0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan6 halaman

Proposal Bantuan Ternak Sapi Bantaeng

Proposal ini meminta bantuan pemerintah kabupaten untuk memberikan sapi kepada kelompok peternak di desa tertentu guna mendukung program pemerintah provinsi meningkatkan produksi daging sapi. Proposal ini menjelaskan rencana pembangunan kandang, persyaratan bibit, dan tata kelola sapi bantuan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan6 halaman

Proposal Bantuan Ternak Sapi Bantaeng

Proposal ini meminta bantuan pemerintah kabupaten untuk memberikan sapi kepada kelompok peternak di desa tertentu guna mendukung program pemerintah provinsi meningkatkan produksi daging sapi. Proposal ini menjelaskan rencana pembangunan kandang, persyaratan bibit, dan tata kelola sapi bantuan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN BANTAENG

DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN


KABUPATEN BANTAENG
Jl. Andi Manappiang Tlp. (0413) 22383 Kab. Bantaeng
Bantaeng, 18 Desember 2019

Nomor : 020 / /XII/2019


Lampiran : 1 (satu) rangkap Kepada :
Perihal : PROPOSAL BANTUAN TERNAK SAPI Yth. Bapak Kepala Dinas
Peternakan Dan Hewan
Provinsi Sulawesi Selatan
Di_
Makassar
Assalamu alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Bersama ini disampaikan Proposal Bantuan Ternak Sapi
dalam rangka mendukung Gerakan Terpadu Membangun Desa ( Getar Bandes ) Sektor Peternakan di
kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebagai bahan informasi, kami perlu sampaikan kepada Bapak Kepala Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan bahwa Bantuan Ternak Sapi di Kabupaten Bantaeng masih
perlu peningkatan dalam rangka mendukung Terget Kelahiran Sapi Produktif sebesar 15% di Kabupaten
Banteng tahun 2020.

Sehubungan dengan itu, maka di mohon perhatian Bapak Kepala Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan untuk memberikan Prioritas Kegiatan Bantuan Ternak Sapi
pada kelompok …………………………….. kel/Desa………………………. Kecamatan………………… Kabupaten
Bantaeng , Sumber Anggaran Dana Bantuan Sosial APBN-P Kementrian Pertanian TA.2020.

Demikian kami ajukan proposal kehadapan bapak, atas perhatian dan bantuannya, diucapkan
Terima Kasih.

KEPALA DINAS

(…………………………………………)
PENDAHULUAN

Bibit ternak merupakan salah satu sarana produksi yang memiliki peran yang sangat penting dan
stategis dalam upaya meningkatkan jumlah dan mutu produksi ternak dan sebagai salah satu faktor
dalam penyediaan pangan asal ternak yang berdaya saing tinngi. Untuk dapat menghasilkan bibit ternak
yang unggul dan bermutu tinggi diperlukan proses manajemen pemeliharaan, pemulianiakan
(breending), pakan dan kesehatan hewan ternak yang terarah dan berkesinambungan.

Produksi bibit ternak tersebut diarahkn agar mampu menghasilkan bibit ternak yang memenuhi
persaratan mutu untuk didistribusikan dan dikembangkan lebih lanjut oleh instansi Pemarintah,
masyarakat maupun badan usaha lainnya yang memerlukan dalam upaya pengembangan perternakan
secara berkelanjutan dan berdaya saing.

Sejalan dengan berkembangnya jumlah penduduk yang Semakin meningkat serta didorong pula
dengan makin berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sangat berpengaruh pada pola
kehidupan masyarakat untuk meningkatkannya derajat/tingkat social ekonomi dan keluarganya. Unyuk
membentuk derajat/tingkat ekonomi tersebut, dipenuhi oleh daya adopsi dan inovasi masyarakat
tentang sesuatu pembaharuan pada setiap sector/ bidang ekonomi yang dapat memberikan konstibusi
pendapat keluargannya. Sub sector pertanian dan peternakan merupakan sub sector pembangunan
ekonomi pedesaan yang tersediaan bagi masyarakat untuk digalih dan dikembangkan melalui usaha
agribisnis sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi kebutuhan masyarakat tani.

Keberhasilan pembangunan Peternakan ditentukan oleh 5 (Lima) Dimensi Peternakan yang


saling berkait, yaitudimensi pembibitan, Budidaya, pakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat
Veterinner. Dimensi yang pertama adalah pembibitan yang perlu mendapatkan perhatian utama guna
mendukung mendukung Kebijakan Program Swasembendaya daging Sapi dan Kerbau (PSDSK) 2014 yang
merupakan salah satu program prioritas Kementrian Pertanian.

Penyediaan benih dan bibit ternak unggul, selain dilakukan oleh swasta (perusahaan) dan
masyarakat, juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Hal ini sesuai dengan UU No. 18 tahun 2009,
pasal 13 ayat (2), yaitu Pemerintah berkewajiban untuk melakukan pengembanggan usaha pembenihan
dan pembibitan dengan melibatkan peran serta masyarakat untuk menjamin ketersediaan benih dan
bibit. Pembibitan pemerintah dilakukan oleh Unit Pembibitan ternak (UPT) dan UPTD (Daerah).
Pemenuhan kebutuhan bibit dalam negeri melalui : (i) Penjaringan dilakukan dengan menjaring ternak
masyarakat sesuai standar untuk dikembangkan lebih lanjut. Proses pengujian oleh UPT/UPTD; dan (ii)
Penyediaan Oleh UPT/UPTD, produksi bibit memenuhi standar disebarkan kepada masyarakat.

Pembibitan yang melakuakan penyediaan benih adalah B/BIB Nasional, BIB daerah dan BET,
sedangkan penyediaan bibit ternak dilakukan oleh BPTU/UPTD, yang kesemua itu harus saliang
bersenergi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan akan benih dan bibit ternak. Pada
kenyataannya bahwa benih dan bibit ternak masih sering mengalami permasalahaan yang sama dari
tahun ke tahun yaitu tidak tersedianya benih dan bibit ternak yang baik dalam jumlah maupun mutunya.

Dalam rangka mendukung ketersediaan benih dan bibit ternak berkualitas dalam jumlah yang
cukup, mudah diperoleh dan dijangkau serta terjamin kontinuitasbya dengan mengoptimalkan sumber
daya local, maka perlu dilakukan kegiatan Penguatan Unit Pembibitan melalui kelompok tani/petani
yang ada di pedesaan dalam rangka mendukung “Peternakan Sapi Produktif”
SASARAN YANG DICAPAI
Adapun Sasaran yang ingin dicapai melalui Penyelamatan Betina Produktif antara lain:
1. Upaya Bantuan Ternak Sapi diperdesaan dalam rangka mendukung program pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan Swasenbada daging.
2. Terbentuknya Kelompok Peternak yang berupaya menyelamatkan Sapi Betina Produktif
3. Meningkatnya populasi ternak melalui kontribusi kelahiran.
TATA LAKSANA BANTUAN TERNAK SAPI
1. PRASARANA
a) Lokasi, sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencana Detail Tata Ruang
(RDTR)bdan memenuhi Upaya Kelestarian Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UKL/UPL).
b) Lahan, yang dipergunakan untuk Bantuan Ternak Sapi harus memenuhi persyaratan bebas dari
microorgabisme yang membahayakan kesehatan manusia dan kesehatan hewan.
c) Air, harus tersedia yang cukup untuk minum dan membersihkan kendang.
d) Listrik, tersedia sumber tenaga listrik yang memadai dan terjamin pasokannya.
e) Jalan, mempunyai askes transpotasi untuk sarana produksi.
2. SARANA
a) Bagunan, jenis dan desain bangunan harus sesuai dengan peruntukan dan kapasitasnya.
b) Peralatan, jenis spesifikasi sesuai dengan peruntukannya.
3. PROSES PRODUKSI
a) Bibit, komoditi bibit yang dikembangkan harus bibit asli atau local yang memenuhi persyaratan
mutu. Produksi benih atau bibit yang diedarkan harus memenuhi pesyaratan mutu pakan. Pakan
yang telah dimasukkan kelokasi pembibitan, sisanya tidak boleh dikeluarkan dari lokasi
pembiitan.
b) Pakan, pakan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan mutu pakan. Pakan
yang telah dimasukkan kelokasi pembibitan, sisanya tidak boleh dikeluarkan dari lokasi
pembibitan.
c) Pemeliharaan bibit, system pemeliharaan secara intensif disesuaikan jenis dan umur ternaknya.
4. BIOSEKURITI
Untuk mencegah kemungkinan terjadinya kontak/penularan bibit penyakit hewan pada ternak,
dilakukan tindakan sebagai berikut:
a. Lokasi pembibitan harus memiliki pagar untuk memudahkan kontrol keluar masuknya individu,
kendaraan, barang serta mencegah masuknya hewan lain.
b. Setiap individu sebelum masuk ke unit kendang harus melalui ruang sanitasi untuk disemprot
dengan desenfeksi atau atau mencelupkan kaki ke bak cuci yang telah diberi disinfektans.
c. Pengunjung yang hendak masuk lokasi pembibitan harus meminta izin dan mengikuti peraturan
yang ada.
Demikianlah Proposal Bantuan Peternakan Sapi ini kami buat dengan harapan mendapat respon
yang postif dari pihak yang terkait.
Bantaeng, ……………………..

PPL KEL/DESA KETUA KELOMPOK TANI

(…………………….) (…………………………………..)

Mengetahui:

LURAH/ DESA ……………

(………………………………..)
CALON PETANI CALON LAHAN (CPCL)
BANTUAN TERNAK SAPI DALAM RANGKA MENDUKUNG PROGRAM GUBERNUR PROVINSI SULAWESI SELATAN
“GERAKAN TERPADU MEMBANGUN DESA”
KELOMPOK………………………..
KEL/DESA……………………….. KEC………………………… KAB. BANTAENG PROVINSI SULAWESI SELATAN

No NAMA PETANI/ PETERNAK LUAS LAHAN (HA) KETERANGAN


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
TOTAL

Bantaeng, ………………………

PPL KEL/DESA KETUA KELOMPOK TANI

(……………………….) (……………………………………)

Mengetahui:

LURAH/DESA

(………………………)
DOKUMENTASI RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN KANDANG SAPI
” BANTUAN TERNAK SAPI ”
DALAM RANGKA MENDUKUNG PROGRAM GUBERNUR PROVINSI SULAWESI SELATAN

Anda mungkin juga menyukai