0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan7 halaman

Rancangan Menara Rig Mobile 60 Ton

Tiga kalimat ringkasan: 1. Makalah ini membahas perancangan ulang menara mobile well service rig dengan kapasitas angkat 60 ton dan tinggi menara 21 meter yang terbuat dari baja. 2. Perhitungan kekuatan struktur menara dilakukan secara manual menggunakan teori mekanika bahan dan simulasi finite element analysis untuk validasi hasil perhitungan manual. 3. Hasil analisis menunjukkan struktur menara mampu menahan beban statis maksimum 60 ton sesuai

Diunggah oleh

ihsan neydin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan7 halaman

Rancangan Menara Rig Mobile 60 Ton

Tiga kalimat ringkasan: 1. Makalah ini membahas perancangan ulang menara mobile well service rig dengan kapasitas angkat 60 ton dan tinggi menara 21 meter yang terbuat dari baja. 2. Perhitungan kekuatan struktur menara dilakukan secara manual menggunakan teori mekanika bahan dan simulasi finite element analysis untuk validasi hasil perhitungan manual. 3. Hasil analisis menunjukkan struktur menara mampu menahan beban statis maksimum 60 ton sesuai

Diunggah oleh

ihsan neydin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hal. JURNAL TEKNIK MESIN-ITI Vol. No.

Juli 2018
ISSN

Perancangan Menara Mobile Well Service Rig Kapasitas


Angkat 60 Ton dengan Tinggi Menara 21 Meter

Ihsanudin Jamil 1,a) Putu Mahayana Santika 2,b) J. Victor Tuapetel3,c)


1,2,3
Program Studi Teknik Mesin ITI,
Jl. Raya Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan-Banten, Indonesia, 15320

a)
[Link]@[Link] b) putumsantika@[Link] c) jvictor_tuapetel@[Link]

Abstrak
Sebuah unit rig pengeboran minyak, telah ditemukan mengalami penipisan struktur kaki lebih dari
10% . menurut Sk Ditjen Migas rig tersebut harus diganti dengan material yang baru. Berkenaan dengan hal
tersebut diatas telah dilakukan rancang ulang dari rig yang dimaksud dengan material yang baru. Presedur
maupun metoda perancangan beserta hasil perancangan berupa shop drawing dipaparkan dalam makalah ini.
Adapun spesifikasi teknis dari rig yang dimaksud adalah beban kait statis maksimum (maximum static hook
load) 60 ton, tinggi menara 21m, dan struktur terbuat dari pipa baja, sedangkan kekuatan angin didaerah
operasi rig adalah 60 knot. Perhitungan teknis kekuatan struktur rig dilakukan dengan menggunakan metoda
numeric (FEA – finite element analysis) dengan perangkat lunak MSC Nastran. Perhitungan rig dilakukan
secara manual dengan menggunakan persamaan klasik dengan teori batas luluh (yield theory) diakukan
sebagai perbandingan terhadap metoda numerik . Hasil analisa finite element maupun hasil perhitunan manual
dengan teori klasik menunjukkan trend yang sejalan dan struktur rig mampu menahan beban kait statis
maksimum 60 ton.
Kata kunci : Beban kait statis, upper mast, rig

Abstract
A unit of drilling rig was detected that the leg structures were became thinner more than 10%.
According to the low of Directrate General for Oil and Gas the Rig has to be replaced by the new material.
According to that above mentioned condition, the redesign is performed to the mentioned rig with the new
material. The Procedure as well as the method use to design the new rig and also the result of design in
form of shop drawing are discussed in this paper. The technical specifications of the mentioned rig are the
maximum static hook load is 60 tons, the tower high is 21 m and the structures is made of steel pipe, whereas
the wind velocity at the rig operation area is 60konts. The engineering calculation of the strength of the rig
structure was performed using numerical method with MSC Nastran software. Manual calculationsusing
formulas of clasical mechanic of material based on yield theory was performed as a comparation of numeric
method. Results of finite element analysis as well as manual calculation showing the same trend and the rig
structure isable to whitstand maximum static hook load of 60 tons.
Keywords : Static hook load, upper mast, rig

I. PENDAHULUAN haruslah menggunakan peralatan yang mampu


Dari dahulu hingga sekarang umat beroperasi secara aman dan dengan umur pakai
manusia sudah mengenal dan memanfaatkan yang memadai. Salah satu alat yang dimaksud
sumber daya alam yang bermacam-macam bentuk adalah alat yang mampu memompa minyak dari
dan sifatnya seperti air mineral, batu bara, minyak dalam bumi sampai ke atas tanah (on shore).
dan gas bumi, untuk memenuhi kebutuhan Alat tersebut berupa suatu instalasi
hidupnya. Sumber daya alam tersebut sangat peralatan untuk melakukan pengeboran disebut
bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, namun dengan Rig pemboran. Istilah “Rig” mengacu
dalam pengambilan sumber daya yang ada di alam pada kumpulan peralatan yang digunakan untuk
Hal. JURNAL TEKNIK MESIN-ITI Vol. No. Juli 2018
ISSN

melakukan pengeboran pada permukaan kerak operasional. Poin test yang sebenarnya adalah:
bumi. Biasanya Rig ini digunakan pada pekerjaan 270,3 kN, 579,2 kN, 872,6 kN, 1158,2 kN dan
migas & geothermal dan rig tersebut mampu 1462,3 kN. Metode elemen hingga yang
bekerja pada tekanan yang tinggi. Rig pengeboran digunakan adalah FEA dengan membangun model
minyak dan gas bumi dapat digunakan tidak hanya yang mempertimbangkan konsentrasi tegangan
untuk mengidentifikasi sifat geologis dari dari derrick, dengan material ASTM A572 kelas
reservoir tetapi juga untuk membuat lubang yang baja 50 dengan beban maksimal = 206 Mpa dan
memungkinkan pengambilan kandungan minyak beberapa kesimpulan : Maksimum aksial tegangan
atau gas bumi dari reservoir tersebut [1]. tekan muncul di bawah kondisi beban kait
Sistem Rig akan mengalami penipisan maksimum, dan nilainya adalah 171 Mpa,
struktur geometri terutama oleh pengaruh korosi Deformasi komposit terbesar terjadi di bawah
karena hujan maupun kelembaban udara yang kondisi beban kait dan nilai adalah 60,9 mm,
tinggi. jika suatu kontruksi mengalami penipisan empat kaki derek yang merupakan pembawa
melebihi 10% maka kontruksi tersebut harus utama, semua maksimum aksial stres adalah
mengalami perbaikan atau penggantian elemen kurang dari 125 MPa, yang jauh kurang dari stres
yang mengalami penipisan. Struktur yang yang diizinkan derek. Jadi aksial membawa
mengalami penipisan tersebut harus diganti kekuatan cukup [5].
dengan material baru sebelum dioperasikan
kembali seperti awal, dan struktur yang telah II. METODE PERANCANGAN
mengalami perbaikan harus dibuktikan layak Metode penelitian yang digunakan dalam
operasi terlebih dahulu dengan melakukan makalah ini yaitu mengacu pada kekuatan dari
perhitungan ulang secara teknis (Re-Engineering) member Menara rig dimana member tersebut
[2,3]. dilakukan perhitungan secara manual diterapkan
Mengenai umur sisa dan laju korosi dengan menggunakan rumus-rumus serta standar
menara rig BW-95 tahun pembuatan 1973. yang telah ada dan berlaku dari referensi. Langkah
Penelitian ini diawali dengann mengukur terakhir adalah dengan melakukan simulasi yang
ketebalan aktual dari bagian rig bw -95. Data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak
terkait ketebalan awal, ketebalan aktual dan tahun (software) FAE MSC Nastran . Metode ini
pembuatan digunakan untuk mendapatkan nilai dilakukan untuk menganalisa beban-beban
laju korosi dan umur sisa dari rig BW -95. didapat terbesar yang terjadi pada konstruksi menara Rig
laju korosi bagian kaki menara sebesar 0,051 dan mengetahui defleksi yang terjadi pada struktur
mm/tahun dan sisa umur pakainya yaitu 4,5 tahun. rangka batang menara Rig serta sebagai
laju korosi terbesar terjadi pada bagian menara pembanding dari perhitungan yang dilakukan
bawah (leg lower) yaitu sebesar 0,053 mm/tahun. secara manual. Makalah ini menyajikan data-data
Untuk umur sisa pakai terkecil, terdapat pada hasil perhitungan secara manual, hasil simulasi
bagian menara bawah dengan sisa umur pakai FEA, dan gambar desain konstruksi menara Rig
sebesar 2,45 tahun. Pada bagian lainya seperti secara keseluruhan yang digambar dengan
menara atas, penyangga menara dan kaki menara menggunakan software solidworks 2015.
masing – masing memiliki umur sisa pakai Analisa gaya-gaya sebagai dasar dari perhitungan
sebesar 4,8 tahun, 4,5 tahun dan 4,5 tahun [4]. teknis dapatdilihat pada gambar 1.
Mengenai Load carrying capacity analysis
on derrick of offshore module drilling rig, bahwa
derrick pengeboran kapasitas angkat tidak bisa
mencapai 4500 kN. Sehingga adanya hasil yang
menunjukan bahwa skema penguatan dengan
empat kaki dapat meningkatkan kapasitas angkat
beban yang sebenarnya dari derrick, metode
evaluasi yang benar dapat menganalisis kapasitas
derrick lepas pantai pengeboran modul rig lebih
objektif dan akurat. meningkatkan sensitivitas
pengujian beban uji harus 25% lebih besar dari
beban desain adalah 4500 kN, instrumen
inisialisasi adalah nol sebelum tes, dan 3 menit
berhenti diperlukan untuk setiap kondisi Gambar 1. Skema gaya pembebanan Menara rig
Hal. JURNAL TEKNIK MESIN-ITI Vol. No. Juli 2018
ISSN

Dari gambar 1. Dapat dilihat adanya pembebanan Tabel 2. Hasil NDT pada lower mast
terpusat yaitu static hook load dan gaya wind load Wall thickness measurement result
dari sisi depan member. Spot Number/Actual
Least
Spot Thickness
Point
III. PERHITUNGAN DAN ANALISIS Location (mm)
(mm)
Dimensi rig diperlihatkan pada gambar 2, 1 2 3 4
yang tersusun dari lower mast dan upper mast. A 8,30 8,28 8,35 8,25 8,31
Lower mast memiliki diameter luar 222,8 mm dan B 8,20 8,24 8,25 8,29 8,24
C 8,50 8,43 8,34 8,28 8,38
upper mast memiliki diameter luar 177,9 mm
D 8,27 8,25 8,22 8,30 8,26
dengan ketebalan actual 9,19 mm. Pada bagian Rata-rata 8,29
upper mast mengalami penipisan yang dapat
dilihat pada tabel 1, dan table 2 [6]. Dari table dapat dilihat bahwa upper mast
memiliki penipisan tebal member yang lebih besar
A
dari awal tebal actual yaitu 9,19mm, maka
D
member tersebut harus diganti dan dilakukan
perhitungan teknis.
C A
A. Kekuatan Member Upper Mast Terhadap
E B
Pembebanan (combined stress)
Dimensi upper mast diperlihatkan pada
gambar 2. dan penipisan member dilihat pada
table 1. Kemudian member upper mast diganti
dengan material baru dengan diameter 177,8 mm
D B
F C dengan ketebalan 9,19mm.
Tegangan yang terjadi pada upper mast.

(1)
(a) (b)

Menghitung momen maksimum pada mast :


Pada perhitungan momen dilakukan
Gambar 2 Dimensi mast rig terlebih dahulu memperhitungankan beban angin.
(a) Lower mast (b) upper mast Untuk memperhitungkan beban angin maka lebih
dahulu mengetahui gaya yang terjadi pada mast
Pengecekan dimensi pada mast rig yang ditunjukan pada gambar 3.
menggunakan metode NDT dengan alat yang
digunakan yaitu Ultrasonic Thickness meter
dengan hasil yang ditunjukan pada tabel 1 dan 2.

Tabel 1. Hasil NDT pada upper mast


Wall thickness measurement result
Spot Number/Actual
Least
Spot Thickness
Point
Location (mm)
(mm)
1 2 3 4
A 9,08 9,06 9,07 9,07 9,07
B 9,08 9,08 9,06 9,06 9,07
C 9,06 9,03 9,06 9,07 9,05
D 9,04 9,05 9,05 9,05 9,048
Gambar 3. Skema gaya beban angin.
E 9,09 9,03 9,05 9,05 9,06
F 9,08 9,05 9,03 9,06 9,06
Hal. JURNAL TEKNIK MESIN-ITI Vol. No. Juli 2018
ISSN

Gaya angin. (6)


(2)
)
Penipisan member > 10% (member harus
mengalami pergantian)
Penipisan = 10% × tact
= 10% × 9,19 mm
= 0,92 mm
trec = tact – penipisan member
A = Luas member ( 1 ft2 = 92903 mm2 ) = 9,19 mm – 0,92 mm
= 8,27 mm
= trec bahan :
= 1980692 mm2 = 21,32 ft2
(7)

( )

Momen yang terjadi terhadap angina pada upper √


mast :
⁄ (3) √

(8)
Tegangan bending pada member upper mast :
(4)

( ) 7,48 mm < 8,27 mm < 9,19 mm

Sehingga :
< dan
<
Dengan demikian menara rig yang di perbaiki dan
Bila guyline dipasang sesuai persyaratan pada API
diganti dengan material ASTM A36 dianggap
Spec 4F, maka beban bending pada member upper
AMAN terhadap beban operasi.
bisa diabaikan sehingga tegangan total pada
B. Penentuan Wire Rope
member upper mast adalah :
Dari dimensi rig yang telah diketahui maka
(5)
susunan drilling line yang digunakan seperti
terlihat pada gambar 4. dengan beban desain 60
ton. Dengan jenis sling IWRC, wire rope yang
mempunyai hati atau core baja. IWRC sendiri
Bahan yang dipilih adalah ASTM A36, karena adalah singkatan dari Independent Wire Rope
bahan tersebut memiliki minimal tebal actual Core.
dengan beban 60 ton tidak jauh dari tebal yang
rekomendasikan. Dengan karakteristik kekuatan
tarik u = 400 MPa , batas yield y = 250 MPa,
dan modulus elastisitas E=2×106 MPa.
Tegangan izin pada mast dengan bahan ASTM SWL=60 ton
A36 adalah : Gambar 4. Susunan drilling line
Hal. JURNAL TEKNIK MESIN-ITI Vol. No. Juli 2018
ISSN

Drilling line Ø 7/8”-4 line, 6 x 19 S IWRC

V1
L1
C2

(9)
588399.
588399. 722.02

T T

C. Tegangan Geser Pin Pada Mast. Y

Dengan beban didapat berdasarkan Z


X T T
perhitungan diatas dengan tegangan geser pada
pin adalah :
Gambar 5. Model pembebanan pada analisa
(10)
Tanda (-) pada hasil analisa menunjukkan beban
aksial yang terjadi adalah beban tekan dan nilai
yang tidak memiliki tanda atau positif (+)
menunjukkan beban aksial yang terjadi adalah
beban tarik. gambar 6 memperlihatkan disribusi
Bila efisiensi pada sambungan pin adalah 80% stress ratio maksimum dari struktur rig.
maka : V1
L2
C2
(N/m2)
V1
L2 (11) 295180.
C2
-3711881.

-7718941.

-11726002.
588399.
588399.
-15733062.
588399.
588399.
-19740123.
TT
-23747183.

-27754244.

Tegangan geser izin dari sambungan pin : TT -31761304.

TT -35768365.
(12) -39775425.

-43782486.

-47789546.
T T
Y -51796607.
Y
-55803667.
Z
Karena tegangan geser yang terjadi pada
Z
Output Set:XMSC/NASTRAN Case 1 -59810728.
Output Set:XMSC/NASTRAN Case 1
sambungan pin lebih kecil dari tegangan geser ijin
Deformed(0.0207): Total Translation
Contour: Beam EndB Min Comb Stress
Deformed(0.0207): Total Translation
Contour: Beam EndB Min Comb Stress
-63817788.

sambungan pin ( = 66,31 N/mm2 < = 100 Gambar 6. Hasil static hook load
N/mm2 ) maka sambungan aman terhadap beban
operasi. Pada menara rig tersebut terdapat beban aksial
D. Analisa FEA (Finite Element Analysis) yang terlatak pada batang atas menara upper mast
Melakukan Analisa menggunakan software dengan tegangan maksimumnya -63.8E+7 N/m2
engineering yaitu MSC Nastran pada struktur atau -63,8 N/mm2 ) dan deformasinya sebesar
upper mast dan lower mast dengan memberikan 0,00207 m yang ditunjukan pada gambar 7.
pembebanan pada model mast yang dilihat pada
gambar 5.
Hal. JURNAL TEKNIK MESIN-ITI Vol. No. Juli 2018
ISSN

V1 V1 -81.921
(N/m2)
L2
V1
L1
-81.921
(N/m2) L1 295180.
722.02
722.02 -4.681E-8
C2 C2
C2 -5.9824 722.02
722.02 -3711881.
295180.
722.02 -3833329.
588399.
588399. 722.02 722.02
-5.9824 -3711881. -7718941. -1.83E+7
722.02 -1.83E+7
588399. -1.83E+7 -7666659.
588399. -1.83E+7 -7718941. -11726002.
722.02 -11499988.
722.02 -11726002. -15733062. 722.02
-6.26E+7 722.02
-6.26E+7 -15333317.
-6.26E+7 -15733062. -169.26
-6.26E+7 -19740123.
-169.26 -19166646.
-19740123.
-23747183. 722.02
722.02 722.02 -22999976.
722.02 -23747183.
-27754244.
-27754244. -26833305.
-188.44 -6.13E+7
-6.13E+7 -31761304. -6.13E+7
-188.44 -6.13E+7 -30666634.
-31761304. 722.02
722.02 -35768365.
722.02
722.02 -35768365. -34499963.
-39775425.
-39775425. -38333293.
-3.78E+7
-3.78E+7 -43782486. -3.78E+7
-177997.
-43782486. -4.E+7 -42166622.
-3.78E+7
-177997.
-6.38E+7 T-4.E+7
-6.38E+7 -4.E+7 -6.38E+7 -47789546. -3.58E+7
-70433. T
-6.38E+7 T-4.E+7 -47789546. -3.58E+7
-3.58E+7
-70433. T -3.41E+7 -45999951.
-3.58E+7 -3.93E+6
-3.92E+6
-3.41E+7
-3.41E+7
-3.93E+6
-3.92E+6 -51796607.
-3.41E+7 -51796607. -2.93E+7
Y Y -49833280.
Y -2.93E+7 -2.93E+7
Y -55803667. -65249.
-2.93E+7 -55803667. Z -2.52E+7
-65249. -2.52E+7 -53666610.
Z Z Z -2.52E+7 -50282.
-2.52E+7
-50282. -59810728. -59810728. -1.51E+7
X X -2.79E+6
-2.81E+6
Set:XMSC/NASTRAN Case 1 Output Set: MSC/NASTRAN
-406185. Case 1 -1.51E+7 -406185. Output Set: MSC/NASTRAN Case 1 -2.09E+7 -57499939.
X
Output Set: MSC/NASTRAN
-406191. Case 1 -2.79E+6
-2.81E+6
-2.09E+7 -406191. -66817.
ed(0.0207): Total Translation -5.E+7 Deformed(0.0207): Total Translation -5.E+7 -63817788. Deformed(0.173): Total Translation
-63817788. -1.51E+7
-5.E+7 -66817. -1.86E+6
-1.85E+6
-1.51E+7
Beam EndB Min Comb Stress -1902.4 Deformed(0.173): Total Translation
Criteria: Beam EndB Min Comb Stress -1.51E+7 -5.E+7
-1902.4 Criteria: Beam EndB Min Comb Stress -9.94E+6 -61333268.
-745.58
-192.99
-1.86E+6
-1.85E+6
-1.51E+7 -19098.
T Criteria: Beam EndB Min Comb Stress -9.94E+6 -19098. T -745.58
-192.99
Gambar 9. Wind load Maksimum
Gambar 7. Tegangan maksimum static hook load
E. Analisa Hasil Data
Karena tinggi menara lebih dari 10 meter Analisa yang telah dilakukan dengan
mendapatkan beban angin 60-75 knots menurut software maupun perhitungan manual telah
standar API Spec. 4F, pada menara rig tersebut mendapatkan hasil akhir, dan kedua hasil ini
terdapat beban angin tanpa pipe setback yang kemudian perbandingkan. Dari kedua metode
terlatak pada batang atas menara upper mast yang digunakan dapat dilihat bahwa tegangan
sebesar 60 knots atau 722,02 N/m2 (diambil beban maksimum yang terjadi pada member dari
terkecil) yang dapat dilihat pada gambar 8. menara rig lebih kecil dari tegangan izin bahan
yang digunakan dengan tegangan izin 150 N/mm2.
(N/m2)
V1 -81.921
L1 722.02
722.02
-4.681E-8
Hasil combined stress yang berbanding lurus -4.681E-8dan
C2 722.02
722.02
-1.83E+7 -3833329.
tidak ada perbedaan yang signifikan dari-3833329.
kedua
-1.83E+7

722.02
-7666659. metode pada beban upper dan lower mast, -7666659.
dan
722.02

-169.26
-11499988. tegangan terbesar terjadi pada upper mast.-11499988.
-15333317.
722.02 -15333317.
722.02
-19166646.
-19166646.
IV. KESIMPULAN -22999976.
-6.13E+7
-6.13E+7
722.02
722.02
-22999976.
Adapun kesimpulan dari perancanan-26833305.
ini
-26833305.
sesuai hasil analisa yang dilakukan -30666634.
dengan
-30666634.
-3.78E+7
-177997.
-3.78E+7
-4.E+7 -34499963.
software MSC Nastran maupun -34499963. dengan
-3.58E+7 -4.E+7
T
-70433.
-3.41E+7
-3.58E+7
-3.93E+6
-3.92E+6
-3.41E+7
T
-38333293.
perhitungan secara manual adalah sebagai-38333293.
berikut
-2.93E+7
-2.93E+7
-65249.
-2.52E+7 -42166622.
: -42166622.
-2.52E+7
-50282.
-1.51E+7
-2.79E+6
-2.81E+6
-2.09E+7 -45999951. 1. Bahan struktur rig adalah ASTM A36-45999951.
dengan
-66817.
-1.51E+7
Y
-1.86E+6
-1.85E+6
-1.51E+7
-9.94E+6
-19098.
-27346.
-1.01E+7
-8.44E+6 -413.02
-745.58-49833280.
-192.99
-671.97
karakteristik kekuatan tarik = 400 Mpa, dan
-49833280.

-8.58E+6 -633.04-618.57 -53666610.


Z -437003.
-5.06E+6
-5.33E+6
-4.1E+6
-2.57E+6-5061.
-198304.
-2987.4 -1293.1
-853.07
-1073.1
-565.17
-511.76
-458.36
-53666610. batas yield = 250 Mpa dan modulus
-8417.2
-1.48E+6
-14890.
-11341. -8394.5 -57499939.
Output Set:XMSC/NASTRAN Case 1
2x106
-1019.2-1513.1
-649.02
T -10491.
-48542.
Deformed(0.173): Total Translation
-367440.
-3.98E+6
-23387.
-117611.
-2378.7
-1733.2
-1074.6
-4683.2
-1164.8
-354374.
T
-5279.8
-6511.7
-869.05
-1089.1
-1480.7
-6921.4
-4649.7
-1831.2
-8427.6
-57499939.
elastisitasnya Mpa. Dilakukan
-61333268.
-4.68E-7
-2.92E-7
-2.57E-7
-292188.
-11331.
-4.89E-6
-117608. -61333268.
-745.58
-192.99
Criteria: Beam EndB Min Comb Stress -4.68E-8
-2.92E-7
-1.35E-6
-2.30E-6 pergantian karena penipisan upper mast 9,8%.
Gambar 8. Hasil wind load 2. Dimensi rig sesuai pada manual book yaitu
diameter upper mast 177,8 mm dan diameter
Pada analisa software FEA MSC. Nastran lower mast 222,9 mm.
terhadap beban angin yang diterima pada upper 3. Perhitungan manual yaitu sebagai berikut :
mast dengan hasil beban tarik maksimum yang a) Upper mast menerima tegangan tekan
terjadi pada member dengan beban 6.13E+7 N/m2 maksimum sebesar c 78,12 N/mm2
atau 61.3 N/mm2 dapat dilihat pada gambar 9. b) Lower mast menerima tegangan tekan
maksimum sebesar c 70 N/mm2.
4. Tegangan tali kawat baja dengan Ø 7/8”
adalah 38,65 kgf/mm2.
Hal. JURNAL TEKNIK MESIN-ITI Vol. No. Juli 2018
ISSN

5. Tegangan geser pada pin dengan Ø 60 mm [6] PT. Caltex Pacific Indonesia, Standar
adalah 66,31 N/mm2. inspeksi dan reparasi RIG CPI volume. 2.0,
6. Software MSC Nastran menghasilkan 1999.
combined stress dari jumlah axial stress yang
berasal dari tension atau compression, dan
bending yang bekerja secara bersamaan.
Dengan hasil sebagai berikut
a) Upper mast menerima tegangan tekan
maksimal sbebsar c = 63,8 N/mm2,
deformasi 0,0207 meter.
b) Lower mast menerima tegangan tekan
maksimal sbebsar c = 54,8 N/mm2,
deformasi 0,0059 meter.
c) Upper mast akibat wind load menerima
tegangan tekan maksimal sbebsar c = 61.3
N/mm2 dengan deformasi 0,173 m.
d) Lower mast akibat wind load tegangan
tekan maksimal sbebsar c = 48.7 N/mm2
dengan deformasi 0,158 m.
7. Pada saat rigup mengalami pembebanan
maksimal pada bagian sambungan pin dari
lower mast terhadap base mast sebagai
berikut:
a. Sudut 300 rig up mengalami beban tekan
maksimum sebesar c = 130 N/mm2,
deformasinya 0.342 m.
b. Sudut 450 rig up mengalami beban tekan
maksimum sebesar c = 43.9 N/mm2,
deformasinya 0.159 m.
c. Sudut 600 rig up mengalami beban tekan
maksimum sebesar c = 30.3 N/mm2,
deformasinya 0.112 m.

REFERENSI
[1] Mendikbud, Dasar-dasar teknik pengeboran,
Mendikbud, 2013.
[2] P.M. Santika, Perhitungan teknis perbaikan
menara atas (upper mast) dari rig pengeboran
minyak #77, Jurnal Teknik Mesin-ITI, vol.1
no.2, 2017, pp. 40-45. ISSN:2548-3854.
[3] API Spec 4F, Specification for drilling and
well service structures, American Petroleum
Institute, Washingtond.C, 1995.
[4] K. Anuar, Studi umur sisa dan laju korosi
Menara rig bw-95 tahun pembuatan 1973,
Jurnal ilmiah multitek Indonesia, Vo.11,
No.1, 2017, ISSN:2579-3497.
[5] F. Guan, Load-carrying capacity analysis on
derrick offshore module drilling rig, The
open petroleum engineering journal, vol.7,
No.1, pp. 29-40.

Anda mungkin juga menyukai