67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
21K tayangan6 halaman

Penyuluhan Pola Makan dan Diare

Dokumen tersebut merupakan rencana pelaksanaan penyuluhan mengenai pengaruh pola makan terhadap penyakit diare. Penyuluhan akan diselenggarakan di Desa Sembung Daye pada Sabtu, 14 Mei 2016. Penyuluhan akan menjelaskan tentang pengertian diare, penyebabnya termasuk pengaruh pola makan, gejala, penanganan, nutrisi bagi penderita, dan pencegahannya. Evaluasi akan dilakukan untuk menil

Diunggah oleh

Wahyu Moyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
21K tayangan6 halaman

Penyuluhan Pola Makan dan Diare

Dokumen tersebut merupakan rencana pelaksanaan penyuluhan mengenai pengaruh pola makan terhadap penyakit diare. Penyuluhan akan diselenggarakan di Desa Sembung Daye pada Sabtu, 14 Mei 2016. Penyuluhan akan menjelaskan tentang pengertian diare, penyebabnya termasuk pengaruh pola makan, gejala, penanganan, nutrisi bagi penderita, dan pencegahannya. Evaluasi akan dilakukan untuk menil

Diunggah oleh

Wahyu Moyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENGARUH POLA MAKAN TERHADAP PENYAKIT DIARE

Topik : Penyakit diare


Sub Topik : Pengaruh pola makan terhadap penyakit diare
Sasaran : Warga Dusun Sembung Daye
Waktu / Jam : Sabtu, 14 Mei 2016 / 30 Menit , Jam 08.00 – selesai
Tempat : Rumah Kepala Dusun Sembung Daye RT.02

I. ANALISA SITUASI
a. Keadaan lingkungan : Kurang bersih
b. Tingkat pendidikan : SMP
c. Pantangan
- Kurangnya kemauan dan kesediaan remaja untuk hadir mendengar
penyuluhan
- Kuranngya kepercayaan remaja terhadap petugas yang menyuluh
- Kurangnya kesadaran remaja tentang pengaruh pola makan terhadap
penyakit diare
- Kuranngya sarana dan fasilitas untuk melakukan penyuluhan

II. TUJUAN
 TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan para remaja mampu mengetahui dan
memahami tentang penyakit diare dan pola makan yang mempengaruhi dan
mencegah diare.
 TUJUAN KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, para remaja peserta penyuluhan
mampu :
- Menjelaskan pengertian diare
- Menjelaskan tentang penyebab diare terutama terhadap pola makan
- Menjelaskan tentang bahaya diare
- Menjelaskan cara menangani diare
- Menyebutkan nutrisi bagi penderita diare
- Menjelaskan cara pencegahan diare

III. KEGIATAN PENYULUHAN

Kegiatan
No. Tahapan Waktu Media
Penyuluh Sasaran

1. Pembukaan 5 menit micropone  Memberikan salam,  Mendengar dan


 Meperkenalkan diri menjawab sala
 Menjelaskan tujuan
 Mendengarkan dengan
penyuluhan
penuh perhatian dan
 Menyebutkan
memperhatikan
materi pennyuluhan

2. Pengembangan 20 menit  LCD,  Melakukan pretest  Mendengarkan


materi  Slade, sebelum  menjawab atau Tanya
 Poster menyampaikan jawab
materi, dan  memeperhatikan serta
 menyampaikan / mengamat
menjeleskan materi.
i
3. Penutup 5 menit micropone  Merangkum semua  Mendangar
materi  Menjawab apa
 Melakukan evaluasi yang ditanyakan
dengan cara  Bertanya apa
menanyakan yang kurang
kembali dan jelas
mengulang apabila  Menjawab
masih ada peserta salam
yang belum jelas
 Salam penutup
 Membagikan leaflet

IV. MATERI PENYULUHAN DIARE


1. PENGERTIAN DIARE
Diare adalah buang air besar encer atau cair yang lebih dari tiga kali sehari(WHO,
1992).
Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air
besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan
airberlebihan.
Diare adalah buang air besar dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya
(normal 100-200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair
(setengah padat), dapat pula disertai frekuensi BAB yang meningkat.

2. PENYEBAB DIARE
Diare disebabkan oleh masuknya kuman kedalam tubuh melaui perantara hewan,
kuman yang berada dalam makanan, air, melalui tubuh (tidak mencuci tangan waktu
makan),makanan,infeksi,kurangnya hygien dan sanitasi lingkungan dan sebagainya.

3. PENGARUH POLA MAKAN TERHADAP PENYAKIT DIARE


Penyebab diare lainnya adalah juga pola makan yang salah seperti makan makanan
yang merangsang gerakan usus seperti makan makanan pedas,makanan basi dan
beracun, alergi terhadap makanan, dll.
 Makanan pedas
Makanan pedas bisa memicu diare pada banyak orang. Makanan akan pedas
membuat usus teriritasi. Saat teriritasi, tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus
untuk meredakan [Link] selanjutnya akan bercampur dengan kotoran dan
membuat tinja menjadi encer atau [Link] orang mampu makan makanan
pedas tanpa masalah, sementara yang lain mungkin mengalami diare setiap kali
makan makanan [Link] ini disebabkan setiap orang memiliki kepekaan usus yang
berbeda serta tergantung pula pada makanan lain yang dimakan bersamaan dengan
makanan pedas.
 Makanan basi
Organisme-organisme seperti E. coli, Salmonella, Cacing protozoa dan jamur ini
mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. Dampaknya makanan tidak
dicerna kemudian segera masuk ke usus besar. Makanan yang tidak dicerna dan tidak
diserap usus akan menarik air dari dinding usus. Di lain pihak, pada keadaan ini
proses transit di usus menjadi sangat singkat sehingga air tidak sempat diserap oleh
usus besar. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare.
 Alergi terhadap makanan
Penyebab lain diare salah satunya adalah alergi terhadap [Link] makanan
yang paling sering menyebabkan diare adalah alergi terhadap protein susu yang
disebut dengan laktosa. Kemampuan tubuh mencerna laktosa akan semakin
berkurang seiring dengan pertambahan usia dan biasanya pada bayi/anak-anak enzim
laktosa ( lactose) belum di produksi secara sempurna sehingga menimbulkan diare.

4. TANDA DAN GEJALA DIARE


Tanda dan Gejala Diare
- Tinja encer
- Muntah
- Badan lesu atau lemah
- Panas
- Tidak nafsu makan
- Darah dan lendir dalam kotoran
- Nyeri pinggang

5. CARA PENANGANAN DIARE


Diare menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit sehingga penderita harus
diberi cairan sebanyak mungkin untuk mengganti cairan yang hilang. Sebagai
pertolongan pertama, diberi cairan rumah tangga seperti air tajin, air sayur, air matang,
teh. Disamping itu, harus diberi cairan elektrolit berupa oralit. Jika tidak ada oralit, bisa
menggunakan larutan gula garam. Cara pembuatannya sebagai berikut : satu sendok teh
munjung gula pasir, seperempat sendok teh mujung garam, dilarutkan dalam satu gelas
air matang ( 200 cc). Selanjutnya penderita diberi minum.

6. NUTRISI BAGI PENDERITA DIARE


 Makan Makanan Khusus
Menghindari makan makanan yang berserat seperti agar-agar, sayur dan buah karena
makanan berserat hanya akan memperpanjang masa diare. Makanan berserat hanya baik
untuk penderita susah buang air besar.

 Perhatikan terkstur makanan


Bagi penderita diare sebaiknya makan makanan rendah serat dah halus seperti bubur nasi
atau nasi lemes dengan lauk telur asin. Di sini nasi akan menjadi gula untuk memberikan
energi, sedangkan telur asin akan memberikan protein dan garam untuk menahan mencret
dan sebagai zat pembangun tubuh. Hindari makan makanan di luar sembarangan serta
makanan yang pedas mengandung cabai dan [Link] gerakan peristaltik usus yang
tidak memungkinkan, maka perlu diberi makanan yang lunak untuk membantu peristaltic
usus. Bagi bayi yang masih menyusui, ASI tetap diberikan dan Pasi di encerkan.

7. PENCEGAHAN DIARE
- Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
- Menutup makanan dan minuman
- Mencuci makanan/ sayuran
- Selalu minum air yang sudah dimasak
- Menjaga kebersihan diri
- Menjaga kebersihan lingkungan : Rumah, aluran air, sampah di buang pada
tempatnya dan ditutup
- Makan makanan yang sehat / bergizi
Bila telah dilakukan upaya pertolongan pertama namun diare masih terus berlangsung
segera bawa penderita ke pusat pelayanan kesehatan terdekat.
V. METODE
Ceramah Dan Tanya Jawab

VI. MEDIA
- Poster
- Leaflet
- Materi satpen
- Micropon
- LCD

VII. EVALUASI :
Dilakukan setelah ceramah diberikan dengan mengacu pada tujuan yang telah
ditetapkan.

KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi struktur
- Peserta hadir ditempat penyuluhan.
- Penyelenggaraan penyuluhan di Desa Bug-Bug Dusun Terep kec. Lingsar
2. Evaluasi proses
- Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
- Peserta mengikuti jalannya penyuluhan sampai selesai
- Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
- Peserta mengetahui tentang penyakit Diare terutama pengaruhnya terhadap pola
makan.
- Peserta mengetahui tentang penyebab diare
- Peserta mengerti waktu secara tepat dan cepat dalam pencegahan dan penanganan
penyakit diare

Anda mungkin juga menyukai