Rencana Strategis RS Kasih Ibu 2018-2022
Rencana Strategis RS Kasih Ibu 2018-2022
RUMAH SAKIT
KASIH IBU
RENGAT
DAFTAR ISI
Bab I. Pendahuluan............................................................................................................... 6
2
4.1Pengertian ................................................................................................................................. 37
3
KEBIJAKAN TENTANG RENCANA STRATEGIS 2018 - 2022
RUMAH SAKIT KASIH IBU
RINGKASAN EKSEKUTIF (Excecutive Summary)
Dengan Visi : “Mewujudkan Rumah Sakit Yang Berkualitas” dalam 5 (lima) tahun ke
depan RS Kasih Ibu menerapkan strategi bisnis dengan mengoptimalkan kualitas pelayanan,
mengembangkan produk jasa layanan, meningkatan kompetensi sumber daya, serta efisiensi dan
efektifitas sistem pelayanan, maka optimisme mencapai peningkatan kinerja pelayanan antara
lain : peningkatan BOR, market share kunjungan rawat jalan dan rawat inap meningkat.
Kunjungan rawat jalan dan rawat inap diharapkan meningkat per tahun, melalui
kerjasama dengan BPJS Kesehatan dan penetapan sebagai Rumah Sakit Rujukan tingkat lanjut
(FKRTL), dan semakin dilengkapi sarana prasarana pelayanan sesuai kebutuhan pelayanan pada
pasien. Sebagai konsekuensi riil diharapkan cost benefit ratio semakin besar, sehingga
manajemen RS Kasih Ibu lebih leluasa dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dalam
mengelola profit share-nya.
Sebagai upaya memenuhi harapan tersebut, maka disusun rencana memenuhi kebutuhan
sumber daya secara proporsional dan profesional, meliputi sumber daya manusia maupun sumber
daya fasilitas. Karenanya dibutuhkan dukungan manajemen dan dana yang memadai.
Rencana strategi pemasaran, management by objective, dan kesesuain rencana dengan
realisasi program yang diproyeksikan selama 5 (lima) tahun mendatang , diharapkan berhasil dan
dapat dicapai. Hal utama yang harus diperhatikan adalah syarat adanya perubahan pola pikir dan
komitmen penuh dari semua komponen rumah sakit dalam mewujudkan Visi, Misi, Motto, dan
Tujuan RS kasih Ibu.
Akhirnya Rencana Strategi Bisnis RS Kasih Ibu ini perlu di evaluasi setiap tahun dan
dapat di revisi sesuai dinamika perkembangan/perubahan yang terjadi, sehingga dapat di
implementasikan dalam Rencana Bisnis Anggaran.
4
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat,nikmat dan karunia-Nya,
sehingga penyusunan dan perumusan Rencana Strategis Rumah Sakit Kasih Ibu Rengat
Kabupaten Indragiri Hulu dapat diselesaikan dengan baik.
Perencanaan strategis ini merupakan sebuah proses berkelanjutan dari pembuatan
keputusan, memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipatif, mengorganisasi secara
sistematik segala usaha untuk melaksanakan keputusan tersebut dan mengukur hasilnya melalui
umpan balik yang terorganisasi dan sistematis. Perencanaan strategis merupakan langkah awal
untuk melakukan pengukuran kinerja organisasi RS Kasih Ibu dalam rangka pelaksanaan sistem
akuntabilitas kinerja yang saat ini dijadikan sebagai salah satu instrumen pertanggungjawaban.
Perencanaan ini merupakan pengintegrasian antara keahlian sumber daya manusia
dengan berbagai sumber daya lainnya yang dimiliki RS Kasih Ibu, sehingga diharapkan mampu
menjawab tuntutan perkembangan zaman, serta tetap berada dalam tatanan sistem manajemen
yang profesional. Semoga rencana startegis ini dapat dijadikan sebagai salah satu indikator
pendukung dalam Rencana Pengembangan Rumah Sakit Kasih Ibu untuk lima tahun kedepan
5
Bab I
PENDAHULUAN
6
1.2.2 Tujuan
1. Tersedianya dokumen perencanaan RS Kasih Ibu Rengat dalam kurun waktu 5 tahun
2. Tersedianya arah dalam pelaksanaan pembangunan RS Kasih Ibu Rengat dalam kurun
waktu 2018-2022 melalui penyusunan rencana kegiatan tahunan.
3. Tersedianya suatu tolok ukur dalam melakukan evaluasi dan penilaian kinerja tahunan
RS Kasih Ibu Rengat
4. Tercapainya keterpaduan dan kesinambungan perencanaan dengan realisasi
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang, maksud dan tujuan, landasan hukum
penyusunan serta sistematika penulisan Rencana Strategis.
7
Bab II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT KASIH IBU RENGAT
Karyawan RS Kasih Ibu Rengat saat ini berjumlah 109 orang dengan berbagai macam
latar belakang profesi seperti dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, paramedis
keperawatan/non keperawatan, tenaga kesehatan lainnya serta tenaga non kesehatan. .
9
4 Dokter Spesialis THT 1
5 Dokter Spesialis Anak 1
6 Dokter Spesialis Syaraf / Neurologi 1
7 Dokter Spesialis Anastesi 1
C Tenaga Kebidanan
1 D4 Kebidanan 5
2 D3 Kebidanan 17
D Tenaga Keperawatan
1 S1 Keperawatan 4
2 D3 Keperawatan 21
10
c. Peralatan Penunjang Operasional
RS Kasih Ibu Rengat memiliki berbagai macam peralatan guna menunjang kegiatan
operasional yang antara lain terdiri dari :
(1) Peralatan medik dan penunjang medik di setiap unit fungsional/instalasi sesuai standar
pelayanan yaitu :
- Laparotomi Set
- Laboratorium Set
- Sectio Caesaria Set
- EKG
- USG
- Perlengkapan Kamar Operasi
- Perlengkapan Kesehatan Gigi dan Mulut
- Anastesi Set
- Apendik Set
- Vacum Set
- Forcep Set
- Mata Set
- THT Set
- UGD Set
- HCU Set
(2) Peralatan ruang perawatan baik berupa alat kesehatan maupun non alkes seperti
- Laundry set
- Generator set
- Peralatan di instalasi gizi
- Peralatan instalasi farmasi
- Peralatan kantor termasuk komputer dan peralatan audio visual
- Sarana pengolah limbah.
11
2.6 SasaranPelayanan
Sasaran pelayanan kesehatan yang dilaksanakan adalah pasien umum, pasien dari
perusahaan, peserta BPJS Mandiri, BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI)), maupun asuransi
swasta lainnya.
Tabel 2.8.1 Sepuluh Penyakit Utama Berdasarkan ICD X Pasien Rawat Jalan Di RS
Kasih Ibu, Tahun 2016 - 2017
Tabel 2.8.2 Sepuluh Penyakit Utama Berdasarkan ICD X Pasien Rawat Inap Di RS Kasih
Ibu, Tahun 2016 - 2017
12
NO Kode ICD 10 10 Besar Penyakit Jumlah % dari Total Kasus
Penyakit Kasus
1 K297 Gastritis, unspecified 162 22,34 %
2 O322 Maternal care for transverse and 109 15,03 %
oblique lie
3 O210 Mild hyperemesis gravidarum 86 11,86 %
4 O630 Prolonged first stage of labour 77 10,62 %
5 O82 Single delivery by caesarean 74 10,20 %
section
6 O48 Prolonged Pregnancy 51 7,03 %
7 O842 Multiple delivery, all by 44 6,06 %
caesarean section
8 A09 Diarrhoea and gastroenteritis of 43 5,93 %
presumed infectio
9 O80 Single spontaneous delivery 41 5,65 %
10 O429 Premature rupture of membrane, 38 5,24 %
unspecified
Tabel 2.8.3 Jumlah Kunjungan Pasien IGD Di RS Kasih Ibu, Th 2016 - 2017
Tahun
No Uraian 2016 2017
L P Jumlah L P Jumlah
Tabel 2.8.4 Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Jalan Di RS kasih Ibu, Th 2016 - 2017
Tahun
No Uraian 2016 2017
L P Jumlah L P Jumlah
Tabel 2.8.5 Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Inap Di RS kasih Ibu, Th 2016 - 2017
Jumlah
No Uraian
2016 2017
13
1 Jumlah TT 50 53
2 Jumlah pasien masuk 466 1.127
a. Laki-Laki 31 197
b. Perempuan 156 930
3 Jumlah pasien keluar hidup
a. Laki-laki 31 197
b. Perempuan 156 930
4 Jumlah pasien keluar mati
a. Laki-Laki 1 -
b. Perempuan - 1
5 Pasien mati < 48 jam
a. Laki-Laki - -
b. Perempuan - -
6 Pasien mati>48 jam - -
a. Laki-Laki - -
b. Perempuan - -
Tabel 2.8.6 Tingkat Efisiensi dan Mutu Pengelolaan Di RS Kasih Ibu, Tahun 2017
Tahun
No Uraian Rerata Standart
2016 2017
1 Persentase Tingkat Hunian 23 % 52 % 75 %
RS / BOR(BedOccupancy
Rate)
2 Rata-rata Lama Tempat 5 4 6 – 7 Hari
Tidur Kosong atau tidak
terisi / TOI (Turn Over
Internal)
3 Frekuensi Pemakaian 22 28 30 Kali
Tempat Tidur / BTO (Bed
Turn Over)
4 Rata Rata Lama Pasien 3,5 3,7 1 – 3 Hari
Dirawat / ALOS (Average
Length of Stay)
5 GDR - - < 45 per mil
a. Laki-laki
b. Perempuan
6 NDR - - < 25 per mil
a. Laki-laki
b. Perempuan
Bab 3
14
ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS
15
b. Jumlah Tenaga Medis memadai dengan kualitas yang baik, berdedikasi tinggi dan kompeten
sesuai bidang keahlian spesialisasinya.
c. Mempunyai ruang perawatan perinatologi dan HCU.
d. Prasarana penunjang seperti USG, laboratorium, dan instalasi farmasi
e. Ketersediaan kelas kamar perawatan rawat Inap, yaitu Ruang Kelas III, Ruang Kelas II,
Ruang Kelas I,Ruang VIP dan VVIP, sehingga pasien bisa memilih kelas perawatan sesuai
kebutuhannya.
Beberapa alasan yang membuat RS Kasih Ibu lebih baik dari lainnya
a. Memiliki tenaga medis yang cukup dan berkompeten dibidangnya
b. Memiliki tenaga keperawatan dengan berpendidikan Diploma dan Sarjana
c. Memiliki fasilitas peralatan medis dan penunjang medis yang representatif
d. Memiliki sarana dan prasarana pelayanan yang baik dan bersih
e. Memiliki akses yang mudah dijangkau oleh pasien dari berbagai arah
Faktor penyebab pasien merasakan puas dalam pelayanan di RS Kasih Ibu
a. Personal branding, karena RS Kasih Ibu memiliki dokter senior dan sangat dikenal di
kalangan masyarakat (pasien)
b. Pelayanan mengutamakan kualitas ditinjau dari pendekatan personal dan kualitas obat dan
bahan
c. Tarif pelayanan dan pengobatan sangat kompetitif
d. Petugas melayani pasien dan pengunjung dengan ramah tamah
e. Keamanan dan kenyamanan dalam pelayanan rawat jalan dan rawat inap terjamin
Persepsi pasien terhadap kelebihan RS Kasih Ibu
a. Dokter Spesialis senior yang sudah dikenal oleh masyarakat tentang keahlian dan
kecakapannya.
b. Fasilitas pelayanan yang cukup dan secara terus menerus dilakukan pembenahan dan
penyempurnaan.
c. Ruang perawatan yang ditata secara teratur dan bersih sehingga membuat kenyamanan pasien
yang berobat
d. Lingkungan rumah sakit yang menyatu dan berdekatan dengan perumahan masyarakat
sehingga terkesan suasana keakraban dengan lingkungan (hospitality)
e. Karyawan yang ramah (friendly) dan siap menjelaskan terhadap berbagai informasi yang
dibutuhkan oleh pasien dan keluarga.
b) Kelemahan (Weakness) RS Kasih Ibu, antara lain :
a. Kondisi anggaran yang sangat tergantung dengan situasi ekonomi nasional
b. Proporsi antara jumlah tenaga pelayanan dengan fasilitas ruang dan jumlah pasien belum
ideal
c. Kepatuhan petugas dalam menjalankan pelayanan ke pasien disesuaikan dengan standar
prosedur operasional belu maksimal
d. Ketaatan petugas dalam kehadiran kerja di rumah sakit disesuaikan dengan jam kerja yang
telah ditentukan belum maksimal
Seharusnya dihindari oleh petugas RS Kasih Ibu
a. Bersikap acuh dan tidak peduli dengan lingkungan kerja, karena hakikatnya rumah sakit
seharusnya menjadi rumah kedua bagi karyawan
b. Memberikan respons yang lambat / tidak cepat dalam memenuhi permintaan pasien terkait
pelayanan di rumah sakit
c. Kehadiran dan kepulangan kerja yang tidak tepat waktu dari waktu kerja yang telah
ditentukan
d. Bergerombol dan bersenda gurau pada saat pelayanan pasien, sehingga memberi kesan tidak
serius dalam pelayanan.
e. Tidak menggunakan identitas dan seragam yang telah ditentukan saat waktu pelayanan
pasien.
Faktor yang kemungkinan menyebabkan kehilangan pasien
a. Rumah sakit sejenis sebagai kompetitor yang telah menyelenggarakan pelayanan bagi
peserta BPJS
16
b. Kemungkinan pasien merasa tidak atau kurang puas selama menjalani pelayanan rawat jalam
maupun rawat inap
c. Ketidaksesuaian antara harapan yang diinginkan dengan kenyataan yang diperoleh pasien
saat pelayanan dan perawatan di rumah sakit.
Persepsi pasien sebagai suatu kelemahan RS Kasih Ibu
a. IGD belum dapat melayani pasien secara maksimal setiap hari dalam waktu 24 jam terus
menerus
b. Demikian pula pelayanan farmasi, laboratorium, dan radiologi belum bisa melayani secara
terus menerus dalam waktu 24 jam.
c. Jika ada permintaan telepon dari pihak luar/pasien dalam waktu 24 jam belum bisa terlayani
secara maksimal, karena petugas customer service masih bekerja paruh waktu
d. Petugas pelayanan, khususnya dibagian administrasi sebaiknya ditingkatkan kemampuan
komunikasinya, sehingga pasien merasakan puas dalam memperoleh informasi yang
dibutuhkan berkaitan dengan pelayanan rumah sakit
e. Sikap empati petugas saat memberikan pelayanan ke pasien perlu ditingkatkan, karena
dengan lebih memahami dan merasakan kondisi pasien saat berobat akan berpengaruh
terhadap kepercayaan pasien dalam menjalani pengobatan.
Kegiatan pesaing sebagai usaha lebih baik dari RS Kasih Ibu
a. Melakukan promosi melalui berbagai media dan aktifitas sosial di masyarakat agar lebih
dikenal di masyarakat
b. Melakukan aktifitas kegiatan di rumah sakit yang berkaitan dengan kesehatan. (misal: senam
masal)
c. Personal branding dari dokter yang praktek di rumah sakit tersebut, sehingga pasien yang
loyal dengan dokter tersebut akan berobat meskipun tanpa dilakukan promosi
d. Menyelenggarakan pelayanan BPJS, sehingga pasien peserta BPJS dapat dilayani.
c. Peluang (Opportunities) RS Kasih Ibu, antara lain :
a. Kebanyakan pasien yang datang berobat adalah pasien yang loyal terhadap dokter, sehingga
dengan pelayanan yang istimewa dan memuaskan diharapkan pasien dapat menjadi agen
pemasaran dengan merekomendasikan hal positif kepada pihak lain (positive word of mouth)
b. Fasilitas yang sangat memadai dalam memberikan pelayanan kesehatan termasuk pertolongan
persalinan dan pemeriksaan kehamilan dan didukung tenaga medis yang kompeten sangat
memungkinkan pasien puas atas pelayanan.
c. Tarif pelayanan dengan harga yang kompetitif memberikan kemungkinan sebagai alternatif
pilihan pasien untuk berobat.
d. Rumah Sakit Umum swasta diwilayah Kabupaten Indragiri Hulu khususnya relatif belum
banyak, sehingga sangat mungkin keberadaan RS Kasih Ibu berkembang lebih baik dan lebih
baik lagi.
d. Ancaman (Threats) RS kasih Ibu, antara lain :
Hambatan yang dihadapi sekarang
a. Proporsional jumlah tenaga medis dan keperawatan relatif belum sesuai dengan syarat yang
ditentukan oleh peraturan perundangan
b. Demikian pula proporsional jumlah tenaga kesehatan lainnya masih relatih kurang jika
dibandingkan dengan syarat dan ketetapan peraturan perundangan
c. Rumah sakit belum terakreditasi (masih dalam proses penilaian), sehingga dapat berpengaruh
terhadap kerjasama dengan BPJS
d. Keberadaan praktek dokter perseorangan dan praktek kebidanan dilingkungan yang pada
umumnya juga menerima pasien hamil, sehingga setidaknya berpengaruh pada kunjungan
pasien ke RS Kasih Ibu
e. Belum memiliki fasilitas layanan untuk masyarakat pemegang SKTM (Surat keterangan Tidak
Mampu)
f. Masih banyak karyawan yang mengidamkan jadi PNS
17
5.2 Analisis data
Untuk menentukan posisi daya saing rumah sakit dalam mencapai visinya, dilakukan penentuan
”Bobot” dan “Rating” dari faktor-faktor Kekuatan(Strength)dan (Weakness)serta Peluang(
Opportunity)dan Ancaman(Threat). Tujuan dari pebobotan dan Rating ini adalah untuk menentukan
Total Nilai Terbobot yang akan dipakai sebagai dasar dalam mengukur IFAS (internal Faktor Strategik)
dan EFAS (Eksternal Faktor Strategik) rumah sakit.
a) Strength
1. Hubungan pimpinan dengan karyawan harmonis
2. Tenaga medis kompeten dibidang keahliannya
3. Fasilitas perawatan serta keramahan petugas dalam melayani pasien
4. Fasilitas pelayanan USG, laboratorium, radiologi dan farmasi
5. Fasilitas rawat inap mulai kelas III sampai VIP
6. Tenaga keperawatan kompeten dengan ijazah diploma dan sarjana
7. Fasilitas kamar operasi telah terstandarisasi
8. Akses ke rumah sakit mudah dijangkau dengan lingkungan rumah sakit yang bersih, aman, dan
nyaman
9. Personal branding dengan dokter berpengalaman dan ahli
10. Tarif pelayanan dan pengobatan kompetitif
b) Weakness
1. Jumlah dokter dan keperawatan belum proporsional
2. Kepatuhan petugas pelayanan terhadap SPO
3. Kedisiplinan terhadap jam/waktu kerja
4. Pelayanan IGD belum maksimal
5. Pelayanan penunjang medis belum maksimal
6. Akses informasi belum tersedia secara maksimal, sebaiknya memanfaatkan fasilitas teknologi
informasi
7. Kemampuan komunikasi perlu ditingkatkan
8. Sikap empati terhadap pasien perlu ditingkatkan
9. Promosi rumah sakit relatif kurang
MATRIK IFAS
Kekuatan (Strength)
18
7 Terstandarisasi 0,12 3 0,36
Kelemahan (Weakness)
10 0,12 4 0,48
Jumlah 6,84
a) Opportunity
1. Lokasi rumah sakit di sekitar pemukiman masyarakat sebagai pasar potensial
2. Kebanyakan pasien loyal terhadap dokter karena sudah jadi pelanggan lama
3. Fasilitas lengkap dengan dokter yang kompeten
4. Tarif kompetitif sehingga pasien berhak memilih kelas perawatan
5. Program imunisasi dari pemerintah, peluang rumah sakit berpartisipasi
6. Kecenderungan pemeriksaaan ibu hamil dan persalinan di rumah sakit
7. Program MEA memberi peluang rumah sakit berkompetisi dengan pelayanan berkualitas
8. Kompetisi rumah sakit di wilayah kerja realatif kecil, memberi peluang RS Kasih Ibu berkembang
b) Threads
1. Praktek dokter swasta perseorangan atau praktek dokter bersama yang juga melaksanakan pelayanan
pengobatan sejenis
2. Rumah sakit pesaing yang memberikan fasilitas praktek terhadap dokter yang cukup terkenal di
masyarakat (personal branding)
3. Hal tersebut kemungkinan akan berpengaruh terhadap kunjungan pasien yang telah fanatik/loyal
terhadap dokter tersebut
19
4. Rumah sakit pesaing yang telah menggunakan fasilitas pelayanan berbasis sistem informasi manajemen
rumah sakit
5. Ratio tenaga medis dan tenaga keperawatan yang belum tercapai secara proporsional, berdampak
pelayanan kurang maksimal
6. Perubahan peraturan pemerintah bidang pelayanan rumah sakit memberikan kendala bagi rumah sakit
untuk melaksanakan aturan secara cepat
7. Peran perhimpunan organisasi rumah sakit (PERSI) agar lebih pro aktif dalam memberikan edukasi,
informasi, dan perlindungan terhadap anggotanya
MATRIK EFAS
Peluang (Opportunity)
Ancaman (Thread)
20
5 Rumah sakit pesaing yang telah menggunakan 0,04 3 0,12
media informasi dan promosi menggunakan
fasilitas pelayanan berbasis internet
Berdasarkan hasil penilaian Matrik IFAS dan EFAS dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Hasil penilaian pada Matriks IFAS adalah 6,84 yang berarti kekuatan RS Kasih Ibu (Strength)
lebih besar dibandingkan dengan kelemahan (Weakness) RS Kasih Ibu, dan sesuai analisa
tersebut dapat disimpulkan bahwa Strength lebih besar dari Weakness .
2) Hasil penilaian pada Matriks EFAS adalah 3,36 yang berarti peluang RS Kasih Ibu
(Opportunity) lebih besar dibandingkan dengan Ancaman (Threats) untuk RS Kasih Ibu, dan
sesuai analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa Opportunity lebih besar dari Threats. Sesuai
hasil analisis diatas, maka didapatkan perencanaan strategik untuk RS Kasih Ibu adalah
perencanaan strategik ekspansi. Dimana pihak RS Kasih Ibu dapat merebut peluang pasar dan
dapat melakukan rencana perluasan rumah sakit baik berupa fisik RS maupun pelayanan.
21
Bab IV
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN SERTA STRATEGI DAN KEBIJAKAN
RS KASIH IBU RENGAT
Visi
“ Mewujudkan Rumah Sakit Yang Berkualitas “
Misi:
1. Memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat dan profesional
2. Mengutamakan keselamatan dan kepuasan pasien
3. Memberikan pelayanan kesehatan tanpa membedakan status Sosial
4. Meningkatkankualitas Sumber daya manusia dengan mengikuti pelatihan dan seminar
Motto:
“ Melayani Dengan Hati, Bekerja Secara Profesional “
Dalam Rencana Strategis (Renstra) ada beberapa hal yang ingin dicapai dalam visi dan misi 5 (lima)
tahun kedepan, yaitu:
1. Memberikan pelayanan prima dan profesional berdasarkan standar prosedur operasional yang
ditetapkan dengan cara:
a. Menyelenggarakan pelayanan yang bermutu, memuaskan dan profesional berdasarkan standar
prosedur operasional yang ditetapkan
b. Senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan kesehatan
mutakhir
c. Mengembangkan kompetensi dasar dan terapan untuk meningkatkan mutu pelayanan
d. Menggalang dan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak untuk menjalin jaringan
kerjasama yang saling menguntungkan
e. Mewujudkan tingkat kepuasan konsumer internal (petugas pelayanan rumah sakit), maupun
konsumer eksternal (pasien) secara optimal
f. Memberdayakan seluruh potensi sumber daya dan dimiliki rumah sakit
2. Menjadi rumah sakit yang mampu mewujudkan fungsinya sebagai rumah sakit yang berorientasi socio-
medico-economic (mengutamakan pelayanan yang bersifat sosial, pelayanan medis, serta mampu
memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat)
22
d. Membangun sistem manajemen informasi rumah sakit berdasarkan ilmu manajemen terkini
yang berbasis teknologi 4.0.
e. Menyusun penerapan strategi dengan pendekatan pembauran pemasaran (marketing mix),
agar pelayanan mencapai target kunjungan pasien dengan berbagai aspek yang
melingkupinya
f. Melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan terutama dengan masyarakat di sekitar
lingkungan rumah sakit, baik berupa kegiatan promotif dan preventif.
g. Mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak.
h. Pemenuhan akreditasi rumah sakit dengan SNARS 2018
23
BABV
PERENCANAAN KEGIATAN
Untuk menjabarkan strategidan kebijakan yang telah diuraikan sebelumnya, maka perlu dibuat
sebuah rencanakerja/perencanaan kegiatan. Perencanaan kerja ini mempertimbangkan tujuan yang
ingindicapai dan prioritas strategi yang sudah ditetapkan. Berikut adalah rencana kerja [Link] Ibu
tahun 2018 – 2022 :
24
Pembangunan oksigen sentral
25
Bab VI
PENUTUP
Rumah Sakit Kasih Ibu saat ini terus berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki guna
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
dibidang kesehatan. Sehubungan dengan hal tersebut Rumah Sakit Kasih Ibu bertekad akan terus
melakukan perbaikan sistem secara berkelanjutan, konsisten dan menyeluruh. Sistem tata kerja
kelembagaan akan disiapkan untuk mengedepankan upaya pemenuhan kebutuhan pelanggan baik
eksternal maupun internal. Peningkatan kualitas pelayanan diarahkan untuk membangun budaya kerja
berprestasi yang cepat tanggap terhadap setiap perubahan.
Strategi atau cara pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra ini yang
berisikan tentang kebijakan program dan kegiatan-kegiatan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan RaS
Kasih Ibu Rengat. Keberhasilan pencapaian visi dan misi beserta tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan
sangat tergantung kepada komitmen dari seluruh komponen RS Kasih Ibu Rengat dalam melaksanakan
seluruh program dan kegiatan yang telah ditetapkan.
26
DAFTAR PUSTAKA
Arianto, E., 2007, Pengertian Strategi, diakses pada tanggal 8 Januari 2018 dari http : //
[Link] /2007/06/24/pengertian-strategi/.
David, F., 2006, Strategic Management Konsep Edisi 10, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Sabarguna, B., 2007, Knowledge Management untuk Rumah Sakit, Sagung Seto, Jakarta.
Jurnal Bisnis ekonomi, (online), No. 2 Vol. 14, Agustus 2009 diakses tanggal 14 Januari
2018 dari [Link]
Ollivia & Jony, O, H,. 2009, “Pengaruh Faktor Pelayanan Rumah Sakit, Tenaga Medis,
Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Terhadap Intensi Pasien Indonesia Untuk Berobat di
Singapura”,
Firmansyah, H., 2010, Analisis Strategis (SWOT) Usaha Garment. Maju Bersama UKM
diakses pada tanggal 12 Januari 2018 dari [Link]
27