0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan7 halaman

Strategi dan Standar Manajemen Kualitas

Dokumen tersebut membahas mengenai pengertian dan sifat kualitas, strategi peningkatan kualitas, standar kualitas internasional seperti ISO 9000 dan ISO 14000, pendekatan-pendekatan manajemen kualitas seperti Total Quality Management (TQM), Six Sigma, dan konsep-konsep lainnya seperti pemberdayaan pekerja, benchmarking, just in time (JIT), konsep Taguchi, serta alat-alat TQM dan inspeksi.

Diunggah oleh

erikadewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan7 halaman

Strategi dan Standar Manajemen Kualitas

Dokumen tersebut membahas mengenai pengertian dan sifat kualitas, strategi peningkatan kualitas, standar kualitas internasional seperti ISO 9000 dan ISO 14000, pendekatan-pendekatan manajemen kualitas seperti Total Quality Management (TQM), Six Sigma, dan konsep-konsep lainnya seperti pemberdayaan pekerja, benchmarking, just in time (JIT), konsep Taguchi, serta alat-alat TQM dan inspeksi.

Diunggah oleh

erikadewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MENGELOLA KUALITAS

PENGERTIAN DAN SIFAT KUALITAS


Kualitas merupakan kemampuan suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya.
Terdapat tiga pendekatan dalam hal ini, yang pertama kualitas berbasis pengguna dimana kualitas
tergantung kepada audiensnya. Pendekatan ini biasanya digunakan oleh orang pemasaran dan pelanggan.
Yang kedua, kualitas berbasis manufaktur yang biasanya diterapkan oleh manajer produksi. Dalam
pendekatan ini kualitas suatu barang berarti pemenuhan standar dan membuat produk dengan benar sejak
awal. Yang ketiga adalah kualitas itu berbasis produk yang memandang bahwa kualitas sebagai variabel
yang pesisi dan dapat dihitung.

KUALITAS DAN STRATEGI


Peningkatan kualitas membantu perusahaan meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya yang
kemudian akan meningkatkan keuntungan. Peningkatan penjualan kerap terjadi saat perusahaan
mempercepat respon mereka,merendahkan harga jual ,dan meningkatkan reputasi mereka dengan produk-
produk berkualitas. Begitu pula,meningkatnya kualitas menyebabkan biaya turun karena perusahaan
meningkatkan produktivitas dan menurunkan rework,bahan yang terbuang,dan biaya garansi.
Suatu strategi kualitas yang berhasil dimulai dengan lingkungan organisasi yang membantu
perkembangan kualitas yang diikuti oleh pemahaman prinsip kualitas,upaya untuk melibatkan para
pekerja dalam aktivitas yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan kualitas. Bila semua hal ini
dikerjakan dengan baik maka biasanya organisasi dapat memuaskan pelanggan dan mendapatkan
keunggulan bersaing.

MENETAPKAN KUALITAS
STANDAR KUALITAS INTERNASIONAL

ISO 9000

Kualitas secara global sangat penting sehingga dunia bersatu menciptakan kualitas, ISO 9000. ISO 9000
adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu (SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176
ISO, yaitu organisasi internasional di bidang standardisasi. ISO 9000 pertama kali dikeluarkan pada tahun
1987 oleh International Organization for Standardization Technical Committee (ISO/TC) 176. ISO/TC
inilah yang bertanggungjawab untuk standar-standar sistem manajemen mutu. ISO/TC 176 menetapkan
siklus peninjauan ulang setiap lima tahun, guna menjamin bahwa standar-standar ISO 9000 akan menjadi
up to date dan relevan untuk organisasi.

Sertifikasi ISO 9000

Untuk memiliki sertifikat ISO 9000, suatu organisasi harus melalui proses selama 9 hingga 18 bulan yang
mencakup dokumentasi prosedur kualitas, penilaian lapangan, dan serangkaian audit yang terus berjalan
terhadap produk atau jasa yang dihasilkannya.

ISO 14000

Proses internasionalisasi kualitas yang terus terbukti dengan dikembangkannya ISO 14000. ISO 14000
merupakan standar manajemen lingkungan yang mengandung lima elemen pokok: manajemen
lingkungan, audit, evaluasi kinerja, pelabelan, dan penilaian siklus hidup.

TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

Total Quality Management (TQM) mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi
keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan komitmen manajemen untuk
mendapatkan arahan perusahaan yang ingin terus meraih keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa
penting bagi pelanggan. Ada beberapa elemen bahwa sesuatu dikatakan berkualitas, yaitu

1) Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan

2) Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan

3) Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (apa yang dianggap berkualitas saat ini mungkin
dianggap kurang berkualitas pada saat yang lain).

4) Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses,
dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.

TQM sangat bermanfaat baik bagi pelanggan, institusi, maupun bagi staf organisasi.

Manfaat TQM bagi pelanggan adalah:

1) Sedikit atau bahkan tidak memiliki masalah dengan produk atau pelayanan.

2) Kepedulian terhadap pelanggan lebih baik atau pelanggan lebih diperhatikan.

3) Kepuasan pelanggan terjamin.

Perbaikan Berkesinambungan

TQM membutuhkan perbaikan berkesinambungan yang tidak pernah berhenti yang mencakup orang,
peralatan, pemasok, bahan, dan prosedur. Dasar filosofi ini adalah setiap aspek dari operasi perusahaan
dapat diperbaiki. Tujuan akhirnya adalah kesempurnaan yang tidak akan pernah dapat diraih, tetapi selalu
diupayakan.

Six Sigma

Six sigma adalah program untuk menghemat waktu, meningkatkan kualitas, dan menurunkan biaya. Six
sigma juga merupakan sebuah sistem yang menyeluruh yaitu suatu strategi karena berfokus pada
kepuasan pelanggan total

Pemberdayaan Pekerja

Pemberdayaan pekerja berarti melibatkan pekerja pada setiap langkah proses produksi. Secara konsisten,
literatur bisnis menyatakan 85% permasalahan kualitas terletak pada bahan dan proses, bukan pada
kinerja pekerja. Oleh karena itu, tugas yamg diperlukan adalah merancang peralatan dan proses yang
dapat memproduksi kualitas yang diinginkan.

Benchmarking

Benchmarking merupakan pemilihan standar kinerja yang mempresentasikan kinerja terbaik dari suatu
proses atau aktivitas. Benchmarking meliputi pemilihan standar produk, jasa, biaya atau kebiasaan yang
mewakili suatu kinerja terbaik dari proses atau aktivitas serupa dengan proses atau aktivitas Anda.

Just in Time (JIT)

Konsep JIT diadakan untuk perbaikan berkesinambungan dan penyelesaikan masalah. Dalam konsep JIT,
barang diproduksi dan diantarkan saat mereka dibutuhkan (saat ada permintaan). JIT berkaitan dengan
kualitas dalam tiga hal:

1. JIT memangkas biaya kualitas. Hal ini terjadi karena rework, scrap, investasi persediaan dan
biaya akibat barang yang rusak berkaitan langsung dengan persediaan yang ada.
2. JIT meningkatkan kualitas. Karena mempersingakat lead time, JIT juga menjaga bukti kesalahan
tetap baru dan membatasi jumlah sumber kesalahan yang potensial.
3. Kualitas yang lebih baik berarti persediaan yang lebih sedikit, serta sistem JIT yang lebih baik
dan mudah digunakan. Tujuan memiliki persediaan adalah melindungi kinerja produksi yang
buruk yang disebabkan oleh kualitas yang tidak dapat diandalkan

Konsep Taguchi

Genichi Taguchi memberikan tiga konsep yang bertujuan memperbaiki kualitas produk dan proses, yaitu
ketangguhan kualitas (quality robustness), fungsi kerugian kualitas (quality loss function-QLF) dan
kualitas berorientasi sasaran (target-oriented quality)

ALAT TQM
[Link] periksa, adalah suatu formulir yang dirancang untuk mencatat data. Karakteristik
•Data dapat dicatat dengan mudah

•Data dapat dipahami dengan mudah

•Mencegah terjadinya data hilang (missing data)

•Dapat menentukan sumber persoalan

•Memungkinkan pemecahan persoalan dengan cepat

•Dipakai untuk memeriksa beberapa item secara bersamaan

•Memungkinkan pengklasifikasian/penstrataan data

[Link] sebar, menunjukkan hubungan antara dua pengukuran.

.Diagram sebab-akibat (diagram Ishikawa/diagram tulang ikan), adalah sebuah teknik skematik yang
digunakan untuk mengetahu letak-letak masalah kualitas yang mungkin.

Manfaat:

[Link] dan menghubungkan faktor-faktor

[Link] sarana untuk urun pendapat (brainstorming)

[Link] setiap orang yang terkait

Kekurangan:

[Link] kompleks

[Link] dedikasi dan kesabaran

[Link] jadi sulit dalam memfasilitasinya

[Link] pareto, adalah sebuah metode untuk metode untuk mengelola kesalahan, masalah, atau cacat
guna membantu memusatkan perhatian untuk upaya penyelesaian masalahnya. Prosedur:

•Tetapkan klasifikasi data

•Tentukan kerangka waktu

•Kumpulkan data

•Rangking penyebab-penyebab (causes)

•Bangun Tabel

•Gambarkan Histogram
[Link] alir (flow chart), diagram kotak yang secara grafis menggambarkan sebuah proses atau sistem.
Manfaat:

•Untuk memahami proses

•Mengidentifikasi perbaikan yang mungkin dapat dilakukan

•Membantu pekerja untuk mengetahui, dimana posisi mereka di dalam proses

•Membangkitkan dukungan melalui partisipasi

[Link]

Histogram merupakan alat yang menggambarkan penyebaran distribusi frekuensi, yaitu pengaturan data
berdasarkan magnitude, berupa grafik balok. Balok-balok yang terdapat dalam histogram dihasilkan dari
persamaan sturge yang memberikan jumlah kelas-kelas data yang terdapat dalam grafik histogram setelah
kita mendapatkan perkiraan jumlah kelas, dapat diperoleh interval kelas dengan membagi range data
dengan jumlah kelas yang diperoleh.

Statistical Process Control (SPC) atau Pengendalian Proses Statistikal adalah seperangkat alat pemecahan
masalah yang baik, berguna dalam mencapai stabilitas proses dan memperbaiki kapabilitas melalui
pengurangan variabilitas.

INSPEKSI

Inspeksi ialah suatu cara memastikan operasi telah mencapai kualitas yang diharapkan.

Inspeksi meliputi pengukuran, perasaan, perabaan, penimbangan, atau pemeriksaan produk dengan tujuan
menemukan proses yang buruk sesegera mungkn. Perlu diingat, inspeksi tidak memperbaiki kekurangan
dalam sistem atau atau cacat pada produk atau mengubah suatu produk dan meningkatkan nlainya.
Inspeksi hanya berfungsi menemukan kekurangan atau cacat.

Inspeksi utamanya berfokus pada dua masalah besar, yaitu (1) Kapan inspeksi dilakukan dan (2) Dimana
inspeksi dilakukan. Memutuskan kapan dan dimana inspeksi dilakukan bergantung pada jenis proses dan
nilai tambah pada setiap tahap. Inspeksi dapat dilakukan pada salah satu tuitik berikut:

[Link] pabrik pemasok saat pemasok melakukan proses produksi


[Link] menerima produk dari pemasok (supplier)

[Link] melakukan proses yang mahal dan tidak dapat dikembalikan

[Link] tahap-tahap proses produksi

[Link] produk selesai dibuat

[Link] pengantaran ke konsumen

[Link] titik kontak dengan pelanggan

Inspeksi terbaik adalah inspeksi yang dilakukan pada sumber produksi. Hal ini disebut inspeksi sumber.
Idenya adalah setiap pemasok, proses, dan pekerja memperlakukan langkah berikutnya dalam proses
sebagai pelanggan sehingga memastikan produknya tiba dengan sempurna di pelanggan sebenarnya.

Inspeksi dapat dibantu dengan dengan penggunaan daftar periksa dan pengendalian seperti perangkat
yang aman dari kesalahan yanag disebutpoka-yoke. Poka-yoke adalah alat atau teknik bebas kesalahan
yang memastikan produksi produk yang baik setiap saat. Contohnya mulut selang pompa bensin, ukuran
standar kartos kentang gorang di McDonald’s, dan perlatan paket operasi di rumah sakit.

Pada organisasi berorientasi jasa, titik inspeksi ditetapkan pada lokasi yang luas. Inspeksi terbagi dua
berdasarkan karakteristik kualitas. Inspeksi atributadalah inspeksi yang menggolongkan barang cacat atau
baik tanpa mencantumkan keterangan derajat kecatatan. Inspeksi variabel adalah inspeksi yang
menggolongkan barang ke dalam suatu kontinum seperti dimensi, ukuran, berat, kecepatan, dan kekuatan

Anda mungkin juga menyukai