Strategi Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi
Strategi Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi
Kelompok 5
Anggota :
Dosen Pengajar :
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang, Kami
panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikantulisan terkait sistem infomasi
akuntansi. Tulisan yang telah kami susun ini telah dikerjakan dengan semaksimal mungkin dan
dengan sebaik mungkin
Kami juga menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan yang belum sempurna dan
belum bisa kami atasi sepenuhnya, misalnya dalam segi bahasa, kalimat, dan kata yang masih
belum sempurna. Maka dari itu dengan lebar membuka pintu kritik dan saran agar dapat
memperbaiki diri dan kekurangan yang terdapat dalam makalah ini. Akhir kata kami berharap
semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca.
Penyusun
1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...................................................................................................................... 2
2
BAB I
PENDAHULUAN
Hal lainnya ialah para pengguna tidak mampu menspesifikasikan kebutuhan mereka
karena mereka tidak mengomunikasikan kebutuhan ke para pengembang sistem dan satu hal
lain yaitu perubahan sulit dibuat setelah persyaratan dibekukan. Jika para pengguna terus
mengubah persyaratan, SIA mungkin tidak akan pernah selesai. Maka dari itu kita harus
mencari strategi kurang lebih ada tiga strategi/cara untuk mendapatkan sistem informasi yaitu
dengan membeli perangkat lunak, mengembangkan perangkat lunak di rumah, dan membayar
perusahaan untuk mengembangkan dan mengoperasikan sistem tersebut. Selin itu juga kita
harus mengetahui tiga strategi atau cara untuk meningkatkan proses pengembangan desain
ulang proses bisnis yaitu dengan cara desain ulang proses bisnis, prototipe, dan alat rekayasa
perangkat lunak dibantu komputer.
1. Bagaimana organisasi dalam membeli perangkat lunak aplikasi, layanan vendor, dan
perangkat keras?
2. Bagaimana cara departemen sistem informasi mengembangkan perangkat lunak yang
dipesan secara khusus?
3. Bagaimana cara para pengguna akhir mengembangkan, menggunakan dan
mengendalikan sistem informasi berbasis computer?
3
4. Apa alasan organisasi mengalihdayakan sitem informasinya dan apa manfaat dari
mengevaluasinya?
5. Apa prinsip dan tantangan manajemen proses bisnis
6. Bagaimana protipe digunakan untuk mengembangkan sebuah SIA dana pa saja
keuntungan dan kerugian untuk melakukannya?
7. Apa yang dimaksud dengan rekayasa perangkat lunak yang dibantu dengan computer
dan bagaimana cara penggunaannya dalam pengembangan sistem?
1.3 Tujuan
4
BAB II
PEMBAHASAN
Pada masa-masa awal komputer muncul, sulit untuk membeli perangkat lunak yang
memenuhi kebutuhan pengguna. Perangkat lunak kalengan (canned software) dijual ke para
pengguna dengan persyaratan yang sama. Sistem turnkey (turnkey sistem) adalah perangkat
lunak dan perangkat keras yang dijual dalam bentuk sebuah paket. Vendor memasang sistem
dan pengguna “memutar kunci”. Banyak sistem turnkey dibuat oleh vendor yang
berspesialisasi pada sebuah industri tertentu, seperti dokter, toko reparasi otomotif, restoran,
dan toko enceran.
Sebuah masalah utama dengan perangkat lunak kalengan adalah bahwa ia mungkin
tidak memenuhi seluruh kebutuhan informasi sebagai perusahaan. Hal ini diatasi dengan
memodifikasi perangkat lunak tersebut. Sekitar 90% perangkat lunak Dow Chemical telah
dimodifikasi agar cocok dengan proses bisnisnya. Sisanya dibuat in-house.
Perusahaan dapat menyewa perangkat lunak dari penyedia jasa aplikasi yang mengirim
perangkat lunak melalui internet. Hal tersebut menyediakan keterskalaan seperti bisnis
bertumbuh dan akses lobal terhadap informasi.
Perusahaan yang membeli perangkat lunak SIA mengikuti siklus hidup pengembangan sistem
normal kecuali untuk hal berikut:
Memilih Vendor
Vendor dipilih berdasarkan masukan, dari konferensi, majalah industri, internet, atau dari buku
telepon. Pemilihan harus dilakukan secara cermat karena vendor dengan sedikit pengalaman,
5
modal yang tidak cukup, atau produk yang buruk akan menghilang dari bisnis dan
meninggalkan para pelanggan serta produk-produknya tanpa solusi atau bantuan.
Perusahaan yang membeli sistem yang besar atau kompleks mengirimi vendor dengan
sebuah permintaan untuk proposal, meminta para vendor untuk mengajukan sebuah sistem
yang memenuhi kebutuhan perusahaan. Proposal terbaik diperiksa untuk memverifikasi bahwa
persyaratan perusahaan dapat dipenuhi. Penggunaan sebuah RFP penting karena:
Request for proposal (RFP) untuk spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak yang
terperinci akan memiliki biaya total yang lebih rendah dan memerlukan lebih sedikit waktu
untuk disiapkan dan dievaluasi, tetapi tidak mengizinkan vendor untuk merekomendasikan
teknologi alternatif.
Kinerja sistem dapat dibandingkan dengan beberapa cara, Masalah benchmark adalah
suatu tugas khusus input, pemrosesan, dan output atas SIA baru yang akan dijalankan.
Penskoran poin memberikan sebuah bobot untuk setiap kriteria evaluasi berdasarkan
kepentingannya.
6
tersebut dan biaya pengembangan fitur-fitur yang tidak tersedia, meyediakan sebuah basis
setara untuk perbandingan sistem.
Halangan yang harus dilalui unutk mengembangkan perangkat lunak berkualitas adalah
lamanya waktu yang diperlukan, kompleksitas sistem, persyaratan yang buruk, perencanaan
yang tidak cukup, komunikasi dan kerja sama yang kurang, kurangnya staf berkualifikasi, dan
dukungan manajemen puncak yang buruk. Perangkat lunak yang dibuat khusu diciptakan in-
house oleh perusahaan luar yang dibayar unutk membuat perangkat lunak tersebut atau
merakitna dari inventaris modul program. Ketika memnfaatkan pengembangan luar,
perusahaan harus menjaga pengendalian terhadap proses pengembagan seperti berikut:
7
Mengembangkan aplikasi menggunakan perangkat lunak seperti spreadsheet atau
sistem database
Menyiapkan jadwal, seperti jadwal depresiasi dan amortisasi pinjaman.
Partumbuhan pada EUC telah mengubah peran staf sistem informasi. Mereka terus
mengembangan dan merawat sistem pemrosesan transaksi dan database seluruh perusahaan.
Selain itu, mereka menyediakan para pengguna dengan saran teknis dan dukungan operasional
serta membuat sebanyak mungkin infromasi tersdia bagi para pengguna akhir. Meskipun hal
tersebut telah menambah lebih banyak pekerjaan bagi staf SI, ia diseimbangkan dengan
penurunan permintaan untuk layana tradisional. Jika tren dalam EUC berlanjut, ini akan
merepresentasikan 75% sampai 95% seluruh pemrosesan informasi pada akhir decade
berikutnya.
- Sistem yang memenuhi kebutuhan pengguna. Sistem yang dikembangkan ole para pengguna
akhir cenderung memenuhi kebutuhan pengguna. Para pengguna menemukan sebuah cacat
yang tidak diketahui orang – orang SI. Banyak dari permasalahan – permasalahan komunikasi
analisi- pemrograman dalam pengembangan program tradisional terhidari.
- Ketepatan waktu. Banyak dari lamanya waktu penundaan dalam pengembangan sistem
tradisonal terhidarkan, seperti analisi biaya keunutngan yang memakan waktu, definisi
persyaratan mendetail, dan penundaan serta birokrasi proses persetujuan.
- Membebaskan sumber data sistem. Lebih banyak kebutuhan informasi yang dapat dicapai
para pengguna, lebih banyak waktu yang dapat dimanfaatkan departemen SI unutk aktivitas
pengembangan dan pemeliharan. Hal ini mengurangi baiik kerjaan tertunda yang tampak
maupun tidak tampak atas proyek pengembangan sistem.
- Fleksibilitas dan kemudahan penggunaan. Sebagian besar perangkat lunak EUC mudah
dipahami dan digunakan. Para pengguna dapat mengubah informasi yang mereka hasilkan atau
8
memodifikasi aplikasi mereka kapan pun persyaratannya beruba. Dengan menggunakan
sebuah laptop, ara pegawai dapat menyelesaikan pekerjaannya di ruma, di peswat- di mana
saja.
- Aplikasi yang diuji dengan tidak layak. Para pengguna kecenderungannya kurang menguji
aplikasi mereka dengan seksama, baik karena mereka tidak menemkan kebutuhan unutk
melauannya atau kesulitan melakukannya atau karena membutuhkan waktu untuk mengujinya.
- Sistem yang tidak efisien. Sebagian besar pengguan akhir bukanlah pemrogram atau pun
seseorang yang terlatih dalam pengembangan sistem. Akibatnya, sistem mereka tidak selalu
efisien.
- Sistem yang dikendalika dan didokumentasikan dengan buruk. Banyak pengguna akhir yang
tidak mengimplementasikan pengendalian unutk melindungi sistem mereka. Pengguna gagal
unutk menyadari bahwa tanpa dokumentasi mereka tidak akan memahami cara kerja sistem.
- Sistem yang tidak kompatibel. Perusahaan yang menambahkan peralatan pengguna akhir
tanpa mempertimbangkan implikasi teknologi memiliki perbedaan perangkat keras dan
perangkat lunak atau jaringan yang akan sulit didukung.
- Duplikasi sistem dan data; sumber daya yang terbuang. Para pengguna akhir biasanya tidak
sadar bahwa para pengguna yang lainnya memiliki kebutuhan informasi yang sama dengan
mereka, mengasilkan sistem duplikat.
- Peningkatan biaya. Pembelian satu PC saja tidaklah mahal, membeli ratusan taua ribuan PC
itu baru mahal. Oleh karena itu, memperbarui (updating) perangkat lunak dan perangkat keras
setiap beberapa tahun sekali tidaklah mahal.
9
Akan menjadi mungkin unutk mencapai keseimbangan yang memadai antara manfaat
dan rsiko sitem pengguna akhir dengan melatih para pengguna, menggunakan para nanalis
sistem sebagai penasihat , dan mensyaratkn sistem yang diciptakan pengguna untuk ditinjau
serta didokumnetasikan sebelum digunakan.
Help desk mendukung dan mengendalikan aktivitas pengguna akhir. Para analis dan
teknisi yang menjawab pertanyaan pegawai dengan tujuan mendorong, mendukung,
mengarahkan, dan mengendalikan aktivitas pengguna akhir. Enam puluh analis dan teknisi help
desk di Scering-Plough menangani 9.000 panggilan tugas dalam sebulan.
10
berasal dari penjualan perangkat kerasnya. Pada 1989, Eastman Kodak mengejutkan dunia
bisnis dengan mempekerjakan IBM untuk menjalankan operasi pengolahan datanya, DEC
untuk menjalankan fungsi telekomunikasi, dan Businessland untuk menjalankan operasi PC-
nya. Kodak menahan peran perencanaan dan pengembangan SI- nya dan pihak pengalihdaya
(outsoucer) menjalankan tanggung jawab implementasi dan operasi. Hasilnya sungguh
dramatis. Pengeluaran untuk computer menurun 90%. Biaya operasi menurun 10% sampai
20%. Penghematan SI tahunan selama perjanjian yang berlangsung 10 tahun diharapkan
mencapai $130 juta. Beberapa tahun kemudian , Xerox menandatangani perjanjian
pengalihdayaan terbesar dalam sejarah pada saat itu: sebuah kontrak 10 tahun yang bernilai
$3,2 miliar dengan EDS untuk mengalihdayakan manajemen komputasi, telekomunikasi, dan
perangkat lunak di 19 negara.
1. Sebuah solusi bisnis. Pengalihdayaan (outsourcing ) adalah strategi berlangsung dan solusi
bisnis ekonomi yang memungkinkan perusahaan untuk berkonsentrasi pada kompetensi inti.
Kodak focus pada hal-hal yang terbaik yang dapat dilakukannya dan menyerahkan pengolahan
data ke perusahaan computer yang memiliki [Link] menganggap para
pengalihdayanya sebagai teman dan bekerja sama dengan mereka untuk mencapai tujuan
strategis dan operasionalnya.
11
2. Pemanfatan aset. Organisasi meningkatkan posisi kasnya dan mengurangi biaya dengan
menjual aset kepada pengalihdaya. Health Dimension mengalihdayakan pengolahan data
empat rumah sakitnya sehingga ia sapat menggunakan sumber daya moneter terbatas untuk
menghasilkan pendapatan.
3. Akses pada keahlian yang lebih besar dan teknologi yang lebih baik. Del Monte Foods
beralihke pengalihdayaan karena biaya dan waktu yang dimanfaatkan tetap terjangkau dapat
terus meningkatkan teknologi secara signifikan.
6. Eliminasi penggunaan maksimal dan rendah (peak and valley). Bisnis musiman memerlukan
sumberdaya computer yang signifikan selama beberapa waktu dalam setahun dan sedikit pada
sisa tahun tersebut. Dari Januari hingga maret, computer - computer W. Atlee Burpee
beroperasi pada 80% kapasitas pemrosesan pesanan biji dan perkebunan serta pada 20% disisa
waktu. Pengalihdayaan memotong biaya pemrosesan Burpee hingga menjadi setengah biaya
dengan cara membayar berdasarkan seberapa banyak system tersebut digunakan.
12
Meskipun demikian, tidak semua pengalaman pengalihdyaan berhasil. Antara 25% dan
50% perjanjian pengalihdyaan gagal atau menjadi kekecewaan besar. Dalam sebuah survey,
para eksekutif perusahaan menandai bahwa 17% perjanjian tersebut merupakan suatu bencana
dan hamper 50% ditangani kembali secara in-house. Terdapat sejumlah kegagalan
pengalihdayaan yang signifikan , termasuk masalah EDS yang telah melakukan kontrak dengan
angkatan laut AS. Kaus yang lainnya yaitu pembatalan JPMorgan Chase atas perjanjian tujuh
tahun yang bernilai $5 miliar dengan IBM.
13
4. Sistem yang terkunci (looked in system). Mahal dan sulit untuk membatalkan
pengalihdayaan. Sebuah perusahaan mungkin harus membeli peralatan baru serta
mempekerjakan seorang staf pengolahan data dan sering kali membutuhkan biaya yang terlalu
banyak. Ketika Blue Cross di California memutuskan untuk mengakhiri perjanjiannya, ia tidak
tahu sama sekali mengenai sistemnya secara virtual dan tidak mampu memberhentikan EDS.
Sebaliknya, LSI Logic membawa sistemnya kembali ke in- house untuk penghematan dana dan
pegawai yang signifikan ketika ia memasang sebuah system enterprise planning ( ERP).
5. Tujuan yang tak terpenuhi (unfulfilled goal). Kritik dapat mengklaim beberapa manfaat
pengalihdayaan, seperti peningkatan efisiensi, itu adlah mitos. Perusahaab USF&G
membatalkan control $100 juta dengan Cigna Information Services setelah 18 bulan kektika
Cigna tidak dapat membuat sistem tersebut bekerja dengan semestinya.
6. Layanan yang buruk (poor service). Koplain umum merupakan keresponsifan terhadap
kondisi perubahan bisnis yang berjalan lamban atau bahkan tidak ada perubhan sama sekali
serta peralihan ke tenologi baru yang direncanakan dengan buruk.
Rekayasa ulang proses bisnis (business process reengineering – BPR) adalah sebuah
pendekatan drastic dan dilakukan sekali untuk meningkatkan dan mengotomatiskan proses
bisnisnya. Dengan peningkatan lebih jauh, BPR telah berubah kedalam manajemen proses
bisnis (business process management – BPM), sebuah sistem pendekatan sistematis secara
berkelanjutan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan proses bisnis sebuah organisasi. BPM
adalah sbuah peningkatan proses yang lebih bertahap dan berkelanjutan yang didukung dan di
mungkinkan oleh teknologi. Sebagai hasilnya, BPM adalah sebuah cara yang tepat untuk
memperkenalkan baik kemampuan perubahan manusia maupun teknologi ke sebuah
organisasi.
14
Proses bisnis dapat menghasilkan keuntungan kompetitif. Proses inovatif yang
membantu bisnis merespons konsumen, pasar dan peraturan yang berubah lebih cepat
daripada competitor menciptakankeuntungan kompetitif.
Proses bisnis harus dikelola dari ujung ke ujung. Manajemen proses bisnis (BPM)
memandang proses bisnis sebagai kesuatu organisasian strategis yang harus dipahami,
dikelola dan ditingkatkan. Bahkan, jika masing-masing bagian dari proses bisnis yang
multifungsi berjalan dengan baik secara independen, keselurahan proses mungkin dapat
kurang optimal jika ada komunikasi dan koordinasi yang tidak cukup baik diantara unit-
unit fungsional.
Proses bisnis haruslah cekatan. Organisasi harus secara berkelanjutan eningkatkan dan
mengatur proses bisnisnya agar dapat bersaing. Hal tersebut memerlukan fleksibilitas
dan teknologi otomatiasi proses bisnis yang mendukung modifikasi cepat.
Proses bisnis haruslah selaras dengan strategi dan kebutuhan keorganisasian. Untuk
menjadi efektif dan efisien, sebuah perusahaan harus menyelaraskan proses bisns
dengan strategi bisnisnya.
Sistem manajemen proses bisnis – BPMS memiliki empat komponen utama berikut.
Sebuah mesin proses untuk memodelkan dan menjalankan aplikasi, termasuk aturan
bisnis.
Analisis bisnis untuk membantu mengidentifikasi dan bereaksi terhadap isu-isu, tren,
dan peluang bisnis.
Alat-alat kolaborasi untuk menghapus penghalang komunikasi
Pengelola isi untuk menyimpan dan mengamankan dokumen, gambar dan file
elektronik lain.
15
Pengendalian Internal Dalam Sebuah Sistem Manajemen Proses Bisnis
Sistem manjemen proses mengurangi penundaan dan biaya dari manajer. Sistem
manajemen proses bisnis memiliki beberapa mekanisme otorisasi inovatif lainnya seperti
mendelegasikan otoritas ke wakil manajer dan membentuk kelompok manajer otorisasi untuk
mengurangi kemacetan ketika para manajer dibebankan lebih atau tidak tersedia.
Pengendalian aplikasi juga diperkuat BPMS. Dalam sebuah sistem berbasis peristiwa,
para pengguna mengidentifikasikan tindakan yang harus dilakukan. Jika tindakan tersebut
tidak dilakukan, sebuah kesalahan dapat terjadi, seperti melakukan sesuatu dua kali, tidak
melakukannya sama sekali atau melakukan hal yang salah. Sistem mmanajemen proses bisnis
menggunakan pendekatan manajemen proses proaktif yang mengeliminasi masalah semacam
itu. Sistem manajemen proses bisnis (BPMS), enggunakan aturan bisnis perusahaan,
memutuskan jenis tindakan yangn harus dilakukan dan meneruskan tugas ke daftar tugas orang
yang tepat, yaitu orang yang masih ada sampai tugas tersebut dieksekusi.
Manfaat pengendalian BPMS lain adalah jejak audit melekatnya. Proses tersebut
mengawasi dan melacak sistem yang mendokumentasi serta menautkan seluruh tindakan dan
langkah-langkah berdasarkan urutan terjadinya dalam sebuah log proses, mempermudah untuk
melacak semua yang terjadi. Ini memungkinkan para auditor untuk secara berkelanjutan
mengaudit proses bisnis sementara mereka aktif bekerja dan seterusnya.
2.5 Protoyping
Protoyping adalah sebuah pendekatan desain sistem yag berada dalam suatu model
kerja disederhanakan yang tengah dikembangkan. Para pengembang yang menggunakan
prototyipe masih melalui SDLC yang didiskusikan di bab 20, tetapi prototype memungkinkan
mereka untuk memadatkan dan mempercepat beberapa tugas analisi dan design. Protoype
membantu mengetahui kebutuhan pengguna dan membantu para pengembang serta penggguna
membuat keputusan design konseptual dan fisik.
16
Sebuah prototype dikembangkan menggunakan 4 langkah. Pertama adalah menemui
para pengguna untuk menyetujui ukuran dan cakupan sistem tersebut dan memutuskan hal
yang seharusnya disertakan dan tidak disertakan oleh sistem. Para pengembang dan pengguna
juga menentukan output pemrosesan pembuatan keputusan dan transaksi, begitu pulai input
dan data yang dibutuhkan untuk menghasilkan output tersebut. Penenkanannya adalah pada
output apa yang harus dihasilkan bukannya bagaimana ia harusnya dihasilkan. Pengembang
harus memastikan bahwa ekspetasi para pengguna realistis dan bahwa persyaratan informasi
dasarnya dapat dipenuhi. Perancang menggunakan persyaratan informasi tersebut untuk
mengembangkan estimasi biaya, waktu, dan kelayakan solusi SIA alternatif.
17
sebuah sistem baru. Prototype terbut dapat digunakan sebagai prototype awal bagi sebuah
sistem perluasan yang didesign untuk memuhi kebutuhan banyak pengguna yang berbeda-
beda. Ketika sebuah prototype yang tidak terselamatkan dibuang, persahaan tersebut secara
potensial menghemat tahun-tahun pengembangan pekerjaan dan banyak dana dengan
menghindari proses SDLC tradisonal.
Keutungan Protoyping
• Definisi yang lebih baik atas kebutuhan pengguna. Prototyping secara umum memerlukan
keterlibatan intensif daripada pengguna akhir, menghasilkan kebutuhan pengguna yang
didefinisikan dengan baik.
• Keterlibatan dan kepuasan pengguna yang lebih tinggi. Oleh karena persyaratan pengguna
terpenuhi, ada lebih sedikit resiko bahwa SIA tidak akan digunakan. Keterlibatan pengguna
secara dini membantu membangun sebuah iklim penerimaan dibandingkan keraguan dan
kritik.
• Waktu pengembangan yang lebih cepat. Prototype seringnya berfungsi setelah beberapa hari
atau minggu, mengizinkan para pengguna untuk segera mengevaluasi sistem tersebut.
• Lebih sedikit kesalahan. Para pengguna menguji tiap versi prototype, sehingga kesalahan
dideteksi dan dieleminasi dengan segera. Hal tersebut juga mempermudah untuk
mengidentifikasi dan menghenrikan sistem yang tidak sesuai sebelum sejumlah besar waktu
dan biaya terbuang.
• Lebih banyak peluang bagi perubahan. Para pengguna dapat menyarankan perubahan sampai
sistem tersebut sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
• Lebih murah. Sistem prototype dapat dikembangkan dengan 20% dari biaya sistem
tradisional. Sebuah perusahaan utilitas mengklaim peningkatan 13 menjadi 1dalam waktu
pengembangan atas metode tradisional ketika prototyping digunakan untuk mengembangkan
10 aplikasi besar.
Kerugian Prototyping
18
• Waktu pengguna yang siginifkan. Para pengguna harus meluangkan waktu yang signifikan
untuk bekerja dengan prototype dan memberikan umpan balik. Ini mungkin memerlukan lebih
banyak keterlibatan dan komitmen dari pada yang para pengguna ingin berikan.
• Penggunaan yang kurang efisien atas sumber daya sistem. Pengembangan prototype tidak
selalu mencapai efisiensi sumber daya, terkadang menghasilkan kinerja dan keterandalan yang
buruk serta terkadang menghasilkan biaya pemeliharaan dan dukungan yang tinggi.
• Pengujian dan dokumentasi yang tidak cukup. Para pengembang mungkin mempersingkat
pengujian dan dokumentasi karena para pengguna menguji prototype selama pemgembangan.
• Reaksi perilaku yang negatif. Ini dapat terjadi ketika permintaan untuk peningkatan tidak
dilakukan, ada terlalu banyak perulangan atau sebuah prototype yang di investasikan para
pengguna dibuang.
• Pengembangan tanpa akhir. Ini terjadi ketika prototype tidak dikelola dengan semestinya dan
prototype tersebut tidak pernah diselesaikan karena proses dan permintaan revisi yang
berulang.
19
Menurut pelaporan pengehematan biaya akan terjadi sebesar 80% sampai dengan 90%.
Sebuah aplikasi di DuPont diestimasikan memerlukan 27 bulan waktu pengerjaan
dengan biaya $270.000 diselesaikan dalam 4 bulan dengan biaya $30.000. Lebih dari
90% kode dihasilkan secara langsung dari spesifikasi desain.
Peningkatan prosedur pengendalian.
Alat-alat CASE mendorong pengendalian sistem. Ukuran kemanan dan keterauditan
sistem dan prosedur penanganan kesalahan lebih dini dalam proses desain.
Dokumentasi yang disederhanakan.
CASE akan secara otomatis mendokumentasi sistem sebagai kemajuan pengembangan
itu sendiri.
Beberapa masalah yang lebih serius dengan teknologi CASE meliputi:
Inkompatibilitas.
Beberapa alat CASE tidak berinteraksi secara efektif dengan sistem lain
Biaya
Teknologi CASE mahal, di luar jangkauan dari budge perusahaan kecil.
Ekspektasi yang tidak terpenuhi
Sebuah Survei dari Deloitte & Touche mengindentifikasikan bahwa hanya 37% CIO
yang menggunakan CASE. Hal ini meyakinkan bahwa mereka mencapai manfaat yang
diharapkan.
20
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sebuah perusahaan dapat menggunaka strategi yang berbeda untuk mendapatkan SIA
baru. Pertama ,dengan kualitas dan kuantitas perangkat lunak buatan-vendor yang meningkat,
beberapa perusahaan membelinya. Kedua, departemen SI mengembangkan perangkat lunak
tersebut atau mengizinkan para pengguna akhir untuk mengembangkannya. Ketiga, beberapa
perusahaan membeli perangkat lunak dan memodifikasi sendiri atau meminta vendor untuk
memodifikasinya, sehingga SIA yang harus memenuhi kebutuhan perusahaan. Keempat
perusahaan mengalihdayakan aktivitas pengolah data.
Ada banyak cara untuk mempercepat atau meningkatan proses pengembangan. Salah
satunya adalah manajamen proses bsnis yang merupakan sebuah pendekatan sistematis untuk
secara berkelanjutan meningkat dan mengoptimalkan proses bisnis organisasi.
Cara kedua adalah mendesign sebuah prtotype, sebuah model kerja yang
disederhanakan dari sebuah sistem. Sebuah prototype dengan cepat dan terjangkau dibuat serta
diberikan ke para pengguna akhir untuk proses “uji coba (test-drive)”, sehingga mereka dapat
memutuskan hal yang mereka sukai dan tidak mengenai sistem tersebut.
3.2 Saran
Dari pembahasan dan penjelasan diatas memberikan beberapa saran sebagai alternative
pemikiran yang dapat dijadikan masukan yang nantinya akan sangat berguna bagi
pengembangan Manajemen Proses Bisnis untuk mendukung kelancaran sistem, antara lain:
untuk dapat mengoptimalkan sistem proses bisnis ini diperlukan dukungan dari semua pihak
terutama sumber daya manusia yang terlibat langsung sehingga kualitas sumber daya perlu
ditingkatkan melalui pelatihan dan kursus.
21
DAFTAR PUSTAKA
Romney, Marshall B, dan Paul John Steinbart. 2005. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi
13. Jakarta: Salemba Empat
22