STOCKBIT
Frequency
Analyzer
Frequency Analyzer
Konsep Dasar
Frequency Analyzer mencoba mendeteksi adanya smart money yang sedang
mengakumulasi saham dalam jumlah yang besar. Caranya adalah dengan
membandingkan frekuensi transaksi dan volume trading pada suatu saham. Ketika
terjadi volume trading yang cukup besar namun frekuensinya kecil, itu
menunjukkan adanya pembelian dengan order lot yang diluar kebiasaan. Transaksi
seperti ini biasanya dilakukan oleh smart money / bandar / insider.
Kata kunci dalam konsep ini adalah FREKUENSI dan VOLUME.
Frekuensi menunjukkan seberapa banyak saham tersebut ditransaksikan.
Sedangkan Volume menunjukkan besarnya lot yang ditransaksikan. Ketika ada
volume yang besar dengan frekuensi yang kecil, maka hal tersebut mengindikasikan
adanya AKUMULASI.
Formula
Untuk menghitung Frequency Analyzer digunakan rumus sebagai berikut :
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒
𝐹𝑟𝑒𝑞𝑢𝑒𝑛𝑐𝑦 𝐴𝑛𝑎𝑙𝑦𝑧𝑒𝑟 =
𝐹𝑟𝑒𝑞𝑢𝑒𝑛𝑐𝑦 3
Penerapan dalam strategi trading
Sekali lagi, Frekuensi analyzer digunakan untuk mendeteksi adanya order lot besar
yang dilakukan oleh smart money (Akumulasi). Sehingga frekuensi analyzer yang
tinggi belum tentu menunjukkan harga saham yang akan segera naik. Bisa saja
harga naik 2 – 3 bulan kedepan, bisa lebih cepat atau bisa juga lebih lambat. Tidak
ada patokan yang pasti.
Frekuensi analyzer paling efektif digunakan di saham yang sedang mengalami
sideways. Apabila Spike terjadi di saham yang sedang sideways, Kemungkinan
harganya akan dinaikkan dalam waktu dekat lebih besar. Inilah yang biasanya
disebut Spike Sideways
EFEKTIF : Contoh Kasus Spike Sideways Pada saham INDY
Pada gambar dapat dilihat adanya spike yang cukup signifikan ketika harga INDY
sedang bergerak sideways setelah cukup lama mengalami downtrend. Tidak lama
setelah Spike yang paling besar, Harga INDY naik cukup tinggi dari level 100an
menuju level 800an.
EFEKTIF : Contoh Kasus Spike Sideways pada saham SRIL (Efektif!!)
Sama dengan contoh sebelumnya, Kali ini Spike terjadi pada saham SRIL yang juga
sedang mengalami sideways. Dan lagi-lagi spike terbesar terjadi sesaat sebelum
akhirnya harga saham SRIL naik cukup signifikan dari harga 250an ke harga 450an.
Frequency Analyzer tidak efektif digunakan pada saham yang sedang uptrend atau
downtrend. Bahkan, seharusnya kita waspada ketika spike terjadi pada saham yang
sedang uptrend Karena dapat menunjukkan adanya penjualan (distribusi) yang
dilakukan oleh smart money.
TIDAK EFEKTIF : Contoh Spike pada saham ITMG yang terjadi pada saat downtrend
TIDAK EFEKTIF : Contoh Spike pada saham TOTL yang terjadi saat downtrend
TIDAK EFEKTIF : Contoh Spike yang terjadi pada saat Uptrend di saham WSKT
Frequency Analyzer juga tidak efektif bila timeframe yang digunakan lebih dari 3
bulan. Jadi bila ada spike yang terjadi sudah melewati 3 bulan, dapat diabaikan
karena bisa dianggap gagal. Selain itu, Spike yang terlalu sering terjadi juga tidak
bagus.
TIDAK EFEKTIF : Contoh Spike yang terlalu sering pada saham SOCI
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Frequency Analyzer dapat mendeteksi dini adanya potensi saham yang akan
naik harganya.
2. Frequency Analyzer tidak dapat menentukan waktu yang tepat untuk masuk
ke dalam sebuah saham karena kenaikannya belum tentu terjadi segera
setelah spike terjadi sehingga kita perlu memadupadankan nya dengan
metode analisa lainnya.
3. Frequency Analyzer juga tidak dapat menentukan waktu keluar dari sebuah
saham secara tepat, sehingga dibutuhkan metode Analisa lainnya untuk
membantu menentukan saat yang tepat untuk menjual sebuah saham.
Mencari saham yang mengalami Spike menggunakan screener
Anda setiap hari dapat mencari saham-saham yang mengalami frequency spike
menggunakan fitur screener kami. Caranya sangat mudah. Anda tinggal
memasukkan Rule seperti contoh dibawah ini.
Dengan rule seperti contoh diatas, berarti akan dicari saham-saham yang
mengalami volume spike minimal 5x dari rata-rata nilai frekuensinya selama 50 kali
(MA50). Dari rule tersebut maka muncul hasil seperti berikut.
Dapat disimpulkan saham-saham tersebutlah yang mengalami volume spike. Anda
bisa menaikkan atau menurunkan angka di rules sesuai kebutuhan anda. Semakin
dinaikkan, maka semakin sedikit saham yang terpilih, sebaliknya, semakin
diturunkan, maka akan semakin banyak saham yang terpilih.
Semua Fitur Diatas, termasuk Chartbit, Frequency Analyzer, dan Screener, dapat
anda dapatkan hanya dengan berlangganan Stockbit Pro. Caranya sangat mudah,
hanya dengan mengakses [Link]/shop. Informasi lebih jelas untuk cara
berlangganan dapat anda lihat di [Link]
dan-metode-pembayaran/cara-berlangganan-stockbit-pro