0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan4 halaman

Strategi Komunikasi Keperawatan IV

Dokumen tersebut membahas strategi pelaksanaan dan komunikasi dalam pemberian injeksi intra vena (IV) pada pasien wanita usia 34 tahun dengan diagnosa kistoma ovarii. Strategi pelaksanaan meliputi pengukuran vital sign, observasi tanda infeksi, dan pemberian suntikan cefotaxime IV. Strategi komunikasi mencakup orientasi, kerja, dan terminasi dengan melakukan salam, evaluasi, kontrak, dan penjelasan tindakan.

Diunggah oleh

Rusma Witwicky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan4 halaman

Strategi Komunikasi Keperawatan IV

Dokumen tersebut membahas strategi pelaksanaan dan komunikasi dalam pemberian injeksi intra vena (IV) pada pasien wanita usia 34 tahun dengan diagnosa kistoma ovarii. Strategi pelaksanaan meliputi pengukuran vital sign, observasi tanda infeksi, dan pemberian suntikan cefotaxime IV. Strategi komunikasi mencakup orientasi, kerja, dan terminasi dengan melakukan salam, evaluasi, kontrak, dan penjelasan tindakan.

Diunggah oleh

Rusma Witwicky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PELAKSANAAN DAN STRATEGI KOMUNIKASI

Oleh :
NI PUTU RIANTI RUSMADEWI
(16.322.2633)
B9b

STIKES WIRA MEDIKA BALI


TAHUN 2018
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN DAN STRATEGI KOMUNIKASI DALAM
PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN INJEKSI IV

Nama pasien : Ny. D


Umur : 34 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Diagnosa Medis : Kistoma ovarii post omentektomi hari 1

Ruangan : Cempaka Timur

A. Kondisi klien :
1. Alasan masuk RS Saat pengkajian pasien mengatakan nyeri pada luka bekas operasi
baik saat bergerak maupun diam, nyeri dirasakan seperti menusuk-nusuk. Skala nyeri
4 (1-10).

2. Data Fokus :
a. Data Subyektif :Pasien mengatakan merasa nyeri pada luka bekas.
b. Data Obyektif : Terdapat balutan luka operasi sepanjang kurang lebih 10 cm di
perut, WBC : 11,8 10₃/UL (normal : 4,1 – 10,9) = high
B. Diagnosa keperawatan
Risiko infeksi berhubungan dengan tempat masuknya organisme sekunder akibat
pembedahan
C. Tujuan khusus
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam, diharapkan infeksi tidak terjadi
dengan kriteria :
 Luka kering dan bersih
 Tanda-tanda infeksi seperti bengkak, kemerahan, suhu badan meningkat tidak ada pada
luka post operasi
D. Tindakan keperawatan :
1. Mengukur tanda-tanda vital
2. Mengobservasi adanya tanda-tanda infeksi pada luka operasi
3. Melakukan pemberian suntikan Cefotaxime 1 gram IV setiap 8 jam
“SOP injeksi terlampir”

SOP PEMBERIAN OBAT INJEKSI SECARA INTRA VENA (IV)

Pengertian Memberikan suntikan melalui pembuluh darah vena

Tujuan 1. Mendapatkan reaksi obat dengan cepat


2. Memberikan pengaburan karena tidak dapat diberikan dengan cara lain

Persiapan 1. Spuite dengan jarumnya


2. Kapas alkohol
3. Kikir ampul
4. Obat yang akan disuntikkan
5. Kupet
6. Pengalas
7. Bengkok
8. Torniquet
9. CM perawatan

Prosedur kerja  Cek program terapi dokter


 Periksa kembali obat sesuai program
 Baca label obat untuk memastikan kandungan obat, dosis dalam satu
kemasan, cara pemberian, kontra indikasi, efek samping
 Cuci tangan
 Beri salam dan kenalkan diri
 Dekatkan peralatan (troli injeksi)
 Memberikan penjelasan kepada pasien/keluarga tentang kegunaan, cara
pemberian dan kemungkinan efek samping
 Tentukan area suntikan dan pasang pengalas
 Perawat mencuci tangan
 Membaca etiket (nama pasien, obat, dosis, cara dan waktu)
 Jelaskan prosedur menyuntik agar ada kerjasama dengan pasien
 Desinfektan area selang infus suntikan dengan kapas alkohol
 Tusukkan jarum dengan sudut 45 derajat
 Kaji reaksi pasien selama tindakan
 Cabut jarum
 Bereskan pasien dan peralatan
 Tentukan kontrak selanjutnya
 Buka handscoen, cuci tangan
 Beri salam
 Catat pada CM perawatan jenis obat, jam pemberian, dosis, paraf/nama
terang yang memberi
 Bereskan dan kembalikan peralatan

STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

A. ORIENTASI
1. Salam terapeutik
“Selamat siang Bu D”
“Nama saya Rianti, saya perawat yang bertugas pada sore hari ini,”
2. Evaluasi/validasi
“Bagaimana keadaan Ibu D hari ini ? Apakah Ibu merasakan nyeri pada perut Ibu?”
3. Kontrak
“Sekarang saya akan memberikan suntikan cefotaxime melalui selang infus. Tujuan
dari pemberian injeksi cefotaxime ini adalah untuk untuk mencegah terjadinya
infeksi pada luka operasi di perut ibu. Pemberian suntikan ini akan berlangsung
dalam waktu10 menit dan diberikan setiap 8 jam selama sehari”

B. KERJA
1. “Sebelumnya saya sampaikan kalau tadi saya sudah mencuci tangan”
2. “Saya sudah mengecek obatnya, keadaan obat masih bagus, tanggal expirednya masih
dua tahun lagi. Obat ini juga sudah sesuai dengan program dokter”
3. “Sebelum saya mulai tindakan ini, apakah ada yang perlu Ibu tanyakan lagi berkenaan
dengan pemberian suntikan ini?, kalau tidak ada, saya akan siapkan alatnya ya Bu”
4. “Sekarang sudah siap, saya akan mulai memasukkan obat ini ke dalam jarum suntik
ini ya Bu”

C. TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Subyektif : “terasa agak nyeri saat obat masuk”
Obyektif : Obat sudah disuntikkan, tidak terjadi reaksi alergi
2. Tindak lanjut klien
“Saya sudah selesai memberikan injeksi, kalau ada yang ingin ditanyakan, Ibu bisa
langsung memanggil saya atau perawat lainnya.”
3. Kontrak yang akan datang
“Baiklah ibu, pemberian suntikan sudah selesai, 1 jam lagi saya akan kembali kesini
untuk mengukur tekanan darah ibu. Terima kasih atas kerjasamanya ya Bu,”

Anda mungkin juga menyukai