0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan14 halaman

Terapi Bermain untuk Anak RSUD Moewardi

Proposal terapi bermain "Menggambar, Mewarnai dan Menceritakan Apa yang Digambar" di Ruang Melati 2 RSUD Dr. Moewardi Surakarta bertujuan mengalihkan perhatian anak dari rasa sakit selama perawatan dengan memberikan kegiatan menggambar dan bercerita. Terapi akan dilaksanakan selama 30 menit untuk anak berusia 3-6 tahun dengan menggunakan alat gambar dan mewarnai. Harapannya terapi dapat mengurangi kece

Diunggah oleh

ervinasetianingsih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan14 halaman

Terapi Bermain untuk Anak RSUD Moewardi

Proposal terapi bermain "Menggambar, Mewarnai dan Menceritakan Apa yang Digambar" di Ruang Melati 2 RSUD Dr. Moewardi Surakarta bertujuan mengalihkan perhatian anak dari rasa sakit selama perawatan dengan memberikan kegiatan menggambar dan bercerita. Terapi akan dilaksanakan selama 30 menit untuk anak berusia 3-6 tahun dengan menggunakan alat gambar dan mewarnai. Harapannya terapi dapat mengurangi kece

Diunggah oleh

ervinasetianingsih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL TERAPI BERMAIN “MENGGAMBAR

MEWARNAI DAN MENCERITAKAN APA YANG


DIGAMBAR” DI RUANG MELATI 2 RSUD Dr.
MOEWARDI SURAKARTA

Disusun oleh:

Eka Devi Permatasari J230195092


Ervina Setia Ningsih J230195098
Nadya Yuniandita J230195118

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2020
A. Latar Belakang
Hospitalisasi adalah suatu proses oleh karna suatu alasan yang berencana
atau darurat, mengharuskan anak tinggal di rumah sakit, menjalani terapi dan
perawatan sampai pemulangannya kembali ke rumah. Anak yang sakit dan
harus dirumah sakit akan mengalami masa sulit karena tidak dapat melakukan
kebiasaan seperti biasanya. Lingkungan dan orang-orang asing, perawatan dan
berbagai prosedur yang dijalani anak merupakan sumber utama stress, kecewa
dan cemas terutama untuk anak yang pertama kali dirawat dirumah sakit
(Wong, 2009).
Menurut Nursallam (2008), bermain merupakan setiap kegiatan yang
dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya dan dilakukan secara sukarela
maupun paksaan tekanan dari luar atau kewajiban serta tidak tergantung kepada
usia tetapi tergantung kepada kesehatan dan kesenangan yang diperoleh.
Menurut Hughes, bermain merupakan hal yang berbeda dengan belajar dan
bekerja. Selain itu bermain juga bermakna sebagai kegiatan anak yang
menyenangkan dan dinikmati. Dengan demikian, pada dasarnya setiap aktivitas
bermain selalu didasarkan pada perolehan kesenangan dan kepuasan, sebab
fungsi utama bermain untuk relaksasi dan menyegarkan kembali kondisi fisik
dan mental yang berada pada ambang ketegangan.
Terapi bermain adalah satu terapi yang menggunakan segala kemampuan
bermain dan alat permainan, anak bebas memilih permainan yang ia sukai dan
perawat ikut serta alam permainan tersebut. Terapi bermain ini bertujuan untuk
mempraktikkan keterampilan, memberikan ekspresi terhadap pemikiran,
menjadi kreatif (Andriana, 2011).
Ruang melati 2 merupakan salah satu ruang perawatan anak yang ada di
RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Ruangan ini memiliki satu rungan khusus
sebagai tempat bermain. Sasaran terapi bermain ini adalah anak-anak yang
dirawat dibangsal tersebut yang berumur 3-6 tahun. Jumlah pasien anak di ruang
Melati tanggal 17 February 2020 adalah pasien dengan kasus dan umur yang
berbeda-beda. Sebagian anak menangis saat akan dilakukan tindakan
keperawatan seperti injeksi maupun tindakan lainnya. Anak juga takut dengan
kedatangan perawat. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu tindakan untuk
mengalihkan rasa sakit yang ada pada anak salah satunya dengan terapi
bermain “Menggambar, Mewarnai dan menceritakan apa yang digambar”
Melihat pentingnya bermain bagi seorang anak terutama anak yang
mengalami atau merasakan rasa nyeri, maka kelompok akan mengadakan
terapi Menggambar dan Mewarnai yang diperuntukkan untuk anak usia 3-6
tahun yang dirawat di ruang melati RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Kelompok
berharap dengan diadakan terapi bermain ini dapat mengalihkan perhatian anak
dari rasa nyeri yang dirasakan.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan tindakan terapi bermain selama 1 x 30 menit diharapkan
anak dapat mengalihkan fokusnya dari nyeri yang dialami pada kegiatan
menyenangkan dan dapat mengurangi kecemasan dan hospitalisasi pada
anak
2. Tujuan Khusus
a. Anak dapat mengikuti permainan
b. Mengurangi tingkat nyeri dan kecemasan pada anak secara bertahap
c. Membantu anak lebih kooperatif selama masa perawatan di rumah sakit
d. Membantu anak dalam berinteraksi sesama pasien maupun perawat.
C. Karakteristik Sasaran
Berikut ini merupakan kriteria sasaran terapi bermain:

1. Inklusi
a. Pasien yang dirawat di bangsal anak Melati 2
b. Anak berusia 3-6 tahun
c. Anak dapat berkomunikasi dengan baik
d. Kesadaran composmentis (E4V5M6)
e. Tidak dalam program isolasi
2. Eksklusi
a. Anak yang tidak bersedia ikut bermain
b. Anak yang dalam kondisi demam tinggi dan kegawatdaruratan
c. Anak yang terpasang alat-alat invasive (NGT, Kateter, dan Oksigen)
d. Anak yang dalam kondisi bedrest
D. Media
Dalam melakukan terapi bermain Menggambar dan mewarnai, media yang
dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1. Buku Gambar
2. Meja Belajar
3. Pensil warna / Crayon
4. Pensil
5. Penghapus
6. Penggaris

E. Metode Permainan
1. Perawat mengatur posisi pasien
2. Berikan setiap anak buku gambar yang telah disiapkan.
3. Berikan intruksi pada anak ingin menggambar objek apa saja
4. Berikan motivasi agar anak memilih warna apa yang mereka suka
5. Setelah selesai berikan kesempatan pasien untuk menjelaskan mengapa
mereka menggambar objek tersebut.
6. Apabila anak tidak mau aktif, melibatkan orang tua untuk membantu anak
mewarnai gambar yang telah diberikan

F. Susunan Pelaksanaan Bermain


1. Waktu Pelaksanaan
a. Tempat : Ruang Melati 2
b. Hari/tanggal : Jumat, 21 February 2020
c. Durasi/Waktu : 30 menit (Pukul: 09.00 WIB)
2. Susunan Penatalaksanaan Bermain
a. Penanggung Jawab :
b. Kepala Ruang Melati :
c. Leader
1) Nama : Ervina Setia Ningsih
2) Tugas :
a) Membuka acara
b) Menjelaskan tentang peraturan bermain
c) Memimpin jalannya permainan
d) Memberi semangat kepada anak
e) Menciptakan suasana menjadi meriah
f) Mengambil keputusan
d. Fasilitator
1) Nama : Eka Devi Permatasari
2) Tugas :
a) Memfasilitasi peserta selama permainan berlangsung
b) Mendampingi anak selama bermain
c) Memberikan semangat dan motivasi
d) Mengamati dan mengevaluasi permainan
e) Mengamati tingkah laku anak
e. Observer
1) Nama : Nadya Yuniandita
1) Tugas :
a) Mengobservasi jalannya terapi bermain
b) Mengobservasi perilaku semua anggota kelompok terapi bermain
c) Menyampaikan hasil terapi bermain
d) Memberikan penilaian terhadap terapi bermain.
G. Setting Tempat

Keterangan:

= Leader

= Fasilitator

= Orang tua

= Peserta

= Meja
H. Rencana Pelaksanaan
No Tahapan Kegiatan Alokasi Metode Media/Alat bantu
Kegiatan Terapis Peserta waktu
1 Pembukaan a. Memberi salam pembuka a. Menjawab salam 5 menit Ceramah interaktif
b. Memperkenalkan diri b. Menyimak
c. Sesame peserta berkenalan c. Saling
d. Menjelaskan maksud dan tujuan berkenalan
terapi bermain
e. Menjelaskan proses bermain
2 Penyajian a. Menanyakan kepada anak apakah a. Menjawab 20 menit a. Ceramah interaktif Meja Belajar, Buku Gambar,
pernah menggambar dan b. Menyimak b. Brainstorming Pensil warna / Crayon,
mewarnai c. Mengikuti c. Exploring Pensil, Penghapus,
aktivitas d. Demonstrasi Penggaris
b. Menjelaskan aturan permainan
1) Perawat mengatur posisi pasien e. Redemonstrasi
2) Berikan setiap anak buku gambar
yang telah disiapkan
3) Berikan intruksi pada anak ingin
menggambar objek apa saja
4) Berikan motivasi agar anak
memilih warna apa yang mereka
suka
5) Setelah selesai berikan kesempatan
pasien untuk menjelaskan mengapa
mereka menggambar objek
tersebut.

7
6) Berikan sugesti pada anak bahwa
menggambar dan mewarnai dapat
membantu mengurangi rasa sakit
yang dialami.
7) Apabila anak tidak mau aktif,
melibatkan orang tua untuk
membantu anak mewarnai gambar
yang telah diberikan.

3 Penutup a. Evaluasi a. Menjawab 5 menit


b. Memberi reinforcement atas usaha
anak
c. Merapikan alat dan tempat bermain
d. Memberi salam penutup dan ucapan
Terima kasih.
I. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Sebelum terapi bermain dimulai, pengorganisasian terapi bermain telah siap 30
menit sebelumnya.
b. Penyelenggaraan terapi bermain dilakukan di ruangan Melati 2 RSUD Dr. Moewardi
Surakarta.

2. Evaluasi Proses
a. Anak terlihat aktif dan atusias dalam terapi bermain Menggambar dan Mewarnai.
b. Anak kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan pemandu terapi
bermain.
c. Anak dapat mengikuti kegiatan terapi bermain sampai dengan selesai.
d. Anak dapat membedakan warna dan bentuk gambar.
e. Tidak terdapat anak yang rewel, malas melakukan permain Menggambar dan
Mewarnai.

3. Kriteria Hasil
a. Anak terlihat berkonsentrasi dalam kegiatan terapi bermain Menggambar dan
Mewarnai
b. Kecemasan anak berkurang.
c. Anak mengatakan senang dapat membuat Menggambarr, mewarnai dna menceritakan
apa yang Digambar
DAFTAR PUSTAKA

Apriliawati, A. (2011). Pengaruh biblio terapi terhadap tingkat kecemasan


anak usia sekolah yang menjalani hospitalisasi di Rumah Sakit Islam
Jakarta. Thesis. Depok : Universitas Indonesia.
Adriana, D. (2011). Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain Pada Anak. Jakarta:
Salemba Medika
Bowden, V. R., & Greenberg, C. S. (2008). Pediatric nursing procedures.
Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Hart, R., Mather, PL., Slack, JF., Powell, MA. (1992). Therapeutic Play Activities
for Hospitalized Children. USA : Mosby-Year Book.
Hidayah. (2011). Terapi Bermain Mewarnai Gambar. http//.www.umul_hidayah.
Kyle, T & Carman, S. (2013). Essential of Pediatric Nursing 2nd Edition. China
Wolters Kluwer Health | Lippincott Williams & Wilkins
Morrison, GeorgeS. (2012). Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD).Jakarta : Indeks Nursalam, (2008). Asuhan keperawatan bayi dan
anak(untuk perawat dan bidan).Jakarta: Salemba Medika
Utami, Y. (2014). Dampak Hospitalisasi Terhadap Anak. Jurnal Ilmiah WISYA
vol.2 No 2 ; (9-20).
Yuriastein. Effana. Dkk. (2009). Games Theraphy untuk Kecerdasan Bayi dan
Balita. PT. Wahyu Media : Jakarta
12
13
14

Anda mungkin juga menyukai