CODE BLUE
No. Dokumen NO. REVISI HALAMAN
RSU 209/KM/RSU BK/I/2017 01 1/1
BINA KASIH
STANDARD Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,
PROSEDUR 13 Februari 2017 Direktur Utama
OPERASIONAL
Dr. Wiyogo
PENGERTIAN Code Blue adalah sebuah tim yang dibentuk oleh rumah sakit untuk menangani
pasien yang jatuh dan termasuk gawat darurat dilingkungan rumah sakit
TUJUAN 1. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah bagi perawat dalam resusitasi
jantung paru.
2. Mengatasi kegawatdaruratan medis pasien
KEBIJAKAN Sesuai Peraturan Direktur Utama Nomor : 01/044/Skep/Rsu Bk/Ii/2017 Tentang
Kebijakan Pelayanan Code Blue Di Rumah Sakit Umum Bina Kasih
PROSEDUR 1. Memastikan pasien memang membutuhkan pertolongan segera demi
menyelamatkan hidupnya
2. Petugas yang menemukan segera menghubungi operator untuk mengumumkan
status code blue dengan menyebutkan lokasi kejadian
3. Tim akan dipimpin oleh dokter jaga dan perawat jaga dengan membawa tas
emergency
4. Pelaksanaan
a. Penilaian respon
- Segera setelah menemukan pasien tidak sadar lakukan penilaian respon
- Penilaian respon di lakukan setelah petugas yakin dirinya aman untuk
melakukan pertolongan
- Penilaian dilakukan dengan cara menepuk-nepuk atau menggoyangkan
sambil memanggil pasien
- Jika tidak ada respon aktifkan system layanan gawat darurat
b. Aktifkan system layanan gawat darurat dengan memanggil teman sejawat
atau menggaktifkan kode blue
c. Kompresi jantung
- Sebelum melakukan kompresi dada periksa nadi karotis maksimal 10
detik. Jika nadi tidak teraba:
- Tentukan titik kompresi; bagian tengah sternum
- Lakukan kompresi dengan irama teratur dan kecepatan minimal
100x/menit, dilanjutkan ventilasi dengan perbandingan 30:2
- Berikan kompresi dada dengan kedalaman minimal 2 inchi (5cm),
minimalkan interupsi dan ikuti recoil dada secara komplet
d. Cek nadi setelah 5 siklus
e. Pasang minitor / defibrillator bila ada.
f. bila irama Vertrikel Tachicardi tanpa nadi/ Verntrikel Fibrilasi, lakukan
defibrilasi sesuai standar operasional prosedur, kemudian segera lanjutkan
RJP selama 5 siklus/ 2 menit, kemudian lakukan evaluasi irama dan cek nadi
g. bila irama asystole/PEA, lakukan RJP selama 5 siklus/2 menit, lakukan
pemasangan iv line bila belum terpasang, berikan vasopressor epineprin 1 mg
iv, ulangi setiap 3-5 menit atau atropine sulfat 1 mg iv dan dapat diulangi
setiap 3-5 menit (sampai 3 dosis)
h. Jika irama Sinus Rytme dan nadi sudah ada, hentikan kompresi. Jika nafas
sudah spontan, hentikan ventilasi. Kemudian cari dan tangani faktor
penyebab, lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
5. Apabila keluarga menolak dilakukan resusitasi, maka harus menandatangani
formulir penolakan Resusitasi (DNR).
UNIT TERKAIT/ 1. Instalasi Rawat Inap/ Rawat Jalan
INSTALASI 2. Instalasi Gawat Darurat ( IGD )
3. Instalasi Rawat Inap