0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
343 tayangan5 halaman

Langkah-langkah Analisis Jalur

Dokumen tersebut membahas tentang pengujian hipotesis dalam penelitian menggunakan analisis jalur. Analisis jalur digunakan untuk mengestimasi hubungan kausal antar variabel berdasarkan model yang ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori. Langkah-langkah analisis jalur meliputi merancang model berdasarkan teori, memeriksa asumsi, mengestimasi parameter, menguji validitas model, dan menginterpretasikan hasilnya.

Diunggah oleh

datasains bali
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
343 tayangan5 halaman

Langkah-langkah Analisis Jalur

Dokumen tersebut membahas tentang pengujian hipotesis dalam penelitian menggunakan analisis jalur. Analisis jalur digunakan untuk mengestimasi hubungan kausal antar variabel berdasarkan model yang ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori. Langkah-langkah analisis jalur meliputi merancang model berdasarkan teori, memeriksa asumsi, mengestimasi parameter, menguji validitas model, dan menginterpretasikan hasilnya.

Diunggah oleh

datasains bali
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

3.9.

2 Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan path analysis (analisis jalur).

Analisis jalur merupakan perluasan dari analisis regresi linear berganda, atau analisis jalur adalah

penggunaan analisis regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antar variabel (model casual)

yang telah ditetapkan sebelumnnya berdasarkan teori. Analisis jalur sendiri tidak dapat

menentukan hubungan sebab-akibat dan juga tidak dapat digunakan sebagai subsititusi bagi

peneliti untuk melihat hubungan kausalitas antar variabel. Hubungan kausalitas antar variabel telah

dibentuk dengan model berdasarkan landasan teoritis. Apa yang dapat dilakukan oleh analisis jalur

adalah menentukan pola hubungan antara tiga atau lebih variabel dan tidak dapat digunakan untuk

mengkonfirmasi atau menolak hipotesis kausalitas imajiner (Ghozali,2012:249).

Sarwono (2011:33) menyebutkan bahwa analisis jalur digunakan dengan tujuan sebagai

berikut.

1) Mencari besarnya pengaruh variabel-variabel exogenous terhadap variabel endogenous

secara gabungan maupun secara parsial.

2) Menguji kecocokan model didasarkan data riset dengan teori yang ada.

3) Melakukan penguraian korelasi antar variabel dengan melihat pengaruh langsung,

pengaruh tidak langsung, pengaruh total dan pengaruh faktor lain.

3.9.3 Analisi Jalur

Suatu diagram jalur akan sangat membantu di dalam menganalisis dan menginterpretasikan

hubungan yang dihipotesiskan. Oleh karena itu sebelum jalur tersebut, teori atau hipotesis harus

dipersiapkan terlebih dahulu terhadap model atau diagram jalur, berpikir secara kausal dan

menyusun suatu diagram berarah yang merupakan cerminan proses kausal dan akan

mempermudah penafsiran serta interpretasi terhadap hipotesis yang diajukan.


Gambar 3.2 Model Jalur Pengaruh Partisipasi Anggaran pada Kepuasan Kerja dan
implikasinya terhadap Kinerja Manajerial

KEPUASAN
KERJA

H1 H2

PARTISISPASI KINERJA
H3
ANGGARAN MANAJERIAL

Menurut Solimun (dalam Wibowo, 2006) langkah-langkah dalam analisis jalur adalah

sebagai berikut.

1) Langkah pertama.

Langkah pertama dalam analisis jalur adalah merancang model berdasarkan konsep teoritis,

yakni sebagai berikut.

a) Variable Partisipasi Anggaran (PA) berpengaruh pada Kepuasan kerja (KK).

b) Variable Kepuasan Kerja (KK) berpengaruh pada Kinerja Manajerial (KM).

c) Variabel Paertisipasi Anggaran (PA) berpengaruh pada Kinerja Manajerial (KM)

Berdasarkan hubungan-hubungan antar variabel secara teoritis tersebut, dapat dibuat model dalam

bentuk diagram jalur (path). Model tersebut juga dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan atau

diagram jalur sehingga ada yang menamakan sistem persamaan simultan, atau juga ada yang

menyebut model struktural.

Substruktur I

KK = a + β1PA e1………………………............................................................ (1)

Substruktur 2

KM = a + β1KK + β2PA+ e2…........................................................................... (2)


1) Langkah kedua.

Pemeriksaan terhadap asumsi yang melandasi analisis jalur. Pemeriksaan terhadap asumsi

yang melandasi yaitu hubungan antar variabel adalah linier dan aditif. Model yang

digunakan adalah rekursif yaitu sistem aliran kausal satu arah, sedangkan model resiprokal

atau aliran kausal yang dua arah (bolak-balik) tidak dapat dianalisis. Model rekursif apabila

memenuhi asumsi-asumsi yaitu antar variabel eksogen saling bebas. Pengaruh kausalitas dari

variabel endogen adalah searah dan tidak ada variabel endogen yang mempunyai pengaruh

resiprok (bolak-balik).Variabel endogen berskala interval atau rasio, dan didasarkan dari data

yang valid dan reliable (Wibowo 2006).

2) Langkah ketiga.

Langkah ketiga dalam analisis jalur adalah pendugaaan parameter atau perhitungan koefisien

path. Perhitungan koefisien pada gambar diagram path pada uraian sebelumnya dijelaskan

sebagai berikut.

a) Untuk anak panah satu arah digunakan perhitungan regresi variabel

dibakukan, secara parsial pada masing-masing persamaan. Metode yang digunakan

adalah OLS, yaitu metode kuadrat terkecil biasa. Hal ini dapat dilakukan mengingat

modelnya rekursif. Dari perhitungan ini diperoleh koefisien path pengaruh langsung.

b) Di dalam analisis jalur, disamping ada pengaruh langsung juga terdapat pengaruh

tidak langsung dan pengaruh total. Koefisien ρi dinamakan koefisien path pengaruh

langsung. Sedangkan pengaruh tidak langsung dan pengaruh total dihitung dengan

cara sebagai berikut.


Tabel 3.1 Pengaruh Langsung dan Pengaruh Tidak Langsung serta Pengaruh Total
Partisipasi Anggaran(X), Kepuasan Kerja (Y), dan Kinerja Manajerial (Z)

Pengaruh Tidak
Pengaruh Pengaruh
Langsung (Melalui Pengaruh Total
Variabel Langsung
Kepuasan Kerja)
XY ρ1 - ρ1
YZ ρ2 - ρ2
XZ ρ3 ρ1 x ρ2 ρ3+ (ρ1 x ρ2)
Sumber : Data diolah peneliti, 2013

3) Langkah keempat

Langkah keempat di dalam analisis jalur adalah pemeriksaan validitas model. Sahih

tidaknya suatu hasil analisis tergantung dari terpenuhi atau tidaknya asumsi yang

melandasinya. Terdapat dua indikator validitas model di dalam analisis jalur, yaitu koefisien

determinasi total dan theory triming.

a) Koefisien Determinasi Total merupakan total keragaman data.

Ada indikator validitas model yaitu koefesien determinasi total (R2m) yang

interpretasinya sama dengan interpretasi koefisien determinasi (R2) pada analisis

regresi. Untuk menghitung koefisien determinasi total (R2m) yakni sebagai berikut.

u= (1  r o( J ) )…….……………………………………………....(1)
2

b) Theory Triming.

Wibowo 2006 menyatakan bahwa uji validasi lain adalah uji validasi koefesien jalur

ß sama dengan pada uji regresi yaitu melihat tingkat signifikasi dari uji t.

Uji validasi koefisien path pada setiap jalur untuk pengaruh langsung adalah sama

dengan pada regresi, menggunakan nilai p dari uji t, yaitu pengujian koefisien regresi
variabel dibakukan secara parsiil. Berdasarkan theory triming, maka jalur-jalur yang

nonsignifikan dibuang sehingga diperoleh model yang didukung oleh data empirik.

4) Langkah kelima.

Langkah terakhir di dalam analisis jalur adalah melakukan interpretasi hasil analisis. Cara

melakukan interpretasi model adalah menginterpretasikan hasil atau nilai parameter yang

ada. Koefisien yang tidak signifikan nilainya dianggap tidak ada, sedangkan nilai parameter

yang signifikan bisa dilihat berapa yang mempunyai pengaruh langsung dan seberapa besar

yang berpengaruh tidak langsung.

Anda mungkin juga menyukai