SOLAS adalah akronim dari Safety Of Life At Sea, merupakan konvensi
paling penting dari seluruh konvensi internasional tentang
kemaritiman. SOLAS menjadi standar keselamatan maritim yang wajib
diterapkan pada kapal niaga (merchant vessel) berukuran tertentu dan
menjadi induk bagi terbitnya berbagai standar (code) bagi kontruksi
kapal, peralatan, dan pengoperasian.
Titanic, Sejarah SOLAS
Tenggelamnya kapal Titanic setelah menabrak gunung es pada 14 April
1912, yang menewaskan lebih dari 1.500 penumpang dan awak kapal,
telah menimbulkan begitu banyak pertanyaan tentang standar
keamanan pelayaran. Tragedi Titanic menginspirasi berbagai upaya
mengevaluasi standar keselamatan pelayaran hingga
diselenggarakannya konfrensi pertama SOLAS di tahun 1914.
Konfrensi yang dipelopori Kerajaan Inggris dihadiri oleh perwakilan
dari 13 negara, memperkenalkan persyaratan keselamatan pelayaran
bagi kapal niaga, yang terdiri atas: penyediaan sekat kedap air,
penggunaan material tahan api; peralatan keselamatan, peralatan
pencegahan dan pemadam kebakaran, termasuk kewajiban
penggunaan radio/telegraf bagi kapal yang membawa lebih dari 50
orang. Konferensi juga menyetujui pembentukan gugus tugas ice
patrol di Atlantik Utara.
SOLAS diadopsi pada 20 Januari 1914 dan ditandatangani oleh hanya
5 negara. Namun SOLAS generasi pertama ini batal diberlakukan
karena pecah perang dunia pertama di eropa. Walau demikian, SOLAS
1914 diaplikasikan cukup masif di Inggris, Prancis, Amerika Serikat
dan beberapa negara Skandinavia.
Pada tahun 1929 kembali digelar konferensi di London yang dihadiri 18
negara. Menyepakati sekitar 60 pasal yang meliputi pembangunan
kapal, peralatan keselamatan, pencegahan dan pemadaman
kebakaran, peralatan telegrafi nirkabel, alat bantu navigasi, dan aturan
pencegahan tabrakan (Collision Regulations). SOLAS versi 1929 ini
mulai berlaku pada tahun 1933.
Pada tahun 1948, Inggris tetap menjadi tuan rumah konfrensi SOLAS
yang ketiga, dan menghasilkan beberapa perubahan dalam format
SOLAS 1929 namun lebih detil dan lebih luas cakupannya.
Konfrensi SOLAS 1960 – yang hasilnya diadopsi pada 17 Juni 1960 dan
mulai berlaku pada 26 Mei 1965 – menjadi tugas pertama bagi IMCO
yang baru terbentuk pada 1958. IMCO adalah Inter-Governmental
Maritime Consultative Organization kemudian berganti nama menjadi
IMO pada tahun 1982. IMCO (IMO) dibentuk di Geneva Swiss oleh PBB
dan berkantor di London Inggris hingga hari ini.
SOLAS 1974
Konferensi SOLAS di tahun 1974 diadakan di markas IMO di London
sejak 21 Oktober hingga 1 November, dan dihadiri oleh 71 negara.
Menghasilkan konvensi SOLAS 1974 yang formatnya berlaku hingga
saat ini.
Selain berisi tentang persyaratan keselamatan, SOLAS 1974 juga
menetapkan prosedur penerimaan terhadap sebuah perubahan
(amandemen) atau disebut the tacit acceptance. Prosedur ini
dirancang untuk memberi kepastian bahwa perubahan terhadap
konvensi dapat dilakukan dan diterima dalam jangka waktu yang
ditentukan.
Prosedur acceptance menetapkan bahwa suatu amandemen akan
mulai berlaku (enter into force) pada tanggal tertentu, kecuali dalam
kurun waktu sebelum enter into force, ada penolakan dari sejumlah
tertentu negara anggota. Konvensi SOLAS sendiri, walau diadopsi pada
1 November 1974, namun baru diberlakukan (enter into force) pada
25 Mei 1980.
Dengan adanya pemberlakuan prosedur acceptance di atas, IMO dapat
bekerja secara sistematis membahas usulan perbaikan konvensi sesuai
perkembangan industri pelayaran. Itulah mengapa konvensi SOLAS
1974 pada perjalanannya mengalami beberapa kali amandemen.
Hampir setiap dua tahun sekali terjadi perubahan terhadap SOLAS
1974. Usulan perubahan dibahas di MSC (Marine Safety Commitee)
yang merupakan badan kelengkapan IMO. (Daftar amandemen SOLAS
1974 dapat dilihat di sini).
Sekilas Isi SOLAS 1974
Format SOLAS 1974 mengatur standar keselamatan pelayaran pada
tiga aspek: konstruksi kapal, peralatan, dan operasional, yang tersebar
dalam 14 bab (chapter), plus code yang menjadi derivasinya. Isi dari
SOLAS 1974 cetakan tahun 2014 (Consolidated Edition 2014), adalah
sebagai berikut:
Bab I: Ketentuan Umum, berisi tentang peraturan-peraturan survei
berbagai jenis kapal, dan ketentuan pemeriksaan kapal oleh negara
lain.
Bab II-1: Konstruksi, berisi persyaratan konstruksi kapal, sekat-sekat
kedap air, stabilitas kapal, permesinan kapal dan kelistrikan.
Bab II-2: Perlindungan dari kebakaran, deteksi kebakaran dan
pemadam kebakaran. Berisi tentang ketentuan tentang sekat kedap
api, sistim deteksi kebakaran, dan peralatan, jenis dan jumlah
pemadam kebakaran diberbagai jenis kapal. Detail bab ini dapat dilihat
di FP Code.
Bab III: Alat-alat keselamatan dan penempatannya. Dari Bab ini
kemudian diberlakukan LSA Code.
Bab IV: Komunikasi Radio (Radio Communications), berisi ketentuan
pembagian wilayah laut, jenis dan jumlah alat komunikasi yang harus
ada di kapal serta peroperasiannya. Derivasi dari bab ini adalah
GMDSS.
Bab V: Keselamatan Navigasi (Safety of Navigation), berisi ketentuan
tentang peralatan navigasi yang harus ada di kapal, termasuk Radar,
AIS, VDR dan mesin serta kemudi kapal.
Bab VI: Pengangkutan muatan (Carriage of Cargoes), berisi ketentuan
tentang bagaimana menyiapkan dan penanganan ruang muat dan
muatan, pengaturan muatan termasuk lashing. Derivasinya adalah IG
(International Grain) Code.
Bab VII: Pengangkutan muatan berbahaya (Carriage of dangerous
goods), berisi ketentuan tentang bagaimana menyiapkan dan
menangani muatan berbahaya yang dimuat di kapal. Turunan dari bab
ini kita kenal dengan nama IMDG Code.
Bab VIII: Kapal nuklir (Nuclear ships), berisi ketentuan yang harus
dipenuhi oleh kapal yang menggunakan tenaga nuklir, termasuk
bahaya-bahaya radiasi yang ditimbulkan.
Bab IX: Manajemen keselamatan dalam mengoperasikan kapal
(Management for the Safe Operation of Ships), berisi ketentuan
tentang manajemen pengoperasian kapal untuk menjamin
keselamatan pelayaran. Bab ini hadir karena peralatan canggih tidak
menjamin keselamatan tanpa manajemen pengoperasian yang benar.
Dari Bab inilah lahir ISM Code.
Bab X: Keselamatan untuk kapal berkecepatan tinggi (Safety measures
for high-speed craft), berisi ketentuan pengoperasian kapal yang
berkecepatan tinggi. Dari sini kemudian diberlakukan HSC Code.
Bab XI-1: Langkah khusus untuk meningkatkan keselamatan maritim
(Special measures to enhance maritime safety), berisi ketentuan
tentang RO (Recognized Organization), yaitu badan yang ditunjuk
pemerintah sebagai pelaksana survey kapal atas nama pemerintah,
nomor identitas kapal dan Port State Control (Pemeriksaan kapal
berbendera asing oleh suatu negara).
Bab XI-2: Langkah khusus untuk meningkatkan keamanan maritim
(Special measures to enhance maritime security), berisi ketentuan
bagaimana meningkatkan keamanan maritim, oleh kapal, syahbandar
dan pengelola pelabuhan. Dari Bab ini kemudian diberlakukan ISPS
Code.
Bab XII: Langkah keselamatan tambahan untuk kapal pengangkut
muatan curah (Additional safety measures for bulk carriers), berisi
ketentuan tambahan tentang konstruksi untuk kapal pengangkut curah
yang memiliki panjang lebih dari 150 meter.
Bab XIII: Verifikasi kesesuaian (Verification of compliance), berisi
ketentuan tentang implementasi SOLAS 1974 di negara-negara yang
telah meratifikasi. Penambahan Bab ini untuk mendukung
pemberlakuan Triple I Code (IMO Instrument Implementation Code).
Bab XIV: Langkah keselamatan untuk kapal yang beroperasi di
perairan kutub (Safety measures for ships operating in polar waters),
berisi ketentuan yang harus dipenuhi oleh kapal yang berlayar di
wilayah kutub dan sekitarnya. Derivasi bab ini adalah Polar Code.
[AF/AS]
Rujukan: [Link]; [Link]
Penjelasan SOLAS
Konvensi Internasional tentang Keselamatan jiwa di Laut (SOLAS), 1974, masih
berlaku sampai sekarang, diambil dari Konferensi Internasional tentang
Keselamatan jiwa di Laut pada tanggal 1 Nopember 1974, yang mana 19-2,
diambil oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO), dan mulai diberlakukan 25
Mei 1980. Yang mana telah ditambah dan diubah dua kali dengan protokol di
bawah ini:
1. .1 Protokol yang diambil pada Konferensi Internasional tentang Keselamatan
kapal tangki dan Pencegahan Pencemaran (Protokol SOLAS 1978), tanggal 17
Pebruari 1978 yang mulai diberlakukan pada tanggal 1 Mei 1981; dan
2. .2 Protokol yang diambil pada Konferensi Internasional tentang harmonisasi
Sistem Survey dan Sertifikasi (Protokol SOLAS 1988), tanggal 11 Nopember
1988.
Sebagai tambahan, Konvensi SOLAS 1974 juga telah ditambah dan diubah
dengan beberapa resolusi, diambil pada pertemuan Komite Keselamatan
Maritim IMO (MSC) dalam bentuk lanjutan seperti terlihat pada SOLAS pasal
VIII atau Konferensi Negara-Negara Penandatangan SOLAS, juga terlihat pada
pasal VIII berikut ini :
1. .1 Amandemen 1981, diambil dari resolusi MSC.1(XLV) dan mulai berlaku
sejak pada tanggal 1 September 1984;
2. .2 Amandemen 1983, diambil dari resolusi MSC.6(48) dan mulai berlaku sejak
1 Juli 1986;
3. .3 Amandemen April 1988, diambil dari resolusi MSC.11(55) dan mulai
berlaku sejak 22 Oktober 1989;
4. .4 Amandemen Oktober 1988, diambil dari resolusi MSC.(56) dan mulai
berlaku sejak 29 April 1990;
5. .5 Amandemen Nopember 1988, diambil dari resolusi 1 dari Konferensi
Pemerintah-pemerintah Penandatangan Konvensi Internasional tentang
Keselamatan di Laut (SOLAS), 1974, tentang Bahaya di Laut dan Sistem
Keselamatan dan mulai berlaku sejak 1 Pebruari 1992;
6. .6 Amandemen 1989, diambil dari resolusi MSC.13(57) dan mulai berlaku
sejak 1 Pebruari 1992;
Amandemen 1990, diambil dari resolusi MSC.19(58) dan mulai berlaku sejak 1
Pebruari 1992;
Amandemen 1991, diambil dari resolusi MSC.22(59) dan mulai berlaku sejak 1
Januari 1994;
Amandemen April 1992, diambil dari resolusi MSC.24(60) dan mulai berlaku
sejak 1 Oktober 1994;
Amandemen April 1992, diambil dari resolusi MSC.26(60) dan mulai berlaku
sejak 1 Oktober 1994;
Amandemen Desember 1992, diambil dari resolusi MSC.27(61) dan mulai
berlaku sejak 1 Oktober 1994;
Amandemen Mei 1994, diambil dari resolusi MSC.31(63) dan mulai berlaku
sejak (atau diharapkan mulai berlaku):
Hal tersebut tentang perencanaan sistem pelaporan dan penarikan darurat
kapal, pada tanggal 1 Januari 1996; dan
Hal tersebut tentang perlindungan jalur pipa bahan bakar dan kemampuan
melihat dari anjungan navigasi pada tanggal 1 Juli 1998;
Amandemen Mei 1994, diambil dari resolusi 1 dari Konferensi antar Pemerintah
Penandatangan Konvensi Internasional tentang Keselamatan di Laut (SOLAS),
1974, yang diberlakukan (atau diharapkan mulai berlaku):
1. .1 Pengantar sebuah Bab baru X, Persyaratan Keselamatan untuk kapal
cepat, dan sebuah Bab baru XI, Persyaratan Khusus untuk Meningkatkan
Keselamatan di Laut, pada tanggal 1 Januari 1996; dan
2. .2 Pengantar sebuah Bab baru IX, Manajemen untuk Pengoperasian Kapal
yang Aman, pada tanggal 1 Juli 1998 ;
Amandemen Desember 1994, diambil dari resolusi MSC.42(64) dan mulai
berlaku 1 Juli 1996;
Amandemen Mei 1995, diambil dari resolusi MSC.46(65) dan mulai berlaku 1
Januari 1997;
Amandemen Nopember 1995, diambil dari resolusi 1 dari Konferensi antar
Pemerintah Penandatangan Konvensi Internasional tentang Keselamatan di Laut
(SOLAS), 1974 dan mulai berlaku 1 Juli 1997;
Amandemen Juni 1996, diambil dari resolusi MSC.47(66) dan diharapkan mulai
berlaku 1 Juli 1998; dan
Amandemen Desember 1996, diambil dari resolusi MSC.57(67) dan diharapkan
mulai berlaku 1 Juli 1998