0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan17 halaman

Penyuluhan Diabetes Mellitus untuk Lansia

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut merupakan satuan acara penyuluhan tentang diabetes mellitus, (2) Materi penyuluhan meliputi pengertian, klasifikasi, penyebab, gejala, komplikasi, pencegahan dan perawatan diabetes mellitus, (3) Penyuluhan dilakukan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat tentang diabetes.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan17 halaman

Penyuluhan Diabetes Mellitus untuk Lansia

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut merupakan satuan acara penyuluhan tentang diabetes mellitus, (2) Materi penyuluhan meliputi pengertian, klasifikasi, penyebab, gejala, komplikasi, pencegahan dan perawatan diabetes mellitus, (3) Penyuluhan dilakukan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat tentang diabetes.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DIABETES MELLITUS

DISUSUN OLEH :

Yani Nuryani Afifadillah [Link] (195140008)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA

JAKARTA

2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DIABETES MELITUS

Mata Ajar : Keperawatan Komunitas


Pokok Pembahasan : Diabetes Melitus
Judul Penyuluhan : Diabetes Mellitus (Kencing Manis)
Hari/ Tanggal :
Waktu Pertemuan : 40 menit
Tempat : Warga RT 09/RT10 RW 04 Kelurahan Munjul Jakarta Timur

A. Kompetensi :
1. Kompetensi Umum :
Setelah mendapat penyuluhan selama 40 menit, lansia mampu memahami materi
penyuluhan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Kompetensi Khusus :
a) Menyebutkan pengertian Diabetes Mellitus
b) Menyebutkan klasifikasi Diabetes Mellitus
c) Menyebutkan penyebab Diabetes Mellitus
d) Menyebutkan faktor resiko Diabetes Mellitus
e) Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Mellitus
f) Menyebutkan komplikasi Diabetes Mellitus
g) Menyebutkan cara pencegahan dari Diabetes Mellitus
h) Menyebutkan cara perawatan dari Diabetes Mellitus
i) Modifikasi Lingkungan keluarga dengan Diabetes Mellitus
j) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

B. Pokok Bahasan
Diabetes Mellitus
C. Sub Pokok Bahasan :
1. Pengertian Diabetes Mellitus
2. Klasifikasi Diabetes Mellitus
3. Penyebab Diabetes Mellitus
4. Faktor resiko Diabetes Mellitus
5. Tanda dan gejala Diabetes Mellitus
6. Komplikasi Diabetes Mellitus
7. Pencegahan Diabetes Mellitus
8. Perawatan Diabetes Mellitus
9. Modifikasi lingkungan Diabetes Mellitus
10. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

D. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi
4. Demonstrasi

E. Media penyuluhan
1. Laptop
2. LCD
3. Leaflet
4. Alat Gula Darah Sewaktu
5. Koran

F. Pengorganisasian
1. Waktu
- Hari/tanggal :
- Waktu : 09.00 WIB (40 menit)
- Tempat : Warga RT 09/RT10 RW 04 Kelurahan Munjul – Jakarta
Timur
- Kegiatan : Orientasi (10 Menit)
Pelaksanaan (20 Menit)
Penutup (10 Menit)
G. Kegiatan Belajar Mengajar

No. Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Media

1. 5 menit Pembukaan :
- Membuka kegiatan dengan - Menjawab salam
mengucapkan salam. - Mendengarkan
- Memperkenalkan diri - Memperhatikan
- Menjelaskan tujuan dari
penyuluhan
- Menyebutkan kontrak
- Menyebutkan materi yang akan
diberikan
- Menggali pengetahuan warga
tentang Diabetes Mellitus

2. 20 menit Pelaksanaan :
- Menjelaskan tentang - Menyimak - Laptop
pengertian Diabetes Mellitus penjelasan dan - leaflet
- Menjelaskan klasifikasi demonstrasi - Koran
Diabetes Melitus - Mengajukan - vidio
- Menjelaskan penyebab pertanyaan
Diabetes Mellitus seputar materi
- Menjelaskan factor resiko - Mengikuti
- Menjelaskan tanda-tanda dan demonstrasi
gejala Diabetes Mellitus
- Memberi kesempatan kepada
peserta untuk bertanya
- Memberikan reinforcement
positif kepada peserta yang
bertanya
- Menjelaskan komplikasi
Diabetes Mellitus
- Menjelaskan bagaimana cara
pencegahan Diabetes Mellitus
- Menjelaskan bagaimana cara
perawatan Diabetes Melitus
- Menjelaskan cara
memodifikasi lingkungan
keluarga dengan Diabetes
Melitus
- Menjelaskan cara
memanfaatkan fasilitas
pelayanan kesehatan
- Memberikan kesempatan
kepada peserta untuk bertanya
- Memberikan reinforcement
positif kepada peserta yang
bertanya
- Mendemonstrasikan cara
senam diabetes mellitus
- Memberikan kesempatan
kepada peserta untuk
mendemonstrasikan
- Memberikan reinforcement
positif kepada peserta

3. 5 menit Evaluasi :
- Mengevaluasi materi yang - Memperhatikan
telah di sampaikan penjelasan - Laptop
- Memberikan umpan balik - Menjawab - Leaflet
- Memberikan kesempatan pertanyaan dan
kepada peserta untuk bertanya memberikan
- Menyimpulkan materi yang umpan balik
telah di sampaikan - Menjawab salam
- Melakukan rencana tindak
lanjut
- Menutup acara dan
mengucapkan salam

H. Evaluasi
Setelah di lakukan penyuluhan terkait diabetes melitus, lansia mampu menjawab
pertanyaan sebagai berikut :
1. Apa pengertian Diabetes Mellitus?
2. Apa saja klasifikasi Diabetes Mellitus?
3. Apa saja tanda dan gejala Diabetes Mellitus?
4. Apa saja komplikasi Diabetes Mellitus?
5. Bagaimana cara pencegahan Diabetes Mellitus?
6. Bagaimana cara perawatan Diabetes Melitus?
7. Bagaiana cara memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan?

I. Materi
Terlampir
DIABETES MELLITUS (DM)

A. Pengertian
Diabetes Mellitus (kencing manis) adalah penyakit di mana tubuh tidak bisa
mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Jadi mengalami gangguan
metabolisme dari distribusi gula oleh tubuh sehingga tubuh tidak bisa memproduksi
insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif.
Akibatnya, terjadi kelebihan gula di dalam darah sehingga menjadi racun bagi tubuh.
Dikatakan diabetes jika gula 140 mg/dl dan gula darah sewaktu diatas 200 mg/dl
(Rachmawati, 2005)

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolise yang ditandai dengan hiperglikemi yang
erhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, yang
disebabkan oleh penurunan seresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin atau
keduanya dan menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler, makrovaskuler dan
neurpati (Yuliana Elin, 2009 dala Nurarif & Kusuma, 2013).

B. Klasifikasi Diabetes Mellitus


Klasifikasi Diabetes Mellitus terdiri dari (Nurarif, amin huda dkk, 2013):
1. DM tipe I (IDDM)
Diabets tipe 1 ini sering disebut Insulin Dependent Diabetes Melitus(IDDM)
atau diabetes mellitus yang bergantung pada insulin. Diabetes jenis pertama ini
terbentuk apabila sistem imunisasi badan memusnahkan sel beta kelenjar pankreas,
satu-satunya jenis sel yang menghasilkan hormon insulin yang digunakan untuk
penghadaman glukosa kepada tenaga.
Diabetes ini sering didapati pada golongan kanak-kanak dan remaja yang
memerlukan beberapa suntikan insulin setiap hari, atau menggunakan pam insulin,
untuk terus hidup. 5% hingga 10% pengidap diabetes merupakan dari jenis kencing
manis jenis I. Mereka yang berisiko mengidap kencing manis jenis I adalah serangan
sistem imunisasi sendiri (autoimmune), genetik, dan alam sekeliling.
2. DM tipe II (NIDDM)
Penyakit diabetes tipe 2 sering juga disebut Non Insulin Dependent Diabetes
Mellitus (NIDDM) atau diabetes mellitus tanpa bergantung pada insulin. Diabetes
bebas insulin (jenis kedua) biasanya bermula dengan ketahanan insulin, dimana badan
tidak menggunakan insulin dengan berkesan. Apabila keperluan menggunakan insulin
meningkat, kelenjar pankreas tidak lagi mampu mengeluarkan insulin pada kadar
mencukupi.
Diabetes bebas insulin (jenis kedua) biasanya berlaku seiring dengan faktor
usia lanjut, gemuk (obesity), terencat ketahanan glukosa, keturunan atau bangsa
(genetik) dan kurang bersenam. Diabetes bebas insulin (jenis kedua) juga semakin
meningkat dikalangan kanak-kanak dan golongan remaja di Malaysia.

C. Penyebab Diabetes Mellitus


Diabetes Melitus merupakan penyakit kelainan metabolisme yang disebabkan
oleh kurangnya hormon insulin dalam tubuh seseorang. Kurangnya hormon insulin
tersebut menyebabkan glukosa yang dikonsumsi oleh tubuh tidak dapat di proses secara
[Link] ini menyebabkan penderita mengalami hiperglikemia atau kelebihan
gula darah (Mary, 2009)

D. Faktor Resiko
Menurut Nurarif & Kusuma, (2013) faktor resiko yang berhubungan dengan proses
terjadinya diabetes antara lain sebagai berikut:
1. Usia
Semakin tua usia seseorang, maka kemampuan dan kinerja organ-organ dalam tubuh
kita pun semakin melemah, dan akan meningkatkan resiko terkena penyakit Dabetes
mellitus.
2. Keturunan
Mereka yang keluarganya mempunyai riwayat penyakit Diabetes mellitus secara
genetik akan di turunkan kepada anggota keluarganya.
3. Kegemukan
Jika seseorang sudah sampai mengalami obesitas, maka potensi terganggunya kinerja
insulin akan semakin besar, karena timbulnya lemak yang berlebihan akan
mengganggu kerja hormone insulin.
4. Kurangnya aktifitas fisik
Semakin sedikit aktifitas fisik yang kita lakukan maka semakin sedikit pula gula
dalam tubuh kita di pakai untuk di ubah menjadi energy. Akibatnya terjadi
penumpukan gula di dalam tubuh yang membuat resiko terkena diabetes mellitus
5. Pola makan yang salah
 Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gula secara berlebihan contoh
: eskrim, sirup, soda, dll
Semua makanan dan minuman tersebut kadang tanpa di sadari mengandung
banyak gula yang tidak pernah kita ketahui berapa takrannya.
 Mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak karbohidrat secara berlebihan
contoh nasi atau roti
Tubuh mempunyai kemampuan yang terbatas dalam mengolah makanan yang
anda makan, jika anda makan terlalu banyak karbohidrat maka tubuh akan
menyimpannya dalam bentuk gula dalam darah (glikogen). Jika hal ini
berlangsung setiap hari , maka dapat di bayangkan besarnya penumpukan
glikogen yang di simpan dalm tubuh. Inilah pemicu awal terjadinya gejal diabetes.
6. Stress
Tekanan mental atau stress dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah yang
secara langsung memicu meningkatnya resiko terkena penyakit Diabetes mellitus.

E. Tanda dan gejala Diabetes Mellitus


Menurut Nurarif & Kusuma, (2013) tanda gejala terjadinya diabetes mellitus adalah
sebagai berikut:
1. Poliuria (banyak dan sering kencing)
Klien yang mengalami defisiensi insulin tidak dapat mempertahankan kadar glukosa
plasma puasa yang normal atau toleransi glukosa sesudah makan karbohidrat. Jika
hiperglikeminya parah dan melebihi ambang ginjal bagi zat tersebut, maka timbul
glukosuria. Glukosuria ini mengakibatkan diuresis osmotic yang meningkatkan
pengeluaran urine (poliurie).
2. Polidipsi (banyak minum)
Karena seringnya mengeluarkan urin mengakibatkan cepat haus (polidipsi)
3. Polipagia (banyak makan)
Karena glukosa hilang bersama urine, maka klien menderita keseimbangan kalori
negative dan berat badan berkurang, rasa lapar yang semakin hebat (polipagia)
4. Poli nefropati
Kelainan pada saraf-saraf tepi dalam bentuk sering kesemutan dan hilang rasa
5. Retinopati (kelainan pembuluh darah di mata)
Dimana penderita sering mengeluh penglihatan kabur
6. Penurunan berat badan
Kadar gula darah yang tinggi biasanya menyebabkan penurunan berat badan yang cepat,
katakanlah 5-10 kilo selama dua atau tiga bulan (tapi ini bukan penurunan berat badan
yang sehat). Karena hormon insulin tidak mampu mengirim glukosa ke dalam sel untuk
digunakan sebagai energi, tubuh mulai memecah protein dari otot-otot sebagai sumber
energy alternatif. Ginjal juga bekerja ekstra untuk menghilangkan kelebihan gula, dan
menyebabkan kehilangan kalori yang dapat membahayakan ginjal.
7. Cepat merasa lelah dan mengantuk
Orang yang memiliki kadar gula darah tinggi, umumnya akan merasa tidak enak badan.
Sering terbangun di malam hari untuk berkemih, akan membuat badan tidak segar
keesokan harinya. Kondisi inilah yang membuat orang tersebut menjadi lelah dan mudah
marah.

F. Komplikasi Diabetes Melitus


Menurut Nurarif & Kusuma, (2013) komplikasi diabetes mellitus adalah sebagai berikut:

Organ/jaringan
Yg terjadi Komplikasi
yg terkena

Plak aterosklerotik terbentuk &


menyumbat arteri berukuran besar
atau sedang di jantung, otak, Sirkulasi yg jelek menyebabkan
tungkai & penis. penyembuhan luka yg jelek &
Pembuluh
Dinding pembuluh darah kecil bisa menyebabkan penyakit
darah
mengalami kerusakan sehingga jantung, stroke, gangren kaki &
pembuluh tidak dapat mentransfer tangan, impoten & infeksi
oksigen secara normal &
mengalami kebocoran

Mata Terjadi kerusakan pada pembuluh Gangguan penglihatan & pada


darah kecil retina akhirnya bisa terjadi kebutaan

Penebalan pembuluh darah


ginjal
Protein bocor ke dalam air Fungsi ginjal yg buruk
Ginjal
kemih Gagal ginjal
Darah tidak disaring secara
normal

Kelemahan tungkai yg terjadi


secara tiba-tiba atau secara
Kerusakan saraf karena glukosa perlahan
Saraf tidak dimetabolisir secara normal Berkurangnya rasa,
& karena aliran darah berkurang kesemutan & nyeri di tangan &
kaki
Kerusakan saraf menahun

Tekanan darah yg naik-turun


Kerusakan pada saraf yg
Sistem saraf Kesulitan menelan &
mengendalikan tekanan darah &
otonom perubahan fungsi pencernaan
saluran pencernaan
disertai serangan diare

Berkurangnya aliran darah ke kulit Luka, infeksi dalam (ulkus


Kulit & hilangnya rasa yg menyebabkan diabetikum)
cedera berulang Penyembuhan luka yg jelek

Mudah terkena infeksi, terutama


Darah Gangguan fungsi sel darah putih
infeksi saluran kemih & kulit

Gluka tidak dimetabolisir secara


Sindroma terowongan
Jaringan ikat normal sehingga jaringan menebal
karpalKontraktur Dupuytren
atau berkontraksi
G. Pencegahan Diabetes Melitus
Pencegahan diabetes mellitus terdiri dari (Ernawati, 2013):
a. Mengatur makanan yang sehat
b. Menjalani pemeriksaan gula darah
c. Berolah raga secara teratur
d. Menjaga keseimbangan berat badan
e. Menggunakan obat sesuai anjuran dokter

H. Perawatan Diabetes Melitus


Perawatan yang dilakukan pada penderita diabetes Mellitus (Depkes RI, 2008):
1. Minum obat secara teratur (anti diabetika oral / suntikan insulin )
2. Pemeriksaan secara teratur (berat badan, tekanan darah, gula darah, dll)
3. Makan sesuai aturan ( diit DM):
a. Mengganti gula pasir dengan gula rendah kalori
b. Mengganti bahan pokok pakanan (nasi), dengan sumber energy lain seperti
singkong, jagung, ubi.
c. Dalam diit diabetes mellitus juga mengenal “3 J” :
 Tepat Jam
Jadwal diit harus diikuti pemberian dapat diubah asalkan interval tetap 3 jam.
Contoh :
- Pukul : 06.30 Makanan Pagi
- Pukul : 09.30 Snack Atau Buah.
- Pukul : 12.30 Makan Siang .
- Pukul : 15.30 Snack Atau Buah.
- Pukul : 16.30 Makan Malam
- Pukul : 21.30 Snack Atau Buah.
 Tepat Jenis
Jenis makanan yang manis harus dihindari termasuk “pantang“ buah golongan
A (buah – buah yang manis) dan makanan manis. Buah – buahan yang
dianjurkan buah yang kurang manis (buah golongan B) misalnya pepaya,
kedondong, salak, pisang, apel, tomat.
 Tepat Jumlah
Jumlah kalori yang diberikan harus habis, jangan dikurangi ataupun ditambah.
Kalori diet :
- Kurus : BB X 40 – 60 kalori/hari
- Normal : BB X 30 kalori/hari
- Gemuk : BB X 20 kalori/hari
- Obesitas : BB X 10- 15 kalori/hari

4. Olah raga secara rutin, seperti senam DM, senam kaki


Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus
untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian
kaki (Ernawati, 2013).
 Tujuan
1. Memperbaiki sirkulasi darah
2. Memperkuat otot-otot kecil
3. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
4. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
5. Mengatasi keterbatasan gerak sendi
 Indikasi
Diberikan sejak pasien didiagnosa menderita Diabetes Mellitus sebagai tindakan
pencegahan dini.
 Kontraindikasi
1. Klien mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dipsnu atau nyeri
dada.
2. Orang yang depresi, khawatir atau cemas
 Peralatan yang harus di siapkan :
1. Kertas Koran 2 lembar,
2. Kursi (jika tindakan dilakukan dalam posisi duduk),
3. Hanskun
 Cara Tindakan :
1. Perawat cuci tangan
2. Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk tegak
diatas bangku dengan kaki menyentuh lantai
3. Dengan meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan
keatas lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10
kali

4. Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke
atas. Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki
diangkatkan ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan
secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.

5. Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat
gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10
kali.
6. Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar
dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.

7. Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki ,
tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara
bergantian.

8. Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola
dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran
seperti semula menggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya
sekali saja
- Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.
- Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki
- Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu
letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.
- Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola

6. Lakukan perawatan kaki dan tangan ( menggunakan lotion dan menggunting


kuku)

I. Modifikasi lingkungan
1. Ciptakan lingkungan yang nyaman
2. Pencahayaan yang cukup
3. Pemakaian sandal didalam rumah
4. Penggunaan sepatu yang tidak sempit atau ujungnya berbentuk runcing
(Wahid iqbal dkk, 2012)

J. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan


Menurut Mubarak, Wahid iqbal dkk. (2012) Jenis dan manfaat fasilitas pelayanan
kesehatan antara lain:
1. Jenis – jenis fasilitas pelayanan kesehatan yaitu :Rumah sakit, Puskesmas, Klinik dan
Dokter
2. Manfaat fasilitas pelayanan kesehatan yaitu untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan,mendapatkan pengobatan, mengetahui informasi mengenai penyakit dan
pengobatannya
DAFTAR PUSTAKA

Baradero, Mary. (2009). Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Endokrin. Jakarta:


EGC

Depkes RI. (2008). Modul Pedoman Kader PHC. Magelang: Bapelkes Salaman
Magelang

Ernawati. (2013). Penatalaksanaan Keperawatan Diabetes Melitus Terpadu. Jakarta:


Mitra Wacana Media

Mubarak, Wahid iqbal dkk. (2012). Ilmu Pengantar Komunitas Pengantar dan Teori
Buku 2. Jakarta: Salemba Medika

Nurarif, amin huda dkk. (2013). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan


Diagnosa Medis dan NANDA NIC-NOC. Jakarta: Media Action

Anda mungkin juga menyukai