0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
446 tayangan6 halaman

Pengukuran Density dan SG ASTM D 1298

Dokumen tersebut menjelaskan cara menentukan kerapatan, berat jenis khusus, dan API-gravitas minyak mentah dan produk-produknya menggunakan alat hidrometer gelas. Langkah-langkahnya meliputi pengukuran suhu sampel, penempatan hidrometer di dalam gelas, pembacaan skala, dan konversi hasil ke standar temperatur 15°C atau 60/60°F menggunakan tabel. Sampel diuji adalah Pertadex dan hasilnya

Diunggah oleh

Muhammad Farhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
446 tayangan6 halaman

Pengukuran Density dan SG ASTM D 1298

Dokumen tersebut menjelaskan cara menentukan kerapatan, berat jenis khusus, dan API-gravitas minyak mentah dan produk-produknya menggunakan alat hidrometer gelas. Langkah-langkahnya meliputi pengukuran suhu sampel, penempatan hidrometer di dalam gelas, pembacaan skala, dan konversi hasil ke standar temperatur 15°C atau 60/60°F menggunakan tabel. Sampel diuji adalah Pertadex dan hasilnya

Diunggah oleh

Muhammad Farhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DENSITY / SPECIFIC GRAVITY ASTM D 1298

I. TUJUAN

Setelah melaksanakan praktikum ini diharapkan:

1. Mahasiswa dapat menentukan density, specific gravity atau API-gravity memakai


alat hydrometer gelas dari contoh crude oil atau produk-produknya.

2. Mahasiswa dapat mengubah hasilnya ke standar temperatur 150C atau 60/60 0F,
menggunakan tabel reduksi pada ASTM D 1250.

II. KESELAMATAN KERJA

1. Hati – hati bekerja menggunakan peralatan – peralatan yang mudah pecah.

III. DASAR TEORI

a. Densitas
Densitas massa jenis merupakan nilai yang menunjukkan besarnya perbandingan antara
massa benda dengan volume benda tersebut, massa jenis suatu benda bersifat tetap artinya
jika ukuran benda diubah maka massa jenisnya tetap, hal ini disebabkan oleh kenaikan
massa benda dan kenaikan volume benda diikuti secara linier dengan kenaikan volume
benda atau massa benda. Untuk menentukan massa benda dapat dilakukan dengan
menimbang benda tersebut dengan timbangan yang sesuai, seperti neraca ohaus atau yang
lainnya (Halliday, 1991). Densitas massa jenis dapat ditentukan menggunakan prinsip kerja
mekanika Newton yaitu dengan menggunakan prinsip kerja hukum Archimedes (Halliday,
1997) yang berbunyi “apabila seluruh atau sebagian permukaan benda dimasukan atau
dicelupkan kedalam suatu zat cair maka benda tersebut mengalami suatu gay ke atas yang
sama besar dengan berat zat cair yang dipindahkan.
Densitas Massa adalah massa benda tiap volume, secara matematis dapat dirumuskan :

b. Spesific Gravity dan API Gravity


Specific Gravity (SG) dari minyak bumi adalah perbandingan antara berat yang
diberikan oleh minyak bumi tersebut pada volume tertentu dengan berat air suling pada
volume tertentu, dengan berat air suling pada volume yang sama dan diukur pada
temperatur 60 0F atau perbandingan anatara berat jenis minyak pada tempratur standar
dengan berat jenis air
Penentuan Specific gravity / berat jenis minyak ( crude oil ) dilakukan dengan alat
hydrometer, dimana penunjuk specific gravity dapat dibaca langsung pada alat. Untuk
temperatur yang lebih dari 60 ºF, perlu dilakukan koreksi dengan menggunakan chart yang
ada. Kualitas dari minyak (minyak berat maupun minyak ringan) ditentukan salah satunya
oleh specific gravity. Temperatur minyak mentah juga dapat mempengaruhi viskositas atau
kekentalan minyak tersebut. Hal ini yang dijadikan dasar perlunya diadakan koreksi
terhadap temperatur standart 60 ºF.
Sedangkan untuk menentukan Spesific Gravity gas, alat yang digunakan adalah
effusiometer, dengan memasukkan gas kedalam alat tersebut dan menghitung waktunya
saat menekan air keluar dalam alat tersebut setelah sampai batas yang ditentukan, gas
dihentikan sedangkan perhitungan waktunya juga dilakukan untuk kembalinya air didalam
alat tersebut.
Kemudian melihat temperatur yang tertera di termometer. Untuk waktu yang tercatat
T1 dan T2 dimasukkan rumus T1 / T2 = T ( true ) dan temperatur ºAPI. Kemudian
mengkoreksi hingga menemukan SG-nya. Penentuan SG gas sangat diperlukan mengingat
gas yang terkandung dalam minyak berbeda-beda.

Di indoneisa biasanya berat jenis dinyatakan dalam fraksi, misalnya 0.5 : 0.1 untuk
minyak bumi suhu yang digunakan adalah 15o C atau 60o F. Dalam dunia perdagangan
terutma yang dikuasai oleh perusahaan Amerika, Gravitasi jenis atau lebih sering disingkat
dengan SG ini dinyatakan dalam API gravity dan juga API ( American Petroleum Institute
) yang sangat mirip dengan Baume gravity.
Baume gravity adalah suatu besaran yang merupakan fungsi dari berat jenis yang dapat
dinyatakan dengan persamaan :
API Gravity minyak bumi sering menunjukan kualitas dari minyak bumi tersebut.
Makin kecil SG-nya atau makin tinggi API-nya maka minyak bumi tersebut makain
berharga karena lebih banyak mengandung bensin sebalik nya makin rendah API atau
makin besar SG-nya, maka mutu minyak itu kurang baik karena lebih banyak mengandung
lilin.

c. ASTM D 1298
Kerapatan relatif dan gravitas API minyak bumi ditentukan dengan menggunakan cara
hIdrometer ASTMD-1298. Uji ini dilakukan dengan menempatkan hidrometer yang
mempunyai skala kerapatan relatif atau gravitas API pada contoh yang akan diuji yang
mempunyai suhu tertentu, dan selanjutnya baca skala hidrometer pada contoh sebagai
kerapatan relatif atau gravitas API contoh pada suhu 15 C (60 ), dengan menggunakan
Petroleum Measurement Table yang disiapkan oleh ASTM (American Society for Testing
Materials) dan IP (Institute of Petroleum). Pada percobaan tidak harus dilakukan pada suhu
15ºC atau (60º), tetapi disesuaikan dengan keadaan contoh. Temperatur yang lebih dari
60ºF, perlu dilakukan koreksi dengan menggunakan chart yang ada.

IV. BAHAN DAN PERALATAN

a. Bahan

- Pertadex

b. Peralatan

1. Hydrometer standar:
a. skala Density,

b. skala SG atau

c. skala API-gravity.

2. Thermometer ASTM 12 C atau 12 F

3. Gelas silinder

4. Constant-Temperatur Bath
V. LANGKAH KERJA

a. Langkah Kerja Pengukuran Density 15 0C

1. Atur suhu contoh sesuai dengan jenis contoh yang akan diuji.

2. Tuangkan contoh uji kedalam gelas silinder, hilangkan adanya gelembung


udara dengan diaduk menggunakan thermometer secara perlahan.
3. Tempatkan gelas silinder yang telah berisi contoh uji pada tempat yang datar,
bebas pengaruh goncangan dan pengaruh udara luar.

4. Lakukan pengukuran temperatur menggunakan Thermometer Skala oC, baca


dan catat suhu contoh uji.
5. Masukkan dengan perlahan hidrometer DENSITY yang sesuai kedalam contoh uji.

6. Apabila hidrometer sudah terapung dengan bebas baca skala hidrometer,


dicatat sebagai ‘Density Pengamatan’ (Observed Density).
7. Keluarkan hydrometer, kemudian lakukan pengukuran temperatur, baca dan catat
suhu contoh uji. Apabila perbedaan suhu dari kedua pengamatan tidak

melampaui 0,5 oC hasil rerata dicatat sebagai ‘Suhu Pengamatan’ (Observed


Temparature).

8. Untuk merubah Density Pengamatan ke DENSITY 15 oC dikoreksi


menggunakan Tabel 53 A atau 53 B dari Petroleum Measurement Tables
ASTM D-1250 – 80.

b. Langkah Kerja Pengukuran SG 60/60 0F

1. Atur suhu contoh sesuai dengan jenis contoh yang akan diuji.

2. Tuangkan contoh uji kedalam gelas silinder, hilangkan adanya gelembung udara
dengan diaduk menggunakan thermometer secara perlahan.
3. Tempatkan gelas silinder yang telah berisi contoh uji pada tempat yang datar, bebas
pengaruh goncangan dan pengaruh udara luar.

4. Lakukan pengukuran temperature menggunakan Thermometer Skala oF, baca dan


catat suhu contoh uji.

5. Masukkan dengan pelan-pelan hidrometer SG yang sesuai kedalam contoh uji.

6. Apabila hidrometer sudah terapung dengan bebas baca skala hidrometer dan
thermometer, lalu dicatat sebagai SG pengamatan.
7. Keluarkan hydrometer, kemudian lakukan pengukuran temperatur, baca dan catat
suhu contoh uji. Apabila perbedaan suhu dari kedua pengamatan tidak melampaui

0,5oC hasil rerata dicatat sebagai ‘Suhu Pengamatan’ (Observed Temparature).

8. Untuk merubah SG pengamatan ke SG pada 60/60oF dikoreksi menggunakan Tabel


23 A atau 23 B dari Petroleum Measurement Tables ASTM D-1250 – 80. Untuk

merubah SG 60/60oF ke Density 15oC atau oAPI Gravity pada 60oF gunakan tabel
21.

VI. KETELITIAN

VII. HASIL PENGAMATAN


- Sampel: Pertadex Massa
Temperatur
- Temperature Observed: 27,4ºc jenis
- Density Observed: 0,8250 gr/ml 27 0,8340
- Density: 15ºC (konversi dengan tabel 53) 27 x
Interpolasi: 0,8341 + (27,4 – 27,0) / (27,5 – 27,0) x 28 0,8344
(0,8344 – 0,8341) = 0,8343 gr/ml
SG 60/60 : 0,8344 + (0,8343 – 0,8340) / (0,8350 – 0,8340) x (0,8354 – 0,8344) =
0,8347
ºAPI : 141,5 / 0,8347 – 131,5 = 38,02
VIII. ANALISIS
Pada praktikum kali ini variabel yang akan diukur adalah density, spesific gravity, dan
API-gravity. Sampel yang digunakan adalah pertadex. Hasil pengukuran density observed akan
di konversi ke nilai density standard. Dari hasil pengukuran density observed yang didapatkan
sebesar 0,8250 gr/ml. Setelah di konversi menjadi density 15ºC menggunakan tabel 53 A/B
tidak terdaftar, kemudian praktikan melakukan interpolasi sehingga didapatkan nilai density
15ºC sebesar 0,8343 gr/ml. Dari hasil density 15ºC ini kemudian di konversi ke SG 60/60

menggunakan tabel 51 mendapatkan hasil interpolasi sebesar 0,8347. Kemudian dapat di hitung
nilai ºAPI sebesar 38,02.
Dari hasil yang telah di dapatkan oleh praktikan dapat dibandingkan antara hasil dari SG
60/60 dan density 15ºC yaitu angka yang saling mendekati. Hasil yang telah didapatkan ini telah
memenuhi spesifikasi dari pertadex sendiri (on spec), spesifikasi dari berat jenis pertadex yaitu
minimum 0,820 gr/ml dan maksimum 0,860. Jadi, pertadex yang digunakan dalam sampel ini
telah layak untuk di pasarkan dan di konsumsi oleh customer karena telah memenuhi spesifikasi
yang telah di terapkan oleh Dirjen Migas.

Anda mungkin juga menyukai