Soal 1 : Definisi Thin Film Solar Cell
Solar cell atau panel surya adalah alat untuk mengkonversi tenaga matahari menjadi
energi listrik. Photovoltaic adalah teknologi yang berfungsi untuk mengubah atau mengkonversi
radiasi matahari menjadi energi listrik secara langsung. Jenis-jenis sel surya digolongkan
berdasarkan teknologi pembuatannya. Secara garis besar sel surya dibagi dalam tiga jenis, yaitu
monocrystalline, polycrystalline, dan thin film solar cell (TFSC).
Jenis sel surya TFSC diproduksi dengan cara menambahkan satu atau beberapa lapisan
material sel surya yang tipis ke dalam bagian dasar. Sel surya jenis ini sangat tipis sehingga
sangat ringan dan fleksibel. Jenis ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Amorphous Silicon (a-Si) Solar Cell
Sel surya dengan bahan amorphous silicon ini banyak diterapkan pada kalkulator
dan jam tangan. Dengan teknik produksi yang disebut dengan “stacking” atau
susun lapis, dimana beberapa amorphous silicon ditumpuk membentuk sel surya,
akan memberikan efisiensi yang lebih baik antara 6-8%.
2. Cadmium Telluride (CdTe) Solar Cell
Sel surya jenis ini mengandung bahan cadmium telluride yang memiliki efisiensi
yang lebih tinggi dibandingkan jenis amorphous silicon, yaitu sekitar 9-11%.
3. Copper Indium Gallium Selenide (CIGS) Solar Cell
Sel surya jenis ini memiliki efisiensi paling tinggi dibandingkan kedua jenis
lainnya, yaitu sebesar 10-12%.
Soal 2 : Bagian-Bagian dari Copper Indium Gallium Telluride
Copper Indium Gallium Selenide (CIGS) merupakan sel surya jenis thin film yang
diproduksi dengan menyimpan lapisan tipis tembaga, indium, gallium, dan selenide pada kaca
atau plastic, bersama dengan elektroda di bagian depan dan belakang untuk mengumpulkan arus
(Parastiwi, dkk. 2018). Adapun CIGS disusun oleh beberapa lapisan komponen yang dapat
dilihat pada gambar berikut.
Lapisan komponen dari CIGS pada gambar diatas memiliki fungsinya tersendiri, yaitu
sebagai berikut :
1. Substrat yang berbahan soda lime glass yang berfungsi untuk menopang seluruh
komponen sel surya dan sebagai kontak terminal positif sel surya.
2. Back contact yang berbahan dasar molybdenum (Mo) yang berfungsi untuk
menutupi seluruh permukaan belakang sel surya. Dimana back contact bertindak
sebagai konduktor. Molybdenum ini disintesis dengan metode sputtering.
3. Absorber yang berbahan dasar CIGS yang berfungsi sebagai penyerap cahaya dari
sinar matahari. Adapun penambahan gallium pada CuInSe2 (CIS) dapat
meningkatkan band gap penyerapan cahayanya, dan juga sesuai dengan spektrum
surya, yang dengan demikian tegangan dan efisiensinya juga meningkat.
4. Lapisan buffer yang berbahan dasar CdS untuk mencapai efisiensi diimana reaksi
redoks terjadi.
5. Front contact yang berbahan dasar ZnO:Al yang berfungsi menghasilkan
tegangan listrik dari perbedaan potensial antara front contact dan rear contact
atau back contact.