100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
301 tayangan23 halaman

Strategi Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi

Strategi pengembangan SIA meliputi membeli perangkat lunak komersial, pengembangan internal, dan pengalihan sistem ke vendor. Membeli perangkat lunak melibatkan pemilihan vendor dan perangkat keras berdasarkan permintaan proposal. Pengembangan internal melibatkan departemen TI dan prototyping. Pengalihan sistem dilakukan untuk mengevaluasi manfaat dan risiko strategi tersebut.

Diunggah oleh

Alex Sandro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
301 tayangan23 halaman

Strategi Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi

Strategi pengembangan SIA meliputi membeli perangkat lunak komersial, pengembangan internal, dan pengalihan sistem ke vendor. Membeli perangkat lunak melibatkan pemilihan vendor dan perangkat keras berdasarkan permintaan proposal. Pengembangan internal melibatkan departemen TI dan prototyping. Pengalihan sistem dilakukan untuk mengevaluasi manfaat dan risiko strategi tersebut.

Diunggah oleh

Alex Sandro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PENGEMBANGAN SIA

Kelompok 5

Anggota :

Cut Dinda Shafira (1701103010068)

Karina Aprillia (1701103010059)

Nasha Risma Humaira (1701103010060)

Nella Sari Siregar (1701103010076)

Rahmi Zuhra (1701103010079)

Rivo Okdiga Shafira (1701103010071)

Dosen Pengajar :

Dr. Mulia Saputra, SE. Ak, [Link].

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang, Kami
panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikantulisan terkait sistem infomasi
akuntansi. Tulisan yang telah kami susun ini telah dikerjakan dengan semaksimal mungkin dan
dengan sebaik mungkin

Kami juga menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan yang belum sempurna dan
belum bisa kami atasi sepenuhnya, misalnya dalam segi bahasa, kalimat, dan kata yang masih
belum sempurna. Maka dari itu dengan lebar membuka pintu kritik dan saran agar dapat
memperbaiki diri dan kekurangan yang terdapat dalam makalah ini. Akhir kata kami berharap
semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca.

Banda Aceh, 10 Mei 2019

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................... 1

DAFTAR ISI...................................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 3

1.1 Latar Belakang .............................................................................................................. 3

1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................................... 3

1.3 Tujuan ........................................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. 5

2.1 Membeli Perangkat Lunak ........................................................................................... 5

2.2 Pengembangan oleh Departemen Sistem Informasi In – House ................................... 7

2.3 Mengalihdayakan sistem ............................................................................................ 10

2.4 Manajemen Proses Bisnis ........................................................................................... 14

2.5 Protoyping .................................................................................................................. 16

2.6 Rekayasa Perangkat Lunak dibantu Komputer ........................................................... 19

BAB III PENUTUP ......................................................................................................... 21

3.1. Kesimpulan ............................................................................................................... 21

3.2 Saran ........................................................................................................................... 21

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 22

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perusahaan telah mengalami kesulitan-kesulitan dalam mengembangkan sistem


informasi akuntansi (SIA). Contohnya seperti banyaknya permintaan pengembangan sehingga
proyek menumpuk selama bertahun-tahun, selain itu para pengguna merasa bahwa SIA yang
baru tidak memenuhi kebutuhannya. Hal tersebut terjadi karena para pengguna sulit untuk
memahami cara operasi SIA dengan meninjau dokumentasi desain dan sebab lain yaitu para
pengembang yang tidak memahami bisnis atau kebutuhan pengguna akan sulit dalam
memberikan solusi yang berarti pemicu lain juga dalam pengembangan yang berlanjut sangat
lama, sehingga sistem tidak lagi memenuhi kebutuhan perusahaan. Fannie Mae menghabiskan
sebagian tahun dan $ 100 juta untuk mengembangkan sistem akuntansi pinjaman terbesar di
dunia. Sayangnya, sistem ini tidak memenuhi kebutuhan Fannie Mae.

Hal lainnya ialah para pengguna tidak mampu menspesifikasikan kebutuhan mereka
karena mereka tidak mengomunikasikan kebutuhan ke para pengembang sistem dan satu hal
lain yaitu perubahan sulit dibuat setelah persyaratan dibekukan. Jika para pengguna terus
mengubah persyaratan, SIA mungkin tidak akan pernah selesai. Maka dari itu kita harus
mencari strategi kurang lebih ada tiga strategi/cara untuk mendapatkan sistem informasi yaitu
dengan membeli perangkat lunak, mengembangkan perangkat lunak di rumah, dan membayar
perusahaan untuk mengembangkan dan mengoperasikan sistem tersebut. Selin itu juga kita
harus mengetahui tiga strategi atau cara untuk meningkatkan proses pengembangan desain
ulang proses bisnis yaitu dengan cara desain ulang proses bisnis, prototipe, dan alat rekayasa
perangkat lunak dibantu komputer.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana organisasi dalam membeli perangkat lunak aplikasi, layanan vendor, dan
perangkat keras?
2. Bagaimana cara departemen sistem informasi mengembangkan perangkat lunak yang
dipesan secara khusus?
3. Bagaimana cara para pengguna akhir mengembangkan, menggunakan dan
mengendalikan sistem informasi berbasis computer?

3
4. Apa alasan organisasi mengalihdayakan sitem informasinya dan apa manfaat dari
mengevaluasinya?
5. Apa prinsip dan tantangan manajemen proses bisnis
6. Bagaimana protipe digunakan untuk mengembangkan sebuah SIA dana pa saja
keuntungan dan kerugian untuk melakukannya?
7. Apa yang dimaksud dengan rekayasa perangkat lunak yang dibantu dengan computer
dan bagaimana cara penggunaannya dalam pengembangan sistem?

1.3 Tujuan

1. Mendeskripsikan bagaimana organisasi membeli perangkat lunak aplikasi, layanan


vendor, dan perangkat keras.
2. Menjelaskan cara departemen sistem informasi mengembangkan perangkat lunak yang
dipesan khusus.
3. Menjelaskan cara para pengguna akhir mengembangkan, menggunakan dan
mengendalikan sistem informasi berbasis computer
4. Menjelaskan alasan organisasi mengalihdayakan sistem informainya dan mengevaluasi
manfaat serta risiko strategi tersebut.
5. Menjelaskan prinsip dan tantangan manajemen proses bisnis.
6. Mendiskripsikan bagaimana protipe digunakan untuk mengembangkan sebuah SIA
serta mendiskusikan keuntungan dan kerugian untuk melakukannya.
7. Menjelaskan apa rekayasa perangkat lunak dibantu computer itu dan cara
penggunaannya dalam pengembangan sistem.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Membeli Perangkat Lunak

Pada masa-masa awal komputer muncul, sulit untuk membeli perangkat lunak yang
memenuhi kebutuhan pengguna. Perangkat lunak kalengan (canned software) dijual ke para
pengguna dengan persyaratan yang sama. Sistem turnkey (turnkey sistem) adalah perangkat
lunak dan perangkat keras yang dijual dalam bentuk sebuah paket. Vendor memasang sistem
dan pengguna “memutar kunci”. Banyak sistem turnkey dibuat oleh vendor yang
berspesialisasi pada sebuah industri tertentu, seperti dokter, toko reparasi otomotif, restoran,
dan toko enceran.

Sebuah masalah utama dengan perangkat lunak kalengan adalah bahwa ia mungkin
tidak memenuhi seluruh kebutuhan informasi sebagai perusahaan. Hal ini diatasi dengan
memodifikasi perangkat lunak tersebut. Sekitar 90% perangkat lunak Dow Chemical telah
dimodifikasi agar cocok dengan proses bisnisnya. Sisanya dibuat in-house.

Perusahaan dapat menyewa perangkat lunak dari penyedia jasa aplikasi yang mengirim
perangkat lunak melalui internet. Hal tersebut menyediakan keterskalaan seperti bisnis
bertumbuh dan akses lobal terhadap informasi.

Perusahaan yang membeli perangkat lunak SIA mengikuti siklus hidup pengembangan sistem
normal kecuali untuk hal berikut:

 Selama desain konseptual, perusahaan menentukan apakah perangkat lunak yang


memenuhi persyaratan SIA tersedia dan apabila tersedia apakah membelinya atau
membuat sendiri.
 Beberapa langkah desain fisik, implementasi, dan konversi dapat diabaikan. Sebagai
contoh, perusahaan biasanya tidak mendesain, menyandi, dan menguji modul program
atau mendokumentasikan program komputer.

Memilih Vendor

Vendor dipilih berdasarkan masukan, dari konferensi, majalah industri, internet, atau dari buku
telepon. Pemilihan harus dilakukan secara cermat karena vendor dengan sedikit pengalaman,

5
modal yang tidak cukup, atau produk yang buruk akan menghilang dari bisnis dan
meninggalkan para pelanggan serta produk-produknya tanpa solusi atau bantuan.

Memperoleh Perangkat Keras dan Perangkat Lunak

Perusahaan yang membeli sistem yang besar atau kompleks mengirimi vendor dengan
sebuah permintaan untuk proposal, meminta para vendor untuk mengajukan sebuah sistem
yang memenuhi kebutuhan perusahaan. Proposal terbaik diperiksa untuk memverifikasi bahwa
persyaratan perusahaan dapat dipenuhi. Penggunaan sebuah RFP penting karena:

1. Menghemat waktu. informasi yang sama disediakan bagi seluruh vendor,


mengeliminasi wawancara dan pertayaan berulang.
2. Menyederhanakan proses pembuatan keputusan. seluruh respons ada dalam format
yang sama dan didasarkan pada informasi yang sama.
3. Mengurangi kesalahan. Kesempatan mengabaikan faktor-faktor penting dikurangi.
4. Menghindari potensi untuk ketidaksepakatan. Kedua pihak memiliki ekspetasi yang
sama dan informasi yang terkait dicatat.

Request for proposal (RFP) untuk spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak yang
terperinci akan memiliki biaya total yang lebih rendah dan memerlukan lebih sedikit waktu
untuk disiapkan dan dievaluasi, tetapi tidak mengizinkan vendor untuk merekomendasikan
teknologi alternatif.

Mengevaluasi Proposal Dan Memilih Sebuah Sistem

Proposal yang kekurangan informasi penting, gagal untuk memenuhi persyaratan


minimum, atau proposal yang ambigu harus dieliminasi. Proposal yang lolos penyaringan awal
ini dicocokan dengan persyaratan sistem untuk menentukan apakah seluruh persyaratan wajib
telah dipenuhi dan seberapa banyak persyaratan yang diinginkan telah dipenuhi.

Kinerja sistem dapat dibandingkan dengan beberapa cara, Masalah benchmark adalah
suatu tugas khusus input, pemrosesan, dan output atas SIA baru yang akan dijalankan.
Penskoran poin memberikan sebuah bobot untuk setiap kriteria evaluasi berdasarkan
kepentingannya.

Penentuan baiya persyaratan mengestimasikan biaya pembelian atau pengembangan


fitur-fitur yang tidak tersedia. Total biaya SIA yang merupakan biaya pemerolehan sistem

6
tersebut dan biaya pengembangan fitur-fitur yang tidak tersedia, meyediakan sebuah basis
setara untuk perbandingan sistem.

2.2 Pengembangan oleh Departemen Sistem Informasi In – House

Halangan yang harus dilalui unutk mengembangkan perangkat lunak berkualitas adalah
lamanya waktu yang diperlukan, kompleksitas sistem, persyaratan yang buruk, perencanaan
yang tidak cukup, komunikasi dan kerja sama yang kurang, kurangnya staf berkualifikasi, dan
dukungan manajemen puncak yang buruk. Perangkat lunak yang dibuat khusu diciptakan in-
house oleh perusahaan luar yang dibayar unutk membuat perangkat lunak tersebut atau
merakitna dari inventaris modul program. Ketika memnfaatkan pengembangan luar,
perusahaan harus menjaga pengendalian terhadap proses pengembagan seperti berikut:

 Dengan cermat memilih pengembang yang memiliki pengalaman dalam industry


perusahaan dan pemahaman mendalam bagaiman perusahaan menjalankan bisnisnya.
 Menandatangani sebuah kontrak yang menegaskan denga kuat hubungan antara
perusahaan dan pengembang, memberikan tanggung jawan uuntuk memenuhi
persyaratan sistem pada pengembang, dan mengizinkan produk dihentkan jika kondis
kondisi utama tidak dipenuhi.
 Merencakan proyek secara detail dan secara berkala mengawasi tiap langkah dalam
proses pengembangan.
 Berkomunikasi secara efektif dan berkala.
 Mengendalikan seluruh biaya dan meminimalkan aliran pengeluaran kas (cash outflow)
sampai proyek tersebut diterima.

Perangkat lunak yang dikembangkan pengguna akhir

Komputasi pengguna akhir (end user computing –EUC) merupakan pengembangan,


penggunaan, dan pengendalian terus menerus atas sistem informasi berbasis computer oleh
para pengguna. Komputasi pengguna akhir terdiri dari orang – orang yang menggunakan TI
untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka daripada bergantung pada para professional
sistem. Berikut adalah contoh pengembangan pengguna akhir yang sesuai:

 Memuat informasi dari database perusahaan unutk menghasilkan laporan sederhana


atau untuk menjawab query dalam satu waktu.
 Menjalankan analisi sensitivitas “bagaima-jika” atau analisi statistic.

7
 Mengembangkan aplikasi menggunakan perangkat lunak seperti spreadsheet atau
sistem database
 Menyiapkan jadwal, seperti jadwal depresiasi dan amortisasi pinjaman.

Partumbuhan pada EUC telah mengubah peran staf sistem informasi. Mereka terus
mengembangan dan merawat sistem pemrosesan transaksi dan database seluruh perusahaan.
Selain itu, mereka menyediakan para pengguna dengan saran teknis dan dukungan operasional
serta membuat sebanyak mungkin infromasi tersdia bagi para pengguna akhir. Meskipun hal
tersebut telah menambah lebih banyak pekerjaan bagi staf SI, ia diseimbangkan dengan
penurunan permintaan untuk layana tradisional. Jika tren dalam EUC berlanjut, ini akan
merepresentasikan 75% sampai 95% seluruh pemrosesan informasi pada akhir decade
berikutnya.

Keunutungan dan Kerugian Komputasi Pengguna Akhir

Keuntungan antara lain:

- Penciptaan, pengendalian, dan implementasi pengguna. Dibandingkan departemen SI, para


pengguna lebih mengendalikan proses pengembangan. Para pengguna memutuskan apakah
sebuah sistem harus dikembangkan atau tidak dan informasi apa yang penting. Kepemilikan
ini membantu para pengguna mengembangkan sistem yang lebih baik.

- Sistem yang memenuhi kebutuhan pengguna. Sistem yang dikembangkan ole para pengguna
akhir cenderung memenuhi kebutuhan pengguna. Para pengguna menemukan sebuah cacat
yang tidak diketahui orang – orang SI. Banyak dari permasalahan – permasalahan komunikasi
analisi- pemrograman dalam pengembangan program tradisional terhidari.

- Ketepatan waktu. Banyak dari lamanya waktu penundaan dalam pengembangan sistem
tradisonal terhidarkan, seperti analisi biaya keunutngan yang memakan waktu, definisi
persyaratan mendetail, dan penundaan serta birokrasi proses persetujuan.

- Membebaskan sumber data sistem. Lebih banyak kebutuhan informasi yang dapat dicapai
para pengguna, lebih banyak waktu yang dapat dimanfaatkan departemen SI unutk aktivitas
pengembangan dan pemeliharan. Hal ini mengurangi baiik kerjaan tertunda yang tampak
maupun tidak tampak atas proyek pengembangan sistem.

- Fleksibilitas dan kemudahan penggunaan. Sebagian besar perangkat lunak EUC mudah
dipahami dan digunakan. Para pengguna dapat mengubah informasi yang mereka hasilkan atau

8
memodifikasi aplikasi mereka kapan pun persyaratannya beruba. Dengan menggunakan
sebuah laptop, ara pegawai dapat menyelesaikan pekerjaannya di ruma, di peswat- di mana
saja.

Kekurangannya antara lain:

- Kesalahan logika dan pengembangan. Dengan sedikit pengalamn dalam pengembangan


sistem, para pengguna akhir cenderung membuat kesalahan dan kurangnya kemungkinan unutk
menyadari etika kesalahan telah terjadi. Mereka mungkin keliru menyelesaikan masalah,
dengan buruk menjelaskan persyaratan sistem, menerapkan sebuah metode analitis yang tidak
sesuai, menggunakan perangkat lunak yang salah, menggunakan informasi yang tidak lengkap
atau informasi lama, menggunakan logika yang salah, atau salh menggunakan formula atau
perintah perangkay lunak.

- Aplikasi yang diuji dengan tidak layak. Para pengguna kecenderungannya kurang menguji
aplikasi mereka dengan seksama, baik karena mereka tidak menemkan kebutuhan unutk
melauannya atau kesulitan melakukannya atau karena membutuhkan waktu untuk mengujinya.

- Sistem yang tidak efisien. Sebagian besar pengguan akhir bukanlah pemrogram atau pun
seseorang yang terlatih dalam pengembangan sistem. Akibatnya, sistem mereka tidak selalu
efisien.

- Sistem yang dikendalika dan didokumentasikan dengan buruk. Banyak pengguna akhir yang
tidak mengimplementasikan pengendalian unutk melindungi sistem mereka. Pengguna gagal
unutk menyadari bahwa tanpa dokumentasi mereka tidak akan memahami cara kerja sistem.

- Sistem yang tidak kompatibel. Perusahaan yang menambahkan peralatan pengguna akhir
tanpa mempertimbangkan implikasi teknologi memiliki perbedaan perangkat keras dan
perangkat lunak atau jaringan yang akan sulit didukung.

- Duplikasi sistem dan data; sumber daya yang terbuang. Para pengguna akhir biasanya tidak
sadar bahwa para pengguna yang lainnya memiliki kebutuhan informasi yang sama dengan
mereka, mengasilkan sistem duplikat.

- Peningkatan biaya. Pembelian satu PC saja tidaklah mahal, membeli ratusan taua ribuan PC
itu baru mahal. Oleh karena itu, memperbarui (updating) perangkat lunak dan perangkat keras
setiap beberapa tahun sekali tidaklah mahal.

9
Akan menjadi mungkin unutk mencapai keseimbangan yang memadai antara manfaat
dan rsiko sitem pengguna akhir dengan melatih para pengguna, menggunakan para nanalis
sistem sebagai penasihat , dan mensyaratkn sistem yang diciptakan pengguna untuk ditinjau
serta didokumnetasikan sebelum digunakan.

Mengelola dan Mengendalikan Komputasi Pengguna Akhir

Help desk mendukung dan mengendalikan aktivitas pengguna akhir. Para analis dan
teknisi yang menjawab pertanyaan pegawai dengan tujuan mendorong, mendukung,
mengarahkan, dan mengendalikan aktivitas pengguna akhir. Enam puluh analis dan teknisi help
desk di Scering-Plough menangani 9.000 panggilan tugas dalam sebulan.

Tugas – tugas help desk adalah menyelesaikan masalah, menyebarkan infromasi,


mengevaluasi produk perangkat keras dan perangkat lunak baru serta meberitahukan para
pengguna cara menggunakannya, membantu dalam pengemvangan aplikasi, serta memberikan
pemeliharaan dan dukungan teknis. Help desk juga mengembangkan dan
mengimplementasikan standar dalam pembelian perangkat keras dan perangkat lunak,
dokumentasi, pengujian aplikasi, dan keamanan. Kemudian juga mengendalikan akses dan
membagikan data korporasi di antara para pengguna akhir, seraya memastikan bahwa data
tersebut tidak diduplikasi dan akses terhadap data rahasia dibaasi.

2.3 Mengalihdayakan sistem

Pengalihdayaan (outsourcing) adalah mempekerjakan sebuah perusahaan luar untuk


menangani seluruh atau sebagian aktivitas pengolahan data organisasi. Dalam mainframe
persetujuan pengalihdayaan ( outsourcing), pengalih daya (outsourcer) membeli computer
klien, mempekerjakan pegawai SI klien dan mengelola system di situs klien, atau
memindahkan system tersebut ke computer pengalih daya. Banyak kontrak pengalihdayaan
berjalan hingga 10 tahun dan menghabiskan biaya jutaan dolar dalam setahun. Pada persetujuan
pengalihdayaaan klien/ server atau PC, sebuah layanan , fungsi , atau segmen bisnis
dialihdayakan. Sebagian besar bagian perusahaan Fortune 500 mengalihdayakan fungsi
dukungan PC mereka. Royal Dutch Shell, perusahaan minyak internasional, memiliki 80.000
PC di seluruh dunia dan mengalihdayakan instalasi , pemeliharaan pelatihan, help desk, dan
dukungan teknisnya.

Pada mulanya, pengalihdayaan diadakan untuk aplikasi terstandarisasi seperti


penggajian dan akuntansi atau oleh perusahaan yang menginginkan pemasukan kas yang

10
berasal dari penjualan perangkat kerasnya. Pada 1989, Eastman Kodak mengejutkan dunia
bisnis dengan mempekerjakan IBM untuk menjalankan operasi pengolahan datanya, DEC
untuk menjalankan fungsi telekomunikasi, dan Businessland untuk menjalankan operasi PC-
nya. Kodak menahan peran perencanaan dan pengembangan SI- nya dan pihak pengalihdaya
(outsoucer) menjalankan tanggung jawab implementasi dan operasi. Hasilnya sungguh
dramatis. Pengeluaran untuk computer menurun 90%. Biaya operasi menurun 10% sampai
20%. Penghematan SI tahunan selama perjanjian yang berlangsung 10 tahun diharapkan
mencapai $130 juta. Beberapa tahun kemudian , Xerox menandatangani perjanjian
pengalihdayaan terbesar dalam sejarah pada saat itu: sebuah kontrak 10 tahun yang bernilai
$3,2 miliar dengan EDS untuk mengalihdayakan manajemen komputasi, telekomunikasi, dan
perangkat lunak di 19 negara.

Keberhasilan Kodak dan Xerox memotovasi perusahaan yang lain untuk


mengalihdayakan sistemnya. Dalam beberapa survey, 73% perusahaan yang mengalihdayakan
beberapa atau seluruh sistem informasinya dan sebagian besar mengalihdayakan beberapa
perusahaan untuk meningkatkan fleksibilitas akan membantu meningkatkan kompetisi serta
mengurangi biaya. Namun, kebanyakan perusahaan tidak mengalihdayakan manajemen TI
strategis, manajemen proses bisnis, atau arsitektur TI –nya.

Banyak perusahaan lebih kecil melakukan pengalihdayaan. Sebuah perusahaab dengan


pendapatan tahunan sebesar $1 juta mengalihdayakan seluruh fungsi akuntansi ke seorang CPA
lokal. Kapan pun mereka mau, para pemilik dapat menyaksikan seluruh transaksi mereka pada
situs web CPA tersebut dan menghasilkan banyak laporan. Mereka juga mengalihdayakan
seluruh proses TI, termasuk desai dan pemeliharaan situs.

Keuntungan dan kerugian pengalihdayaan

Terdapat beberapa keuntungan signifikan atas penglaihdayaan:

1. Sebuah solusi bisnis. Pengalihdayaan (outsourcing ) adalah strategi berlangsung dan solusi
bisnis ekonomi yang memungkinkan perusahaan untuk berkonsentrasi pada kompetensi inti.
Kodak focus pada hal-hal yang terbaik yang dapat dilakukannya dan menyerahkan pengolahan
data ke perusahaan computer yang memiliki [Link] menganggap para
pengalihdayanya sebagai teman dan bekerja sama dengan mereka untuk mencapai tujuan
strategis dan operasionalnya.

11
2. Pemanfatan aset. Organisasi meningkatkan posisi kasnya dan mengurangi biaya dengan
menjual aset kepada pengalihdaya. Health Dimension mengalihdayakan pengolahan data
empat rumah sakitnya sehingga ia sapat menggunakan sumber daya moneter terbatas untuk
menghasilkan pendapatan.

3. Akses pada keahlian yang lebih besar dan teknologi yang lebih baik. Del Monte Foods
beralihke pengalihdayaan karena biaya dan waktu yang dimanfaatkan tetap terjangkau dapat
terus meningkatkan teknologi secara signifikan.

4. Biaya yang lebih rendah. Perusahaan IMB mengalihdayakan pemrograman ke perusahaan


cina dengan upah tenaga kerja cina hanya 30% dari biaya di Amerika Serikat. Para
pengelihdaya menurunkan biyaya dengan menstandarisasi aplikasi pengguna, membeli
perangkat lunak dengan harga lama, memisahkan biaya pengembangan dan pemeliharaan antar
proyek, dan beroperasi dengan volume yang lebih tinggi. Continental Bank dapat menghemat
$100 juta selama kontrak ! tahun pengalihdayaannya. Namun, Occidental Petroleum menolak
pengalihdayaan karena biayanya lebih tinggi daripada pengembangan dan operasi SIA
internalnya.

5. Lebih sedikit waktu pengembangan. Industri spesialis yang berpengalaman mengembangkan


dan mengimplementasikan system dengan lebih cepat dan lebih efisien daripada staf in-house.
Para pengalihdaya juga membantu memotong waktu melalui politik pengembangan sistem.

6. Eliminasi penggunaan maksimal dan rendah (peak and valley). Bisnis musiman memerlukan
sumberdaya computer yang signifikan selama beberapa waktu dalam setahun dan sedikit pada
sisa tahun tersebut. Dari Januari hingga maret, computer - computer W. Atlee Burpee
beroperasi pada 80% kapasitas pemrosesan pesanan biji dan perkebunan serta pada 20% disisa
waktu. Pengalihdayaan memotong biaya pemrosesan Burpee hingga menjadi setengah biaya
dengan cara membayar berdasarkan seberapa banyak system tersebut digunakan.

7. Memfasilitasi perampingan. Perusahaan yang melakukan downsizing sering memiliki


sebuah fungsi SIA besar yang sebenarnya tidak perlu. General Dynamics melakukan
perampingan (downsizing) secara dramatis karena reduksi pada pengeluaran industri
pertahanan. Ia menendatangani sebuah kontrak pengalihdayaan 10 tahun yang bernilai $3
miliar meskipun fungsi SI-nya diperingkatkan sebagai nomor satu dalam industri pesawat luar
angkasa. Ia menjual pusat datanya ke CSC dengan harga $200 juta dan mentransfer 2.600
pegawai ke CSC.

12
Meskipun demikian, tidak semua pengalaman pengalihdyaan berhasil. Antara 25% dan
50% perjanjian pengalihdyaan gagal atau menjadi kekecewaan besar. Dalam sebuah survey,
para eksekutif perusahaan menandai bahwa 17% perjanjian tersebut merupakan suatu bencana
dan hamper 50% ditangani kembali secara in-house. Terdapat sejumlah kegagalan
pengalihdayaan yang signifikan , termasuk masalah EDS yang telah melakukan kontrak dengan
angkatan laut AS. Kaus yang lainnya yaitu pembatalan JPMorgan Chase atas perjanjian tujuh
tahun yang bernilai $5 miliar dengan IBM.

Kegagalan pengalihdayaan disebabkan oleh kegagalan untuk mempersiapkan secara


benar, semangat pembelian besar-besaran perusahaan tanpa piker panjang asal menjiplak para
pesaing, berfikir bahwa pengalihdayaan akan menyelesaikan masalah yang lebih jauh,
mengalihkan tanggung jawab sebuah proses yang buruk ke orang lain, dan melakukan
perjanjian dengan didefenisi buruk yang tidak memenuhi harapan. Pada akhirnya, banyak
perusahaan tidak menyadari bahwa pengembangan system adalah sebuah tantangan
manajemen yang lebih kompleks ketika dijalankan oleh pihak luar.

Perusahaan yang melakukan pengalihdayaan sering mengalami beberapa kekurangan


sebagai berikut.

1. Ketidakfleksibilitas (inflexibility). Banyak kontrak adalah 10 tahun. Jika perusahaan tidak


dipuaskan atau memiliki perubahan struktural, kontrak tersebut sulit atau mahal untuk
dibatalkan. Sebelum mereka bergabung, Integra Financial dan Equimark memiliki kontrak
dengan para pengalih daya yang berbeda. Pembatalan salah satu dari kontrak tersebut
menghabiskan biaya $4,5 juta.

2. Hilangnya pengendalian (loss of control). Sebuah perusahaan menjalankan risiko kehilangan


pengendalian atas sistem dan datanya. Untuk alasan itu, perjanjian pengalihdayaan Ford
melarang CSC bekerja dengan produsen mobil lainnya.

3. Mengurangi keuntungan kompetitif ( reduced competitive advantage). Perusahaan mungkin


kehilangan pengamatan tentang cara SIA-nya menghasilkan keuntungan kompetitif. Para
pengalihdaya tidak termotivasi untuk memenuhi tantangan kompetitif klien mereka.
Perusahaan dapat menanggulangi masalah tersebut dengan mengalihdayakan proses bisnis
standar ( penggajian, pengeluaran kas, dsb) dan menyesuaikannya agar memberikan keunggula
kompetiif.

13
4. Sistem yang terkunci (looked in system). Mahal dan sulit untuk membatalkan
pengalihdayaan. Sebuah perusahaan mungkin harus membeli peralatan baru serta
mempekerjakan seorang staf pengolahan data dan sering kali membutuhkan biaya yang terlalu
banyak. Ketika Blue Cross di California memutuskan untuk mengakhiri perjanjiannya, ia tidak
tahu sama sekali mengenai sistemnya secara virtual dan tidak mampu memberhentikan EDS.
Sebaliknya, LSI Logic membawa sistemnya kembali ke in- house untuk penghematan dana dan
pegawai yang signifikan ketika ia memasang sebuah system enterprise planning ( ERP).

5. Tujuan yang tak terpenuhi (unfulfilled goal). Kritik dapat mengklaim beberapa manfaat
pengalihdayaan, seperti peningkatan efisiensi, itu adlah mitos. Perusahaab USF&G
membatalkan control $100 juta dengan Cigna Information Services setelah 18 bulan kektika
Cigna tidak dapat membuat sistem tersebut bekerja dengan semestinya.

6. Layanan yang buruk (poor service). Koplain umum merupakan keresponsifan terhadap
kondisi perubahan bisnis yang berjalan lamban atau bahkan tidak ada perubhan sama sekali
serta peralihan ke tenologi baru yang direncanakan dengan buruk.

7. Peningkatan risiko. Proses bisnis pengalihdayaan dapat mengarahkan sebuah perusahaan


pada risiko operasional, keuangan,teknologi, strategi, personel, hukum, dan peraturan yang
signifikan.

2.4 Manajemen Proses Bisnis

Rekayasa ulang proses bisnis (business process reengineering – BPR) adalah sebuah
pendekatan drastic dan dilakukan sekali untuk meningkatkan dan mengotomatiskan proses
bisnisnya. Dengan peningkatan lebih jauh, BPR telah berubah kedalam manajemen proses
bisnis (business process management – BPM), sebuah sistem pendekatan sistematis secara
berkelanjutan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan proses bisnis sebuah organisasi. BPM
adalah sbuah peningkatan proses yang lebih bertahap dan berkelanjutan yang didukung dan di
mungkinkan oleh teknologi. Sebagai hasilnya, BPM adalah sebuah cara yang tepat untuk
memperkenalkan baik kemampuan perubahan manusia maupun teknologi ke sebuah
organisasi.

Beberapa prinsip penting yang mendasari BPM adalah sebagai berikut.

14
 Proses bisnis dapat menghasilkan keuntungan kompetitif. Proses inovatif yang
membantu bisnis merespons konsumen, pasar dan peraturan yang berubah lebih cepat
daripada competitor menciptakankeuntungan kompetitif.
 Proses bisnis harus dikelola dari ujung ke ujung. Manajemen proses bisnis (BPM)
memandang proses bisnis sebagai kesuatu organisasian strategis yang harus dipahami,
dikelola dan ditingkatkan. Bahkan, jika masing-masing bagian dari proses bisnis yang
multifungsi berjalan dengan baik secara independen, keselurahan proses mungkin dapat
kurang optimal jika ada komunikasi dan koordinasi yang tidak cukup baik diantara unit-
unit fungsional.
 Proses bisnis haruslah cekatan. Organisasi harus secara berkelanjutan eningkatkan dan
mengatur proses bisnisnya agar dapat bersaing. Hal tersebut memerlukan fleksibilitas
dan teknologi otomatiasi proses bisnis yang mendukung modifikasi cepat.
 Proses bisnis haruslah selaras dengan strategi dan kebutuhan keorganisasian. Untuk
menjadi efektif dan efisien, sebuah perusahaan harus menyelaraskan proses bisns
dengan strategi bisnisnya.

Sistem Manajemen Proses Bisnis (Business process management system – BPM)


mengotomatiskan dan memfasilitasi peningkatan proses bisnis. Sistem tersebut dapat
meningkatkan komunikasi dan kolaborasi, mengotomatiskan aktivitas, dan berintegrasi dengan
sistem lain serta dengan rekain lain dalam rangkaian nilai. BPMS adalah sistem seluruh
perusahaan yang mendukung aktivitas korporasi. Meski demikian, sistem ERP adalah berfokus
pada data dan BPM berfokus pada proses.

Sistem manajemen proses bisnis – BPMS memiliki empat komponen utama berikut.

 Sebuah mesin proses untuk memodelkan dan menjalankan aplikasi, termasuk aturan
bisnis.
 Analisis bisnis untuk membantu mengidentifikasi dan bereaksi terhadap isu-isu, tren,
dan peluang bisnis.
 Alat-alat kolaborasi untuk menghapus penghalang komunikasi
 Pengelola isi untuk menyimpan dan mengamankan dokumen, gambar dan file
elektronik lain.

15
Pengendalian Internal Dalam Sebuah Sistem Manajemen Proses Bisnis

Sebuah BPMS dapat meningkatkan pengendalian internal. Dalam sistem berbasis


peristiwa (kebalikan dari berbasis proses), para pengguna diberi akses hanya untuk jenis-jenis
aktivitas tertentu. Ketika otorisasi diperoleh menggunakan parameter uang. Sistem manajemen
proses bisnis menggunakan aturan-aturan proses bisnis organisasi tersebut untuk menentukan
orang yang tepat untuk menjalankan sebuah tugas dan mengotorisasi orang tersebut untuk
menjalankannya.

Sistem manjemen proses mengurangi penundaan dan biaya dari manajer. Sistem
manajemen proses bisnis memiliki beberapa mekanisme otorisasi inovatif lainnya seperti
mendelegasikan otoritas ke wakil manajer dan membentuk kelompok manajer otorisasi untuk
mengurangi kemacetan ketika para manajer dibebankan lebih atau tidak tersedia.

Pengendalian aplikasi juga diperkuat BPMS. Dalam sebuah sistem berbasis peristiwa,
para pengguna mengidentifikasikan tindakan yang harus dilakukan. Jika tindakan tersebut
tidak dilakukan, sebuah kesalahan dapat terjadi, seperti melakukan sesuatu dua kali, tidak
melakukannya sama sekali atau melakukan hal yang salah. Sistem mmanajemen proses bisnis
menggunakan pendekatan manajemen proses proaktif yang mengeliminasi masalah semacam
itu. Sistem manajemen proses bisnis (BPMS), enggunakan aturan bisnis perusahaan,
memutuskan jenis tindakan yangn harus dilakukan dan meneruskan tugas ke daftar tugas orang
yang tepat, yaitu orang yang masih ada sampai tugas tersebut dieksekusi.

Manfaat pengendalian BPMS lain adalah jejak audit melekatnya. Proses tersebut
mengawasi dan melacak sistem yang mendokumentasi serta menautkan seluruh tindakan dan
langkah-langkah berdasarkan urutan terjadinya dalam sebuah log proses, mempermudah untuk
melacak semua yang terjadi. Ini memungkinkan para auditor untuk secara berkelanjutan
mengaudit proses bisnis sementara mereka aktif bekerja dan seterusnya.

2.5 Protoyping

Protoyping adalah sebuah pendekatan desain sistem yag berada dalam suatu model
kerja disederhanakan yang tengah dikembangkan. Para pengembang yang menggunakan
prototyipe masih melalui SDLC yang didiskusikan di bab 20, tetapi prototype memungkinkan
mereka untuk memadatkan dan mempercepat beberapa tugas analisi dan design. Protoype
membantu mengetahui kebutuhan pengguna dan membantu para pengembang serta penggguna
membuat keputusan design konseptual dan fisik.

16
Sebuah prototype dikembangkan menggunakan 4 langkah. Pertama adalah menemui
para pengguna untuk menyetujui ukuran dan cakupan sistem tersebut dan memutuskan hal
yang seharusnya disertakan dan tidak disertakan oleh sistem. Para pengembang dan pengguna
juga menentukan output pemrosesan pembuatan keputusan dan transaksi, begitu pulai input
dan data yang dibutuhkan untuk menghasilkan output tersebut. Penenkanannya adalah pada
output apa yang harus dihasilkan bukannya bagaimana ia harusnya dihasilkan. Pengembang
harus memastikan bahwa ekspetasi para pengguna realistis dan bahwa persyaratan informasi
dasarnya dapat dipenuhi. Perancang menggunakan persyaratan informasi tersebut untuk
mengembangkan estimasi biaya, waktu, dan kelayakan solusi SIA alternatif.

Langkah kedua adalah mengembangkan sebuah prototype awal. Penekanannya adalah


pada biaya yang rendah dan pengembangan yang cepat. Fungsi, pengendalian, penanganan
pengecualian kalidasi input , dan kecepatan permrosesan nonensesial di abaikan demi
kepentingan kesederhanaan, flesibilitas, kemudahna pegguna. Para pengguna perlu melihat dan
menggunakan layar entry data tentatif , menu , dan dokumen sumber; merespon dengan cepat;
melakukan query sistem; memperkirakan waktu respon; dan menerbitkan perintah.
Pengembangan mendemonstrasikan prototype yang telah jadi dan meminta para pengguna
untuk memberikan umpan balik pada hal yang mereka sukai dan tidak, hal tersebut lebih mudah
dilakukan daripada membayangkan hal yang mereka inginkan dalam sistem. Sebuah sistem
sederhana yang tidak sepenuhnya fungsional mendemonstrasikan fitur-fitur lebih baik daripada
diagram, gambar, penjelasan verbal.

Dalam langkah ketiga, para pengembang menggunakan umpan balik untuk


memodifikasi sistem dan mengembalika ke para pengguna. Percobaan dan modifikasi berlanjut
sampai para pengguna puas bahwa sistem memenuhi kebutuhan mereka. Sebuah prototype
biasanya melalui 4 hingga 6 kali perulangan.

Langkah keempat adalah menggunakan sistem tersebut. Sebuah prototypr yang


disetujui biasanya digunakan pada satu dari dua cara. Separuh dari seluruh prototype diubah
kedalan sistem yang sepenuhnya fungsional, disebut sebagai prototype operasional
(operational prototype). Untuk membuat prototype operasional, pengembang menggabungkan
hal-hal yang diabaikan di langkap pertama, menyediakan cadangan dan pemulihan, dan
mengintegrasikan prototype dengan sistem lain. Prototype (dibuang) non-operasional-
nonoperational (throwaway) prototypes- dimanfaatkan dalam beberapa cara. Persyaratan
sistem yang identifikasi selama proses prototype dapat digunakan untuk mengembangkan

17
sebuah sistem baru. Prototype terbut dapat digunakan sebagai prototype awal bagi sebuah
sistem perluasan yang didesign untuk memuhi kebutuhan banyak pengguna yang berbeda-
beda. Ketika sebuah prototype yang tidak terselamatkan dibuang, persahaan tersebut secara
potensial menghemat tahun-tahun pengembangan pekerjaan dan banyak dana dengan
menghindari proses SDLC tradisonal.

Keutungan Protoyping

Prototyping memiliki keuntungan sebagai berikut.

• Definisi yang lebih baik atas kebutuhan pengguna. Prototyping secara umum memerlukan
keterlibatan intensif daripada pengguna akhir, menghasilkan kebutuhan pengguna yang
didefinisikan dengan baik.

• Keterlibatan dan kepuasan pengguna yang lebih tinggi. Oleh karena persyaratan pengguna
terpenuhi, ada lebih sedikit resiko bahwa SIA tidak akan digunakan. Keterlibatan pengguna
secara dini membantu membangun sebuah iklim penerimaan dibandingkan keraguan dan
kritik.

• Waktu pengembangan yang lebih cepat. Prototype seringnya berfungsi setelah beberapa hari
atau minggu, mengizinkan para pengguna untuk segera mengevaluasi sistem tersebut.

• Lebih sedikit kesalahan. Para pengguna menguji tiap versi prototype, sehingga kesalahan
dideteksi dan dieleminasi dengan segera. Hal tersebut juga mempermudah untuk
mengidentifikasi dan menghenrikan sistem yang tidak sesuai sebelum sejumlah besar waktu
dan biaya terbuang.

• Lebih banyak peluang bagi perubahan. Para pengguna dapat menyarankan perubahan sampai
sistem tersebut sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

• Lebih murah. Sistem prototype dapat dikembangkan dengan 20% dari biaya sistem
tradisional. Sebuah perusahaan utilitas mengklaim peningkatan 13 menjadi 1dalam waktu
pengembangan atas metode tradisional ketika prototyping digunakan untuk mengembangkan
10 aplikasi besar.

Kerugian Prototyping

Prototyping memiliki kerugian sebagai berikut.

18
• Waktu pengguna yang siginifkan. Para pengguna harus meluangkan waktu yang signifikan
untuk bekerja dengan prototype dan memberikan umpan balik. Ini mungkin memerlukan lebih
banyak keterlibatan dan komitmen dari pada yang para pengguna ingin berikan.

• Penggunaan yang kurang efisien atas sumber daya sistem. Pengembangan prototype tidak
selalu mencapai efisiensi sumber daya, terkadang menghasilkan kinerja dan keterandalan yang
buruk serta terkadang menghasilkan biaya pemeliharaan dan dukungan yang tinggi.

• Pengujian dan dokumentasi yang tidak cukup. Para pengembang mungkin mempersingkat
pengujian dan dokumentasi karena para pengguna menguji prototype selama pemgembangan.

• Reaksi perilaku yang negatif. Ini dapat terjadi ketika permintaan untuk peningkatan tidak
dilakukan, ada terlalu banyak perulangan atau sebuah prototype yang di investasikan para
pengguna dibuang.

• Pengembangan tanpa akhir. Ini terjadi ketika prototype tidak dikelola dengan semestinya dan
prototype tersebut tidak pernah diselesaikan karena proses dan permintaan revisi yang
berulang.

2.6 Rekayasa Perangkat Lunak dibantu Komputer


Rekayasa (atau sistem) perangkat lunak dibantu komputer (computer-aided software (or
systems) engineering - CASE):paket alat-alat terintegrasi yang pada pendesain ahli gunakan
untuk membantu merencanakan, menganalisis, mendesain, memprogram, dan memelihara
sebuah SI.
Alat-alat CASE menyediakan sejumlah keuntungan penting:
 Peningkatan produktivitas.
computer-aided software (or systems) engineering – CASE dapat menghasilkan kode
bebas-bug dari spesifikasi sistem dan dapat mengoptimalkan tugas-tugas yang
berulang. Seorang pemogram di Bactist Medical System menggunakan CASE untuk
mengembangkan sebuah sistem dalam satu minggu yang diestimasikan pada watu
empat bulan. Sony melaporkan bahwa CASE meningkatan produktivitasnya sebesar
600%.
 Peningkatan kualitas program.
Alat-alat CASE sederhananya menerapkan standar pengembangan terstruktur,
mengecek ketepatan internal desain, mendeteksi inkonsistensi.
 Penghematan biaya.

19
Menurut pelaporan pengehematan biaya akan terjadi sebesar 80% sampai dengan 90%.
Sebuah aplikasi di DuPont diestimasikan memerlukan 27 bulan waktu pengerjaan
dengan biaya $270.000 diselesaikan dalam 4 bulan dengan biaya $30.000. Lebih dari
90% kode dihasilkan secara langsung dari spesifikasi desain.
 Peningkatan prosedur pengendalian.
Alat-alat CASE mendorong pengendalian sistem. Ukuran kemanan dan keterauditan
sistem dan prosedur penanganan kesalahan lebih dini dalam proses desain.
 Dokumentasi yang disederhanakan.
CASE akan secara otomatis mendokumentasi sistem sebagai kemajuan pengembangan
itu sendiri.
Beberapa masalah yang lebih serius dengan teknologi CASE meliputi:
 Inkompatibilitas.
Beberapa alat CASE tidak berinteraksi secara efektif dengan sistem lain
 Biaya
Teknologi CASE mahal, di luar jangkauan dari budge perusahaan kecil.
 Ekspektasi yang tidak terpenuhi
Sebuah Survei dari Deloitte & Touche mengindentifikasikan bahwa hanya 37% CIO
yang menggunakan CASE. Hal ini meyakinkan bahwa mereka mencapai manfaat yang
diharapkan.

20
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sebuah perusahaan dapat menggunaka strategi yang berbeda untuk mendapatkan SIA
baru. Pertama ,dengan kualitas dan kuantitas perangkat lunak buatan-vendor yang meningkat,
beberapa perusahaan membelinya. Kedua, departemen SI mengembangkan perangkat lunak
tersebut atau mengizinkan para pengguna akhir untuk mengembangkannya. Ketiga, beberapa
perusahaan membeli perangkat lunak dan memodifikasi sendiri atau meminta vendor untuk
memodifikasinya, sehingga SIA yang harus memenuhi kebutuhan perusahaan. Keempat
perusahaan mengalihdayakan aktivitas pengolah data.

Ada banyak cara untuk mempercepat atau meningkatan proses pengembangan. Salah
satunya adalah manajamen proses bsnis yang merupakan sebuah pendekatan sistematis untuk
secara berkelanjutan meningkat dan mengoptimalkan proses bisnis organisasi.

Cara kedua adalah mendesign sebuah prtotype, sebuah model kerja yang
disederhanakan dari sebuah sistem. Sebuah prototype dengan cepat dan terjangkau dibuat serta
diberikan ke para pengguna akhir untuk proses “uji coba (test-drive)”, sehingga mereka dapat
memutuskan hal yang mereka sukai dan tidak mengenai sistem tersebut.

Cara ketiga untuk meningkatkan proses pengembangan adalah menggunakan alat-alat


CASE untuk merencanakan menganalisis, mendesign, memprogram, dan memelihara
informasi. Alat-alat tersebut juga digunakan untuk meningkatan upaya manajer, pengguna, dan
pemrogram untuk memahami kebutuhan informasi.

3.2 Saran

Dari pembahasan dan penjelasan diatas memberikan beberapa saran sebagai alternative
pemikiran yang dapat dijadikan masukan yang nantinya akan sangat berguna bagi
pengembangan Manajemen Proses Bisnis untuk mendukung kelancaran sistem, antara lain:
untuk dapat mengoptimalkan sistem proses bisnis ini diperlukan dukungan dari semua pihak
terutama sumber daya manusia yang terlibat langsung sehingga kualitas sumber daya perlu
ditingkatkan melalui pelatihan dan kursus.

21
DAFTAR PUSTAKA

Romney, Marshall B, dan Paul John Steinbart. 2005. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi
13. Jakarta: Salemba Empat

22

Anda mungkin juga menyukai