50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan4 halaman

Perbandingan RKE, RME, dan RKP

RKE, RME, dan RKP merupakan rekam kesehatan elektronik yang memiliki perbedaan yaitu cakupan layanan kesehatan yang tercakup (satu fasilitas vs beberapa fasilitas vs pribadi), pemilik data (fasilitas vs pasien), dan akses (internal fasilitas vs lintas fasilitas vs dimanapun). RKE meliputi data pasien di berbagai fasilitas, RME di satu fasilitas, sementara RKP dimiliki dan dikendal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan4 halaman

Perbandingan RKE, RME, dan RKP

RKE, RME, dan RKP merupakan rekam kesehatan elektronik yang memiliki perbedaan yaitu cakupan layanan kesehatan yang tercakup (satu fasilitas vs beberapa fasilitas vs pribadi), pemilik data (fasilitas vs pasien), dan akses (internal fasilitas vs lintas fasilitas vs dimanapun). RKE meliputi data pasien di berbagai fasilitas, RME di satu fasilitas, sementara RKP dimiliki dan dikendal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERBEDAAN RKE.

RME, DAN RKP

NAMA :SITI MUBTADIATUL HAQIQIYAH


NIM :P17410183061
PRODI :D3 PMIK / 1B

1. REKAM KESEHATAN ELEKTRONIK

Konsep dan pengertian dasar Rekam Kesehatan Elektronik

Rekam/ catatan elektronik informasi terkait kesehatan (health-related information) seseorang


yang mengikuti standar interoperabilitas nasional dan dapat dibuat, dikumpulkan, dikelola,
digunakan dan dirujuk oleh dokter atau tenaga kesehatan yang berhak (authorized) pada lebih
dari satu organisasi pelayanan kesehatan.

Definisi Rekam Kesehatan Elektronik (RKE):

EHR merupakan kumpulan dari EMR di masing-masing pelayanan kesehatan yang telah
memberikan pelayanan kesehatan pada pasien. EHR dapat diakses dan dimilki oleh pasien serta
datanya bisa digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan lain pada episode perawatan berikutnya.
EHR baru bisa diwujudkan jika sudah ada format standar data EMR pada masing-masing
fasilitas pelayanan kesehatan sehingga data-data tersebut bisa diintegrasikan. Untuk mewujudkan
EHR ini dibutuhkan suatu sistem yang terintegrasi dan disepakati bersama oleh masing-masing
fasilitas pelayanan kesehatan pada suatu region atau wilayah.

Keuntungan Rekam Kesehatan Elektronik (RKE):

Keuntungan yang dapat diperoleh dengan RKE yaitu mencegah kejadian medical error melalui
tiga mekanisme yaitu (1) pencegahan adverse event, (2) memberikan respon cepat segera setelah
terjadinya adverse event dan (3) melacak serta menyediakan umpan balik mengenai adverse
event.

Keuntungan lain dari RKE yaitu dapat memberikan peringatan dan kewaspadaan klinik (clinical
alert dan reminder), hubungan dengan sumber pengetahuan untuk menunjang keputusan layanan-
kesehatan (health care decision support) dan analisis agregat.

Selain itu dengan adanya EHR memungkinkan terselenggaranya komunikasi silang yang
semakin kompleks antara sesama tenaga kesehatan dengan berbagai pihak yang sama-sama
memberikan pelayanan kepada pasien di sarana pelayanan kesehatan, dan EHR juga dapat
digunakan sebagai salah satu masukan penting dalam mengukur keberhasilan program kesehatan
di instansi pelayanan yang ada. (Menkes RI, 2005). Saat ini di Indonesia tercatat sekitar 1300 RS
dan ribuan puskesmas (Menkes RI) yang tentunya pemerintah perlu memikirkan rancangan
induk (grand disain) EHR yang disusun secara strategis per regional meliputi wilayah Indonesia
Timur, Tengah dan Barat.

Kelemahan Rekam Kesehatan Elektronik (RKE):

 Membutuhkan investasi awal yang lebih besar daripada rekam medis kertas, untuk perangkat
keras, perangkat lunak dan biaya penunjang

 Waktu yang diperlukan oleh key person dan dokter untuk mempelajari sistem dan merancang
ulang alur kerja.

 Konversi rekam medis kertas ke EHR membutuhkan waktu, sumber daya, tekad dan
kepemimpinan

 Risiko kegagalan sistem computer

 Masalah pemasukan data oleh dokter

 Analisis data agregat

2. REKAM MEDIS ELEKTRONIK

Konsep dan pengertian dasar Rekam Medis Elektronik

Rekam/ catatan elektronik tentang informasi terkait kesehatan (health-related information)


seseorang yang dibuat, dikumpulkan, dikelola, digunakan dan dirujuk oleh dokter atau tenaga
kesehatan yang berhak (authorized) di satu organisasi pelayanan kesehatan.

Definisi Rekam Medis Elektronik (RME)

EMR adalah lingkungan aplikasi yang tersusun atas penyimpanan data klinis, sistem pendukung
keputusan klinis, standarisasi istilah medis, entry data terkomputerisasi, serta dokumentasi medis
dan farmasi. EMR digunakan oleh paramedic untuk mendokumentasikan, memonitor, dan
memanage pelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien di fasilitas pelayanan kesehatan.
Data dalam EMR merupakan rekaman legal dari pelayanan yang telah diberikan pada pasien dan
data tersebut disimpan serta dimiliki oleh fasilitas pelayanan kesehatan.”

Keuntungan Rekam Medis Elektronik (RME)


a. Dapat meminimalkan human eror , karena rekam medik elektronik dapat menghasilkan
peringatan dan kewaspadaan klinik.
b. Dapat berhubungan dengan sumber pengetahuan untuk penunjang keputusan layanan
kesehatan.
c. Rekam medik elektronik dapat melakukan pengambilan data sinyal biologis secara
otomatis.
d. Dengan rekam medik elektronik dapat memasukkan data pasien dan memperoleh saran
utuk penanganan pasien
e. Dengan rekam medik elektronik data rutin dapat langsung diperoleh (dalam bentuk siap
olah ) dari basis data rekam medik. Sedangkan data non rutin dapat dikumpulkan pada waktu
pemeriksaan pasien dan dimasukkan dalam rekam medik.
(Thede, 2008; Moody, 2004)
Kelemahan Rekam Medis Elektronik (RME)
a. Membutuhkan investasi awal yang lebih besar daripada rekam medik kertas untuk
pengadaan perangkat keras, lunak, dan biaya penunjang.
b. Waktu yang harus disediakan oleh key person dan perawat dalam mempelajari sistem dan
merancang ulang alur kerja memerlukan waktu yang lama.
c. Konversi Rekam medik kertas ke rekam medik elektronik memerlukan waktu, sumber
daya, tekad dan kepemimpinan.
d. Resiko kegagalan pada sistem computer
e. Problem dalam pemasukan data oleh petugas kesehatan.
(Thede, 2008; Moody, 2004)

3. RKP (PERSONAL HEALTH RECORD/ REKAM KESEHATAN PERSONAL)

Konsep dan pengertian dasar Rekam Kesehatan Personal

Rekam/ catatan elektronik informasi terkait kesehatan (health-related information) yang


mengikuti standar interoperabilitas nasional dan dapat ditarik dari berbagai sumber, namun
dikelola, dibagi serta dikendalikan oleh individu. Rekam Kesehatan personal mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut :

 Rekam Medis adalah milik individu.

 Dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

 Data kesehatan dapat diupdate oleh pemiliknya

 Google dan Microsoft sudah memulai kerjasamanya dengan beberapa Rumah sakit
terkemuka.
Fungsi Rekam Kesehatan Personal

Pasien akan dapat melihat riwayat kesehatan dan pelayanan yang telah ia terima dari berbagai
pemberi layanan kesehatan yang pernah menanganinya. Hal ini akan memudahkan pasien
berkomunikasi dengan dokter terkait dengan kondisinya. Pasien yang mengelola dan
menggunakan rekam kesehatan personal akan menjadi well educated patient dimana dokter akan
mudah berkomunikasi dengan pasien tersebut.

Anda mungkin juga menyukai