0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan6 halaman

3

Semoga bermanfaat

Diunggah oleh

yuni fitria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan6 halaman

3

Semoga bermanfaat

Diunggah oleh

yuni fitria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

UPEJ 8 (1) (2019)

Unnes Physics Education Journal


[Link]

Pengembangan Media Physics Game Learning pada Konsep Perubahan Wujud Zat
Aji Pancer Agung Rino, Yayat Ruhiyat, Firmanul Catur Wibowo
Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Info Artikel Abstrak


Sejarah Artikel: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik media physics game learning pada
Diterima Januari 2019 konsep perubahan wujud zat dan mengetahui kelayakan media physics game learning yang
Disetujui Januari 2019 dikembangkan pada konsep perubahan wujud zat. Metode penelitian yang digunakan terdiri
Dipublikasikan Maret lima langkah yaitu analisis kebutuhan, desain pembelajaran, pengembangan media, evaluasi
2019 produk dan produksi produk. dengan desain penelitian research and development. Hasil penelitian
Keywords: menunjukkan media physics game learning pada setiap tampilan dilengkapi dengan tombol
Development, Game navigasi, gambar partikel dan petunjuk. Rata-rata skor penilaian validasi ahli media sebesar 96%
Learning dengan kategori sangat layak, rata-rata skor validasi ahli materi sebesar 98% dengan kategori
sangat layak dan hasil rata-rata respon siswa sebesar 86% dengan kategori sangat baik. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa karakteristik physics game learning merupakan simulasi
berbentuk game sederhana yang menampilkan proses perubahan wujud zat secara visual dan
mikroskopis. Media physics game learning layak menjadi media alternatif dalam pembelajaran
dikelas.

Abstract
This research aims to obtain the characteristics of media physics game learning on the concept of
substance change and to determine the feasibility of media physics game learning developed in the concept of
substance change. The research method used consisted of five steps namely needs analysis, learning design,
media development, product evaluation and product production. with research and development research
design. The results show that media physics learning games on each display are equipped with navigation
buttons, particle images and instructions. The average score of media expert validation score is 96% with
very feasible category, the average score for material expert validation is 98% with very feasible categories
and the results of the average student response are 86% with very good categories. Thus it can be concluded
that the physics characteristics of learning games is a simulation in the form of a simple game that displays
the process of changing matter visually and microscopically. Media physics game learning is worthy of being
an alternative medium in learning in the classroom.

© 2019 Universitas Negeri Semarang



Alamat korespondensi: ISSN 2252-6935
E-mail : [Link]@[Link]
Aji Pancer Agung Rino dkk / Unnes Physics Education Journal 8 (1) (2019)

PENDAHULUAN berbicara sendiri karena ketidaktertarikan


dengan pola pembelajaran yang ada. Pada
Fisika dapat diartikan sebagai ilmu umumnya ketersediaan media pembelajaran
pengetahuan tentang pengukuran, sebab segala masih sangat minim dan dibutuhkan pada
sesuatu yang kita ketahui tentang dunia fisika pelajaran fisika.
dan tentang prinsip-prinsip yang mengatur Media pembelajaran merupakan salah
prilakunya telah dipelajari melalui pengamatan- satu komponen yang sangat penting dalam
pengamatan terhadap gejala alam. (Latifah, Kegiatan Belajar Mengajar. Pemanfaatan media
2016). Konsep fisika yang sering ditemukan seharusnya bagian yang mendapat perhatian
dalam kehidupan sehari-hari adalah perubahan guru atau fasilitator dalam setiap kegiatan
wujud zat. Perubahan wujud zat sendiri bersifat pembelajaran. Oleh karena itu guru / fasilitator
mikroskopis sehinga banyak siswa yang perlu mempelajari bagaimana menetapkan
kesulitan memahami konsep dan mengalami media pembelajaran agar dapat mengefektifkan
miskonsepsi. Gonen (2010) mengatakan bahwa pencapaian tujuan pembelajaran dalam KBM.
siswa sekolah menengah atas memiliki kesulitan Menurut Estianti (2015), bahwa tanpa adanya
untuk memahami perbedaan antara suhu dan dukungan suatu media pembelajaran dalam
kalor. Chu, dkk (2012) menemukan bahwa proses belajar, kegiatan belajar mengajar yang
banyak siswa yang mengalami miskonsepsi pada hanya bertumpu pada buku pelajaran saja
materi perubahan wujud zat. Miskonsepsi yang sebagai satu-satunya sumber belajar oleh siswa,
ditemukan antara lain : (1) Jika air dipanaskan, menjadikan suasana belajar menjadi kurang
maka yang terjadi hanyalah perubahan suhu dan menarik dan menjenuhkan, sehingga
(2) Air hanya mendidih pada suhu 100oC. mengakibatkan peserta didik kurang
Iriyanti, Pramu. dkk (2012) menyatakan siswa mengembangkan kemampuan dan
menengah pertama mengalami miskonsepsi kreativitasnya. Menurut Susilana (2008)
materi pokok jenis zat, jenis miskonsepnya yang menyatakan bahwa penggunaan media
terjadi yaitu 1) Siswa mengalami miskonsepsi pembelajaran secara tepat atau sesuai dengan
pada sifat zat padat, cair dan gas. 2) Sifat partikel karakteristik peserta didik akan memperbesar
penyusun zat dianggap sama dengan zat yang kemungkinan bagi peserta didik untuk belajar
disusunnya. Quan (2011) menemukan siswa lebih baik lagi dan meningkatkan penampilan
mengalami miskonsepsi tentang perubahan dalam melakukan keterampilan. Menurut
wujud sebagai perubahan yang menghasilkan zat Calderon (2016) multimedia pembelajaran perlu
baru. Siswa menganggap gelembung-gelembung dilakukan agar sesuai dengan gaya belajar siswa,
dalam proses mendidih berisi udara, bukan uap misalnya menggunakan teknologi touchscreen,
air. Tanahoung (2010) mengunngkapkan siswa penambahan video dari kehidupan sehari-hari,
miskonsepsi bahwa logam lebih dingin daripada dan lain-lain.
kayu. Oleh karena itu, pentingnya pemilihan Media pembelajaran interaktif game
model dan media pembelajaran dalam proses sampai saat ini masih jarang dikembangkan pada
pembelajaran. pelajaran fisika terutama perubahan wujud zat.
Studi pendahuluan dilakukan oleh peneliti Menurut Salam (2015) pembelajaran kooperatif
di beberapa Sekolah Menengah Atas di Banten dengan game dipilih karena dapat meningkatkan
dengan metode survei menunjukkan bahwa saat akuntabilitas individu maupun kelompok. Cyril
ini penyampaian pelajaran fisika masih (2010) berpendapat bahwa game membantu
menggunakan model pembelajaran ekspositori untuk mengembangkan pemikiran strategis,
atau metode ceramah. Lebih buruk lagi, guru pengambilan keputusan kelompok, dan
hanya memberikan rumus-rumus tanpa keterampilan kognitif yang lebih tinggi. Game
menerangkan konsep yang jelas. Kegiatan komputer pada pembelajaran selain
diskusi kelompok berlangsung, siswa masih meningkatkan prestasi siswa dapat mengurangi
61
Aji Pancer Agung Rino dkk / Unnes Physics Education Journal 8 (1) (2019)

beban kognitif. Sisi lain, guru memiliki persepsi penelitian terdiri dari satu orang ahli media dan
positif dengan menggunakan teknologi dalam satu orang ahli materi.
pembelajaran memberikan nilai tambah dan Data penelitian yang didapatkan berupa
pengalaman tersendiri, bermain atau membuat validasi media physics game learning oleh ahli
permainan untuk memotivasi pembelajaran materi dan ahli media, angket respon oleh siswa
(Huizengan, dkk : 2017). berupa angket dan dokumentasi.
Pengembangan media visualisasi fisis
fisika diperlukan untuk membuat pembelajaran HASIL DAN PEMBAHASAN
lebih menarik dan bermakna. Salah satu cara
dengan penggunaan simulasi pada pembelajaran, Hasil analisis kebutuhan yang didapatkan
beberapa peneliti telah mempublikasikan hasil- proses pembelajaran didominasi oleh teacher
hasil pengembangan dan penyelidikan baik centered learning (guru sebagai pusat
pembelajaran sains dan umum. Hasil penelitian pembelajaran) yang artinya dalam pembelajaran
Wibowo, dkk (2016) menunjukkan virtual media guru menyampaikan informasi dan siswa hanya
dengan dual-situational learning model (DSLM) mendengarkan saja.
sangat membantu siswa pemaham konsepsi Walaupun di sekolah terdapat potensi yaitu
sains tentang fenomena pemuaian benda, terlihat adanya sarana dan prasarana yang memadai
dari hasil skor yang tinggi. Video games pada untuk pembelajaran antara lain laboratorium
pembelajaran dapat menimbulkan hasil belajar Fisika, laboratorium komputer, dan LCD tetapi
positif pada siswa ditunjukkan dengan hasil tes penggunaannya belum maksimal. Selain itu, di
yang tinggi (Janice, dkk.: 2013). Beberapa beberapa toko buku juga sudah tersedia media
simulasi pada fisika yang telah dikembangkan pembelajaran untuk materi perubahan wujud zat
yaitu Simulasi Fenomena Perubahan Wujud Zat tetapi yang menyertakan game simulasi belum
Berbais Model Partikel dengan Metode Smoothed banyak ditemukan. Berdasarkan analisis
Particle Hydrodynamic oleh Wicaksono dan kebutuhan ditindak lanjuti dengan
Iping (2010); Simulasi 3D game berbasis e- dikembangkan media physics game learning.
Learning sains oleh Liu, dkk (2017). Simulasi Desain produk media physics game learning
tentang listrik dan magnet oleh Dega, dkk (2013); disajikan sebagai berikut.
simulasi tentang suhu dan kalor oleh Viajayani,
dkk (2013); simulasi tentang dry cell Battery oleh
Wibowo, dkk (2017); Simulasi media
pembelajaran Laboratorium Virtual untuk
mengatasi miskonsepsi pada materi Fisika Inti
oleh Swandi, dkk (2014).
METODE

Penelitian ini merupakan penelitian dan


pengembangan (Research and Development) Gambar 1. Tampilan login
dengan prosedur penelitian yang dikemukakan
oleh Sadiman, dkk. (2008), model pengembangan
media pembelajaran meliputi empat langkah,
yakni (1) Analisis Kebutuhan, (2) menulis
naskah, (3) memproduksi media, (4)
mengevaluasi program media (5) produksi
produk.
Subyek uji coba (pengguna) adalah siswa
kelas XI MIPA Sekolah Menengah Atas. Validator Gambar 2. Tampilan menu utama
62
Aji Pancer Agung Rino dkk / Unnes Physics Education Journal 8 (1) (2019)

penomoran pada kompetensi dasar yang sudah


ada. (4) Mengubah gambar yang kurang bagus
pada kapur barus menjadi gambar kapur barus
seperti pada percobaan.
Setelah media diperbaiki dilaksanakan uji
respon siswa yang bertujuan mengetahui respon
siswa setelah mengunakan media physics game
Gambar 3. Tampilan menu permainan. learning.

Gambar 4. Tampilan salah satu misi.

Gambar 6. Diagram Hasil Respon Siswa


Berdasarakan diagram diatas hasil
penialaian respon siswa ditinjau aspek materi
pada media physics game learning memperoleh
nilai rata-rata 85% dengan kategori sangat baik.
Hal ini menunjukkan bahwa semua indikator
aspek materi terpenuhi dengan baik. Siswa
menyatakan simulasi yang disajikan mudah
Gambar 5. Tampilan akhir game.
dipahami. Hasil penilaian respon siswa pada
Hasil kelayakan media physics game
aspek kebahasaan memperoleh nilai 84%
learning disajikan pada tabel 1.
dengan kategori sangat baik. Pada aspek
Tabel 1. Hasil Kelayakan Media Physics Game
penyajian memperoleh nilai sebesar 88% dengan
Learning Oleh Ahli Media dan Ahli Materi
kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa
No Ahli Persentase Kriteria
aspek penyajian memiliki nilai rata-rata paling
1 Materi 98% sangat layak
tinggi Hal itu karena media physics game learning
2 Media 96% Sangat layak
disajikan menarik terdapat gambar dan simulasi
Berdasarkan tabel tersebut media physics
dengan variable yang dipilih oleh siswa. Menurut
game learning yang dikembangkan memperoleh
Rastegarpour (2012) menyatakan bahwa apabila
skor validasi ahli media sebesar 96% dengan
di dalam suatu kelas pada saat proses belajar
kategori sangat layak dan ahli materi sebesar
mengajar diberikan suatu media, maka akan
98% dengan kategori sangat layak. Media yang
meningkatkan hasil belajar siswa tersebut. Marty
telah divalidasi dari ahli perlu dilaksanakan
(2011) mengatakan pembelajaran dengan game
revisi. Revisi yang dilaksanakan yaitu (1) ketika
memebuat aktivitas belajar menjadi menarik
proses penguapan terjadi maka sedikit- sedikit
bagi siswa. Sehingga dengan adanya physics game
embun di bawah wadah terlihat beserta tampilan
learning sebagai media pembelajaran dapat
partikelnya. (2) Daftar pustaka yang tercantum
membantu siswa meningkatkan pemahaman
pada screen penyusun. (3) Pada tab menu
konsep dan meningkatkan hasil belajar.
kompetensi dasar mengubah nama tab menu
menjadi KI dan KD beserta isisnya dan

63
Aji Pancer Agung Rino dkk / Unnes Physics Education Journal 8 (1) (2019)

Everyday Contexts. International Journal of


Science Education Vol.34 No.10.
SIMPULAN
Dega, B. G., Kriek, J. & Mogese, T. F. (2013). Students’
Berdasarkan hasil penelitian dan
Conceptual Change in Electricity and
pembahasan, maka dapat diambil simpulan
Magnetismusing Simulations: A Comparison
sebagai berikut: of Cognitive Perturbation and Cognitive
1. Karakteristik media physics game learning Conflict. Journal of Research in Science
adalah Teaching, Vol. 50 (6)
 sebagai salah satu media alternatif
pembelajaran fisika berupa simulasi Estianti, Wahyu, Arif Widiatmoko, dan Sarwi. 2015.
game sederhana yang memperlihatkan Pengembangan Media Permainan Kartu
Uno Untuk Meningkatkan Pemahaman
proses perubahan wujud zat secara
Konsep dan Karakter Siswa Kelas VIII Tema
visual dan mikroskopis.
Optik. Unnes science education journal. Vol.
 Media yang dapat diubah variabelnya 4, (1)
oleh pengguna dengan memilih massa
zat yang bernilai 0,1 kg dan 0,2 kg pada Gonen, Selahattin. Serhat Kocakaya. 2010. A Cross-Age
proses mencair, membeku dan Study in the Understanding of Heat and
menguap. Temperature. Eurasian Journal Physics
2. Media physics game learning yang Chemistry Education 2(1):1-5
dikembangkan memperoleh hasil uji ahli
Huizenga, J.C.,dkk. 2017. Teacher perceptions of the
media pembelajaran nilai rata-rata yang
value of game-based learning in secondary
diperoleh adalah 96% dan nilai rata-rata education. Computers & Education. Vol.20
ahli materi pembelajaran adalah 98%
dengan kategori “sangat layak”. Hasil uji Iriyanti, Pramu. N,. Dkk. 2012. Identifikasi Miskonsepsi
respon siswa pada siswa SMA kelas XI Pada Materi Pokok Wujud Zat Siswa Kelas
sejumlah 24 orang memperoleh skor Vii Smp Negeri 1 Bawang Tahun Ajaran
dengan rata-rata sebesar 86% dengan 2009/2010. Jurnal Pendidikan Kimia. Vol 1.
kategori “sangat baik”. Media physics game (1)

learning layak dijadikan sebagai salah satu


Janice, dkk. 2013. Learning Physics with Digital Game
media alternatif pembelajaran fisika berupa
Simulations in Middle School Science.
simulasi game sederhana yang Springer sains. Vol 10956-013-9438-8.
memperlihatkan proses perubahan wujud
zat secara visual dan mikroskopis. Latifah, Lutfatul. 2013. Metode Diskusi Kelompok
Berbasis Inquiri Untuk Meningkatkan Hasil
DAFTAR PUSTAKA Belajar Fisika Di Sma. Jurnal Ilmiah guru
COPE. Vol.1.
Calderon, Cordova. C., dkk .2016. “Design of a machine
Liu, Dofeng, dkk. 2017. Intelligent tutoring Module for
vision applied to educational board game”
a 3Dgame-based science e-learning
Journal Information Technology and
platform. Intelegencia artificial Vol 20 (60).
Science. Vol.75.

Marty, J.-C. and T. Carron, “Observation of collaborative


Cyril, Brom, dkk. 2010. Implementing Digital Game-
activities in a game-based learning
Based Learning in Schools: Augmented
platform,” IEEE Trans. Learn. Technol., vol.
Learning Environment of ‘Europe 2045’.
4, no. 1, pp. 98–110, 2011.
Volume 6, 23-41.

Quan, Gina. 2011. Improvements of Student


Chu, Hye Eun, dkk. 2012. Evaluation of Student’s
Understanding of Heat and Temperature.
Understanding of Thermal Concepts in
Journal of University of Washington
64
Aji Pancer Agung Rino dkk / Unnes Physics Education Journal 8 (1) (2019)

Research Experience for Undergraduates Inti di SMAN 1 Binamu, [Link]


2011 and The Physics Education Group. Fisika Indonesia. Vol 18. No 52.

Rastegarpour, Hasan and Poopak Marashi. 2012. The Tanahoung, Choksin. 2010. Probing Thai Freshmen
Effect of Card Games and Computer Games Science Student’s Conceptions of Heat and
on Learning of Chemistry Concepts. Journal Temperature Using Open-ended questions: A
Social and Behavioral Science. 31 case study. Eurasian J. Physics Chemistry
Education Vol. 2.(2)
Sadiman, Arief S., dkk. 2008. Media Pendidikan:
Pengertian, Pengembangan dan Viajayani, Eka Renny., dkk. 2013. Pengembangan
Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Media Pembelajaran Fisika Menggunakan
Persada Macromedia Flash Pro 8 pada Pokok
Bahasan Suhu Dan Kalor. Jurnal Pendidikan
Salam, S. Hossain, A. dan Rahman, S. 2015. Effects of Fisika. Vol 1. No.1.
using Teams Games Tournaments (TGT)
Cooperative Technique for Learning Wibowo, Frmanul C., dkk . 2017. Effectiveness of Dry
Mathematics in Secondary Schools of Cell Microscopic Simulation (DCMS) to
Bangladesh. Malaysian Online Journal of Promote Conceptual Understanding about
Educational Technology. Vol 3 (3). Battery. Journal of Phyiscs: Conference.
Series. 887 012009.
Susilana dan Riyana. 2008. Media
Pembelajaran:Hakikat pengembangan, Wicaksono, T.B. dan Iping S.S. 2010. Simulasi
Pemanfaatan, dan Penilaian. Bandung: Fenomena Perubahan Wujud Zat Berbasis
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Model Partikel dengan Metode Smoothed
Pendidikan FIP UPI. Particle Hydrodynamic. Conference Series
.2087-3328.
Swandi, Ahmad., dkk. 2014. Pegembangan Media
Pembelajaran Laboratorium Virtual untuk
Mengatasi Miskonsepsi Pada Materi Fisika

65

Anda mungkin juga menyukai