100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
287 tayangan49 halaman

Analisis Keselamatan Kerja JSA

Dokumen tersebut membahas tentang analisis keselamatan pekerjaan (JSA) yang digunakan untuk mengidentifikasi bahaya potensial dalam suatu pekerjaan dan merekomendasikan tindakan pencegahan. JSA dilakukan dengan menguraikan pekerjaan menjadi langkah-langkah dan mengidentifikasi bahaya pada setiap langkahnya. JSA bertujuan untuk mencegah kecelakaan dengan menganalisis risiko pada setiap tahapan pe

Diunggah oleh

risdiyanta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
287 tayangan49 halaman

Analisis Keselamatan Kerja JSA

Dokumen tersebut membahas tentang analisis keselamatan pekerjaan (JSA) yang digunakan untuk mengidentifikasi bahaya potensial dalam suatu pekerjaan dan merekomendasikan tindakan pencegahan. JSA dilakukan dengan menguraikan pekerjaan menjadi langkah-langkah dan mengidentifikasi bahaya pada setiap langkahnya. JSA bertujuan untuk mencegah kecelakaan dengan menganalisis risiko pada setiap tahapan pe

Diunggah oleh

risdiyanta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)

ANALISA KESELAMATAN PEKERJAAN

KEMENTERIAN ESDM 1
STANDAR KOMPETENSI YANG HARUS DIPENUHI*

Melaksanakan peraturan perundang-undangan terkait Keselamatan Pertambangan (KP)

Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab KP pada area yang menjadi tanggung jawabnya

Melaksanakan Pertemuan KP Terencana

Melaksanakan Investigasi Kecelakaan

Melaksanakan Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko

Melaksanakan Peraturan Perundang-undangan terkait Perlindungan Lingkungan

Melaksanakan Inspeksi

Melaksanakan Analisis Keselamatan Pekerjaan

*) PERMEN ESDM
43/2016
KEMENTERIAN ESDM
Melakukan Analisis Keselamatan Pekerjaan

6 (enam) elemen Kompetensi:


1. Menginventarisasi tugas-tugas yang belum mempunyai
analisis keselamatan pekerjaan
2. Menentukan metode analisis keselamatan pekerjaan
3. Menentukan pekerjaan yang akan dianalisis
4. Mengurai langkah pekerjaan
5. Mengidentifikasi potensi bahaya
6. Menentukan tindakan pencegahan/pengendalian

KEMENTERIAN ESDM 4
Dasar Pemikiran
 Setiap terjadinya kecelakaan selalu ada penyebabnya.
 Setiap tugas dalam suatu pekerjaan dapat diuraikan
kedalam suatu urutan tahapan yang sederhana.
 Setiap tahapan pekerjaan dapat dikenali potensi
kerugiannya
 Setiap potensi kerugian dalam tahapan pekerjaan dapat
dikendalikan atau diatasi.

Persyaratan agar seseorang dapat bekerja dengan aman :


1. Harus mengetahui pekerjaan yang akan dilakukan
2. Harus mengetahui potensi bahaya – bahaya yang dapat
timbul pada aktifitas pekerjaan tersebut

KEMENTERIAN ESDM 5
DEFINISI JSA

KEMENTERIAN ESDM 6
Pengertian JSA
Analisis Keselamatan kerja (JSA) adalah metode yang dapat digunakan untuk
mengidentifikasi, menganalisa dan merekam
1) Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan tertentu,
2) Potensi bahaya yang mungkin timbul dalam setiap langkah,
3) Melakukan rekomendasi tindakan/prosedur yang dapat menghilangkan atau
mengurangi potensi bahaya-bahaya tersebut.

Analisa Keselamatan Pekerjaan adalah suatu aktifitas program kritis yang


dilakukan untuk keselamatan dan kesehatan pekerja dan perusahaan yang
memberikan penekanan pada pengurangan biaya dan peningkatan kualitas
kerja.

Cara untuk mendapatkan tujuan diatas adalah menganalisa secara sistematis


pekerjaan yang dikerjakan kemudian membuat prosedur atau petunjuk kerja
yang cocok untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut dapat secara konsisten
dilakukan dengan cara yang benar.
KEMENTERIAN ESDM 7
Pengertian Work Instruction (WI)

Secara garis besar adalah :


• Uraian pekerjaan (Job Description)
seseorang
• Menguraikan bagaimana satu
langkah dalam suatu prosedur
dilakukan.
• Work Instruction dapat
dikategorikan sebagai petunjuk
operasional.
• Penekanan pada work instruction
adalah “how to do” (bagaimana
melakukannya).
ESDM
KEMENTERIAN
8
Pengertian Standard Operating Procedure (SOP)

• Panduan hasil kerja yang diinginkan.


• Proses kerja yang harus dilaksanakan.
• SOP dibuat dan didokumentasikan secara tertulis yang
memuat prosedur (alur kerja) secara rinci dan
sistematis.
• Alur kerja tersebut haruslah mudah dipahami dan dapat
diimplementasikan dengan baik dan konsisten oleh
pekerja.
KEMENTERIAN ESDM 9
Perbandingan JSA dengan SOP

1
KEMENTERIAN ESDM 0
KAPAN JSA DIPERLUKAN?

YES
 Metode kerja berbeda? Apakah terdapat perbedaan?
 Perbedaan kondisi kerja?
 Perbedaan tool, peralatan?
NO
 Perubahan frekuensi ?
Apakah pekerjaan YES
 Berdampak ke pekerjaan lain? berdampak
 Berdampak ke orang sekitar? kepada yang lain?

 Berdampak ke lingkungan?
NO
Buat
YES
JSA
 Diminta oleh SPV?
 Tercantum dalam permit? Apakah JSA dipersyaratkan?
 Diminta dalam program kerja?
 Diminta dalam SOP? NO

 Pekerjaan non rutin? YES

 Hazard? High Risk ?

KEMENTERIAN ESDM
MENGAPA JSA DIPERLUKAN ?

JSA merupakan salah satu bagian


dari Analisa Manejemen Resiko yg
paling efektif untuk mencegah
terjadinya kecelakaan.

Karena dalam JSA Setiap bahaya


yang yang mungkin akan terjadi
pada setiap tahapan / langkah
pekerjaan telah dianalisa tingkat
resiko dan cara penanganannya.
KEMENTERIAN ESDM
TOOLS PENILAIAN RESIKO
Beberapa tools/ alat yang dapat digunakakn untuk menilai resiko,
diantaranya adalah:
• HAZOB – Hazard Observation Card
• JSA – Job Safety Analysis
• HAZAN – Hazard Analysis
• HAZOP – Hazard and Operability Study
• SIMOP – Simultaneous Operations Assessment

Dari beberapa Tools di atas, masing-masing memiliki tujuan dan


area penerapan berbeda-beda, namun JSA adalah Tool yang
paling bisa diterapkan dihampir semua bidang pekerjaan

13
KEMENTERIAN ESDM
JSA dinilai efektif karena

• Mengidentifikasi dan mengeliminasi bahaya


sebelum kecelakaan terjadi
• Pekerja berpengalaman akan membantu
mengarahkan/ guide pekerja dengan pengalaman
terbatas
• Menyediakan ruang untuk ide dan menyediakan
peluang untuk improvement
• Menilai tugas tahap demi tahap

14
KEMENTERIAN ESDM
Siapa yang paling bertanggung jawab terhadap
Analisa Keselamatan Pekerjaan?

“Pengawas Lapangan / Group Leader”

Alasannya adalah :
• Menguasai dan mempunyai kepentingan langsung dengan
tiap jenis pekerjaan yang menjadi tugas anak buahnya.
• Mempunyai kepentingan langsung untuk menyelamatkan
anak buahnya.
• Mempunyai catatan tentang terjadinya kecelakaan di lokasi
kerja tersebut paling lengkap.

KEMENTERIAN ESDM 15
Metode Pembuatan JSA :

1. Observasi dan Diskusi

2. Diskusi Saja

1
KEMENTERIAN ESDM 6
1. Metode Observasi & Diskusi
1. Seleksi Pekerja
2. Beri Penjelasan
3. Observasi Setiap Langkah
4. Periksa Dengan Pekerja
5. Ulang Dengan Pekerja Lain
6. Identifikasi Potensi Kerugian
7. Membuat Tindakan Pengendalian Untuk
Setiap Potensi Bahaya Yang Sudah
Diidentifikasi

1
KEMENTERIAN ESDM 7
2. Metode Diskusi
1. Cari beberapa orang yg berpengalaman
2. Lakukan pertemuan satu kali atau lebih
3. Jelaskan penggunaan dan cara
pendekatannya
4. Tentukan langkah yg signifikan dan
aktifitas yg kritis
5. Identifikasi kerugian yg terpapar
6. Membuat Tindakan Pengendalian Untuk
Setiap Potensi Bahaya Yang Sudah
Diidentifikasi

1
KEMENTERIAN ESDM 8
LANGKAH – LANGKAH
PEMBUATAN JSA

1
KEMENTERIAN ESDM 9
Langkah – langkah pembuatan JSA

1. Inventarisasi Tugas yang belum ada JSA


2. Identifikasi Tugas - tugas yang Kritis.
3. Mengurai Tugas menjadi langkah atau aktifitas.
4. Mengidentifikasi dengan tepat potensi kerugiannya
pada setiap langkah.
5. Menyusun pengendalian dan prosedur atas potensi
kerugian yang teridentifikasi
6. Penggunaan pada pekerjaan.

KEMENTERIAN ESDM 20
Identifikasi Tugas Kritis

Adalah menyusun atau melakukan inventarisasi tugas yang kritis, yaitu


membuat suatu daftar yang sistematis dari semua jabatan pekerjaan,
jabatan pekerjaan, kemudian membagi setiap jabatan pekerjaan ke dalam
pekerjaan ke dalam tugas – tugas sehingga setiap tugas dapat diteliti dengan
tugas dapat diteliti dengan seksama untuk menentukan tugas mana yang
menentukan tugas mana yang kritis.

Cara melakukan identifikasi tugas kritis atas inventarisasi tugas yang


effektif adalah:
• Mengumpulkan dan mengkaji kecelakaan yang pernah terjadi, baik
pernah terjadi, baik berakibat cidera pada manusia maupun kerusakan
maupun kerusakan harta benda serta kerugian produksi.

KEMENTERIAN ESDM 21
Identifikasi Tugas Kritis
4 Faktor untuk menentukan
suatu tugas kritis :
• Faktor Tingkat Keparahan /
Severity
• Faktor Tingkat Kekerapan /
Frekuensi
• Faktor Peluang / Probability
• Faktor tugas baru 2
KEMENTERIAN ESDM 2
Identifikasi Tugas Kritis
1. Faktor Keparahan / Severity Factor :
Faktor Keparahan diambil dari biaya kerugian yang mungkin timbul akibat
melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas (Cidera manusia maupun
Kerusakan Harta Benda)

KEPARAHAN (Severity)

1 Cidera Ringan atau (Kerugian Harta Benda <US$ 100)

2 Cidera Hari Hilang tanpa Cacat Permanen atau (US$ 100 <
Kerugian Harta Benda < US$ 1 000)
3 Cidera Hari Hilang dengan Cacat Permanen atau
(US$ 1 000 < Kerugian Harta Benda < US$ 5 000)

4 Cidera Berakibat Kematian pada Satu Karyawan atau


(US$ 5 000 < Kerugian Harta Benda < US$ 10 000)
5 Cidera Berakibat Kematian pada Banyak Orang atau
(Kerugian Harta Benda > US$ 10 000)
KEMENTERIAN ESDM 23
Identifikasi Tugas Kritis (lanjutan...)
2. Faktor Kekerapan / Frequency Factor :
Faktor Kekerapan ditentukan oleh bagaimana seringnya pekerjaan
itu dilakukan dan jumlah pekerja yang melakukan pekerjaan
tersebut.
FREKUENSI (Frequency)
1 1x dalam setahun (Jarang)
2 Beberapa kali setiap bulan (Tidak Biasa)
3 Beberapa kali setiap minggu (Kadang-Kadang)
4 Sekali dalam sehari (Sering)
5 Berkali-kali setiap hari (Terus-menerus)

KEMENTERIAN ESDM 24
Identifikasi Tugas Kritis (lanjutan...)

3. Faktor Peluang/Probability
Hal – hal yang mempengaruhi adalah :

Risiko, yaitu bagaimana potensi bahaya yang terkandung


dalam tugas tersebut.
Kesulitan, yaitu bagaimana tugas tersebut cenderung
berpengaruh terhadap kualitas dan produksi.
Kerumitan dari tugas yang dikerjakan.
Kemungkinan Kerugian apabila tugas tersebut tidak
dikerjakan dengan cara yang tepat.

KEMENTERIAN ESDM 25
3. Faktor Peluang/Probability

KEMUNGKINAN/PROBABILITY
PENJELASAN NILAI
Secara teori insiden dapat terjadi tetapi secara nyata tidak pernah terjadi /
belum pernah terjadi dimanapun 1

Kemungkinan kecil terjadi insiden, Biasanya tidak terjadi namun masih ada
kemungkinan untuk terjadi insiden setiap saat. 2

Mungkin terjadi insiden : Terjadinya insiden dan tidak terjadinya insiden


memiliki kemungkinan yang sama 3

Kemungkinan besar terjadi insiden : Bukan sesuatu hal yang mengejutkan jika
terjadi insiden. 4

Hampir Pasti Terjadi : Sangat mungkin/hampir dapat dipastikan akan terjadi


pada setiap kesempatan 5

2
KEMENTERIAN ESDM 6
Identifikasi Tugas Kritis (lanjutan...)

4. Faktor Tugas Baru


Suatu tugas yang baru, harus dianggap sebagai tugas
kritis dan akan menjadi target dari analisa dengan
atau tanpa sejarah kerugian yang ditimbulkan.

Tugas yang baru dilakukan akan diperlakukan


sebagai suatu tugas kritis sampai terjamin aman
dalam mengerjakannya dengan suatu cara tertentu
yang selanjutnya dijadikan sebagai suatu standard.

KEMENTERIAN ESDM 27
Mengurai Tugas menjadi Langkah / aktifitas
• Setiap tugas dapat diurai menjadi urutan langkah –
langkah yang harus dilakukan
• Suatu perintah yang khusus dari langkah adalah
cara yang terbaik untuk melakukan tugas dengan
efektif, dan pada akhirnya akan menjadi prosedur
kerja.
• Setiap langkah harus diuji untuk menentukan
kerugian yang mungkin timbul.

Contoh uraian Tugas : Melakukan Dumping OB di


Disposal dengan HD 465
1. HD 465 memasuki Lokasi Disposal.
2. HD 465 Mendekati Dumping Point
3. Melakukan Manuver di Disposal.
4. HD 465 Bergerak Mundur.
5. Melakukan Dumping OB
6. Menurunkan Vessel
7. HD 465 bergerak maju untuk keluar disposal

KEMENTERIAN ESDM 28
Mengurai Tugas menjadi Langkah / aktifitas

Cara paling effisien dalam melakukan penguraian tugas adalah :


• Memasukkan semua langkah utama yang kritis
• Tidak memasukkan langkah yang kemungkinan tidak akan
menimbulkan masalah besar apabila langkah tersebut tidak
terlalu diperhatikan.
Keputusan untuk menentukan apakah langkah tersebut
dimasukkan atau tidak adalah dengan sebuah pertanyaan
“Apakah langkah ini menjadi langkah kritis apabila dilakukan
dengan salah?” atau dikatakan sebagai langkah yg signifikan

Kunci utama dalam menyeleksi langkah tugas adalah untuk


mencegah kerugian baik cidera pada manusia, kerugian pada
alat, terganggunya produksi maupun penurunan kualitas.

KEMENTERIAN ESDM 29
Mengurai Tugas menjadi Langkah Pekerjaan

ISI lah dengan langkah tugas


dari suatu pekerjaan minimal 7
langkah tugas dan maxsimal 15
langkah tugas

KEMENTERIAN ESDM 30
Identifikasi & Analisa Potensi Kerugian

Adalah melakukan identifikasi dan analisa untuk menentukan


keterpaparan dari kerugian yang ada pada setiap langkah tersebut pada
langkah tersebut pada saat melakukan tugas.

Setiap langkah harus dianalisa untuk menentukan apa saja


kerugian yang mungkin timbul mencakup aspek keselamatan,
kualitas dan produksi.
Faktor untuk identifikasi potensi kerugian meliputi :

KEMENTERIAN ESDM 31
Identifikasi Potensi Kerugian

ISI lah kemungkinan BAHAYA


terbesar yang akan timbul (sesuai
dengan urutan 4M + 1L)

KEMENTERIAN ESDM 32
1. Faktor Manusia :
 Apakah dapat menyebabkan cidera, penyakit,dll.
Identifikasi & Analisa Potensi Kerugian
penyakit,dll.
 Apakah pekerja dapat terjepit, terjatuh, terbentur
terjatuh, terbentur
 Apakah tindakannya dapat menurunkan tingkat
menurunkan tingkat keselamatan, produksi atau
keselamatan, produksi atau kualitas.

KEMENTERIAN ESDM 33
2. Faktor Peralatan :
Identifikasi Potensi Kerugian
 Apa bahaya yang ditimbulkan oleh peralatan.
peralatan.
 Apa saja kondisi Kedaruratan dari peralatan tsb.
peralatan tsb.
 Apakah peralatan dapat menyebabkan kerugian

KEMENTERIAN ESDM 34
terpapar.
Identifikasi Potensi Kerugian
 Apa masalah yang spesifik dari penanganan
penanganan
Material.
 Bagaimana kemungkinan material dapat
dapat
menyebabkan kerugian terhadap Keselamatan,
Keselamatan,
produksi dan kualitas kerja.

KEMENTERIAN ESDM 35
Faktor Lingkungan :
Identifikasi Potensi Kerugian
 Masalah Tata Griya/Housekeeping.
 Masalah kebisingan, temperatur, getaran,
getaran,
ventilasi, penerangan, radiasi.
 Kerugian terhadap Keselamatan, Produksi dan
Produksi dan
Kualitas Kerja.

KEMENTERIAN ESDM 36
Usahakan memberikan info yang
Identifikasi
cukup untuk & Analisa Potensi Kerugian
memudahkan karyawan
mengerti bahayanya apa dan
membahayakan apa serta kapan.
Contoh:
• Jari terjepit diantara lipatan
tangga
• Tersembur air panas dari radiator
ke tangan, muka
• Jari terjepit diantara transmisi
yang diangkat dengan lantai

KEMENTERIAN ESDM 37
Analisa Potensi Kerugian

1. Metode Analisa Potensi Kerugian:


 Analisa dengan Observasi dan Diskusi
 Analisa dengan Diskusi
 Analisa Hubungan tujuan management & faktor tugas (biaya,

KEMENTERIAN ESDM 38
Analisa Potensi Kerugian

2. Metode Pemeriksaan (observasi) Potensi Kerugian:

 Siapa yang paling pantas untuk melakukan?

 Dimana tempat yang baik untuk melakukan?

 Kapan harus dilakukan?

 Apa tujuannya?

 Mengapa diperlukan?

 Bagaimana cara terbaik untuk melakukannya?

KEMENTERIAN ESDM 39
Pengendalian, Prosedur dan Instruksi
Kerja
Pengendalian Adalah tindakan dan pencegahan yang akan mencegah
terjadinya potensi kerugian dan akan memastikan bahwa pekerjaan
memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan aman dan effisien.
aman dan effisien.

Rekomendasi Pengendalian akan dibuat sebagai :


• Prosedur Kerja
1. Harus Singkat, Jelas, benar dan lengkap
2. Dimulai dengan pernyataan perlu dan gunanya tugas ini
gunanya tugas ini
3. Menghadirkan langkah demi langkah uraian & prosesnya
uraian & prosesnya
4. Mengungkapkan langkah yang positip.
5. Dibuat dalam format yang sederhana.
• Instruksi Kerja

KEMENTERIAN ESDM 40
Pengendalian, Prosedur dan Instruksi
Kerja

Isi dengan pengendalian bahaya


yang sesuai dengan urutan
hierarki pengendalian dan
terukur

KEMENTERIAN ESDM 41
Pengendalian, Prosedur dan Instruksi
Kerja
• Jangan memakai kata-kata yang masih memberikan
peluang kepada karyawan untuk menterjemahkan dan
memutuskan sendiri
Contoh:
Ambil posisi yang aman
Seharusnya:
a. Ambil posisi yang tidak berada pada blind spot dari
operator
b. Ambil posisi yang bisa terlihat oleh operator
c. Berdirilah ditempat yang tidak tertimpa barang yang
sedang diangkat bila jatuh
4
KEMENTERIAN ESDM 2
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN
Setelah menetapkan pengendalian, maka :
Implementasi kontrol yang telah ditetapkan
JSA harus diikuti oleh seluruh pekerja
Pastikan dokumen JSA telah diketahui dan dimengerti oleh
seluruh pekerja
Pastikan dokumen JSA disimpan dengan baik sebagai evidence
Pekerja dapat mengajukan keberatan jika JSA tidak sesuai/ relevan lag
Secara reguler JSA harus ditinjau kembali
Meninjau kembali JSA yg telah jadi adalah penting untuk
mengetahui apakah JSA masih memadai untuk waktu sekarang
ataukah tidak, karena jika ada perubahan terhadap metode,
peralatan dan lingkungan kerja maka JSA yg telah dibuat
kemungkinan besar perlu dirubah atau diperbaharui
KEMENTERIAN ESDM 43
Penggunaan JSA :
• Orientasi Pekerja Baru / Penugasan Baru

• Pelatihan Pengawas Baru

• Instruksi Tugas yang Benar

• Observasi tugas yang terencana

• Pertemuan kelompok / Safety talk

• Penyelidikan Kecelakaan

• Pelatihan Ketrampilan
KEMENTERIAN ESDM 44
Form Pembuatan JSA :

45
KEMENTERIAN ESDM
Contoh Format Pengisian JSA : Penggantian AC
URAIAN/TAHAPAN POTENSI DARI BAHAYA YG PENCEGAHAN/
PEKERJAAN MUNGKIN TIMBUL PENGENDALIAN
1 Mempersiapkan 1.1 - Tangan Terjepit 1.1.1 memastikan saat
peralatan, berupa ; oleh..... mengambil peralatan,
Obeng, Tang, Tangga. posisi tangan tidak
pada lokasi titik jepit

2 Mematikan Arus Listrik 2.1 - Tangan Tersetrum 2.1.1. . . . .. . . .


oleh....
3 Memasang Tangga. 3.1 - Kaki Terpeleset 3.1.1. ....
karena..
4 Melepas Cover 4.1 -Kepala Terbentur 4.1.1 .......
oleh...
5 Melepas baut perekat AC 5.1 -Terjatuh karena.... 5.1.1 .........

6 Menururunkan AC 6.1 - Tertimpa oleh.... 6.1.1 ....


7 Mengangkat AC yang baru 7.1 -Tertimpa oleh.... 7.1.1
8 Memasang AC yang baru 8.1 -Tertimpa oleh.... 8.1.1
9 Menurunkan Tangga 9.1 -Terbentur oleh... 9.1.1 46

10 Menhidupkan Arus 10.1 -Tersetrum oleh... 10.1.1


KEMENTERIAN ESDM
Contoh Format Pengisian JSA :
Soil Sampling

4
KEMENTERIAN ESDM 7
ANALISA KESELAMATAN PEKERJAAN
(Job Safety Analysis)

LATIHAN

4
KEMENTERIAN ESDM 8
SOSIALISASI, PELAKSANAAN DAN
EVALUASI
• JSA harus disosialisasikan dan dimengerti oleh
pekerja.
• Sosialisasi dapat dilakukan melalui pertemuan K3
dan papan pengumuman.
• JSA harus selalu tersedia ditempat kerja.
• Perlu pengawasan oleh pengawas untuk menjamin
dipatuhinya JSA.
• JSA harus dievaluasi secara berkala

4
KEMENTERIAN ESDM 9
TERIMA KASIH

5
KEMENTERIAN ESDM 0

Anda mungkin juga menyukai