0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan6 halaman

Alat Survei Hidrografi dan Fungsinya

Modul ini memperkenalkan beberapa alat survei hidrografi seperti multibeam echosounder untuk survei bathimetri luas, single beam echosounder untuk survei bathimetri sepanjang jalur, side scan sonar untuk citra dasar laut, palem dan tide gauge untuk pengukuran pasang surut, serta barchek untuk kalibrasi alat ukur kedalaman. Modul ini menjelaskan prinsip kerja dan komponen utama dari masing-masing alat tersebut.

Diunggah oleh

Diyan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan6 halaman

Alat Survei Hidrografi dan Fungsinya

Modul ini memperkenalkan beberapa alat survei hidrografi seperti multibeam echosounder untuk survei bathimetri luas, single beam echosounder untuk survei bathimetri sepanjang jalur, side scan sonar untuk citra dasar laut, palem dan tide gauge untuk pengukuran pasang surut, serta barchek untuk kalibrasi alat ukur kedalaman. Modul ini menjelaskan prinsip kerja dan komponen utama dari masing-masing alat tersebut.

Diunggah oleh

Diyan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

M

MODUL PRAKTIKUM
HIDROGRAFI II

TIM ASISTEN PRAKTIKUM HIDROGRAFI II

TEKNIK GEOMATIKA, ITERA


MODUL I – Pengenalan Alat

Pendahuluan

Hidrografi berasal dari bahasa Yunani yaitu hidros dan grafos yang berarti sifat pengukuran
badan air. Definisi hidrografi yang oleh IHO tahun 2004 didefinisikan sebagai that branch of
applied science which deals with the measurement and description of the features of the seas
and coastal areas for the primary purpose of navigation and all other marine purposes and
activities including -inter aliaoffshore activities, research, protection of the environment and
prediction services. Pengertian tersebut menjelaskan perubahan dan perluasan dari definisi
hidrografi itu sendiri, yaitu tidak hanya sekedar untuk keperluan navigasi saja tetapi sudah
aktivitas lepas pantai dan keperluan perlindungan lingkungan serta penelitian.

Beberapa kegiatan dalam survei hidrografi yaitu pengukuran pasang surut, penentuan posisi,
survei bathimetri, pengamatan arus, pengamatan gelombang, sedimen, temperature, salinitas,
survei seismic, survei magnetic, serta gravimetri. Kegiatan ini tentunya memerlukan
peralatan khusus yang tentunya berbeda dengan kegiatan pemetaan di darat. Sehingga perlu
diperkenalkan beberapa alat survei hidrografi beserta sistem kerja alatnya.

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum hidrografi ini antara lain:

No. Nama Alat Jumlah


1 Single Beam Echosounder 1
2 Tidegauge 1
3 Barchek 1

Deskripsi Alat

1. Multibeam Echosounder
MODUL I – Pengenalan Alat

Multibeam Echosounder merupakan alat untuk menentukan kedalaman air dengan


sapuan area dasar laut yang luas. Prinsip operasi alat ini secara umum adalah berdasar
pada pancaran pulsa yang dipancarkan secara langsung ke arah dasar laut dan setelah
itu energi akustik dipantulkan kembali dari dasar laut (seabed), beberapa 16 pancaran
suara (beam) secara elektronis terbentuk menggunakan teknik pemrosesan sinyal
sehingga diketahui sudut beam. Multibeam Echosounder dapat menghasilkan data
batimetri dengan resolusi tinggi. Multibeam Echosounder mempunyai cakupan
pemetaan yang luas sehingga dapat memetakan keseluruhan area yang masuk ke
dalam jalur survei, lalu setelah itu akan dikoreksi kembali dengan data yang
dihasilkan oleh Singlebeam Echosounder yang memiliki akurasi lebih tinggi, namun
hanya memiliki daerah cakupan yang sempit yaitu hanya pada sepanjang jalur survei
saja. Data – data yang bertampalan dari hasil survei antara Singlebeam Echosounder
dan Multibeam Echosounder akan divalidasi sehingga didapatkan data yang tingkat
validitasnya tinggi. Semakin banyak data yang diperoleh, semakin akurat hasil survei
yang dilakukan.

Multibeam Echosounder dicirikan


oleh parameter berikut Frekuensi
pada rentang 12 sampai 500 kHz.
Cakupan sudut sapuan antara +75°
hingga 85°. Akurasi umumnya
berkurang dengan bertambah
lebarnya swath. Lebar sapuan 4x
sampai 5x kedalaman air.

Gambar 1. Ukuran Jejak MBES versus sudut swath (Jong,2002)


MODUL I – Pengenalan Alat

2. Single Beam Echosounder

Single-beam echosounder merupakan alat ukur kedalaman air yang menggunakan


pancaran tunggal sebagai pengirim dan pengiriman sinyal gelombang suara
(Parkinson, 1996). Komponen dari single-beam yang terdiri dari transceiver
(tranducer dan receiver) terpasang pada lambung kapal. Sistem ini mengukur
kedalaman air secara langsung dari kapal survei. Transceiver mengirimkan pulsa
akustik dengan frekuensi tinggi yang terkandung dalam beam (gelombang suara)
menyusuri bagian bawah kolom air. Energi akustik memantulkan sampai dasar laut
dari kapal dan diterima kembali oleh tranciever. Transciever terdiri dari sebuah
transmitter yang mempunyai fungsi sebagai pengontrol panjang gelombang pulsa
yang dipancarkan dan menyediakan tenaga elektris untuk besar frekuensi yang
diberikan. Singlebeam echosounder relatif mudah untuk digunakan, tetapi alat ini
hanya menyediakan informasi kedalaman sepanjang garis track yang dilalui oleh
kapal.

3. Side Scan Sonar

Side Scan Sonar (SSS) digunakan untuk menghasilkan citra dasar laut, yang mana
diaplikasikan untuk investigasi geologi dan pencarian obyek seperti bangkai kapal,
ranjau, dan pipa. Side Scan Sonar adalah metode pencitraan bawah air yang
didasarkan pada prinsip akustik bawah air. Instrumen ini sangat sensitif dan dapat
mengukur fitur yang lebih kecil dari 10 cm. Kegunaannya termasuk:
 Pendeteksian obyek (ranjau, kapal karam, pipa, pesawat jatuh, kargo yang hilang).
 Klasifikasi dasar laut (tipe sedimen, lapisan batuan, riak pasir).
 Inspeksi konstruksi bawah air (konstruksi lepas pantai, wellhead , pipa minyak,
jembatan, tiang pancang, dinding pelabuhan).
MODUL I – Pengenalan Alat

Instrumen Side Scan Sonar ditarik di belakang atau dipasang pada kapal dan sering
disebut Towfish atau Sonar 24 Fish. Instrumen ini mengirim sinyal Sonar dengan
pulsa yang tegak lurus dengan arah Towfish. Sinyal suara tersebut memantul di dasar
laut dan kembali ke Sonar Fish. Sonar Fish memiliki receiver yang sensitif yang
disebut juga sebagai hydrophone yang menerima sinyal kembali. Guna memperoleh
hasil terbaik yang dimungkinkan, kebanyakan sistem adalah sistem dual frequency.
Frekuensi tinggi seperti 500 kHz – 1 MHz memberikan resolusi bermutu tinggi, tetapi
energi akustiknya hanya menjangkau jarak yang pendek. Frekuensi yang lebih rendah
seperti 50 kHz – 100 kHz memberikan resolusi yang lebih rendah, tapi jarak yang
dapat dijangkau lebih jauh. Ketika pulsa suara mencapai dasar laut, sinyal suara bisa
saja diserap, dipantulkan seperti pada cermin, atau dihamburkan ke berbagai arah
yang berbeda. Suara yang dihamburkan kembali ke arah Sonar Fish disebut
backscatter.

Gambar 2. Side Scan Sonar ([Link]) Gambar 3. Sistem Alat Side Scan Sonar

4. Palem (Tide Pole)


Palem merupakan alat sederhana yang terbuat dari kayu dengan ukuran panjang
sekitar 3-5 meter, lebar 5-15 cm sedangkan tebalnya 1-4 cm. Alat ukur ini mirip
seperti rambu ukur di mana mempunyai skala bacaan dalam satuan decimeter
(Gambar 2.1). Agar ukuran pengamatan air laut benar, maka pemasangan palem harus
tegak lurus dengan permukaan air laut. Selain terbuat dari kayu, palem pasut juga
dapat dibuat dari pelat tipis atau pita plastik. Pemasangan palem pasut sebaiknya
memperhatikan halhal yang mempengaruhi kualitas data pengamatan pasut.
Pemasangan palem harus kokoh, tidak berubah naik turun. Selain itu lokasi
diusahakan agar tidak terganggu oleh kapal yang lewat atau benda terapung lainnya..

5. Tide Gauge
a. Jenis Pelampung (float tide tide gauge)
MODUL I – Pengenalan Alat

Alat sensor berupa pelampung yang dihubungkan oleh katrol menuju alat
perekam. Perubahan tinggi air laut dapat tercatat pada alat perekam dengan
mengikuti perubahan naik turunnya pelampung yang akan menggerakkan jarum
pencatat pada alat perekam.
b. Jenis tekanan (pressure type tide gauge)
Tipe ini menggunakan tekanan air di atas suatu unit yang berubah-ubah akibat
besar kecilnya lapisan air di atas unit sensor tersebut sesuai gerakan turun naiknya
permukaan laut. Perubahan tekanan ini diteruskan ke unit recorder melalui selang
udara yang biasanya terbuat dari karet atau plastik.

6. Barchek
Barchek adalah sebuah plat horizontal yang digunakan untuk mengetahui kesalahan
tranduser. Koreksi Barchek dilakukan pada awal survei dan akhir survei. Barchek
diikat pada tali yang ditandai setiap kedalamannya. Barchek diturunkan pada
kedalaman yang diketahui pembacaan kedalamannya.

Anda mungkin juga menyukai