0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
306 tayangan5 halaman

Metode Group Work dalam Pekerjaan Sosial

Group work merupakan metode perubahan sosial terencana pada kelompok kecil yang bertujuan meningkatkan keberfungsian sosial individu dan mencapai tujuan sesuai tuntutan masyarakat. Group work memfasilitasi anggota kelompok untuk terlibat secara aktif dalam proses pemecahan masalah melalui kolaborasi. Terdapat berbagai jenis group work seperti sosialisasi, penyembuhan, rekreasi, dan bantuan diri.

Diunggah oleh

Robiatul Adawiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
306 tayangan5 halaman

Metode Group Work dalam Pekerjaan Sosial

Group work merupakan metode perubahan sosial terencana pada kelompok kecil yang bertujuan meningkatkan keberfungsian sosial individu dan mencapai tujuan sesuai tuntutan masyarakat. Group work memfasilitasi anggota kelompok untuk terlibat secara aktif dalam proses pemecahan masalah melalui kolaborasi. Terdapat berbagai jenis group work seperti sosialisasi, penyembuhan, rekreasi, dan bantuan diri.

Diunggah oleh

Robiatul Adawiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Group Work

Dalam upaya mengembangkan keberfungsian kelompok ataupun anggota kelompok,

metode perubahan sosial terencana pada kelompok kecil sering disebut dengan “Group Work”.

Skidmore, thackeray dan farley menyatakan group work sebagai suatu metode yang dilakukan

terhadap seseorang dalam suatu kelompok (dua orang atau lebih) untuk meningkatkan

keberfungsian sosial dari individu tersebut dan untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan

tuntutan masyarakat. Metode groupwork didasarkan pada pengetahuan tentang kebutuhan klien

dan keterkaitan diantara mereka. Groupwork adalah suatu metode untuk mengurangi atau

menghilangkan hambatan untuk berinteraksi sosial dan mencapai tujuan-tujuan yang sesuai

dengan norma masyarakat.

Sejarah Groupwork menurut Benjamin, Bessant dan Watts berawal dari era 1880-an,

yaitu program pengembangan individu melalui kelompok di beberapa rumah penampungan

(settlement houses) di Amerika Serikat dan Inggris. Program awal dari apa yang dikemukakan

oleh Benjamin,dkk sebagai Groupwork berbentuk kelas-kelas diskusi di rumah penampungan

yang berusaha untuk mengembangkan kemampuan dari kelompok sasaranya dalam membaca,

menulis, berdebat dan berbagai aktivitas yang dapat mengakibatkan semangat dan pendidikan

dari kelompok masyarakat miskin yang menjadi penghuni rumah penampungan tersebut.

Groupwork bukanlah terminologi yang hanya digunakan di dunia pekerjaan sosial

ataupun ilmu kesejahteraan sosial saja. Groupwork adalah istilah yang digunakan oleh berbagai

helping professions, seperti psikolog, guru, ahli terapi rekreasional ataupun youth worker. Akan

tetapi teknik dan metode pada profesi tersebut sangat beragam sehingga kadang kala profesi

yang satu menyatakan bahwa teknik yang dilakukan salah atau mereka tidak menggunakan

teknik yang tepat. Meskipun banyak berbagai macam teknik yang dikembangkan dalam
Groupwork akan tetapi inti dari groupwork tetap sama yaitu agen perubah berupaya

memfasilitasi anggota kelompok untuk terlibat secara aktif dan berkolaborasi dalam proses

pemecahan masalah melalui kelompok.

3 perspektif yang berkembang dalam Groupwork (Bejamin,Bessant dan Watts) :

1. Perspektif yang berorientasi penyembuhan ( remedial perspective )


Bentuk Groupwork yang didesain untuk memperbaiki atau menyembuhkan suatu

disfungsi sosial. Tujuan dari metode groupwork dengan perspektif ini adalah

membantu seseorang untuk belajar berbuat sesuatu yang dapat digunakan untuk

memperbaiki atau mengatasi masalah yang dihadapi. Jenis groupwork yang termasuk

perspektif ini antara lain :


- Social control groupwork
- Therapeutic groupwork
2. Perspektif resiprokal ( resiprocal perspective )
Dikenal dengan orientasinya yang bersifat transisional yang menjebatani perspektif

remedial dan perspektif tujuan sosial. Disebut transisional karena pada satu sisi

perspektif ini terkait dengan upaya untuk mengatasi masalah yang dihadapi individu.

Jenis groupwork yang termasuk perspektif ini antara lain :


- Self-help dan codependence groupwork
- Organisational groupwork
3. Perspektif yang berorientasi pada tujuan sosial ( social goals perspective )
Metode yang berorientasi pada politis atau pembangunan yang progresif yang

diarahkan pada upaya pembentukan kesadaran sosial masyarakat. Dalam kelompok

ini juga terdapadat pada asumsi bahwa kelompok yang mereka kembangkan

mempunyai tanggung jawab sosial untuk melakukan perubahan sosial untuk

melakukan perubahan sosial ke arah kehidupan yang lebih baik. Jenis groupwork

yang termasuk perspektif ini :


- Community development groupwork
- Conscientisation groupwork
- Social action dan social movement groupwork
Tujuan Pekerjaan Sosial dengan Kelompok

Rex A. Skidmore dan Milton E. Thackeray (1991) merumuskan tujuan Pekerjaan Sosial

dengan kelompok sebagai berikut :

1. Membantu anggota-anggota kelompok untuk belajar berpartisipasi secara aktif didalam

kehidupan kelompok sebagai pengalaman untuk menyumbangkan perasaan

bertanggungjawab sebagai warga negara yang aktif dan untuk meningkatkan partisipasi

dalam kegiatan-kegiatan sosial.

2. Meningkatkan kemampuan anggota-anggota kelompok, mewujudkan potensi-potensi

individual dan memperkaya mutu kehidupan anggota.


3. Memberi kesempatan bagi pertumbuhan secara wajar dan perluasan kemampuan

anggota-anggota kelompok untuk melaksanakan fungsi sosialnya secara efektif.


4. Mencegah terjadinya masalah-masalah sosial dari anggota kelompok.
5. Memberikan pelayanan-pelayanan atau pengalaman-pengalaman yang bersifat korektif

(penyembuhan) bagi anggota-anggota kelompok yang mengalami masalah

Tipe-Tipe Kelompok dalam Pekerjaan Sosial dengan Kelompok

1. Bertujuan untuk menguji dan menentukan seberapa dalam suatu hubungan dapat

dikembangkan diantara orang-orang yang belum saling mengenal dengan baik.

2. Recreation Groups (Kelompok-kelompok Rekreasi)


Tujuan kelompok ini adalah kegiatan-kegiatan yang memberikan kesenangan. Kegiatan-

kegiatanya sering bersifat spontan, tidak harus ada pemimpin, tempat dan pealatan tidak

perlu banyak, akomodasi bersifat paraktis.

3. Recreation Skill Groups (Kelompok-kelompok Rekreasi Keterampilan)

Tujuan kelompok ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan memberikan

kesenangan. Kelompok ini memerlukan penasehat, pelatih dan instruktur, serta lebih

berreorientasi pada aturan permanan.

4. Educational Groups (Kelompok Pendidikan)


Fokus kelompok ini adalah untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan mempelajari

keterampilan-keterampilan yang lebih kompleks.


5. Problem Solving Decission Making (Kelompok Pemecahan Masalah dan Pengambilan

Keputusan)
Dalam kelompok ini pihak pemberi dan penerima pelayanan-pelayanan sosial dapat

secara bersama-sama terlibat dalam kegiatan. Penerima pelayanan yang masih potensial

dapat membentuk kelompok untuk menemukan pendekatan-pendekatan dalam

memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.


6. Self Help Groups (Kelompok Bantu Diri)
Adalah suatu kelompok kecil yang tersusun untuk saling membantu dan untuk mencapai

tujuan khusus serta bersifat sukarela (Katz dan Bender)


a. Kelompok yang berfokus perhatian pada pemecahan masalah.
b. Kelompok yang berfokus pada advokasi sosial.
c. Kelompok yang berfokus untuk menciptakan pola hidup alternatif.
d. Kelompok orang-orang yang merasa dirinya tersisih.
e. Kelompok gabungan dari masalah-masalah di atas.

7. Socialization Groups (Kelompok Sosialisasi)


Tujuan kelompok ini adalah untuk mengembangkan atau mengubah sikap-sikap dan

perilaku-perilaku anggota kelompok agar lebih dapat diterima secara sosial. Fokus

lainnya adalah pengembangan keterampilan sosial, meningkatkan kepercayaan diri, dan

merencanakan masa depan.


8. Therapeutic Groups (Kelompok Penyembuhan)
Umumnya kelompok ini terdiri dari orang-orang yang memiliki masalah emosional yang

berat. Pemimpin kelompok ini memerlukan keterampilan/keahlian dalam persepsi,

pengetahuan tentang perilaku manusia, dinamika kelompok, kemampuan melakukan

konseling kelompok, dan mampu menggunakan kelompok untuk mengubah perilaku.


9. Sensitivity Groups (Kelompok Melatih Kepekaan)
Tujuan dari kelompok ini adalah memperbaiki masalah kesadaran antar pribadi. Inti

kegiatan kelompok ini adalah melakukan percakapan yang mendalam dan jujur tentang

alasan berperilaku dalam kelompok. Encounter Group memiliki intensitas pertemuan

lebih tinggi karena sering melakukan pertemuan selama beberapa jam dalam beberapa

hari.

Anda mungkin juga menyukai