- Faiz Agna Gemilang
- Cahyo Jaluadi
- Ahmad Baihaqi
- Reza Fahlevi
- Indah Sari
- Irvan Ghiffari
SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN ATAS RINCIAN
SALDO
17-1 Perbedaan sampling audit untuk rincian saldo dan untuk pengujian
control dan uji substantive.
Pada semua kasus diatas, auditor ingin membuat kesimpulan tentang popuasi
keseluruhan berdasarkan sampel yang diambil. Entah menggunakan metode sample atau non
sample tetap saja penting untuk meniai resiko untuk test of controls, substantive test of
transaction, dan test of details of balance.
Perbedaan utama pengujian pengendalian, pengujian substantif atas transaksi,
pengujian atas rincian saldo terletak pada apa yang ingin diukur oleh auditor.
Jenis Pengendalian Apa yang Diukurnya
Pengujian Pengendalian · -Keefektifan operasi pengendalian internal
Pengujian substantif atas
· -Keefektifan pengendalian
transaksi · -Kebenaran moneter transaksi dalam sistem
akuntansi
Pengujian atas rincian · -Apakah jumlah dolar saldo akun mengandung salah
saldo saji yang material
17-2 Mengaplikasikan nonstatistica sampling pada pengujian atas rincian
saldo
Terdapat 14 langkah dalam pengujian nonstatistica pada pengujian atas rincian saldo.
Tahapan ini sama saja saat diunakan untuk pengujian substantive atas transaksi, meskipun
objeknya berbeda.
Langkah-Langkah Audit Untuk Langkah-Langkah Audit Untuk Pengujian
Pengujian Atas Rincian Saldo Pengendalian Dan Pengujian Substantif
Atas Transaksi
Merencakanan Sampel Merencakanan Sampel
1. Menyatakan tujuan pengujian audit. 1) Menyatakan tujuan pengujian audit
2. Memutuskan apakah sampling audit dapat
2) Memutuskan apakah sampling audit dapat
diterapkan. diterapkan.
3. Mendefinisikan salah saji. 3) Mendefinisikan atribut dan pengecualian.
4. Mendefinisikan populasi. 4) Mendefinisikan populasi.
5. Mendefinisikan unit sampling. 5) Mendefinisikan unit sampling.
6. Menetapkan salah saji yang dapat
6) Menetapkan tingkat pengecualian yang dapat
ditoleransi. ditoleransi.
7. Menetapkan risiko yang dapat diterima atas
7) Menetapkan resiko yang dapat diterima atas
penerimaan yang salah. penilaian risiko pengendalian yang terlalu
rendah (ARACR).
8. Mengestimasi salah saji dalam populasi. 8) Mengestimasi tingkat pengecualian populasi.
9. Menentukan ukuran sampel awal. 9) Menentukan ukuran sampel awal.
Memilih Sampel dan Melaksanakan Memilih Sampel dan Melaksanakan
Prosedur Audit Prosedur Audit
Memilih sampel. Memilih sampel.
Melaksanakan prosedur audit. Melaksanakan prosedur audit.
Mengevaluasi Hasil Mengevaluasi Hasil
Menggeneralisasi dari sampel ke populasi Menggeneralisasi dari sampel ke populasi
Menganalisis salah saji Menganalisis pengecualian.
Memutuskan akseptabilitas populasi Memutuskan akseptabilitas populasi
17-3 Sampling Unit Moneter
Pengambilan sampel unit moneter (MUS) adalah metode statistik sampling yang
paling umum digunakan untuk pengujian rincian saldo karena memiliki kesederhanaan
statistik atribut sampling namun menyediakan hasil statistic dinyatakan dalam dolar (atau
mata uang lain yang sesuai). MUS juga disebut unit dolar sampling, pengambilan sampel
jumlah moneter kumulatif, dan pengambilan sampel dengan probabilitas sebanding dengan
ukuran.
17-4 Variable Sampling
Seperti MUS, variable sampling adalah metode statistika yang digunakan auditor.
Variable samping dan nonstatistikal test todc memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk
mengukur kesalahan di akun balance. Jika auditor menemukan saah saji material yang
melebihi batas tolerans, maka mereka akan menolak populasi dan mengambil tindakan
tambahan.
Untuk setiap sampel, auditor menghitung nilai rata-rata item dalam sampel sebagai
berikut :
X bar = rata rata setiap sample
Xj = niai setiap sample
n = ukuran sample
17-5 Menggunakan perbedaan estimasi pada pengujian atas rincian saldo
Untuk estimasi perbedaan, 14 langkah yang sama dengan sampling nonstatistic
digunakan untuk menentukan apakah saldo akun dalam audit piutang usaha sudah dinyatakan
dengan benar.
ANALISIS KASUS
Kasus: Bob Lake adalah manajer keuangan di perusahaan Images Inc., sebuah toko
ritel di Midwest. Images Inc. mendukung penggunaan sampling statistik dalam prakteknya
dan menyediakan program pelatihan untuk pengembangan koordinator statistic bagi setiap
divisi. Oleh karena itu, Bob Lake meminta Barbara Ennis untuk menjadi koordinator di
kantornya dan memintanya merancang dan mengawasi program audit informasi untuk
melaksanakan pengujian atas rincian saldo piutang usaha. Tugasnya meliputi penentuan
ukuran sampel. Namun, saat semua jawaban konfirmasi telah diterima dan prosedur alternatif
telah diselesaikan beberapa minggu kemudian, Barbara Ennis keluar dari perusahaan dan
tidak ada tenaga ahli statistik yang mampu menggantikannya. Bob memutuskan untuk
melakukan perhitungan statistiknya sendiri dan menyimpulkan ada potensi salah saji yang
besar namun tidak material, sehingga ia menyimpulkan bahwa tujuan pengujian konfirmasi
telah dipenuhi. Laba Images Inc. tahun berikutnya menurun tajam disebabkan oleh
penghapusan piutang usaha yang berjumlah besar. Seorang pakar dari luar didatangkan untuk
me-review dokumentasi audit dan ternyata ada salah saji piutang usaha secara signifikan
lebih besar dari jumlah material.
Analisis: Auditor harus menggunakan sampling dengan benar untuk menghindari
pembuatan kesimpulan yang salah mengenai populasi. Auditor harus memutuskan metode
mana yang akan digunakan tergantung dari preferensi, pengalaman, dan pengetahuannya
tentang sampling statistik. Sebelum auditor menentukan ukuran sampel dan item yang akan
dipilih dari populasi, semua item dalam tahap I (perencanaan awal, informasi tentang latar
belakang, mendapatkan informasi lain tentang kewajiban hokum klien, melakukan prosedur
analitis pendahuluan, menentukan materialitas dan menetapkan resiko audit yang dapat
diterima dan juga resiko bawaan, memahami struktur pengendalian internal dan menetapkan
resiko pengendalian, dan mengembangkan rencana dan program audit menyeluruh) dan tahap
II (melakukan pengujian atas pengendalian, melakukan pengujian substantive atas transaksi
dan menetapkan kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan). Selain itu, auditor juga
harus sudah menyelesaikan prosedur analitis substantif dan merancang prosedur audit untuk
pengujian atas rincian saldo. Auditor tidak dapat melaksanakan prosedur audit untuk
pengujian atas rincian saldo sebelum memutuskan ukuran sampel dan item yang akan dipilih
dari populasi.
Ukuran sampel yang dipilih harus mencakup materialitas kinerja, resiko inheren
(ukuran relative total piutang usaha, jumlah akun, hasil tahun sebelumnya, dan salah saji yang
diharapkan), resiko pengendalian, resiko deteksi yang dicapai dari pengujian substantive
lainnya, jenis konfirmasi (jika negatif memerlukan ukuran sampel yang lebih besar).