LAPORAN
JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)
PEKERJAAN PERENCANAAN JARINGAN LISTRIK GENSET
PT. SABIL HUDA UTAMA (SHU)
Februari 2019
1|Page
Job Safety Analysis (JSA)
Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Jaringan Listrik Genset
1 Pendahuluan
Kegiatan Konstruksi merupakan unsur penting dalam peningkatan infrastruktur dan ekonomi
namun dalam kegiatan konstruksi kecelakaan konstruksi relatif tinggi dibandingkan dengan kegiatan
lainnya. Kegiatan konstruksi menimbulkan berbagai dampak yang tidak diinginkan antara lain yang
menyangkut aspek keselamatan kerja dan lingkungan. Kegiatan proyek konstruksi memiliki
Karakteristik antara lain : bersifat sangat kompleks, multi disiplin ilmu, melibatkan banyak unsur
tenaga kerja kasar dan berpendidikan relatif rendah, masa kerja terbatas, intensitas kerja yang
tinggi, tempat Kerja (terbuka, tertutup, lembab, kering, panas, berdebu, kotor), menggunakan
peralatan kerja beragam, material, teknologi, kapasitas dan beragam berpotensi bahaya,
mobilisasi yang tinggi, peralatan, tenaga kerja, material dan lain lain. Untuk mencegah tingginya
persentase kecelakaan kerja pada konstruksi maka diperlukan Analisis keselamatan kerja (Job Safety
Analisys) baik pada proyek konstruksi air, konstruksi jalan dan jembatan ataupun konstruksi
bangunan gedung.
Untuk mencegah terjadinya kerugian yang timbul akibat kecelakaan pada perusahaan dan
Karyawan maka Pihak perusahaan perlu membuat sebuah analisa untuk tindakan Preventive
keselamatan kerja atau biasa disebut Job Safety Analysis (JSA), setiap urutan kerja menimbulkan
potensi bahaya didata dan dicari solusi penanganannya.
A. Peraturan pelaksanaan K3
Peratutan pelaksanaan K3 adalah sebagai berikut :
Undang-Undang Keselamatan kerja No.1 Tahun 1970,
Undang-undang No. 2 Tahun 1963
Undang – undang No. 23 / 1992 Tentang Kesehatan memberikan ketentuan mengenai
kesehatan kerja pada pasal 23
Undang-undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
UU No. 1 Tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja
UU No. 3 Tahun 1992, tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenaga-kerjaan
UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
Permenaker RI [Link]-01/MEN/1980 tentang K3 Konstruksi Bangunan
Permenaker RI [Link]-05/MEN/1996, tentang Sistem Manajemen K3
2|Page
Job Safety Analysis (JSA)
Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Jaringan Listrik Genset
Permenaker R.I No. Kep-1135/MEN/1987, tentang Bendera K3
Keppres RI No.22 Tahun 1993, tentang Penyakit akibat kerja.
B. Identifikasi Bahaya
Bahaya menurut Ridley & Channing (1998), adalah: Bahaya merupakan unsur potensial yang dapat
menyebabkan kerugian, bahaya biasanya digambarkan dengan tingkat bahaya dan dapat
diperhitungkan. Klasifikasi kecelakaan kerja adalah sebagai berikut :
3|Page
Job Safety Analysis (JSA)
Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Jaringan Listrik Genset
C. Kerugian akibat Kecelakaan kerja
Kejadian bahaya dalam berbagai pekerjaan dapat menimbulkan kerugian yang bervariasi,
seperti luka ringan, cacat ringan, cacat berat, timbul penyakit dalam waktu tertentu,
meninggal, dan merugikan pihak perusahaan dari segi produktivitas.
Kerugian Terhadap Karyawan:
Menderita rasa sakit, takut dan berduka cita
Cacat tubuh
Tidak mampu lagi bekerja sama
Menderita gangguan jiwa
Kehilangan nafkah dan masa depan
Tidak dapat menikmati kehidupan yang layak dan sebagainya
Kerugian terhadap perusahaan, antara lain:
Kehilangan produksi kerja/waktu kerja
Kualitas dan kuantitas kerja menurun
Bertambahnya kerja lembur (karena untuk mengganti waktu kerja yang hilang)
Perbaikan dan pemindahan mesin-mesin dan alat-alat kerja lainnya
Kehilangan waktu kerja bagi karyawan/staff lainnya untuk :
Penyelidikan kecelakaan itu
Membantu karyawan yang menderita kecelakaan
Melihat/menonton kecelakaan itu
Memberikan simpatinya dan lain sebagainya
Penempatan dan latihan terhadap karyawan yang menderita kecelakaan (setelah
sembuh) untuk pekerjaan baru
Pengobatan
Asuransi/kompensasi bagi penderita kecelakaan
Kehilangan kepercayaan dari karyawan lainnya dan lingkungannya
4|Page
Job Safety Analysis (JSA)
Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Jaringan Listrik Genset
2 Pembuatan JSA
2.1 Persiapan JSA
Persiapan dapat mencakup:
Mengumpulkan informasi, gambar, pengalaman sebelumnya dan analisa bahaya
yang ada (seperti what if atau HAZOP) untuk pekerjaan itu.
Mengidentifikasi dan mendapatkan dokumen JSA untuk perkerjaan yg sama
Menetapkan jenis JSA (JSA baru atau kajian JSA yang telah ada).
Mengidentifikasi perlunya untuk inspeksi/pengamatan kondisi tempat kerja
Membuat pemecahan awal pekerjaan dalam langkah dan urutan.
Mengevaluasi apakah ada persyaratan/prakondisi khusus untuk pekerjaan.
Menetapkan Tim JSA
Mengadakan rapat JSA
2.2 Langkah langkah JSA
Langkah langkah JSA adalah sebagai berikut :
Sebuah analisis keselamatan pekerjaan melibatkan lima langkah:
Memilih pekerjaan yang akan dianalisis.
Membagi pekerjaan ke dalam urutan tugas.
Mengidentifikasi potensi bahaya.
Menentukanlangkah-langkah Pencegahan untuk mengendalikan bahaya tersebut.
Menyampaikan informasi kepada orang lain dan menerapkan dilingkungan kerja
5|Page
Job Safety Analysis (JSA)
Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Jaringan Listrik Genset
6|Page
Job Safety Analysis (JSA)
Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Jaringan Listrik Genset
2.3 Kegiatan Pekerjaan yang dilaksanakan
Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Pekerjaan Pembangunan
Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pekerjaan Pembangunan
Pekerjaan Sipil
Pekerjaan Sipil meliputi :
a. Pekerjaan persiapan
b. Pekerjaan tanah
c. Pekerjaan pondasi
d. Pekerjaan Pasangan
e. Pekerjaan lantai
f. Pekerjaan kusen dan penggantung
g. Pekerjaan atap
h. Pekerjaan Konstruksi atap
Pekerjaan Mekanikal Elektrikal
Pekerjaan Mekanikal elektrikal meliputi :
a. Pekerjaan instalasi penerangan
b. Pekerjaan jasa pemasangan penerangan
c. Pekerjaan pemasangan penangkal petir
d. Pekerjaan sanitair
e. Pekerjaan pemasangan
7|Page
JOB SAFETY ANALYSIS
Kegiatan : JSA No.
PMS No
Perusahaan [Link] Department Drilling Kegiatan Baru Revisi No
Tanggal Review Lembar of
Kegiatan
Rencana Kerja Identifikasi Bahaya Kontrol
A. Pekerjaan Pemasangan Scaffolding
No. Pekerjaan Resiko Tindakan Pencegahan
1. Pemeriksaan kondisi tiang Terjepit [Link] bahwa perancah yang akan dipakai adalahp e r a n c a h y a n g
Kejatuhan perancah direkomendasikan sesuai denganstandar keselamatan perusahaan.
perancah
Perancah rusak [Link] yang akan digunakan harus memiliki K I P (Kartu
Inspeksi Peralatan) sudah diinspeksi secara rutin.
Tergores
Sarung tangan, helm safety dan sepatu safety
Wajib dipakai.
[Link]-hati saat memeriksa, pastikan keadaan tumpukanperancah stabil.
Saat memeriksa perancah, ceklis inspeksi perancah standar harus dipergunakan
[Link] keadaan fisik perancah dengan cermat darikemungkinan
adanya retakan, karat, patah, tangga p e r a n c a h h i l a n g , b e n g k o k a t a u
c a c a t k e r u s a k a n lainnya.
[Link] tangga perancah dari sisa lumpur, tanah, pelumas dan
lainnya.L a k u k a n p e m b e r s i h a n d e n g a n h a t i - h a t i , g u n a k a n majun atau sikat.
1|Page
JOB SAFETY ANALYSIS
Kegiatan : JSA No.
PMS No
Perusahaan [Link] Department Drilling Kegiatan Baru Revisi No
Tanggal Review Lembar of
Kegiatan
Rencana Kerja Identifikasi Bahaya Kontrol
[Link] bebas dari keretakan, cacat permukaan dan lainnya Memastikan
pengunci atau clam berfungsi dengan baik
[Link] tanah / dudukan dipastikan rata dan mampu mendukung beban
perancah dan beban diatasnya
[Link] harus mampu menahan empat kali beban yang ditumpunya.
[Link] ditemukan bagian scaffolding yang rusak harus segera diperbaiki atau
diganti dengan tipe dan jenis yang sama.
2. Membawa atau memindahkan Cedera punggung
tiang perancah ke lokasi Perancah jatuh [Link] perancah hendaknya dibawa oleh minimal 2(dua) orang.
[Link] penanganan barang manual harus diikuti.
kerja
[Link] tiang perancah dibawa dalam jumlah banyaksekaligus, harus dibawa
dengan alat angkat/angkutdan usahakan diikat terlebih dulu, atau gunakan paletdan
ditumpuk dengan stabil.
[Link] tempat yang akan dilewati, pastikan amandari orang atau aktifitas
lainnya.
2 . 1 . 5 P e r a n c a h h a n y a b o l e h d i l e t a k k a n d i t e m p a t y a n g kering, stabil,
aman
2|Page
JOB SAFETY ANALYSIS
Kegiatan : JSA No.
PMS No
Perusahaan [Link] Department Drilling Kegiatan Baru Revisi No
Tanggal Review Lembar of
Kegiatan
Rencana Kerja Identifikasi Bahaya Kontrol
3. Mendirikan Perancah Tiang Perancah Amblas [Link] perancah harus diawasi oleh pengawas yang kompeten.
Terjepit [Link] perancah dipasang, pastikan
Terpeleset jatuh l o k a s i pemasangan adalah landasan yang keras, stabil dan rata.
[Link] dari tanah harus dipas angkan lempengankayu yang cukup lebar
Perancah rubuh
dan kuat.
[Link]-hati saat menyambung tiang, perhatikan jari dant a n g a n . Sarung
t a n g a n d a n h e l m p e l i n d u n g w a j i b dipakai.
[Link]-hati saat berada di atas tiang perancah, jaga
keseimbangan tubuh.
[Link] tiang perancah sesuai petunjuk pemasanganpabrik pembuatnya.
[Link] menggabungkan perancah yang berbeda jenis atau pabrik pembuatnya.
3.1.8Setiap mekanisme pengunci harus difungsikan dan dipastikan bekerja.
[Link] menggunakan perancah roda, pengunci roda harus dipasang
s e b e l u m p e r a n c a h b a g i a n a t a s disambung.
[Link]-tiang perancah dibawa ke tingkat yang lebih tinggi dengan cara diikat dan
ditarik.
[Link] harus dipasang sesuai dengan rekomendasi p a b r i k a t a u s t a n d a r
3|Page
JOB SAFETY ANALYSIS
Kegiatan : JSA No.
PMS No
Perusahaan [Link] Department Drilling Kegiatan Baru Revisi No
Tanggal Review Lembar of
Kegiatan
Rencana Kerja Identifikasi Bahaya Kontrol
k e s e l a m a t a n y a n g b e r l a k u d i perusahaan.
[Link] tiang perancah yang tingginya lebih dari 7.6 meter harus diikat
pada bangunan di dekatnya setiapinterval 7.6 meter
[Link] perancah berdiri, harus diuji terlebih dulu:
[Link] kestabilan perancah.
2.P e r i k s a k a y u l a n t a i k e r j a d a r i r e t a k a n , p a t a h , geseran, atau cacat
lainnya.
[Link] penampilan fisik dan suara kayu jika diinjak terutama pada lendutan yang
berlebihan.
4.P a s a n g rambu peringatan dan instruksi kerja d i bagian bawah
perancah.
4|Page
JOB SAFETY ANALYSIS
Kegiatan : JSA No.
PMS No
Perusahaan [Link] Department Drilling Kegiatan Baru Revisi No
Tanggal Review Lembar of
Kegiatan
Rencana Kerja Identifikasi Bahaya Kontrol
4. Menaikin – Menuruni 4.1 Terpeleset Jatuh [Link] dulu bahwa sepatu yang dipakai bersih dari l u m p u r ,
pelumas atau kotoran lain yang b i s a menyebabkan slip. Helm
Perancah 4.2 Kejatuhan Beban
safety wajib dipakai.
4.3 Barang terjatuh 4.1.2. Naik/turun tangga harus memanfaatkan kedua tanganu n t u k m e m e g a n g .
Tubuh harus selalu m e n g h a d a p tangga. Jangan merosot/
meluncur/melompat untukmenuruni tangga.
4.1.3. Jika membawa peralatan atau beban, usaha kandengan tali untuk
menggeretnya ke atas, sehingga kedua tangan bebas untuk berpegangan.
4.1.4. Jika terpaksa membawa kunci atau perlatan lain,masukkan ke dalam kantong yang
diikatkan pada ikatpinggang, atau dipanggul.
4.1.5. Hanya dibolehkan satu orang menaiki
t a n g g a perancah di satu waktu.
5. Bekerja di atas Perancah 5.1 Terjatuh [Link] pekerjaan dilakukan pada ketinggian lebih dari 2meter,safety
harness/lifeliness
5.2 Kejatuhan Barang
harus dipakai denga nbenar.
5.3 Terpeleset
5.1.2 pekerjaan diatas atau sama dengan 5 m wajib kan meminta surat ijin izin atau
5|Page
JOB SAFETY ANALYSIS
Kegiatan : JSA No.
PMS No
Perusahaan [Link] Department Drilling Kegiatan Baru Revisi No
Tanggal Review Lembar of
Kegiatan
Rencana Kerja Identifikasi Bahaya Kontrol
work permit dari pihak y a n g b e r w e n a n g ( Section
5.4 Kesetrum
h e a d / d e p t . head/SHEOfficer)
5.5 Tersandung Alat
5.1.3.S e d a p a t mungkin gunakan peralatan kerja yangdilengkapi
d e n g a n g e l a n g t a n g a n s e h i n g g a t i d a k mudah terjatuh ke bawah.
[Link] kantong peralatan yang diikatkan di pinggang u n t u k
memudahkan pekerjaan dan p e n y i m p a n a n . Jangan diletakkan di lantai
kerja.
[Link] langkah kaki, jangan berpindah tempat secaram e n d a d a k atau
berdiri berdekatan s e h i n g g a membebani lantai kerja secara
akumulatif.
5.1.6.H i n d a r i bersandar pada pagar lantai kerja, pagarhanya
d i g u n a k a n u n t u k t e m p a t b e r p e g a n g a n a t a u penahan jatuh.
[Link] pekerjaan dengan hati -hati, jika ada anginkencang,
rendahkan tubuh dan berpegangan pada pagar pengaman.
[Link] perancah didirikan di dekat (dalam radius 3 meter)k a b e l listrik
b e r t e g a n g a n > 2 4 volt,
maka kabelt e r s e b u t harus dimatikan dari sumber
6|Page
JOB SAFETY ANALYSIS
Kegiatan : JSA No.
PMS No
Perusahaan [Link] Department Drilling Kegiatan Baru Revisi No
Tanggal Review Lembar of
Kegiatan
Rencana Kerja Identifikasi Bahaya Kontrol
a r u s n y a . Dilarang memakai perancah kayu.
[Link] perlu perancah (yang terbuat dari logam) harusdibumikan terlebih dulu.
7|Page
JOB SAFETY ANALYSIS
Kegiatan : JSA No.
PMS No
Perusahaan [Link] Department Drilling Kegiatan Baru Revisi No
Tanggal Review Lembar of
Kegiatan
Rencana Kerja Identifikasi Bahaya Kontrol
No. Pekerjaan Resiko Tindakan Pencegahan
8|Page
JOB SAFETY ANALYSIS
Kegiatan : JSA No.
PMS No
Perusahaan [Link] Department Drilling Kegiatan Baru Revisi No
Tanggal Review Lembar of
Kegiatan
Rencana Kerja Identifikasi Bahaya Kontrol
9|Page
JOB SAFETY ANALYSIS
Kegiatan : JSA No.
PMS No
Perusahaan [Link] Department Drilling Kegiatan Baru Revisi No
Tanggal Review Lembar of
Kegiatan
Rencana Kerja Identifikasi Bahaya Kontrol
10 | P a g e