MANAJEMEN KEPERAWATAN
Naskah Role Play Timbang Terima Setting Rumah Sakit
Focus Group 1
Kelas D
Fadhilah Rahmah 1406544210
Khairina Zahra 1406544394
Rahel Priskila Nauli 1406544665
Risky Nurkuswaria 1406544476
Siti Nur 1406577221
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2017
1. Peran Role Play
Kepala ruangan : Rizky Nurkuswari
Ketua tim 1 (Malam) : Rahel Priskila
Ketua tim 2 (Pagi) : Siti Nur
Perawat pelaksana 1 : Khairina Zahra
Perawat pelaksana 2 : Fadhilah Rahmah
2. Kasus Timbang Terima (Setting)
Pada ruang Anggrek RS Banana, pukul 07.00 pagi akan melaksanakan prosedur
timbang terima dari perawat shift malam ke perawat shift pagi. Ada satu orang kepala
ruangan, 2 ketua tim, dan 2 perawat pelaksana; yaitu perawat shift malam dengan perawat
shift pagi. 2 perawat pelaksana ini telah bersiap untuk melakukan timbang terima dengan
sistem bed side, yang berarti disamping klien.
Klien di ruang Anggrek tersebut bernama Ibu Ata, usia 28 tahun, BB 63 kg, dan
TB 166 cm. Ibu Ata menderita luka bakar 20% dan sudah dirawat selama 1 minggu. Ibu
Ata selalu didampingi oleh cucu kesayangannya, Chanel. Perawat shift malam melakukan
pengkajian kepada klien dengan hasil suhu 37,5 Hasil dari pengkajian berkala yang telah
dilakukan oleh perawat shift malam didapatkan: suhu 37,50 C, tekanan darah 100/80
mmHg, terpasang cairan infus melalui IV. Klien mengeluh merasakan nyeri di bagian
tangannya yang terkena luka bakar. Klien juga mengeluh merasa cemas karena perasaan
takut dirinya akan cacat. Ibu Ata mengaku bahwa ia sangat rindu kepada suaminta yang
sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Hubungan Ibu Ata dengan anaknya tidak begitu akur
sehingga anaknya belum menjenguk Ibu Ata.
PRE-CONFERENCE
Setting (Nurse Station)
Perawat pelaksana 1 : Ners Siti, apakah Ners Fhadilah sudah datang?
Ketua Tim 2 : iya dia sedang ganti baju
Perawat pelaksana 2 : selamat pagi, Ners Siti dan Ners Fhadilah (datang ke Nurse Station)
Ketua Tim 1 : baiklah kalau sudah lengkap kita akan segera melakukan proses
timbang terima. Apakah Ners Fhadilah dan Ners Siti sudah siap?
Ketua Tim 2 : kami suda siap. Saya panggil kepala ruangan dulu ya
Kepala Ruangan : selamat pagi semuanya. Apakah perawat pelaksana dan ketua tim pagi
sudah datang? Baiklah kita akan melakukan proses timbang terima.
Sebelumnya akan lebih baik jika kita berdoa dulu. Berdoa mulai.
Selesai. Baiklah, pada pagi hari ini tepatnya pada tanggal 27 Februari
2017 kita akan melakukan proses timbang terima di ruang rawat
Anggrek. Ketua tim 1 silahkan menjelaskan kondisi pasien di ruang
rawat Anggrek kepada perawat shift pagi.
Ketua Tim 1 : pasien bernama Ibu Ata, berusia 28 tahun, mengalami luka bakar 20%
dan sudah dirawat selama 1 minggu dengan tingkat ketergantungan
partial care. Data dari hasil pengkajian diperoleh BB 63 kg, dan TB
168cm. Hasil pemeriksaan TTV terakhir didapatkan suhu 37,5oC, nadi
90x/menit, TD 100/80 mmHg, RR 24x/menit. Pasien mengeluh nyeri
pada tangannya yang terkena luka bakar. Masalah keperawatan utama
yang ditemukan saat ini adalah nyeri, gangguan integritas kulit, ansietas,
dan kekurangan cairan tubuh. Mengenai kondisi pasien lebih lanjut akan
dijelaskan oleh Ns. Khai.
Kepala Ruangan : baik terimakasih Ns. Rahel. Bagaimana Ns. Fhadilah apakah ada
pertanyaan?
Perawat pelaksana 2 : tidak, Ners, semua sudah jelas
Kepala Ruangan : baiklah. Silahkan Ns. Khai lanjutkan untuk intervensi yang telah
Diberikan
Perawat pelaksana 1 : baik, sekarang saya akan menjelaskan mengenai tindakan apa saja yang
sudah kami lakukan untuk Ibu Ata selama 4 jam sekali. Kami
melakukan tindakan sesuai dengan masalah keperawatan yang sudah
ditentukan.
Masalah keperawatan: nyeri. Telah dilakukan pengkajian nyeri untuk
menentukan lokasi nyeri, kualitas nyeri, kapan saja klien merasakan
nyeri, faktor yang memperparah nyeri, dana pa upaya klien untuk
menghilangkan nyeri. Telah diajarkan juga teknik relaksasi untuk
mengurangi rasa nyeri. Kami juga memberikan obat analgesic sesuai
anjuran dokter dan mengobservasi TTV.
Masalah keperawatan: gangguan integritas kulit. Telah dilakukan
perawatan luka secara aseptik untuk mencegah terjadinya infeksi
Masalah keperawaan: ansietas. Telah dilakukan pengkajian terkait
tingkat kecemasan klien. Tingkat kecemasan klien telah berada dalam
level intermediate. Kami juga telah melakukan mekanisme koping
untuk mengurangi ansietas dengan teknik relaksasi.
Masalah keperawatan: kekurangan cairan tubuh. Telah dilakukan
resusitasi cairan dan diberikan cairan infus Ringer Laktat.
Kepala ruangan : baiklah terimakasih atas penjelasannya Ns. Khai dan Ns. Rahel.
Sekarang kita akan melakukan validasi kepada pasien tentang
kondisinya agar kita dapat memberikan pelayanan keperawatan yang
optimal sehingga klien akan mengalami peningkatan status kesehatan
dan kita juga perlu memberikan edukasi kepada keluarga klien dan
klien itu sendiri.