BAB II
METODE SEMBUR ALAM
(NATURAL FLOW)
2.1. Dasar Teori
Pada prinsipnya, yang dipelajari dalam teknik produksi adalah cara-cara
mengangkat fluida dari dalam reservoir ke permukaan. Hal utama yang harus
diperlihatkan didalam memproduksi suatu sumur adalah “laju produksi”, dimana
besarnya harga laju produksi yang diperoleh dengan metode produksi tertentu
harus merupakan laju produksi optimum, baik ditinjau dari sumur itu sendiri
maupun dari lapangan secara keseluruhan.
Sembur alam adalah salah satu metode pengangkatan minyak ke permukaan
dengan menggunakan tenaga atau tekanan yang berasal dari reservoir/formasi
dimana sumur berada.
Pada sumur “sembur alam” yang diproduksikan, terdapat dua kondisi
permukaan yang umum ditemui, yaitu sumur diproduksikan dengan menggunakan
“jepitan” (Choke/Bean Performance) atau sumur diproduksi tanpa choke di
permukaan. Choke biasanya dipasang pada awal masa produksi, kemudiian
dengan bertambahnya waktu ukuran choke akan bertambah sampai akhirnya
choke akan dilepas seluruhnya agar tetap diperoleh laju produksi yang optimum.
“Sembur buatan” dilakukan dengan maksud untuk mempertahankan
tingkat produksi agar tetap tinggi, karena kemampuan produksi suatu sumur akan
terus berkurang dengan bertambahnya waktu. Atau kemampuan sumur yang
bersangkutan untuk berproduksi sejak awal ditemukan sangat kecil, sehingga
perlu dilakukan sumur buatan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Peralatan Sumur
Dalam merencanakan produksi, produksi optimum sumur selalu merupakan
sasaran, sehingga berdasarkan kondisi optimum inilah peralatan produksi dapat
direncanakan dengan baik, baik dalam hal dimensi, kekuatan (grade),
jumlah/panjang, macam alat maupun spesifikasi lainnya. Faktor yang mendasari
tercapainya kondisi optimum adalah cadangan, ulah aliran fluida untuk da[at
diproduksi, interaksi atau hubungan antara kelakukan formasi berproduksi dengan
kondisi atau parameter produksi di permukaan (Psp, Pwh).
Disamping faktor-faktor yang telah disebutkan tadi, faktor berikut ini
dapat juga merupakan faktor yang mempengaruhi perencanaan peralatan produksi
seperti :
1. Fleksibilitas untuk sistem produksi di masa yang akan datang (artificial
lift).
2. Jenis material untuk kondisi-kondisi khusus (korosi, dsb).
3. Faktor kemudahan pemasangan dan penanganan serta keamanan kerja.
Untuk mempertahankan agar sumur berproduksi secara natural , maka
diperlukan Tekanan di dasar sumur (Pwf) cukup untuk :
a. Menopang aliran vertikal dari kolom fluida.
b. Mempertahankan tekanan kepala sumur agar mampu mengalirkan
sepanjang Cristmas trees s ampai flow line dan surface facility.
Bila tekanan reservoir cukup besar, sehingga mampu mendorong fluida
reservoir sampai ke permukaan disebut sebagai “sumur sembur alam”. Sumur
sembur alam dapat diproduksikan dengan atau tanpa “jepitan” (choke) di
permukaan. Sebagian besar sumur sembur alam menggunakan choke di
permukaan dengan berbagai alasan, antara lain:
a. Sebagai pengaman
b. Untuk mempertahankan produksi, sebesar yang diinginkan
c. Mempertahankan batas atas laju produksi, untuk mencegah masuknya
pasir
d. Untuk memproduksikan reservoir pada laju yang paling efisien
e. Untuk mencegah water atau gas coning
2.2. Peralatan Sumur Semburan Alam
Peralatan dari sumur sembur alam pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua
komponen besar, yaitu peralatan di atas permukaan dan di bawah permukaan.
2.2.1. Peralatan di atas permukaan
Peralatan diatas permukaan adalah peralatan penunjang untuk mengalirkan fluida
ke permukaan , seperti :
1. Wellhead
Suatu peralatan yang digunakan untuk mengontrol sumur di permukaan yang
membentuk sistem seal/penyekat untuk menahan semburan atau kebocoran cairan
fluida ke permukaan. Well Head terbagi atas dua bagian yaitu :
a. Casing hanger
Merupakan fitting tempat menggantungkan casing, diantara casing string
pada casing head terdapat seal. Pada casing head terdapat gas-outlet yg berfungsi :
- Meredusir tekanan gas diantara casing string
- Mengalirkan fluida di annulus
b. Tubing head
Merupakan alat untuk menggantung tubing dan menghubungkan tubing
dengan sistim kerangan (x-mastree).
Fungsi utama :
- Penyokong rangkaian tubing
- Menutup ruang antara casing – tubing
- Mengontrol aliran
2. X-Mastree
Merupakan susunan kerangan (valve) yang berfungsi sebagai pengaman dan
pengatur aliran produksi di permukaan yang dicirikan oleh jumlah sayap /lengan
(wing) dimana choke atau bean berada.
Fungsi :
Merupakan susunan valve dengan fungsi sebagai pengaman dan mengatur
aliran produksi
Peralatan :
1. Manometer dan Temperatur
2. Master Valve/Gate
3. Wing Valve/Gate
4. Choke/Bean/Jepitan
- Positive Choke
- Adjustable Choke
5. Check Valve
2.2.2. Peralatan di bawah permukaan
1. Tubing & Coupling
Merupakan pipa alir vertikal yang ditempatkan di dalam casing produksi yang
berfungsi untuk mengalirkan fluida produksi sumur ke- permukaan
atau mengalirkan fluida injeksi ke dalam sumur.
2. Packer
Alat yang di set untuk menciptakan kondisi pembatas (sealing) antara
tubing dengan casing, drill pipe dengan casing atau dalam open hole sebagai
pengisolasi area formasi tertentu.
3. Landing nipple & no go nipple
Dimana bagian dalamnya mempunyai profil untuk memasang alat kontrol
aliran Ada dua macam jenis nipple, yaitu jenis selective nipple dan jenis non
selective nipple (no go nipple), yang mempunyai diameter dalam sedikit lebih
kecil dari jenis yang selective. Jenis selective bisa dipasang lebih dari satu pada
suatu rangkaian tubing, sedangkan jenis non selective hanya dipasang satu untuk
setiap sumur dan ditempatkan bagian paling bawah dari susunan tubing.
4. Flow coupling & Blast Joint
Keduanya mempunyai dinding yang relatif tebal dan biasanya dipasang pada
bagian bawah atau atas nipple, untuk mengatasi turbulensi aliran, blast joint
dipasang berhadapan dengan lubang perforasi untuk mencegah pengaruh benturan
kecepatan aliran (jet action) dari formasi.
5. Sliding sleve door
Alat ini mirip pintu yang bisa digeser yang biasa disebut dengan sliding sleeve
door (SSD). Alat ini dapat dibuka dan ditutup dengan menggunakan wire line unit.
Bagian luar dari alat ini mempunyai lubang yang berguna untuk keperluan
sirkulasi dan apabila diperlukan alat pengatur aliran dapat dipasang di bagian
dalamnya yang berbentuk suatu profil.
6. Safety joint
Alat ini dipasang apabila di dalam sumur dipasang beberapa packer (lebih dari
satu) yang berguna untuk membantu melepas rangkaian tubing pada waktu
mencabut rangkaian tubing tersebut untuk kerja ulang (work over).
7. Gas Lift Mandrel
Merupakan sambungan tempat duduk valve gas lift yang dipasang apabila
sumur direncanakan akan diproduksikan dengan cara sembur buatan (gas lift) di
masa yang akan datang.
8. Sub Surface Safety Valve
Merupakan valve yang dipasang pada rangkaian tubing yang berfungsi untuk
pengamanan aliran yang bekerja secara otomatis dengan menggunakan tenaga
hidrolis melalui pipa ¼ inchi dari permukaan, yang umumnya dipasang kira-kira
100 meter di bawah permukaan tanah atau dasar laut. Untuk sumur-sumur di lepas
pantai alat ini mutlak harus digunakan.
2.3. Pembahasan
Pengangkatan Crude oil (minyak mentah) dari dalam sumur ke atas
permukaan dapat dilakukan dengan cara yaitu natural flow dan artificial lift.
Dalam pengertiannya, Natural flow merupakan proses pengangkatan minyak bumi
tanpa adanya tenaga bantuan atau dengan kata lain terangkat secara alami ke atas
permukaan, hal ini disebabkan karena tekanan resorvoir yang besar dari dalam
sumur.
Sedangkan metode artificial lift merupakan pengangkatan yang dilakukan
dengan bantuan peralatan sebagai sumber tenaga, hal ini disebabkan karena
rendahnya tekanan resorvoir dari dalam sumur sehingga tidak mampu untuk
mengangkat minyak bumi secara alami.
Pada sumur “sembur alam” yang diproduksikan, terdapat dua kondisi
permukaan yang umum ditemui, yaitu sumur diproduksikan dengan menggunakan
“jepitan” (Choke/Bean Performance) atau sumur diproduksi tanpa choke di
permukaan. Choke biasanya dipasang pada awal masa produksi, kemudiian
dengan bertambahnya waktu ukuran choke akan bertambah sampai akhirnya
choke akan dilepas seluruhnya agar tetap diperoleh laju produksi yang optimum.
Bila tekanan reservoir cukup besar, sehingga mampu mendorong fluida
reservoir sampai ke permukaan disebut sebagai “sumur sembur alam”. Sumur
sembur alam dapat diproduksikan dengan atau tanpa “jepitan” (choke) di
permukaan. Sebagian besar sumur sembur alam menggunakan choke di
permukaan dengan berbagai alasan, antara lain:
a. Sebagai pengaman
b. Untuk mempertahankan produksi, sebesar yang diinginkan
c. Mempertahankan batas atas laju produksi, untuk mencegah masuknya
pasir
d. Untuk memproduksikan reservoir pada laju yang paling efisien
e. Untuk mencegah water atau gas coning
2.4. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari pembahasan kami, yaitu:
1. Sembur alam adalah salah satu metode pengangkatan minyak ke
permukaan dengan menggunakan tenaga atau tekanan yang berasal dari
reservoir/formasi dimana sumur berada.
2. Untuk mempertahankan agar sumur berproduksi secara natural ,
maka diperlukan Tekanan di dasar sumur (Pwf) cukup untuk :
a. Menopang aliran vertikal dari kolom fluida.
b. Mempertahankan tekanan kepala sumur agar mampu
mengalirkan sepanjang Cristmas trees s ampai flow line dan
surface facility.
3. “Sembur buatan” dilakukan dengan maksud untuk mempertahankan
tingkat produksi agar tetap tinggi, karena kemampuan produksi suatu
sumur akan terus berkurang dengan bertambahnya waktu. Atau
kemampuan sumur yang bersangkutan untuk berproduksi sejak awal
ditemukan sangat kecil, sehingga perlu dilakukan sumur buatan.