0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
153 tayangan11 halaman

Rasionalisasi dan Efek Samping Obat

Makalah ini membahas tentang rasionalitas penggunaan obat dan efek samping obat. Rasionalitas penggunaan obat mencakup penggunaan obat yang tepat berdasarkan diagnosis, indikasi, pasien, dan dosis. Sedangkan efek samping obat dapat terjadi karena berbagai faktor seperti polifarmasi, usia, dan genetik."

Diunggah oleh

Dewi Anggraini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
153 tayangan11 halaman

Rasionalisasi dan Efek Samping Obat

Makalah ini membahas tentang rasionalitas penggunaan obat dan efek samping obat. Rasionalitas penggunaan obat mencakup penggunaan obat yang tepat berdasarkan diagnosis, indikasi, pasien, dan dosis. Sedangkan efek samping obat dapat terjadi karena berbagai faktor seperti polifarmasi, usia, dan genetik."

Diunggah oleh

Dewi Anggraini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH FARMOKOLOGI

“RASIONALISASI DAN EFEK SAMPING OBAT”

NAMA KELOMPOK 2 :

Dede Saputri Fien Dimiyanti


Dewi Anggraini Helsa Mayora
Dian Anantya P P Mayastra
Enno Tristan Mederline
Fenysha Utami Melzi Alzani
Fica Febrilia

DOSEN PENGAJAR:
Nadia Pudiarifanti, [Link]., Apt

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU


JURUSAN KEPERAWATAN BENGKULU
PRODI DIII KEPERAWATAN
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah merupakan satu kata yang pantas diucapkan kepada


Tuhan Yang Maha Esa yang karena Bimbingan–Nya maka saya dapat
menyelesaikan sebuah makalah dengan judul “Rasionalisasi Dan Efek Samping
Obat”
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu
sehingga menghasilkan sebuah karya tulis ilmiah yang dapat di pertanggung
jawabkan hasilnya. Kami ucapkan terima kasih kepada pihak terkait yang telah
membantu kami dalam menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan karya
tulis ilmiah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar dalam
makalah ini. Oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca yang bersifat
membangun sangat saya harapkan. Terima kasih dan Semoga Makalah ini dapat
memberikan sumbangan positif bagi kita semua.

Bengkulu,
Januari 2020

Tim
Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................... 1

1.1. Latar Belakang ......................................................................................... 1


1.2. Rumusan Masalah ................................................................................... 1
1.3. Tujuan Pembahasan .................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 2

2.1. Rasionalitas Penggunaan Obat................................................................. 2


2.2. Efek Samping Obat .................................................................................. 6
BAB III PENUTUP ......................................................................................... 8

3.1. Kesimpulan ............................................................................................... 8


3.2. Saran ......................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Farmakologi merupakan sifat dari mekanisme kerja obat pada
sistem tubuh termasuk menentukan toksisitasnya. Jalur pemakaian obat
yang meliputi secara oral, rektal, dan parenteral serta yang lainnya harus
ditentukan dan ditetapkan petunjuk tentang dosis-dosis yang dianjurkan
bagi pasien dalam berbagai umur, berat dan status penyakitnya serta teknik
penggunaannya atau petunjuk pemakaiannya.
Bentuk sediaan dan cara pemberian merupakan penentu dalam
memaksimalkan proses absorbsi obat oleh tubuh karena keduanya sangat
menentukan efek biologis suatu obat seperti absorpsi, kecepatan absorpsi
dan bioavailabilitas (total obat yang dapat diserap), cepat atau lambatnya
obat mulai bekerja (onset of action), lamanya obat bekerja (duration of
action), intensitas kerja obat, respons farmakologik yang dicapai serta
dosis yang tepat untuk memberikan respons tertentu.
Obat sebaiknya dapat mencapai reseptor kerja yang diinginkan
setelah diberikan melalui rute tertentu yang nyaman dan aman seperti
suatu obat yang memungkinan diberikan secara intravena dan diedarkan di
dalam darah langsung dengan harapan dapat menimbulkan efek yang
relatif lebih cepat dan bermanfaat.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu rasionalitas penggunaan obat?
2. Apa efek samping obat?
1.3 Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan pembahasan dari makalah ini, yaitu:
1. Mengetahui apa yang dimaksud rasionalitas obat
2. Mengetahui apa efek samping obat
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Rasionalitas Penggunaan Obat


Dalam penggunaan obat sendiri kita juga dibatasi dengan tata cara
penggunaanya. Tata cara pengunaan obat yang baik seringkali disebut
dengan obat rasional.
WHO menejaskan definisi dari penggunaan obat rasonal yaitu:
Penggunaan Obat Rasional adalah apabila pasien menerima pengobatan
sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dalam dosis yang sesuai dengan
kebutuhan, dalam periode waktu yang sesuai dan dengan biaya yang
terjangkau oleh dirinya dan kebanyakan masyarakat.
Pengobatan yang pada umumnya ialah untuk mencapai suatu
pengobatan yang efektif, tentu saja mendorong penggunaan obat rasional
digalakkan dimana-mana.
Penggunaan obar sendiri juga dilandasi oleh beberapa indikator lainnya.
Indikator tersebut berupa :
1. Tepat diagnosis,
2. Tepat Pemilihan Obat,
3. Tepat Indikasi,
4. Tepat Pasien,
5. Tepat Dosis,
6. Tepat cara dan lama pemberian,
7. Tepat harga,
8. Tepat Informasi dan
9. Waspada terhadap Efek Samping Obat.
Yang dimaksud dengan tepat diagnosis ialah penggunaan obat yang
didasarkan pada tata cara penggunaan obat yang benar. Ini akan menjadi
sebuah langkah awal penyembuhan. misalnya saja pasien yang terserang
penyakit diare tentu saja ia akan menggunakan obat semacam
metronidazol sebagai pengobatan yang efisien.
Selain itu tepat pemeilihan indikasi ialah ketepatan yang sesuai
dengan diagnosa oleh dokter. Misalnya saja seseorang yang terseranag
bakteri akan diberikan antibiotik saja. Oleh sebab itu bagi anda yang
sedang dalam tahap pengobatan sebaiknya memahami dengan benar apa
yang dimaksud dengan penggunaan obet rasional itu sendiri.
Penggunaan obat dikatakan rasional menurut WHO apabila pasien
menerima obat yang tepat untuk kebutuhan klinis, dalam dosis yang
memenuhi kebutuhan untuk jangka waktu yang cukup, dan dengan biaya
yang terjangkau baik untuk individu maupun masyarakat.
Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai strategi
peningkatan penggunaan obat rasional. Dalam rangka pengendalian
resistensi antimikroba, misalnya, telah dilakukan pembatasan penyediaan
antimikroba (khususnya antibiotika) melalui kebijakan Formularium
Nasional (Fornas), penetapan standar dan pedoman terkait penggunaan
antibiotika.
Ciri-ciri penggunaan obat yang tidak rasional :
1. Pemakaian obat dimana indikasi pemakaian secara medik tidak ada
atau samar – samar
2. Pemilihan obat yang keliru untuk indikasi penyakit tertentu
3. Cara pemberian obat, dosis, frekuensi dan lama pemberian yang tidak
sesuai
Faktor-faktor penyebab ketidakrasionalitas penggunaan obat :
1. Sistem Pendidikan
2. Sistem Pelayanan
3. Penulis Resep ( Prescriber )
4. Pasien
2.2 Efek Samping Obat
ESO atau Efek Samping Obat adalah kondisi yang muncul diluar
efek dari pengobatan yang diharapkan. Kondisi ini mungkin terjadi pada
kebanyakan obat, baik yang memiliki resep ataupun tidak memiliki resep.
Muncul tidaknya efek samping itu bergantung pada kondisi masing-
masing personal.
Kondisi atau faktor yang mampu memunculkan ESO antara lain:
1. Polifarmasi atau mengkonsumsi obat dalam jumlah yang banyak
2. Jenis Kelamin
3. Penyakit yang diidap oleh pasien
4. Usia misal Lansia atau Bayi
5. Ras dan genetik
6. Pengunaan obat yang digunakan secara bersamaan.

Bagaimana Frekuensi dan Waktu Terjadi dalam Kejadian ESO?


Dalam kejadian ESO, terbagi menjadi 4 kategori, yaitu:
1. SERING bila ESO dialami 1 orang dari 10 orang yang mengkonsumsi
obat.
2. TIDAK SERING bila ESO dialami 1 orang dari 100 orang yang
mengkonsumsi obat.
3. JARANG bila ESO dialami 1 orang dari 1.000 orang yang
mengkonsumsi obat.
4. SANGAT JARANG dialami 1 orang dari 10.000 orang yang
mengkonsumsi obat
Kemudian ESO dapat terjadi saat:
1. Obat yang diberikan terlalu cepat seperti pemberian obat suntik
2. Pada pemberian dosis pertama pengunaan obat, tapi setelahnya belum
tentu muncul kembali
3. Awal pengobatan namun berangsur berkurang selama masa
pengobatan karena tubuh telah menoleransi obat tersebut.
4. Terjadi pada selang waktu setelah penggunaan obat.
5. Pemberian obat yang berkelanjutan dengan efek samping yang juga
meningkat walaupun pada awal tidak ada efek samping
6. Saat setelah pemberian obat, walau sudah dihentikan.

Mengatasi dan Meminimalkan ESO


Mengatasi ESO dapat dilakukan bergantung denga tipe ESO tersebut.
Adapun tipe ESO dan cara mengatasinya adalah:
1. Bila tipe ESOnya tergolong ringan maka dapat ditoleransi oleh tubuh
tanpa harus menghentikan obat.
2. Bila tipe ESOnya tergolong sedang maka dosis dapat
diturunkan/dikurangi atau dihentikan pengunaan obat.
3. Bila tipe ESOnya tergolong berat maka harus dihentikan penggunaan
obat dan menerima pengobatan di rumah sakit.

Untuk meminimalkan munculnya ESO, maka Anda dapat melakukan:


1. Informasikan pengobatan/obat yang sedang anda lakukan/konsumsi
2. Informasikan riwayat alergi obat
3. Menggunakan obat sesuai dosis
4. Dapatkan informasi ESO dari dokter, apoteker atau info dari brosur.
Tidak semua ESO harus dihindari, Anda dapat mempertimbangkan antara
manfaat dan risiko yang muncul. Anda dapat melihat contoh dibawah ini:
1. Obat Antikanker: ESO sering muncul adalah mual, muntah, kelelahan,
dan rambut rontok tapi memiliki manfaat yang baik untuk pasien yang
menderita kanker.
2. Furosemide, Spironolactone: Obat antihipertensi menyebabkan sering
buang air kecil, dan dianjurkan diminum pagi hari.
3. Suplemen Zat Besi: ESO yang ditimbulkan adalah warna feses hitam
tapi disarankan tetap dikonsumsi.
4. Rifampicin: ESOnya berupa warna cairan yang keluar dari tubuh
berwarna merah, dan disarankan untuk tetap diminum.
ESO yang seharusnya dilaporkan antara lain:
1. Setiap Efek samping yang dicurigai karena penggunaan obat
2. Setiap efek yang muncul saat penggunaan obat yang bersamaan
3. Setiap ESO yang dianggap serius
4. Setiap reaksi ketergantungan obat.
Saat melaporkan ESO yang dialami ke Pusat MESO Nasional,
maka manfaat dari pelaporan tersebut adalah:
1. Informasi yang terkumpul akan dievaluasi
2. Hasil dari evaluasi digunakan untuk penilaian atas obat yang beredar
untuk dilakukan tindakan pengamanan ataupun penyesuaian.
3. Memperbaiki informasi pada brosur/label obat
4. Mencegah perluasan bahaya obat yang digunakan, terlebih obat baru.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Farmakologi merupakan sifat dari mekanisme kerja obat pada
sistem tubuh termasuk menentukan toksisitasnya. Jalur pemakaian obat
yang meliputi secara oral, rektal, dan parenteral serta yang lainnya harus
ditentukan dan ditetapkan petunjuk tentang dosis-dosis yang dianjurkan
bagi pasien dalam berbagai umur, berat dan status penyakitnya serta teknik
penggunaannya atau petunjuk pemakaiannya.

3.1.1 Saran
Adapun saran penulis terhadap pembaca, yaitu Sebaiknya teori dan
konsep yang telah diketahui oleh seorang perawat dapat diaplikasikan
dalam kehidupan sehari-harinya.
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
[Link]
[Link]
penggunaan-obat-rasional-yang-harus-dipahami-masyarakat/
[Link]
-obat-yang-kurang-rasional

Anda mungkin juga menyukai