212)