0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
869 tayangan2 halaman

Prosedur Standar Massage di Puskesmas

Dokumen ini berisi standar operasional prosedur untuk terapi massage di Puskesmas Pitu Kabupaten Ngawi. Terapi massage digunakan untuk merileksasi otot, mengurangi pembengkakan, meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan tonus otot, dan melancarkan peredaran darah. Prosedur terapi meliputi persiapan, pelaksanaan teknik seperti effleurage dan petrissage, serta pengakhiran terapi dengan membersihkan area yang diterapi.

Diunggah oleh

Putri Noas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
869 tayangan2 halaman

Prosedur Standar Massage di Puskesmas

Dokumen ini berisi standar operasional prosedur untuk terapi massage di Puskesmas Pitu Kabupaten Ngawi. Terapi massage digunakan untuk merileksasi otot, mengurangi pembengkakan, meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan tonus otot, dan melancarkan peredaran darah. Prosedur terapi meliputi persiapan, pelaksanaan teknik seperti effleurage dan petrissage, serta pengakhiran terapi dengan membersihkan area yang diterapi.

Diunggah oleh

Putri Noas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Puskesmas Pitu STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Kabupaten Ngawi MASSAGE


No. Dokumen: No. Revisi: Halaman: 2 lembar
Tanggal terbit : Ditetapkan oleh
Kepala Puskesmas Pitu

17 Mei 2019

Agung Kurniawan, S. T, [Link]


PROSEDUR TETAP NIP. 19660423 199203 1 006
Pengertian Massage adalah salah satu bentuk modalitas fisioterapi dengan
menggunakan tehnik pemijatan berupa gerusan melintang, tepukan,
dorongan, ataupun tekanan pada jaringan lunak dengan tujuan
untuk memperlancar sirkulasi darah, meningkatkan metabolisme tubuh,
relaksasi dan untuk mengurangi nyeri.
Tujuan 1. Merileksasikan otot
2. Mengurangi pembengkakan
3. Meningkatkan proses metabolism tubuh
4. Meningkatkan tonus otot
5. Melancarkan peredaran darah
6. Mengurangi spasme otot
Penjelasan Sebagai petunjuk bagi fisioterapis untuk memberikan terapi dengan
Massage.
Kebijakan 1. Indikasi
a. Kondisi post trauma atau operasi sub acut dan kronik pada sisitem
musculosceletal.
b. Kondisi kekakuan sendi serta pengerasan, ketegangan,
perlengketan dan pemendekan jaringan otot dan jaringan lain.
c. Keluhan nyeri, penekanan / penjepitan syaraf dan
kelumpuhan syaraf.
d. Kondisi kurang lancarnya peredaran darah dan limfe.
e. Kondisi kurang lancarnya pengeluaran sekresi pada saluran
pencernaan.
f. Kondisi kurang lancarnya pencernaan dan pembuangan.
2. Kontra Indikasi
a. Peradangan akut, trauma dan setelah operasi yang baru.
b. Kulit yang terluka dengan luka terbuka.
c. Cidera musculosceletal ( fraktur, ruptur ) yang belum
direposisi atau belum pulih secara baik dan kuat.
d. Lokasi yang mengalami tanda – tanda keganasan.
e. Panas tinggi.
f. Kelainan jantung dan adanya haemoptoe ( tidak boleh
dilakukan tapotemen daerah thorax )
g. Lokasi varices.
h. Daerah perut pada penderita dengan haematemesis.
i. Daerah perut pada wanita hamil atau haid.
Prosedur 1. Persiapan
a. Terapis melaksanakan assesment untuk mendapatkan masalah dan
menentukan program sehingga pelaksanaan lebih mencapai
sasaran
b. Menentukan area terapi yang tepat agar terapi efektif
c. Pasien berbaring di di bed atau duduk di kursi dengan rilek.
d. Anggota yang akan di terapi bebas dari pakaian, disangga
dengan bantal, sedangkan bagian yang tidak diterapi ditutup
dengan handuk.
e. Fisioterapis berdiri di samping bed / pasien
f. Untuk memudahkan massage dapat di tambahkan bahan
pelicin seperti salep, minyak atau bedak.

2. Pelaksanaan, memilih teknik massage sesuai kondisi pasien, adapun


teknik massage sebagai berikut :
a. Tehnik massage
 Effleurage : untuk memperlancar aliran darah dan limfe
 Friction : Menghancurkan perlengketan/ pengerasan jaringan
lunak dan blokir nyeri diberikan pada akar – akar syaraf
atau pada titik nyeri.
 Petrissage : Terdiri dari kneading, wringing dan picking up.
Berfungsi melemaskan dan mengulur otot / jaringan lunak,
melancarkan peredaran darah di bagian yang lebih dalam dan
metabolisme setempat. Membantu gerak pencernaan usus.
 Tapotament : Terdiri dari hacking, clapping, beating dan
pounding. Berguna untuk memberikan rangsangan / pacuan
pada syaraf dan otot.
 Bila dilakukan di daearah thorax bertujuan memperlancar
gerak pencernaan dan pembuangan.
 Waktu pelaksanaan sangat tergantung dari luasnya bagian yang
diterapi, tebalnya jaringan tubuh dan tujuan terapi.
 Kecepatan gerakan massage tegantung tujuannya. Gerakan
yang cepat akan memacu sedangkan massage yang lambat
sebagai efek penenang.
b. Dosis
Waktu : 5 – 15 menit
Pengulangan : Sub akut dan kondisi berat 1 kali / hari
Kronik dan kondisi ringan 1 kali
Seri : 1 seri 10 kali.
3. Mengakhiri Terapi
a. Bersihkan area yang diterapi.
b. Kembalikan peralatan ke tempat semula.
Unit Terkait 1. Unit rawat jalan
2. Unit rawat inap
3. Unit penunjang

Anda mungkin juga menyukai