Prinsip Kerja Feeder dan Classifier
Prinsip Kerja Feeder dan Classifier
Abstrak – Praktikum Modul 4 – Percobaan ini bertujuan untuk menentukan prinsip kerja feeder dan classifier, menentukan
laju pengumpanan feeder, dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi laju pengumpanan dan proses klasifikasi
hydrocyclone. Pada praktikum ini dilakukan percobaan dengan metode komunal dan metode interval pada feeder. Pada
Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan
metode komunal, hanya dihitung waktu yang dibutuhkan untuk mengumpankan seluruh bijih. Lalu, pada metode interval
dihitung berapa banyak bijih yang tertampung dalam interval tertentu. Untuk percobaan dengan classifier, bijih dimasukkan
ke dalam hydrocyclone dan hasilnya ditampung di dalam nampan. Dari data percobaan yang didapatkan, didapatkan untuk
metode komunal dengan frekuensi 20 Hz laju pengumpanan adalah 48.13 gr/s, untuk frekuensi 30 Hz laju pengumpanan
adalah 97.6 gr/s. Dengan metode interval dengan frekuensi 20 Hz didapatkan laju pengumpanan sebesar 54.71 gr/s, untuk
frekuensi 30 Hz laju pengumpanan sebesar 124.35 gr/s.
30 Hz
t (s) Massa (gr)
Frekuensi diatur menjadi
8.56 749.4 20 Hz
7.41 749.1
7.19 749
Tabel 2. Data yang Didapat dengan Metode Komunal 30
Umpan dimasukkan ke
Hz dalam feeder
Metode Interval
Dicatat waktu yang
20 Hz dibutuhkan saat semua
Nampan Massa (gr) umpan sudah keluar
1 104.2
2 156.1
3 232.1 Ditimbang berat umpan
yang sudah keluar
Tabel 3. Data yang Didapat dengan Metode Interval 20 Hz
30 Hz
Percobaan diulang dengan
Nampan Massa (gr) umpan yang sudah
1 289.6 ditampung sebanyak 2 kali
2 277.2
3 179.3
Tabel 4. Data yang Didapat dengan Metode Interval 30 Hz Percobaan diulang dengan
frekuensi 30 Hz
Feeder Metode Interval Percobaan Berat Awal Berat
Laju
Frekuensi t(s) Pengumpa
ke- (gr) Akhir (gr)
Ditimbang bijih dengan berat nan (gr/s)
tertentu 1 750 749.3 17.67 42.405207
20 Hz 2 749.3 749.1 15.43 48.548283
3 749.1 749 14.02 53.42368
Rata-rata 48.125723
Disiapkan 4 buah nampan Tabel 5. Pengolahan Data yang Didapat dengan Metode
Komunal 20 Hz
Overflow dan
underflow diatur
Pengolahan Data
Metode Komunal
Untuk menghitung laju pengumpanan rata-rata,
dipergunakan persamaan
Berat Akhir
laju =
Waktu
Untuk frekuensi feeder 20 Hz:
D. Analisis Hasil Percobaan energi yang diberikan pada partikel sehingga laju
Mekanisme dari vibrating feeder adalah dengan pengumpanan akan semakin cepat.
menggunakan prinsip getaran untuk menggerakkan umpan. Tinggi dinding lintasan
Getaran yang dihasilkan berupa naik turun. Partikel dapat Dinding bertujuan untuk mengurangi kesempatan
bergerak ke arah depan karena adanya momentum yang partikel untuk lompat keluar dari lintasan sehingga
didapatkan dari umpan yang jatuh dari atas. Gaya yang semakin tinggi dinding maka kemungkinan
bekerja pada partikel bisa digambarkan sebagai berikut: partikel terbuang akan semakin sedikit.
W’ Dimensi alas lintasan
Semakin besar alas lintasan maka akan semakin
F getar banyak pula umpan yang dapat ditampung,
sehingga laju pengumpanan semakin besar pula.
Jumlah umpan yang masuk
Umpan yang masuk harus dibuat sekontinu
mungkin agar jumlah partikel dalam umpan
seragam.
Material feeder
Material feeder berhubungan dengan kemampuan
partikel untuk menyerap energi. Jika suatu partikel
F jatuh
memiliki sifat yang bisa menyerap energi lebih
F getar
tinggi maka laju pengumpanan akan cepat pula.
W
Bukaan Hopper dan feeder
Gambar 5. Gaya-Gaya yang Bekerja pada Vibrating Feeder
Semakin besar bukaan hopper maka laju akan
semakin cepat.
Dari data percobaan yang didapatkan, didapatkan untuk
metode komunal dengan frekuensi 20 Hz laju
Pada classifier terdapat 2 jenis yaitu mechanical dan
pengumpanan adalah 48.13 gr/s, untuk frekuensi 30 Hz laju
gravitation. Mekanisme pemisahan pada mechanical
pengumpanan adalah 97.6 gr/s. Dengan metode interval
classifier yaitu material yang memiliki ukuran besar akan
dengan frekuensi 20 Hz didapatkan laju pengumpanan
mengendap lebih cepat yang diakibatkan oleh hindered
sebesar 54.71 gr/s, untuk frekuensi 30 Hz laju
settling, yang menyebabkan akan turun ke bawah menjadi
pengumpanan sebesar 124.35 gr/s. Didapatkan bahwa
underflow oleh rake atau spiral yang berada di bawah.
semakin besar frekuensi feeder maka laju pengumpanan
Sedangkan material yang memiliki ukuran kecil akan
akan semakin besar pula. Lalu, semakin sedikit berat yang
terdorong ke arah overflow. Dengan demikian pemisahan
diumpankan maka akan semakin cepat juga waktu yang
dapat terjadi. Pada centrifugal classifier, hydrocyclone
dibutuhkan untuk selesai mengumpankan. Dalam
terdapat aliran berputar sehingga umpan mengalami gaya
percobaan ini terdapat kesalahan yang terjadi yaitu human
sentrifugal ke arah luar. Partikel yang besar akan menabrak
error seperti saat memulai dan menghentikan stopwatch
dinding dan mengalir ke bawah mengikuti vorteks primer
yang kurang akurat dan pada metode interval kurang tepat
(underflow). Partikel yang lebih halus akan bergerak ke
saat memindahkan dari nampan yang satu ke nampan
atas karena terdapat momentum pada dasar cyclone akibat
lainnya.
dari besarnya gaya sentrifugal (overflow) yang
menghasilkan vorteks sekunder.
Dalam pengumpanan terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi laju pengumpanan yaitu:
Faktor-faktor yang mempengaruhi pada mechanical
Ukuran material umpan
classifier adalah efek pengadukan, tinggi bibir overflow,
Ukuran material mempengaruhi berat umpan,
kemiringan tangki, dan rasio dilution overflow. Sedangkan
maka semakin kecil ukuran berat umpan juga akan
pada hydrocyclone faktor-faktor yang mempengaruhi
semakin kecil, sehingga jika ukuran semakin kecil
adalah bukaan feed, ukuran bukaan overflow, ukuran
maka laju pengumpanan akan semakin cepat pula.
bukaan underflow, ukuran hydrocyclone, dan bentuk
Begitu juga sebaliknya.
hydrocyclone. Untuk variabel operasi, faktor-faktor yang
Densitas umpan
berpengaruh adalah tekanan, persen solid, ukuran dan
Semakin padat pengumpanan diberikan maka
bentuk partikel padatan, densitas padatan, densitas media
kemungkinan partikel akan menumpuk semakin
liquid, dan viskositas media liquid. Pada hydrocyclone
besar sehingga laju pengumpanan akan semakin
terdapat aliran tambahan yang mengurangi performa
lambat pula.
sehingga partikel tidak dapat dipisahkan dengan sempurna.
Frekuensi getaran/kecepatan “belt” feeder
Aliran-aliran tersebut adalah short circuit flow dan eddy
Frekuensi adalah getaran per detik yang terjadi.
flow. Short circuit flow terjadi di bagian atas yang
Semakin besar frekuensi maka semakin besar pula
menyebabkan feed langsung masuk ke overflow. Tentunya
hal ini menyebabkan semua partikel masuk ke overflow
tanpa melewati proses klasifikasi. Eddy flow terjadi akibat Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kapasitas dari
bentuk dari vortex finder yang menghalangi aliran air classifier?
menuju overflow sehingga partikel hanya berputar-putar Untuk mechanical classifier, faktor-faktor yang
kembali. berpengaruh adalah efek pengadukan, tinggi bibir overflow,
kemiringan tangki, dan rasio dilution overflow.
Untuk hydrocyclone, terdapat 2 grup yaitu variabel desain
dan variabel operasi. Untuk variabel desain, faktor-faktor
yang berpengaruh adalah ukuran bukaan feed, ukuan
bukaan overflow, ukuran bukaan underflow, ukuran
hydrocyclone, dan bentuk hydrocyclone. Untuk variabel
operasi, faktor-faktor yang berpengaruh adalah tekanan,
persen solid, ukuran dan bentuk partikel padatan, densitas
padatan, densitas media liquid, dan viskositas media liquid.
E. Jawaban Pertanyaan
Gambar 7. Daerah-Daerah pada Hydrocyclone
Untuk apa gunanya feeder?
Feeder digunakan untuk mengumpankan dengan laju yang
Daerah A: Partikel-partikel dengan distribusi ukuran seperti
seragam. Feeder harus dapat diatur sehingga dapat
umpan sehingga belum dapat dipisahkan.
tercapainya flow yang optimal pada proses selanjutnya.
Daerah B: Partikel dengan distribusi ukuran kasar
Daerah C: Partikel dengan distribusi ukuran halus
Ada berapa macam feeder yang ada di laboratorium yang
Daerah D: Partikel dengan distribusi ukuran intermediate.
saudara ketahui? Sebutkan Masing – Masing!
Di lab PBG hanya terdapat vibrating feeder.
Jelaskan prinsip pemisahan yang terjadi pada classifier!
Mekanisme pemisahan pada mechanical classifier yaitu
Untuk umpan yang bagaimana diaphragm feeder dipakai?
material yang memiliki ukuran besar akan mengendap lebih
Diaphragm feeder digunakan untuk umpan yang basah
cepat yang diakibatkan oleh hindered settling, yang
(slurry)
menyebabkan akan turun ke bawah menjadi underflow oleh
rake atau spiral yang berada di bawah. Sedangkan material
Apa keburukannya apabila belt feeder dipakai untuk feeder
yang memiliki ukuran kecil akan terdorong ke arah
yang kasar?
overflow. Dengan demikian pemisahan dapat terjadi.
Belt feeder terdapat sabuk yang didesain hanya untuk
Pada centrifugal classifier hydrocyclone terdapat aliran
mengumpan umpan yang halus dan berukuran tidak terlalu
berputar (yang diciptakan oleh mesin hydrocyclone)
besar. Selain itu sabuk pada belt feeder tidak terlalu kuat,
sehingga umpan mengalami gaya sentrifugal ke arah luar.
sehingga jika digunakan untuk umpan kasar bisa terjadi
Partikel yang besar akan menabrak dinding dan mengalir
keausan.
ke bawah mengikuti vorteks primer (underflow). Partikel
yang lebih halus akan bergerak ke atas karena terdapat
Classifier yang ada di laboratorium termasuk golongan
momentum pada dasar cyclone akibat dari besarnya gaya
classifier yang mana? Apa ciri cirinya?
sentrifugal (overflow) yang menghasilkan vorteks
Classifier pada lab PBG merupakan hydrocyclone dan
sekunder.
cyclosizer. Ciri-cirinya adalah memanfaatkan gaya
sentrifugal untuk memisahkan mineral berdasarkan ukuran.
Mekanisme apa saja yang menyebabkan adanya hindered padatan, densitas padatan, densitas media liquid, dan
settling dan free settling pada alat ini? viskositas media liquid.
Free settling akan terjadi jika jumlah air jauh lebih banyak
jika dibandingkan dengan material. Saat free settling maka G. Daftar Pustaka
partikel tidak ada yang menghalangi dalam proses [1] Wills, B. A., & Napier-Munn, T. (2006). Will's Mineral
pengendapan, sehingga kecepatan jatuh partikel akan Processing Technology. Amsterdam: Elsevier Science
sebanding dengan massa jenis. & Technology Books. Page 152-170
[2] Sanwani, Edy. (2018). Slide Kuliah Pengolahan Bahan
Pada hindered settling terjadi ketika fluida sudah banyak Galian MG3017. Bandung: ITB
partikel yang mengendap sehingga partikel yang di atasnya [3] Nasution, Ari Febriansyah. (2019). Slide Penjelasan
sulit untuk mengendap. Pada kondisi ini, kecepatan Praktikum Modul 4. Bandung: ITB
pengendapan juga bergantung pada ukuran partikel
sekitarnya. H. Lampiran