0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
450 tayangan17 halaman

Manfaat dan Jenis Terapi Bekam

Makalah ini membahas tentang terapi bekam yang meliputi definisi bekam, jenis-jenis bekam, manfaat bekam, hal-hal yang perlu diperhatikan, titik-titik bekam, cara terapi bekam, dan prinsip bekam.

Diunggah oleh

Yeyen Dyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
450 tayangan17 halaman

Manfaat dan Jenis Terapi Bekam

Makalah ini membahas tentang terapi bekam yang meliputi definisi bekam, jenis-jenis bekam, manfaat bekam, hal-hal yang perlu diperhatikan, titik-titik bekam, cara terapi bekam, dan prinsip bekam.

Diunggah oleh

Yeyen Dyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

i

MAKALAH KEBIDANAN KOMPLEMENTER


“TERAPI BEKAM”

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 3
NIA NOVIKA PAHDITA 152191019

NURUL KOMARIYAH 152191184

PUSPANING DIAN MANASIH 152191021

SYAFAATUL UZMA 152191257

WINDI YULITA SARI 152191249

YULIA WIDIASTUTI 152191248

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM SARJANA
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
TAHUN AJARAN 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

tugas makalah dengan judul “Terapi Bekam”.

Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang

diberikan oleh dosen mata kuliah Kebidanan Komplementer. Penulis sadar bahwa

masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, untuk itu penulis sangat

mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulisan makalah

berikutnya dapat lebih baik.

Dengan terselesaikan makalah ini, penulis berharap makalah ini dapat

bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Ungaran, Desember 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................ii
DAFTAR ISI...................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................1
A. Latar Belakang...........................................................................1
B. Rumusan Masalah......................................................................2
C. Tujuan.........................................................................................2
BAB II TINJAUAN TEORI.......................................................................3
A. Definisi DMPA..........................................................................3
B. Definisi Bekam...........................................................................3
C. Jenis Bekam................................................................................3
D. Manfaat Bekam..........................................................................4
E. Hal Yang Perlu Diperhatikan.....................................................5
F. Titik-Titik Bekam.......................................................................6
G. Cara Terapi Bekam.....................................................................7
H. Prinsip Bekam............................................................................9
BAB III ANALISA JURNAL.......................................................................11
BAB IV PENUTUP.......................................................................................13
A. Kesimpulan.................................................................................13
B. Saran...........................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................14

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Akhir-akhir ini banyak orang menyukai pengobatan komplementer,
beberapa alasan diantaranya: biaya terjangkau, tidak menggunakan bahan-
bahan kimia dan efek penyembuhan cukup signifikan dan salah satu
pengobatan komplementernya yaitu, terapi bekam (Ridho, 2012).
Bekam adalah sebuah metode penanganan penyakit yang melibatkan
energi dan darah ke permukaan kulit menggunakan ruang hampa udara
(vakum) yang tercipta di dalam mangkuk seperti gelas atau bambu. Ustadz
Suhardi menjelaskan bekam merupakan metode pengobatan dengan
penyedotan kulit di bagian-bagian tertentu untuk mengeluarkan racun dan
oksidan dalam tubuh melalui torehan tipis yang mengenai pembuluh darah
kapiler pada epidermis. Dokter Umar dalam bukunya “Sembuh dengan Satu
Titik” mengatakan, bekam adalah metode pengobatan dengan metode tabung
atau gelas yang ditelungkupkan pada permukaan kulit agar menimbulkan
bendungan lokal. Terjadinya bendungan lokal disebabkan tekanan negatif
dalam tabung yang sebelumnya benda-benda dibakar dan dimasukan kedalam
tabung agar terjadi pengumpulan darah lokal. Kemudian darah yang telah
berkumpul dikeluarkan dari kulit dengan dihisap (Ridho, 2012).
Efek bekam terhadap darah diantaranya: Bekam menstimulasi darah
ditubuh secara umum melalui zat nitrit oksida (NO) yang berperan meluaskan
pembuluh darah, bekam berperan mengurangi darah dan cairan yang
menyertai proses peradangan dengan cara mengeluarkan cairan-cairan ini dari
celah-celah antarsel. Begitu pula zat-zat pemicu peradangan juga ikut
dikeluarkan, misalnya zat histamine, bekam juga berperan meningkatkan
jumlah sel darah merah, meningkatkan jumlah sel darah putih, mengubah
darah yang terlalu asam menjadi proporsional, membersihkan darah

1
2

sebagaimana dikatakan oleh Dr. Katashi, dosen di Universitas Osaka (Sharaf,


2012).

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi bekam ?
2. Apa jenis-jenis bekam ?
3. Apa manfaat bekam ?
4. Apa hal-hal yang perlu diperhatikan dari bekam ?
5. Dimana saja titik-titik bekam ?
6. Bagaimana cara terapi bekam ?
7. Apa prinsip terapi bekam ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi bekam .
2. Untuk mengetahui jenis-jenis bekam.
3. Untuk mengetahui manfaat bekam.
4. Untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dari bekam.
5. Untuk mengetahui titik-titik bekam.
6. Untuk mengetahui cara terapi bekam.
7. Untuk mengetahui prinsip terapi bekam.
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Definisi Suntik DMPA


Kontrasepsi suntik DMPA berisi hormon progesteron saja dan tidak
mengandung hormone estrogen. Dosis yang diberikan 150mg/ml depot
medroksiprogesteron asetat yang disuntikkan secara intramuskular setiap 12
minggu.

B. Definisi Bekam
Terapi bekam telah dikenal oleh berbagai bangsa di dunia sejak ribuan
tahun lalu, dibangunan-bangunan ibadah dinasti pharaoh (firaun) terdapat
banyak relief yang mengilustrasikan terapi bekam. Berbagai negara
mempunyai cara bekam yang bermacam-macam, dari jaman dahulu sampai
sekarang berbagai bangsa memakai tanduk hewan yang sudah dilubangi
dibagian ujung tanduk untuk alat berbekam, mengisap udara dari dalam dan
menutup menggunakan pasta. Berbagai bangsa menjuluki horn therapy
(terapi tanduk). Masyarakat Yunani dan Romawi dalam mempraktikkan
berbekam menggunakan gelas kaca dengan cara gelas kaca diisi dengan kain
lalu mereka menghidupkan api di dalam gelas yang berfungsi untuk
melakukan pengisapan (Sharaf, 2012).
Hijamah adalah terapi yang telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu
sebelum masehi. Bekam (Al- Hijamah) adalah prosedur pengobatan dengan
cara mengeluarkan darah kotor dari tubuh melewati permukaan kulit. Nama
lainnya adalah bekam, canduk, canthuk, kop, di benua Eropa bekam lebih
dikenal dengan nama Cuping Theraupetic Method (Kasmui,2010).

C. Jenis Bekam
Menurut Kasmui (2010), pengobatan alternatif terapi bekam memiliki
beberapa jenis cara melakukan tindakan bekamnya, berikut jenisnya:

3
4

1. Bekam Kering
Yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa
mengeluarkan darah.
2. Bekam Luncur
Cara ini biasanya untuk pemanasan pasien, caranya dengan mengkop
bagian tubuh yang sudah ditentukan dan meluncurkan kearah bagian tubuh
yang lain. Manfaatnya untuk pelemasan otot, menyehatkan kulit dan
melancarkan aliran darah.
3. Bekam Tarik
Merupakan bekam dengan teknik hanya ditarik-tari pada bagian yang
sudah ditentukan, cara ini dilakukan hanya beberapa detik lalu ditarik dan
diletakkan lagi pada titik yang ditentukan sampai kulit yang dibekam
memerah.
4. Bekam Basah
Cara melakukan bekam basah yang pertama adalah kita terlebih dulu
melakukan bekam kering dengan titik yang sudah ditentukan, setelah itu
kita melukai permukaan kulit menggunakan jarum (lancet), kemudian
dihisap menggunakan alat cupping set dan hand pump untuk
mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya melakukan
penghisapan maksimal 9 menit. Jarak waktu pengulangan bekam ini 4
minggu.

D. Manfaat Bekam
Pengobatan menggunakan teknik bekam memberikan manfaat yang sangat
banyak pada seseorang yang melakukan terapi bekam antara lain menjaga
kesehatan tubuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkan rasa
lelah, letih dan lesu, menyembuhkan perut kembung, alergi, kesemutan
(hilang rasa), mengurangi asam urat dan kolesterol, serta menyembuhkan
sakit hipertensi, strok, migrain, dan masih banyak lagi berbagai macam
5

penyakit yang dapat disembuhkan dengan cara terapi bekam


(Syahruramdhani et al, 2017).
Ada juga berbagai manfaat yang diperoleh menurut (Fatahillah, 2006),
diantaranya:
1. Dapat meningkatkan fungsi saraf tulang belakang dan menghilangkan
racun-racun sisa makanan dalam darah.
2. Mampu mengatasi pengapuran pada pembuluh darah dan tekanan darah
yang tidak normal
3. Menghilangkan keram pada otot, sakit kepala dan kejang-kejang
4. Pada penderita pneumonia, dan asma dapat juga diatasi dengan terapi
bekam
5. Mampu mengatasi penyakit reumatik dan sakit pinggang.
6. Mampu mengatasi penyakit radang ginjal dan selaput jantung.

E. Hal-hal Yang Harus Diperhatikan


Menurut Ridho (2012), banyak hal-hal yang harus diperhatikan ketika
ingin melakuakan pengobatan terapi bekam. Berikut ini adalah hal-hal yang
perlu diperhatiakan:
1. Daerah anggota tubuh yang dilarang untuk di bekam
a. Pada seluruh lubang alamiah (hidung, telinga, mulut, mata, puting susu
dubur dan alat kelamin).
b. Pada bagian tubuh yang terdapat kelenjar limfe.
c. Pada bagian tubuh yang dekat pembuluh besar.
d. Pada bagian tubuh yang terdapat tumor, varises, jaringan luka, patah
dan retak tulang.
2. Kondisi pasien yang tidak boleh dibekam:
Penderita kelainan darah (Hemophilia), cacar air, leukimia (kanker darah),
anemia (kurang darah), darah rendah (hipotensi), wanita hamil, dalam
kondisi kekenyangan, epilepsi (waktu terjadi serangan) merupakan
kontraindikasi dari pembekaman.
3. Waktu yang dianjurkan untuk berbekam:
6

Didalam kitab Ibnu Sina yang berjudul “Al-Qanun fii Thibb”


membicarakan tentang waktu yang dianjurkan dan sangat baik untuk
dilakukannya bekam ialah pada waktu tengah hari (jam 2-3 sore) karena
saat itulah saluran pembuluh darah tengah mengembang dan darah-darah
yang mengandung toxin atau darah kotor sangat tepat untuk dikeluarkan
dari dalam tubuh (Salamah, 2009).
4. SOP Pembersihan peralatan bekam:
a. Sterilisasi
Dapat dilakukan dengan menggunakan pemanasan uap (autoklav) atau
dengan panas kering.
b. Disinfeksi
1) Disinfeksi tingkat tinggi: semua mikroba dan sebagian dari spora
bakteri terbunuh.
2) Dilakukan dengan menggunakan rendaman klorin selama 15 menit
3) Disinfeksi tingkat rendah: akan menghilangkan jumlah mikroba
sehingga peralatan aman untuk dipegang, dapat dilakukan
menggunakan alkohol 70%.

F. Titik-Titik Bekam (Hijamah)


Menurut Ridho (2012), di bawah ini adalah gambaran titik-titik bekam
berdasarkan jenis penyakitnya:
1. Al-Akhda’ain (dua urat leher)
Titik ini terletak dua urat di samping kanan dan kiri leher. Letaknya:
sejajar 3-7 tulang cervical, kepala bagian belakang dibawah garis batas
rambut. Memiliki manfaat menyembuhkan stroke, hipertensi, sakit pada
bagian kepala dan wajah.
2. Ummu Mughits (puncak kepala)
Titik tersebut terletak pada ubun-ubun kepala yang memiliki manfaat
untuk menyembuhkan penyakit migrain, sakit kepala menahun, dan
vertigo.
3. Al-Katifain (bahu kiri dan kanan)
7

Titik ini berada pada pundak atau bahu kiri dan kanan, bermanfaat untuk
penyakit hipertensi, nyeri bahu, stroke, sakit leher.
4. Al-Kaahil (Pundak)
Titik ini terletak pada tulang belakang paling ujung atas, yang memiliki
manfaat menyembuhkan penyakit dibagian sekitar kepala dan saraf.
5. Dua jari dibawah pundak
Bermanfaat untuk penyakit bronchitis, batuk sesak napas, asi kurang,
asma, stroke
6. Belikat kiri dan kanan
Bermanfaat untuk gangguan paru-paru, gangguan jantung, saluran
pernapasan, stroke, masuk angin.
7. Ala-Warik (pinggang)
Posisinya: pertemuan otot gluteus maximus dengan gluteus medius
bawah, kiri dan kanan. Titik ini bermanfaat untuk masalah gangguan
ginjal, sakit pinggang, haid tidak lancer, susah buang
air kecil.
8. Ala Dzohril Qodami (betis)
Titik ini berada dibetis kiri dan [Link] gangguan asam urat,
kesemutan, pegal-pegal, stroke.

G. Cara Terapi Bekam


1. Bekam Basah (Hijamah Rothbah) atau Wet Cupping
Metode pembekaman ini merupakan metode pengeluaran darah statis
atau darah kotor yang dapat membahayakan tubuh jika tidak dikeluarkan.
Tata cara bekam basah, yaitu:
a) Lakukan pemijatan atau urut seluruh tubuh dengan minyak habbats
atau but-but atau zaitun selama 5-10 menit agar peredaran darah
menjadi lancar dan pengeluaran toksid menjadi optimal.
b) Hisap atau vacum dengan gelas kaca pada permukaan kulit yang
sudah ditentukan titik-titiknya, kemudian pompa 3-5 kali dan biarkan
8

selama 3-5 menit untuk memberikan kekebalan pada kulit saat


dilakukan penyayatan.
c) Kemudian lepas gelas kaca tersebut, basuh kulit dengan alcohol atau
betadine untuk membersihkan permukaan kulit yang di bekam dari
kuman, lakukan penyayatan dengan lancet/jarum/pisau bedah,
sayatan disesuaikan dengan diameter/lingkaran gelas tersebut, lalu
hisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk menyedot darah
kotor. Hisap atau vacuum sebanyak 3-5 kali pompa (disesuaikan
dengan ketahanan pasien) dan biarkan selama 3-5 menit.
d) Buah darah kotor (pada cawan yang telah disiapkan), kemudian
lakukan pembekaman lagi pada tempat yang sama. Biarkan 2-3
menit, lakukan hal ini sampai 3 kali dan maksimal 5 kali. Pada
kondisi pasien tertentu bisa sampai maksimal 7 kali.
e) Setelah selesai bekas bekaman diberi antiseptik/minyak but-but agar
tidak terjadi infeksi dan luka cepat sembuh.
f) Pembekaman dapat dilakukan setiap hari pada titik-titik yang
berbeda dan diberikan jangka waktu 2-3 pekan untuk titik yang sama
atau 4 pekan sekali melakukan pembekaman.
g) Sebaiknya dilakukan diagnose sebelum pembekaman agar dicapai
suatu ketepatan dalam pengobatan dan tidak membahayakan pasien.

2. Bekam Kering (Hijamah Jaafah) atau Dry Cupping


Metode ini dilakukan hanya untuk menghilangkan rasa nyeri dan
melenturkan otot-otot pada punggung dan badan bagian belakang.
Tindakan ini dilakukan untuk penyakit ringan. Cara bekam kering, yaitu:
a) Massage atau urut seluruh badan bagian belakang dengan minyak
but-but, minyak zaitun atau minyak habbatssauda selama 5 menit.
b) Hisap atau vacuum dengan gelas kaca pada permukaan kulit dan
pada titik yang sudah ditentukan. Hal ini sebaiknya dilakukan 3-5
kali pompa dan biarkan selama 10-15 menit.
9

c) Lepaskan gelas kaca tersebut dan urut atau pijat kembali bekas
bekaman dengan menggunakan minyak selama 2-3 menit.

H. Prinsip Terapi Bekam


Manfaat bekam dapat menyembuhkan penyakit karena pada dasarnya pada
terapi bekam terjadi 3 hal prinsip penyembuhan, yaitu:
1. Pengeluaran toksin dan darah kotor. Dengan dikeluarkanya toksin dan
darah yang rusak atau tidak bagus kinerjanya maka tubuh akan lebih
segar dan sehat.
2. Perbaikan fungsi organ tubuh. Organ tubuh yang terganggu fungsinya
akan disembuhkan dengan cara perbaikan jaringan dan sel yang ada
padanya sehingga bisa berfungsi dan sehat kembali.
3. Penambahan antibodi tubuh. Organ tubuh yang terinfeksi kuman
penyakit dapat sembuh secara alami karena tubuh memproduksi zat
antibodi yang bisa membunuh kuman penyakit yang merugikan. Jika
organ tubuh sudah bebasa dari infeksi penyakit maka tubuh pun akan
sehat lagi.
Darah bekam yang keluar melalui proses bekam dilihat dari hasil
penelitian laboratorium darah memperlihatkan hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa darah bekam mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih
(leukosit) yang ada di dalam darah biasa. Hal tersebut terlihat dalam
seluruh kasus yang diteliti tanpa ada pengecualian. Fakta ini
menunjukkan bahwa terapi bekam tetap melindungi sekaligus
menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.
2. Adapun eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki
bentuk yang tidak normal, artinya sel-sel tersebut tidak mampu
melakukan aktifitas, disamping itu juga menghambat sel-sel lain yang
masih muda dan aktif. Hal tersebut mengindikasikan bahwa proses
bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak
dibutuhkan lagi dengan tetap mempertahankan sel-sel darah putih di
dalam tubuh.
10

3. Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1.100),
satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang
ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan
dengan bekam sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam
pembentukan sel-sel muda yang baru.
El Sayed (2013) juga mengungkapkan manfaat terapi bekam khususnya
bekam basah atau wet cupping dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh,
melancarkan sistem ekskresi kulit, terapi hipertensi, penyakit sendi, sakit
kepala dan migrain dan penyakit selulitis.
BAB III
ANALISA JURNAL

GAMBARAN KADAR TRIGLISERID AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA


YANG DILAKUKAN BEKAM BASAH

Berdasarkan jurnal penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah


bekam basah dapat menurunkan kadar trigliserid akseptor KB suntik DMPA.
Penelitian ini jenis quasi eksperimen dengan pendekatan one group pre test and
post test design dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive random
sampling dengan kriteria inklusi: akseptor KB DMPA yang mau terlibat dalam
penelitian, jenis kelamin perempuan, usia 21 - 45 tahun, akseptor KB suntik
DMPA minimal 2 tahun, kadar trigliseridnya meningkat dalam 3 bulan terakhir.
Kadar triglisede terlebih dahulu diukur (pre test), diberi perlakuan bekam basah
tiga kali yaitu pada hari ke-0, ke-14 dan ke 28. Satu minggu post treatment
dilakukan pengukuran trigliseride (post test).
Dalam menerapkan terapi dilakukan pada titik yang direkomendasikan
adalah antara dua skapula. T1-T3 skapula tulang belakang tepatnya titik dimaksud
adalah Al kahil terletak disekitar tonjolan tulng leher belakang nomer 7 (processus
spinosus vertebrae cervicalis VII), antara bahu (acromion) kanan dan kiri, setinggi
pundak. Prosedur bekam basah: pundak dan punggung pasien olesi minyak zaitun,
tentukan daerah pembekaman yaitu titik yang dianjurkan, Cup diletakkan dititik
pembekaman, lakukan penghisapan cup dengan alat hisap bekam selama 5 menit,
gunakan Hand Schoon steril, lakukan insisi superfisial pada daerah pembekaman
menggunakan pisau bedah ukuran 15-22, lakukan penghisapan cup dengan alat
hisap bekam selama 15 menit, bersihkan daerah pembekaman dengan kassa steril,
ulangi lakukan penghisapan cup dengan alat hisap bekam selama 5 menit,
bersihkan daerah pembekaman dengan kassa steril, olesi dengan minyak zaitun.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kadar trigliserid sebelum dilakukan
bekam mean 305mg/dl, minimum 250mg/dl dan maksimum 370mg/dl dengan

11
12

standar deviasi 33.9. Kadar trigliserid setelah dilakukan bekam mean 272 mg/dl,
minimum 200mg/dl dan maksimum 350mg/dl dengan standar deviasi 51.5 artinya
bahwa bekam basah dapat menurunkan kadar trgliserid akseptor KB suntik
DMPA.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari materi yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa terapi
bekam atau hijamah adalah terapi yang telah dikenal sejak ribuan tahun yang
lalu sebelum masehi. Bekam (Al- Hijamah) adalah prosedur pengobatan
dengan cara mengeluarkan darah kotor dari tubuh melewati permukaan kulit.
Nama lainnya adalah bekam, canduk, canthuk, kop, di benua Eropa bekam
lebih dikenal dengan nama Cuping Theraupetic Method. Ada beberapa jenis
bekam yang sering digunakan yaitu bekam kering, bekam basah, bekam tarik
dan bekam luncur. Manfaat dari terapi bekam antara lain menjaga kesehatan
tubuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkan rasa lelah,
letih dan lesu, menyembuhkan perut kembung, alergi, kesemutan (hilang
rasa), mengurangi asam urat dan kolesterol, serta menyembuhkan sakit
hipertensi, strok, migrain, dan masih banyak lagi berbagai macam penyakit
yang dapat disembuhkan dengan cara terapi bekam. Waktu yang dianjurkan
dan sangat baik untuk dilakukannya bekam ialah pada waktu tengah hari (jam
2-3 sore) karena saat itulah saluran pembuluh darah tengah mengembang dan
darah-darah yang mengandung toxin atau darah kotor sangat tepat untuk
dikeluarkan dari dalam tubuh.

B. Saran
Diharapkan dengan adanya makalah ini menambah wawasan keilmuan
terkait pengobatan bekam baik dari segi medis maupun dari segi hadist.
Wawasan ini tidak hanya bagi praktisi bekam saja, namun dapat juga sebagai
sumber informasi bagi masyarakat.

13
DAFTAR PUSTAKA

El Sayed SM, Mahmoud HS, Nabo MMH. 2013. Medical and Scientific Bases of
Wet Cupping Therapy (Al-hijamah): in Light of Modern Medicine and
Prophetic Medicine. Altern Integ Med 2:122

Fatahillah. 2006. Keampuhan Bekam, Pencegahan dan Penyembuhan Penyakit


Warisan Rasulullah. Jakarta: Qultum Media.

Kasmui. 2010. Bekam Pengobatan Menurut Sunah Nabi. Semarang: ISYFI

Ridho. 2012. BEKAM SINERGI, Rahasia Sinergi Pengobatan Nabi, Medis


Modern Dan Tradisional Chinese Medicine. Solo: Aqwamedika

Salamah. 2009. Imunisasi Dampak, Konspirasi dan Solusi Sehat ala Rasulullah
SAW. Tanggerang: Nabawiyah Press

Sharaf, A. R. 2012. Penyakit dan Terapi Bekamnya: Dasar-Dasar Ilmiah Terapi


Bekam. Surakarta: Thibbia

Syahruramdhani, et al. 2017. The Effect of Cupping Theraphy on Blood Lipid


Profiles: A Systematic Review and Meta Analysis. Yogyakarta: Universitas
Muhammadiyah

14

Anda mungkin juga menyukai