0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
244 tayangan16 halaman

Kesetimbangan Kimia dalam Reaksi

Makalah ini membahas tentang kesetimbangan kimia, meliputi pengertian kesetimbangan kimia, jenis sistem kesetimbangan (homogen dan heterogen), dan penerapan reaksi kesetimbangan di industri.

Diunggah oleh

Dhani Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
244 tayangan16 halaman

Kesetimbangan Kimia dalam Reaksi

Makalah ini membahas tentang kesetimbangan kimia, meliputi pengertian kesetimbangan kimia, jenis sistem kesetimbangan (homogen dan heterogen), dan penerapan reaksi kesetimbangan di industri.

Diunggah oleh

Dhani Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

KIMIA DASAR

KESETIMBANGAN KIMIA

DOSEN:

Ir. Jalaluddin, MT.

(NIP.196612312001121046)

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 2
 Muhammad Dhani Maulana (190140126)
 Tiara Zahrah Lubis (190140127)
 Ulfia Fitrah (190140128)
 Melati Zaldia Putri (190140129)
 Dina Septia (190140130)

UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK KIMIA
KELAS A5
2019

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Makalah ini berjudul “ Kesetimbangan Kimia“. Makalah ini bertujuan untuk
memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah Kimia Dasar.

Kami menyadari di dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari


kesempurnaan serta banyak kekurangannya baik dari segi tata bahasa maupun dalam
hal yang lain, kepada dosen serta teman-teman sekalian, untuk itu besar harapan kami
jika ada kritik maupun saran dari dosen maupun teman-teman sekalian yang
membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makalah kami.

Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah mudah-
mudahan apa yang kami susun memberikan manfaat baik untuk pribadi, teman-teman,
serta orang lain yang membacanya.

Lhokseumawe , 23 September 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………….i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………ii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………….iii

[Link] BELAKANG………………………………………………...1

[Link] MASALAH……………………………………………...2

[Link] DAN MANFAAT…………………………………………..2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………

2.1. Pengertian Kesetimbangan Kimia……………………………………3

2.2. Jenis Sistem Kesetimbangan…………………………………………3

2.3. Penerapan Reaksi Kesetimbangan di Industri………………………..7

2.4. Kesetimbangan Dinamis dalam Kehidupan sehari…………………..8

BAB III PEMBAHASAN………………………………………………….

3.1 Soal Kesetimbangan Kimia……………………………………………9

BAB IV KESIMPULAN

3.1. KESIMPULAN……………………………………………………….,13

3.2. SARAN………………………………………………………………..13

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………..14

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di alam sekitar kita banyak terjadi reaksi-reaksi kimia, seperti fotosintesis.


Fotosintesis adalah proses kimia yang mengubah karbon dioksida dan air menjadi
karbohidrat dan oksigen, di mana reaksi ini berkataliskan klorofil dan menggunakan
sinar matahari sebagai energi untuk reaksi.
6 CO2(g)+ 6 H2O(l)--> C6H12O6(s)+ 6 O2(g)
glukosa
Reaksi pembakaran bahan bakar bensin menghasilkan energi untuk menjalankan
kendaraan. Reaksi perkaratan logam (misal besi) terjadi karena reaksi antara logam
dengan oksigen di udara. Amoniak merupakan hasil industri kimia yang sangat penting.
Reaksi kesetimbangan nitrogen dan hidrogen pada kondisi standar (STP) menghasilkan
amoniak dengan kualitas yang kurang baik. Produk amoniak dikembangkan dengan
menggunakan suhu dan tekanan tinggi.
Pada dasarnya, istilah kesetimbangan berhubungan dengan apa yang kita sebut
”keseimbangan kimia” akan tetapi, keseimbangan ini merupakan keseimbangan Mekanik.
Ketika suatu reaksi kimia berlangsung dalam sebuah bejana yang mencegah masuk atau
keluarnya zat-zat yang terlibat dalam reaksi tersebut. Maka besaran-besaran (kuantitas-
kuantitas) dari komponen-komponen reaksi tersebut berubah ketika beberapa komponen
tersebut digunakan dan komponen lainnya terbentuk. Setelah komposisinya tetap selama
sistem tersebut tidak terganggu, sehingga sistem tersebut kemudian di katakan berada
dalam keadan kesetimbangan atau lebih sederhana ”berada dalam kesetimbangan” dengan
kata lain, sebuah reaksi kimia berada dalam kesetimbanagan ketika tidak ada
kecenderungan kuantitas-kuantitas zat-zat peraksi dan zat hasil reaksi untuk berubah.
B. Rumusan Masalah
Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, agar dalam penulisan ini
memperoleh hasil yang diinginkan, maka penulis mengemukakan beberapa rumusan
masalah. Rumusan masalah tersebut adalah :
a. Bagaimana konsep keadaan kesetimbangan kimia ?

4
b. Apa perbedaaan kesetimbangan homogen dan heterogen ?
c. Bagaimana cara menghitung tetapan kesetimbangan suatu reaksi kimia?
d. Bagaimanakah penerapan kesetimbangan kimia dalam industri ?
e. Apa sajafaktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia ?

C. Tujuan dan Manfaat


Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dan manfaat dari penyusunan
makalah ini adalah :
a. Untuk menjelaskan keadaan kesetimbangan kimia
b. Untuk mengetahui perbedaan kesetimbangan homogen dan heterogen dalam suatu
reaksi kimia
c. Untuk mengetahui perhitungan tetapan kesetimbangan suatu reaksi kimia
d. Untuk mengetahui penerapan reaksi kesetimbangan di industri
e. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kesetimbangan Kimia


Kesetimbangan kimia adalah ilmu yang mempelajari semua proses yang dapat
berlangsung dua arah, artinya proses atau reaksi yang dapat balik. Keadaan
kesetimbangan kimia diperlihatkan pada contoh dibawah ini :
Ag+ + Fe2+ ↔ Ag + Fe3+
Tanda panah kedua arah yang berlawanan menunjukkan bahwa reaksi dapat dibalik
atau terjadi reaksi yang setimbang. Saat keadaan setimbang, tidak akan terjadi
perubahan secara makrokopis, artinya perubahan yang dapat diamati atau diukur,
tetapi reaksi terus berlangsung dalam dua arah dengan kecepatan yang sama. Jadi
kesetimbangan kimia bersifat dinamis, jika ion Ag+ dan Fe2+ dicampur, laju perubahan
Ag+ dan Fe2+ setiap saat selalu berubah.
Jika suatu kimia telah mencapai keadaan kesetimbangan maka konsentrasi
reaktan dan produk menjadi konstan sehingga tidak ada perubahan yang teramati

5
dalam sistem. Meskipun demikian, aktivitas molekul tetap berjalan, molekul-molekul
reaktan berubah mnjadi produk secara terus-menerus sambil molekul-molekul produk
berubah menjadi reaktan kembali dengan kecepatan yang sama.
Sedikit sekali reaksi kimia yang berjalan ke satu arah saja, kebanyakan adalah
reaksi dapat balik. Pada awal reaksi dapat balik, reaksi berjalan ke arah pembentukan
produk. Sesaat setelah produk tersebut, pembentukan reaktan produk juga mulai
berjalan. Jika kecepatan reaksi maju dan reaksi balik adalah sama, dan dikatakan
bahwa kesetimbangan kimia telah dicapai. Harus diingat bahwa kesetimbangan kimia
melibatkan beberapa zat yang berbeda sebagai reaktan dan produk. Kesetimbangan
antara dua fase zat-zat yang sama disebut kesetimbangan fisika, perubahan yang
terjadi adalah proses fisika.

Jadi kesetimbangan reaksi disebut juga dengan kesetimbangan dinamis.


Kesetimbangan dinamis adalah pada keadaan-keadaan setimbang reaksi tidak diam
(statis), tetapi terjadi dua reaksi berlawanan arah yang mempunyai laju reaksi sama.
Pada keadaan tidak setimbang ini tidak terjadi lagi perubahan bersih dalam sistem
reaksi. Misalnya kesetimbangan dinamis yang diasumsikan dalam kehidupan sehari-
hari.
Air dipanaskan dalam wadah tertutup sampai air menguap. Pada saat air
menguap, uap air tertahan pada permukaan tutup wadah. Selanjutnya, uap air tersebut
akan mengalami kondensasi,yaitu uap air menjadi cair kembali, kemudian jatuh
kedalam wadah. Pada wadah tersebut terjadi dua proses yang berlawanan arah, yaitu
proses penguapan yang arahnya keatas dan proses kondensasi yang arahnya kebawah.
Pada saat tertentu laju proses penguapan dan laju proses kondensasi akan sama. Hal
itu dapat kita lihat volume air dalam wadah tersebut adalah tetap. Keadaan seperti itu
disebut kesetimbangan dinamis.

B. Jenis Sistem Kesetimbangan


1. Kesetimbangan Homogen
a. Tetapan kesetimbangan

6
Kesetimbangan homogen adalah suatu kesetimbangan yang hanya terdiri
atas satu fasa atau reaksi dalam dimana semua spesies pereaksi ada dalam fase
yang sama . Salah satu contoh kesetimbangan homogen yaitu :
H2O + I2 ↔2HI
2SO2 + O2 ↔ 2SO3
Gas A dan B bereaksi membentuk C dan D. Pada saat setimbang,
kecepatan reaksi pembentuk gas C dan D adalah sama dengan pembentukan gas
A dan B. Reaksi ini dapat dinyatakan dengan persamaan :
A(g) + B(g) ↔ C(g) + D(g)
V1 adalah kecepatan reaksi pembentukan gas C dan D. V2 adalah kecepatan reaksi
pembentukan gas A dan B.
Pada saat setimbang :
[C][D]
K = [A][B]

Harga K adalah tetap pada temperatur tertentu yang sama. Untuk reaksi pada
temperatur tetap, secara umum dinyatakan dengan persamaan :
mA + nB ↔ pC + qD
[𝐂]𝐩 [𝐃]𝐪
Kc= [𝐀]𝐦 [𝐁]𝐧

b. Hubungan Kp dan Kc
Persamaan keadaan gas ideal dapat ditulis sebagai berikut :
P = ( n/V ) RT
Karena ( n/V ) = konsentrasi (C), maka P = CRT
Untuk reaksi A(g) + B(g) ↔ C(g) + D(g)
Harga Kp menjadi :
Kp = Kc x (RT)∆n
c. Prinsip Le Chatelier
SeorangkimiawanberkebangsaanPerancis, pada tahun 1884, Henri Le
Chatelier,menemukan bahwa jika reaksi kimia yang setimbang menerima
perubahan keadaan (menerima aksi dari luar), reaksi tersebut akan menuju pada
kesetimbangan baru dengan suatu pergeseran tertentu untuk mengatasi
perubahan yang diterima (melakukan reaksi sebagai respon terhadap perubahan
yang diterima).

7
1. Pengaruh konsentrasi
Jika konsentrasinya diperbesar pada salah satu zat maka reaksi
bergeser dari arah zat tersebut, sedangkan bila konsentrasinya diperkecil maka
reaksi akan bergeser ke arah zat tersebut.
2. Pengaruh tekanan dan volume
Perubahan tekanan hanya berpengaruh pada sistem gas, berdasarkan
hukum boyle bila tekanan gas diperbesar maka volumenya diperkecil,
sedangkan bila tekanan gas diperkecil maka volume gas diperbesar,
berdasarkan persamaan gas ideal :
PV = nRT
bahwa tekanan berbanding lurus dengan jumlah mol gas. jika mol gas
bertambah maka tekanan akan membesar, sebaliknya bila jumlah mol gas
berkurang maka tekanan akan menjadi kecil. Dengan demikian jika tekanan
diperbesarmakareaksiakanbergeserkearahjumlahmol gas yang
lebihkecildanjugasebaliknya.
Contoh : 2SO2(g) + O2(g) ↔ 2SO3(g)
Pada temperatur tetap, apabila tekanan dinaikkan, kesetimbangan akan
bergeseer ke arah hasil reaksi sehingga volume akan berkurang dan
mengurangi kenaikan tekanan. Bila tekanan diturunkan kesetimbangan
bergeser ke arah pereaksi atau ke arah jumlah molekul yang banyak.
3. Pengaruh Suhu
Jika suhu dinaikkan maka reaksi akan bergeser kearah reaksi endoterm,
sedangkan jika suhu diturunkan maka reaksi akan bergeser kearah eksoterm.
Contoh : N2(g) + 3H2(g)<--> 2NH3(g) H= - 92 kJ
Bila suhu diubah dari 500° menjadi 1200° maka kesetimbangan kearah
endoterm atau kekiri.
4. Katalis
Katalishanyaberfungsiuntukmempercepattercapainyakesetimbanganki
mia. Dalam suatu sistem kesetimbangan, suatu katalis menaikkan kecepatan
reaksi maju dan reaksi balik dengan sam kuatnya. Suatu katalis tidak
mengubah kuantitas relatif yang ada dalam kesetimbangan, nilai tetapan

8
kesetimbangan tidaklah [Link] mempengaruhi laju reaksi maju sama
besar dengan reaksi balik.

2. Kesetimbangan Heterogen
Sistem kesetimbangan heterogen adalah suatu sistem kesetimbangan yang
komponen zatnya mempunyai fasa berbeda atau lebih dari satu. Contoh :
CaCO3(p) ↔ CaO(p) + CO2(g)
2BaO2(g) ↔ 2BaO(p) + O2(g)
Harga tetapan kesetimbangan tekanan atau Kp = P
CuO(p) + H2(g) ↔ Cu(p) + H2O(g)
Adalah
𝐏𝐇𝟐𝐎
𝐊𝐩 =
𝐏𝐇𝟐
Misal :
2SO2(g) + O2 ↔ 2SO3(g)
[𝐏𝐒𝐎𝟑 ]𝟐
𝐊𝐩 =
[𝐏𝐒𝐎𝟐 ]𝟐 [𝐏𝐎𝟐 ]

Kuantitas yang diperoleh melalui pemasukan harga konsentrasi awal spesies-


spesies ke dalam pernyataan konstanta kesetimbangan disebut hasil bagi reaksi (Qc).
Untuk menentukan arah pergeseran reaksi untuk mencapai kesetimbangan, kita harus
membandingkan harga Qc dan Kc. Ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi :
1. Qc > Kc harga perbandingan konsentrasi awal produk terhadap reaktan adalah cukup
besar. Untuk mencapai kesetimbangan maka produk harus berubah menjadi reaktan.
Proses berjalan dari ke kiri.
2. Qc = Kc konsentrasi mula-mula adalah sama dengan konsentrasi pada kesetimbangan
berarti telah tercapai kesetimbangan.
3. Qc < Kc harga perbandingan konsentrasi awal produk terhadap reaktan adalah cukup
kecil. Untuk mencapai kesetimbangan maka reaktan harus berubah menjadi produk.
Proses berjalan dari ke kanan.

9
C. Penerapan Reaksi Kesetimbangan di Industri
1. Pembentukan Amonia dengan proses Haber-Bosch
Proses Haber Bosch dalam bidang industri contohnya pada pembuatan amonia
(NH3) merupakan senyawa nitrogen yang sangat penting bagi kehidupan, teutama
sebagai bahan pembuatan pupuk dan sebagai pelarut yang baik untuk berbagai
senyawa ionik dan senyawa polar. Amonia dibuat berdasarkan reaksi antara gas
nitrogen dengan hidrogen.
2. Pembentukan Belerang Trioksida (SO3) pada proses kontak
2SO2(g) + O2(g) ↔ 2SO3(g) + 42.000 kal

Reaksi ini menyerupai sintesis amonia karena reaksi yang terjadi adalah eksoterm dan
terjadi penurunan volume. Untuk mengatasi SO3 yang optimum operasi/reaksi
dilakukan pada temperatur rendah, tekanan tinggi, dan gas oksigen atau SO2
berlebihan, tetapi proses tidak ekonomis karena laju reaksinya rendah.
3. Pembentukan Nitrogen Oksida ( Proses Birkland-Eyde )
N2 + O2(g) ↔ 2NO – 43.250 kal

Reaksi pembentukan NO merupakan reaksi eksoterm, maka jika temperatur


dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah penyerapan kalor atau ke arah
reaksiendoterm. Dengan demikian, pembentukan NO akan bertambah pada kenaikan
temperatur. Selain itu, hasil NO semakin bertambah bila gas N2 dan O2 berlebihan.
4. Pembuatan asam sulfat menurut proses kontak
Asam sulfat digunakan pada industri baja untuk menghilangkan karat besi
sebelum baja dilapisi timah atau seng. Pada pembuatan zat warna, obat-obatan; pada
proses pemurnian logam dengan cara elektrolisis; pada industri tekstil, cat, plastik,
akumulator, bahan peledak, dan lain-lain. Pendeknya, banyaknya pemakaian asam
sulfat di suatu negara telah dipakai sebagai ukuran kemakmuran negara tersebut.

10
D. Kesetimbangan Dinamis dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal dialam yang mengalami kesetimbangan


dinamis. Contoh beberapa proses yang termasuk kedalam proses kesetimbangan dinamis
yaitu sebagai berikut :

 Proses pemanasan air dalam wadah tertutup


 Proses pelarutan zat padat dalam air, misalnya garam AgCl dilarutkan dalam air
sehingga padatan AgCl sebagian melarut kedalam air. Pada waktu AgCl sudah
melarut, terjadi lagi reaksi pembentukan padatan AgCl yang disebut proses
pengendapan. Hal itu berarti dalam sistem terjadi dua proses yang berlawanan arah,
yaitu proses pelarutan AgCl yang arahnya kekanan dan proses pengendapan AgCl
yang arahnya kekiri. Pada saat tertentu laju proses pelarutan (V1) akan sama dengan
laju proses pengendapan (V2).Keadaan seperti itu disebut kesetimbangan dinamis.
Pada keadaan setimbang V1=V2. Hal itu dapat dituliskan sebgai berikut.
AgCl (g)⇋ Ag+ + Cl-
 Proes penguapan air dari permukaan bumi dengan proses turunnya hujan merupakan
kesetimbangan dinamis. Jika dalam kurun waktu tertentu jumlah air yang menguap
dari permukaan bumi sama dengan jumlah air yang jatuh ke permukaan bumi melalui
turunnya hujan, maka kesetimbangan air di alam dapat dipertahankan. Akan tetapi,
kenyataan yang dihadapi oleh manusia pada masa sekarang ini sangat berbeda
dengan kesetimbangan dinamis yang kita bicarakan sebelumnya musim kemarau
berkepanjangan mengakibatkan banyak tanaman mengalami kekeringan,lalu mati
sehingga manusia menderita kelaparan. Sebaliknya hujan yang terus menerus
menyebabkan bencana banjir yang mengakibatkan banyak manusia meninggal dan
banyak rumah yang hanyut terbawa arus banjir.

E. Contoh Soal dan Pembahasan


1. Satu mol A dan B direaksikan sampai mencapai kesetimangan
A(g) + B(g) <-> C(g) + D(g). Pada saat setimbang, didapat zat A = 0.33mol. Hitung
tetapan kesetimbangannya (Kc)!

11
Jawab :
A(g) + B(g) <-> C(g) + D(g)
Mula-mula : 1 1
Bereaksi : 0.67 0.67 0.67 0.67
__________________________ _
Seimbang : 0.33 0.33 0.67 0.67
[C][D]
K = [A][B]
[0,67][0,67]
= [0,33][0,33]

= 4,122

2. Pemanasan gas SO3 dalam ruang tertutup pada temperatur tertentu menghasilkan
O2 sebanyak 20% volume. tentukan derajat disosiasi SO3
Jawab :
SO3 ↔ SO2 + ½ O2
Mula-mula : 80 - -
Bereaksi : 40 40 20
——————————-
Setimbang : 40 40 20

mol zat terlarut


α = 𝑚𝑜𝑙 𝑚𝑢𝑙𝑎−𝑚𝑢𝑙𝑎
40
α = 80

α = 0,5

3. Pada Pemanasan 1 mol gas SO3 dalam ruang yang volumenya 5 liter diperoleh gas o2
sebanyak 0.25 mol. Pada keadaan tersebut tetapan kesetimbangan Kc adalah…
Jawab :

2SO3 ⇌ 2SO2 + O2

M: 1 – -

12
B: 0.5 0.5 0.25__

S: 0.5 0.5 0.25

[SO3]= 0.5 / 5 = 0.1 M

[SO2] = 0.5 / 5 = 0.1 M

[O2] = 0.25 / 5 = 0.05 M

[SO2]2 .[O2]
Kc = [SO3]2
[0.1]2 .[0,1]
Kc = [0.05]2

Kc = 0,05

4. Pada Suatu reaksi kesetimbangan 2Al(s) + 3H2O ⇌ Al2O3(s) + 3H2

Mula-mula terdapat 1 mol Al dan 1 mol uap air. Setelah kesetimbangan tercapai
terdapat 0.6 mol hz. Harga tetapan kesetimbangan adalah…

2Al(s) + 3H2O ⇌ Al2O3(s) + 3H2

M: 1 1 – -

B: 0.4 0.6 0.2 0.6

S: 0.6 0.4 0.2 0.6

[H2]3
Kc = [H2O]3
[0,6]3
Kc = [0,4]3

= 3,375

5. Sebanyak 0,4 mol HI di masukan ke dalam bejana 1 liter, sehingga terjadi


kesetimbangan menurut persamaanberikut:2HI ⇋ H2 + I2 .
Jika derajat dissosiasi HI diketahui sama dengan 0,[Link] harga Kc ?

13
Jawab :
2HI ⇋ H2+ I2 .

M: 0,4 - -

B: 0.1 0.05 0.05__

S: 0.3 0.05 0.05

mol zat terlarut


α= 𝑚𝑜𝑙 𝑚𝑢𝑙𝑎−𝑚𝑢𝑙𝑎
mol zat terlarut
0,25 = 0,4

Mol terlarut = 0,1 mol

[H2][I2]
Kc = [HI]2
[0,05][0,05 ]
Kc = [0,3]2

Kc = 0,028

14
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesetimbangan akan terjadi bila suatu reaksi kimia dapat berlangsung dua arah. Pada
saat kesetimbangan tercapai, kecepatan reaksi ke kiri adalah sama dengan kecepatan
reaksi ke kanan. Sistem kesetimbangan homogen terjadi bila dalam sistem terdapat satu
fasa. Sedangkan jika fasa komponen zat lebih dari satu atau berbeda disebut
kesetimbangan heterogen.
Kp atau Kc merupakan tetapan pada temperatur tertentu yang tetap dan hanya berlaku
untuk gas. Dengan demikian, kesetimbangan reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi,
tekanan, volume, dan temperatur. Pengaruh konsentrasi, tekanan, volume, dan
temperatur pada kesetimbangan dijelaskan menurut Le Chatelier, maka pada sistem akan
timbul reaksi yang berusaha untuk menetralkan aksi tersebut, sehingga harga tetapan
kesetmbangan tetap.
Pada kesetimbangan heterogen, apabila fas azat adalah padat dan gas, maka harga Kp
hanya tergantung pada fasa gas, karena harga aktivitas zat padat adalah : Pengaruh
konsentrasi, tekanan, dan temperatur pada kesetimbangan heterogen adalah sama dengan
pengaruhnya kesetimbangan homogen.
Penerapan sistem kesetimbangan dalam proses industri pada kondisi-kondisi tertentu
(konsentrasi, tekanan, katalis, dan temperatur) dilakukan agar proses dapat dilakukan
secara ekonomis. Salah satu proses yang mengguanakan prinsip sistem kesetimbangan
dalam reaksi adalah proses Haber-Bosch dalam pembentukan amonia.

B. Saran
Dengan adanya makalah ini, semoga bermanfaat bagi pembaca maupun penulis dan
bisa menambah wawasan dalam mengetahui tentang kesetimbangan kimia. Menambah
referensi dalam mata kuliah kimia fisika.

DAFTAR PUSTAKA

15
[Link]
[Link]
Junaidi, Robert, dkk. [Link] Kimia [Link] :Politeknik Negeri
Sriwijaya
[Link]

16

Anda mungkin juga menyukai