LAPORAN
KUNJUNGAN INDUSTRI
(PT. TIMAH Tbk)
Disusun Oleh :
HALIM KS
PROGRAM STUDI TEKNIK
PENGOPERASIAN ALAT TAMBANG
AKADEMI KOMUNITAS INDUSTRI PERTAMBANGAN
BUKIT ASAM
2019
KATA PENGANTAR
Asalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala pujia hanya milik Allah Subhanallahu wa Ta’ala, Dzat yang telah
menjadikan sebab untuk segala perkara, yang mengandung segala hikmah dan
keterangan kepadda hamba-Nya.
Saya menyadari bahwa penulisan dan pembuatan Laporan Kunjungan
Industri ini tak lepas dari peran orang-orang yang membantu saya dalam proses
pembuatannya. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada :
1. Seluruh holding pertambangan yang terkait selaku penyedia seluruh
fasilitas dalam melakukan Kunjungan Industri.
2. Ibu Dra. [Link], MM selaku Direktur AKIPBA yang telah memberi
kesempatan untuk melaksanakan Kunjungan Industri.
3. Bp. Sarmidi [Link].T selaku Kepala Jurusan Pengoperasian Alat Tambang
yang telah mendampingi para mahasiswa dalam melakukan Kunjungan
Industri.
4. Para dosen yang mendampingi serta kepada pihak-pihak yang tidak dapat
saya sebutkan satu per satu.
Saya menyadari bahwa laporan saya masih jauh dari kata sempurna
sehingga masukan dan saran seluruh pihak yang telah banyak
membantu dalam proses penyelesaian laporan ini
Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan dipergunakan dengan
sebaik-baiknya.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
.
ii
DAFTAR ISI
LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ii
DAFTAR ISI……………....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………………........ 1
1.1 Latar Belakang Masalah.....................................................................................1
1.2 Tujuan Kunjungan Industri.................................................................................1
1.3 Manfaat Kunjungan Industri...............................................................................2
1.4 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kunjungan Industri..........................................2
BAB II TINJAUAN UMUM ................................................................................................. 3
2.1 Sejarah Perusahaan...................................................................................................3
2.2 VISI dan MISI Perusahaan.......................................................................................4
BAB III PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………………………….. 4
3.1 Aktivitas............................................................................................................4
3.2 Deskripsi............................................................................................................5
3.3 Spesialisasi.........................................................................................................7
BAB IV PENUTUP ........................................................................................................... 8
4.1 Kesimpulan .............................................................................................................8
4.2 Saran ........................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................10
LAMPIRAN .................................................................................................................... 11
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Seiring dengan tujuan dari Akademi Komunitas Indsutri Pertambanga
Bukit Asam (AKIPBA) yaitu melahirkan bibit unggulan dalam bidang
pertambangan baik batubara maupun mineral. Ilmu yang didapat dikampus
dirasakan masih sangat kurang sehingga diperlukan sebuah kunjungan industri
yang bisa membantu dan bisa dijadikan perbandingan ketika menerima pelajaran
di kampus.
Para mahasiswa juga diharapkan tidak menganggap kunjungan industri
sebagai rekreasi, tapi menganggap kunjungan industri ini sebagai sarana belajar
dengan cara mendatangi industri secara langsung. Dan melihat urutan-urutan
proses kerja di industri tersebut. Mahasiswa dituntut untuk menggali informasi
tentang kunjungan industri yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk laporan
tertulis guna memperoleh pengetahuan tentang dunia industri khususnya
pertambangan mineral.
1.2 Tujuan Kunjungan Industri
Ada beberapa tujuan dalam kegiatan kunjungan industri, antara lain :
a. Memperluas wawasan mahasiswa/mahasiswi dengan dunia kerja yang
sesungguhnya.
b. Menambah wawasan mahasiswa/mahasiswi tentang pertambangan mineral.
c. Membangun kembali semangat belajar mahasiswa setelah libur semester
ganjil.
PERHATIKAN SPASI DAN JENIS HURUF
1
1.3 Manfaat Kunjungan Industri
Adapun manfaat kunjungan industri diantaranya :
a. Melihat secara langsung proses penambangan mineral.
b. Mendapat gambaran saat akan bekerja di industri pertambangan mineral.
c. Dapat membedakan proses penambangan batubara dengan penambangan
mineral.
1.4 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kunjungan Industri
WAKTU
TANGGAL LOKASI
(WIB)
Tambang Timah Laut Kapal Keruk-22 Kundur I, Penganak Air
09.00 -
Gantang , Kec. Parittiga, Kab. Bangka Barat, Kepulauan Bangka
13.00
25 Juni 2019 Belitung, Indonesia
15.00 - Tambang Timah Darat Pemali, Kec. Pemali, Kab. Bangka,
18.00 Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia.
Pabrik Pengolahan (washing plan) unit metalurgi Sungai Baru,
13.00 -
Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung,
14.00
Indonesia.
26 Juni 2019
Pabrik Peleburan (smelting) unit Metalurgi Sungai Baru, Kec.
14.00 -
Muntok, Kab. Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung,
15.00
Indonesia.
2
BAB II
TINJAUAN UMUM
2.1 Sejarah PT. Timah (Persero) Tbk
PT Timah (Persero) Tbk mewarisi sejarah panjang usaha pertambangan
timah di Indonesia yang sudah berlangsung lebih dari 200 tahun. Sumber daya
mineral timah di Indonesia ditemukan tersebar di daratan dan perairan sekitar
pulau-pulau Banka, Belitung, Singkep, Karimun dan Kundur.
Pada masa kolonial, pertambangan timah di Bangka dikelola oleh badan
usaha pemerintah kolonial "Banka Tin Winning Bedrijf" (BTW). Di Belitung dan
Singkep dilakukan oleh perusahaan swasta Belanda, masing-masing
Gemeeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Biliton (GMB) dan NV Singkep
Tin Exploitatie Maatschappij (NV SITEM).
Setelah kemerdekaan R.I., ketiga perusahaan Belanda tersebut
dinasionalisasikan antara tahun 1953-1958 menjadi tiga Perusahaan Negara yang
terpisah. Pada tahun 1961 dibentuk Badan Pimpinan Umum Perusahaan
Tambang-tambang Timah Negara (BPU PN Tambang Timah) untuk
mengkoordinasikan ketiga perusahaan negara tersebut, pada tahun 1968, ketiga
perusahaan negara dan BPU tersebut digabung menjadi satu perusahaan yaitu
Perusahaan Negara (PN) Tambang Timah.
Dengan diberlakukannya Undang-undang No. 9 Tahun 1969 dan Peraturan
Pemerintah No. 19 Tahun 1969, pada tahun 1976 status PN Tambang Timah
dan Proyek Peleburan Timah Mentok diubah menjadi bentuk Perusahaan
Perseroan (Persero) yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Negara Republik
Indonesia dan namanya diubah menjadi PT Tambang Timah (Persero).
Krisis industri timah dunia akibat hancurnya the International Tin Council
(ITC) sejak tahun 1985 memicu perusahaan untuk melakukan perubahan
mendasar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Restrukturisasi
perusahaan yang dilakukan dalam kurun 1991-1995, yang meliputi program-
program reorganisasi, relokasi Kantor Pusat ke Pangkalpinang, rekonstruksi
peralatan pokok dan penunjang produksi, serta penglepasan aset dan fungsi yang
tidak berkaitan dengan usaha pokok perusahaan.
Restrukturisasi perusahaan berhasil memulihkan kesehatan dan daya saing
perusahaan, menjadikan PT Timah (Persero) Tbk layak untuk diprivatisasikan
sebagian. PT Timah (Persero) Tbk melakukan penawaran umum perdana di pasar
modal Indonesia dan internasional, dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
Jakarta, Bursa Efek Surabaya, dan the London Stock Exchange pada tanggal 19
Oktober 1995. Sejak itu, 35% saham perusahaan dimiliki oleh masyarakat dalam
3
dan luar negeri, dan 65% sahamnya masih dimiliki oleh Negara Republik
Indonesia.
Untuk memfasilitasi strategi pertumbuhan melalui diversifikasi usaha, pada
tahun 1998 PT Timah (Persero) Tbk melakukan reorganisasi kelompok usaha
dengan memisahkan operasi perusahaan ke dalam 3 (tiga) anak perusahaan, yang
secara praktis menempatkan PT Timah (Persero) Tbk menjadi induk perusahaan
(holding company) dan memperluas cakupan usahanya ke bidang pertambangan,
industri, keteknikan, dan perdagangan.
Saat ini PT Timah (Persero) Tbk dikenal sebagai perusahaan penghasil
logam timah terbesar di dunia dan sedang dalam proses mengembangkan
usahanya di luar penambangan timah dengan tetap berpijak pada kompetensi yang
dimiliki dan dikembangkan.
2.3 Visi Misi PT. Timah (persero) Tbk
VISI
"Menjadi Perusahaan pertambangan terkemuka di dunia yang ramah lingkungan"
MISI
1. Membangun sumber daya manusia yang tangguh, unggul dan bermartabat.
2. Melaksanakan Tata Kelola Penambangan yang baik dan benar.
3. Mengoptimalkan nilai perusahaan dan kontribusi terhadap Pemegang
Saham serta tanggung jawab social
4
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Aktivitas
Pada kesempatan ini para mahasiswa melaksanakan kunjungan
industri kePT. Timah (Persero) Tbkdi Kepulauam Bamgka-Belitung pada tanggal
24 - 26 Juni 2019 yang didampingi oleh beberapa dosen.
3.2 Deskripsi
Dihari Pertama melakukan kunjungan ke museum PT. Timah yang berada
di Pangkal Pinang. Pada kesempatan ini para mahasiswa dipandu oleh seorang guide
yang berada di museum yang menjelaskan tentang sejarah PT. Timah dan proses
penambangannya dari masa kemasa.
Dihari Kedua melakukan kunjungan ke kapal keruk KUNDUR I (BWD)
yang berada di kabupaten Jebus, Bangka Barat. Pada kesempatan ini para mahasiswa
mempelajari tahapan penambangan kapal keruk dimana produktivitas BWD dalam
sehari dapat mencapai 16 ton, dan 350 ton/bulan. Kapal yang sumber tenaganya
berasal dari 5 generator listrik berkapasitas ± 1500 kilovolt dan bergerak
menggunakan 6 kawat dari jangkar yang ditarik maupun diulur menggunakan
Central Lier. Dan terdapat 5 tim yang terlibat dalam pengoperasian BWD,antara lain
:
1. Operator
2. Regu mesin
3. regu Hidrolik
4. Regu mekanik / listrik
5
5. Pencucian
Proses penambangan yaitu matrial yang ingin digalih terlebih dahulu
dihancurkan oleh BWD, lalu dihisap oleh lader, dan dilanjutkan dengan proses
pencucian material. Dimana material 20-30% yang mengandung timah diambil dan
sisanya dikembalikan lagi ke laut.
Dihari yang sama melanjutkan kunjungan ke tambang Pt. Timah 142,
Pemali. Pada kesempatan ini para mahasiswa hanya dapat melihat tambang timah
dikarenakan kegiatan penambangan stop operasi berkenaan dengan SPK dari
pemerintah.
Tambang dengan kedalaman -68 M ini mengandung timah 60–68%dan alat
tambang yang ada di tambang 142 Pemali ini yaitu: Excavator kelas 20-80 ton, dan
untuk alat hauling 4 DT 400, dan Rigid TR60. Produktivity dapat mencapai 250 ton
orgetting/bulan, atau 120 ton Sn/bulan.
Dihari ketiga melakukan kunjungan ke unit Metalurgi PT. Timah, Bangka
Barat Muntok. Pada kesempatan ini para mahasiswa dipandu oleh Bapak Suprianto
yang menjelaskan tentang pengolahan biji timah.
Tugas utama di unit Metalurgi ini antaralain :
1. Pengolahan Mineral
2. Peleburan
3. Pemurnian
4. Pengepakan
[Link]
Material yang diolah merupakan hasil dari penambamgan laut maupun darat,
dimana dalam proses pengolahannya materilah dicuci bersih. Proses penyucian
memiliki 5 tahapan yaitu:
1. Jig Primer
2. Jig Skunder
3. Clean UP
4. Jig Tersier
Proses ini terus menerus dilakukan hingga kandungan timah (Sn) tidak dapat
diambil lagi atau kadar timah (Sn) dalam material maksimal 0,3%. Dan material
6
dengan kadar 70% akan dikirim ke pabrik [Link] beberapa mineral ikutan
yang didapat pada saat proses pengolahan biji timah, antara lain:
1. Ilminite
2. Zirkon
3. Monazit
Dan untuk mineral ikutan yang ada di PT. Timah sampai saat ini belum ada
pengolahannya, sehingga mineral-mineral tersebut hanya disimpan di tempat
penyimpanan (stockfile).
Dihari yang sama melakukan kunjungan ke pabrik peleburan timah di
Bangka Barat Muntok. Pada kesempatan ini para mahasiswa dipandu oleh Bapak
Asri mengenai proses peleburan biji timah.
Agar mendapatkan ingot timah berkualitas tinggi ( 98 - 99,99% kandungan
Sn) yaitu material yang dilebur memiliki kandungang timah (Sn) minimal 70%.
Sebelum dilebur dengan 1350°C material dicampur oleh Antrasite dan batu kapur
dengan menggunakan Wheel Loader agar ketiga material tercampur sempurna
(homogen).
Negara - negara pengekspor timah dari PT. Timah
1. Jepang 33%
2. Korsel 30%
3. Belanda 6%
4. Taiwan 5%
5. Amerika Serikat 4%
Pemanfaatan timah :
1. Solder 47%
2. Chemicals 18%
3. Tinplate 13%
4. Batteries 9%
5. Copper alloys 5%
6. other 9%
3.3 Spesialisasi
7
Memahami prosedur pelaksanaan P2H dapat membantu kelancaran
bekerja sekaligus melindungi diri dari bahaya yang akan terjadi sebelum unit yang
digunakan dioperasikan. Untuk itu, penting bagi setiap karyawan mengetahui
prosedur P2H sebelum melakukan pekerjaan.
Di PT. Timah tepatnya pada kapal keruk Kundur I (BWD) program
pemeriksaan harian dilakukan rutin setiap hari. Selain program pemeriksaan
harian, pemeriksaan juga dilakukan setiap seminggu sekali, sebulan sekali, bahkan
pada jangka waktu tertentu, perusahaan menggunakan jasa dari pihak eksternal
untuk memeriksa kapal BWD, apakah masih dianggap layak atau tidak untuk
beroperasi.
Salah satu masalah yang sering timbul pada kapal BWD yaitu korosi, oleh
karena itu pemeriksaan sangat penting dilakukan agar tidak ada kebocoran pada
kapal. Dan hal yang dilakukan pada saat bagian dari kapal yang terkorosi adalah
menghilangkan karat dengan cara mengamplas dan jika karat cukup parah
sehingga korosi mencapai 70% maka akan dilakukan penggantian plat lalu
dilakukan pengecatan anti korosi.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Tidak banyak perbedaan antara penambangan batubara dengan
penambangan timah. Pengambilan material terlebih dahulu melakukan
pengupasan lapisan tanah penutup di titik-titik tertentu berdasarkan peta geologi.
Perbedaan hanya terletak pada proses pengolahan material yang sudah digali.
8
4.2 Saran
- Sebelum melakukan Kunjungan Industri, sebaiknya melakukan berbagai
persiapan. Misalkan pertanyaan yang kompeten, karena para mahasiswa
dituntut untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu
yang singkat.
- Harus menjaga komunikasi yang baik antara pihak kampus dengan pihak
industri. agar dapat menjaga citra baik dari kampus maupun pihak
industri.
9
DAFTAR PUSTAKA
WikiePedia, Sejarah Perusahaan PT. Timah Tbk di
[Link] (di akses 29 Juni)
PT. Timah (Persero) Tbk.2014. Visi Misi Perusahaan
di[Link] (diakses
29 Juni).
10
LAMPIRAN
Lokasi. Kapal Kundur Lokasi. Tambang Timah Darat Pemali
Lokasi. Kantor Metalurgi Lokasi. Pabrik Pengolahan (washing plan)
Lokasi. Pabrik Peleburan (Smelting) Lokasi. Gudang Penyimpanan
11