0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan22 halaman

Program Sanitasi Puskesmas Wolio 2019

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat kelurahan Batulo tentang pentingnya memiliki dan memanfaatkan spal bagi kesehatan dan lingkungan. Laporan ini membahas tentang distribusi dan pemanfaatan spal di kelurahan tersebut beserta upaya pemerintah dalam meningkatkan program sanitasi.

Diunggah oleh

Khairul Razy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan22 halaman

Program Sanitasi Puskesmas Wolio 2019

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat kelurahan Batulo tentang pentingnya memiliki dan memanfaatkan spal bagi kesehatan dan lingkungan. Laporan ini membahas tentang distribusi dan pemanfaatan spal di kelurahan tersebut beserta upaya pemerintah dalam meningkatkan program sanitasi.

Diunggah oleh

Khairul Razy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM SANITASI DISTRIBUSI PEMANFAATAN SPAL

KELURAHAN BATULO

DI SUSUN OLEH:

MARIANI : 16 710 074

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN

BAUBAU

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa dipanjatkan kepada Allah S.W.T yang


telah memberikan limpahan rahmat dan karunia yang tak terhingga
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan dengan judul “Program
Sanitasi Distribusi Pemanfaatan Spal Kelurahan Batulo” Sholawat dan
salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Tidak lupa penulis menyampaikan terima kasih kepada Semua


pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini. Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini terdapat
banyak kekurangan, karena penulis hanyalah manusia biasa yang jauh
dari kata sempurna..
Akhir kata, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis
khususnya, dan umumnya bagi semua pihak.

Baubau, 08 Januari 2019

Penyusun,
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Manfaat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Saluran Pembuangan Air Limbah
2.2 Karakteristik Air Limbah
2.3 Sumber Air Limbah
2.4 Pengaruh air limbah
2.5 Jenis spal
2.6 Pemanfaatan spal rumah tangga
2.7 Cara pemeliharaan spal
BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN

3.1 Gambaran Umum Wilayah Puskesmas Wolio


3.2 Program Pembangunan Kesehatan di Puskesmas Wolio
3.3 Sasaran Program Sanitasi
3.4 Strategi Pembangunan Kesehatan Puskesmas Wolio
3.5 Proses Pelaksanaan Program Sanitasi
3.6 Peran Pemerintah Dalam Pelaksanaan Program Sanitasi
3.7 Peran Masyarakat
3.8 Hambatan-Hambatan Pelaksanaan Program Sanitasi
3.9 Alternif Solusi

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan
4.2 Saran
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah unit
pelaksana teknik Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota yang
bertangguang jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan
suatu atau sebagian wilayah kecamatan. Dan puskesmas sebagai unit
organisasi fungsional di bidang kesehatan dasar yang berfungsi
sebagai pusat pembangunan kesehatan, membina peran serta
masyarakat dan pelayanan kesehatan dasar secara menyeluruh dan
terpadu. Untuk mewujudkan pelaksanaan fungsi dan program
kegiatan puskesmas, maka telah di lengkapi dengan sistem
manajemen seperti : mini lokakarya, SP2TP, Monitoring bulanan,
laporan bulanan, laporan tahunan, dan hal yang menunjang
pelaksanaannya (Azza, 2014).
Puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat
Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) I di Jakarta, di mana
dibicarakan upaya pengorganisasian sistem pelayanan kesehatan di
tanah air, karena pelayanan kesehatan tingkat pertama pada waktu itu
dirasakan kurang menguntungkan dan dari kegiatan-kegiatan seperti
BKIA, BP, dan P4M (Pencegahan, Pemberantasan, Pembasmian
Penyakit Menular ) dan sebagainya masih berjalan sendiri-sendiri dan
tidak saling berhubungan. Melalui Rakerkesnas tersebut timbul
gagasan untuk menyatukan semua pelayanan tingkat pertama ke
dalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) (Azza, 2014).
Pembangunan kesehatan mempunyai visi “Indonesia sehat”
diantaranya dilaksanakan melalui pelayanan kesehatan oleh
puskesmas dan rumah sakit. Selama ini pemerintah telah membangun
puskesmas dan jaringannya di seluruh Indonesia rata-rata setiap
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

kecamatan mempunyai 2 puskesmas, setiap 3 desa mempunyai 1


puskesmas pembantu. Puskesmas telah melaksanakan kegiatan
dengan hasil yang nyata, status kesehatan masyarakat makin
meningkat, ditandai dengan makin menurunnya angka kematian bayi,
ibu, makin meningkatnya status gizi masyarakat dan umur harapan
hidup (Azza, 2014).
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan
pembangunan kesehatan disatu atau sebagian wilayah kecamatan.
Puskesmas sebagai upaya pelayanan kesehatan strata pertama
meliputi pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan
masyarakat dan kegiatan yang dilakukan puskesmas, selain dari
intern sendiri tetapi juga perlu peran serta masyarakat dalam
pengembangan kesehatan terutama dilingkungan masyarakat yang
sangat mendasar, sehingga pelayanan kesehatan dapat lebih
berkembang (Azza, 2014).
Profil UPT Puskesmas Wolio adalah gambaran situasi
kesehatan di UPT Puskesmas Wolio yang di terbitkan setiap tahun
sekali. Dalam profil ini memuat berbagai data tentang kesehatan, yang
meliputi data derajat kesehatan, upaya kesehatan dan sumber daya
kesehatan. Profil kesehatan juga menyajikan data pendukung lain
yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan,
data sosial ekonomi, data lingkungan dan data lainnya. Data di
analisis dengan analisis sederhana dan di tampilkan dalam bentuk
tabel dan grafik. Penerbitan profil UPT Puskesmas Wolio tahun 2017
ini adalah agar di peroleh gambaran keadaan kesehatan di uUPT
Puskesmas Wolio khususnya tahun 2016 dalam bentuk narasi, tabel
dan gambar.
Profil UPT Puskesmas Wolio tahun 2016 di harapkan dapat
memberikan data yang akurat, untuk mengambil keputusan
berdasarkan fakta. Selain itu, profil ini dapat di gunakan
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

sebagaipenyedia data dan informasi dalam rangka evaluasi


perencanaan, pencapaian Program kegiatan di UPT Puskesmas Wolio
tahun 2017 dengan mengacu kepada Visi Indonesia Sehat 2016.
Program 100 hari Menkes mengangkat Isu, yaitu: (1)
peningkatan pembiayaan kesehatan untuk memberikan Jaminan
Kesehatan Masyarakat, (2) peningkatan kesehatan masyarakat untuk
mempercepat pencapaian target MDGs, (3) pengendaliann penyakit
dan penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana, serta
peningkatan ketersediaan, pemerataan dan kualitas tenaga kesehatan
terutama di daerah terpencil, tertinggal, pebatasan dan kepulauan
(DTPK).
1.2 Tujuan
a. Tujuan Umum
Tujuan dari program Sanitasi distribusi pemanfaatan spal
adalah untuk menyadarkan masyarakat agar lebih mengetahui
tentang pentingnya spal bagi kesehatan dan lingkungan.
b. Tujuan Khusus
1. Mengetahui distribusi pemanfaatan spal di kelurahan Batulo.
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat kelurahan Batulo untuk
memiliki spal.
3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat kelurahan Batulo
tentang pentingnya spal bagi kesehatan dan lingkungan.
1.3 Manfaat
Adapun manfaat dalam laporan ini adalah:
a. Manfaat Keilmuwan
Sebagai bahan tambahan pengetahuan bagi peneliti
selanjutnya tentang gambaran program sanitasi distribusi
pemanfaatan spal.
b. Manfaat Institusi
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

Sebagai masukan dalam mengevaluasi program yang


sedang berjalan dan bahan pertimbangan dalam penyusunan
rencana kegiatan penanggulangan spal di masa yang akan datang.
c. Manfaat Bagi Penulis
Menambah pengetahuan dalam melaksanakan penelitian
khususnya tentang program sanitasi distribusi pemanfaatan spal di
kelurahan Batulo.
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Saluran Pembungan Air Limbah
Saluran Pembungan Air Limbah adalah Saluran yang digunakan
untuk membuang dan mengumpulkan air buangan kamar mandi
tempat cuci, dapur (bukan dari peturasan/jamban) untuk pedesaan,
sehingga air limbah tersebut dapat meresap ke dalam tanah dan tidak
menjadi penyebab penyebaran penyakit serta tidak mengotori
lingkungan permukiman (Anonim, 2016).
2.2 Karakteristik Air Limbah
Secara garis besar karakteristik air limbah ini digolongkan
menjadi sebagai berikut:
1. Karakteristik Fisik
Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari
bahan-bahan padat dan suspensi. Terutama air limbah rumah
tangga, biasanya berwarna suram seperti larutan sabun, sedikit
berbau. Kadang-kadang mengandung sisa-sisa kertas, berwarna
bekas cucian beras dan sayur, bagian-bagian tinja, dan
sebagainya.
2. Karakter Kimiawi
Biasanya air buangan ini mengandung campuran zat-zat
kimia anorganik yang berasal dari air bersih serta bermacam-
macam zat organik berasal dari penguraian tinja, urine dan
sampah-sampah lainya. Oleh sebab itu, pada umumnya bersifat
basah pada waktu masih baru, dan cenderung ke asam apabila
sudah memulai membusuk. Substansi organic dalam air buangan
terdiri dari dua gabungan, yakni :
a. Gabungan yang mengandung nitrogen, misalnya: urea, protein,
amine, dan asam amino.
b. Gabungan yang tak mengandung nitrogen, misalnya: lemak,
sabun, dan karbuhidrat, termasuk selulosa.
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

3. Karakteristik Bakteriologis
Kandungan bakteri pathogen serta organisme golongan coli
terdapat juga dalam air limbah tergantung darimana sumbernya,
namun keduanya tidak berperan dalam proses pengolahan air
buangan.
Sesuai dengan zat-zat yang terkandung di dalam air limbah ini,
maka air limbah yang tidak diolah terlebih dahulu akan
menyebabkan berbagai gangguan kesehatan masyarakat dan
lingkungan hidup antara lain :
a. menjadi transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit,
terutama: kholera, typhus abdominalis, desentri baciler.
b. Menjadi media berkembang biaknya mikroorganisme pathogen.
c. Menjadi temoat-tempat berkembang biaknya nyamuk atau
tempat hidup larva nyamuk.
d. Menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan yang tidak
sedap.
e. Merupakan sumber pencemaran air permukaan, tanah, dan
lingkungan hidup lainya.
f. Mengurangi produktivitas manusia, karena orang bekerja
dengan tidak nyaman, dan sebagainya.

Pegolahan air limbah dimaksudkan untuk melindungi


lingkungan hidup terhadap pencemaran air limbah tersebut. Secara
ilmiah sebenarnya lingkungan mempunyai daya dukung yang
cukup besar terhadap gangguan yang timbul karena pencemaraan
air limbah tersebut. Namun demikian, alam tersebut mempunyai
kemampuan yang terbatas dalam daya dukungnya, sehingga air
limbah perlu dibuang (Warles, 2013).
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

2.3 Sumber Air Limbah


Sumber air limbah adalah sebagai berikut:
1. Air buangan yang bersumber dari rumahtangga yaitu air limbah yang
yang berasaldari pemukiman penduduk
2. Air buangan industri yang berasal dariberbagai jenis industri akibat
prosesproduksi.
3. Air buangan kotapraja yaitu air buangan yangberasal dari daerah
perkantoran, perdagangan, hotel, restoran dan tempat-tempat
umum
4. Dalam air limbah terdapat bahan kimia yang sukar untuk
dihilangkan dan berbahaya.
5. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-
kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera dan penyakit
lainnya.
6. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak
membahayakan kesehatan lingkungan (Jumawal, 2014).
2.4 Pengaruh Air Limbah
Pengaruh air limbah bagi lingkungan adalah sebagai berikut:
1. Menjadi transmisi atau media penyebaranbarbagai penyakit
terutama: disentri baciler dan kolera
2. Menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk atau hidup larva
nyamuk
3. Merupakan sumber pencemaran air permukaan, tanah dan
lingkungan hidup lainya (Jumawal, 2014).
2.5 Jenis Spal
Jenis-Jenis spal adalah sebagai berikut:
1. Spal terbuka, keluar airnya bisa dilihat. kelebihannya bisa cepat
dibersihkan ketika tersumbat. tetapi apabila tidak mengalir dengan
lancar atau karena penuh oleh air hujan. maka akan terjadi
pencemaran lingkungan disertai bau . biasanya sarana dibuat
dengan cor beton.
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

2. Spal tertutup, air dialirkan melalui pipa besi/PVC dan biasanya


keluar air tidak bisa dilihat. kekurangan susah dibersihkan apabila
terjadi penyumbatan. kelebihannya bau dapat diminimalisir.
biasanya SPAL ini dibuat pada bangunan yang bertingkat
(Jumawal, 2014).
2.6 Pemanfaatan Spal Rumah Tangga
Pemanfaatan spal rumah tangga sebaiknya:
1. Memperhitungkan kualitas/jumlah air yang dialirkan disesuaikan
dengan, besar/lebar, kedalaman, kemiringan SPAL agar tidak ada
air yang tergenang yang bisa menjadi tempat bertelurnya nyamuk.
2. Air limbah dari dapur sebaiknya diolah terlebih dahulu pada bak
penangkap lemak (grease trap) sebelum dialirkan ke SPAL rumah
tangga.
3. Air kotor dari WC/Kakus tidak boleh dialirkan melalui SPAL rumah
tangga (Jumawal, 2014).
2.7 Cara pemeliharan Spal
Pemeliharaan spal dilakukan agar sarana dapat digunakan
dalam jangka waktu yang lama, pemeliharaan dapat dilakukan oleh
individu atau secara gotong royong adalah sebagai berikut:
1. Perbaiki segera spal yang bocor/pecah. jika sumur resapan tidak
berfungsi dengan baik segera perbaiki atau buat sumur resapan
yang baru.
ciri spal berfungsi dengan baik, ketika terjadi penggelontoran, air
limbah mengalir dengan lancar diserap melalui lubang
penggelontoran.
2. Untuk jenis spal terbuka sebaiknya jarak dari sumber air bersih
berupa sumur gali dengan jarak minimal 10 meter.
3. Perbaiki saluran yang tersumbat, apabila lakukan penggelontoran
dengan air bertekanan tinggi untuk melepas sumbatan. atau bila
perlu buat by pass, saluran baru.
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

4. buat saringan pada tiap lubang penggelontoran untuk, menghindari


masuknya bahan yang bisa menyumbat spal ( kertas tissue,
rambut rontok, dll) (Jumawal, 2014).
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

BAB III
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
3.1 Gambaran Umum Wilayah Puskesmas Wolio
1. Letak Geografis
Luas wilayah kerja Puskesmas Wolio adalah seluas 15,79
Km2 dengan batas-batas administrasi sebagai berikut:
a. Sebelah Utara : berbatasan dengan kelurahan Kadolomoko,
Kecamatan Kokalukuna
b. Sebelah Timur : berbatasan dengan kelurahan Batulo
c. Sebelah Selatan : berbatasan dengan kelurahan
Kadolokatapi berbatasna dengan Kecamatan Sorawolio
d. Sebelah Barat : beratasan dengan kali Baubau
Wilayah kerja Puskesmas Wolio terdiri atas 2 kelurahan
yaitu:
a. Kelurahan Batulo
b. Kelurahan Wangkanapi
2. Demografi
Berdasarkan data proyeksi wilayah kerja Puskesmas Wolio
berpenduduk 13.503 jiwa dimana Kelurahan Wangkanapi
sebanyak 8.005 dan Kelurahan Batulo 5.498 jiwa serta jumlah KK
sebanyak 3.838.
3.2 Program Pembangunan Kesehatan di Puskesmas Wolio
Salah satu program pembangunan kesehatan di Puskesmas
Wolio yang ada di lingkungan kelurahan Batulo adalah Program
Sanitasi Distribusi Pemanfaatan Spal.
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

Tabel 3.2.1 Data Program Sanitasi Distribusi Pemanfaatan Spal


Kelurahan Batulo Tahun 2017
No. Nama Jumlah Distribusi Pemanfaatan Spal
Kelurahan Jiwa KK Memenuhi Tidak Tidak Total Ket.
Syarat Memenuhi Mempunyai Spal
Syarat Spal
1. Batulo 5.498 3.838 661 126 248 787

Sumber. Data Program Sanitasi Puskesmas Wolio

Grafik 3.2.1 Data Program Distribusi Pemanfaatan Spal Kelurahan


Batulo Tahun 2017

Data Program Distribusi Pemanfaatan


Spal Kelurahan Batulo Tahun 2017
900 787
800
700 661
600
500
400 Data Program Distribusi
300 248 Pemanfaatan Spal Kelurahan
200 126 Batulo Tahun 2017
100
0
Total SPAL SPAL SPAL Tidak Tidak
Memenuhi Mempunyai Memenuhi
Syarat Syarat SPAL

3.3 Sasaran Program Sanitasi


1. Sasaran Langsung
Masyarakat yang ada di kelurahan Batulo.
2. Sasaran Tidak Langsung
a. Tokoh-tokoh masyarakat
b. Organisasi masyarakat
c. Lintas Sektor Daerah
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

3.4 Strategi Pembangunan Kesehatan Puskesmas Wolio


1. Meningkatkan pelayanan kesehatan (Kuratif dan Rehabilitatif) di
Puskesmas induk.
2. Meningkatkan pelayanan promotif dan preventif.
3. Meningkatkan pelayanan kesehatan (Kuratif dan Rehabilitatif) di
Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling.
4. Memperkuat jaringan komunikasi dan koordinasi dengan stake
holder.
5. Memperkuat jaringan peran serta masyarakat di bidang kesehatan.
3.5 Proses Pelaksanaan Program Sanitasi
1. Petugas turun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi
tentang pentingnya spal bagi kesehatan.
2. Petugas merembug masyarakat untuk proses penjaringan aspirasi
di mana masyarakat sebagai subjek dan objek pembangunan untuk
mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di kelurahan Batulo.
3. Petugas melakukan pemetaan untuk membuat gambaran kondisi
sosial masyarakat dan kondisi sanitasi lingkungan.
4. Petugas membentuk kelompok masyarakat untuk menyatukan diri
secara sukarela untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
serta kualitas lingkungan.
5. petugas menyususn rencana strategis untuk pengembangan
penyelenggaraan Spal skala individu maupun skala kelompok.
6. Pelaksanaan program sanitasi distribusi pemanfaatan spal.
7. Operasi dan pemeliharaan untuk keberlanjutan pelayanan dan
pelestarian aset yang telah di bangun ileh masyarakat.
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

3.6 Peran Pemerintah Dalam Pelaksanaan Program Sanitasi


1. Pemerintah membuat payung hukum yang jelas tentang aturan
pelestarian lingkungan dan sanitasi sehat.
2. Pemerintah mengutamakan pemilihan kepala daerah yang peduli
sanitasi.
4. Pemerintah menganggarkan dan menggunakan biaya sanitasi
lingkungan secara optimal.
5. Pemerintah membentuk wadah komunitas masyarakat peduli
sanitasi.
6. Pemerintah menyediakan sarana umum sanitasi.
3.7 Peran Masyarakat
Peran masyarakat sangat penting dalam melakukan program
sanitasi. Karena tanpa peran masyarakat maka program yang kita
jalani tidak akan berfunsii dengan baik.
3.8 Hambatan-Hambatan Pelaksanaan Program Sanitasi
Hambatan-hambatan dalam melaksanakan program sanitasi di
Kelurahan Batulo adalah sebgai berikut:
1. Kurangnya pengetahuan masyarakat kelurahan Batulo tentang
pentingnya spal.
2. Kurangnya anggaran pemerintah daerah sehingga terhambatnya
pembangunan spal.
3. Kurangnya partisipasi dari masyarakat.
4. Tidak adanya lahan untuk pembuatan spal.
3.9 Alternif Solusi
1. Solusi Puskesmas Wolio
Dengan melakukan pendekatan dan melibatkan tokoh
masyarakat yang ada di kelurahan Batulo ataupun organisasi
di wilayah tersebut untuk menginformasikan bahwa spal
sangat penting bagi kesehatan.
2. Solusi saya dalam menyikapi hambatan-hambatan di atas
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

a. Melakukan pendekatan, sosialisasi dan edukasi kepada


masyarakat kelurahan Batulo tentang pentingnya spal.
b. Melakukan kerja sama lintas sektor daerah seperti kelurahan
dan pemangku kebijakan, agar masyarakat mau dan mampu
mengikuti sosialisasi tentang pentingnya spal bagi kesehatatan.
c. Melakukan observasi spal seminggu sekali.
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Saluran Pembungan Air Limbah adalah Saluran yang
digunakan untuk membuang dan mengumpulkan air buangan kamar
mandi tempat cuci, dapur (bukan dari peturasan/jamban) untuk
pedesaan, sehingga air limbah tersebut dapat meresap ke dalam
tanah dan tidak menjadi penyebab penyebaran penyakit serta tidak
mengotori lingkungan permukiman.
Dari hasil analisis kegiatan vericikasi data di kelurahan Batulo
yang memenuhi syarat distribusi pemanfaatan spal adalah sebanyak
661spal, yang tidak memenuhi syarat sebanyak 126 spal sedangkan
yang tidak mempunyai spal adalah sebanyak 248 sehingga total
keseluruhannya sebanyak 787.
4.2 Saran
1. Diharapkan dapat menjadi masukan kepada pihak Puskesmas
untuk memberikan pengetahuan pada petugas kesehatan
dipuskesmas berupa pelatihan-pelatihan mengenai program
sanitasi spal yang baik untuk masyarakat.
2. Kepada masyarakat diharapkan agar menjaga kesehatan sehingga
terhindar dari penyakit yang di sebabkan tidak adanya spal.
3. Kita harus lebih memperhatikan tentang pentingnya spal bagi
kesehatan.
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2016. Saluran Pembungan Air Limbah Spal. Di akses tanggal 08
Januari 2019. Di [Link]
[Link]
Azza, Azmi. 2014. Makalah Puskesmas. Di akses tanggal 08 Januari
2019. Di [Link]
[Link]
Jumawal, Arpil. 2014. Sarana Pembungan Air Limbah Spal. Di akses
tanggal 08 Januari 2019. Di
[Link]
[Link]
Warles. 2013. Saluran Pembuangan Air Limbah Spal. Di akses tanggal 08
Januari 2019. Di
[Link]
an-pembuangan-air-limbah-spal/
Irman, Joy. 2015. Tahapan dan Proses Pemberdayaan Masyarakat Untuk
Sanitasi. Di akses tanggal 08 Januari 2019. Di
[Link]
pemberdayaan-masyarakat-untuk-sanitasi
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

DOKUMENTASI
Mata Kuliah : Pembangunan Sektor Kesehatan
Dosen Pembimbing : Dr. Rininta Andriani, [Link].,[Link]

SURAT BALASAN PUSKESMAS

Anda mungkin juga menyukai