BAB I
PENGANTAR ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
A. PENGERTIAN ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
Sebagai integritas ilmu sosial budaya dasar (ISBD) memberikan dasar dasar
pengetahuan sosial dan konsep-konseo budaya kepada manusia sehingga mampu
mengkaji masalah sosial dan budaya dasar secara arif. ISBD sebagai kajian masalah
sosial, kemanusiaan dan budaya sekalius pula member dasar yang bersumber dari dasar
dasar ilmu sosial yang terintergrasi.
ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri melainkan hanyalah suatu
pengetahuan mengenai aspek aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan
manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud
daripadanya.
Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) adalah sebagai integrasi ISD dtan IBD yang
memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada
masyarakat sehingga mampu mengkaji masalah sosial dan kemanusiaan dan budaya,
selanjutnya mahasiswa peka, tanggap, kritis, serta berempati atas solusi pemecahan
masalah sosial dan budaya secara arif
ISBD sebagai kajian masalah sosial, kemanusian, dan budaya, sekaligus pula
member dasar pendekatan yang bersumber dari dasar-dasar ilmu sesuai yang terintegritas.
ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanyalah suatu
pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan
manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya and masalah-masalah yang terwujud
darpadanya.
B. HAKIKAT, TUJUAN, RUANG LINGKUP DAN LANDASAN HUKUM ISBD
Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) merurpakan materi yang penting dipelajari
untuk memahami berbagai aspek kehidupan dalam masyaraka. Namun,sebelum
mampelajari materi ini secara lebih mendalam perlu diketahui mengenai hakikat, ruang
lingkup, dan landasan hokum dalam ISBD, berikut penjelasannya.
1. Hakikat Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)
Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) merupakan mata kuliah berkehidupan
bermasyarakat (MBB) dengan visi “berkembangnya mahasiswa sebagai manusia
terpelajar yang kritis,peka, dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan
kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika dan moral dalam
kehidupan bermasyarakat” adapun misinya adalah “ memberikan landasan dan
wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, eka dan arif pada mahasiswa
untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam
kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhlu sosial yang beradab, serta
bertanggung jawab terhadap sumber daya alam dan lingkungannya”.
ISBD merupakan suatu disiplin ilmu yang tidak berdiri sendiri,melainkan
suatu rangkaian pengetahuan mengenai berbagai aspek yang paling dasar dalam
kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dan masalah-masalah
yang terwujud daripadanya. Selain itu, pada prinsipnya mata kuliah ini merupakan
pengantar dasar menuju pengantar teori ilmu-ilmu sosial dan kebudayaan sehingga
diharapkan mahasiswa dapat memiliki wawasan keilmuan yang bersifat multi
disipliner tentang keragaman, kesetaraan dan kemartabatan manusia dalam
kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
2. Tujuan Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)
Berdasarkan hakikat keilmuan diatas maka tujuan ilmu sosial dan budaya
dasar (ISBD) yg merupakan bagian dari mata kuliah berkehidupan bermasyarakat
(MBB) adalah sebagai berikut.
a. kesadaran mahasiswa dalam menguasai pengetauan tentang keanekaragaman,
kesetaraan dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam
kehidupan bermasyarakat.
b. menimbulkan sikap kritis, peka, dan arif dalam memahami keanekaragaman,
kesederajatan dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan
moral dalam kehidupan bermasyarakat .
c. memberiakan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakina
kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup ebrmasyarakat selaku indivudu dan
makhluk sosial yang beradab, dalam mempraktikan pengetahuan akademik dan
keahliannya dan mampu kan masalah sosial budaya secara arif.
3. Ruang lingkup mata kuliah ISBD
Berdasarkan surat keputusan dirjen dikti No.44/dikti/Kep/2006 tentang rambu-
rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah berkehidupan bermasyarakat dan upaya
mewujudkan visi,misi dan tujuan mata kuliah ilmu sosial dan budaya dasar (ISBD)
pada perguruan tinggi berikut ini adalah ruan lingkup ISBD dan sub bahasannya.
a. Pengaa sebntar ilmu sosial budaya dasar
1) Hakikat dan ruang lingkup ISBD
2) ISBD sebagai MBB dan pendidikan umum
3) ISBD sebagai alternative pemecahan masalah sosial budaya
b. Manusia sebagai makhluk budaya
1) Hakikat manusia sebagai makhluk budaya
2) Apresiasi terhadap kemanusian dan kebudayaan
3) Etika dan estetika berbudaya
4) Memanusiakan manusia
5) Permasalahan kebudayaan
c. Manusia sebagai makhluk individu dan sosial
1) Hakikat manusia sebagai makhluk individu dan sosial
2) Peran manusia sebagai makhluk individu dan sosial
3) Dinamika interkasi sosial
4) Dilemma antara kepentingan individu dan kepentingan individu dan
masyarakat
d. Manusia dan peradaban
1) Hakikat peradaban
2) Manuasia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab
3) Evolusi budaya dan wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya
4) Dinamika peradaban global
5) Permasalahan peradaban global pada kehidupan manusia
e. Manusia, keragaman, dan kesetaraan
1) Hakikat keragaman dan kesetaraan manusia
2) Keragaman dalam dinamika sosial dan budaya
3) Keragaman dan kesetaraan sebagai kekayaan sosial budaya bangsa
4) Permasalahan keragaman dan kesetaraan, serta solusinya dalam kehidupan
f. Manusia, nilai, moral, dan hokum
1) Hakikat, fungsi dan perwakilan,nilai, moral dan hukum
2) Keadilan ketertiban dan kesejahteraan
3) Permasalahan nilai, moral, dan hokum dalam masyarakat dan Negara
g. Manusia, sains, teknologi, dan seni
1) Hakikat dan makna sains, teknologi, dan seni bagi manusia
2) Dampak penyalahgunaan iptek pada kehidupan
3) Permasalahan pemanfaatan iptek di indoesia
h. Manusia dan lingkungan
1) Hakikat dan makna lingkungan bagi manusia
2) Kualitas lingkunagan dan penduduk terhadap kesejahteraan
3) Permasalahan lingkungan sosial-budaya yang dihadapi masyarakat
4) Isu-isu penting persoalan lintas budaya dan bangsa
5) Manusia dan kesadaran bertanggung jawab
6) Kewajiban dan tanggung jawab
7) Pengabdian dan pengorbanan
i. Manusia dan revolusi mental
1) Hakikat revolusi mental bagi ,manusia
2) Fenomena kris manusia modern
3) Permasalahan modernitas bagi manusia
4) Revolusi mental menuju peradaban baru
j. Manuasia, ketahanan dan penyemaian jati diri
1) Hakikat dan penyemaian jati diri
2) Dinamika ketahanan pribadi
3) Ketahanan keluarga dan peran pendidikan
4. Landasan Hukum Mata Kuliah ISBD
Adapun landasan hukum dilaksanakannya pembelajaran ISBD adalah sebagai berikut
a. UUD 1945, pasal 31 ayat (5) amandemen ke-4 UUD 1945 yang berbunyi
“pemerintah memajujukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang
tinggi nilai-nilai agam dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta
kesejahteraan umat manusia”. Salah satu sarana yang diajukan pemerintah
untuk memwujudkan tujuan ini adalah ISBD.
b. UU No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa .bertujaun
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
ebriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berakhlak mulia, sehat,
berilmu,cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis
serta bertanggung jawab.”ISBD merupakan salah satu sarana untuk mencapai
tujuan pendidikan nasional yang dimaksud.
c. Surat Keputusan Dirjen Dikti No.44/Dikti/Kep/2006 tentang rambu-rambu
pelaksanaan kelompok mata kuliah berkehidupan bersama (MBB) diperguruan
tinggi, yang salah satunya memuat ISBD ini
C. ISBD SEBAGAI MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB)
DAN PENDIDIKAN UMUM
ISBD sebagai bagian dari mata kuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB)
mempunyai tema pokok, yaitu hubungan timbale balik antara manusia dengan
lingkungannya. Merujuk dari wawasan tersebut diharapkan perguruan tinggi mampu
menghasilkan tenaga ahli dengan tiga jenis kemampuan secara simultan, yakni sebagai
berikut.
1. Kemampuan personal
Melalui kemampuan personal, perguruan tingi diharapkan mampu menghadirkan sikap
tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian bangsa indonesia dengan
memahami danmengenal nilai-nilai keagamaan,kemasyarakatan dan kenegaraan, serta
memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yag dihadapi
oleh masyarakat indonesia.
2. Kemampuan akademis
Kemampuan akademis berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan,
menguasai peralatan analisis, maupun berpikiran logis, kritis, sistematis,analitis,
memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah
yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative pemecahannya.
3. Kemampuan professional
Kemampuan dalam bidang profesi sesuai keahlian bersangkutan. Para ahli diharapkan
memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidamg profesinya
D. ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL BUDAYA
Berbekal wawasan, sikap, dan prilaku melalui mata kuliah ilmu sosial budaya
dasar (ISBD). Diharapkan mahasiswa dapat menjadi manusia yang memiliki kemampuan
personal, kemampuan akdemik, dan kemampuan professional sehingga para lulusan akna
mampu mengenali masalah dan mengatasi masalah tersebut dengan bijaksana. Hal
tersebut sangat penting untuk dipahami oleh mahasiswa mengingat permasalahan
kemanusian dan peradaban manusia merupakan fakta objektif yang penting dikenali
secara akademis, rsional dan sekaligus tetap menjunjung tinggi pemikiran, serta nilai-
nilai luhur tradisi lokal.
Selain terurai kondisi objektif konteks ke Indonesiaan, buku ini juga mengulas
lesson learns atau pelajaran berharga dari fakta atau fenomena sosial yang terjadi di
sekitar lingkungan kita, baik yang dialami secara langsung atau tidak langsung dalam
perspektif lintas keilmuan secara simultan. Pendekatan multi disiplinier dipilih guna
menstimulus mahasiswa agar berfikir terbuka dan kritis atas apa yang didengar,
dimengerti, dipahami, dan dikonsepsikannya selama ini sehingga dpat didiskusikan dan
diomunikasikan menjadi pengetahuan yang ilmiah.
BAB II
Manusia dan Ilmu Humaniora
A. Kedudukan Manusia sebagai Makhluk Tuhan
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Manusia didudukan sesuai
dengan kodrat, harkat, martabat, hak dan kewajiban
1. Kodrat Manusia
Kodrat manusia adalah keseluruhan sifat-sifat sah, kemampuan atau bakat-bakat
alami yang melekat pada manusia yaitu manusia sebagai makhluk pribadi sekaligus
makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
2. Harkat Manusia
Harkat manusia artinya drajat manusia. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Esa
3. Martabat Manusia
Martabat manusia artinya harga diri manusia
4. Hak Asasi Manusia
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai
anugrah dari Tuhan yang maha esa, seperti hak hidup, hak milik dan hak kebebasan
atau hak kemerdekaan
5. kewajiban manusia
Kewajiban manusia artinya sesuatu yang harus dikerjakan oleh manusia.
Selanjutnya manusia dibedakan oleh Tuhan dari berbagai segi seperti panca indra,
kemampuan berpikir dsb. Namun juga dikaruniai dengan keistimewaan- keistimewaan
tertentu oleh tuhan yang maha esa:
a. daya cipta rasa dan karsa
b. keinginan bermasyarakat
c. segala potensi sumber kekayaan alam
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia sebagai makhluk individu
yang sudah dewasa memiliki konsekuensi-konsekuensi tertentu seperti:
1. merawat diri bersih rapi, sehat, dan kuat
2. hidup mandiri atau berdikari
3. berkepribadian baik dan luhur serta
4. Mempertanggungjawabkan perbuatannya
B. Fungsi Akal dan Budi Manusia
Akal adalah kemampuan piker manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki
manusia. Budi dalam bahasa sansekerta berarti akal. Budi diartikan sebagai batin
manusia,panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang baik dan buruknya segala
sesuatu. Jadi, jelas bahwa fungsi dan akal budi manusia adalah menunjukkan martabat
manusia dan kemanusiaan sebagai pemegang amanah makhluk tertinggi di alam raya ini.
Manusia juga memiliki kemampuan daya sebagai berikut:
1. akal inteligensia dan intuisi
2. perasaan dan emosi
3. kemauan
4. fantasi
5. perilaku
Ada hubungan dialektika antara manusia dengan kebuadyaan. Kebudayaan adalah
produk manusia, namun manusia sendiri adalah produk kebudayaan. Jika kebudayaan
diartikan sebagai a design for living menurut versi kluckholn, maka proses pembudayaan
adalah tindakan-tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna
untuk [Link] kerangka ini proses pembudayaan dapat dilihat sebagai
hubungan antara satu budaya dengan budaya lainnya. Peter L. Berger menyebutnya sebagai
dialektika fundamental yang terdiri dari 3 tahap yaitu:
1. Tahap eksternalisasi, yaitu proses pencurahan diri manusia secara terus menerus ke
dalam dunia melalui aktifitas fisik dan mental
2. Tahap objektivitas, yaitu tahap aktifitas manusia menghasilkan realita objekatif yang
berada diluar diri manusia
3. tahap internalisasi, yaitu tahap dimana relitas objektif hasil ciptaan manusia diserap
oleh manusia kembali
Manusia sebagai makhluk budaya adalah pencipta kebudayaan. Kebudayaan adalah
ekpresi, eksistensi manusia di dunia.
C. Pengertian Budaya dan Kebudayaan
1. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta (buddhayaha), yang merupakan
bentuk jamak dari kata (buddhi) yang berarti budi atau akal. Dengan demikian
kebudayaan dapat diartikan sebagai hal yang bersangkutan dengan budi atau akal.
2. Pengertian Budaya
Budaya secara harfiah berasal dari bahasa latin yaitu corere yang memiliki arti
mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang. Menurut soerjanto koespowardojo
budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam
rangka kehidupan manusia yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar
3. Pengertian Adat Istiadat
Yang dimaksud dengan adat istiadat adalah aneka kelaziman dalam suatu negri
yang mengikuti pasang naik dan pasang surut situasi masyarakat
4. pengertian kebiasaan
Tradisi (bahasa latin: tradition, “diteruskan) atau kebiasaan, dalam pengertian
yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi
bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu Negara,
kebuadayaan, waktu, atau agama yang sama.
D. Wujud dan Nilai Kebudayaan
Profesor Koendtjoroningrat menguraikan tentang wujud kebudayaan menjadi 3
macam, yaitu:
1. Wujud kebudayaan sebagai kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma,
peraturan dan sbg.
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktifitas serta tindakan berpola dari
manusia dalam masyarakat
3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia
E. Orientasi Nilai Budaya
Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di
dunia. 5 masalah dasar dalam hidup yang menetukan orientasi nilai budaya manusia
(kerangka kluckhn):
a. Hakikat Hidup
b. Hakikat Karya
c. Persepsi Manusia Tentang Waktu
d. Pandangan Terhadap Alam
e. Hubungan Manusia Dengan Manusia
F. Perubahan Kebudayaan
Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang
terjadi karena ketidaksesuaian diantara unsure-unsur kebudayaan yang saling berbeda
sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi [Link] terjadi
karena adanya salah satu atau beberapa unsure budaya yang tidak berfungsi lagi sehingga
menimbulkan gangguan keseimbangan di dalam masyarakat. Perubahan dalam
kebudayaan mencakup semua bagian yaitu: kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan
filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi sosial. Perubahan
kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakat.
Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan.
1. Mendorong perubahan kebudayaan
2. Menghambat perubahan kebudayaan
3. Bencana alam
4. Perubahan lingkungan alam
G. Tahapan-tahapan Kebudayaan
1. Tiga tahapan kebudayaan. Tiga tahapan kebudayaan diusulkan oleh Van Peursen dalam
bukunya yang berjudul strategi kebudayaan antara lain:
a) Tahap pemikiran mistis
b) Tahap pemikiran ontologis
c) Tahap pemikiran fungsional
2. Seni sebagai bentuk mimesis. Bentuk bentuk seni yang bersifat mimesis metupakan
sebuah wujud partisipasi manusia dengan daya-daya kekuatan disekitarnya dengan jalan
meniru gerak-gerak atau bentuk-bentuk yang ada di alam. Baik itu tumbuhan, hewan
maupun gejala alam. Dengan tidak membeku pada kesenian-kesenian primitif. Begitu
juga dalam seni rupa istilah seni rupa mimesis yang berarti seni rupa peniruan alam
3. Seni sebagai bentuk ekspresi. Ekspresi dalam bahasa inggris adalah expression yang
dapat diartikan sebagai “action of manifesting a feeling” , atau tindakan mewujudkan
perasaan.
4. Seni dalam konsep fungsional. Kata fungsi selalu menunjukkan kepada pengaruh
terhadap sesuatu yang lain, “fungsional” tidak berdiri sendiri namun dalam sebuah
hubungan tertentu untuk memperoleh arti dan maknanya dalam sebuah hubungan
tertentu untuk memperoleh arti dan maknanya menyangkut hubungan, pertautan dan
relasi. Sikap dasar dalam pemikiran fungsional itu orang mencari hubungan-hubungan
antara semua bidang itu, arti sebuah kata atau sebuah perbuatan maupun barang
dipandang menurut peran atau fungsi yang dmainkan dalam keseluruhan itu yang saling
bertautan
H. Proses Pembudayaan Budaya
Proses pembudayaan budaya dapat tercipta melalui beberapa tahap diantaranya
1. Proses belajar budaya:
a. proses internalisasi
b. proses sosialisasi
c. proses enkulturasi
2. Proses perkembangan budaya:
a. cultur evolution
b. Diffusion Process
c. alcukturation process
d. assimilation process
e. innovation
f. discovery and invention
BAB III
Manusia sebagai Makhluk individu dan Sosial
A. Hakikat Manusia sebagai Makhluk Individu dan Sosial
Unsur-unsur yang terdapat dalam hakikat manusia sebagai makhluk individu dan sosial
terdiri dari hal-hal berikut (Herimanto & Winarni, 2010).
1. Susunan kodrat manusia terdiri atas raga dan jiwa
2. Sifat kodrat terdiriatas makhluk individu dan sosial
3. Kedudukan kodrat terdiri atas makhluk yang berdiri sendiri dan makhluk ciptaan
Tuhan
Jadi unsur manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial tersebut
merupakan hakikat manusia sebagai sifat-sifat dasar yang melekat pada dirinya
yang telah
1. Manusia sebagai makhluk individu
Jika direnungkan, istilah individu berarti sendiri atau mandiri. Maksudnya, karena
memiliki akal budi maka manusia tahu apa yang dilakukan dan mngapa dia
[Link] itu pribadi artinya ia mandiri dalam menunjukan kehendaknya
dalam menentukan sendiri perbuatannya.
Manusia menurut agama islam yaitu terdiri dari :
a. Jasad ,merupakan bentuk lahiriah manusia, yang dalam al-Qur’an dinyatakan
diciptakan dari tanah
b. Roh, adalah daya (sejenis makhluk ciptaan) yang ditiupkan Allah kepada janin
dala kandungan (Surat Al-Hijr:29;Surat As-Sajadah:9 Dan Surat Shad:27)
ketika janin berumur 4 bulan 10 hari
c. Nafs
2. Manusia sebagai makhluk sosial
Manusia adalah makhluk yang bersosialisasi dengan [Link] didak
dapat mencapai apa yang diinginkan dengan [Link] mansia menjalankan
perannya dengna menggunakan simbol untuk mengomunisasikan pemikiran dan
perasaannya
Berikut beberapa definisi sosia menurut beberapa ahli :
a. Lewis
Sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan, dan ditetapkan dalam interaksi
sehari-hari antara warga Negara dan pemerintahannya
b. Keith Jacobs
Sosial adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas
c. Ruth Aylett
Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap
inheren dan terintegrasi
d. Enda M.C
Sosial adlah cara bagaimana para individu saling berinteraksi
e. Philip wexler
Sosial adalah sifat dasar dari individu manusia
f. Engine fahri. I
g. Sosial adalah sebuah inti dari bagaimana para individu berinteraksi walaupu
masih juga diperdebatkan tentang pola hubungan antar individu tersebut.
Merujuk dari beberapa definisi para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa
sosial ini merujuk pad ainterasi-interaksi manusia dalam kemasyarakatan, interaksi
antar mnausia, interaksi manusia denga kelompok, serta interaksi manusia dengan
organisasi untuk mengembangkan dirinya.
Banyak faktor yang mendorong manusia secara individual untuk menjadi
makhluk sosia; sehingga terbentuk interaksi sosial antara mnausia satu dengan
manusia lainnya. Secara garis besar, faktor-faktor personal yang mempengaruhi
interaksi manusia terdiri dari tiga hal berikut :
a. Tekanan emosional
b. Harga diri yang rendah
c. Isolasi sosial
3. Manusia sebagai makhluk Tuhan
Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara
sempurna oleh tuhan yang Maha Esa .jika siamati secara seksama benda-benda atau
makhluk ciptaan Tuhan yang ada disekitar kita, mereka memiliki unsure yang melekat
padanya, yaitu unsur benda hidup, naluri, dan akal budi.
Beberapa tanggung jawab manusia terhadap Tuhan adalah sebagai berikut :
a. Mengabdikan diri kepada Tuhan dengan beriman dan melakukan amal soleh
mengikuti syariat yang ditetapkan oleh agama
b. Mensyukuri nikmat yang telah dikaruniakan-NYA kepad akita semua
c. Beribadah kepada Tuhan YME sesuai dengan keyakina dan kepercayan yang
dianut masing-masing
d. Melaksanakan segala perintah-NYA serta berusaha menjauhi dan
meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Tuhan YME
e. Menuntut ilmu dan menggunakannya untuk kebajikan(kemaslahatan) umat
manusia sebagai bekal kehidupan baik didunia maupun diakhirat kelak.
4. Manusia sebagai makhluk animal
Pada konsep ini seringkali manusia tidak setuju disebut sebagai makhluk animal
atau binatang. Tetapi coba kita amati dan aanalisis sering kali jika kita mendengar ada
orang berseloroh atau mengumpat kepada orang lain yang sedang kecewa (misalnya
dasar sapi, kambing, anjing, monyet tikus, babi, ular serta jenis nama binatang lainnya)
keluar dalam kata-kata manusia. Hal ini menunjukan memang manusia bukanlah
binatang,tetapi dalam perilakunya seringaali seperti binatang, mengingat manusia
seringkali seperti binatang,mengingat manusia adalah makhluk pemakan segala.
5. Manusia sebagai makhluk zoon econom
Bagi manusia ekonomi adalah kebutuhan yang mutlak harus terpenuhi. Ekonomi
seringkali menjadi ukuran apakah manusia dikatakan sejahtera,sukses, dermawan, dan
miski atau sengsara. Kebutuhan hidup yang meliputi; primer, sekunder, dan tersier bagi
manusia tidak bias dipungkiri pemenuhannya, walaupun tingkat pemenuhan kebutuhan
setiap manusia berfariasi. Seenjak masa lalu hingga saat ini, kebutuhan pangan, papan,
sandang menjadi pokok, sementara kebutuhan tambahan lainnya turut mengikuti
perkembangan kebutuhan manusia.
6. Manusia sebagai makhluk zoon politicon
Makhluk hidup dimuka bumi ini yang memiliki tujuan orientasi politik melalui
organisasinya adalah manusia. Tidak diketemukan makhluk lain berpolitik, dan tidak
diketemukan pula binatang mendirikan organisasi politik, kampanye, orasi politik,
konvoi dijalanan, menghadiri mimbar bebas dan lain-lainnya kecuali manusia. Politik
bagi manusia tidak mesti harus dengan partai,tetapi dapat dilakukan dengan kebijakan
kebijakan lainnya yang didalamnya terdapat maksud an tujuan.
B. PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
1. Peranan manusia sebagai makhluk individu
Manusia sebagai makhluk individu setidaknya memiliki bebrapa peran sebagai
berikut:
a. Mewujudkan harkat dan martabat yang mulia
b. Mengupayakan terpenuhinya hak-hak dasarnya sebagai manusia
c. Merealisasikan segenap potensi dirinya untuk kesejahteraan hidup
d. Meuntut ilmu pengetahuan, merekayasa teknologi,serta memanfaatkan untuk
kemakmuran dan kesejahteraan
2. Peran manusia sebagai makhluk sosial
Manusia sebagai makhluk sosial dalam dinamikanya berperan untuk mewujudkan
hal-hal berikut
a. Melakukan interaksi dan menciptakan kehidupan berkelompok
b. Menciptak norma yang mengatur kehidupan sosial yaitu norma agama, norma
kesusilaan atau moral, norma kesopanan dan adat, norma hukum, dan
mengupayakan terlaksananya kewajiban.
C. DINAMIKA NTERAKSI SOSIAL
1. Pengertian interaksi sosial
Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang
[Link] sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu
yang satu dnegan individu yang alinnya, antara satu kelompok dengan kelompok
lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Berikut beberapa pengertian
interaksi sosial menurut bebrapa pakar
a. Maryati dan suryawati
Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi
dan respon antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok.
b. Murdiyatmoko dan handayani
Interaksi sosial adalah hubungan anatr manusia yang menghasilkan suatu proses
saling mempengaruhi yang menghasilkan hubugan tetap dan pada akhirnya
memungkinkan pembentukan struktur sosial
c. Young dan Raymond W. mack
Interaki sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut
hubungan-hubungan antar individu, baik antara individu dengan kelompok
maupun antara kelompok dngan kelompok.
Menurut Gillin dan gillin (1942) bentuk interaksi sosial pada dasarnya dibagi menjadi
dua yakni asosiatif dan disasosiatif
a. Asosiatif
Proses interaksi yang mengarah kepada persatuan. Bentuk interaksi asosiatif ini
meliputi sebagai berikut
1) Akomodasi
2) Kerjasama
3) Asimilasi
4) Alkulturasi
b. Disasosiatif
Proses interaksi yang mengarah kepada perpecahan yang meliputu sebagai
beikut
1) Persaingan
2) Pertikaian/pertentangan
3) Kontroversi
2. Faktor pendorong terjadinya dinamika interaksi sosial
Menurut max weber, tindakan sosial adalah tindkan seorang individu yang dapat
mempengaruhi individu-individu lainnya didalam suatu masyarakat.
Setidaknya terdapat beberapa faktor pendorong dalam melakukan interaksi sosial
antara lain sebgai berikut :
a. Imitasi
b. Sugesti
c. Identifikasi
d. Simpati
e. Empati
f. Motivasi
3. Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial
Menurut gillin dna gillin (soerjono soekanto,1987) tidak semua hubungan sosial
dapat dikatakan interaksi sosial. Soatu hubungan interaksi sosial dapat dikatakan
interaksi sosial jika terdapat dua syarat yang terpenuhi yaitu :
a. kontak sosial ( sosial contact )
b. komunikasi ( communication )
4. perubahan sosial sebagai pendorong dinamika kehidupan sosial
peruahan sosial merupakan suatu hal yang [Link] kita ketahui bahwa
perubahan sosal dapat menjadi pendorong bagi keberagaman dan dinamika
kehidupan sosial dimasyarakat,berikut penjabarannya :
a. pengertian perubahan sosial
perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya
termasuk nilai, sikap dam pola perilaku diantara kelompok-kelompok
masyarakat
perubahan sosial dapat berupa progress dan [Link] merupakan
perubahan sosial yang membawa kemajuan terhadap masyarakat dimaan
kesejahteraan masyarakat [Link] yang bersifat progress dapat
berupa berikut ini .
1) planned progress
2) unplanned progress
b. faktor-faktor penyebab perubahan sosial
1. faktor-faktor endogen
merupakan faktor yang berasal dari dalam masyarakat. Menurut
[Link] (arif rohman,2003)adanya faktor didorong oleh motivasi
berprestasi dari seiap individu dalam masyarakat.
2. Faktor-faktor eksogen
Adalah faktor yang berasal dari luar masarakat yang biasa mendorong
terjadinya perubahan [Link] tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
b. Peperangan
c. Kondisi alam yang berubah
5. Hubungan antara keteraturan sosial dna interaksi sosial
a. Keteraturan sosial
Keteraturan sosial adalah suatu keadaan ketika hubungan-hubungan sosial
berlangsung dengan selaras, serasi, dan harmonis menurut nilai-nilai dan norma
yang [Link], setiap individu ataupun kolektif dapat memenuhi
kebutuhan masing masing tanpa adanya pihak yang dirugikan. Bentuk konkret
keteraturan sosial adalah adanya keselarasan yang diwujudkan dalam bentuk
kerja sama antara anggota masyarakat seperti kehidupan masyarakat yang
saling menghargai, saling menghormati,gotong royong dan lain-lain.
b. Pola interaksi sosial yang membentuk keteraturan sosial
Dalam hubungan sosial,tindakan individu diatur oleh aturan-aturan sosial
berupa nilai dan norma. Jika tindakan individu dakam berinteraksi sosial sesuai
dengan nilai dan norma maka akan terbentuk keteraturan sosial.
D. DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAB KEOENTINGAN
MASYARAKAT
Manusia dalam hidupnya memiliki dua kepentingan, yaitu kepentingan individu
dan kependyingan masyarakat. Seiring berjalannya waktu,kepentngan-kepentingan
tersebut terkadang saling berhadapan atau saling [Link] muncul suatu
penolakan dan penerimaan sehingga dalam implementasinyaantara kepentingan
individu dan kepentingan masyarakat dapat menimbulkan dilemma. Dilemma tersebut
mengacu kepada pertanyaan seperti kepentingan mana yang ahrus didahulukan .
BAB IV
HAKIKAT DAN PERADABAN MANUSIA
A. HAKIKAT PERADABAN MANUSIA
Istilah peradaban dalam bahasa inggris disebut civilization. Istilah peradaban
sering dipakai untuk menunjukan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan
kebudayaan. Peradaban berasal dari kata adab yang berarti kesopanan, kehormatan, budi
bahasa dan etika. Manusia yang beradab dapat diartikan sebagai manusia yang memiliki
akhlak mulia, yang memiliki kesopanan, dan kehalusan budi pekertinya. Sebaliknya
manusia yangtidakmemiliki akhlak mulia atau yang tidak memiliki kesopanan dan tidak
halus budi pekertinya adalah manusia yang biasanya disebut biadab.
Norma sering dijadikan suatu yang penting untuk dapat dijadikan tolak ukur
manusia yang [Link] adalah makhluk yang beradb sebab dianugrahi, harkat,
martabat, serta potensi kemanusiaan yang tinggi. Menurut syukri A.N. dkk. (2015), adab
erat hubungannya dengan beberapa hal dibawah ini.
1. Moral
2. Norma
3. Etika
4. Estetika
Pengertian atau definisi peradaban, diantaranya sebagai berikut.
1. Samuel hutington (2001) mendefinisikan peradaban sebagai pengelompokan sosial
tertinggi dalam sebuah masyarakat identitas budaya yang dimiliki masyarakat
sehingga membedakannya dengan kelompok lain
2. Fairchid (1997) menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah
mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya
3. Kontjaraningrat (1999) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dari unsur
kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu
pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaran,
kebudayaan yang mempunyai system teknologi, serta masyarakat kota yang maju dan
kompleks. Pendekatan terhadap peradaban dapat dilakuka dengan menggunakan
organisasi sosial, kebudayaan, cara keberhidupan yang maju, termasuk system iptek
dan pemerintahannya.
4. Darmono (1979) menyatakan bahwa adab berart akhlak atau kesopanan dan
kehalusan budi pekerti
Berdasarkan pengertian diatas maka istilah peradaban dapat dipakai untuk
menyatakan hasil-hasil kebudayaan seperti kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi,
adat, sopan santun, serta [Link] itu peradaba merupakan suatu istilah yang
digunakan untuk menyebut bagian-bagian atau unsure-unsur kebudayaan yang danggap
ahlus, maju, dan indah.
B. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB
Manusia merupakan makhluk yang beradab sehingga manusia mampu
menciptakan peradaban. Peradaban yang dihasilkan manusia sebagai produk yang
bernilai tinggi, halus, indah dan maju menunjukan bahwa manusia adalah makhluk yang
memiliki kecerdasan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Manusia juga memiliki
akhlak mulia, yaitu memiliki kesopanan dan kehalusan budi pekerti sehingga predikat
sebagi makhluk beadab pun dikenakan paa manusia.
1. Manusia sebagai makhluk beradab
Manusia sebagai makhluk beradab memiliki pengertian bahwa pribadi manusia itu
memiliki potensi untuk berlaku sopan, berakhlak dan berbudi pekerti luhur. Manusia
yang beradab mampu menyeimbangkan antar cipta, rasa, dan karsa untuk berbuat
suatu [Link] manusia tidak beradab adalah orang yang perilakunya
tidak sopan, tidak berakhlak dan tidak memiliki budi pekerti luhur.
Masyarakt beradab, atau disebut dnegan masyarakat madani, masyarakat sipil (civil
society), maupun masyarakat yang beradab adalah individu yang selalu mentaati
seluruh aturan atau norma yang ada sehingga tercpita sebuah masyarakat yang adil,
makmur, tentram, dan teratur.
2. Manusia sebagai masyarakat adab
Masyarakat adab merupakan keinginan yang tulus dari diri manusia sebagai
makhluk yang [Link] adab tidak akan mungkin tercipta tanpa
didukung oleh keinginan manusia beradab untuk membentuknya . demkian juga
masyarakat adab tidak mungkin ada jika manusianya tidak beradab.
Di Indonesia masyarakat adab biasa disebut masyarakat madani. Menurut para ahili
pengertian masyarakat madani adalah sebagai berikut :
a. Syamsudin haris (1997)
masyarakat madani adalah suatu lingkup interaksi yang tersusun dari
lingkungan masyarakat paling akrab seperti, keluarga, asosiasi, sukarela,
gerakan kemasyarakatan, dan berbagai bentuk lingkungan komunikasi antar
warga masyarakat.
b. Ernest gellner (2000)
Civil society atau masyarakat madani merujuk pada masyarakat yang terdiri
atas berbagai institusi non pemerintah yang otonom dan cukup kuat untuk dapat
menimbang Negara
c. Zbigniew rau (2000)
Masyarakat madani adalah masyarakat yang bebas dari pengaruh keluarga dan
kekuasaan Negara, yang diekspresikan dalam gambaran cirri-cirinya yakni
idividualis, pasar dan pluralisme.
d. Nurcholis madjid (1999)
Masyarakat madani adalah masyarakat yang merujuk pada masyarakat islam
yang pernah dibangun nabi Muhammad SAW dimadinah, sebagi cirri
masyarakat kota atau masyarakat peradaban denga cirri antara lain: egaliter
(kesedrajatan), menghrgai prestasi, toleransi, dan musyawarah .
e. [Link] rasyid (1998)
Masyarakat madani merupakan suatu gagasan masyarakat yang mandiri yang
dikonsepsikan sebagai jaringan-jaringan yang produktif dari kelompok-
kelompok sosial yang mandiri, perkumpulan-perkumpulan, serta lembaga-
lembaga yang saling berhadapan dengan Negara.
Berdasarkan berbagai definisi diatas maka dapat dikatakan bahwa dalam sebuah
masyarakat madani, masyarakat tidak hanya dituntut taat hukum, patuh pada aturan dan
norma, saling menghargai antar manusia, terbuka namun juga harus dilandasi dengan
iman yang aka membentuk pribadi yang baik, religious dan menghargai ilmu
pengetahuan untuk kebaikan bersama. Pengkajian masyarakat madani memiliki
karakteristik tersendiri (Muhammad syukri, A.N., dkk,2015) diantaranya sebagai
berikut :
a. Free public sphere (ruang public yang bebas)
b. Demokratisasi
c. Toleransi
d. Pluralism
e. Keadilan sosial (sosial justice)
f. Partisipasi sosial
g. Supremasi hukum
C. Evolusi budaya dan wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya
Kehidupan sosial budaya ditengah-tengah asyarakat biasanya selalu
menghadirkan evolusi budaya. Melalui prosesnya, evolusi budaya akan mengghasilkan
berbagai wujud peradaban dimasyarakat.
1. Evolusi budaya
Evolusi budaya merupakan suatu proses evolusi atau proses perubahan budaya yang
terjadi hingga saat [Link] itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar
manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Selain itu perubahan juga dapat
timbul akibat timbulnya perubahan alam, lingkungan masyarakat, penemuan baru,
dan kontak dengan kebudayaan lain. Masa dalam kehidupan manusia mengalami
evolusi dalam dua peride berikut
a. Masa pra sejarah ,masa pra sejarah atau nirelka ( nir artinya tidak ada dan leka
artinya tulisan) adalah istilah yang merujuk pada zaman ketika catatan sejarah
yang tertulis belum ersedia
b. Masa sejarah, bermula ketika adanya catatan tertulis untuk dijadikan bahan
rujukan.
Ada hal yang sangat luar biasa walaupun pada masa sejarah umumnya umumnya
manusia belum mengenal tulisan, namun manusia telah menciptakan kebuayaan. Terbukti
pada masa pra sejarah telah ditemukan beberapa hasil budaya manusia yang revolusioner
seperti berikut
a. Penemuan roda, pada awalnya roda digunakan untuk mengangkat barang berat diatas
batang [Link] kayu inilah yang disebut roda .rod atersebut belum berbentuk
bulat seperti sekarang, namun hanya berupa batangan-batangan kayu yang disusun
melintang dari depan kebelakang untuk memudahkan kerja guna memindahkan
barang berat.
b. Bahasa merupakan suara yang diterima sebagai cara untuk menyampaikan pikiran
seseorang kepada orang lain. Hadirnya bahasa maka kehidupan sosial dan peradaban
pun terlahir. Masa pra sejarah kemudian berakhir dan beralih ke mas asejarah dengan
ditemukannya tulisan.
2. Wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya
Peradaban merupakan tahapan dari evolusi budaya yang telah berjalan bertahap
dan berkesinambungan, memperlihatkan wujud dan karakter yang khas pada tahapan
tersebut, yang dicirikan oleh kualitas tertentu dari unsur budaya yan menonjol meliputi
tingkat ilmu pengetahuan, ide/gagasan, seni teknologi, system pmerintahan, hingga
spiritualitas yang tinggi. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban
tertentu, berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai
pada tahap tertentu yang diakui tingkat Iptek dan unsur-unsur budaya lain.
Perlu kita ketahui bersama bahwa peradaban tidak hanya berwujud bangunan
sebagai hasil teknologi fisik, tetapi juga dalam bidang sosial budaya. Contohnya adalah
Indonesia. Perkembangan setelah datangnya pengaruh Hindu dan Buddha ke Indonesia
yang dibawa oleh pedagang dari India dan Tiongkok. Pengaruh tulisan dari Hindu-
Buddha membawa dampak besar bagi peradaban Indonesia.
Salah satu wujud peradaban yang dihasilkannya adalah budaya tulis di Indonesia
berupa prasasti. Huruf yang dipakai dalam prasasti yang ditemukan sejak tahun 400 M
adalah Pallawa dan bahasa Sansekerta. Kemampuan baca tulis masyarakat Indonesia
lama-kelamaan berpengaruh dalam bidang kesusastraan yaitu munculnya banyak kitab-
kitab yang ditulis para pujangga masa lalu. Dengan banyaknya prasasti dan kitab-kitab
kuno ini dapat ditelusuri peradaban bangsa Indonesia terutama dalam masa kerajaan.
Peradaban bangsa semakin berkembang dengan masuknya pengaruh Islam dan masuknya
peradaban bangsa Barat Eropa, termasuk pengaruh agama Kristen-Katolik. Dewasa ini,
pengaruh peradaban global semakin kuat akibat kemajuan bidang komunikasi dan
informasi.
D. Dinamika Peradaban Global
Mobilitas antarbangsa seperti saat ini menjadi salah satu cirri kuat perkembangan
masyarakat global. Mobilitas yang dilakukan atas alasan apa pun telah menjadi fenomena
penting yang menandai terbukanya batasan utinitas kehidupan di berbagai belahan dunia.
Dalam konteks kehidupan global, tantangan utama yang dihadapi banyak negara adalah
terjadinya ketidakseimbangan pertumbuhan ekonomi yang berimbas pada persaingan
ketat pasar tenaga kerja secara global.
Dengan demikian, globalisasi merupakan dunia terbuka yang benar-benar telah
meleburkan sekat-sekat yang membatasi pergerakan manusia dari dan ke berbagai
Negara, yang menghilangkan ruang dan waktu yang menjadi identifikasi identitas suatu
bangsa. Toffler pada bukunya yang berjudul Future Shock: The Third Wave (Budi
Juliardi(2014) menyatakan bahwa dinamika peradaban manusia hingga saat ini telah
mengalami tiga gelombang berikut.
1. Gelombang I, Peradaban Pertanian (800 SM -1500 M)
Gelombang perubahan dari meramu (Food gathering) menjadi budaya cocok tanam
(peradaban pertanian) yang dikenal dengan “revolusi hijau”. Kehidupan manusia yang
semula nomaden (berpindah-pindah) menjadi menetap. Pada masa ini terjadi penemua,
perkembangan, dan penerapan teknologi pertanian (dikembangkan bibit unggul,
pemupukan pembasmian hama, dan mekanisme bercocok tanam)
2. Gelombang II, Peradaban Teknologi Industri (1500 M – 1970 M)
Peradaban industri muncul akibat penemuan dan ciptaan manusia dalam bidang
industri, khususnya setelah terjadi revolusi di Inggris dan Perancis. Pada masa ini
terjadi perubahan kehidupan manusia dengan ditemukannya berbagai alat berteknologi.
Seperti tahun 1769, Jemes Watt menemukan dan menciptakan mesin uap yang dapat
digunakan dalam berbagai kegiatan industri. Thomas Alva Edison menemukan dan
menciptakan lampu pijar dan penemuan lainnya.
3. Gelombang III, Peradaban Informasi (1970 M – Sekarang)
Perkembangan IPTEK sangat berpengaruh pada perkembangan dalam bidang
elektronik. Kemajuan media elektronik berpengaruh pada penyebaran informasi yang
cepat di seluruh dunia. Perkembangan microchip membawa kemajuan pada teknologi
dunia. Kehidupan budaya manusia memasuki era revolusi komunikasi dan revolusi
informasi yang melahirkan masyarakat dunia yang disebut “the global village”
(kampung global/besar). Pada era ini, kerja pikiran menjadi tunttan dalam rangka
membuat program dan memanfaatkan program, baik untuk mencapai informasi,
menyimpan, maupun untuk menyebarkan informasi.
Merujuk pada pendapat Toffer di atas, saat ini manusia berada pada era peradaban
informasi (gelombang III). Di era peradaban global, hubungan antarmanusia tidak
terbatas dalam satu wilayah negara saja, tetapi sudah antarnegara (transnasional). Jadi
orang bias berkomunikasi dengan orang lain melewati batas negara (antar negara). Selain
itu, manusia bias berpindah-pindah dengan cepat dari satu negara ke negara lain.
Naisbitt dalam bukunya Megatrends (2000) menyatakan bahwa globalisasi
(peradaban global) memunculkan perubahan-perubahan (dinamika) yang akan dialami
oleh negara-negara dunia. Perubahan itu terjadi karena interaksi yang dekat dan insentif
antarnegara, terutama negara berkembang akan terpengaruh oleh kemajuan oleh negara-
negara maju. Perubahan tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Perubahan dari masyarakat industri menuju ke masyarakat informasi.
2. Perubahan dari teknologi yang mengandalkan kekuatan tenaga menuju ke pengandalan
teknologi canggih/mesin.
3. Perubahan dari ekonomi nasional menuju ke ekonomi dunia (kapitalisme)
4. Perubahan dari ssitem pemerintahan sentralisasi ke desentralisasi.
5. Perubahan dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipatori.
6. Perubahan dari system hierarki ke jaringan kerja.
7. Perubahan dari satu diantara dua pilihan menjadi macam-macam pilihan.
Berdasarkan pada pendapat-pendapat diatas dapat diketahui bahwa peradaban
manusia mengalami dinamika (perubahan dan perkembangan)
E. Permasalahan Peradaban Pada Kehidupan Manusia
Proses dinamika dalam kehidupan manusia tentunya terdapat berbagai
permasalahan yang begitu kompleks, terutama permasalahan yang berkaitan dengan
peradaban pada kehidupan manusia.
1. Peradaban Global Menciptakan Globalisasi
Globalisasi berasal dari kata Inggris “global” yang berarti bersifat semesta atau dunia
(globe, artinya [bola] dunia). Globalisasi mengandung pengertian proses perubahan
menuju kesatuan dunia. Globalisasi digerakkan oleh kemajuan yang pesat dalam
teknologi trasportasi dan informasi komunikasi. Berikut ini beberapa cirri yang
mnandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
a) Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antarnegara menunjukkan
keterkaitan antarmanusia di seluruh dunia.
b) Perkembangan teknologi seperti telepon genggam, televises, satelit, dan internet
menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara
melalui pergerakan massa semacam turisme, memungkinkan kita merasakan
banyak hal dari budaya yang berbeda.
c) Pasar dan poduksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling
bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional,
peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam
World Trade Organization (WTO)
d) Peningkatan interaksi cultural melalui perkembangan media massa (terutama
televsi, film, music, serta transmisi berita dan olahraga internasional. Saat ini kita
dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-
hal yang melintas keanekaragaman budaya, misalnya dalam bidang fashion,
literature dan makanan.
e) Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis
multinasional, inflasi regional dll.
Globalisasi dimunculkan oeleh negara-negara maju, seperti negara-negara Eropa Barat
dan Amerika Serikat karena memang kemajuan teknologi dan pengetahuan yang
mereka miliki. Harus diakui bahwa, kebudayaan dan peradaban Barat yang lebih
mendominasi. Namun demikian, dunia tidak hanya didominasi satu peradaban yang
besar saja. Huntington (2001) mengidentifikasi adanya Sembilan peradaban besar saat
ini.
a) Peradaban Barat atau disebut Peradadab Lama yang berpusat di Eropa Barat,
Amerika Utara, dan Australia.
b) Peradaban Amerika Latin yang dipengaruhi agama Katolik, menyebar di negara-
negara Amerika Selatan.
c) Peradaban Muslim atau Islam yang berpusat di Timur Tengah dan Afrika Utara.
d) Peradaban Hindu di India.
e) Peradaban Buddha di Mongolia.
f) Peradaban Jepang.
g) Peradaban Afrika.
h) Peradban Cina.
i) Peradaban Ortodoks yang berada di wilayah bekas Yugoslavia.
2. Pengaruh Globalisasi
Globalisasi memberi pengaruh dalam berbagai kehidupan, sepert politik,
ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan-keamanan. Pengaruh globalisasi terhadap
ideologi dan politik adalah akan semakin menguatnya pengaruh ideology liberal dalam
perpolitikan negara-negara berkembang yang ditandai oleh menguatnya ide kebebasan
dan demokratis, termasuk didalamnya masalah hak asasi manusia. Di sisi lain ada pula
masuknya pegaruh ideoogi lain, seperti ideologi Islam yang berasal dari Timur
Tengah, ideology komunis dari negara rusia (Soviet). Implikasinya adalah negara
semakin terbuka dalam pertemuan berbagai ideologi dan kepentingan politik negara.
Pengaruh globalisasi terhadap ekonomi, antara lain menguatnya kapitalisme dan
pasar bebas. Hal ini ditunjukkan dengan semakin tumbuhnya perusahaan-perusahaan
transnasional yang beroperasi tanpa mengenal batas-batas negara. Selanjutnya juga
akan semakin ketatnya persaingan dalam menghasilkan barang dan jasa dalam pasar
bebas. Kapitalisme juga meuntut adanya ekonomi pasar yang lebih bebas untuk
mempertinggi asas manfaat, kewiraswastaan, akumulasi modal, membuat keuntungan,
serta manajemen yang rasional. Ini semua menuntut adanya mekanisme global baru
berupa struktur kelembagaan baru yang ditentukan oleh ekonomi raksasa.
Pengaruh globalisasi terhadap sosial budaya adalah masuknya nilai-nilai dari
peradaban lain. Hal ini berakibat timbulnya erosi nilai-nilai sosial budaya suatu bangsa
yang menjadi jati dirinya. Pengaruh ini semakin lancar dengan pesatnya media
informasi dan komunikasi, seperti televisi, komputer, satelit, internet, dan sebagainya.
Masuknya nilai budaya asing akan membawa pengaruh pada sikap, perilaku, dan
kelembagaan masyarakat. Menghadapi perkembangan ini diperlukan suatu upaya yang
mampu mensosialisasikan budaya nasional sebagai jati diri bangsa.
Globalisasi juga memberikan dampak terhadap pertahanan dan keamanannegara.
Menyebarnya perdagangan industri di seluruh dunia akan meningkatkan kemungkinan
terjadinya konflik kepentingan yang dapat mengganggu keamanan bangsa. Globalisasi
juga menjadikan suatu negara amat perlu menjalin kerja sama pertahanan dengan
negara lain, seperti latihan perang bersama, perjanjian pertahanan, dan pendidikan
militer antarpersonel negara. Hal ini dikarenakan, saat ini ancaman bukan lagi bersifat
konvensional, tetapi kompleks dan semakin canggih.
3. Efek Globalisasi Bagi Indonesia
Globalisasi telah memberikan pengaruh besar dalam kehidupan bersama, baik
pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Pada hakikatnya, bangsa Indonesia atau
bangsa-bangsa lain berkembang karena adanya pengaruh-pengaruh luar. .
Adapun aspek positif globalisasi antara lain sebagai berikut:
a. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam
berinteraksi
b. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempercepat manusia untuk
berhubungan dengan manusia lain.
c. Kemajuan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi meningkatkan
efisiensi
Aspek negatif globalisasi antara lain sebagai berikut :
a. Masuknya nilai budaya luar akan menghilangkan nilai-nilai tradisi suatu bangsa
dan identitas suatu bangsa
b. Eksploitasi alam dan sumber daya lain akan memuncak karena kebutuhan yang
makin besar.
c. Dalam bidang ekonomi, berkembang nilai-nilai konsumerismedan individual yang
menggeser nilai-nilai sosial masyarakat.
d. Terjadi dehumanisasi, yaitu derajat manusia nantinya tidak dihargai karena lebih
banyak menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.
BAB V
MANUSIA KERAGAMAN DAN KESETARAAN
A. HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESETRAAN MANUSIA
Proses kehidupan kita dalam masyarakat biasanya akan menghadirkan berbagai
keragaman yang ada. Keragaman tersebut pun membentuk suatu identitas tersendiri bagi
tiap-tiap kelompok masyarakat. Akan tetapi dalam berbagai keragaman tersebut tentunya
diperlukan pemahaman tentang kesetaraan, unuk tetap mewujudkan lingkungan sosial
yang berjalan dengan iklim yang baik
1. Makna keragaman manusia
Keberagaman berasal dari kata ragam. Keragaman menunjukan banyak macam
atau jenis. Keragaman manusia dimaksudkan bahwa setiap manusia memilki
perbedaan. Perbedaan itu ada karena manusia adalah manusia yang memiliki cirri
khas tersendiri. Oerbedaan itu terutama ditinjau dari sifat-sifat pribadi misalnya,
sikap, watak, kealkuan, dan hasrat. Selain makhluk individu manusia juga makhluk
sosial yang membentuk kelompok persekutuan hidup. Tiap kelompok persekukutuan
hidup juga beragam.
Menurut budi juliardi (2014), pada prinsipnya terdapat tiga macam istilah yang
digunakan untuk menggambarkan masyarakat yang beragam, diantaranya ras, agama,
bahasa, dan budaya yang berbeda.
a. Masyarakat plural
Masyarakat plural adalah masyarakat yang terdiri lebih dari satu
golongan/kelompok
b. Masyarakat majemuk
Masyarakat majemuk menunjukan bahwa keberagaman yang lebih dari satu
tersebut memang berbeda-beda, bermacam-macam dan bahkan tidak dapat
disamakan
c. Masyarakat multicultural
Masyarakat multicultural bermakna adanya keragaman dan kesediaan anggota
masyarakat untuk menerima keberagaman (kelompok lain dianggap sama)
sebagai kesatuan tanpa memerdulikan perbedaan budaya, etnik gender, bahasa
maupun agama.
2. Makna kesetaraan manusia
Kesetaraan berasal dari kata setara atau sederajat yang berarti sama
tingkatannya. Pemahaman tersebut jika dikaitkan dengn keragaman maka kesetaraan
memiliki makna sebagai suatu kondisi meski dalam perbedaan dan keragaman yang
ada, manusia tetap memilki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan yang
hierarki.
Kesetaraan adalah komitmen bersama yang perlu untuk terus dipupuk dan
dikembangkan dalam proses berbangsa dan bernegara .dengan prinsip kesetaraan
tersebut diharapkan kita kembali memperlihatkan jati diri dan harga diri kita sebagai
bangsa (self-nation-esteem), dalam menghadapi berbagai persoalan kebangsaan yang
terus menerus dating disetiap zaman . dengan prinsip kesetaraan kita dapat
membangun kemitraan yang kukuh untuk kemudin saling berinteraksi, bersosialisasi,
dan bersekspresi satu dengan lainnya.
B. KERAGAMAN DALAM DINAMIKA SOSIAL DAN BUDAYA
Keragaman yang terdapat dalam kehidupan sosial manusia melahirkan
masyarakat majemuk. Usman pelly (1989) mengategorikan masyarakat majemuk
disuatu kota berdasarkan dua hal yaitu pembelahan horizontal dan pembelahan vertikal.
Secara horizontal, masyarakat majemuk, dikelompokan berdasarkan :
1. Etnik dan rasa tau asal-usul keturuan
2. Bahasa daerah
3. Adat istiadat atau perilaku
4. Agama
5. Pakaian, makanan, dan budaya material lainnya
Secara vertikal, masyarakat majemuk dikelompokan berdasarkan :
1. Penghasilan atau ekonomi
2. Pendidikan
3. Pemukiman
4. Pekerjaan
5. Kedudukan sosial politik
Seperti telah diuraikan dimuka, hal-hal demikian dapat dikatakan sebagai unsur-
unsur yang memengaruhi keragaman masyarakat. Keragaman atau kemajemukan
masyarakat terjadi karena unsur-unsur seperti ras, etnik, agama, pekerjaan (profesi),
penghasilan, pendidikan, dan sebagainya. Pada bagian ini akan diulas tentang
kemajemukan masyarakat Indonesia karena unsur-unsur ras dan etnik.
C. KERAGAMAN DAN KESETARAAN SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL BUDAYA
BANGSA
Keragaman tentunya suatu hal yang tidak dapat dihindarkan. Hal itu karena
keanekaragaman merupakan suatu keniscayaan yang ada dimasyarakat. Keragaman
juga sering kali disandingkan dengan kesetaraan, karena semua etnik memiliki posisi
yang sama pentingnya dihadapan bangsa.
1. Keragaman sebagai kekayaan bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa majemuk yang ditandai dengan
banyaknya etnik, suku, agama, bahasa, budaya, adat istiadat, hingga gender.
Disisi lain masyarakat Indonesia dikenal masyarakat Indonesia dikenal sebagai
masyarakat multicultural, masyarakat yang anggotanya memiliki latar belakang
budaya dan agama yang beragam. Karena kemajemukan itu, Indonesia sering
dikatakan sebagai negara yang multietnik dan multiagama.
Kekayaan yang terefleksi dari kemajuan etnik,budaya,dan agama
mengantarkan angsa Indonesia menjadi sebuah negara dengan kekuatan budaya
yang khas didunia. Warisan jesejarahan dari sejumlah kerajaan dan kesultanan
dinusantara ini tentu menjadi sumber utama tatanan nilai local, yang dapat
member sumbangan bagi penguatan karakter bangsa sekaligus mengantarkan
Indonesia menjadi cermin bangsa-bangsa didunia yang mampu menyatu dakam
kemajemukannya. Oleh karena itu kemajemukan Indonesia harus diterima sebagai
kekayaan sosial budaya bangsa yang terangkum dalam semboyan bhineka tunggal
ika.
Kemajemukan adalah karakteristik sosial budaya Indonesia. Selain
kemajemukan, kareteristik Indonesia yang lain adalah sebagi berikut
(sutarno,2007)
a. Jumlah penduduk yang besar
b. Wilayah yang luas
c. Posisi silang
d. Kekayaan alam dan daerah tropis
e. Jumlah pulau yang banyak
f. Persebaran pulau
2. Kesetaraan sebagai warga negara Indonesia
Kesetaraan atau kesederajatan menunjukan pada adanya persamaan
kedudukan hak dan kewajiban sbagai manusia. Sebagai warga nega insonesia maka
manusia Indonesia adalah setra atau sederajat dalam arti setiap warga negara
memiliki persamaan kedudukan, hak da kewajiban sebagi warga bangsa dan warga
negara Indonesia.
Pengakuan akan prinsip kesetaraan dan kesederajatan itu secara yuridis
diakui dan dijamin oleh negara melalui UUD 1945. Dalam negara demokrasi diakui
dan dijamin pelaksanaannya atas persamaan kedudukan warga baik dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu juga terdapat
persamaan dibidang lain seperti
a. Persamaan dibidang politik
b. Persamaan didepan hukum (equality before of law)
c. Persamaan dibidang ekonomi
d. Persamaan dibidang sosial budaya
Setelah kesempatan diberikan sama, nantinya tergantung pada masing-masing
kemampuan warga negara itu sendiri.
D. PROBLEMATIKA KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA
DALAM KEHIDUPAN
Keragaman dan juga kesetaraan tak dapat dipungkiri seringkali menimbulkan
permasalahan. Hal itu karena kemajemukan sering kali menimbulkan berbagai gesekan di
masyarakat. Akan tetapi, berbagai permasalahan tersebut harus memiliki solusi.
1. Problem Keragaman serta Solusinya dalam Kehidupan
Keragaman budaya yang ada di wilayah Indonesia merupakan kekayaan
yang harus kita lestarikan bersama. Kita tidak bias menghindari bahwa keragaman
yang ada akan menimbulkan kemajemukan, dan masyarakat yang terdiri dari
berbagai macam suku banga dan agama, dan perbedaan lainnya disebut dengan
masyarakat majemuk.
Van de Berghe sebagaimana dikutip oleh Elly M. Setiadi (2006)
menjelaskan bahwa masyarakat majemuk atau masyarakat yang beragam selalu
memiliki sifat-sifat dasar sebagai berikut:
a. Terjadinya segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang sering kali memiliki
kebudayaan yang berbeda.
b. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang
bersifat nonkomplomenter.
c. Kurang mengembangkan konsesnsus di antara para anggota masyarakat tentang
nilai-nilai sosial yang bersifat dasar.
d. Secara relatif sering kali terjadi konflik di antara kelompok yang satu dengan
lainnya.
e. Secara relatif integrasi sosial tumbuh di atas paksaan dan saling ketergantungan di
dalam bidang ekonomi.
f. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok lain.
Berdasarkan pendapat Van de Berghe di atas, dapat dikatakan bahwa dalam
suatu masyarakat yang majemuk akan sering terjadi konflik antara masyarakat yang
satu dengan yg lain akibat perbedaan yang ada tidak disikapi dengan bijaksana. Jika
hal ini dibiarkan maka dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa, seperti
dijelaskan berikut ini:
a. Disharmonisasi adalah tidak adanya penyesuaian aas keragaman antara manusia
dengan dunia lingkungannya.
b. Perilaku diskriminatif terhadap etnik atau kelompok masyarakat tertentu akan
memunculkan masalah yang lain, yaitu kesenjangan dalam berbagai bidang yang
tentu saja tidak menguntungkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
c. Eksklusivisme, rasialis, bersumber dari superioritas diri.
Menurut Budi Juliardi (2014), solusi yang bisa ditawarkan untuk
menghindari dampak buruk dari permasalahan keragaman yang terjadi di masyarakat
dapat dilakukan dengan beberapa langkah, yakni seabagai berikut:
a. Integrasi berdasarkan sukarela bukan paksaan.
b. Meningkatkan semangat religious, nasionalisme, pluralism, humanisme, dialog
antar umat beragama, dan membangun suatu pola komunikasi untuk interaksi
maupun konfigurasi hubungan di antara agama, media massa, dan harmonisasi
dunia.
c. Jalin komunikasi antar budaya daerah.
d. Melakukan reintegrasi.
e. Hilangkan penyakit budaya seperti:
1) Etnosentrisme: kecenderungan melihat nilai atau norma kebudayaan sendiri
sebagai sesuatu yang mutlak dan tolak ukur bagi budaya lain.
2) Stereotipe: pemberian sifat tertentu terhadap seseorang berdasarkan kategori
yang bersifat subjektif, hanya karena dia berasal dari keompok yang lain.
3) Prasangka: pernyataan yang didasarkan pada pengalaman dan keputusan yang
tidak teruji sebelumnya, menjurus pada pandangan emosional yang bersifat
negatif terhadap orang lain.
4) Rasisme: anti terhadap ras tertentu di luar ras sendiri.
5) Diskriminasi: tindakan yang membeda-bedakan dari kelompok dominan
terhadap kelompok subordinasinya.
6) Scape goating (perkambinghitaman). Individu tidak bisa menerima perlakuan
tertentu yang tidak adil.
2. Problem Kesetaraan serta Solusinya dalam Kehidupan
Kesetaraan yang diinginkan dalam kehidupan bangsa Indonesia adalah
kesamaan derajat dalam bidang agama, suku bangsa, ras, gender, golongan, hak
untuk pendidikan, pekerjaan, kehidupan yang layak. Kesetaraan atau persamaan
derajat tersebut tersirat jelas dalam Undang-Undang Dasar 1945, serta ditanamkan
dalam Pancasila dan adanya ikrar Sumpah Pemuda 1928. Solusi untuk mengatasi
permasalahan kesetaraan ini yaitu:
a. Melakukan penghapusan segala bentuk diskriminasi.
b. Ketertiban dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa demi meredam
peramasalahan kesetaraan sudah seharusnya semua orang dianggap sama, tanpa
membedakan faktor primordial, ras dll.
BAB VI
MANUSIA, NILAI, MORAL, DAN HUKUM
A. HAKIKAT, FUNGSI, DAN PERWUJUDAN NILAI, MORAL, DAN HUKUM
1. Hakikat dan Moral
Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berkaitan dengan nilai.
Misalkan kita mengatakan bahwa orang itu baik atau lukisan itu indah berarti kita
melakukan penilaian terhadap suatu objek. Istilah nilai (value) menurut kamus
Poerwodarminto diartikan sebagai berikut:
a. Harga dalam arti taksiran, misalnya nilai emas.
b. Harga sesuatu, misalnya uang.
c. Angka, skor.
d. Kadar, mutu.
e. Sifat-sifat atau hal penting bagi kemanusiaan.
Beberapa pendapat tentang pengertian nilai dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Menurut Bambang Daroeso, nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap
sesuatu, yang menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang.
b. Menurut Darji Darmodiharjo adalah kualitas atau keadaan yang bermanfaat bagi
manusia baik lahir ataupun batin.
Sesuatu yang dianggap bernilai apabila memiliki nilai: menyenangkan
(peasent), berguna (useful), memuaskan (satisfying), menguntungkan
(profitable),menarik (interesting), keyakinan (belief). Ada dua pendapat mengenai
nilai. Pendapat pertama mengatakan bahwa nilai itu objektif, sedangkan pendapat
kedua mengatakan nilai itu subjektif. Menurut aliran idealism nilai itu objektif ada
pada setiap sesuatu.
Menurut bambang daroeso , nilai memiliki cirri sebagai berikut.
a. Suatu realitas yang abstrak (tidak dapat ditangkap melalui indra, tetapi ada)
b. Normative (yang seharusnya ideal, sebaiknya, diinginkan).
c. Berfungsi sebagai daya dorong mausia(sebagai motivator)
Contoh nilai adalah keindahan, keadilan, kemanusiaan, kesejahteraan,
kearifan, keanggunan, kerapian, kebersihan, keselamatan, dan sbaginya. Dalam hal
ini banyak sekali nilai yang melingkupi kita. Nilai yang beragam dapat di
klasifikasikan kedalam macam atau jenis nilai prof. Drs. Notonegoro, S.H.
menyatakan ada tiga macam nilai yaitu :
a. Nilai materiil,sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia
b. Nilai vital, yakni sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan
kegiatan.
c. Nilai kerohanian, dibefakan menjadi 4 macam, yaitu :
1) Nilai kebenaran bersumber pada akal piker manusia (rasio,budi,dan cipta)
2) Nilai estetika (keindahan) bersumber pada rasa manusia
3) Nilai kebaikan atau nilai moral bersumber pada kehendak keras, karsa
hati, dan nurani manusia
4) Nilai religious (ketuhanan) yang bersifat mutlak dan bersumber pada
keyakinan manusia
Moral berasal dari katabahasa latin mores yang berarti adalah kebiasan.
Kata mores ni mempunyai sinonim mos, moris, manner mores, atau manners,
morals.
Dalam bahasa Indonesia kata moral berarti akhlak (bahasa arab) atau
kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani
yang menjadi pembimbing tingkah laku batin dalam hidup.
Dalam hubungannya dengan nilai, moral adalah bagian dari nilai yaitu
nilai moral. tidak semua adalah nilai moral, nilai moral berkaitan dengan prilaku
manusia (human) tentang hal baik-buruk
Dalam filsafat nilai secara sederhana dibedakan menjadi 3 jenis
a. Nilailogika, yaitu nilai tentang benar salah
b. Nilai etika, yaitu nilai tentang baik-buruk
c. Niali estetika, yaitu nilai tentang indah-jelek
2. Norma sebagai perwujudan dari nilai
Setiap norma pastiterkandung niali didalamnya. Niali sekaligus menjadi
sumber bagi norma. Tanpa ada nilai tidak mungkin terwujud norma. Sebaliknya tanpa
dibuatkan norma maka nilai yang hendak dijalankan itu mustahil terwujudkan.
Norma atau kaidah adalah ketentuan-ketentuanyang menjadi panduan dalam
bertingkah laku di kehidupan masyarakat. Norma berisi anjuran untuk berbuat baik
dan larangan untuk berbuat buruk dalam bertindak sehingga kehidupan menjadi lebih
baik. Norma adalah kaidah, ketentuan, aturan, criteria, atau syarat yang mengandung
nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh warga masyarakat didalam berbuat, dan
bertingkah laku sehingga terbentuk masyarakat yang tretib, teratur dan aman.
Norma yang berlaku di masyarakat ada 4 macam yaitu :
a. Norma agama, yaitu peraturan hidup manusia yang berisi perintah dan larangan
yang berasal dari Tuhan
b. Norma moral/kesusilaan, yaitu peraturan/kaidah hidup yang bersumber dari hati
nurani dan merupakan nilai-nilai moral yang mengikat manusia
c. Norma kesopanan, yaitu peraturan/kaidah yang bersumber dari pergaulan hidup
antar manusia
d. Norma hukum, yaitu peraturan/kaidah yang diciptakan oleh kekuasaan resmi atau
negara yang sifatnya mengikat dan memaksa.
3. Hukum sebagai norma
Berdasarkan pada uraian sebelumya, hukum pada dasarnya adalah bagian dari norma,
yaitu norma hukum jadi jika kita berbicara mengenai hukum yang dimaksudkan
adalah norma hukum. Hukum sebagai norma berbeda denga ketiga norma
sebelumnya (agama, kesusilaan, dan kesopanan). Perbedaan norma hukum dengan
norma lainnya adalah :
1. Norma hukum dtangnya dari luar diri kita sendiri, yaitu dari kekuasaan/lembaga
yang resmi dan berwenang
2. Norma hukum dilekati sanksi pidana atau pemaksa secara fisik. Norma lain tidak
dilekati sanksi pidana secara fisik
3. Sanksi pidana atau sanksi pemaksa itu dilaksanakan oleh aparat negara
Meskipun telah ada norma agama, kesusialaan, dan kesopanan namun dalam
kehidupan bernegara tetap dibutuhkan norma hukum. Norma hukum dibutuhkan
karena dua hal :
1. Karena bentuk sanksi dari ketuga norma belum cukup memuaskan dan efektif
untuk melindungi keteraturan dan ketertiban masyarakat
2. Masih ada perilaku lain yang perlu diatur diluar ketiga norma dia atas, misalnya
perilaku dijalan raya.
Norma hukum berasal dari norma agama, kesusilaan, dan kesopanan. Isi dari
ketiga norma tersebut dapat diangkat sebaga norma hukum. Disamping itu, norma
hukum dapat menciptakan sendiri isi norma tersebut.
B. KEADIALAN KETERTIBAN DAN KESEJAHTERAAN
1. Makna keadilan
Keadilan berasal dari bahasa arab adil yang artinya tengah. Keadilan berarti
menempatkan sesuatu ditengah-tengah, tidak berta sebelah atau dengan kata lain
keadilan berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Berikut ini beberapa
pendapat mengenai makna keadilan
a. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), kedilan berarti (sifat,
perbuatan, perlakuan) yang adil. Keadilan berarti perilaku atau perbuatan yang
dalam pelaksanaannya memberikan kepada pihak lain sesuatu yang semestinya
harus diterima pihak lain.
b. Menurut W.J.S poerdowarminto, keadilan berarti tidka berat sebelah,
sepatutnya tidak sewenang-wenang. Jadi dalam pengertian adil termasuk
didalamnya tidak terdapat ke sewenang-wenangan berarti bertindak tidak adil.
c. Menurut frans magnis suseno dalam bukunya etika poliyik menyatakan bahwa
keadilan sebagai suatu keadaan dimana semua orang dalam situasi yang samaa
diperlakukan secara sama.
Mengenai macam keadilan, aristoteles membedakan dua macam keadilan,
yaitu keadilan komutatif dan keadilan distributive. Sedangkan plato, guru
aristoteles, menyebut ada tiga macam yaitu
a. Keadilan komutatif adalah keadilan yang memberikan pada setiap orang sama
banyaknya, tanpa mengingat berapa besar jasa-jasa yang telah diberikan (dari
kata commute = mengganti, menularkan, memindahkan)
b. Keadilan distributive adalah kedilan yang memberikan hak atau jatah kepada
setiap orang menurut jasa-jasa yang telah diberikan (pembagian menurut
haknya masing-masing pihak). Disini keadilan tidak menuntut pembagian yang
sama bagi setiap orang, tetapi pembagian yang sama berdasarkan perbandingan
c. Keadialn legal atau keadilan moral adalah keadilan yang mengikuti
penyesuaian dan pemberian tempat seseorang dalam masyarakat sesuai dengan
kemampuannya, dan dianggap sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan.
Keadilan merupakan hal yang penting dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Charles [Link] dam marriam boediarjo (1982) meletakan
keadilan ini sebga salah satu prisip dalam tujuan suatu negara, yaitu keamanan
ekstern, ketertiban intern, keadilan, kesejahteraan umum dan kebebasan.
2. Fungsi dan tujuan hukum dalam masyarakat
Ada empat fungsi hukum dalam masyarakat, yaitu sebgai berikut
a. Sebagi alat pengatur tertib hubungan masyarakat
b. Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial
c. Sebagi penggerak pembangunan
d. Fungsi kritis hukum
Hukum bertujuan menjamin kepastian hukum dalam masyarakat dan hukum
iu harus bersendikan pada rasa keadilan dimasyarakat. Agar tujuan kaidah hukum
itu dapat terwujud dengan semestinya atau sesuai dengan harapan seluruh anggota
masyarakat/negara maka harus ada kepatuhan kepada kaidah hukum tersebut. Tidak
dapat kita bayagkan bagaimana kehidupan manusia tanpa adanya kaidah hukum.
[Link] Soekanto, S.H. menyatakan bahwa faktor-faktor penyebab
para anggota masyarakat mematuhi hukum adalah :
a. kepentingan-kepentingan para anggota masyarakat yang terlindungi oleh
hukum
b. compliance atau pemenuhan keinginan
c. identification atau identifikasi
d. internalization atau internalisasi
sikap positif terhadap hukum menunjukan kesadarn hukum yang tinggi dari warga
negara .orang yang memiliki kesadaran hukum akan tergerak unuk berupaya agar
prilakunya sesuai dengan hukum dan mencegah perbuatan yang melanggar hukum.
C. PROBLEMATIKA NILAI, MORAL, DAN HUKUM DALAM MASYARAKAT
DAN NEGARA
Moral adalah bagian dari nilai yaitu nilai moral. Moral berkaitan dengan nilai
baik-buruk perbuatan manusia. Nilai moral diwujudkan dalam norma moral, norma
moral, norma kesusilaan, atau disebut juga norma etik adalah peraturan kaidh atau
hidup yang bersumber dari hati nurani dan merupakan perwujudan nilai-nilai moral
yang mengikat manusia.
Selain norma moral ada pual norma hukum. Pada dasarnya, hukum merupakan
perwujudan dari nilai, termasuk nilai moral. Antara hukum dan moral berkaitan,
hukum harus merupakan perwujudan dari moralitas. Perilaku manusia, baik secara
pribadi maupun hidup bernegara terikat pada norma moral dan norma hukum. Secara
ideal seharusnya manusia taat pada norma moral dan norma hukum yang tumbuh dan
tercipta dalam hidup sebagi upaya meweujudkan hidup yang damai,tertib, aman, dan
sejahtera. Namun, dalam kenyataan terjadi pelanggaran etik, sedangkan pelanggaran
tehadap nirma hukum merupakan pelanggaran hukum.
1. Pelanggaran etik
Kebutuhan akan norma etik oleh manusia diwujudkan dengan menbuat serangkaian
norma etik untuk satu kegiatan atau profesi. Rangkaian nilai moral yang terhimpun
ini biasa disebut kode etik. Kode etik merupakan bentuk aturan (code) tertulis yang
secar sistematk sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada.
Kode etik profesi berisi ketentuan-ketentuan normative etik yang seharusnya
dialkukan oleh anggota profesi. Kode etik profesi diperlukan untk menjaga
martabat serta kehormatan profesi dan disisi lain melindungi masyarakat dari segala
bentuk penyimpangan maupun penyalahgunaan ahli.
2. Pelanggaran hukum
Pelanggaran hukum dalam arti sempit berarti pelanggaran terhadap peraturan
perundang undangan negara, karena hukum oleh negara dimuatkan dalam peraturan
perundangan. Problema hukum yang lain adalah hukum dapat digunakan sebagai
alat kekuasaan. Dalam negara, sesungguhnya hukumlah yang menjadi panglima.
Semua institusi dan lembaga negara tunduk pada hukum yang berlaku. Namun
dapat terjadi hukum dibuat justru untuk melayani kekuasaan dalam negara. Dengan
alih-alih telah berdasarkan hukum, tetapi peraturan yang dibuat justru
menyengsarakan rakyat, menciptakan ketidakadilan dan menumbuhsuburkan KKN.
D. NILAI MORAL SEBAGAI SUMBER BUDAYA DAN KEBUDAYAAN
Pembinaan nilai moral sangat penting dilakukan, karena dalam kehidupan yang
semakin kompleks ini terutama dalam perkembangan jaman yang semakin modern
ini sebagai damoak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menhasilkan
berbagai perubahan, piliahan dan kesempatan sehingga mengandung berbagai
resiko akibat yang ditimbulkan .problematika pembinaan nilai moral, dipngaruhi
oleh beberapa hal yaitu :
1. Pengaruh kehidupan keluaga dalam pembinaan nilai moral
2. Pengaruh teman sebaya terhadap pembinaan nilai moral
3. Pengaruh figure otoritas terhadap perkembangan nilai moral individu
4. Pengaruh media komunikasi terhadap perkembangan nilai moral
5. Pengaruh otak dan berpikir terhadap perkembangan nilai moral
6. Pengaruh informasi terhadap perkembangan nilai moral
BAB VII
MANUSIA SAINS TEKONOLOGI DAN SENI
A. HAKIKAT DAN MAKNA SAINS, TEKNOLOGI, DAN SENI BAGI MANUSIA
Kata sains beraal dari bahasa inggris ; science, sienzs, ciens, cince, syence,
syernce, syense, scyens, sciens, scians yang berate ilmu (Medawar, 1984; dalam
setiadi,2010:163) dalam kamus besar bahasa Indonesia sains adalah ilmu yang teratus
(sistematik) yang diartikan pula pengetahuan manusia yang etrsusun secara sistematis,
baik dalam pendekatan sosial maupun eksak, atau menggunakan metode penelitian
dimana suatu hipotesis yang dirumuskan setelah dikumpulkan data objektif secara
sistematis, kemudian dites secara impiris.
Ilmu pengetahuan (sains), peralatan hidup (teknologi), serta kesenian (seni),
atau sering kali disingkat ipteks, termasuk bagian dari unsur-unsur pokok dari
kebudayaan unviresal. Maka dapat dipastikan ipteks akan kita jumpai pada setiap
kehidupan masyarakat manusia dimanapun berada, baik yang telah maju, sedang
berkembang, sampai pada manusia yang masih rendah tingkat peradabannya.
Salah satu fungsi utama ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk sarana
bagi kehidupan manusia, yakni untuk membantu manusia agar aktifitas kehidupannya
menjadi lebih mudah, lancar, efesien, dan efektif, sehingga kehidupannya menjadi
lebih bermakna dan produktif. Selanjutnya dalam kaitannya dengan ilmu. Ilmu itu
sendiri secara garis besar dapat dikelompokan menjadi dua golongan besar yakni
golonan eksak dan non eksak, atau ilmu pengetahuan alam (IPA) serta ilmu
pengetahuan sosial (IPS)
Ilmu memiliki kandungan unsur-unsur sebgai berikut :
a. Berisi pengetahuan (knowledge)
b. Tersusun secara sistematis
c. Menggunakan penalaran
d. Dapat dikontrol secar kriis oleh orang lain
Suatu pengetahuan dapat dikatakan sebagai suatu ilmu apabila memenuhi tiga criteria
pokok sebagai berikut
a. Adanya aspek ontologis, artinya bidang studi yang bersangkutan telah memiliki
objek studi/kajian yang jelas.
b. Adanya aspek epistemologi, yang artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan
telah memiliki metode kerja yang jelas
c. Adanya aspek aksiologi, yang artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan
memiliki nilai guna dan kemanfaatannya.
Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian
bahwa penerapan itu menuju pada perbuaan atau perwujudan sesuatu. Menurut elly
[Link], dkk (2005), ada tiga macam teknologi yang sering dikemukakan para ahli,
diantaranya sebagai berikut :
a. Teknolohi modern
Jenis teknologi modern ini mempunyai ciri-ciri sebagi berikut
1) Padat modal
2) Mekanis elektris
3) Menggunajan bahan impor
4) Berdasarkan penelitian mutakhir dan lain-lain
b. Teknologi madya
Jenis teknologi ini mempunyai cirri-ciri sebgai berikut :
1) Padat karya
2) Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat
3) Menggunkan alat setempat
4) Berdasarkan alat penelitian
c. Teknologi tradisional
Teknologi tradisional memiliki cirri-ciri sebgai berikut:
1) Bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kerja)
2) Menggunakan keterampilan setempat
3) Menggunakan alat setempat
4) Menggunakan bahan setempat
5) Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan
Seni dalam bahasa latin sering dikatakan sebagai ars yang berate kemahiran.
Sedangkan dalam bahasa inggris disebut dengan art atau suatu kemahiran dalam
membuat barang atau mengerjakan sesuatu. Seni selalu berkembang seiring bergulirnya
waktu dan hanya dibatasi oleh kemampuan dan kesempatan sang seniman pada
zamannya/waktu tertentu.
Saat ini manusi sudah mengaplikasikan ipteks dengan menciptakan teknologi
canggih yang digunakan untuk mempermudah dan meringankan beban kerja manusia.
Hal ini terlihat dari banyak tumbuhnya berbagai industri yang hasilnya dapat
dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Fakta tersebut dapat menyimpulkas bahwa berkat
kemajuan ipteks, manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan canggih untuk
berbagai kegiatan sehingga dalam kehidupannya tersedia kemudahan. Hal ini
memungkinkan manusia dapat melakukan kegiatan dngan lebih efektif dan efesien.
B. MANUSIA DALAM IPTEKS DAN IPTEKS BAGI MANUSIA
Berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusa dapat menciptakan alat-alat serta
perlengkapan yang canggih untuk berbagai keiatan yang canggih sehingga dalam
kegiatan kehidupan nya tersedia berbagai kemudahan. Hal ini memungkinkan manusia
dapat melakukan kegiatan dengan lebih efektif dan efesien. Dengan ilmu dan teknologi
tumbuhlah berbagai industriyang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang
antara lain
1. Dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan.
a. Mampu menciptakan alat pertanian
b. Produksi pupuk buatan
c. Teknik-teknik pemulian dapat meningkatkan produksi pangan
d. Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buah-buahan yang besar dan tidak
berbiji
e. Teknologi pengolahan pasca panen
f. Budidaya hewam
2. Dalam bidang kedokteran dan kesehatan
Dengan berhasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir, macam-macam
obat, penggunaan benda radioaktif untuk pengobatan dan mendiagnosisberbagai
penyakit, sehingga berbagai macam penyakit dapat dideteksi dan dengan segera
disembuhkan, serta dapat meurunkan angka kematian mortalitas. Contoh obat yang
mengandung bahan radioaktif adalah isoniazid, yang mengandung c radioaktif, sangat
efektif dalam menyembuhkan penyakit TBC
3. Dalam bidan telekomunikasi
Manusia telah berhasil membuat televise radio telefon yang dapat digunakan untuk
brkomunikasi dengan cepat dalam waktu yang singkat manusa dapat memperoleh
informasi dari daerah yang sangat jauh sehingga penggunaan waktu sangat efesien.
C. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEKS PADA KEHIDUPAN
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan
ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Setiap inovasi diciptaka untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia
karena member banyak kemudahan, serta berbagai cara baru dalam melakukan aktifitas
manusia. Khususnya dalam bidang teknologi masyarakat sudah banyak menikmati
manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir
ini.
Sumbangan ipteks terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia memang tidak
bisa dipungkiri. Namun manusia tidak dapat pula menipu diri akan kenyataan bahwa
ipteks mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Walaupun ipteks
mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dn kehidupan, tidak berarti ipteks sinonim
dengan keenaran. Semua itu disebabkan, ipteks hanya mampu menampilkan kenyataan.
Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan objektif. Kebenaran
harus mencakup keadilan. Tentu saja ipteks tidak mengenal moral kemanusiaan. Oleh
karena itu ipteks tidak pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalh
kemanusiaan. Dengan kata lain, walaupun pada awalnya teknologi diciptakan untuk
menghasilkan manfaat positif, disisi lain teknologi juga memungkinkan untuk digunakan
dalam hal negative.
Berikut secara spesifik dijelaskan dampak positif dari perkembangan ipteks dalam
segala bidang, antara lain sebagi berikut :
1. Dibidang informasi, informasi terbaru di belahan bumi manapun dapat dilakukan
dengan mudah melalui internet . bahkan komunikasi jarak lain dapat dilakukan
dengan handphone
2. Dibidang industry dan ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi dan
terjadinya industrilialisasi
3. Dibidang sosial dan budaya, meningkatkan rasa percaya diri dari tekanan dan
kompetensi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi
akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras
4. Dibidang intelektual, dengan meningganlkan kebiasaan lama untuk beralih pada
kebiasaan baru
Selain dampak positif, ipteks juga mneghadirkan dampak negatif, dampak
negative dalam perkembangan ipteks dalam berbagai bidang diantaranya sbagi berikut :
1. Dibidang komunikasi pemanfaaatan jasa komuikasi oleh jaringan teroris dan
penggunaan situs yang tertentu yang dialahgunakan oleh pihak yang bertanggung
jawab. Antara lain sebagai berikut.
2. Dibidang industry, penyalahgunaan cloning atau rekayasa genetika yang melanggar
kodrat alam
3. Dibidang ekonomi, pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai
kualifikasi sesuai kebutuhan dan sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat
pada era globalisasi
4. Dibidang sosial budaya, kemerosotan moral dimasyarakat khusus nya dikalangan
remaja dan pelajar, serta pola interaksi antar manusia berubah menjadi lebih tertutup.
5. Dibidang linkungan, kerusakan lingkungan fisik (contoh: nuklir, polusi udara, air,
tanah, kebisingan, efek rumah kaca) serta merusak kesehatan yang diakibatkan
lingkungan kotor
Adanyan sisi positif dan negative dari perkembangan ipteks menyebabkan suatu
situasi yang sangat dilematis. Disatu sisi kemajuan ipteks memberikan rahmat dan berkah
dalam meningktakan taraf hidup dan kesejahteraan umat manusia. Namun disisi lain
kemajuan ipteks dapat pula memberikan bencana dengan munculnya berbagai
permasalahan dalam berbagai bidang, oleh karena itu untuk mencegah timbulnya dampak
negative dari perkembangan ipteks, manusia sebagai pencipta dan pelaksananya diminta
untuk meggunakna ipteks dengan penuh kesadaran untuk kebaikan bukan untuk
kejahatan dan kehancuran.
D. PERMASALAHAN PERKEMBANGAN IPTEKS DI INDONESIA
Pemanfaatan ipteks oleh manusia terutama dalam memudahkan kebutuhan hidup
merupakan bukti dari perkembangan ipteks. Namun demikian pemanfaatan ipteks oleh
manusia dapat pual berdampak buruk bagi kehidupan dan lingkungan hidup manusia itu
sendiri. Gejala negatif itu sebagai akibat dari penyalahgunaan ataupun tidak mampunya
manusia dalam mengendalikan kekuatan teknologi itu sendiri.
Pendayagunaan ipteks di Indonesia diperlukan nilai-nilai luhur agarpenerapan dan
pelaksanaan ipteks dapat idpertanggung jawabkan. Secara yuridis rumusan nilai luhur
pembangunan nasional ini tertera dalam rencana pembangunan jangka menengah atau
RPJM tahun 2004 -2009 dan kebijakan strategi pembangunan nasional atau
JAKSTRANAS IPTEK tahun 2005-2009, yang isinya terdapat 4 rumusan sebagai berikut
:
1. Accountable, penerapan ipteks harus dapat dipertanggung jawabkanbaik secara
moral, lingkungan, financial, bahkan dampak politis.
2. Visionary, perkembangan ipteks memberikan solusi strategis dan jangka panjang
tetapi takstis dimasa kini, tidak bersifat sektoral dan tidak hanya memberikan
implikasi terbatas.
3. Innovative, asal katanya adalah “innovere” yang artinya temuan baru yang
bermanfaat . nilai luhur pembangunan ipteks artinya adalah berorientasi pada segala
sesuatu yang baru dan memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya untuk
memproduksi inovasi baru dalam upaya inovatif untuk meningkatkan produktivitas
4. Excellence, kesuluruhan tahapan pembangunan ipteks mulai dari fase inisiasi,
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, implikasi, pada bangsa harus baik
atau berusaha meunjukan yang terbaik
Indonesia sebagai negara yang berlimpah terdapat berbagai ragam budaya yang
membentang sepanjang nusantara. Keanekaragaman budaya ini meupakan saalh satu
karakeristik unik yang mampu memberukan nilai tambah tinggi abgi produk yang akan
menjadi impelementasi budaya ini.
Ipteks dapat pula menentukan tingkat evektifitas dan efensiasi proses
transfosrmasi sumber daya yang ada menjadi sumber daya yang baru yang lebih berniali
untuk meningkatkan standar kehidupan bangsa dan negara.
BAB VIII
MANUSIA DAN LINGKUNGAN
A. HAKIKAT DAN MAKNA LINGKUNGAN BAGI MANUSIA
Manusia hidup pasti mempunyai hubungan dengan lingkungan hidupnya.
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki
karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan
makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memliki peranan yang lebih
kompleks dan riil (Elly M. Setiadi, 2006). Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia
dan perilakunya.
Menurut pasal 1 Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup, dinyatakan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan
semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya,
yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lain. Lingkungan hidup tidak bisa dipisahkan dari ekosistem atau sistem
ekologi.
Ekosistem adalah satuan kehidupan yang terdiri atas suatu komunitas makhluk
hidup (dari berbagai jenis) dengan berbagai benda mati yang membentuk suatu sistem.
Komponen lingkungan terdiri dari faktor abiotik (tanah, air, udara, cuaca, suhu) dan
faktor biotik (tumbuhan, hewan, dan manusia). Lingkungan amat penting bagi kehidupan
manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk
mencukupi kebutuhan hidup manusia. Arti penting lingkungan bagi manusia adalah
sebagai berkut:
1. Lingkungan meupakan tempat hidup manusia. Manusia hidup, berada, tumbuh, dan
berkembang di atas bumi sebagai lingkungan.
2. Lingkungan member sumber-sumber penghidupan manusia.
3. Lingkungan memengaruhi sifat, karakter, dan perilaku manusia yang mendiaminya.
4. Lingkungan member tantangan bagi kemajuan peradaban manusia.
5. Manusia memperbaiki, mengubah, bahkan menciptakan lingkungan untuk kebutuhan
dan kebahagiaan hidup.
Lingkungan hidup perlu dikelola secara baik dan benar demi kemajuan dan
kesejahteraan rakyat Indonesia. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu
untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan,
pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian
lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup Indonesia telah dimuat dalam peraturan
perundang-undangan, yaitu, Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
Warga atau masyarakat dapat berperan serta dalam pengelolaan lingkungan
hidup. Kesempatan berperan serta itu dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut:
1. Meningkatkan kemandirian, kbudayaan masyarakat, dan kemitraan.
2. Menumbuhkembangkan kemampuan dan kepeloporan masyarakat.
3. Menumbuhkan ketanggansegeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial.
4. Memberikan saran dan pendapat.
5. Menyampaikan informasi atau menyampaikan laporan.
Lingkungan sosial budaya adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pola-
pola hubungan sosial, yang ruang lingkupnya ditentukan oleh berlakunya pola-pola
hubungan sosial dan tingkat rasa inegrasi manusia yang berada di dalamnya. Lingkungan
sosial budaya terdiri atas pola interaksi antara budaya, teknologi dan organisasi sosial
termasuk didalamnya sejumlah penduduk dan perilakunya yang terdapat dalam
lingkungan tertentu.
B. KUALITAS LINGKUNGAN DAN PENDUDUK TERHADAP KESEJAHTERAAN
1. Hubungan Lingkungan dengan Kesejahteraan
Keberadaan lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia
sejahtera. Lingkungan hidup menjadi sumber dan penunjang hidup. Sudah sejak
dahulu manusia mencari lingkungan yang memiliki daya dukung yang baik bagi
kehidupannya. Contohnya manusia menempati daerah yang memiliki sumber air,
misalnya menempati daerah sekitar sungai, tepi rawa, lereng gunung dll.
Pada masa sekarang manusia tetap menginginkan lingkungan sebagai
tempat maupun sumber kehidupannya yang dapat mendukung kesejahteraan hidup.
Melalui ilmu pengetahuan dan teknologi , manusia mengusahakan lingkungan yang
sebelumnya tidak memiliki daya dukung serta lingkungan yang tidak dapat untuk
hidup (unhabitable) menjadi lingkungan yang memiliki daya dukung yang baik dan
bersifat habitable.
Contohnya manusia membangun bendungan, dam, atau waduk guna
menampung air. Air tersebut digunakan untuk cadangan jika terjadi kemarau
panjang, air bendungan digunakan untuk mengairi sawah-sawah warga dan untuk
pembangkit listrik. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah meningkatkan kualitas
hidup manusia melalui penciptaan lingkungan hidup yang mendukungnya.
Hakikat pengelolaan lingkungan hidup oleh manusia adalah bagaimana
manusia melakukan berbagai upaya agar kualitas manusia meningkat sementara
kualitas lingkungan juga semakin baik. Lingkungan yang berkualitas akhirnya akan
memberikan manfaat bagi manusia, yaitu meningkatnya kesejahteraan.
2. Hubungan Penduduk dengan Lingkungan dan Kesejahteraan
Penduduk pada dasarnya adalah orang-orang yang tinggal disuatu tempat
secara yang secara bersama-sama menyelenggarakan kehidupannya. Penduduk
negara adalah orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah negara, tunduk
pada kekuasaan politik negara dan menjalani kehidupannya dibawah tata aturan
negara yang bersangkutan.
Di negara, penduduk merupakan salah satu modal pembangunan. Sebagai
modal dasar atau aset pembangunan, penduduk tidak hanya sebagai sasaran
pembangunan, tetapi juga merupakan pelaku pembangunan. Mereka adalah subjek
dan objek dari pembangunan negara. Pembangunan pada dasarnya dilakukan oleh
penduduk negara dan ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan
penduduk yang bersangkutan.
Hal yang berkaitan dengan penduduk negara meliputi:
a. Aspek kualitas penduduk, mencakup tingkat pendidikan, keterampilan, etos kerja,
dan kepribadian.
b. Aspek kualitas penduduk yang mencakup jumlah penduduk, pertumbuhan,
persebaran, perataan, dan perimbangan penduduk di tiap wilayah negara
(Winarno, 2007)
Pertumbuhan penduduk akan selalu berkaitan dengan masalah lingkungan
hidup. Penduduk dengan segala aktivitasnya akan memberikan dampak terhadap
lingkungan. Demikian pula makin meningkatnya upaya pembangunan menyebabkan
makin meningkat dampak terhadap lingkungan. Dampak lingkungan hidup adalah
pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/
atau kegiatan.
Beberapa problema lingkungan hidup dewasa ini antara lain:
1. Pencemaran (polusi) lingkungan, yang mencakup pencemaran udara, ar, tanah,
dan suara.
2. Masalah kehutanan, seperti penggundulan hutan, pembalakan hutan, dan
kebakaran hutan.
3. Erosi dan banjir.
4. Tanah longsor, kekeringan dan abrasi pantai.
5. Menipisnya lapisan ozon dan efek rumah kaca.
6. Penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang buruk, seperti gatal-gatal, batuk,
infeksi saluran pernapasan, diare, dan tipes.
Di Indonesia, berhasil diidentifikasi berbagai kerusakan sumber daya alam
dan lingkungan (RPJMN-2004-2009). Kerusakan sumber daya alam dan lingkungan
hidup tersebut dikhawatirkan akan berdamppak besar bagi kehidupan makhluk di
bumi, terutama manusia yang populasinya semakin besar. Bebeapa masalah tersebut
antara lain sebagai berikut.
a. Terus menurunnya kondisi hutan Indonesia
b. Kerusakan DAS (Daerah Aliran Sungai).
c. Habitat ekosistem pesisir dan laut semakin rusak.
d. Citra pertambangan yang merusak lingkungan.
e. Tingginya ancaman terhadap keanekaregaman hayati (biodiversity).
f. Pencemaran air semakin meningkat.
g. Kualitas udara semakin menurun,
Untuk mencapai kesejahteraan, penduduk tidak boleh hanya bergantung pada
kondisi lingkungan. Penduduk juga harus mampu mengelola dan mengolah
lingkungan yang ada untuk kesejahteraan. Hal ini perlu dilakukan untuk
menunjukkan hubungan antara penduduk dengan lingkungan demi kecapaian
kesejahteraan.
C. PROBLEMATIKA LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA YANG DIHADAPI
MASYARAKAT
1. Interaksi dalam Lingkungan Sosial
Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut
hubungan timbale balik antara perorangan, antara kelompok manusia dalam bentuk
akomodasi kerja sama, persaingan, dan pertikaian. Interaksi sosial berbentuk
hubungan pengaruh yang tampak dalam kehidupan bersama. Tanpa interaksi sosial
tidak mungkin ada kehidupan masyarakat.
Interaksi sosial bisa dalam situasi persahabatan ataupun permusuhan (kerja
atau konflik), bisa dengan tutur kata, jabat tangan, bahasa isyarat, atau bahkan tanpa
kontak fisik. Interaksi sosial dapat terjadu apabila ada kontak sosial dan komunikasi.
Kontak sosial merupakan usaha pendekatan pertemuan fisik da mental. Komunikasi
merupakan usaha penyampaian informasi kepada manusia lain. .
2. Pranata dalam Lingkungan Sosial
Pranata sosial (dalam bahasa inggris istilahnya institution) menunjuk pada
sistem pola-pola resmi yang dianut suatu warga masyarakat dalam berinteraksi
(Koentjaraningrat, 1996). Dalam kehidupan sehari-hari, istilah pranata (institution)
sering tumpah tindih atau dikacaukan penggunaannnya dengan istilah lembaga
(institute). Istilah social-institution, ada yang diterjemahkan sebagai pranata sosial atau
lembaga sosial.
Pranata sosial adalah sistem norma atau aturan yang menyangkut suatu
aktivitas masyarakat yang bersifat khusus. Lembaga sosial adalah badan atau
organisasi yang melaksanakannya. Lembaga sosial bertujuan memenuhi kebutuhan
pokok manusia.
Kehidupan masyarakat memiliki beragam pranata. Penggolongan pranata berdasarkan
fungsinya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Beberapa ragam pranata tsb
yaitu (Koentjaraningrat, 1996)
a. Pranata-pranata untuk memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan. Misalnya
perkawinan, pengasuhan anak, pergaulan antarkerabat, dan system istilah
kekerabatan.
b. Pranata-pranata ekonomi, antara lain pertanian, peternakan, barter, industry, dan
perbankan.
c. Pranata-pranata pendidikan, misalnya model pendidikan, jenjang pendidikan, pers,
pemberantasan buta aksara, dan perpustakaan.
d. Pranata-pranata ilmiah, antara lain metodologi ilmiah, penelitian, dan pengukuran.
e. Pranata-pranata untuk memenuhi kebutuhan akan keindahan dan seni, seperti
olahraga, kesenian, dan kesusastraan.
f. Pranata-pranata keagamaan sebagai kebutuhan manusia untuk berhubungan
dengan Tuhan atau alam gaib. Misalnya upacara, semedi, bertapa, penyiaran
agama dan ilmu gaib.
g. Pranata-pranata untuk menjaga dan mengatur kekuasaan di masyarakat seperti
kepolisian, kehakiman, pemerintahan, demokrasi, tentara dll.
h. Pranata-pranata untuk memenuhi kebutuhan akan kenyamanan hidup, seperti
pemeliharaa kecantikan, kebugaran, kesehatan, dan kedokteran.
Lembaga sosial memiliki beberapa fungsi.
a. Memberi pedoman pada anggota masyarakat bagaimana mereka harus bertingkah
laku dalam menghadapi masalah.
b. Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan.
c. Member pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian
sosial. ( Syahrial Syarbaini, dkk 2002).
3. Problem dalam Kehidupan Sosial
Problema sosial merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang
abnormal, amoral, betlawanan dengan hukum, dan bersifat merusak yang
menyangkut nilai-nilai sosial dan moral yang menyimpang sehingga perlu diteliti,
ditelaah, diperbaiki bahkan mungkin untuk dihilangkan.
Problema sosial yang terjadi dan dihadapi masyarakat banyak ragamnya.
Sesuai dengan faktor-faktor penyebabnya, maka problema sosial dapat
diklasifikasikan sebagai berikut (Soerjono Soekanto, 1982).
a. Problema sosial karena faktor ekonomi, seperti kemiskinan, kelaparan, dan
pengangguran
b. Problema sosial karena faktor biologis, seperti wabah penyakit.
c. Problema sosial karena faktor psikologis, seperti bunuh diri, sakit jiwa dan
disorganisasi.
d. Problema sosial karena faktor kebudayaan, seperti perceraian, kejahatan,
kenakalan anak, konflik ras, dan konflik keagamaan.
Berikut kriteria yang ditetapkan untuk menetukan suatu permasalahan
dikategorikan permasalahan sosial (Soerjono Soekanto, 1982).
a. Tidak adanya penyesuaian antara ukuran atau nilai sosial dengan kenyataan, serta
tindakan sosial yang terjadi. Hal ini dalam artian bahwa terdapatnya perbedaan
yang mencolok antara nilai atau ukuran dengan kondisi nyata dari kehidupan.
b. Sumber-sumber sosial dari permasalahan sosial. Perbuatan yang bukan perbuatan
manusia bukan permasalahan sosial (contoh: angin topan, gempa bumi, dll)
c. Manifest social problems dan latent social problems, yang sama-sama merupakan
tindakan yang tidak sesuai dengan norma dalam masyarakat. Manifest social
problems dapat dibatasi, diperbaiki, bahkan dihilangkan. Sementara latens social
problems yang sulit diatasi.
D. ISU-ISU PENTING PERSOALAN LINTAS BUDAYA DAN BANGSA
Isu-isu penting yang menjadi persoalan lintas budaya dan bangsa pada umumnya
merupakan isu global yang menjadi keprihatinan umat manusia sedunia. Merupakan isu
global karena persoalan ini tidak hanya dihadapi umat manusia dalam suatu negara atau
wilayah tertentu, tetapi melanda ke berbagai belahan dunia.
1. Isu tentang lingkungan hidup
Kepedulian terhadap lingkungan hidup menjadi isu global karena beberapa hal ini
a. Permasalahan lingkungan hidup ini selalu mempunyai efek global. Misalnya
permasalahan yang menyangkut CFCs (chlorofluorocarbons) berefek
padapermasalahan global (global warming), serta meningkatkan jenis dan kualitas
penyakit yang berakibat pada berlubangnya lapisan ozon yang dirasakan
penduduk seluruh dunia
b. Isu lingkumgan hidup juga menyangkut eksploitasi terhadap sumber daya global
seperti lautan dan atmosfer
c. Permasalahan lingkungan hidup selalu bersifat tradisional sehingga kerusakan
lingkungan suatu negara akan berdampak pula bagi wilayah disekitarnya
(misalnya kebakaran hutan)
d. Banyak kegiatan eksploitasi atau degradasi lingkungan memiliki skala lokal atau
nasional, dan dilakukan dibanyak tempat diseluruh dunia sehingga dapat dianggap
sebagai masalah global, misalnya erosi dan degradasi tanah, penebangan hutan,
polusi air, dan sebagainya.
e. Proses yang menyebabkan terjadinya eksploitasi yang berlebihan dan degredasi
lingkungan berhubungan dengan proses-proses politik dan sosial-ekonomi yang
lebih luas, dan proses tersebut merupakan bagian dari ekonomi yang lebih luas,
dan proses tersebut merupakan bagian dari ekonomi-politik global (john baylis
1999)
Beberapa contoh permasalahan lingkungan yang sering terjadi adalah sebagai berikut.
a. Kekurangan pangan, pangan merupakan komoditi penting dan strategis mengingat
pangan adalah kebutuhan pokok mnausia yang hakiki. Kekurangan panga
menciptakan kekhawatiran berbaga pihak, kekurangan pangan menciptkan gejala
serius berupa kelaparan
b. Kekurangan sumber air bersih
Sejak dulu air diakui sebagai sumber kehidupan, air khususnya air bersih banyak
dimanfaatkan manusia untuk berbagai keperluan terutama sekali unuk minum.
Dengan demikian, ketersedian air besih merupakan keharusan bagi penduduk
disuatu wilayah. Dengan bertambahnya jumlah penduduk di dunia, kebutuhan air
bersih juga meningkat ajam. Seiring dengan itu sumber air bersih menjadi
berkurang atau justru semakin [Link] masalah kekurangan air berdampak
langsung terhadap kesehatan dan kelangsungan hidup manusia.
c. Polusi atau pencemaran
Salah satu penyebab polusi udara di Indonesia saat ini adalah seringnya terjadi
kebakaran hutan. Dampak buruk kebakaran hutan amat terasa, polusi udara
melanda di kota-kota sekitar hutan. Kebakaran hutan diriau menyebabkan
penduduknya mulai merasakan mata perih dan berkurangnya jarak pandang
karena kabut asap. Disamping itu ancaman ISPA mulai beredar.
d. Perubahan iklim
Pemanasan global telah memicu terjaidnya perubahan iklim (climate change).
Perubahan iklim mengakibatkan adanya perubahan-perubahan yang tidak
terkirakan sebelumnya. Seperti peningkatan manusia, melelehnya gunung es,
permukaan air laut naik, banyaknya banjir dan badai, serta musim panas yang
semakin panjang.
2. Isu tentang kemanusiaan
a. Kemiskinan, merupakan masalah global yangs erring dihubungkan dengan
kebutuhan, kesulitan, dan kekurangan di berbagai keadaan hidup.
b. Konflik atau perang, konflik dalam pengertian luas mencakup lonflik secara fisik
dan non fisik (lisan, pendapat, ide, kepentingan).
c. Wabah penyakit, adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit mneular pada
masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata, melebihi dari
keadaan lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat mneimbulkan
malapetaka.
3. Isu tentang persoalan lintas budaya
a. Terorisme internasional, setiap kegiatan terorisme memiliki motivasi yang
berbeda-beda tergantung pada kondisinya masing-masing.
b. Globalisasi, globalisasi adalah system atau tatanan yang menyebabkan suatu
negara tidak mungkin mengisolasi diri akibat kemajuan teknologi dan komunikasi
4. Isu faktor demografi dan migrasi internasional
5. Isu hak asasi manusia
Secara harafiah Hak asasi manusia dapat dimaknai sebagai hak-hak yang dimiliki
seseorang karena keberadaanya sebagai manusia. Hak asasi manusia adalh bersifat
universal, saling tergantung dan saling terkait.
BAB IX
MANUSIA DAN KESADARAN BERTANGGUNG JAWAB
A. HAKIKAT KESADARAN DAN TANGGUNG JAWAB
Pada dasarnya, manusia dan tanggung jawab itu berada dalam satu naungan.
Tangung jawab adalah suatu kesadaran manusia akan tingkah laku dan perbuatannya,
baik yang disengaja, setiap manusia memiliki tanggung jawabnya masing-masing yang
berbeda satu dengan yang lainnya. Diantaranya tanggung jawab seorang pelajar akan
belajar, tanggung jawab seorang kepala keluarga pada keluarganya untuk mencari
nafkah bagi keluarganya, tanggung jawab seorang ketua RT kepada warganya,
tanggung jawab seorang dosen kepada mahasiswanya.
Secara umum tanggung jawab merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan
manusia demi suatu kebaikan, baik itu tanggung jawab antara manusia dengan
manusia, manusia dengan alma lingkungan, ataupun manusia dengan tuhan.
1. Hakiakat tanggung jawab
Tanggung jawab sangat penting sekali didalam kehidupan bermasyarakat, inilah
yang menyebabkan frekuensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat denga perasaan. Tanggung
jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban
a. Perjanjian sumber kewajiban dan hak
Hubungan yang menimbulka hubungan kewajiban dan hak dapat terjadi karena
perjanjian antara manusia dengan manusia dalam hal memenuhi kebuuhan
hidup. Apabila kedua belah pihak telah memenuhi kewajiban sesuai dengan
kesepakatan dalam perjanjian, kedua pihak disebut dapat dikatakan betanggung
jawab sesuai dengan norma kehidupan.
Norma kehidupan yang dimaksud adalah perjanjian yang mengikat kedua belah
pihak dan system nilai budaya yang hidup dalam masyarakat. Sebaliknya
apabila salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya, pihak yang ingkar
disebut tidak bertanggung jawab.
b. Mortalitas sumber kewajiban dan hak
Hubungan yang menimbulkan kewajiban dan ahk dapat terjadi karena moralitas
manusia (human morality) kepada alam lingkungan. Moralitas manusia
bersumber dari unsure rasa dlam diri manusia yang dibenarkan atau diterima
oleh akal sehat. Manusia mengandung makna kebaikan timbale balik, yaitu
disatu sisi manusia merasa saying, merasa senang ataupun meras abelas kasihn
kepada alam lingkungan sehingga ditata dan dipelihara dengan rapid an
menyenangkan. Sedangkan disisi lain manusia memperoleh manfaat atau
kenikmatan dari alam lingkungan. Apabila manusia telah memenuhi
kewajibannya kepada lingkungan sesuai dengan moralitasnya, manusia disebut
bertanggung jawab sesuai dengan norma kehidupan manusia .
c. Tanggung jawab manusia sebagai makhluk Tuhan
Tanggung jawab manusia terhadap Tuhan adalah sbagi berikut
1) Mengabdikan diri kepada Tuhan dengan beriman dan melakukan amal
soleh mengikut syariat yang ditetapkan oleh agama
2) Mensyukuru nikmat yang telah dikaruniakan-NYA kepada kita semua
3) Beribadah kepada Tuhan YME sesuai dengan keyakinan dan
kepercayaan yang dianut masing-masing.
4) Melaksanakan segala perintah-Nya dan berusaha menjauhkan segala
larangannya
5) Menjalin tali silaturahmi atau persaudaraan guna mewujudkan
kehidupan masyarakat yang aman, tentram, damai, dan sejahtera
2. Kesadaran bertanggung jawab
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau pengertian
atas segala perbuatan dan akibatnya bagi itu buat diri sendiri, kepentingan pihak
lain, bagi alam lingkungan atau bagi Tuhan. Tanggung jawab adalah ciir manusia
beradab. Manusia meras adirinya bertanggung jawab karena dia mneyadari akibat
perbuatannya itu benar atau salah, baik atau buruk, patut atau tidak patut, dan
bermanfaat atau merugikan bagi diri sendiri atau bagi orang lain . manusia
menyadari pula bahwa pengabdian dan pengorbanan kepada pihak lain juga
diperlukan agar tercipta rasa kebersamaan, kesetiakawanan dan kesimpatian. Agar
kesadaran bertanggung jawab dapat tumbuh dan ditingktkan, perlu di tempuh upaya
pendidikan, penyuluhan, keteladan dan ketakwaan kepada Tuhan.
B. KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB
Manusia dalam hidupnya baik posisinya sebagai makhluk individu maupun sosial
tidaklah bisa dipisahkan dari keajiban dan tanggung jawab. Baik itu kewajiban pada
diri sendiri maupun pada orang lain. Realitas itu terjadi karena pada dasarnya manusia
memiliki kebutuhan yang dirasa ingin dipenuhi. Melalui proses usaha dalam
memenuhi kebutuhannya itulah manusia mau tidak mau harus memenuhi kewajiban
dan tanggung jawab.
1. Kebutuhan dan Kewajiban
Setiap manusia mempunyai berbagai ragam kebutuhan, yaitu kebutuhan
ekonomi untuk bertahan hidup, kebutuhan biologis untuk kelangsungan generasi,
kebutuhan pendidikan untuk pengembangan jiwa, kebutuhan hiburan/rekreasi
untuk kesenangan dan kesegaran, dan kebutuhan pekerjaan untuk biaya hidup.
Mengingat manusia memilik keterbatasan maka tidak mungking usaha manusia
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya akan berhasil tanpa bantuan dari pihak lain.
Dalam hal ini manusia dihadapkan pada kewajiban dan tanggung jawab.
Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang secara sadar untuk
memenuhi kewajibannya. Demikian pula jika tidak ada sama sekali pemenuhan
kewajiban, tidak ada kerelaan mengabdi dan tidak ada kerelaan berkorban maka
disana juga tidak terdapat tanggung jawab. Seseorang yang tidak bertanggung
jawab dapat menghasilkan suatu sikap penyelewengan. Terjadinya
penyelewengan bisa jadi didasari oleh kesadaran atau ketidaksadaran. Kesadaran
artinya sengaja karena dikehendaki. Sedangkan ketidaksadaran artinya tidak
sengaja karena tidak dikehendaki.
2. Macam – macam Tanggung Jawab
a. Tanggung Jawab Terhdap Dii Sendiri
Terdapat pepatah yang mengtakan “If it is to be, it is up to me”, maksudnya
adalah hanya diri kita yang sepenuhnya bertanggung jawab terhadap kehidupan
atau nasib diri kita sendiri. Ada beberapa ketentuan untuk dapat melaksanakan
tanggung jawab kehidupan ini dengan baik. Ketentuan pertama adalah
mengenali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri. Selain itu.
Memahami tujuan hidup supaya langkah untuk dikerjakan lebih terfokus.
b. Tanggung Jawab terhadap keluarga
Dilihat dari segi tanggung jawab, orang tua adalah orang yang paling
bertanggung jawab terhadap pendidikan anak. Anak dilahirkan dan dibesarkan
oleh orang tua, orang yang pertama kali dijumpai anak adalah orang tua. Jadi
secra tidak langsung ayah dan ibu adalah guru pertama bagi anak.
Kewajiban terhadap keluarga dibedakan menjadi kewajiban pokok dan
pelengkap. Kewajiban pokok menentukan keberhasilan dan kelangsungan
hidup keluarga, yang umunya terdiri sebagai berikut ini :
1) Menyediakan tempat tinggal keluarga
2) Member nafkah lahir dan batin
3) Member pendidikan dan perawatan
4) Member perlindungan kepada keluarga
Disamping kewajiban pokok, terdapat kewajiban pelengkap yang sifatnya
menunjang keberhasilan dan kelangsungan hidup keluarga, antara lain sebagai
berikut:
1) Menjunjung nama baik keluarga
2) Menjaga kesehatan lingkungan hidup
3) Membina hubungan baik dengan tetangga
4) Mempererat silaturahmi keluarga
c. Tanggung Jawab terhadap sesama Manusia
Tanggung jawab kepada sesame manusia dalam hubungan antara sesame
manusia dalam masyarakat. Selain itu, dalam hubungan tersebut setiap pihak
dibebani kewajiban yang diimbangi dengan hal. Kehidupan bersama
antarmanusia membentuk norma yang kemudian berkembang menjadi aturan-
aturan, hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat tertentu.
d. Tanggung Jawab terhadap Alam Lingkungan
Tanggung jawab kepada alam lingkungan menuntut kesadaran manusia untuk
memenuhi kewajibannya dalam menata, memelihara, dan melestarikan alam
lingkungan dengan baik, teratur, dan sehat. Misalnya kesadaran mengatasi
masalah sampah, saluran pembuangan air, pemeliharaan tanaman, dll. Oleh
karena itu, manusia harus secara sadar bertanggung jawab menghentikan
perusakan, memulihkan kembali segala kerusakan.
e. Tanggug Jawab terhadap Tuhan
Tanggung jawab terhadap Tuhan menuntut kesadaran manusia untuk
memenuhi kewajiban dan pengabdiannya kepada Tuhan. Sebagai umat
manusia mempunyai tanggung jawab kepada Tuhan kita, terhadap ajaran-Nya,
dan terhadap segala perintah-Nya. Salah satunya adalah beribadah. Selain itu,
tanggung jawab kita sebagai umat-Nya adalah kita menjalani perintah-Nya dan
menjauhi larangan-Nya.
C. PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran dan pendapat sebagai
perwujudan kesetiaan, atau suatu kesetiaan yang dilakukan dengan ikhlas. Pengabidan
itu hakikatnya yaitu rasa tanggung jawab. Pengorbanan berasal dari kata korbanyang
berarti persembahan sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan
kebaktian. Pengorbanan bersifat kebaktian itu mengandung unsure keikhlasan yang
tidak mengharapkan imbalan maupun pamrih dari orang lain.
BAB X
MANUSIA DAN REVOLUSI MENTAL
A. HAKIKAT REVOLUSI MENTAL
Revolusi mental terdiri dari dua kata yakni revolusi dan mental. Revolusi dari
bahasa latin revolution yang berarti berputar arah adalah perubahan fundamental
(mendasar) dalam strukur kekuatan atau organisasi yang terjadi dalam periode waktu
yang relative singkat. Kata kuncinya adalah perubahan dalam waktu singkat.
Aristoteles menggambarkan pada dasar-dasarnya ada dua jenis revolusi yaitu sebagai
berikut
1. Perubahan sepenuhnya dari satu arah kea rah yang lainnya
2. Modifikasi terhadap aturan yang ada
Revolusi telah banyak terjadi dalam sejarah umat manusia dalam bervariasi
dalam berbagai metode, durasi dan ideology motivasi. Hasilnya telah terjadi perubahan
besar dalam budaya, ekonomi, dan institusi sosial politik. Sedangkan mental atau
tepatnya mentalitas adalah cara berpikir atau kemampua untuk berpikir, belajar dan
merspons terhadap suatu kondisi. Jelas bahwa kata asal mentalitas adalah mental yang
berarti pikiran. Bagaimana pikiran seseoang bekerja itulah mentalitasnya, yaitu cara
seseorang berfikir tentang sesuatu. Cara berfikir (mentalitas) dibentuk dari pengalaman
hasil belajar atau pengaruh lingkungan
Revolusi mental dapat diartikan dengan perubahan yang relative cepat dalam
cara berfikir kita dalam merespon, bertindak, dan bekerja. Revolusi mental bisa juga
diartikan sebagi transformasi etos yaitu perubahan mendasar dalam mentalitas, cara
berfikir, cara merasa, dan cara mempercayai, yang semua menjelma pada perilaku dan
tindakan sehari-hari. Etos ini menyangkut semua bidang kehidupan mulai dari
ekonomi, politik, sains-teknologi, seni, agama, dan lain-laim. Dengan demikian konsep
revolusi mental merupakan gerakan moral untuk memperbaiki kehidupan berbangsa
berdasarkan nilai-nilai kemanusian universal.
B. FENOMENA KRISIS MANUSIA MODERN
Peter L. Berger (1982) melukiskan manusia modern mengalami anomi, yaitu
suatu keadaan ketika setiap individu kehilangan ikatan yang memberikan perasaan
nyaman dan kemantapan dengan seksama manusia lainnya sehingga menyebabkan
kehilangan pengertian, yang memberikan petunjuk tentang tujuan dari arti kehidupan di
dunia ini. Daniel Bell telah lama menyuarakan kegelisahan dan penyesalan atas
modernisasi yang telah mencerabut dan melenyapkan nilai-nilai luhur kehidupan
tradisional, yang digantikan oleh nilai-nilai kemodernan masyarakat berjuis-perkotaan
yang penuh keserakahan untuk menguasai sebagaimana watak masyarakat modern-
kapitalis.
Para sosiologi melihat gejala krisi mansia modern itu dalam skala kehidupan
masyarakat, yang mneggambarkan kemunduran (regress) sebagai lawan dari kemajuan
(progress). Hal ini merupakan kenyataan sosial yang tidak terbantah. Terdapat
kerusakan dalam jalinan struktur prilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
Pertama, berlangsung pada kehidupan pribadi (individu) yang berkaitan dengan motif,
persepsi dan respons (tanggapan), termasuk didalamnya konflk status dan peran.
Kedua, berkenen dengan norma yang berkaitan dengan rusaknya kaidah-kaidah yang
harus menjadi patokan kehidupan prilaku yang oleh Durkheim disebut dengan
kehidupan tanpa acuan norma.
Pada level krisis kebudayaan ituberkenan dengan pergeseran niali dan
pengetahuan masyarakat yang oleh obgurn disebut gejala kesenjangan kebudayaan atau
“culture lag” bahwa nilai-nilai dan penegtahuam yang bersifat material tumbuh pesat
jauh melampaui hal-hal yang bersifat spiritual sehingga masyarakat kehilangan
keseimbangan. Tidak berlebihan jiak Ali syari’ati (1992) secara tegas melukiskan
fenomena penyakit manusia modern sebagai malapetaka modern, yang menyebabkan
kemerosotan dan kehancuran manusia yang menghadirkan segala penyakit kehidupan
modern dengan kecenderungan yang makin rumit dan bervariasi. Hak itu aka
sebaliknya jika agama dan nilai-nilai luhur pancasila mampu menjadi penangkal
sklaigus pedoman bagi kehidupan masyarakat secaa nyata dan fungsional.
1. Fenomena Indonesia
Masyarakat Indonesia oleh jadi belum mengalami malapetaka kehidupan modern
sepertiyang dialami masyarakat dinegara negara maju, yang oleh Toffler
dikategorisasikan sebagai berada dalam era superindustrial. Ha itu karena
modernitas atau kemodernan dalam kehidupan masyarakat kita masih berada dalam
pertumbuhan awal. Tetatapi mungkin pula mengalami keparaha serupa, karena
situasu transisi dari tradisional ke modern seringkali memunculkan masalah.
2. Ironi manusia modern
Manusia modern, menurut Peter. L Berger (1969) tidak begitu hirau mnejawab
persoalan-persoalan metafisik tentang eksistensi diri manusia. Asal mula
kehidupan, maupun makna dan tujuan hidup dijagat raya ini. Kecenderungan ini
terjadi karena proses rasionalisasi kesadaran yang menyertai modernisasi telah
menciptakan sekularisasi kesadaran yang memperlemah fungsi kanopi suci agama
dari domain kehidupan para pemeluknya dan menciptakan suasana chaos, atau
ketidak berartian hidup pada diri manusia.
3. Sirkulasi dan nestapa kemanusian
Kemodernan memang banyak mulai diusik dan dikritik secara tajam karena banyak
nestapa yang ditularkannya kedalam perkembangan umat manusia sejagat. Bileh
jadi anak-anak dinegara maju yang sudah mulai bosan dengan kemodernan da
mereka ingin “back to nature” dalam pangkuan kebudayaan yang lebih bersahabat.
Juga mulai mengajukan pertanyaan penuh keheranan bagi kawan-kawannya
didunia ketiga, kenapa kita justru saat ini malah mulai saling membunuh ketika
kehidupan dinegri-negri mulai beranjak makmur, terdidik dan tampak modern?
Kenyataan didunia ketiga, seperti haknya di negri Indonesia pembunuhan dan
ekerasan mulai tumbuh subur sebagai kenyataan sosial yang tidak terbantah. Dunia
seakan berputar sebagi pedat nestapa kemodernan yang selama ini diderita bangsa-
bangsa maju, saat ini menjadi hal lazim dinegara-negara sedang berkembang.
4. Sekularisasi kebudayaan
Sekularisasi kebudayaan merupakan transformasi yang saling menyambung antaara
proses desakralisasi dan rasionalisasi dalam alam piker manusia. Yang esensnya
memandang dan memperlakukan dunia agama sebagai tidak lagi merupakan
kerangka acuan dasar pemikiran (o’deea,1992). Proses desakralisasi menyangkut
sikap terhadap orang dan benda, yakni menfikan keterlibaan emosional dalam
menanggapi hal-hal yang religious dan suci. Sedankan rasionalisasi adalah
mengeluarkan peran serta emosi dalam memahami dunia yang semata-mata
didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan pikiran atau rasio . dengan alam
pikiran secular itu, agama ditarik kewilayah pribadi semata sedangkan dunia public
menjadi wilayah jelajah akal piker.
C. PERMASALAHAN MODERNITAS BAGI MANUSIA
Moernisasi merupkan gerakan yang yang telah dan sedang dilakukan oleh
negara-negara barat sekuler untuk secara sadar atau tidak akan menggiring jita pada
kehancuran peradaban. Sebagaimana telah kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari,
baik secara langusng maupun media cetak dan elektronik, mulai dari perilaku, gaya
hidup, norma, pergaulan dan tata kehidupan yang dipraktikan, dipertontonkan, dan
dicontohkan oleh orang-orang barat akhir-akhir ini semakin menjurus pada
kemaksiatan.
Moralitas, etika, nilai-nilai terdefinisi ulang menuju keseimbangan baru searah
dengan laju modernisasi. Pergerakan ini tentu saja mneguncang perspektif individu dan
kolektif dalam tatanan kemasyarakatan yang telah ada selama ini. Hasrta bukanlah sifat
baru kemanusiaan. Namusn hadir dalam zaman yang penuh tawaran dan godaan
dengan bebagai kesempatan dan kemampuan untuk meraihnya dengna berbagai cara,
telah menjadikan hasrat manuisa sebgai dalang utama berbagai krusakan moral, etika,
dan nilai-nilai.
1. Manusia dan kehilangan makna
Dunia moden yang mengukir kisah sukses secara materi dan karya ilmu
pengetahuan serta teknologi, agaknya tidak cukup memberikan bekal hidup yang
kokoh bagi mansia sehingga banyak orang modern tersesat dalam kemajuan dan
kemodernannya. Benar jika john naisbott dan patricia aburdene menyatakan bahwa
ilmu pengetahuan tidak mengatakan kepada kita tentang arti hidup . ungkapan
penuh makna itu dikemukakan ketiak mengulas soal kebangkitan agama di
millennium ketiga. Kedua futuris kenaman itu tentu tidak sedang menafikan peran
ipteks bagi kehidupan. Bahkan disadari betapa spektakulernya kemajuan peradaban
umta manusia modern saat ini karena peran ipteks.
Sedangkan dalam kehidupan modern menurut sosiolog peter. L berger (1991),
agama berfungsi sebagai kanopi suci (the sacred canopy) dari chaos. Agama ibarat
langit suci yang teduh dan melindungi kehidupan. Agama sebagai penyiram
panasnya kehidupan, yang dapat menumbuhsuburkan tanaman. Dengan agama
manusia menjadi memiliki rasa damai, tempat bergantung, bahagia, dan memiliki
ketentraman hidup. Agama dapat melindungi manusia dari chaos, dari ketidak
berartian hidup, dari situasi hidup tanpa arti. Sedangkan chaos tumbuh subu rkarena
kehidupan modern yang terlampau rasional dan sekuler.
2. Kekerasan dan disorientasi kemanusian
Sebagai manusia Indonesia di era modern saat ini berkecenderungn terjadi penyakit
mental dalam struktur kepribadian. Salah satu penyakit psikologis yang oleh Alvin
Toffler disebut sebagai disorientasi mental (future shock 1970). Penyakit jenis ini
muncul dalam bentuk ketegangan psikologis yang dahsyat dalam kepribadian
manusia akibat berbagai kejutan kejiwaan dalam menghadapi permasalahan
kehidupan. Terutama karena datangnya sejumlah besar perubahan yang terlampau
cepat.
Akibatnya orang mudah sekali kehilangan keseimbangan menghadapi persoalan.
Stress dan depresi termasuk dalam gejala psikologi ini. Penyakit ini merupakan
penyakit kronis dan makin mewabah dalam kehidupan masyarakat modern, serta
diapcu oleh beberapa perubahan dalam mobilitas individual yang tinggi. Oleh
karena itu lahirlah tindakan-tindakan diluar batas kewajaran dalam bentuk sikap
agresif dan sadism.
Penyakit disorientasi mental biasanya mudah dianggap menjadi kekuatan destruktif
yang besar dan membahayakan dalam pribadi-pribadi yang mempunyai tingka
keseimbanagn kejiwaan rendah, termasuk daya tahan mrak dan spiritualnya. Tidak
ada katup penyalur dan sekaligus mengontrol yang memadai dalm pribadi tersebut.
Dari hal tersebut lahirlah ledakan-ledakan emosi dan tindakan yang eksplosif yang
membuat seseorang kehilangan kemampuan rasionalnya dalam membedakan
pantas dan tidaknya sesuatu dilakukan.
3. Kompleksitas masalah kekeerasan
Kekerasan (violence) adalah suatu sifat atau keadaan yang mengandung kekuatan,
tekanan dan paksaan. Kekerasaan terkait dengan paksaan yang berarti tekanan
keras, kekerasan juga sering dikaitkan dengan tindakan perkosaan, yakni suatu
tindakan menundukan dengan paksa dan kekerasan (windhu,1992). Sigmund freud
memandang kekerasan sebagai wujud frustasi dari suatu dorongan libidinal
manusia. Erich from melihat kekerasan sebagai hasil watak sosial dari penguasaan
dan penindasan sewenang-wenang. Reiner maria rilke menunjukan kekerasan
sebagai produk frustasi, kemarahan, rasa malu, dan iri hati yang sumbernya adalah
kehidupan yang tidak dihayati oleh manusia. Sedangkan kaum marxis mengaitkan
dengan eksploitasi dalam hubunga denga penguasaan faktor produksi (friedman,
dalam lubis,1998).
D. REVOLUSI MENTAL MENUJU PERADABAN BARU
Revolusi mental belakangna ini menjadi topic yang hangat dan menarik dalam
diskursus public. Bahwasanya, revolusi mental menjaid sebuah keharusan supaya dapat
terbangun bangsa Indonesia yang terhormat, disegani, dan beradab, serta memiliki
harga diri, sebagaiman telah digelorakan bung karno dengan trisaktinya, Indonesia
berdaulat secara politik, Indonesia berdikari secara ekonomi, dan Indonesia
berkepribadian secara sosial-budaya. Revolui mental saat ini banyak digemakan tidak
lain disebabkan suatu kondisi factual yang menunjukan reformais telah kehilangan
makna.
1. Revolusi kehilangan makna
Reformasi yang diharapkan sebagai instrument dasar untuk terciptanya perubahan
diberbagai kehidupan yang mati pada masa orde baru ternyata jauh dari harapan.
Visi NKRI sebagaiman ditegaskan UUD 1945 untuk mnejaga kesatuan wilayah
tumpah darah, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memajukan kesejahteraan
sosial terus tergerus. Secara kasat mata, kekuatan reformasi dalam perjalanannya
semakin terpecahpecah dalam egoisme kekuasaan. Kehidupan politik
pascareformasi yang diharapkan memberikan pendidikan yang mencerahkan
kehidupan bangsa ternyata terus menjauh dari rel politi yang beretika. Pembunuhan
politik santun terjadi disetiap pegelaran demokrasi sepeti halnya pemilu. Politik
menghalalkan cara khas Machiavelli yang dipertontonkan secara keseluruhan.
Suap, korupsi, dan politik uang sudah dianggap begitu lumrah dimana-mana.
Setelah itu yang terlihat adalah pembusukan sistematis yang terpusat pada birokrasi
kekuasan dari pusat hingga daerah. Akibatnya siapapun yang terpilih menjadi
presiden pada pemilu harus langsung menghadapi “pembusukan sistematis” yang
membuat mereka tidak berdaya bahkan ikut menjadi “busuk”. Niat dan keinginan
baik para pemimpin dikalahkan lingkungan dan cara kerja yang buruk dalam
birokrasi. Bahkan siapapun yang masuk birokras yang busuk ikut menjadi busuk
Karena dihauskan ikut mempraktikannya.
Bangsa ini menjadi sulit keluar dari perangkap keboborokan. Hal itu diperparah
dengan pemimpin yang lahir pasca reformasi yang tidak emiliki program kerja
berjangka yang terencana edngan baik untuk diimplementasikan. Pemimpin hanya
sibuk mengumbar janji, tetapi rakyat tidak tahu bangsa ini keluar dari jeratan
pembusukan dan kearah mana hendak dituju, perjalanan Indonesia menjadi
kehilangan arah, kehilanagn wawasan kebangsaan, dan pudarnya nasionalisme.
Hilangnya wawasan dan semangat kebangsaan itulah kemudian menggiring
kepribadian bangsa indonseia jauh dari cita-cita trisakti yang digelorakan bung
karno. Hal yang kita lihat kini, Indonesia tidak lagi berdikari secara ekonomi. Kita
hanya bangga menjadi negara kaya akan sumber daya alamnya, tetapi semua itu
umumnya dikuasai pihak-pihak asing.
2. Melalui pendidikan
Keboborokan yang dipaparkan tersebut adalah cermin dari buruknya mental bangsa
ini. Bangs ini bisa maju diberbagai bidang kehidupan seperti ekonomi, sosial,
politik, budaya jiak dahulu membenahi mental atua kehidupan moralnya, karena
semua kebusukan berasal dari hal tersebut. Akan tetapi yang menjadi permasalahan
adalah bagaimana mental tersebut dapat dirubah atau direstorasi?
Sulit dibayangkan jiak perubahan mendasar dilakukan dengan jalan revolusi, dalam
hal ini revolusi mental. Namun menjadi ejlas jia revolusi mental yang dimaksudkan
disini sebagai sebuah terobosan budaya politik baru yang akurat, untuk
menciptakan perubahan-perubahan mendasar terhadap bangsa Indonesia yang
dilakukan secara radikal.
Perubahan mental dan perilaku hidup manusia itu, selain tumbuh dari dalam tubuh
manusia sendiri juga haus didukung faktor dari luar lingkungam sekitar, keluarga,
masyarakat, sekolah dan eterusnya. Oleh karena itu faktor pendidikan menjadi hal
yangs angat penting untuk menciptakan pembaruan pembatuan ental masyarakat,
erutama generasi muda demi lenyapnya generasi koruptor dan suap.
Pendidikan budi pekerti, karakter spiritualitas, dan estetika perlu dikembangkan
secara serius. Dengan pendidikan tresebut, diharapkan manusia Indonesia dapat
mentransformasi diri dan masa depan bangsa. Transformasi diri dan bangsa dapat
diawalai dengan pendidikan yang menggali kearifan-kearifan tradisional bangsa
yang bersumber dari nila-nilai spiritualitas dan moraliats. Dalam hal ini pendidikan
estetika menanmkan karakter dan moralitas untuk menanggapi mentalitas yang
bersahaja. Pendidikan estetika dapat menolak kejahatan dan melahirkan klembutan
hati dan ketenangan jiwa melalui apresiasi terhadap keindahan. Jiak sudah
demikian, besar harapan bersama dengan revolusi mental, kedepannya bangsa ini
dapat melahirkan suatu keadaban baru yang dapat menjadikan Indonesia lebih baik.
BAB XI
MANUSIA, KETAHANAN DAN PENYEMAIAN JATI DIRI
A. HAKIKAT KETAHANAN DAN PENYEMAIAN JATI DIRI
Ketahanan dan penyemaian jati diri merupakan suatu upaya dalam menghadapi situasi
dan kondisi, yang dirasa membutuhkan suatu sikap kesadaran untuk berubah lebih
baik.
1. Makna dan Upaya
Kesadaran dan penyemaian jati diri sebagai espons dan sikap proaktif
dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini, penyemain jati diri merupakan
suatu upaya strategi dan konseptual yang paling meyakinkan. Berbagai unsur
berikut ini kiranya dapat dipertimbangkan sebagai landasan jati diri, yang dicoba
digali dari kehidupan nyata dalam upaya memelihara nilai-nilai intrinsic
kehidupan berbangsa dan bernegara.
a. Refleksi hati nurani
b. Keramahan yang tulus dan santun
c. Kebersamaan
d. Keuletan dan ketangguhan
e. Ketakwaan kepada Tuhan
f. Kecerdasan yang arif
g. Harga diri
Refleksi hati nurani merupakan cerminan sikap seseorang yang tak henti
mencoba dan mencari tumpuan hati. Kecerdasan emosi (EQ) merupakan elemen
yang sangat penting di samping kecerdasan otak (IQ). Seseorang dengan IQ tinggi
jika tanpa didukung kecerdasan emosi yang memadai, cenderung akan menemui
kegagalan dalam hidupnya.
Ketakwaan kepada Tuhan sesungguhnya telah mengakar kuat, meski
sering kali dikaburkan dan kurang dihayati seperti seharusnya. Kecerdasan yang
arif merupakan suatu pendapat objektif tentang bangsa Indonesia. Kita bukan
bangsa yang bodoh, bahkan sebaliknya dapat dikategorikan potensial. Di
pedesaan, meski sebagian penduduknya tidak memiliki pendidikan formal
memadai, kecerdasan dan kearifan tetap tersirat dalam perilaku sehari-hari.
Harga diri merupakan budaya tua dan luhur, yang diwariskan secara turun-
temurun dan dimiliki bangsa Indonesia. Kenyataan ini selayaknya dipertahankan
dan menjadi tumpuan jati diri bangsa. Sebagai visualisasi dasar dapat kita
gambarkan sebagai berikut:
Sistem Nilai Refleksi hati nurani
( Value System) Harga diri
Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa
Sikap Pandang Kebrsamaan
(Attitude) Kecerdasan yang arif
Perilaku Keramahan yang tulus dan santun
(Behafior) Ulet dan tangguh
Rumusan diatas tentu saja masih memerlukan pengkajian lebih mendalam.
Dalam rangka mewujudkan jati diri bangsa, faktor-faktor berikut ini kiranya dapat
dipertimbangkan sebagai landasan yang kokoh.
a. Kebudayaan yang tercipta sebagai cirri usaha budi daya masyarakat
b. Kebudayaan Indonesia adalah sumber identitas dan ketahanan bangsa
c. Kehidupan perlu senantiasa dipelihara dan dikembangkan dengan serasi, demi
terwujudnya kehidupan kodrati dan berkesinambungan.
Merujuk dari ketiga landasan perwujudan jati diri bangsa tersebut,
seyogianya upaya penyemaian jati diri bangsa mulai dipupuk sejak usia dini, agar
kesadaran akan nilai-nilai budaya dapat ditumbuh kembangkan. Untuk
mendapatkannya, seseorang terlebih dulu harus mencoba melandasi diri dengan
kualitas pribadi yang merupakan dasar ketahanan pribadi. Yang bersangkutan
diharapkan memiliki lima kualitas pribadi berikut ini, yang benar-benar
merupakan esensi dari ketahanan pribadi
a. Iman dan ketakwaan kepada Tuhan
b. Rasa percaya diri dalam memegang prinip hidup
c. Kemandirian yang kuat, tetapi tetap mendambakan kebersamaan
d. Kreativitas, kelincahan dalam bertindak, serta jiwa pantang menyerah
e. Visi untuk lebih mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan
pribad
Hal-hal diatas menjadi penting adanya karena bagaimana harus diakui
bahwa pembangunanselama ini lebuh banhyak menciptakan manusia yang
berorientasi matrealistis, yang mengakibatkan ketidakseimbangan kehidupan
berbangsa dan bernegara kita.
Krisis identitas ini memerlukan penaganan segera, memerlukan sikap da
perilaku kteladanan yang dapat memupuk, menumbuhkan dan membangun
ketahanan diri mulai pribadi, keluarga, lingkungan, daerah dan selanjutnya
nasional.
Penyemaian jati diri yang berdasarkan nilai kebajikan sejak dini diharapkan dapat
memperbaiki beberapa hal berikut ini.
a. Minat baca anak khususnya, dan masyarakat pada umumnya yang akan
memberikan pengaruh besar terhadap upaya peningkatan kecerdasan bangsa.
b. Penyemaian jati diri demi terbentuknya kepribadian dan itegritas yang
diinginkan
c. Ketahanan pribadi yang secara bertahap akan mempengaruhi ketahanan
keluarga, lingkungan daerah dan sekitar
2. Membangun karakter pribadi
Ketika kita memerhatikan berbagai fenomena kehidupan yang terjadi dalam diri
dan kehidupan manusia disekitar kita sebenarnya ada suatu kekuatan utama yang
menggerakan hidup manusia. Oleh karena itu kita mendapatkan jawaban bahwa
cinta merupakan inti dari kekuatan dan perkembangan hidup manusia. Cinta telah
menjadi keterikatan yang melandasi perkembangan hidup manusia.
Demikian cinta memiliki peran dalam memengaruhi perilaku kehidupan manusia.
Ketika seseorang memiliki cinta maka hdup menjadi lebih bersemangat,
melakukan ssuatu dengan sungguh-sungguh, dan memberikan yang terbaik dari
kita untuk sesuatu yang kita cintai. Ketika kita mencintai Tuhan sebagai sang
pencipta kehidupan maka kita akan berusaha mengenal Tuhan lebih dalam lagi.
Kita akan berusaha melakukan yang terbaik memenuhi perntah-perintah Tuhan dan
memiliki kesedian hati unuk meninggalkan larangan-Nya, serta mendorong diri
kita untuk mengabdikan hidup untuk mengabdi kepada Tuhan.
Ketika kita mnecintai negara maka kita tidak akan pernah berfikir untuk
mengkhianati negara kita dengan melakuan tindakan-tindakan yang merugikan,
seperti melakukan korupsi yang merugikan rakyat dan negara.
3. Kehendak untuk berubah
Setiap kehidupan menuntut adanya perubahan dan manusia sendiri juga memiliki
kehendak unuk berubah. Satu hal yang tidak kalah penting bahwa dalam
kehidupan hendaknya orang selalu bertindak dengan penuh pertimbangan, dan
sekali-kali tidak takabur untuk menyombongkan diri.
B. DINAMIKA KETAHANAN PRIBADI
Krisis global telah mendegradasi tata nilai yang berlaku dimasyarakat, dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Tak dapat disangkal gncangan tersbut terjadi
karena kurang tangguhnya ketahanan nasional kita. Sedangkan dalam mewujudkan
ketahanan nasional dibutuhkan adanya kualitas SDM yang mampu menjaga
ketahanan dirinya adri berbagai aspek negative dari kemajuan zaman.
Adapun tantangan lain pada era daya saing dewasa ini yang jauh lebih menantang
merupakan tantangan yang berasal dari dalam diri sendiri, yang bahkan akan
menentukan sejauh mana seseorang akan mampu menangani tantangan eksternal
yang dihadapi. Daya saing kecerdasan pada manusia adalah daya saing yang
menggunakan semua kecerdasan yang ada pada otak manusia, yaitu menggabungkan
EQ dan SQ. oleh karena itu keriteria pemimpin pada zaman sekarang adalah harus
memiliki EQ dan SQ yamg tinggi. Generasi yng cerdas adalah pemimpin yang
mampu mengunakan semua kecerdasan otakya yaitu IQ, EQ dan SQ,. semua itu
setidaknya sebagai modal ketahanan kita sebgai pribadi, dalam menghadapi berbagai
kemungkinan perubahan era global atau era krisis makna baik sekarang maupun
nantinya.
1. Pemahaman pribadi
Manusia sebagai pribadi memiliki kemandirian, akal buid, tahu apa yang ia
lakukan dan mengapa ia melakukannya. Sebagai pribadi ia mandiri dalam
menegakkan kehendaknya dan menentukan sendiri setiap perbuatannya. Apa
yang kita alami dengan berbagai krisi yang menerpa banyak sekali kaitannya
dengan faktor manusia sebagai pelakunya. Dengan demikian manusia sebagai
individu sangat penting untuk dicermati, disiapkan dan dibian untuk dapat lebih
mampu melaksanakan amanah hidupnya. Pancasila mengenalkna manusia
sebagai makhluk individu, makhluk sosial dan makhluk tuhan.
Kepribadian yang utuh dan kuat dapat dimiliki seseorang bila ia menganut nilai
yang diambil dari keyakinan dan pandangan hidup bangsa, untuk dapat
menyesuaikan diri dengan tuntutan kepribadian bangsa, manusia Indonesia harus
bersikap tulus dan ikhlas selain mendahulukan yang nyata dari pada yang semu.
Hanya dengan cara-cara tersebut seara bertahap pembentukan karakter dan
integritas bangsa dapat terwujud.
2. Kepribadian dan ketahanan pribadi
Setiap kali bicara tentang manusia Indonesia yang menjadi subyek maupun objek
seharusnya adalah manusia yang berpandangan hidup, beridiologi, bercita-cita
dan berprilaku pancasila. Manusia Indonesia telah menerima pancasila sebagai
ideology yang bersumber pada pandangan hidup dan kristalisasi dari berbagai
nilai yang diterima dan menjadi pedoman bangsa dan masyarakat. Cita-cita niali
dan keyakinan maupun pandangan hidup bangsa harus dapat diterapkan dalam
kehidupan masyarakat. Dengan demikian sebagai pribadi manusia Indonesia
perlu meyakini dengan sungguh-sungguh dan menjadikan pancasila sebagai dasar
kehidupan.
Situasi memprihatinkan yang terjadi di Indonesia bebrapa waktu terakhir ini
mengisyaratkan betapa perlunya upaya pemantapan atau penegasan kembali apa
yang disebut dengan pembangunan karakter dan pembangunan berbangsa. Cirri-
ciri utama berikutlah yang seharusnya dimiliki seorang manusia berkepribadian
pancasila.
a. Memiliki imam dan ketkwaan kepada Tuhan YME
b. Memiliki rasa cinta tanah air
c. Memiliki rasa persatuan dan kesatuan
d. Mendambakan kerukunan dan kebersamaan
e. Meyakini adanya kesamaanhak (tidak dominan antara yang satu terhadap
yang lain)
Ciri-ciri seperti itulah yang seharusnya tampil dalam kepribadian manusia
Indonesia seperti ramah, santun, suka menolong, dan bergotong royong.
Berkat ketahan pribadi mnausia indonsia akan mampu menampilkan kepribadian
pancasila. Berbekal kepribadian tersebut, manusia Indonesia akan dapat
meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, sikap menghargai kebersamaan
dan kehidupan bermasyarakat, keteguhan dalam memegang prinsip sekaligus
kemampuan untuk membebaskan diri dari kecenderungan menggantungkan diri
pada pihak lain.
Secara esensial seorang manusia dapat memiliki ketahanan pribadi jika memiliki
karakter dibawah ini.
a. Memiliki rasa percaya diri dan berpegang teguh pada prinsip
b. Mampu membebaskan diri dari keinginan menggantungkan diri pada pihak
lain namun tetap mendambakan kebersamaan
c. Memiliki jiwa dinamis, kreatif dan pantang menyerah
Ketiga cara ini secara mutlak harus dilandasi iman dan ketakwaan Kepada Tuhan
Yang Maha Esa serta bertujuan untuk mengembangkan dan mengedepankan
kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.
C. KETAHANAN KELUARGA DAN PERAN PENDIDIKAN
Tak seorangpun menyangkal bahwa manusia adalah makhluk sosial yang hidup
dalam masyarakat manusia. Sejak kecil hingga akhir hayatnya, ia tidak pernah hidup
sendiri. Dengan kata alin kita selalu berada dalam suatu lingkungan sosial.
Lingkungan ini pula yang akan membentuk orientasi sikap serta tindakannya, dan
selanjutnya membentuk pola sosialisasinay.
1. Keluarga sebagai satuan sosial
Lingkungan sosial terdekat manusia adalh keluarga. Menurut ahli, keluarga
adalah satuan sisoal terkecil, instansi pertama yang memberikan pengaruh
terhadap sosialisasi setiap anggotanya yang kemudian akan membentuk
kepibadiannya. Bila keluarga bukan instasni pertama maka lingkunga luar
penggantinyalan yang berperan terhadap pembentukan kepribadian individu yang
bersangkutan. Oleh karena itu, apabila ada masa kecil seseorang
memperbolehkan pendidikan diluar keluarga, pembentukan pribadi akan dibentuk
oleh lingkungan tempat dia hidup, tumbuh dan berkembang.
2. Kehidupan beragama
Kehidupan beragama yang baik harus diawali dari rumah, bukan ditumpukan
seluruhnya ditempat ibadah. Dari agam yang kita anut maka akan dapat kita
temukan system niali yang nantinya dapat diterapkan bagi diri sendiri dan
keluarga. Hal ini hanya munkin dilakukan bila kehidupan beragama memberikan
iklim dan udara yang segar.
3. Kesadaran melaksanakan nilai-niali tradisi
Tradisi adalh kebiasaan yang telah melembaga. Melekat, dan menjadi cirri
sekelompok orang. Sebagai bagian dari budaya bangsa, berbagai niali yang digali
dari daerah atau masyarakat tertentu perlu dipelihara dn dibina dengan sebaik-
baiknya. Pancasila mngajarkan berbagai tradisi yang baik, diantaranya
musyawarah untuk mufakat dan gotong royong. Tradisi ini tentunya perlu dibina
dan dipertahankan, demi terciptanya kekuatan untuk memantapkan jati diri selain
memberikan niali kebanggan. Peran tradisi yang tercermin dalam kehidupan
keluarga sangat penting. Karena berkaitan dengan system nilai yang dianut
keluarga pendahulu. Disisi lain, tradisi atau kebiasaan yang baik dalam keluarga
sangat membantu terbentuknya pribadi anggota keluarga dalam menjalani
kehidupannya.
4. Peran pendidikan dalam keluarga
Dalam rangka pengembangan kemampuan disetiap anggota keluarga. Pendidikan
merupakan fakto utama. Pendidikan yang diamksud disini dapat bersifat formal
maupun informal. Bila pendidilan formal lebih difokuskan pada peningkatan
kemampuan manusia dalam bidang keterampilan dan ilmu pengteahuan, maka
pendidikan informal lebih berorientasi pada pendidikan mental dan spriritual.
Kemandirian adalah suatu hal yang sangat penting meski kurang tepat
dianggap sebagai sasaran terakhir. Kemandirian yang kuat perlu
ditumbuhkembangkan demi terbentuknya rasa percaya diri yang kokoh. Tanpa hal
ini seseorang tidak akan bersifat akomodatif, mudah tersinggung, cepat merasa
tersaingi, dan kurang pandai dalam menerima pendapat orang lain. Berkaitan
denga hali ini dalam bukunya the seven habits of highly effective people, Stephan
R. Covery mengatakan bahwa untuk meraih kesuksesan yang erat berkaitan
dengan watak dan prilaku pribadi seseorang harus memiliki tujuh kebiasaan
berikut ini :
a. Bertindak proaktif
b. Bertindak berdasarkan visi atauwujud akhir dari suatu pemikiran
c. Menyusun prioritas
d. Berfikir saling mengunungkan pihak lain
e. Memahami terlebih adhulu pendapat orang lain bila ingin memahami
f. Mewujudkan sinergi
g. Berusah mengembangkan diri secar terus menerus
Merujuk adri tujuh kebiasaan merai kesuksesan tersebut, jika terus dijadikan
proes pendewasaan dan pemantapan maka globalisasi akan dapat dihadapi dengan
wajar. Kita tinggal mempersiapkan diri untuk brperan secara professional agar
dapat menentukan sasaran yang ingin dicapai. Dengan adanya ketahanan keluarga
yang kuat, ketahana lingkungan pun akan mudah terwujud. Selanjutnya ktahanan
daerah pun akan dapat diwujudkan, dan pada akhirnya akan menghasilkan
ketangguhan kondisi ketahanan nasional yang kita cita-citakan bersama.
Melalui kajian ISBD, perspektif baru dalam mebangu kesadaran global melalui
revolusi mental dengan mengaplikasi penyemaian jati diri ini semoga bisa kita
gunakan sebagai salah satu strategi membentuk pribadi, keluarga, dan lingkungan
menjadi bangsa yang professional, bermoral dan berkarakter.