0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan14 halaman

LKPD Arus dan Tegangan Bolak-Balik XII

Dokumen tersebut merupakan lembar kerja peserta didik (LKPD) tentang arus dan tegangan bolak-balik untuk siswa kelas XII IPA 1. LKPD ini berisi penjelasan tentang pengertian arus dan tegangan bolak-balik, sifat-sifatnya, contoh benda yang menggunakan arus bolak-balik, serta prosedur praktikum yang meliputi pengukuran rangkaian resistor, kapasitor dan induktor.

Diunggah oleh

Ella Lady
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan14 halaman

LKPD Arus dan Tegangan Bolak-Balik XII

Dokumen tersebut merupakan lembar kerja peserta didik (LKPD) tentang arus dan tegangan bolak-balik untuk siswa kelas XII IPA 1. LKPD ini berisi penjelasan tentang pengertian arus dan tegangan bolak-balik, sifat-sifatnya, contoh benda yang menggunakan arus bolak-balik, serta prosedur praktikum yang meliputi pengukuran rangkaian resistor, kapasitor dan induktor.

Diunggah oleh

Ella Lady
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK

LEMBAE KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)


KELAS XII IPA 1

ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK

19 NOVEMBER 2019
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

Kelas/Semester : XII/ Semester 1


Tanggal : 21 November 2019
Alokasi Waktu : 30 Menit
Metode : Diskusi kelompok
Nama Anggota Kelompok : 1. Mhd Dimas Priyastomo
2. Darwin Simanjuntak
3. Hanna Somaiyah Tambak
[Link] Patmasuri
5. Sri Sarmia Ningsih

A. Petunjuk
Belajar

1. Baca buku-buku Fisika kelas XII SMA semester 1 dan buku lain yang relevan
berkaitan dengan materi Arus dan Tegangan Bolak-Balik untuk memperkuat konsep
dan pemahaman Anda.
2. Diskusikan dengan teman sekelompok tentang soal-soal yang ada pada LKPD.
3. Jawab pertanyaan-pertanyaan dalam LKPD dengan benar.
4. Tanyakan pada guru pembimbing jika ada hal-hal yang kurang jelas

B. Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu


pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia

C. Kompetensi Dasar

3.2 Menetukan besaran besaran fisis pada rangkaian arus bolak balik
yang mengandung resistor, induktor dan kapasitor.

D. Materi Pembelajaran

1. Pengertian Arus dan Tengangan Bolak-Balik


2. Besaran Arus dan Tegangan Bolak-Balik
3. Contoh benda yang termasuk dalam Arus Bolak-Balik
4. Konsep Rangkaian Arus Bolak-Balik E. Informasi
Formulation of the
Pendukung
problems
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

1) Menjelaskan pengertian arus dan tegangan


bolak-balik.
2) Menentukan Besaran arus dan tegangan bolak-
balik.
a. Tujuan Kegiatan
Setelah 3) Menentukan
melakukanhubungan arus dan tegangan
kegiatan efektif.
ini siswa
4) Menentukan
diharapkan mampu: harga rata-rata arus bolak-balik.
5) Menjelaskan konsep Rangkaian Arus Bolak-
Balik.
6) Menyelesaikan persoalan yang terkait dengan
Arus dan Tegangan Bolak-Balik.

Tools and discuss

1) Osiloskop
2) Sinyal Generator
3) Papan Rangkaian
4) Kabel Penghubung
b. Alat dan Bahan 5) Kabel Jumper
6) Multimeter
Alat dan bahan yang
digunakan dalam kegiatan
7) Resistor
8) Kapasitor
ini, yaitu :
9) Induktor
10) Lembar Kerja Siswa
11) Alat dan Bahan Tulis Siswa

F. Paparan Isi
Materi

1. Pengertian Arus dan Tegangan Bolak-Balik


Arus dan Tegangan Bolak-Balik atau alternating current (AC) yaitu arus dengan
tegangan listrik yang arahnya selalu berubah-ubah secara kontinu/periodik terhadap waktu
dan dapat mengalir dalam dua arah. Arus Bola-Balik (AC) di gunakan secara luas untuk
penerangan maupun peralatan elektronik. Keuntungan dari penggunaan arus AC ini adalah
tegangannya dapat dinaikkan dan diturunkan dengan transformator.
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

Arus bolak-balik dapat dihasilkan dengan induksi magnetik dalam sebuah


generator [Link] listrik yang dihasilkan dari generator pada pusat
pembangkit listrik kurang tinggi untuk transmisi jarak jauh yang efisien. Tegangan
tersebut di naikkan dengan transformator step-up agar transmisi jarak jauh menjadi
efisien. Sebelum didistribuskian kekonsumen, tegangan di turunkan kembali dengan
transformator step-down agar lebih aman. Seperti yang telah dijelaskan dalam
hukum Faraday bahwa adanya perubahan fluks magnetik yang di lingkupi oleh
kumparan akan menyebabkan timbulnya ggl induksi pada ujung-ujung kumparan
dan jika antara ujung-ujung kumparan tersebut dihubungkan dengan sebuah kawat
penghantar akan mengalir arus listrik melalui penghantar tersebut. Berdasarkan
prinsip hukum Faraday inilah di buat sebuah generator atau dinamo, yaitu suatu alat
yang digunakan untuk mengubah energi mekanik (energi gerak) menjadi energi
listrik. Tegangan listris dan arus listrik yang di hasilkan generator berbentuk
tegangan dan arus listrik sinus soidal, yang berarti besarnya nilai tegangan dan kuat
arus listriknya sebagai
fungsi sinus yang sering dinyatakan dalam diagram fasor (fase vektor).
2. Sifat-Sifat Arus dan Tegangan Bolak-Balik
a. Pengertian arus dan tegangan bolak balik
b. Pengertian sudut fase dan beda fase dalam arus bolak balik
c. Nilai efektif arus dan tegangan bolak balik
d. Nilai rata rata arus bolak balik
e. Alat ukur arus dantegangan bolak balik

3. Contoh benda Arus dan Tegangan Bolak-Balik


a. Dinamo
b. Generator
c. Vacum Cleaner
d. Projector
e. Multimeter Digital dan Multimeter Analog
f. Solder Listrik
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

G. Prosedur Kerja dan


Tugas

3. Kegiatan 1 Menentukan Benda


 Tanggapan dari rangkaian Integrator terhadap isyarat persegi
1. Menyiapkan alat dan bahan praktikum.
2. Mengaktifkan dan Mengkalibrasi osiloskop.
3. Merangkai rangkaian integrator dengan resistor dan kapasitor pada papan rangkaian.
4. Menghubungkan kabel penghubung chanel 1 pada kutub positif dan negatif rangkaian.
5. Menghubungkan kabel penghubung sinyal
Generator pada letak yang sama
Dengan kabel penghubung chanel 1.
6. Menghubungkan kabel penghubung chanel 2
Pada kutub postif dan negatif pada rangkaian (tidak sama dengan chanael 1)
7. Menghubungkan kabel kabel penghubung tersebut.
8. Memperhatikan pembentukan gelombang pada chanel 1 dan chanel 2.

 Tegangan dari rangkaian Differensiator terhadap isyarat persegi.


9. Memasang rangkaian untuk rangkaian differensiator dengan menggunakan kapasitor
dan resistor, dang menghubungkan kabel-kabel penghubung chanel 1, chanel 2 dan
kabel penghubung sinyal generator.
10. Memperhatikan pembentukan gelombang pada chanel 1 dan chanel 2.

 Rangkaian tapis lolos tinggi.


11. Merangkaikan rangkaian tapis lolos tinggi seperti rangkaian differensiator.
12. Mengatur frekuensi 100 Hz pada sinyal generator.
13. Menghitung tegangan masukan pada chanel 1.
14. Menghitung tegangan keluaran pada chanel 2.
15. Mengulang langkah percobaan 3 dan 4 untuk frekuensi 200 Hz, 500 Hz, dan 1 KHz.

 Rangkaian tapis lolos tinggi.


16. Merangkaikan rangkaian tapis lolos rendah seperti rangkaian integrator.
17. Melakukan hal yang sama pada langkah percobaan 12-15 rangkaian tapis lolos tinggi.

 Rangkaian RLC paralel.


18. Merangkaikan resistor, induktor, dan kapasitor pada papan rangkaian secara pararel dan
gunakan kabel jumper untuk mempermudah rangkaian dan menghubung kabel-kabel
penghubung chanel 1,sinyal generator chanel 2.
19. Memperhatikan bentuk gelombang pada chanel 1 dan chanel 2, dan menghitung
tegangan keluaran pada chanel 1 dan chanel 2.
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

Sumber arus searah adalah generator arus bolak balik yang pinsip kerjanya pada
perputaran kumparan dengan kecepatan sudut yang berada dalam medan maghnetik.
Sumber tegangan GGL tersebut akan menghasilkan tegangan sinusoida berfrekuensi f.
Dalam suatu rangkaian listrik, simbol untuk sebuah sumber tegangan gerak elektrik
bolak balik adalah
            Tegangan sinusoida dapat dituliskan dalam persamaan :
V=Vm sin 2π ft ………………………………………………………………(II.1)
            Tegangan yang dihasilkan oleh suatu generator listrik berbentuk sinusoida.
Dengan dengan demikian arus yang dihasilkan juga sinusoida.
                                        
            Frekuensi dalam listrik AC merupakan banyaknya gelombang yang terjadi dalam
satu detik. Jika waktu yang diperlukan oleh suatu gelombang disebut periode (T), maka :
            f =    ………………………………………………………(II.2)
atau
T =   ……………………………………………………….(II.3)
Dimana : T = periode
                  f = Frekuensi
            Dalam rangkaian listrik arus bolak balik sudut fase dan beda fase akan
memberikan informasi tentang tegangan dan arus. Sedangkan beda fase antara tegangan
dan arus pada arus listrik bolak balik memberikan sifat beban dan penyerapan daya atau
energi listrik. Dengan mengetahui beda fase antara tegangan dan arus dapat diketahui
sifat beban apakah resesif, induktif atau kapasitif.
            Tegangan listrik arus bolak balik yang diukur dengan multimeter menunjukkan
tegangan efektif.
Resistor merupakan komponen elektronika yang bersifat menahan arus listrik.
Resistor dibagi menjadi dua kategori, yaitu: fixed resistor (tetap) dan variable resistor
(berubah-ubah
            Rangkaian yang terdiri dari sebuah arus bolak balik dan sebuah kapasitor,
kapasitor tidak menyerap daya listrik.
            Karakteristik tegangan dan arus dari ketiga elemen pasif tersebut yaitu kapasitor
(C) , induktor (L)  dan resistor (R) dimana menunjukkan sudut fasa, diagram dan
impedansi.
            Getaran listrik adalah arus bolak-balik dengan frekuensi tinggi. Getaran listrik
dapat dibangkitkan dalam rangkaian LC. Kapasitor C dimuati sampai tegangan
maksimum. Bila saklar ditutup mengalir arus sesuai arah jarum jam, tegangan C turun
sampai nol.
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

Kelebihan Kekurangan

            Tahun 1885, George Westinghouse, membuat paten untuk listrik arus bolak-
balik (AC= Alternating Current). Listrik AC dibuat dari generator AC, dan dapat di
“salurkan” ke tempat yang jauh dengan lebih murah dan mudah untuk di “sesuaikan”.
Karena kemudahan ini lah selanjutnya orang lebih suka menggunakan listrik AC.
Adapun kelemahan dari arus bolak balik yaitu beresiko dapat menyebabkan
kebakaran.

            Resistor pada rangkaian arus bolak-balik (AC) sederhana secara langsung


menahan aliran elektron pada setiap periode waktu, sehingga bentuk gelombang
tegangan yang melewati resistor akan se-phasa dengan bentuk gelombang arus-nya.
Lebih sederhana-nya, tegangan dan arus yang melewati pada rangkaian AC memiliki
phasa yang sama. Jika digambarkan dalam diagram phasor, maka arus (I) ke arah
sumbu 'X' positif (kanan) dan tegangan juga ke arah sumbu 'X' positif (kanan). Kedua
gelombang tegangan dan arus se-phasa. Pada saat tegangan pada posisi positif, posisi
titik “0” (Nol), maupun posisi negatif, arus juga berada pada posisi yang sama.

Berbeda dengan rangkaian AC resitif dimana arus dan tegangan se-phasa, pada
rangkaian AC induktif phasa tegangan mendahului 90° terhadap arus. Jika
digambarkan diagram phasor-nya maka arus mengarah ke sumbu ‘X’ positif (kanan)
dan tegangan mengarah ke sumbu ‘Y’ positif (atas).

Hambatan aliran elektron ketika melewati induktor pada rangkaian AC disebut


sebagai ‘Reaktansi Induktif’, reaktansi dihitung dalam satuan Ohm (Ω) sama hal-nya
seperti resistansi. Simbol reaktansi induktif adalah 'XL', pada rangkaian AC sederhana,
reaktansi induktif dapat dihitung menggunakan persamaan berikut.
XL = 2 ∙ π ∙ f ∙ L ……………………………………………………………..(II..6)
Dimana : XL = Reaktansi induktif (Ohm / Ω)
π= Pi ≈ 3,14
f= Frekuensi (Hertz / Hz)
L= Induktansi (Henry / H)
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

Pengertian lolos rendah dalam hal ini adalah jika tegangan input (Vi)
diterapkan pada rangkaian RC di atas, maka untuk frekuensi-frekuensi rendah
tegangan output (Vo) akan sama dengan tegangan input (Vi), tetapi sebaliknya jika
frekuensi yang digunakan besar maka tegangan output akan turun sesuai dengan
perubahan frekuensi tersebut.

            Rangkaian tapis lolos tinggi merupakan kebalikan dari tapis lolos rendah,


penapis ini akan mehanan semua sinyal yang frekuensinya dibawah frekuensi cut-off
serta untuk meneruskan sinyal diatasnya Passing output dari pompa muatan langsung
ke VCO menciptakan sinyal clock gelisah. Memblokircomponent frekuensi rendah
yang tidak diinginkan dari sebuah sinyal komplek saat melewati frekuensi
tertinggi. High pass filter yang paling simple terdiri dari kapasitor yang terhubung
secara pararel dengan resistor,
            Rangkaian RLC merupakan rangkaian baik yang dihubungkan dengan paralel
ataupun secara seri, namun rangkaian tersebut harus terdiri dari kapasitor; induktor;
dan resistor. Penamaan RLC sendiri juga memiliki alasan tersendiri, yaitu disebabkan
nama yang menjadi symbol listrik biasanya pada kapasitansi; induktansi dan
ketahanannya masing-masing
Pada tiap-tiap osilasi akan menyebabkan sirkuit menjadi mati dari
waktu-kewaktu apabila tidak seterusnya dijalani dgn sumber, hal inilah yang menjadi
perbedaan dan terlihat pada resistor. Reakasi ini yang disebut sebagai [Link],
kenyataannya bahwa sirkuit LC murni itu merupakan sesuatu yang hanya ideal
apabila diterapkan secara teoritis

Pada penggunaan arus AC untuk sebuah rangkaian RLC yang seri, akan


menyebabkan arus listrik dapat hambatan dr R; L & C. Impedansi (Z) adalah nama
dari hambatan yang terjadi tersebut.  Bila ditelaah lebih lanjut, penggabungan dengan
cara vektor antara R, XL dan XC itu yang disebut dengan impedansi dan besarannya
diketahui dengan satuan Z tersebut.

Untuk sirkuit ini terdapat berbagai macam jenis dari RLC. Hal ini
menyebabkan rangkaian RLC adalah jenis yang paling banyak dipakai diantara
banyaknya jenis rangkaian osilator. Pada televisi ataupun radio, terdapat alat penerima
yang disebut tuning.
Sirkuti yang disetel adalah nama lain yang sering disebut sebagai rangkaian
RLC. Contoh dari band pass filter adalah tuning aplikasi.
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

Mengumpulkan data
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

Pengolahan Data
IV.1.3.1 Menghitung  Vin dan Vout  Rangkaian Tapis Lolos Tinggi
Untuk frekuensi 100 Hz
Tabel Pengamatan 1
Vin         = 2,2 x 0,5 V
Tabel
            = 1,11.1VData tapis lolos tinggi
Vout        =No
1,6 x 0,5Frekuensi
V (Hz) Tegangan masukan Tegangan keluaran
            = 0,8 V Vin (Volt) Vout (Volt)
Untuk frekuensi 200 Hz
Vin         = 2,21 x 0,5 V 100 1,1 0,8
            = 1,12 V 200 1,1 1,4
3
Vout        = 2,8 x 0,5 V 500 1,05 1,2
            = 1,44 V 1000 1,2 1
Untuk frekuensi 500 Hz
Vin         = Tabel
2,1 x 0,5 V tapis lolos rendah
1.2 Data
            =No1,05 VFrekuensi (Hz) Tegangan masukan Tegangan keluaran
Vout      = 2,4 x 0,5 V Vin (Volt) Vout (Volt)
            = 1,2 V
Untuk frekuensi 1 1 KHz 100 1,1 1,15
Vin       = 2,4 2 x 0,5 V 200 1,1 1,1
            = 1,23 V 500 1,05 0,8
Vout        = 2 4x 0,5 V 1000 0,9 0,5
            = 1 V

Tabel 1.3 Data rangkaian RLC paralel


No Frekuensi (Hz) Tegangan masukan Tegangan keluaran
Vin (Volt) Vout (Volt)
IV.1.3.2 Menghitung Vin dan Vout  Rangkaian Tapis Lolos Rendah
Untuk frekuensi 1 100 Hz 100 0,09 0,08
Vin       = 2,2 2 x 0,5 V 200 0,09 0,08
3 V
            = 1,1 500 0,09 0,09
4
Vout      = 2,3 x 0,5 V 1000 0,105 0,105
            =1,15 V
Untuk frekuensi 200 Hz
Vin         = 2,2 x 0,5 V
            = 1,1 V
Vout        = 2,2 x 0,5 V
            = 1,1 V
Untuk frekuensi 500 Hz
Vin       = 2,1 x 0,5 V
            = 1,05 V
Vout      = 1,6 x 0,5 V
            = 0,8 V
Untuk frekuensi 1 KHz
Vin       = 1,8 x 0,5 V
            = 0,9 V
Vout      = 1 x 0,5 V
            = 0,5 V
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

IV.1.3.3 Menghitung Vin  dan Vout  Rangkaian RLC


Untuk frekuensi 100 Hz
Vin       = 1,8 x 50 mV
            = 90 mV
            = 0,09 V
Vout      = 1,6 x 50 mV
            = 80 mV
            = 0,08 V
Untuk frekuensi 200 Hz
Vin       = 1,8 x 50 mV
            = 90 mV
            = 0,09 V
Vout      = 1,7 x 50 mV
            = 85 mV
            = 0,085 V
Untuk frekuensi 500 Hz
Vin       = 1,8 x 50 mV
            = 90 mV
            = 0,09 V
Vout      = 1,8 x 50 mV
            = 90 mV
= 0,09 V
Untuk frekuensi 1 KHz
Vin       = 2,1 x 50 mV
            = 105 mV
            = 0,105 V
Vout      = 2,1 x 50 mV
            = 105 mV
            = 0,105 V
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

Pertanyaan

a. Jawablah pertanyaan berikut


1) Jelaskan yang dimaksud dengan arus dan tegangan bolak-balik?
Jawab: Arus dan Tegangan Bolak-Balik atau alternating current (AC)
yaitu arus dengan tegangan listrik yang arahnya selalu berubah-ubah
secara kontinu/periodik terhadap waktu dan dapat mengalir dalam dua
arah.
2) Mengapa
Jawab:
3) Buatlah kesimpulan dari hasil percobaan diatas!
Jawab:
Bentuk isyarat keluaran dari rangkaian integrator yaitu gelombang
segitiga sedangkan isyarat keluaran dari rangkaian differensiator
hamper sama dengan isyarat masukan namun runcing pada puncak
gelombangnya.
Untuk rangkaian tapis lolos rendah, frekuensi yang diberikan
berbanding terbalik dengan tegangan keluarannya yaitu semakin besar
frekuensi yang diberikan maka tegangan keluarannya akan semakin kecil
sedangkan tapis lolos tinggi frekuensi dan tegangan keluarannya
berbanding lurus yaitu semakin besar frekuensi yang diberikan maka
tegangan keluarannya akan semakin besar pula.
ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK
Pembahasan
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KELAS XII IPA 1

Dari hasil percobaan, dapat dilihat bahwa tanggapan dari rangkaian integrator terhadap
isyarat persegi memiliki bentuk segitiga yang berupa isyarat keluaran, sedangkan tanggapan dari
rangkaian differensiator  bentuk isyarat mirip dengan isyarat masukan, akan tetapi puncaknya
miring. Hasil percobaan ini, sesuai dengan teori  dari tanggapan rangkaian integrator dan
differensiator.

            Pada rangkaian tapis lolos tinggi sama dengan model rangkaian RC pada rangkaian
differensiator. Namun, pada percobaan ini yang diukur adalah tegangan keluaran dan tegangan
masukannya.  Frekuensi yang diberikan pada signal generator yaitu dari 100 Hz hingga 1 KHz,
sedangkan tegangan masukan dapat dihitung pada chanel 1 dan tegangan keluaran pada chanel 2
osiloskop. Dapat dilihat bahwa semakin besar frekuensi yang diberikan maka akan semakin besar
pula tegangan keluarannya. Namun, pada frekuensi 500 Hz dan 1 KHz, tegangan keluaran
mengalami penurunan. Hal ini disebabkan beberapa faktor yaitu alat yang digunakan tidak efisien
lagi atau rusak dan dapat pula disebabkan dari kesalahan pengamat dalam membaca hasil
percobaan.

            Pada rangkaian tapis lolos rendah frekuensi yang diberikan juga sama pada rangkaian tapis
lolos tinggi. Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin besar frekuensi yang
diberikan maka tegangan keluarannya akan semakin kecil. Pada frekuensi 100 Hz, 200 Hz 500 Hz
dan 1 KHz tegangan keluaran  berturut – turut 1.15 V, 1.1 V, 0.8 V, dan 0.5 V.
Pada rangkaian RLC parallel juga diberi perlakuan yang sama seperti pada rangkaian tapis
lolos tinggi dan rangkaian tapis lolos rendah. Dari hasil percobaan kesimpulan yang didapatka sma
seperti pada rangkaian tapis lolos tinggi yaitu semakin besar frekuensi yang diberikan maka akan
semakin besar pula tegangan keluarannya. Pada frekuensi 100 Hz, 200 Hz, 500 Hz dan 1 KHz
diperoleh tegangan keluaran berturut – turut 0.08 V, 0.08 V, 0.09 V dan 0.105 V.

H.
Kesimpulan

Kesimpulan dari kegiatan hari ini adalah:

1.      Bentuk isyarat keluaran dari rangkaian integrator yaitu gelombang


 

segitiga sedangkan isyarat keluaran dari rangkaian differensiator hamper sama


dengan isyarat masukan namun runcing pada puncak gelombangnya.
2.      Untuk rangkaian tapis lolos rendah, frekuensi yang diberikan berbanding
terbalik dengan tegangan keluarannya yaitu semakin besar frekuensi yang
diberikan maka tegangan keluarannya akan semakin kecil sedangkan tapis lolos
tinggi frekuensi dan tegangan keluarannya berbanding lurus yaitu semakin besar
frekuensi yang diberikan maka tegangan keluarannya akan semakin besar pula.
3.      Pada rangkaian RLC frekuensi yang diberikan dengan tegangan keluarannya
berbanding lurus yaitu semakin besar frekuensi yang diberikan maka semakin
tegangan keluarannya akan semakin besar pula.

Anda mungkin juga menyukai