0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
106 tayangan14 halaman

Histogram dalam Pengendalian Mutu Produksi

Makalah ini membahas tiga teknik pengendalian mutu produksi yaitu histogram, diagram Pareto, dan diagram sebab akibat. Histogram digunakan untuk menganalisis distribusi frekuensi suatu variabel, diagram Pareto untuk mengidentifikasi masalah utama, dan diagram sebab akibat untuk menganalisis hubungan antara sebab dan akibat suatu masalah.

Diunggah oleh

Sulistia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
106 tayangan14 halaman

Histogram dalam Pengendalian Mutu Produksi

Makalah ini membahas tiga teknik pengendalian mutu produksi yaitu histogram, diagram Pareto, dan diagram sebab akibat. Histogram digunakan untuk menganalisis distribusi frekuensi suatu variabel, diagram Pareto untuk mengidentifikasi masalah utama, dan diagram sebab akibat untuk menganalisis hubungan antara sebab dan akibat suatu masalah.

Diunggah oleh

Sulistia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH PENGENDALIAN MUTU PRODUKSI

(PENINGKATAN MUTU PRODUKSI)


HISTOGRAM, DIAGRAM PARETO, DIAGRAM SEBAB-AKIBAT

DISUSUN OLEH :

1. BERLIANA SUMARNI (061630400293)


2. SERI ASTINA (061630400309)
3. SHINTA PERMATASARI (061630400310)

KELAS 4KA
DOSEN PEBIMBING : Ir. Jaksen [Link], [Link]

PROGRAM STUDI D3 JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG 2018
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis haturkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat-NYA sehingga penulis dapat menyusun makalah ini dengan judul
“Peningkatan Mutu Produksi (Histogram, Diagram Pareto dan Diagram
sebab-akibat”. Penulis sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan makalah ini guna
memenuhi persyaratan untuk memperoleh nilai tugas kelompok
Pengendalian Mutu Produksi pada Fakultas Teknik Kimia di Politeknik Negeri Sriwijaya.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik
dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan dan sebagai umpan balik yang
positif demi perbaikan di masa mendatang. Harapan penulis semoga makalah ini
bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khusunya di bidang ilmu Teknik Kimia
serta Industri.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih dan penulis berharap agar
makalah ini bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Palembang, 6 Maret 2018

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 2

BAB I .................................................................................................................................. 4 PENDAHUUAN

...................................................................Error! Bookmark not defined.

I.1 LATAR BELAKANG ........................................................................................ 4

I.2 RUMUSAN MASALAH .................................................................................... 5

I.3 TUJUAN PENULISAN ...................................................................................... 5

BAB II ................................................................................................................................. 6 ISI

..........................................................................................Error! Bookmark not defined.

II.1 DEFINISI PENGENDALIAN MUTU / QUALITY CONTROL (QC) ........... 6

II.2 HISTOGRAM ..................................................................................................... 8

2.2.1. PENGERTIAN HISTOGRAM ......................................................................... 8


2.2.2. CARA APLIKASI ......................................................................................... 13

2.2.3. CONTOH HISTOGRAM .............................................................................. 14

II.3 DIAGRAM PARETO ......................................................................................... 20

2.3.1. PENGERTIAN DIAGRAM PARETO ........................................................... 20

2.3.2. CARA APLIKASI .......................................................................................... 21

2.3.3. CONTOH DIAGRAM PARETO ................................................................... 21

II.4 DIAGRAM SEBAB-AKIBAT ............................................................................. 26

II.5 Usaha Usaha Peningkatan Jumlah dan Mutu Hasil Produksi ...................... 34

BAB III ............................................................................................................................. 35 PENUTUP

............................................................................Error! Bookmark not defined.

III.1 KESIMPULAN ................................................................................................... 35

III.2 SARAN ............................................................................................................... 36

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 36

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Dalam peningkatan mutu produksi, terdapat beberapa teknik dasar yang


merupakan bahan untuk membantu menganalisa persoalan, mengambil
keputusan,membuat rencana atau perbaikan dari suatu produk yang di produksi atau
yang dihasilkan. Tekni dasar ini dapat dubuat melalui suatu data yang diambil dari
pemeriksaan terlebih dahulu dengan memakai lembar periksa dari suatu produk yang
dihasilkan atau yang di produksi. Teknik dasar ini juga merupakan data-data statistik
yang dapat dijadikan bahan untuk mengambil keputusan dalam upaya peningkatan
mutu, baik barang maupun jasa dan lain-
lain.
Kualitas menyangkut masalah produk unggulan atau pelayanan yang dapat
memenuhi atau melebihi harapan kita. Harapan ini didasarkan pada tujuan
penggunaan dan harga jual. Menurut ANSI/ASQC Standart A31987,
kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang
kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan, baik yang dinyatakan secara tegas
maupun tersamar. Pengendalian kualitas adalah teknik-teknik pemakaian & kegiatan-
kegiatan untuk mencapai, memperpanjang, dan memperbaiki mutu produk atau
pelayanan. Yang mencakup teknik-teknik dan kegiatan-kegiatan tersebut:
- Spesifikasi-spesifikasi apa yang diperlukan
- Rancangan produk atau pelayanan yang memenuhi spesifikasi
- Produksi atau instalasi yang sesuai dengan spesifikasi
- Pemeriksaan untuk menentukan kesesuaian dengan spesifikasi
- Tinjauan pemakaian untuk menginformasikan bila diperlukan perbaikan
spesifikasi
Pengendalian kualitas statistik adalah bagian dari pengendalian mutu.
Pengendalian kualitas Statistik adalah kumpulan, analisis dan intepretasi dari data-
data yang digunakan untuk aktifitas pengendalian mutu.
Dalam mengatasi upaya peningkatan mutu produksi, terdapat 5 teknik dasar
yang merupakan bahan untuk membantu menganaisa persoalan, mengambil
keputusan, membuat rencana / perbaikan dari suatu produk yang diproduksi atau
yang dihasilkan, yaitu :
1. Histogram
2. Diagram Pareto
3. Diagram sebab akibat
4. Diagram pencar
5. Bagan pengendalian
Kelima teknik dasar ini dapat dibuat data-data statistik melalui suatu data yang
diambil dari hasil pemeriksaan terlebih dahulu dengan memakai lembar periksa dari
suatu produk yang diproduksi atau yang dihasilkan. Data-data statistik inilah yang
dapat dijadikan bahan untuk mengambil keputusan dalam upaya meningkatkan mutu.
Dalam makalah ini akan dibahas 3 dari 5 teknik dasar tersebut, yaitu
Histogram, Diagram Pareto dan Diagram Sebab-Akibat.

I.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apakah pengertian dari Histogram ?


2. Apakah kegunaan dari Histogram ?
3. Bagaimana cara membuat Histogram ?
4. Apakah pengertian dari Diagram Pareto ?
5. Apakah kegunaan dari Diagram Pareto ?
6. Bagaimana cara membuat Diagram Pareto ?
7. Apakah pengertian dari Diagram Fishbone ?

8. Apakah kegunaan dari Diagram Fishbone ?


9. Bagaimana cara membuat Diagram Fishbone ?
10. Bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan
salah satu alat ukur quality control ?
I.3 TUJUAN PENULISAN

1. Menjelaskan kepada pembaca yang dimaksud Histogram.


2. Menjelaskan kegunaan dari Histogram
3. Menjelaskan kepada pembaca tentang penggunaan Histogram atau cara
membuat Histogram

4. Menjelaskan kepada pembaca yang dimaksud Diagram Pareto.


5. Menjelaskan kegunaan dari Diagram Pareto
6. Menjelaskan kepada pembaca tentang Diagram Pareto atau cara membuat
Diagram Pareto
7. Menjelaskan kepada pembaca yang dimaksud Diagram Fishbone
8. Menjelaskan kegunaan dari Diagram Fishbone
9. Menjelaskan kepada pembaca tentang penggunaan Histogram atau cara
membuat Diagram Fishbone
BAB II
ISI

II.1 DEFINISI PENGENDALIAN MUTU / QUALITY CONTROL (QC)

Pengendalian adalah suatu proses pendelegasian tanggung jawab dan


wewenang untuk suatu aktivitas manajemen,dalam menopang usaha-usaha
atau sarana dalam rangka menjamin hasil-hasil yang memuaskan. Pengertian
kualitas juga banyak diberikan oleh orang yang ahli dalam bidang manajemen
mutu terpadu, diantaranya :

Menurut Philip B. Crosby (1979)


Kualitas adalah comformance to requirement, yaitu sesuai dengan yang
disyaratkan atau distandarkan. Suatu produk memiliki kualitas apabila sesuai

dengan standar kualitas yang telah ditentukan. Standar kualitas meliputi bahan
baku, proses produksi, dan produk jadi. Crosby terkenal dengan
anjuran manajemen zero defect dan pencegahan, yang menentang tingkat
kualitas yang dapat diterima secara statistik (acceptable quality level).

ISO 8402 & SNI 19-8402-1991


Keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya
dapat memuaskan kebutuhan, baik yang dintakan secara tegas maupun
tersamar.

Statistik adalah seni pengambilan keputusan tentang suatu proses atau


populasi berdasarkan suatu analisis informasi yang terkandung didalam suatu
sampel dari populasi itu. Metode statistik memainkan peranan penting dalam
jaminan kualitas. Metode statistik itu memberikan cara – cara pokok dalam
pengambilan sampel produk, pengujian serta evaluasinya dan informasi
didalam data itu digunakan untuk mengendalikan dan meningkatkan proses
pembuatan. Lagipula statistik adalah bahasa yang digunakan oleh insinyur

pengembangan, pembuatan, pengusahaan, manajemen, dan komponen –


komponen fungsional bisnis yang lain untuk berkomunikasi tentang kualitas.
(Montgomery, 1993)

̅ = Rata – rata hitung

= + .

=39,75+ 0,8 =39,75+0,33=40,1


S = Standar deviasi

=
.
=

=00,,8 .8 √ 3,41−0,− [ 17]


= 0,8 (1,8 ) = 1,44
8) Sehingga jika Histogramnya digambarkan dimana frekuensi sebagai sumbu vertical
dan karakteristik sebagai sumbu horizontal.

Gambar 8. Histogram PT A

Batas atas = Rata-rata hitung + standar deviasi = 40,1 + 1,44 = 41,54


Batas bawah = Rata-rata hitung - standar deviasi = 40,1 - 1,44 = 38,66
II.3 DIAGRAM PARETO

2.3.1. PENGERTIAN DIAGRAM PARETO


Diagram Pareto pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli ekonomi dari Italia,
bernama "Vilvredo Pareto", pada tahun 1897 dan kemudian digunakan oleh Dr. M. Juran
dalam bidang pengendalian mutu. Alat bantu ini biasa digunakan untuk menganalisa
suatu fenomena, agar dapat diketahui hal-hal yang prioritas dari fenomena tersebut. Maka
istilah PARETO biasanya identik dengan PRIORITY.
Diagram Pareto (“Pareto Diagram” = Diagram 20-80) adalah suatu alat untuk
menentukan /mengetahui problem atau penyebab utama , yang merupakan kunci dalam
penyelesaian-serta perbandingannya terhadap keseluruhan. Diagram pareto membantu

kita memilih fakor-faktor mana yang perlu mendapatkan perhatian secara terus menerus. Hal ini dapat

membantu menemukan permasalahan yang terpenting untuk segera


diselesaikan (ranking tertinggi) sampai dengan yang tidak harus segera
diselesaikan (ranking terendah). Selain itu, Diagram Pareto juga dapat digunakan
untuk membandingkan kondisi proses, misalnya ketidaksesuaian proses, sebelum
dan setelahdiambil tindakan perbaikan terhadap proses.
Diagram ini biasanya digunakan untuk memisahkan unsur-unsur yang vital
(jenis/jumlahnya kecil tapi harganya mahal) dari unsur-unsur yang remeh (jenis/jumlahnya banyak
tetapi harganya murah = trivial many).
Dengan mengetahui penyebab utama (D) maka kalau hal tersebut kita
tanggulangi terlebih dahulu walaupun hasilnya hanya 50% saja, akan memberikan
pengaruh yang lebih besar terhadap keseluruhan persoalan dibandingngkan dengan kalau
kita dahulukan menaggulangi penyebab yang kecil, apalagi bila tidak dilakukan secara

tuntas. Bagan Pareto merupakan grafik batang khusus yang dapat digunakan

sebagai alat interpretasi dalam :


1. Menentukan frekuensi atau tingkat kepentingan relatif dari berbagai persoalan
atau sebab
2. Memfokuskan pada pokok persoalan vital dengan cara mengurutkan
berdasarkan kepentingan
Kegunaan dari diagram pareto antara lain :

1. Membantu menemukan dan menunjukan persoalan utama


2. Menyatakan perbandingan masing-masing persoalan terhadap soal keseluruhan
3. Menunjukan tingkat hasil perbaikan setelah tindakan perbaikan dalam lingkup
yang terbatas
4. Menunjukan perbandingan masing-masing persoalan sebelum dan sesudah
perbaikan

2.3.2. CARA APLIKASI


Penyusunan Diagram Pareto meliputi enam langkah, yaitu:
1. Menentukan metode atau arti dari pengklasifikasian data, misalnya ber-
dasarkan masalah, penyebab jenis ketidaksesuaian, dan sebagainya.
2. Menentukan satuan yang digunakan untuk membuat urutan karakteristik-
karakteristik tersebut, misalnya rupiah, frekuensi, unit, dan sebagainya.
3. Mengumpulkan data sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan.
4. Merangkum data dan membuat rangking kategori data tersebut dari yaang
terbesar hingga yang terkecil.
5. Menghitung frekuensi kumulatif atau persentase kumulatif yang digunakan.
6. Menggambar diagram batang, menunjukkan tingkat kepentingan relatif
masing- masing masalah. Mengidentifikasi beberapa hal yang penting untuk
mendapat perhatian.
2.3.3. CONTOH DIAGRAM PARETO

Tabel 7. Data Pengelompokan Jenis Cacat

Gambar 10. Diagram Pareto Jenis Kerusakan pada Sistem HidrolicII

Sebagai contoh, ada kasus seperti dibawah ini :


Standar daftar nonconformities dan tepat definisi untuk masing-masing. lembar
periksa, kemudian memeriksa setiap item dan dihitung jumlah kejadian (frekuensi) untuk
setiap penyebab nonkonformitas. Gambar 1 menyajikan hasilnya :
Gambar 11. Data Checksheet Sample

Nonconformities yang diurutkan dari frekuensi tertinggi ke terendah, dan frekuensi relatif
untuk masing-masing ditentukan (Gambar 11).

Gambar 12. Data Checksheet Sampel Berdasarkan Urutan Frekuensi

Gambar 13 adalah bagan Pareto untuk data pada Gambar 12. Di kiri sumbu vertikal
menunjukkan jumlah (frekuensi) dari tiap jenis nonkonformitas. Plot nonconformities
selalu dalam urutan frekuensi, dan sumbu kanan menunjukkan frekuensi kumulatif.
Gambar 13. Diagram Pareto nonconformities

Bagan Pareto memudahkan untuk melihat ukuran out-of-specification, fuzzy


grain, dan machine tear out adalah nonconformi utama - ikatan. Peningkatan mutu yang
berfokus pada item ini akan memberikan keuntungan yang besar. Namun Frekuensi,
bukan satu-satunya pertimbangan penting. Nonconformities jenis tertentu, meskipun

jarang, dapat sangat mahal unt. Oleh karena itu, analisis Pareto selanjutnya

memperhitungkan biaya dan frekuensi baik.

Tabel 1 menunjukkan biaya relatif, dan Gambar 4 menunjukkan hubungan Diagram Pareto. Kita dapat
melihat bahwa ukuran out-of-spesifikasi adalah noncon utama -
formity dari sudut pandang frekuensi (Gambar 3) serta biaya relatif untuk memo atau
ulang (Gambar 4). Oleh karena itu, untuk mendapatkan "Keuntungan terbesar"
didapatkan jika program SPC memfokuskan pada masalah-masalah yang menyebabkan
ukuran out-of – spesifikasi

Gambar 14. Diagram Paretp terhadap relative cost


BAB III
PENUTUP

III.1 KESIMPULAN
Histogram adalah suatu bentuk grafik yang menunjukkan adanya dispersi
data. Dari grafik ini kita dapat membuat analisa karakteristik dan penyebab
dispersi tersebut. Tiap tampilan batang menunjukkan proporsi frekuensi pada
masing-masing deret kategori yang berdampingan dengan interval yang tidak
tumpang tindih.
Diagram Pareto dipergunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi
tipe-tipe/jenis-jenis Non Conformance. Pareto Diagram digunakan untuk
memperbandingkan berbagai kategori kejadian yang disusun menurut ukurannya,
dari yang paling besar disebelah kiri ke yang paling kecil disebelah kanan.

Susunan tersebut akan membantu kita untuk menentukan pentingnya atau prioritas
kategori kejadian-kejadian atau sebab-sebab kejadian yang dikaji. Dengan bantuan
Pareto Diagram tersebut kegiatan akan lebih efektif dengan memusatkan perhatian
pada sebab-sebab yang mempunyai dampak yang paling besar terhadap kejadian
daripada meninjau berbagai sebab suatu waktu.
Diagram tulang ikan atau fishbone diagram adalah salah satu metode / tool
di dalam meningkatkan kualitas. Sering juga diagram ini disebut dengan cause
effect diagram. Teknik diagram fishbone sebenarnya dibentuk untuk menganalisa
faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan produk yang berkualitas.
Bagaimanapun, Diagram fishbone bisa digunakan sebagai alat untuk menganalisis
informasi yang berhubungan dengan sebuah analisis kebutuhan dan intervensi
alternative pilihan untuk meningkatkan penampilan. Dengan menggunakan cara
ini, diagram fishbone akan membantu untuk menghasilkan ide-ide tentang
perkiraan penyebab masalah, mengidentifikasi komponen-komponen dalam
proses yang bertanggung jawab untuk masalah yang terjadi. Diagram fishbone ini
juga bisa digunakan untuk merencanakan proses baru untuk memperoleh inisiatif
peningkatan kualitas atau kesempatan bisnis.
III.2 SARAN

Untuk meghasilkan suatu produk, ikutilah prosedur atau tata cara yang ada
dengan baik dan seksama serta pahami sifat masing-masing pelanggan agar

menghasilkan produk yang berkualitas dan tidak mengecewakan pelanggan. Cara ini
bertujuan untuk mengantisipasi jika ada kesalahan-kesalahan dalam
pelaksanaan produksi.

DAFTAR PUSTAKA

Devanty,airin.2011. [Link].([Link]

Sanjaya,indra.2014. Peningkatan Mutu [Link].


([Link]

Anda mungkin juga menyukai