IMPLEMENTASI PERSAMAAN DIFERENSIAL MELALUI
LAJU REAKSI
Hari : Kamis Tanggal : 19 September 2019 Jam : 10.40 – 12.20
Disusun oleh :
1. Adhana Riyadani 081811533050 (2018)
2. Muhammad Akbar Rizky 081811533056 (2018)
3. Putri Nazilatul Rokhma 081811533066 (2018)
Dosen Pembimbing : [Link],[Link].
LABORATORIUM DEPARTEMEN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kimia merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan sains yang berkembang sampai
sekarang. Saat ini, terdapat beberapa bagian dari kimia yang telah dikembangkan. Beberapa
bagian dari kimia adalah Kimia Organik, Kimia Anorganik, Kimia Fisik dan lain sebagainya.
Meskipun telah dibagi menjadi beberapa bagian, kimia bukan merupakan ilmu yang dapat
berdiri sendiri.
Ilmu tidak dapat berdiri sendiri dan menyokong satu sama lain adalah sebuah fakta
yang tidak bisa dihindari. Salah satu ilmu yang menyokong kimia adalah Matematika. Dalam
penerapannya, terdapat banyak contoh yang terjadi. Beberapa contoh penerapan ilmu
Matematika dalam Kimia adalah peluruhan, . Contoh-contoh aplikasi diatas dapat
diselesaikan menggunakan ilmu Matematika bab Persamaan Diferensial.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah persamaan diferensial itu?
2. Bagaiamana penerapan persamaan diferensial dalam kimia?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Persamaan Diferensial
Persamaan Diferensial (PD) adalah persamaan yang memuat turunan-turunan /
derivatif dari satu atau lebih peubah (variable) bebas terhadap satu atau lebih peubah tak
bebas disebut. Persamaan diferensial merupakan persamaan dalam ilmu matematika untuk
suatu fungsi satu variabel atau lebih, yang menghubungkan nilai fungsi itu sendiri dan
turunnya dalam berbagai orde. Persamaan diferensial memegang peranan penting di dalam
rekayasa, fisika, ilmu ekonomi dan berbagai macam disiplin ilmu lainnya. Gambaran aliran
udara ke dalam saluran dimodelkan sesuai persamaan Navier Stokes.
Persamaan diferensial muncul dalam berbagai bidang sains dan teknologi, bilamana
hubungan deterministik yang melibatkan besaran yang berubah secara kontinu (dimodelkan
oleh fungsi matematika) dan laju perubahannya (dinyatakan sebagai turunan) diketahui atau
dipostulatkan.
Contoh persamaan diferensial pada suatu kehidupan adalah penentuan sebuah
kecepatan bola yang jatuh bebas di udara, hanya dengan memperhitungkan gravitasinya dan
tahanan udara. Percepatan bola tersebut ke arah tanah ialah percepatan karena gravitasi
dikurangi dengan perlambatan karena gesekan udara.
2.2 Penerapan Persamaan Diferensial dalam Bidang Kimia
Salah satu penerapan persamaan diferensial dalam kimia adalah peluruhan Laju
Reaksi. Orde reaksi merupakan pangkat molaritas pada persamaan laju reaksi. Dan itu hanya
diperoleh melalui data eksperimen bukan pada persamaan [Link] diketahuilah
berapa orde reaksi dari suatu persamaan reaksi suatu zat.
Contoh soal Laju Reaksi :
Reaksi penguraian : A → B + C merupakan reaksi orde satu, setelah 20 menit, 40%
dari zat A bereaksi.
a. Bagaimana susunan campuran setelah 40 menit?
Rumus reaksi orde satu:
[ A 0]
¿ =kt
[ At ]
Sehingga pada t = 20 menit dapat diperoleh:
[ A 0]
¿ =kt
[ At ]
[A]
¿ =kx 20
[ A−0,44]
[10 A ]
¿ =20 k
[10 A−4 A ]
[10 A ]
¿ =20 k
[6 A ]
[5]
¿ =20 k
[3]
5
k =frac 120∈
3
a). Pada t = 40 menit
A0
¿ =kt
At
[A] 5
¿ =frac 120∈ x 20
[ A−x ] 3
[A] 5
¿ =2∈
[ A−x ] 3
[A] 52
¿ =¿
[ A−x ] 3
[ A] 52
=
[ A−x ] 3
[ A] 25
=
[ A−x ] 9
9 A=25 A−25 x
25 x=16 A
16 A
x= =0,64 A
25
Zat yang bereaksi setelah t = 40 adalah 0,64 A mol.
Zat A yang tinggal sebanyak = A mol - 0,64 A mol = 0,36A mol
Zat B dan zat C yang terbentuk masing-masing adalah 0,64 A mol.
Susunan campuran dapat ditentukan dengan cara berikut.
Zat A = jumlah mol A yang tinggal × 100%
jumlah mol keseluruhan
0,36 A mol
x 100 %
(0,36 A+ 0,64 A +0,64 A)mol
= 0,36A mol × 100%
1,64A mol
= 21,95%
Zat B dan zat C mempunyai komposisi sama, yaitu 39,03%. Jadi, susunan campuran
setelah 40 menit adalah zat A 21,95%; zat B 39,03%; dan zat C 39,03%.
BAB III
Kesimpulan
1. Persamaan diferensial merupakan persamaan dalam ilmu matematika untuk suatu
fungsi satu variabel atau lebih, yang menghubungkan nilai fungsi itu sendiri dan
turunnya dalam berbagai orde.
2. Saah satu penerapan persamaan diferensial dalam kimia adalah Laju Reaksi. Yang
dapat diselesaikan dengan persamaan :
[ A 0]
¿ =kt
[ At ]
DAFTAR PUSTAKA
Bambang Suprihatin. 2013. “Persamaan Diferensial Biasa”. Surabaya: Andi Publisher.
Chang, Raymond. 2007. Chemistry Ninth Edition. New York: Mc Graw Hill.
Moore, John T. 2003. Kimia For Dummies. Indonesia:Pakar Raya.
Windarto. 2013. “Persamaan Diferensial Biasa”. Surabaya: Universitas Airlangga