0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
88 tayangan3 halaman

Prosedur Relaksasi Otot Progresif

Teknik relaksasi otot progresif adalah teknik relaksasi otot dalam tanpa imajinasi atau sugesti untuk mengurangi nyeri dan ketegangan otot dengan melakukan kontraksi dan relaksasi otot secara bertahap pada empat bagian tubuh utama. Teknik ini efektif untuk mengurangi nyeri kronis dengan mengatur posisi pasien yang nyaman dan membimbing relaksasi otot secara perlahan.

Diunggah oleh

Mery
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
88 tayangan3 halaman

Prosedur Relaksasi Otot Progresif

Teknik relaksasi otot progresif adalah teknik relaksasi otot dalam tanpa imajinasi atau sugesti untuk mengurangi nyeri dan ketegangan otot dengan melakukan kontraksi dan relaksasi otot secara bertahap pada empat bagian tubuh utama. Teknik ini efektif untuk mengurangi nyeri kronis dengan mengatur posisi pasien yang nyaman dan membimbing relaksasi otot secara perlahan.

Diunggah oleh

Mery
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF

PSIK
UNIVERSITAS
JEMBER
NO DOKUMEN : NO REVISI : HALAMAN :
1
PROSEDUR
TANGGAL TERBIT : DITETAPKAN OLEH :
TETAP
18Agustus 2010 Ketua PSIK
Universitas Jember
1. PENGERTIAN Teknik relaksasi otot progresif merupakan teknik relaksasi otot
dalam yang tidak memerlukan imajinasi, ketekunan atau sugesti.
2. TUJUAN 1. Untuk mengurangi nyeri
2. Mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh, kecemasan
sehingga menurunkan stimulus nyeri
3. INDIKASI Metode efektif untuk pasien yang mengalami nyeri kronis
4. KONTRAINDIKASI -
5. PERSIAPAN PASIEN 1. Memberikan salam, memperkenalkan diri anda, dan
mengidentifikasi pasien dengan memeriksa identitas
pasien secara cermat. Mengkaji toleransi aktivitas,
kekuatan, nyeri, koordinasi, dan keseimbangan pasien
2. Menjelaskan tentang prosedur tindakan yang akan
dilakukan
3. Meminta pengunjung untuk meninggalkan ruangan,
memberi privasi kepada pasien
4. Mengatur posisi pasien sehingga merasakan aman dan
nyaman
6. PERSIAPAN ALAT 1. Lingkungan/ Ruangan yang tenang
2. Tempat tidur/ Kursi yang nyaman
7. CARA BEKERJA
1. Bina hubungan saling percaya
2. Atur posisi pasien berbaring atau duduk di kursi dengan kepala ditopang
3. Jelaskan tentang empat kelompok utama bagian tubuh yang akan digunakan dalam
teknik relaksasi, antara lain :
a. Tangan, lengan bawah, dan otot
b. Kepala, muka, tenggorokan, dan bahu, termasuk pemusatan perhatian pada dahi,
pipi, hidung, mata, rahang, bibir, lidah, dan leher
c. Dada, lambung, punggung bagian bawah
d. Paha, pantat, betis dan kaki
e. Tangan, lengan bawah, dan otot bisep
4. Anjurkan pasien untuk mencari posisi yang nyaman
5. Bimbing pasien untuk melakukan teknik relaksasi di bawah ini (prosedur diulang
paling tidak satu kali). Jika area tetap tegang dapat diulang lima kali dengan melihat
respon pasien
a. Kepalkan kedua telapak tangan, lalu kencangkan bisep dan lengan bawah selama
lima sampai tujuh detik
b. Bimbing pasien ke daerah otot yang tegang, anjurkan pasien untuk
merasakannya, dan regangkan otot sepenuhnya kemudian relaks selama 12-30
detik
c. Kerutkan dahi ke atas pada saat yang sama, tekan kepala sejauh mungkin ke
belakang, putar searah jarum jam dan kebalikannya. Kemudian anjurkan pasien
untuk mengerutkan otot muka seperti kenari: cemberut, mata dikedip-kedipkan,
bibir dimonyongkan ke depan, lidah ditekan ke langit-langit, dan bahu
dibungkukkan selama lima sampai tujuh detik. Bimbing pasien ke daerah otot
yang tegang,anjurkan pasien untuk memikirkan rasanya dan tegangkan otot
sepenuhnya kemudian rileks selama 12-30 detik.
d. Lengkungkan punggung ke belakang sambil menarik nafas dalam, tekan keluar
lambung, tahan lalu rileks. Tarik nafas dalam, tekan keluar perut, tahan dan rileks
e. Tarik kaki dan ibu jari ke belakang mengarah ke muka, tahan, rileks. Lipat ibu
jari secara serentak, kencangkan betis, paha dan pantat selama lima sampai tujuh
detik , bimbing pasien ke daerah yang tegang, lalu anjurkan pasien untuk
merasakannya, dan tegangkan otot sepenuhnya, kemudian rileks selama 12-30
detik.
6. Selama melakukan teknik relaksasi, catat respon non verbal pasien. Jika pasien
menjadi agitasi/ tidak nyaman, hentikan latihan, dan jika pasien terlihat kesulitan,
relaksasi hanya pada bagian tubuh saja. Lambatkan kecepatan latihan dan dan
berkonsentrasi pada bagian yang tegang (pasien harus mengetahui dari awal bahwa
latihan ini dapat dihentikan kapanpun).
7. Dokumentasikan dalam catatan perawat, respon pasien terhadap teknik relaksasi dan
perubahan tingkat kenyamanan pasien.
8. Berikan reinforcement pada pasien
9. Buat kontrak pertemuan selanjutnya
10. Akhiri kegiatan dengan baik
8. HASIL:
a. Tanyakan pada pasien bagaimana perasaannya sekarang
b. Tanyakan kelelahan yang dirasakan
c. Kaji skala nyeri pasien setelah dilakukan teknik relaksasi

Disusun oleh
Tim Laboratorium DKKD PSIK
UNIVERSITAS JEMBER

Anda mungkin juga menyukai