100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
99 tayangan18 halaman

Pengaruh Media Sosial pada Remaja

Laporan ini membahas pengaruh media sosial terhadap pola pikir remaja berdasarkan survei yang dilakukan terhadap siswa SMA kelas 12 di sebuah sekolah di Medan. Laporan ini mengkaji penggunaan media sosial remaja, pengaruhnya terhadap pola pikir, serta keefektifan penggunaan media sosial sebagai alat pembelajaran."

Diunggah oleh

Muhammad Rizki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
99 tayangan18 halaman

Pengaruh Media Sosial pada Remaja

Laporan ini membahas pengaruh media sosial terhadap pola pikir remaja berdasarkan survei yang dilakukan terhadap siswa SMA kelas 12 di sebuah sekolah di Medan. Laporan ini mengkaji penggunaan media sosial remaja, pengaruhnya terhadap pola pikir, serta keefektifan penggunaan media sosial sebagai alat pembelajaran."

Diunggah oleh

Muhammad Rizki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN MINI RISET (MR)

MK. PROFESI KEPENDIDIKAN


PRODI S1 PENDIDIKAN
BIOLOGI

Skor Nilai:

“Pengaruh Sosial Media Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Pola Pikir


Remaja”

NAMA MAHASISWA

ADELIA PUTRI NIM:4191141019

ESTER LIDYA M.S NIM: 4193141011

FAHIRA AZHARA NIM:4193141018

KHAIRUNIDA NIM:4191141021

MELVA YUSTINA M NIM:4193141016

PUTRI WITIA L NIM:4193341022

DOSEN PENGAMPU : LAURENSIA

MATA KULIAH : FILSAFAT PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BIOLOGI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

September 2019
KATA PENGANTAR

Pertama-tama penyusun mengucapkan puji dan syukur kehadiran Tuhan Yang


Maha Esa yang telah memberikan kesehatan dan karunia-Nya kepada penyusun,
sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan riset sederhana mengenai
“Pengaruh Sosial Media Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Pola Pikir
Remaja” . Tugas ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah filsafat
pendidikan.

Adapun riset ini telah penyusun usahakan semaksimal mungkin dan tentunya
dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan
laporan ini. Untuk itu penyusun tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu penyusun dalam pembuatan hasil riset
ini.

Tidak lepas dari semua itu, penyusun menyadari sepenuhnya bahwa ada
kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh
karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka penyusun membuka selebar-
lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada penyusun
sehingga penyusun dapat memperbaiki laporan mini riset ini.

Akhirnya, penyusun mengharapkan semoga laporan riset pengaruh sosial


media sebagai media pembelajaran terhadap pola pikir remaja ini dapat diambil
hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.

Medan, 18 Nopember 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman sampul …………………………………………...………………………… i


Kata Pengantar ………………………………………...…………………………….ii
Daftar Isi………………………………………..………………………………….iii
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………….. 1
1.2 Identifikasi Masalah………………………..……..………………………… 1
1.3 Batasan Masalah………… ……………………………………………………1
1.3 Rumusan Masalah………… ………………………………………………..1
1.3 Manfaat Survey ………… ……………………………………………………..1

Bab II Landasan Teori


2.1 Teori Manajemen Pendidikan…………….………..……………................2
2.1.1 Konsep Dasar Manajemen Pendidikan…………………………………
2.1.2 Fungsi manajemen pendidikan…………………………………………
2.1.3 Bidang Tugas manajemen pendidikan…………………………………
2.1.4 Peranan Guru Bidang studi Pada Manajemen Pendidikan…………..
2.2 Implementasi Peranan Guru Bidang Studi Pada Manajemen Pendidikan
Pada Suatu Pendidikan ……..……………………...…………………......….4
2.3 kerangka Berpikir………… ……………………………………………………1
Bab III Metode Survey
3.1 Tempat dan waktu survey………… ………………………………………..1
3.2 Subyek Survey ………… ……………………………………………………. 1
3.3 Teknk Pengambilan data…………………………………………………… 1
3.4 instrumen Survey ………… ………………………………………………...1
3.5 Teknik Analisi ………… …………………………………………………….... 1
Bab IV Penutup
4.1 Kesimpulan…………………………………………………..………….……
4.2 Pembahasan……………………………………………...…….…. 32
4.3 Temuan Lapangan ………… ……………………………………………….1
Bab IV Penutup
5.1 Kesimpulan………………………………………………..………….…… 32
5.2 Saran…………………………………………………………...……….….

Daftar Pustaka……………………………………………………..………………… 33
Lampiran ………………………………………………………………………………..
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Diera globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
semakincanggih, penyebaran informasi serta akses telekomunikasi dan
transportasi semakin lebih cepat dan mudah. Internet merupakan salah satu hasil
dari kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi buatan manusia.
Fungsi internet bermacam-macam, dan salah satunya adalah sebagai tempat
komunitas jejaring sosial dunia maya. Jejaring sosial merupakan suatu layanan
dari sebuah cakupan sistem software internet yang memungkinkan penggunanya
dapat berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna yang lain dalam skala yang
besar. Situs jejaring sosial di internet bermacam-macam jenis dan bentuknya,
namun yang paling dikenal dan banyak diikuti remaja jaman sekarang adalah
Facebook, Twitter, Instagram, Path, Tumblr, dan situs jejaring sosial yang lainnya.
Dengan situs jejaring sosial ini dapat memperluas pertemanan maupun
wawasan pengetahuan penggunanya. Sosial media bagi remaja merupakan hal
yang penting tidak hanya sebagai tempat memperoleh informasi yang menarik
tetapi juga sudah menjadi lifestyle atau gaya hidup. Biasanya sosial media
digunakan untuk mengekspresikan diri maupun menambah atau mencari
informasi bagi pelajar. Oleh karena itu terkadang sosial media dapat
mempengaruhi pola pikir dan pikiran pelajar dalam menjalani hidupnya sehari-hari
Pada zaman sekarang ini tidak jarang ditemukan media pembelajaran dengan
menggunakan sosial media. Begitu berperan pentingnya internet maupun sosial
media dalam dunia pendidikan di beberapa sekolah yang suduh menerapkan nya.
Namun sosial media ini tak jarang juga memberikan dampak yang negative bagi
seorang pelajar apalagi dengan kebebasan informasi yang diterimanya dari sosial
media yang mampu mengubah pola pikir remaja.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasi masalah-
masalah berikut
1. Sosial media yang sering digunakan oleh pelajar dikhawatirkan akan
mengubah pola pikir pelajar menjadi negative
2. Sosial media yang sering digunakan sebagai media pembelajaran belum
sepenuhnya efektif di beberapa sekolah
3. Sosial media yang digunakan sebagai lifestyle pelajar dikhawatirkan dapat
berpengaruh negative terhadap diri pelajar

C. Batasan Masalah
Sosial media yang begitu banyak macamnya merambah ke segala jenis usia
dan tingkatan remaja, oleh karena itu penulis membatasi penelitian hanya
pada :
1. Analisis atau riset yang dilakukan hanya pada remaja kelas 12
2. Analisis yang dilakukan ini hanya terhadap 1 sekolah

D. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya,
yaitu:
1. Bagaimanakah pengaruh media sosial bagi remaja?
2. Bagaimanakah pengaruh sosial media terhadap pola pikir remaja ?
3. Apakah media sosial media yang digunakan sebagai media pembelajaran
disekolah sudah efektif ?
4. Apa saja batasan-batasan yang harus dilakukan remaja terhadap sosial
media agar pelajar terhindar dari pengaruh negative sosial media ?

E. Tujuan Survey
Secara terperinci, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui bagaimana pengaruh media sosial bagi remaja
2. Mengetahui bagaimana pengaruh sosial media terhadao pola pikir remaja
3. Mengetahui tingkat keefektifan sosial media sebagai media pembelajaran di
sekolah
4. Mengetahui batasan-batasan apa yang harus dilakukan remaja terhadap
sosial media agar pelajar terhindar dari pengaruh negative sosial media

F. Manfaat Survey
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Praktis
Bagi penulis, manfaat praktis yang diharapkan adalah bahwa seluruh tahapan
penelitian serta hasil penelitian yang diperoleh dapat memperluas wawasan dan
sekaligus memperoleh pengetahuan empirik mengenai Pengaruh Sosial Media
Sebagai Media pembelajaran Terhadap Pola Pikir Remaja. Bagi pihak-pihak yang
berkepentingan dengan hasil penelitian, penulis berharap manfaat hasil penelitian
dapat diterima dan bermanfaat.
2. Manfaat Akademis
Manfaat akademis yang diharapkan adalah bahwa hasil penelitian dapat
dijadikan rujukan bagi upaya untuk meminimalisasi pengaruh media sosial bagi
remaja, dapat mengetahui perubahan yang terjadi pada pola pikir remaja dari
sosial media, mengetahui keefektifan sosial media sebgaai media pembelajaran
dan berguna juga untuk mengetahui bagaimana membatasi pelajar dalam
mengguanakan sosial media serta menjadi referensi bagi masyarakat yang
melakukan kajian terhadap pengaruh sosial media terhadap remaja.
BAB II
LANDASAN TEORITIS
A. Teori Sosial Media

1. Konsep dasar social media

Media social adalah media online yang mendukung interaksi social. Media social
mengunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi
dialog interaktif. Beberpa situs media social yang popular sekarang ini antara
lain : Whatsapp, BBM, Facebook, Youtube, Twitter, Wikipedia, Blog, dll.
Definisi lain dari social media juga di jelaskan oleh Antony Mayfield (2008).
Menurutnya social media adalah media dimana penggunanya dengan mudah
berpartisipasi di dalamnya, berbagi dan menciptakan pesan, termasuk blog,
jejaring sosial, wiki/ensiklopedia online, forum-forum maya, termasuk virtual
worlds.

Media sosial telah menjadi suatu kebutuhan bagi seluruh lapisan masyarakat, dari
berbagai tingkatan usia, jenis kelamin, pendidikan maupun tempat tinggal.
Selain itu, media juga sebagai sarana penunjang bagi manusia untuk
memenuhi kebutuhan komunikasi, informasi serta hiburan. Perkembangan
dunia teknologi yang semakin cepat dan dinamis membuat banyak sekali
perubahan dalam kehidupan, termasuk perubahan dalam penggunaan media
komunikasi. Internet salah satunya, jika dulu orang harus menggunakan media
surat untuk berkomunikasi jarak jauh maka sekarang cukup dengan
Smartphone dengan internet orang dapat mudah saling bertukar kabar.
Berbagai macam aplikasi messenger yang mulai bermunculan seperti, skype,
blackberry messenger, Yahoo Messenger, facebook, twitter, path, instagram,
Whats App, Youtube, dan line semakin mempermudah komunikasi antar
manusia.

2. Fungsi Media Sosial

Social media memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :

 Social media adalah media yang didesain untuk memperluas interaksi sosial
manusia menggunakan internet dan teknologi web.
 Social media berhasil mentransformasi praktik komunikasi searah media siaran
dari satu institusi media ke banyak audience (“one to many”) menjadi praktik
komunikasi dialogis antar banyak audience (“many to many”).
 Social media mendukung demokratisasi pengetahuan dan informasi.
Mentransformasi manusia dari pengguna isi pesan menjadi pembuat pesan itu
sendiri.

3. Bidang tugas media social dalam pembelajaran

Didalam proses pembelajaran tidak terlepas dari konsep-konsep ataupun asas


(kaidah dasar) yang harus diterapkan oleh guru maupun siswa. Riyanto
menjelaskan “Maksudnya adalah bahwa pendidik akan dapat melaksanakan
tugasnya dengan baik apabila dapat menerapkan cara mengajar sesuai
dengan prinsip-prinsip belajar”. Dimyati dan Mudjiono mengemukakan bahwa
prinsip belajar terdiri dari :

 Perhatian dan Motivasi


 Keaktifan
 Keterlibatan
 Pengulangan
 Tantangan
 Balikan dan Penguatan
 Perbedaan Individual

Dapat disimpulkan bahwa prinsip belajar berkaitan dengan perhatian dan motivasi,
keaktifan, keterlibatan langsung atau pengalaman, pengulangan,
tantangan,balikan dan penguatan (law of effect) serta perbedaan individual
dimana prinsip tersebut harus dilaksanakan oleh guru maupun siswa demi
tercapainya pembelajaran yang efektif. Pembelajaran yang efektif harus
ditunjang dengan media pembelajaran sebagai alat yang mempunyai fungsi
menyampaikan pesan (Bovee, 1997). Media merupakan bentuk jamak dari
kata “medium” yang berasal dari bahasa latin yang berarti “antara”. Istilah
media dapat kita artikan sebagai segala sesuatu yang menjadi perantara atau
penyampai informasi dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Briggs
menyebutkan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan
pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Sementara itu Schramm
berpendapat bahwa media merupakan teknologi pembawa informasi atau
pesan instruksional yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar dan dibaca.
Dengan demikian media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi
untuk menyampaikan pesan pembelajaran.

4. Peranan guru bidang studi pada pembelajaran dengan media social

Peran guru sangatlah penting dalam kemajuan pendidikan. Guru merupakan salah
satu tenaga kependidikan yang mempunyai peran sebagai faktor penentu
keberhasilan tujuan dan mutu pendidikan. Tugas yang diemban seorang guru
tidaklah mudah. Oleh karena itu, guru harus mengerti dan paham tentang
hakikat sejati seorang guru.

 Guru Sebagai Pendidik Guru adalah seorang pendidik yang menjadi tokoh dan
panutan bagi peserta didik dan lingkungannya. Maka seorang guru itu harus
mempunyai standar kualitas pribadi yang baik bertanggung jawab terhadap
tindakannya dalam proses pembelajaran di sekolah, berani mengambil
keputusan berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi.
 Guru Sebagai Pelajar Di dalam tugasnya seorang guru membantu peserta
didik dalam meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Maka seorang guru harus mengikuti perkembangan teknologi agar
apa yang di bawakan seorang guru pengajarannya tidak jadul.
 Guru Sebagai Pembimbing Sebagai pembimbing seorang guru dan siswa di
harapkan ada kerja sama yang baik dalam merumuskan tujuan secara jelas
dalam proses pembelajaran.
 Guru Sebagai Pengarah Seorang guru di harapkan dapat mengarahkan
peserta didiknya dalam memecahkan persoalan yang telah di hadapinya dan
bisa mengarahkan kepada jalan yang benar apabila mengalami persoalan
yang negatif yang telah menimpa dirinya.
 Guru Sebagai Pelatih Mengarahkan keterampilan-keterampilan pada peserta
didik dalam membentuk kompetensi dasar sesuai dengan potensi masing-
masing dari peserta didik.
 Guru Sebagai Penilai Penilaian merupakan proses penetapan kualitas hasil
belajar / proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran
peserta didik yang meliputi tiga tahap yaitu : persiapan, pelaksanaan dan
tindak lanjut.

B. Implementasi peranan guru bidang studi pada media social terhadap


pendidikan

Peran guru dalam membimbing peserta didik agar lebih bijak dalam menggunakan
situs jaringan sosial atau media sosial sangat dibutuhkan. Hal ini menjadi
penting dikarenakan pada saat ini hampir semua orang menggunakan media
masa sebagai kebutuhan sahari hari. Tidak berbeda oarang orang dewasa
yang menggunakan media sosial untuk kepentingan kerja atau kepentingan
keluarga, anak anak atau remaja atau pelajar turut menggunakan media sosial
untuk memenuhi kebutuhan mereka. Guru sebagai pendidik sekaligus orang
tua peserta didik disekolah harus mengetahui perkembangan peserta didik
baik perkembangan sosial maupun lainnya. Siswa yang menggunakan aplikasi
media sosial seringnya lupa waktu, saat proses belajar mengajar dalam kelas
anak yang sudah ketergantungan dengan media sosial lebih sering
menggunakan hanphonenya dari pada memperhatikan guru yang sedang
menerangkan. Hal itu akibat kurangnya perhatian pendidik dalam
mengevaluasi siswa pada saat kegiatan belajar mengajar.

C. Kerangka pikiran

Dalam pembelajaran, sumber/referensi-nya tidak hanya sekedar berasal dari


buku, tetapi juga diperoleh dari interaksi dan komunikasi. Sampai beberapa
dekade yang lalu aspek terakhir dari pembelajaran terbatas pada ruang fisik
ruang kelas. Namun sekarang, media sosial telah memperluas dimensi dari
ruang yang tersedia untuk komponen sosial pembelajaran. Media Sosial dalam
pendidikan, menjadi konsep yang relatif baru telah menjadi pusat perhatian
banyak pendidik, guru dan orang tua. Salah satu media sosial yang dapat
digunakan dalam proses pendidikan adalah Facebook. Facebook telah
menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, demikian pula oleh para
mahasiswa. Mereka menciptakan kehidupan online yang berbaur dengan
dunia offline mereka. Tanggung jawab sebagai guru untuk membantu mereka
lebih memanfaatkan media ini. Seorang guru sebaiknya mampu mengadaptasi
metode dan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan mahasiswa.
Penggunaan Facebook di bidang pendidikan merupakan tantangan besar,
tetapi tidak terelakkan, kemudian mengubahnya menjadi alat belajar yang
hebat bagi para siswa.
BAB III
METODE SURVEY
A. Tempat dan Waktu Survey
Tempat : SMA NEGRI 5 MEDAN
Waktu : Senin, 11 November 2019

B. Subject Survey
Siswa-siswi SMA Negri 5 Medan kelas XII – MIPA 7 yang berjumlah 40 orang

C. Teknik Pengambilan Data


Dalam miniriset ini teknik yang di gunakan pengambilan data dengan cara
membagikan angket kepada siswa-siswi SMA Negri 5 Medan.

D. Instrumen
“Pengaruh Sosial Media Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Pola Pikir
Remaja”

No Keterangan Ya Tidak

1. Apakah anda memiliki sosial media?

2. Apakah guru anda pernah memberikan pembelajaran melalui


sosial media?

3. Apakah guru anda pernah memerintahkan untuk mengupload


bahan pembelajaran di sosial media?

4 Apakah guru anda sering memerintahkan anda untuk belajar


via sosial media?

5. Apakah menurut anda belajar melalui sosial media lebih efektif


dibanding tatap muka secara langsung?

6. Apakah sosial media menambah kreatifitas anda dalam


belajar?

7. Apakah media sosial media yang digunakan dan diterapkan


dalam sekolah sudah efektif?

8. Apakah menurut anda sosial media dapat mempengaruhi pola


pikir siswa?

9. Apakah menurut anda sosial media sangat berguna dalam


pembelajaran?
10. Apakah sosial media mengurangi minat belajar anda?
11. Apakah sosial media menambah minat belajar anda?

12. Apakah anda menikmati belajar melalui sosial media?

13. Apakah menurut anda sosial media dapat mengubah pola pikir
seseorang?

E. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data menggunakan teknik kuantitatif dengan sifat statistic
deskriptif.

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Gambaran Hasil Survey
Hasil penelitian yang diperoleh dapat dilihat dalam bentuk tabel sebagai berikut ;

N Partisipa Angket Jumla


o n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 h
0 1 2 3
1 P1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 8
2 P2 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 7
3 P3 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 9
4 P4 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 10
5 P5 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 9
6 P6 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 9
7 P7 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 5
8 P8 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 9
9 P9 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 8
10 P10 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 10
11 P11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 12
12 P12 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 10
13 P13 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 11
14 P14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 12
15 P15 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 8
16 P16 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 7
17 P17 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 12
18 P18 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 8
19 P19 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 7
20 P20 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 7
21 P21 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 9
22 P22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13
23 P23 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 9
24 P24 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 10
25 P25 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 6
26 P26 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 7
27 P27 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 10
28 P28 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 10
29 P29 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 10
30 P30 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 10
31 P31 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 9
32 P32 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 9
33 P33 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 9
34 P34 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 10
35 P35 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 7
36 P36 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 9
37 P37 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 11
38 P38 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 9
39 P39 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 9
40 P40 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 12
Jumlah 3 3 2 1 1 3 1 3 3 1 3 3 3 366
9 0 9 9 8 1 6 5 3 6 3 4 5

Dari hasil diatas menunjukkan bahwa :


 Lebih dari 50 % siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN kelas XII MIPA-7 memiliki
sosial media.
 Lebih dari 50% siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN kelas XII MIPA-7 pernah
belajar melalui sosial media.
 Lebih dari 50% siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN kelas XII MIPA-7 pernah
diminta mengupload bahan pembelajaran di sosial media.
 Kurang dari 50 % siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN kelas XII MIPA-7 sering
diminta belajar menggunakan sosial media.
 Kurang dari 50% siswa/ menyatakan belajar mela SMA NEGERI 5 MEDAN
kelas XII MIPA-melalui sosial media cukup efektif.
 Lebih dari 50% siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN kelas XII MIPA-7 menyatakan
bahwa sosial media menambah kretaifitas dalam belajar.
 Kurang dari 50% siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN kelas XII MIPA-7
menyatakan bahwa penerapan sosial media dalam membantu sistem
pembelajaran kurang efektif.
 Lebih dari 50 % siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN kelas XII MIPA-7 menyatakan
bahwa sosial media mampu mempengaruhi pembentukan pola pikir siswa.
 Lebih dari 50 % siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN kelas XII MIPA-7 menyatakan
bahwa sosial media sangat berguna dalam sistem pembelajaran.
 Kurang dari 50% siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN kelas XII MIPA-7
menyatakan bahwa sosial media mampu menambah minat belajar siswa.
 Lebih dari 50% siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN kelas XII MIPA-7 menyatakan
bahwa sosial media mengurangai minat belajar siswa.
 Lebih dari 50% siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN kelas XII MIPA-7 menyatakan
bahwa mereka menikmati pembelajaran melalui sosial media.
 Lebih dari 50% siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN kelas XII MIPA-7 menyatakan
bahwa sosial media mampu mempengaruhi pola pikir seseorang.

Dari data di atas siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN menyatakan adanya keterkaitan
antara peran sosial media dalam dunia pendidikan dan pola pikir yang
terbentuk.
B. Pembahasan
Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan di SMA
NEGERI 5 MEDAN tersebut menunjukkkan bahwa sosial media berperan
dalam proses pembelajaran siswa. Hal ini dapat dilihat dari tabel yang
menunjukkkan bahwa lebih dari 50% siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN memiliki
sosial media dan menyatakan bahwa sosial media berperan dalam proses
pembelajaran yang ada di SMA NEGERI 5 MEDAN. Proses pembelajaran
tersebut mampu mengubah pola pikir seseorang dan menjadi menambah
minat tersendiri bagi beberapa siswa/i. Tidak menutup kemungkinan masih
banyak siswa/i yang menganggap bahwa sosial media tidak menambah minat
belajar siswa/i. Hal ini diduga terjadi karena cara pandang dan proses
penggunaan sosial media yang berlebih ataupun keluar jalur.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peranan sosial media layak
ditingkatkan sebagai media pembelajaran bagi siswa/i. Selain perlunya
ditingkatkan peran sosial media dalam kehidupan remaja sentiasa harus
dibawah pengawasan orang yang lebih tua agar sosial media mampu berperan
sebagai media pembelajaran yang menambah minat bakat remaja. Penelitian
ini mengambil subjek remaja sebagai bahan pertimbagan yang cukup rentan
dengan penggunaan sosial media. Selain itu, beriringan dengan penggunaan
sosial media proses pembelajaran pun ikut andil dalam kehidupan remaja yang
akan mempengaruhi pola pikirnya.
C. Temuan lapangan
Pada penelitian ini kami menemukan siswa/i SMA NEGERI 5 MEDAN
khususnya kelas XII MIPA-7 aktif dalam penggunaan sosial media.
Pembelajaran yang diterapkan dalam kelas mengikuti pola kurikulum yang
berlaku dan penggunaan sosial media masih kurang aktif diterapkan sebagai
media pembelajaran. Sosial media cenderung digunakan hanya sebagai alat
komunikasi dan sangat minim perannya dalam dunia pendidikan.
secara garis besar dapat disimpulkan bahwa pola pikir yang terbentuk di usia
remaja cenderung dipengaruhi oleh faktor external yang salah satunya adalah
penggunaan sosial media sebagai sarana komunikasi terbesar di dunia. Hal ini
secara signifikan terpampang pada jawaban responden bahwa sosial media
cenderung mempengaruhi pembentukan pola pikir remaja.
BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sosial media dalam
pertumbuhan remaja khususnya di kelas XII MIPA 7 SMAN 5 Medan memberikan
pengaruh yang berbeda pada masing-masing siswa. Untuk itu, orang tua dan guru
sebagai promotor utama diharapkan dapat benar-benar memahami bagaimana
peran sosial media yang digunakan remaja agar dapat menjadi salah satu faktor
pembentuk pola pikir yang memotivasi siswa dalam proses pembelajaran,, juga
dapat semakin dikembangkan untuk metode pembelajaran yang semakin baik.

B. Saran

1. Kepada Sekolah
Hendaknya memberikan amanah kepada guru bidang studi ataupun guru BK
agar senantiasa memberikan siswa motivasi ataupun nasehat dalam setiap
kesempatan yang ada sehingga siswa dapat menggunakan sosial media
sebagai sarana untuk mengembangkan potensi akademik mereka

2. Kepada Orang Tua


Hendaknya orang tua membangun komunikasi yang baik pada anak sehingga
peran positif sosial media dapat terlaksana dengan baik dan hendaknya orang
tua senantiasa memperhatikan apa yang dibutuhkan anak dalam proses
perkembangan pola pikirnya agar tidak salah tanggap dalam mrnggunakan
sosial media dan malah mendapat pengaruh buruk dari sosial media.
DAFTAR PUSTAKA

Sabarin G.2018. Peran Guru dan Masyarakat Sekolah Dalam Menghadapi


Pengaruh
Media Sosial Terkait dengan Kenakalan Remaja di SMA Negeri 1
Mauponggo. Jurnal Civicus. 2(6):72-82
Mulyani Heni. PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI PENUNJANG DALAM
PEKULIAHAN ANGGARAN PERUSAHAAN DI PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN AKUNTANSI . 1(1):33-39
Doni F.2017. Perilaku Penggunaan Media Sosial Pada Kalangan Remaja.
Indonesian Journal on Software Engineering.2(3):15-23

Anda mungkin juga menyukai