0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan9 halaman

Prinsip Kerja Feeder dan Classifier

Praktikum ini bertujuan untuk menentukan prinsip kerja dan laju pengumpanan feeder serta faktor yang mempengaruhi proses klasifikasi hydrocyclone. Hasilnya menunjukkan bahwa laju pengumpanan feeder lebih tinggi pada frekuensi 30 Hz dibanding 20 Hz. Proses klasifikasi memanfaatkan perbedaan kecepatan pengendapan partikel dalam cairan untuk memisahkannya.

Diunggah oleh

Elkan Jeremy Ishak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan9 halaman

Prinsip Kerja Feeder dan Classifier

Praktikum ini bertujuan untuk menentukan prinsip kerja dan laju pengumpanan feeder serta faktor yang mempengaruhi proses klasifikasi hydrocyclone. Hasilnya menunjukkan bahwa laju pengumpanan feeder lebih tinggi pada frekuensi 30 Hz dibanding 20 Hz. Proses klasifikasi memanfaatkan perbedaan kecepatan pengendapan partikel dalam cairan untuk memisahkannya.

Diunggah oleh

Elkan Jeremy Ishak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Laporan Modul 4, MG2213

Feeder & Classifier


Elkan Jeremy Ishak (12517031) / Kelompok 4 / Kamis, 11-April-
Laboratorioun Pengolahan Bahan Galian 2019
Program Studi Teknik Metalurgi Asisten: Ari Febiansyah Prima Nasution (12515073)
Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan

Abstrak – Praktikum Modul 4 – Percobaan ini bertujuan untuk menentukan prinsip kerja feeder dan classifier, menentukan
laju pengumpanan feeder, dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi laju pengumpanan dan proses klasifikasi
hydrocyclone. Pada praktikum ini dilakukan percobaan dengan metode komunal dan metode interval pada feeder. Pada
Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan
metode komunal, hanya dihitung waktu yang dibutuhkan untuk mengumpankan seluruh bijih. Lalu, pada metode interval
dihitung berapa banyak bijih yang tertampung dalam interval tertentu. Untuk percobaan dengan classifier, bijih dimasukkan
ke dalam hydrocyclone dan hasilnya ditampung di dalam nampan. Dari data percobaan yang didapatkan, didapatkan untuk
metode komunal dengan frekuensi 20 Hz laju pengumpanan adalah 48.13 gr/s, untuk frekuensi 30 Hz laju pengumpanan
adalah 97.6 gr/s. Dengan metode interval dengan frekuensi 20 Hz didapatkan laju pengumpanan sebesar 54.71 gr/s, untuk
frekuensi 30 Hz laju pengumpanan sebesar 124.35 gr/s.

A. Tinjauan Pustaka sehingga dapat menggerus bijih sekaligus


Feeder berguna untuk mengirimkan bijih kering maupun mengumpankannya dengan laju konstan.
basah secara merata [1]. Feeding penting untuk
mentransportasikan bijih dengan jarak yang pendek dan Feeder dibagi menjadi 2 berdasarkan jenis umpannya yaitu:
laju alir yang ketat. Feeder secara umum mengandung  Diaphragm Feeder
tempat penampungan, sebuah pintu, dan conveyor. Biasanya disebut dengan Slurry Pump [3], berguna
untuk mengumpankan umpan basah pada proses
Feeder dibagi menjadi 4 berdasarkan mekanismenya yaitu: wet operation.
 Apron Feeder  Belt Feeder
Feeder ini biasanya digunakan untuk Biasanya digunakan untuk umpan yang halus [3].
mengumpankan material yang berat dan kasar Umumnya dipasang sebagai feeder pada screen,
yang merupakan bijih yang akan diproses ke penampung produk kominusi untuk dialirkan
primary crushing seperti jaw crusher. Umumnya menuju belt conveyor, umpan dari buffer storage.
umpan diberikan dari dump truk [3].
 Wobbler Feeder Klasifikasi adalah metode untuk memisahkan campuran
Feeder terdiri dari silinder baja berbentuk elips dari mineral menjadi dua atau lebih produk dengan
yang terletak di dasar pada sumbu panjang dengan memanfaatkan perbedaan kecepatan pengendapan [1].
posisi vertikal dan horizontal bergantian [3]. Media yang digunakan biasanya air.
Bertujuan untuk memisahkan material yang terlalu
halus agar tidak mengurangi kapasitas kominusi Ketika partikel solid mengalami jatuh bebas dalam ruang
selanjutnya. hampa, benda tersebut mengalami percepatan konstan dan
independen terhadap ukuran dan berat. Namun, dalam
medium berviskositas, terdapat resistansi terhadap
pergerakan ini dan akan membesar sebanding dengan
membesarnya kecepatan. Pada kecepatan rendah,
pergerakan akan halus dikarenakan permukaan dari benda
berkontak dengan fluida. Di antara fluida dan benda
terdapat gaya gesek yang menyebabkan resistensi. Hal ini
yang disebut dengan viscous resistance. Saat kecepatan
tinggi, hambatan utama disebabkan oleh perpindahan fluida
oleh benda dan disebut dengan turbulent resistance. Baik
viscous ataupun turbulent resistance, keduanya sama-sama
menghambat akselerasi dari benda dan kecepatan terminal
Gambar 1. Skematik Wobbler Feeder akan semakin meningkat. Pada classifier sebenarnya terdiri
 Vibrating Feeder dari sorting column di mana fluida bergerak dengan
Feeder yang menggunakan getaran sebagai agen konstan. Partikel yang masuk ke dalam classifier akan
penggerak umpan [3]. mengalami ketertenggalaman ataupun terangkat bergantung
 Chain Feeder kepada kecepatan terminal lebih besar atau lebih kecil dari
Terdiri dari rangkaian baja yang bentuknya mirip kecepatan ke atas dari fluida. Sorting column akan
seperti rantai besar yang terletak pada bijih memisahkan umpan menjadi overflow dan underflow.
Overflow mengandung partikel dengan kecepatan terminal
yang lebih rendah dari kecepatan fluida, sedangkan Pada mechanical classifier, umpan dimasukkan ke dalam
underflow mengandung partikel dengan kecepatan terminal air lalu akan mengendap [3]. Terdapat dua jenis proses
lebih tinggi dari kecepatan fluida [1]. pengendapan pada mechanical classifier yaitu:
 Free settling
Proses ini merujuk dengan tenggelamnya partikel
dalam volume fluida yang besar akan sebanding
dengan volume total partikel. Dengan demikian,
efek dari partikel yang berkerumun dapat
diabaikan [1].
 Hindered settling
Pada proses ini, efek dari partikel yang
berkerumun akan dimasukkan dan akan
mengakibatkan laju pengendapan semakin kecil.
Sistem akan memiliki sifat seperti liquid
berdensitas tinggi [1]. Proses ini tidak diharapkan
terjadi pada industri. Pada proses ini
Gambar 2. Sorting Column pada Classifier
dimungkinkan terjadi laju pengendapan partikel
yang bermassa jenis besar lebih rendah daripada
Terdapat 2 jenis classifier yaitu classifier yang
laju pengendapan partikel yang bermassa jenis
memanfaatkan gaya gravitasi (Mechanical Classifier) dan
kecil karena terjadinya pengaruh dari besar
classifier yang memanfaatkan gaya sentrifugal (Centrifugal
ukuran.
Classifier).

Pada centrifugal classifier, dimanfaatkan gaya sentrifugal,


Pada mechanical classifier memanfaatkan gaya gravitasi
gaya drag, dan gaya gravitasi untuk memisahkan partikel
yang bekerja pada partikel dengan massa jenis yang
berdasarkan ukurannya. Peralatan jenis centrifugal
berbeda untuk memisahkan partikel. Jenis ini memerlukan
classifier yang umum dikenal adalah hydrocyclone dan
tempat yang cukup besar karena memiliki kolam
cyclosizer.
pengendapan material (pond). Pada mechanical classifier
terbagi menjadi 3 zona utama yaitu:
 Horizontal overflow zone
Pada zona ini merupakan tempat terjadinya aliran
overflow pada partikel berukuran kecil yang tidak
mengendap.
 Hindered settling zone
Zona ini merupakan tempat terjadinya di mana
partikel bervolume besar bermassa jenis kecil bisa
jadi memiliki kecepatan pengendapan yang sama
Gambar 4. Gaya-Gaya pada Centrifugal Classifier
dengan partikel bervolume kecil tetapi bermassa
jenis. Kecepatan pengendapan tidak hanya
Mekanisme pemisahan pada centrifugal classifier adalah
bergantung pada masa jenis partikel, tetapi juga
umpan ditekan masuk secara tangensial, lalu pulp akan
bergantung pada ukuran.
berputar pada dinding sehingga terjadi gaya sentrifugal.
 Dead bed zone
Partikel-partikel tertekan ke arah dinding serta membentuk
Zona tempat terjadinya pengendapan partikel.
getaran spiral ke arah bawah, sedangkan fluida bergerak ke
Endapan ini harus dipindahkan agar proses bisa
arah dalam serta ke atas dengan gerakan spiral. Partikel
berlanjut.
besar akan mengalami gaya sentrifugal lebih besar
dibandingkan dengan gaya drag, sehingga akan terlempar
ke arah dinding dan mengalir ke bawah sebagai underflow.
Sebaliknya partikel kecil tidak memiliki gaya sentrifugal
yang cukup untuk mendorong ke arah luar sehingga
bergerak di spiral dalam dan bergerak keluar sebagai
overflow [2].

Gambar 3. Zona-zona pada Mechanical Classifier


B. Data Percobaan C. Pengolahan Data Percobaan
Metode Komunal Langkah Percobaan
20 Hz  Feeder Metode Komunal
t (s) Massa (gr) Ditimbang bijih sebanyak
17.67 749.3 750 gram
15.43 749.1
14.02 749
Tabel 1. Data yang Didapat dengan Metode Komunal 20
Hz Feeder dinyalakan

30 Hz
t (s) Massa (gr)
Frekuensi diatur menjadi
8.56 749.4 20 Hz
7.41 749.1
7.19 749
Tabel 2. Data yang Didapat dengan Metode Komunal 30
Umpan dimasukkan ke
Hz dalam feeder

Metode Interval
Dicatat waktu yang
20 Hz dibutuhkan saat semua
Nampan Massa (gr) umpan sudah keluar
1 104.2
2 156.1
3 232.1 Ditimbang berat umpan
yang sudah keluar
Tabel 3. Data yang Didapat dengan Metode Interval 20 Hz

30 Hz
Percobaan diulang dengan
Nampan Massa (gr) umpan yang sudah
1 289.6 ditampung sebanyak 2 kali
2 277.2
3 179.3
Tabel 4. Data yang Didapat dengan Metode Interval 30 Hz Percobaan diulang dengan
frekuensi 30 Hz
 Feeder Metode Interval Percobaan Berat Awal Berat
Laju
Frekuensi t(s) Pengumpa
ke- (gr) Akhir (gr)
Ditimbang bijih dengan berat nan (gr/s)
tertentu 1 750 749.3 17.67 42.405207
20 Hz 2 749.3 749.1 15.43 48.548283
3 749.1 749 14.02 53.42368
Rata-rata 48.125723

Disiapkan 4 buah nampan Tabel 5. Pengolahan Data yang Didapat dengan Metode
Komunal 20 Hz

Untuk frekuensi feeder 30 Hz:


Laju
Bijih dimasukkan ke dalam Percobaan Berat Awal Berat
Frekuensi t(s) Pengumpa
feeder 20 Hz ke- (gr) Akhir (gr)
nan (gr/s)
1 750 749.4 8.56 87.546729
30 Hz 2 749.4 749.1 7.41 101.09312
3 749.1 749 7.19 104.17246
Ditunggu agar permukaan Rata-rata 97.604103
feed rata
Tabel 6. Pengolahan Data yang Didapat dengan Metode
Komunal 30 Hz

Setelah rata, feed yang keluar  Metode Interval


ditampung, setiap interval 3 Untuk frekuensi feeder 20 Hz:
detik mengganti nampan
Berat Awal (gr) 750 Berat Hilang (gr) 0.5
Frekuensi Laju
Berat
Interval t(s) Pengumpa
Akhir (gr)
nan (gr/s)
Meninmbang berat feed di 1 104.2 3 34.733333
setiap nampan
2 156.1 6 52.033333
20 Hz 3 232.1 9 77.366667
Not Included 257.1
Mengulangi percobaan TOTAL 749.5 RATA-RATA 54.711111
dengan 30 Hz dan interval 2 Tabel 7. Pengolahan Data yang Didapat dengan Metode
detik Interval 20 Hz

 Classifier Untuk frekuensi feeder 30 Hz:


Berat Awal (gr) 750 Berat Hilang (gr) 0.8
Disiapkan bijih Laju
Frekuensi Berat
Interval t(s) Pengumpa
Akhir (gr)
nan (gr/s)
Air dialirkan ke 1 289.6 2 144.8
alat 2 277.2 4 138.6
30 Hz 3 179.3 6 89.65
Pompa diatur, Not Included 3.1
alat dinyalakan TOTAL 749.2 RATA-RATA 124.35
Tabel 8. Pengolahan Data yang Didapat dengan Metode
Bijih dimasukkan Interval 30 Hz
ke alat

Overflow dan
underflow diatur

Pengolahan Data
 Metode Komunal
Untuk menghitung laju pengumpanan rata-rata,
dipergunakan persamaan
Berat Akhir
laju =
Waktu
Untuk frekuensi feeder 20 Hz:
D. Analisis Hasil Percobaan energi yang diberikan pada partikel sehingga laju
Mekanisme dari vibrating feeder adalah dengan pengumpanan akan semakin cepat.
menggunakan prinsip getaran untuk menggerakkan umpan.  Tinggi dinding lintasan
Getaran yang dihasilkan berupa naik turun. Partikel dapat Dinding bertujuan untuk mengurangi kesempatan
bergerak ke arah depan karena adanya momentum yang partikel untuk lompat keluar dari lintasan sehingga
didapatkan dari umpan yang jatuh dari atas. Gaya yang semakin tinggi dinding maka kemungkinan
bekerja pada partikel bisa digambarkan sebagai berikut: partikel terbuang akan semakin sedikit.
W’  Dimensi alas lintasan
Semakin besar alas lintasan maka akan semakin
F getar banyak pula umpan yang dapat ditampung,
sehingga laju pengumpanan semakin besar pula.
 Jumlah umpan yang masuk
Umpan yang masuk harus dibuat sekontinu
mungkin agar jumlah partikel dalam umpan
seragam.
 Material feeder
Material feeder berhubungan dengan kemampuan
partikel untuk menyerap energi. Jika suatu partikel
F jatuh
memiliki sifat yang bisa menyerap energi lebih
F getar
tinggi maka laju pengumpanan akan cepat pula.
W
 Bukaan Hopper dan feeder
Gambar 5. Gaya-Gaya yang Bekerja pada Vibrating Feeder
Semakin besar bukaan hopper maka laju akan
semakin cepat.
Dari data percobaan yang didapatkan, didapatkan untuk
metode komunal dengan frekuensi 20 Hz laju
Pada classifier terdapat 2 jenis yaitu mechanical dan
pengumpanan adalah 48.13 gr/s, untuk frekuensi 30 Hz laju
gravitation. Mekanisme pemisahan pada mechanical
pengumpanan adalah 97.6 gr/s. Dengan metode interval
classifier yaitu material yang memiliki ukuran besar akan
dengan frekuensi 20 Hz didapatkan laju pengumpanan
mengendap lebih cepat yang diakibatkan oleh hindered
sebesar 54.71 gr/s, untuk frekuensi 30 Hz laju
settling, yang menyebabkan akan turun ke bawah menjadi
pengumpanan sebesar 124.35 gr/s. Didapatkan bahwa
underflow oleh rake atau spiral yang berada di bawah.
semakin besar frekuensi feeder maka laju pengumpanan
Sedangkan material yang memiliki ukuran kecil akan
akan semakin besar pula. Lalu, semakin sedikit berat yang
terdorong ke arah overflow. Dengan demikian pemisahan
diumpankan maka akan semakin cepat juga waktu yang
dapat terjadi. Pada centrifugal classifier, hydrocyclone
dibutuhkan untuk selesai mengumpankan. Dalam
terdapat aliran berputar sehingga umpan mengalami gaya
percobaan ini terdapat kesalahan yang terjadi yaitu human
sentrifugal ke arah luar. Partikel yang besar akan menabrak
error seperti saat memulai dan menghentikan stopwatch
dinding dan mengalir ke bawah mengikuti vorteks primer
yang kurang akurat dan pada metode interval kurang tepat
(underflow). Partikel yang lebih halus akan bergerak ke
saat memindahkan dari nampan yang satu ke nampan
atas karena terdapat momentum pada dasar cyclone akibat
lainnya.
dari besarnya gaya sentrifugal (overflow) yang
menghasilkan vorteks sekunder.
Dalam pengumpanan terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi laju pengumpanan yaitu:
Faktor-faktor yang mempengaruhi pada mechanical
 Ukuran material umpan
classifier adalah efek pengadukan, tinggi bibir overflow,
Ukuran material mempengaruhi berat umpan,
kemiringan tangki, dan rasio dilution overflow. Sedangkan
maka semakin kecil ukuran berat umpan juga akan
pada hydrocyclone faktor-faktor yang mempengaruhi
semakin kecil, sehingga jika ukuran semakin kecil
adalah bukaan feed, ukuran bukaan overflow, ukuran
maka laju pengumpanan akan semakin cepat pula.
bukaan underflow, ukuran hydrocyclone, dan bentuk
Begitu juga sebaliknya.
hydrocyclone. Untuk variabel operasi, faktor-faktor yang
 Densitas umpan
berpengaruh adalah tekanan, persen solid, ukuran dan
Semakin padat pengumpanan diberikan maka
bentuk partikel padatan, densitas padatan, densitas media
kemungkinan partikel akan menumpuk semakin
liquid, dan viskositas media liquid. Pada hydrocyclone
besar sehingga laju pengumpanan akan semakin
terdapat aliran tambahan yang mengurangi performa
lambat pula.
sehingga partikel tidak dapat dipisahkan dengan sempurna.
 Frekuensi getaran/kecepatan “belt” feeder
Aliran-aliran tersebut adalah short circuit flow dan eddy
Frekuensi adalah getaran per detik yang terjadi.
flow. Short circuit flow terjadi di bagian atas yang
Semakin besar frekuensi maka semakin besar pula
menyebabkan feed langsung masuk ke overflow. Tentunya
hal ini menyebabkan semua partikel masuk ke overflow
tanpa melewati proses klasifikasi. Eddy flow terjadi akibat Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kapasitas dari
bentuk dari vortex finder yang menghalangi aliran air classifier?
menuju overflow sehingga partikel hanya berputar-putar Untuk mechanical classifier, faktor-faktor yang
kembali. berpengaruh adalah efek pengadukan, tinggi bibir overflow,
kemiringan tangki, dan rasio dilution overflow.
Untuk hydrocyclone, terdapat 2 grup yaitu variabel desain
dan variabel operasi. Untuk variabel desain, faktor-faktor
yang berpengaruh adalah ukuran bukaan feed, ukuan
bukaan overflow, ukuran bukaan underflow, ukuran
hydrocyclone, dan bentuk hydrocyclone. Untuk variabel
operasi, faktor-faktor yang berpengaruh adalah tekanan,
persen solid, ukuran dan bentuk partikel padatan, densitas
padatan, densitas media liquid, dan viskositas media liquid.

Berikan gambaran tentang zona-zona pengendapan pada


classifier ini!

Gambar 6. Skematik Gaya Tambahan pada Hydroyclone

Hydrocyclone lebih disukai oleh perusahaan dikarenakan


menawarkan efisiensi yang lebih baik dibandingkan dengan
mechanical classifier. Hydrocyclone lebih efisien karena
tidak perlu menunggu material mengendap seperti
mechanical classifier. Hydrocyclone juga hanya menempati
ruang yang sedikit. Tetapi hydrocyclone tidak bisa
digunakan untuk material yang terlalu besar karena pada
beberapa kasus ada yang pecah.

E. Jawaban Pertanyaan
Gambar 7. Daerah-Daerah pada Hydrocyclone
Untuk apa gunanya feeder?
Feeder digunakan untuk mengumpankan dengan laju yang
Daerah A: Partikel-partikel dengan distribusi ukuran seperti
seragam. Feeder harus dapat diatur sehingga dapat
umpan sehingga belum dapat dipisahkan.
tercapainya flow yang optimal pada proses selanjutnya.
Daerah B: Partikel dengan distribusi ukuran kasar
Daerah C: Partikel dengan distribusi ukuran halus
Ada berapa macam feeder yang ada di laboratorium yang
Daerah D: Partikel dengan distribusi ukuran intermediate.
saudara ketahui? Sebutkan Masing – Masing!
Di lab PBG hanya terdapat vibrating feeder.
Jelaskan prinsip pemisahan yang terjadi pada classifier!
Mekanisme pemisahan pada mechanical classifier yaitu
Untuk umpan yang bagaimana diaphragm feeder dipakai?
material yang memiliki ukuran besar akan mengendap lebih
Diaphragm feeder digunakan untuk umpan yang basah
cepat yang diakibatkan oleh hindered settling, yang
(slurry)
menyebabkan akan turun ke bawah menjadi underflow oleh
rake atau spiral yang berada di bawah. Sedangkan material
Apa keburukannya apabila belt feeder dipakai untuk feeder
yang memiliki ukuran kecil akan terdorong ke arah
yang kasar?
overflow. Dengan demikian pemisahan dapat terjadi.
Belt feeder terdapat sabuk yang didesain hanya untuk
Pada centrifugal classifier hydrocyclone terdapat aliran
mengumpan umpan yang halus dan berukuran tidak terlalu
berputar (yang diciptakan oleh mesin hydrocyclone)
besar. Selain itu sabuk pada belt feeder tidak terlalu kuat,
sehingga umpan mengalami gaya sentrifugal ke arah luar.
sehingga jika digunakan untuk umpan kasar bisa terjadi
Partikel yang besar akan menabrak dinding dan mengalir
keausan.
ke bawah mengikuti vorteks primer (underflow). Partikel
yang lebih halus akan bergerak ke atas karena terdapat
Classifier yang ada di laboratorium termasuk golongan
momentum pada dasar cyclone akibat dari besarnya gaya
classifier yang mana? Apa ciri cirinya?
sentrifugal (overflow) yang menghasilkan vorteks
Classifier pada lab PBG merupakan hydrocyclone dan
sekunder.
cyclosizer. Ciri-cirinya adalah memanfaatkan gaya
sentrifugal untuk memisahkan mineral berdasarkan ukuran.
Mekanisme apa saja yang menyebabkan adanya hindered padatan, densitas padatan, densitas media liquid, dan
settling dan free settling pada alat ini? viskositas media liquid.
Free settling akan terjadi jika jumlah air jauh lebih banyak
jika dibandingkan dengan material. Saat free settling maka G. Daftar Pustaka
partikel tidak ada yang menghalangi dalam proses [1] Wills, B. A., & Napier-Munn, T. (2006). Will's Mineral
pengendapan, sehingga kecepatan jatuh partikel akan Processing Technology. Amsterdam: Elsevier Science
sebanding dengan massa jenis. & Technology Books. Page 152-170
[2] Sanwani, Edy. (2018). Slide Kuliah Pengolahan Bahan
Pada hindered settling terjadi ketika fluida sudah banyak Galian MG3017. Bandung: ITB
partikel yang mengendap sehingga partikel yang di atasnya [3] Nasution, Ari Febriansyah. (2019). Slide Penjelasan
sulit untuk mengendap. Pada kondisi ini, kecepatan Praktikum Modul 4. Bandung: ITB
pengendapan juga bergantung pada ukuran partikel
sekitarnya. H. Lampiran

Berikan gambaran gaya gaya yang bekerja pada partikel


partikel sehingga terjadi pemisahan!

Gambar 8. Gaya-Gaya yang Bekerja pada Hydrocyclone

F. Kesimpulan Gambar 9. Feeder di Lab PBG


Prinsip kerja feeder, terutama vibrating feeder adalah
memindahkan partikel dengan memanfaatkan energi yang
diserap oleh partikel, dalam hal ini adalah energi vibrasi. Di
sisi lain, prinsip kerja classifier jenis mechanical classifier
adalah dengan memanfaatkan perbedaan massa jenis dan
kecepatan pengendapan partikel, sedangkan prinsip kerja
centrifugal classifier adalah dengan memanfaatkan gaya
sentrifugal dari partikel.

Laju pengumpanan feeder untuk metode komunal dengan


frekuensi 20 Hz sebesar 48.13 gr/s, untuk frekuensi 30 Hz
sebesar 97.6 gr/s. Dengan metode interval dengan frekuensi
20 Hz didapatkan laju pengumpanan sebesar 54.71 gr/s,
untuk frekuensi 30 Hz laju pengumpanan sebesar 124.35
gr/s.
Gambar 10. Umpan Sedang Dikeluarkan
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju pengumpanan
adalah tinggi dinding, lebar alas lintasan, ukuran partikel,
densitas umpan, frekuensi, material feeder, jumlah umpan
masuk, dan bukaan hooper dan feeder. Faktor-faktor yang
mempengaruhi dari pemisahan adalah ukuran partikel,
densitas fluida, densitas partikel, dimensi classifier, persen
solid, viskositas, bentuk partikel dan tekanan fluida.
Faktor-faktor yang mempengaruhi hydrocyclone adalah
bukaan feed, ukuran bukaan overflow, ukuran bukaan
underflow, ukuran hydrocyclone, dan bentuk hydrocyclone.
Untuk variabel operasi, faktor-faktor yang berpengaruh
adalah tekanan, persen solid, ukuran dan bentuk partikel
Gambar 14. Apron Feeder di Industri

Gambar 11. Hydrocyclone di Lab PBG

Gambar 15. Belt Feeder di Industri

Gambar 12. Hasil Pemisahan

Gambar 16. Wobbler Feeder di Industri

Gambar 13. Cyclonizer di Lab PBG


Gambar 17. Vibrating Feeder di Industri

Gambar 18. Mechanical Classifier di Industri

Gambar 19. Hydrocyclone di Industri

Anda mungkin juga menyukai